Category Archives: artikel motivasi

INDONESIA MASUK RESESI !! INI YANG MESTI DILAKUKAN……..

Mau resesi atau ngga ada resesi, situasi akan tetap susah buat orang-orang yang bisanya hanya ngeluh dan nyinyir.

Sebaliknya mau resesi atau ngga ada resesi, buat yang selalu positif dan mencari jalan, akan selalu ada peluang disetiap kesempatan, bahkan dalam resesi sekalipun.

*YA atau YA?*

Bahkan jauh sebelum masa pandemi COVID-19 ada saja orang yang terjangkit virus negatif thinking, yang sukanya hanya *MAP* :

Menyalahkan, Alasan & Pembenaran.

Kalau masih gagal bisanya Menyalahkan situasi ekonomi, menyalahkan atasan, menyalahkan bawahan, menyalahkan pemerintah, apa aja disalahkan.

Apa aja dijadikan kambing hitam, bahkan kalau kepepet dia cari kambing putih.

Kalau belum sukses suka  Alasan. Kerja di kantor katanya bosan, fasilitas kurang, harus banyak lembur, waktu buat keluarga habis, gaji kecil lagi.

Lha, sekarang kita dikasih kesempatan WFH. Kerja dirumah dari jam 9 sampai 5 sore plus dapat bonus bahagia, dekat dengan anak dan keluarga. Jadi produktivitas kerja harusnya tambah semangat dong…

Pembenaran

Kalau ada yang lebih sukses jangan terbiasa pembenaran.

Ciri-cirinya gini nih :

“Terang aja……”

“Ora gumun….”

Terang aja dia lebih sukses, dia temannya banyak, koneksinya kuat.. Lha saya…?

Ora gumun dia lebih sukses, dia lebih ganteng, dia lulusan luar negri.. lha saya…?

Kalau ada orang yang lebih sukses dari kita, tandanya kita juga bisa lebih sukses lagi. Jadi jangan iri apalagi nyinyir, tapi kita belajar apa yang dia lakukan sehingga dia lebih sukses dari kita.

Jika kita masih MAP, ngga ada resesipun, situasi akan tetap susah.

Apalagi resesi karena COVID-19.

Sudah cukup!!!

Virus COVID-19 udah hampir ada vaksinnya, jangan virus negative thinking jadi pandemi diantara kita. Virus Negative Thinking jauh lebih berbahaya dari COVID-19.

Akan selalu ada kesempatan dalam setiap persoalan. Kita hanya perlu berpikir positif, fokus solusi dan terbuka dengan setiap peluang. Bukankah kita sering melihat orang yang survive bahkan sukses dalam masa krisis?

Jangan dulu berpikir ini sudah berakhir, sudah mentok, tidak ada jalan lagi.

Ketika anda merasa seperti itu, tandanya sudah saat nya anda upgrade diri. Tingkatkan knowledge, skill dan attitude.

*Christian Adrianto Motivator & Trainer*

 

Ingin mengundang Christian Adrianto untuk Motivasi Final Sprint, Training Selling skill & Leadership?

Meningkatkan knowledge, skill dan motivasi team anda?

Telpon/WA  Fransisca

+6282110502502

Siapa yang ingin gagal?

Siapa yang ingin gagal? Tidak ada yang mau gagal tapi sayangnya alam memberikan dirimu sesuatu yang lain. Seperti tersambar petir yang datang tiba tiba kamu di hadapkan pada sebuah kenyataan bahwa kamu dipecat dari pekrjaanmu sekarang.

Nah jika hal ini terjadi padamu sekarang berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk bangkit dari kegagalan ini.

