Author Archives: admin

Selalu Tragetkan menjadi TOP 10%

Selalu targetkan menjadi TOP 10%.

Karena yang top 10% nasib, penghasilan, pola hidup juga berbeda.

 

Selling adalah proses

Ada langkah demi langakah.

Proses harus bisa diukur. Karena sesuatu yang bisa diukur bisa ditingkatkan.

Banyak yang bilang, kita ukur kok, makanya kita tahu siapa yang jualannya paling top. Cabang mana yang penjualannya paling banyak. Ya, saya tahu setiap bisnis pasti ukur.

Tapi yang diukur adalah proses bukan hasil. Karena jika yang diukur hasil, proses sudah lewat.

Pimpinan cabang pimpin meeting, ia berkata. Teman-teman bulan lalu cabang kita hampir capai target. Maka teman-teman, bulan ini kita harus lebih giat, lebih semangat, bulan ini harus capai target. Yel-yel. GO!!!

Bulan depannya meeting lagi. Teman-teman, bulan ini kita hampiiirr sedikit lagi capai target.

Akhir tahun, teman-teman, cabang kita tidak capai target. Hampir capai, tapi tidak capai target. Tahun depan kita tambah giat lagi yuk.

Saat ukur hasil, maka waktu sudah lewat. Tapi saat ukur proses, hasil sedang diciptakan.

Belajarlah dari pabrik. Dipabrik Indomie semua ada prosesnya. Tahap 1 tepung 20 kg campur 2 kg garam dan 2 kg gula, selama 2 jam.

Bukan garam sesuai selera, aduk  sampai pegal. Bukan begitu.

Tapi ada ukurannya.

Kemudian ditambah air 8 L, diaduk ke mesin kedua selama 2 jam.

Kemudian sudah rata, dimasukkan mesin untuk dicetak menjadi tipis tipis. Dengan bobot adonan 40kg, maka gilingannya besarnya misal 10kg. Dan dipotong dengan mesin. Di mesin ada presisi ukuran dan waktunya. Jika waktunya berbeda-beda tentu hasilnya hari ini panjang panjang, besok pendek-pendek. Kemudian dimasukkan oven, didinginkan dan dimasukkan ke dalam mesin untuk dipacking.

Di pabrik, tugas supervisor monitor proses. Suhu sesuai standard, kecepatan sesuai trandar.

Banyak sales mau capai target tapi tidak tahu proses, semangat juga sulit capai target.

 

DFO (distinction, Fokus, Optimal)

Bisa memilah, fokus dan optimal

Jika di pabrik Indomie, hasilnya terlalu asin, maka ia akan memperbaiki tahap 1. Garamnya mungkin kebanyakan.

Maka jika anda mau hasilnya bagus, maka anda harus tahu mana yang difokuskan.

Jika hasil kurang matang, maka yang diperbaiki tahap oven. Oven juga ada 2 faktor yaitu suhu atau durasi. Ia tidak lihat tepungnya, garamnya atau pemotongnya.

Jika anda tidak capai target, maka anda harus tahu mana yang diperbaiki. Tapi jika anda tidak tahu mana yang diperbaiki, maka akhirnya patah semangat dan merasa tidak berbakat jualan.

 

Bayangkan 2 tahun dari hari ini. Anda buka tabungan anda, anda ingin tabungan anda naik berapa kali lipat. Bukan rupiah, bukan prosentase.

Pasti hasilnya beragam. Ada yang 2 kali lipat sampai 1000 kalilipat. Ujung-ujungnya yang menghalangi anda menulis lebih besar siapa?

Jika anda kejar 3 kali, anda akan capai 3 kali. Jika anda capai 100 kali, belum tentu capai 100 kali.

Nah ada 2 macam orang, 1 yang normal dan yang lain kurang waras.

Anggap saldo anda 100 juta, si normal akan capai target 500 juta. Si gila , pasang 100 kali lipat tentu tidak capai. Ia hanya capai 20 kali lipat. Memalukan ya. Tapi tetap si gila hasilnya lebih banyak. Jika anda ingin hidupnya, penghasilannya gila, jangan jadi sales normal-normal saja.

Ingin mendapatkan pengajaran lengkap untuk meningkatkan penjualan team sales anda?

Dapatkan info mengenai progran inhouse training by Christian Adrianto Motivator

Telah berpengalaman selama lebih dari 14 tahu di dunia training. Pengajarannya selalu berdampak dan mudah dipraktekkan. Telah meningkatkan penjualan dan produktivitas di lebih dari 400 perusahaan di seluruh Indonesia. Ada banyaks sekali testimonial yang menyatakan penjualan meledak setelah mendapatkan training dari Christian Adrianto. Apakah anda ingin bergabung bersama 400 perusahaan lain yang telah meningkatkan penjualannya?

Hubungi : Fransisca +6282110502502 atau Fransisca@motivasiindonesia.com

Dapatkan info program inhouse training peningkatan penjualan.

Cara Leader Monitoring Team Sales

Monitoring

Banyak leader tidak tahu proses dari salesnya

Misalnya untuk target 100 juta. Cari tahu berapa kunjungan dan berapa prosentase closingnya.

Katakan dalam 1 bulan 10 kunjungan. Maka closing 2, 100 juta

Bos bilang, target 200 juta.  Hah???

Tahun kemarin capai 100 juta sudah ngos-ngosan. Gimana 200 juta?

Jika hanya tahu hasil, tidak tahu proses, maka akan bingung.

Dengan memilah-milah anda akan tahu mana yang harus difokuskan.

Misal ada 2 agen

Setelah 1 bulan. Cindi lapor closing 8 nilai 80 juta . Rani juga closing 8 nilai 80 juta sama. Dengan 2 sales hasil sama, mana yang anda sayang?

Bagaimana jika Cindi prosentase sukses closingnya 10%, Rani 50%. Sehingga untuk dapat order kunjungi 80 orng, Rani kunjungi 16 orang. Mana yang anda sayangi?

Dengan mengukur hasil, anda tidak bisa apa-apa.

Cindi, saya mau kamu naik jadi closing 10. Ia berkata bu, saya sudah kunjungi 80 orang lo bu, sampai jalan pagi pulang malam, suami saya marah-marah, anak saya sudah panggil saya tante. Saya jalan sepatu saya sampai gepeng. Saya sudah mati-matian. Dan saya dengar ibu dulu juga sebagai sales juga ibu rata-rata Cuma 30. Jadi 80 sudah luar biasa kan bu.

Dalam hati, Iya sih. Saya dulu juga ngga serajin ini. Tapi gimana caranya deh, kamu closing 10 ya.

Cindi mungkin jawab. Iya deh. Dalam hati. Pret deh, kurang manusiawi. Ngomong sih gampang, udah jalan sampai gepeng. Ngga diladeni.

Rani, saya minta 10 ya. Rani jawab Bu, bukan saya ngga mau. Saya sudah hebat banget lho bu. Coba siapa di perusahaan kita yang tawarin 2 beli 1. Rata rata tawarin 4 baru beli. Ibu kalo ada cara yang lebih baik saya mau belajar caranya.

Sebagai leader anda berkata, yah, pokonya lebih rajin deh. Ngga mau tau caranya pokoknya jual 10. Banyak doa deh.

Ia akan berkata, doa sih doa. Lo aja ngga bisa ajar caranya.

Leader yang berkata ngga mau tau caranya harus naik. Maka ia sedang mengaku bahwa ia tidak tahu caranya. Maka daripada ngaku ngga tahu, ia akan teriak saya ngga mau tahu. Jika ia tahu, maka ia akan kasi tahu caranya.

Cindi yang ditingkatkan adalah fokus pada prosentase sukses. Berapa yang bisa ditingkatkan. Jadi 50%. Kenapa 50%, karena ada yang sudah bisa prosentase suksesnya 50% jadi itu tidak muluk-muluk kan, bukan yang tidak masuk akal?

Jadi Whatnya 50%. How? Daripada cari How, maka cari Who. Maka jika Rani bisa ajari Cindi caranya, maka paling tidak Cindi bisa naik prosentase suksesnya 30%. Dengan satu fokus, maka naik target jadi masuk akal.