  1. Tanamkan pikiran positif. – percaya pada kenyakinan dirimu anda memerlukan berkali kali gagal sebelum akhirnya berhasil bangkit dan berhasil mengantisipasi semua kesalahan yang ada sebelumnya. Yang penting adalah anda terus mencoba untuk selalu bangkit dan terus berproses dan jangan diam menerima nasib. Minimal dengan belajar membuka – buka buku saat kuliah dulu. Membaca buku tentang skill yang baru. Ingatlah seorang seperti Soichiro Honda pendiri Honda pernah di tolak untuk bekerja sebagai teknisi di perusahaan Toyota atau baca Biografi Howard Schultz pekerja yang menjadi pemilik Starbucks.
  2. Disetiap kegagalan ada Pelajaran yang berharga. – Jika anda gagal sudah wajar jika anda bersedih tapi ingatlah jangan berlarut larut dalam kesedihan. Terus gali sebab sebab gagal sebelumnya. Kemudian pikirkan gimana caranya untuk memperbaiki supaya tidak terulang  untuk masa depan. Buat kejadian atau kegagalan masalalu tidak menjadi sia-sia.
  3. Gagal tidak masalah. – Kegagalan apapun itu baik kegagalan cinta, gagal makan enak, rumah tangga berantakan, berbanggalah, mengapa? Sebab banyak orang sukses di dunia pernah gagal sebelumnya dan berusaha bangkit dari kterpurukan.
  4. Selalu berpikir untuk maju jauh kedepan. – Dalam kesuksesan membutuhkan kerja keras, diperlukan usaha siang malam dan membuuhkan energi extra untuk menjalaninya dan mungkin banyak orang yang sudah menyerah di tengah jalan. Ada satu hal yang membedakan orang gagal dan orang sukses adalah pola pikirnya. Orang sukses selalu berpikir jauh kedepan. Seperti bambu cina, jika kamu menanam bambu cina ia seperti lambat tumbuh tidak bertunas , tapi ternyata di dalam tanah
  5. Jaga pikiran Positif anda. – Pikiran yang positif akan membangkitkan gairah hidup yang positif pula.  Jaga pikiran Anda sedang dalam proses menuju kesuksesan dan akan bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik di hari esok.
  6. Kelilingi diri anda dengan keluarga/teman yang positif. – Seperti point sebelumnya disebutkan sifat positif itu menular, setidaknya jika diri anda sendiri kesulitan untuk berpikir positif isi hidup anda dengan banyak orang yang berpikir positif dan biarkan pikiran positif mereka menular pada anda.
  7. Selalu evaluasi rencana anda. – Setelah anda mantap untuk memulai kesuksesan, selalu desain rencana untuk maju kedepan. Berikan cara terbaik yang dapat memaksimalkan potensi maksimal milik anda.
  8. Teruslah mencoba. – Tirulah Thomas Alva Edison yang telah mencoba 9.999 kali untuk gagal menciptakan bolam lampu, dan percobaan ke 10.000 baru berhasil. Dan apa yang Thomas Alva Edison katakan “Saya tidak gagal. Bahkan saya berhasil menuemukan 9.999 cara yang tidak bekerja seperti yang saya harapkan.”

Itulah 8 cara yang bisa anda gunakan untuk bangkit dari kegagalan yang bisa anda coba. Ingatlah orang – orang sukses dunia selalu melewati kegagalan sebelum akhirnya mereka meraih kesuksesan.

Kenapa Saya Tidak Dipromosi?

“Saya kecewa dengan perusahaan ini, sudah 10 tahun saya bekerja di perusahaan ini, saya ‘mentog di Supervisor sedang Budi (bukan nama sebenarnya) baru bekerja kemarin (4 tahun) sudah diangkat Manager.” “Saya merasa saya tidak dihargai diperusahaan ini, saya bekerja seperti babu, orang lain yang menikmati hasilnya.”

Apakah kalian pernah mendengar bahkan mengeluh seperti ini? Pernahkan kalian telah bekerja bertahun tahun demi perusahaan tapi sepertinya perusahaan tutup mata dengan dirimu? padahal kamu sudah bekerja 10 – 15 tahun tapi tidak dipromosikan, tapi malah anak baru masuk sudah dapat promosi?

 

Dari banyak penyebab ada beberapa faktor berikut yang membuat kamu tidak dipromosikan.

1. Masalah pradigma. Banyak orang berpikir jika mereka akan di promosi sejalan dengan waktu karena ada faktor Senioritas. Sekarang sudah tidak berlaku. Pada jaman ini perusahaan membutuhkan sumber daya yang memberikan Kontribusi berupa prestasi di atas rata – rata. Coba cek penghargaan apa saja yang sudah kamu terima selama kamu bekerja sedemikian lama diperusahaanmu?

Jika penghargaan sudah banyak di terima dan memberikan kontribusi yang besar bagi perusahaan.

Bisa jadi alasan kedua ini yang menghambat dirimu di promosikan.