Rani, maka yang ditingkatkan kunjungan. Berapa? 80.  Paling tidak 50, maka hasil bisa meningkat 3 kali lipat kan?

 

Nah bagaimana di dunia nyata?

Untuk mendapat hasil terbaik.

Maka, fokus yang ditingkatkan apa?

Mialkan dalam 3 bulan 100 kunjungan pencapaian saya 10%.

Tanya kepada leader, berapa rata-rata penjualan diperusahaan?

Misalnya 30 %.

Tanya lagi, diwilayah kita siapa sales yang capai 30 %.

Lakukan pendekatan, belajar dengan yang capai 30 %.

Modal, ajak makan, minum kopi. Tapi anda dapat ilmu, selamanya milik anda.

Praktekkan.

Anda jalan 3 bulan, capai 30% dalam 6 bulan.

 

Berikutnya tanya leader, rata-rata nilai penjualan berapa?

Misalnya 20 juta.

Tanya lagi, diwilayah kita siapa sales yang pencapaiannya 20 juta.

Kafelagi, makan lagi.

Jalankan 3 bulan maka 20 juta x 30 % = 600 juta.

Hebat kamu, naik 600 juta. Tapi belum. Ini kan baru rata-rata. Jadi yang terbaik dong.

Tanya lagi siapa di wilayah kita atau di Indonesia yang presentase sukses terbaik?

Ternyata hanya ada 3 orang, prosentase suksesnya 70%

Jalanin.

3 bulan 20 juta x 50% = 1M

Tanya lagi, siapa yang closing nilainya paling gila-gilaan?

Ada 4 orang 40 juta

Belajar lagi.

Jalanin

3 bulan katakan 30 juta x 50% = 2M

Selalu upgrade cara. Karena jika pakai cara yang sama, lalu heran sudah 10 tahun ngga maju-maju jangan heran.

 

Resep sukses:

Jadi cari tahu Who yang bisa ajar caranya

Tidak puas dengan pencapaian

Selalu cari cara yang lebih baik

Karyawan perlu dilatih, leader juga perlu pelatihan. Terkadang leader diangkat dari posisi sales, karena kinerjanya bagus, waktu ada posisi kosong maka ia diangkat jabatannya. Namun seseorang yang memiliki kinerja bagus belum tentu bisa menjadi pemimpin yang bagus. Maka dibutuhkan pelatihan untuk menjadi sales leader, sehingga leader anda dapat emimpin team sales dengan lebih efektif dan efisien.

Jika anda tertarik mengadakan pelatihan untuk sales leader anda dengan trainer sales leader terbaik di Indonesia, Mr. Christian Adrianto. Hubungi : FRANSISCA DI +6282110502502 atau EMAIL fransisca@moivasiindonesia.com

Salam Semangat!!!

Jika Calon Customer Anda bilang “NO!!!!”

Ketika tidak yakin dengan barang yang dijual, orang akan berkata NO.

No is not NO

No =  saya tidak yakin

70% adalah belum yakin

Tanya bagian mana yang belum meyakinkan. Bagaimana cara saya meyakinkan customer.

Jangan berdebat dengan Customer.

Kalaupun kita menang dalam perdebatan, customer  secara emosional merasa gengsi.

Jadi jangan paksakan agar customer berkata YES. Bawa secara perlahan ke mungkin / maybe.

Maka ubah pertanyaannya menjadi:

Saya memahami jika bapak sudah tidak mau. Tapi jika boleh tahu pertimbangan bapak yang membuat bapak tidak mau beli?

Saya ragu tentang ini…

Jadi jika ini…. maka bapak akan mempertimbangkan ya?

Sales ketemu 4 calon pelanggan per hari, maka 1 minggu ketemu 20, 1 bulan 80.

80 bilang NO. Jika tidak paham NO adalah Maybe, maka patah hati. Jika yakin 70% dari 80 adalah maybe, maka 56 adalah maybe.  Jika 50% dari Maybe bisa dinaikkan ke YES maka, sebanyak 28 customer akan beli.

Hanya dengan mengubah mindset, maka hasilnya dari 0 jadi 28.

Nah, menarik customer dari No ke maybe lebih sulit. Maka saat customer sedang tidak yakin, jangan biarkan ia NO, arahkan ke maybe.

Kelihatannya hari ini kurang tepat untuk buat keputusan. Bapak pertimbangkan dulu. Kita sudah cukup hari ini. Nanti kita bicara-bicara lagi.

Sedikit tips sales di atas semoga dapat membantu. Namun jika anda ingin mendapatkan pelatihan selling skill yang lebih lengkap dari pembicara Trainer Sales Terbaik di Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari 14 tahun. Selain seorang trainer beliau juga seorang praktisi, dimana bisnis developer yang beliau jalankan laris manis, habis bahkan sebelum rumahnya dibangun. Beliau sudah mengajar di lebih 400 perusahaan dan institusi besar di Indonesia, dengan tingkat repeat order yang tinggi karena training beliau deep impact dan applicable. 

Dapatkan penawaran kami sekarang juga

Hubungi Fransisca di +6282110502502 atau fransisca@motivasiindonesia.com

8 Teknik Closing Ampuh yang dapat meningkatkan penjualan anda

Cara untuk Close The Sale

Tapi closing seolah olah menutup, selesai. Pemikiran baru adalah conforming the order. Agar mindsetnya setelah penjualan, awal hubungan baik dengan customer.

 

Teknik Closing

  1. Asumsi

Tanpa customer bilang YA, kita asumsikan customer beli.

Contoh

Anak sudah mau minta mainan. Orang tua menawar, tapi tidak ketemu harganya. Kemudian mainan di plastikin dan diberikan kepada anaknya. Anaknya bilang, dady terimakasih.

Maka beli.

 

  1. Alternatif choice

Pertanyaan mau dikirim ke rumah atau ke kantor?

Kontan atau kredit?

Mau warna merah atau biru?

Apapun yang dipilih selalu ya beli.

 

Anak: Dady, hari minggu kita boleh pergi ke mall? Jawabannya bisa ya boleh atau tidak.

Tapi jika ia bertanya: Dady besok minggu kita pergi ke TA atau CP?

Ke TA pergi ke mall, ke CP juga ke mall.

Istri : Pah, bagusan mana? Yang merah atau hitam?

 

  1. Pupy Dog Close

Di Toko hewan, jika ada anak mau beli anak anjing tapi orang tua belum tau ke depan bagaimana. Nanti tanggung jawab 15 tahun. Anak kadang pengen sesaat. Tapi nanti anjing mengonggong, anak ngga mau urus gimana.

Nah, gini aja. Anjingnya dibawa pulang seminggu dulu. Nanti jika ngga cocok dikembalikan.

Anak anjing jika sudah 1 minggu sudah terlanjur sayang.

Selalu ada 30% yang dikembalikan. Tapi sebagian malas untuk kembalikan, sebagian ngga enak ngembalikan, sebagian sibuk hingga waktu yang ditentukan untuk kembalikan sudah lewat.

  1. Summary  Question Trust

Rangkuman semua presentasi. Tadi pak Toni sudah bilang kelebihan ini. Tadi pak Tony tanya ada garansi. Ada garansi selama…

So jadi pak Toni setelah diskusi ini mau dikirim besok atau lusa.

  1. Franklin Close

Dipakai benjamin Franklin untuk membuat keputusan. Siapkan selembar kertas putih dan gambarkan dua kolom

Satu sure, good, advantage, positif, benefit kolom lain concern, pertimbangan jangan tulis bad, negatif

Tulis lebih banyak di good, pertimbangan sedikit

Jadi pak Toni, sudah sangat jelas pak. Benefitnya, jadi bapak mau cash atau kredit?

 

Senjata terakhir untuk closing

  1. Jika bapak jadi saya, maka bisa bantu saya apa yang harus saya lakukan seandainya bapak jadi saya?

Sekali-sekali saja pakai.