 

2. Menguasai Ketrampilan Teknis dan non-Teknis. Mendapat promosi dibutuhkan dua hal yang harus dimiliki oleh pekerja pertama ketrampilan teknis dan ketrampilan non-teknis. Ketrampilan teknis adalah ketramplan dasar yang memiliki hubungan dengan tugas utamanya, seperti seorang accounting harus tahu Akuntansi. Seprang montir sepeda motor tahu mesin sepeda motor, seorang IT tahu hardware dan software dll. Sedangkan non-teknis berkaitan dengan Atitude seseorang seperti Kejujuran, kedisiplinan, ketuhanan, kerjasama, kepemimpinan, komunikasi, kemampuan menyelesaikan masalah dll. Nah, untuk prosmosi perusahaan akan menguji seseorang berdasarkan kedua kemampuan ini. Bisa dilakukan secara cepat, atau bisa melalui waktu bertahun tahun.

 

3. Memiliki mentalitas kekanak kanakan. Ada karyawan yang memiliki mentalitas kerja seperti ini “Saya bekerja sesuai dengan apa yang saya terima sebenarnya saya mampu untuk menyelesaikannya dalam satu hari. Tapi saya selesaikan dalam dua hari. Karena sesuai dengan bayaran saya.” Hal ini sama seperti pemikiran anak kecil “Saya mau mainan baru, tapi mama tidak membelikan, makanya saya tidak mau makan siang sampai mama membelikan ku mainan.” Banyak orang tidak menyadari saat mereka bekerja sebenarnya kia sedang menjual ketrampilan kita. Harga kita tergantung dari seberapa besar kualitas ketrampilan yang kita jual.

Berikut ciri karyawan yang memiliki mental anak–anak :

  1. Tidak pernah mau belajar dari kesalahan dimasa lalu.
  2. Ingin sukses yang cepat, tanpa mau menjalani prosesnya.
  3. Menuntut syaratnya lebih dulu baru bersedia melakukan sesuatu.
  4. Selalu menuntut, sedikit berbuat.
  5. Selalu menyalahkan kondisi lingkungan sekitar, tidak mau intropeksi.

Nah jika Anda adalah pemimpin atau pemilik perusahaan apakah anda mau memberikan promosi untuk orang yang memiliki sifat di atas?

4. Tidak ada Kesuksesan yang Mudah. Tidak ada pekerjaan yang mudah dengan rintangan yang sedikit di dunia. Anda harus memiliki kemampuan teknis dan non-teknis yang mumpuni untuk bisa menyelesaikan pekerjaan dan menuju sukses anda. Masalahnya, “apakah anda sanggup untuk menyelesaikannya? Menerima tanggung jawab jabatan yang lebih tinggi membuat anda memikul beban yang lebih berat.

Coba ukur dirimu sendiri apakah anda sudah menjadi seorang yang mampu untuk menjadi problem solver, bisa menyelesaikan masalah hingga tuntas cepat, benar, tanpa mengeluh. Jika belum sekarang kesempatan anda untuk belajar memperbaiki diri baik kemapuan teknis anda dan non-teknis anda. Sekarang.

Alasan kamu Harus Terus Berjuang

Merasa hidupmu sulit bahkan terkesan berantakan? Punya impian yng tinggi tapi terasa sangat mustahil untuk mendapatkannya?

Jangan minder atau menyerah jika kamu berlum mencapai apa yang kamu harapkan. Berikut 4 alasan kenapa kamu harus tetap semangat!

Kamu pasti akan menemukan kebahagiaanmu. Selama kamu masih punya mimpi dan harapan dalam hidup ini, tandanya kamu masih punya tujuan yang bisa membuatmu bahagia. Kamu punya tempat yang ingin kamu tuju. Dan jangan sampai hilang tujuanmu itu sebab tujuanmua itu seperti sebuah lentera yang akan terus memberimu cahaya saat kamu merasa terkurung dalam ruangan yang gelap.

Kamu pasti bisa menjadi orang yang bermafaat. Jika kamu mau mengejar impian besarmu kamu sudah menerima tantangan untuk menjadi seorang yang lebih baik. Kamu bisa terus memacu dirimu untuk mengembangkan ketrampilan dan kemampuanmu sehingg a kamu bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Kamu bakal menemukan banyak peluang. Daripada kamu diam saja dan meratapi nasip kamu yang begitu menyiksa, lebihbaik kamu mengumpulkan nyali dan keberaniaanmu untuk melangkah ke depan. Satu pintu memang sudah tertutup tapi masih banyak pintu yang terbuka. Jika pintu masih tertutup Beranikan diri untuk membuat pintu kamu sendiri, peluang kamu sendiri. Gali potensi dirimu dan perjaungkan mimpi besar yang bisa kamu temukan dalam hidup.