  1. The Power of sugestion close

Apakah bapak sependapat menabung untuk hari tua penting ya? Ya

Ngobrol tentang anak.

Tanya, pendidikan penting buat anak ya pak?

Biaya sekolah makin hari makin mahal?

Sambil ngobrol.

Setelah itu, dirangkum. Ia tidak bisa menolak, karena sudah setuju di awal.

  1. Loss Sale

Ketemu pelanggan seolah-olah jalan buntu. Terimakasih pak, sudah meluangkan waktu. Kelihatannya belum ada kecocokan. Its Ok. Saya terima dan saya menghargai keputusan anda. Terimakasih pak. Berdiri dan berjalan keluar.

Ia sudah merasa lega. Pertahanannya turun.

Balik lagi. Ini off the record pak. Hanya untuk saya, sagar saya tidak mengulangi kesalahan saya. Apakah karena saya, harga, produk atau apa? Bisa tolong kasi tahu saya apa alasan bapak menolak?

Besok kirim bukti bahwa yang ia pikir salah.

Telpon, kemudian katakan sudah kirim artikel. Kemudian katakan. Pak besok saya mau mampir, saya mau berikan sesuatu kepada bapak. Bapak lowong pagi atau siang?

Besok jelasin dan closing.

Ingin mengadakan pelatihan Sales yang dapat meningkatkan penjualan dari trainer  dan motivator Top, Christian Adrianto Motivator?

Hubungi Fransisca

+6282110502502

atau

email : fransisca@motivasiindonesia.com

MOTIVATOR TAMPAR SISWA.

MEMANG TUGAS MOTIVATOR ADALAH MENAMPAR PESERTA SEMINARNYA.

motivator-tampar-siswaJika anda menyesalkan berita bahwa ada seorang motivator menampar 10 siswa yang merupakan peserta seminarnya, maka saya mengatakan bahwa tugas seorang motivator adalah menampar peserta seminarnya. Peserta seminar memang harus ditampar, agar mindsetnya berubah dan hidupnya menjadi lebih baik. Terlebih untuk peserta yang mindsetnya sudah bebal, sulit untuk berubah, padahal hidupnya susah. Namun tamparan bukan dengan tangan, bukan secara fisik, namun dengan kata-kata.

Berita mengenai Motivator yang menampar Siswa, secara fisik, memang sangat disayangkan. Namun Motivator juga manusia, punya rasa punya hati. Motivator juga bisa emosi. Walaupun kejadian tersebut tidak bisa dibenarkan.

Setahu saya saat ini profesi Motivator memang belum ada lembaga yang memayungi, seperti misalnya wartawan yang memiliki dewan Pers yang melindungi profesi wartawan sekaligus mengatur kode etiknya.

Profesi Motivator juga tidak ada sekolahnya. Sehingga tidak semua motivator tahu mana yang bisa dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Oleh karena itu dibutuhkan kebijaksanaan dalam menjalankan metode pengajarannya. Padahal ada banyak metode yang bisa digunakan motivator untuk menanamkan midset, termasuk metode militer yang terkenal keras dan disiplin dalam membentuk karakter dan menanamkan value dalam mindset pesertanya.

Namun bagaimanapun motivator sangat dibutuhkan bangsa ini. Mereka adalah sosok yang berperan memberikan semangat dan mengajar sehingga sumber daya manusia Indonesia semakin berkualitas. Jika ada seorang motivator yang khilaf, tidak berarti motivator yang lain akan menampar pipi pesertanya hingga memerah.

 

Tips Sales : Buying Signal

Tanda-tanda customer ingin beli.

  1. Body language buying signal.

Pegang sampel, pegang brosur, tanya-tanya

Tanya itu adalah buying signal.

Customer bertanya, kadang sales menjawab menghilangkan peluang penjualan.

Ada warna hijau? Ada

Ada garansi? Ada. Gransi sparepart….

Kl saya beli bisa diantar? Ya bisa, diantar kapan saja bisa.

Kira-kira berapa lama bisa dikirim? Karena stok kurang , baru bisa dikirim 2 minggu lagi.

Kl saya mau reparasi, berapa lama ya? Oh, paling 1 hari jadi pak.