Kamu perlu untuk membahagiakan orang disekitar kamu. Ingatlah orang tua mu, jika kamu berhasil pasti ada orang yang akan ikut tersenyum dan bahagia untuk mu. Yaitu orang tuamu. Setiap kali kamu ingin menyerah ingatlah sentuman orang di sekitar kamu yang berhasil kamu bahagiakan dari perjuanganmu.

Sebuah Tips Sederhana Untuk Para Milenial Yang Sulit Untuk Kaya

Semua orang pasti ingin kaya, dan caranya sangat mudah

  1. Tingkatkan pendapatan
  2. Kurangi pengeluaran

Jika sudah melakukan dua hal ini cobalah menghindari melakukan beberapa tindakan berikut.

1. Menunggu memiliki uang uang untuk investasi.

Jangan menuggu punya banyak uang baru mulai investasi. Mulai kebiasaan untuk menyisihkan sedikit uang setiap bulannya untuk investasi. Kuncinya jangan menunggu. Bahkan jika kamu hanya bisa menyisihkan dengan jumlah yang kecil.

2. Sering telat bayar tagihan.

Jika pembayaran tagihan telat ada beban bunga yang harus ditanggung. Seringnya telat membayar tagihan juga mempengaruhi kemampuan meminjam kembali dengan jumlah yang besar seperti untuk rumah atau kendaraan. Jangan lewatkan pembayaran tagihan sebab selain nominal rupiah yang di bayarkan semakin besar, juga merusak image mu sebagai peminjam di Bank.

3. Tidak memiliki tabungan.

Rencanakan semua pengeluaran apa saja yang diharapkan untuk masa depan. Seperti rumah pendidikan, jalan-jalan, kendaraan, gadget. Kemudian rencanakan seberapa lama waktu yang harus di persiapkan untuk mengumpulkan biaya tersebut.

4. Menghabiskan semua yang di peroleh, bahkan lebih.

Ukur kemampuan finansialmu, atur berapa saja budget dan biaya hidup yang bisa di keluarkan sampai waktunya kembali memperoleh pendapatan. Jangan habiskan semua sekaligus. Kita tidak pernah tahu jika ada kebutuhan mendadak yang harus di keluarkan. Darimana uangnya jika memang disaat butuh?

5. Memilih menggunakan angsuran minimum kartu kredit.

Mengangsur sama seperti belanja kredit, jika semakin kecil biayanya maka waktu angsuran akan semakin panjang. Semakin panjang waktu mencicil maka nominal yang dikeluarkan akan semakin besar.

6. Menggunakan Tabungan.

Jahkan tabungan dari tangan usil. Cegah tabungan untuk kegiatan konsumtif. Cegah tabungan untuk digunaka bukan peruntukannya. Contoh kamu menabung untuk biaya pendidikan, tapi karena adanya diskon gadget baru kamu menggunakan uang tabunganmu untuk membeli gadget tersebut. Jangan pernah lakukan hal ini, sia-sia kamu menabung.

7. Tidak pernah tahu rekaman jejak uang pergi.

Entah untuk belanja online, sering menggunakan angkutan umum, hal-hal yang terlihat remeh sangat mudah untuk menghabiskan uang tanpa ketahuan. Coba untuk selalu mencatat pengeluaran yang dilakukan dari hal besar hingga hal kecil seperti parkir atau sumbangan. Hal ini mempermudah dirimu untuk mengetahu dimana uang kamu habiskan.

8. Mengabaikan asuransi.

Selalu rancang untuk kemungkinan terburuk, bertanggung jawablah untuk kehidupanmu sendiri. Hanya perlu satu kejadian kecil yang bisa menghabiskan tabunganmu bertahun tahun.

Gila, 4 dari 5 Orang Generasi Milenial Tidak Siap Pensiun.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dosen dan Edukator Dana Pensiun menyebutkan “86% Generasi Milenial tidak punya program pensiun”. Ini artinya generasi milenial di Indonesia belum memiliki persiapan yang cukup matang untuk memasuki masa pensiun. Hal ini bisa jadi disebabkan karena mereka berpikir masih muda masih ingin bersenang senang dan tidak mau terburu buru menyiapkan dana pensiun.