 

Salah jawaban. Seharusnya.

Ada model yang warna hijau?

Jawabannya : Ada. Bapak mau pesan 1 atau 2?

Kl, saya pesan warna hijau Bisa diantar kapan?

Jawab: kl. Bapak pesan warna hijau, kita antar langsung sore ini pak. Dan kalo pesan  sekarang yang warna hijau masih ada banyak. Dan yang hijau laris pak. Besok-besok belum tentu ada. Jadi pesang langsung saja pak. Mumpung stoknya masih ada. Jadi nanti malam bapak sudah bisa pakai.

Ada garansi?

Jawab : Ada pak garansi. Tapi saya ngga tau kedepan kebijakan perusahaan berubah atau tidak.

 

Jika customer sudah bertanya, arahkan ke closing. Jangan tunggu pertanyaan lain dari customer.

 

  1. Diam, mikir, tidak ngomong

Banyak sales takut saat customer diam dan berfikir. Beri waktu customer untuk berfikir.  Pelan-pelan bawa customer lebih yakin.

Dengan nada rendah. Pak, ini wakt yang tepat untuk beli. Saya bantu isi form ya pak. Bapak mau beli 1 atau 2?

Bentar saya mikir dulu.

Misalnya jadi pak, mau ambil 1 atau 2?

Bahasa tubuh bapak mengatakan bapak sudah setuju.

 

  1. Putar-putar pulpen

Diam tidak bicara apapun

 

Lagi mikir. Bingung, mau beli tapi ngga mau buat keputusan di depan istrinya.

Buat keputusan untuk nya. Jadi saat istrinya marah karena salah keputusan , ia bisa menyalahkan anda.

Gini aja deh pak, kalo masih bingung. Coba dulu aja 5 deh. Saya bantu isi form ya.

 

  1. Membasahi  bibir

Bisa jadi ia sednag mempertimbangkan

Ia sedang stress hingga bibirnya kering

Atau anda kebanyakan bicara tidak kasi minum, ia haus

Arahkan pertanyaan untuk bantu ia buat keputusan

 

  1. Sudah pernah tanya, sudah dijawab, masih tanya lagi.

Artinya ini adalah pertanyaan yang menghambat ia mengambil keputusan. Jika anda bisa meyakinkan maka ia akan beli. Jangan jawab dengan jawaban yang berbeda total yang lebih meyakinkan. Karena jawaban pertama tidak berhasil meyakinkan.

 

  1. Mata bersinar sinar dan termotivasi

Jika anda tidak bisa lihat, maka gantung diri aja.

  1. Garuk kepala

Artinya mikir atau ketombean.

Ini tanda-tanda momen ngga cocok. Next time difollow up lagi.

 

  1. Semakin mendekat atau

Tangannya terlipat di atas meja

Artinya Makin tertarik

 

Atau kl ada anaknya, ia sttt dady mau ngomong.

Artinya ia sangat tertarik, dan ia sedang konsentrasi tidak mau diganggu anaknya.

Jangan tanya anaknya lucu, umur berapa.

Ia sudah tertarik, closing langsung

 

Lihat awan-awan

Ia sedang berfikir jauh, bagaimana cara membayarnya, apakah keuangannya bisa , apakah benefitnya di masa yang akan datang

Kebencian yang Busuk

Suatu hari di dalam sekolah taman kanak-kanak (TK), ibu guru di TK tersebut mengadakan sebuah permainan pada murid-muridnya. Ibu guru menyuruh murid-muridnya membawa kantong plastik transparan dan kentang. Masing masing kentang yang dibawa di beri nama berdasarkan nama orang yang dibenci, bisa dua, tiga bahkan lima kentang tergantung nama-nama yang di benci. Dan guru itu menturuh untuk membawa kemanapun kantongplastik berisi kentang tersebut kemanapun mereka pergi, bahkan ketoilet sekalipun, selama seminggu.

Hari berganti, semakin lama kentang kentang tersebut mulai membusuk. Dan murid murid mulai mengeluh. Apalagi murid yang membawa lima kentang  karena penampilan kentang berubah dan baunya juga tidak sedap. Setelah 1 minggu yang disepakati murid-murid merasa lega karena penderiataan yang mereka alami akan berakhir.

Ibu Guru : “Bagaimana rasanya membawa kentang yang sama selama seminggu?”

Maka keluarlah semua keluhan dari murid-murid TK tersebut. Pada umumnya mereka tidak merasa nyaman jika harus membawa kentang kentang busuk tersebut kemanapun mereka pergi. Ibu guru kemudian menjelaskan apa ari dari permainan yang mereka lakukan.

Ibu Guru : “Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa kemanapun. Apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain akan sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemanapun kita pergi. Itu hanya seminggu. Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup kita? Alangkah tidak nyamannya.

Leader VS Manager. Mana yang lebih penting?

Dalam sendi kehidupan kita perlu pemimpin dari kehidupan pribadi, keluarga hingga pekerjaan. Kepemimpinan masing masing orang memiliki cara dan gaya masing masing yang berbeda satu sama lainnya. Bahkan banyak pemimpin yang sebenarnya tidak tahu apa yang seharusnya dia lakukan. Ada yang sebenarnya hanya menyuruh dan memberi perintah kepada anak buahnya, padahal cara memerintah ada caranya sendiri supaya pelaksanaan tugas dapat dilakukan dengan baik. Itu sebabnya pemimpin perlu tahu cara menjadi pemimpin yang efektif dengan meningkatkan diri melalui buku kemimpinan atau pelatihan kepemimpinan.

Tidak semua pemimpin itu dilahirkan, artinya menjadi berbakat untuk memimpin itu dapat dibentuk.

Apa beda leader dengan manager? Jika leader adalah orang yang menginpirasi anak buahnya untuk mau melakukan tugasnya. Sedang manager adalah orang yang diberikan tanggungjawab terhadap tugasnya. Jadi beda antara leader dan manager adalah jika leader menginspirasi anak buahnya, sehingga membuat anak buahnya bekerja engan kesadaran dia sendiri. Jika manager lebih bersifat memaksa anak buah untuk bekerja karena itu adalah tanggungjawab yang harus di tanggung.

Untuk menjadi leader kemampuan apa yang dibutuhkan untuk memimpin seperti

  1. Kemampuan untuk komunikasi dengan anak buah
  2. Kemampuan untuk memotivasi anak buah
  3. Kemampuan untuk mendelegasi dengan anak buah
  4. Kemampuan untuk mengembangkan kerjasama team

Tidak semua pemimpim memiliki kemampuan diatas saat lahir, Untuk bisa melakukan hal – hal diatas perlu dilakukannya sebuah pelatihan

 

OUTING, PENTING NGGA SIH?

tips mengatasi bosan di kantor

Bagi Anda yang bekerja di salah satu perusahaan besar pastinya sudah terbiasa dengan kesibukan yang hampir tidak ada habisnya. Sederet tujuan perusahaan kita wajib ikuti dan menghabiskan hampir dari seluruh pikiran dan energi Anda. Dan akhirnya Anda Jenuh dengan rutinitas ini.

Untuk mengembalikan semangat Anda dalam bekerja diperlukan suatu kegiatan yang menyenangkan tapi tetap edukatif. Bentuknya bisa bermacam macam. Baik secara kegiatan Outdoor maupun Indoor. Salah satu kegiatannya adalah Outing.

Program Outing merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh umum, perusahaan maupun sekolah yang bersifat menyenangkan atau rekreasi di alam terbuka sebagai sarana hiburan untuk meningkatkan keakraban. Biasanya outing diisi dengan acara bebas atau permainan ringan yang tidak terlalu berat secara fisik, pikiran dan emosional.

Bentuk program Outing sangat bermacam macam tergantung kebutuhan dari Perusahaan penyelenggara. Baik bisa berupa ketahanan fisik, keberanian, relaksasi, kerja tim dan lain-lain.

Dalam program Outing biasanya dibagi dalam beberapa tujuan sebagai berikut:

  1. Untuk Rekreasi dan hiburan. Fungsi utama dari Outing adalah untuk melakukan refreshing pikiran dan mencari ide baru.
  2. Menanamkan Value Perusahaan. Dalam sesi ini biasanya digunakan untuk menanamkan dan me-refresh visi misi perusahaan kepada peserta Outing Traning
  3. Kerja sama tim. Kerjasama tim diperlukan untuk mempererat kerjasama di dalam dan antar tim kerja.
  4. Kesiapan akan tantangan di depan. Dalam sesi ini biasanya peserta akan diberikan tantangan dan permainan. Dan tujuan permainan ini supaya peserta mampu menghadapi perubahan apapun yang terjadi dalam pekerjaan.
  5. Kepemimpinan. Digunakan untuk melatih kemampuan peserta untuk memimpin
  6. Memperbaiki konflik. Outing menjadi wadah untuk menyelesaikan konflik saat bekerja, Jika di kantor canggung maka momen menyenenagkan saat Outing adalah waktu yang tepat untuk menyelesaikan konflik ini.

Agar mencapai tujuan Outing training maka bentuk aktivitas sebaiknya di sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan apa yang mau di tingkatkan. Mari rencanakan Program Outing dengan devisi Anda bersama rekan rekan kerja Anda supaya manfaat Outing bisa dirasakan oleh tim dan rekan-rekan Anda.

Salah satu kegiatan outing yang dapat membantu mencapai tujuan tersebut adalah dengan mengundang pembicara atau motivator. Tentunya bukan sekedar pembicara biasa, namun pembicara yang mampu menanakan value-value perusahaan kepada team atau karyawan anda. Dan pastikan anda mendapatkan pembicara atau motivator yang terbaik, yang berpengalaman dan mampu mendeliver value perusahaan dengan baik. Jangan sampai sudah mengundang pembicara mengeluarkan budged perusahaan, mengumpulkan orang (karyawan anda) namun tidak ada perubahan dalam attitude kerja karyawan anda.

 

5 Pekerjaan Dimasa Depan

Dari  hasil penelitian The Canadian Scholarship Trust Plan (CST) diperkirakan bakal ada 5 pekerjaan baru di tahun 2030, berikut daftar tersebut:

 

  1. Simplicity Expert (Ahli Keserhanaan)

Di tahun 2030 manusia akan lebih berfokus pada bagaimana cara suatu sistem / bisnis bisa menyederhanakan dan membuat operasi sistem / bisnis tersebut menjadi otomatis (mengalis begitu saja). Contoh : mereka akan memangkas 30 kegiatan administratif dan hanya akan disisakan menjadi 2 saja, 4 langkah interview mnjadi 1 saja.

2. Garbage Designer (Perancang Limbah)

Mereka berkerja dengan mengubah produk buangan atau limbah menjadi produk yang  kreatif. Produk limbah berkualitas tinggi bisa di rubah menjadi produk lain yang berbeda dan memiliki nilai guna.

3. Robot Counselor (Konsultan Robot)

Di prediksi pada tahun 2030 dunia akan banyak menggunakan tenaga robot dalam produksi, pelayanan jasa hingga urusan membantu rumah tangga. Konsultan robot dibutuhkan untuk menentukan robot mana yang bagus di gunakan untuk melakukan tugas tugas tertentu.

4. Aquaponic Fish Farmer (Peternakan ikan)

Di prediksi pada tahun 2030, populasi ikan dunia di prediksi akan sangat berkurang. Jadi diperlukan metode produksi baru yang menggantikan penangkapan dari alam liar. Aquaponik menggabungkan peternakan ikan dengan perkebunan. Diatasnya tumbuh tanaman perkebunan di bawahnya ikan ikan hidup di air.

5. Re-Wilder (Petani)

Profesi ini dulu disebut petani. Tugas re-wilder bukan bercocok tanam untuk menumbuhkan tanaman, tapi untuk mengurangi dan memperbaiki kerusakan lingkungan di desa yang disebabkan oleh orang, pabrik, kendaraan bermotor dan lain sebainya.

 

 

Nah kalo lo di masa depan mau jadi apa nih?