Wajib diingat masa pensiun itu tidak harus selalu persoalan waktu, tapi menyangkut kondisi/keadaan. Cepat atau lambat keadaan masa pensiun akan terjadi, jadi sebaiknya persiapkan sejak dini. Jangan sampai kondisi masa kini berjaya masa depan merana.

Generasi milenial siapa saja itu?

Generasi milenial adalah mereka yang dilahirkan dalam kurun waktu dari tahun 1980an hingga 1995 maka generasi mereka adalah orang orang yang memiliki usia rentang  25 hingga 39 tahun. Menurut data dari BPS tahun 2018 jumlah generasi milenial di indonesia mencapai 29% dari total penduduk Indonesia, alias seperempat dari 264 Juta jiwa di Indonesia. Kira-kira ada 63,6 juta jiwa dan ditahun 2020 ini akan terus bertambah.

Generasi milenial pada saat ini adalah penyumbang 80% pekerja di indonesia, karena mereka pada saat ini berada di usia-usia produktif. Wajar jika, 90% pekerja milenial di Indonesia sama sekali tidak siap untuk pensiun. Seakan mereka ingin terus bekerja, dan mungkin bekerja selamanya. Bayangkan jika seperempat dari penduduk indonesia adalah milenial dan mereka tidak siap dengan pensiun, maka apa yang bisa diperbuat Indonesia jika waktunya generasi Milenial ini pensiun alias tidak bekerja lagi? Tidak ada yang ingin hidup sengsara.

Fakta lain adalah 74 dari 100 orang pensiunan di Indonesia hidup bergantung pada orang lain atau keluarga dan seakan menjadi sebuah budaya setiap tahun angka ini tidak berkurang. Kebanyakan dari mereka gagal dalam menyiapkan ketersediaan dana pensiun untuk suatu saat nanti. Ujung ujungnya menyesal. Penyesalan itu selalu datang diakhir, jika di depan itu namanya pendaftaran.

Kok bisa milenial belum siap dengan pensiun?

Biasanya disebabkan karena Gaya Hidup konsumtif, demi “boba” gaji 5jt tidak ada tabungan.

Sample 1

 

 

 

 

 

 

 

Untungnya sadar. Tapi apakah pekerja yang lain sadar juga untuk persiapan masa pensiun mereka? ini adalah contoh lain gaya hidup generasi milenial masa kini.

sampel 3 Sample 2

 

 

 

 

 

 

 

Sebuah konsekuensi hidup dengan gaya hidup -Nongkrong di kafe, no life no gadget, fashionable- bergaya saat bekerja dan cenderung konsumtif alias “hedon” yang menjadi ciri khas milenial masa kini.

Tidak ada yang bertanya “kamu, saat berhenti kerja sudah siap apa?”. yang ada hanya “gila, diskon 50%, cashback 30%, gue/lo banget ini”.  ingat, siapapun pasti akan berhenti bekerja, entah karena pensiun atau karena sebab lainnya. Lalu bekal apa yang sudah kamu persiapkan untuk menghadapi masa pensiun yang tidak pasti terjadinya ini?

-          “If you buy things you don’t need. Soon, you will have sell things you need”. -

Sungguh ini faktanya, masa kini banyak milenial tidak siap pensiun. Maka kini saatnya, memulai merencanakan masa pensiun sejak dini. Mumpung belum terlambat, agar tidak menyesal di hari tua.

Bahagia ditempat Kerja

Sebagian dari kita menghabiskan waktu di tempat kerja. Pergi bekerja setiap pagi, menembus kemacetan yang membuat pusing kepala, terkadang berangkat bekerja hanya untuk dimarahi atasan, banyaknya deadline yang harus diselesaikan, pulang malam, menembus kemacetan kembali, sampai dirumah ingin dilayani dan bahagia bertemu istri dan anak, mereka sudah tertidur. Paginya rutinitas ini diulangi kembali.

Bekerja seperti sebuah rutinitas yang harus di lakukan karena dengan bekerja impian dan tujuan yang dinginginkan dapat tercapai. Bagaimana jika bekerja dengan rutinitas yang membosankan bisa membuat anda lebih bahagia? Apa yang dapat Anda lakukan untuk menciptakan kondisi tempat kerja yang lebih membahagiaakan?

  1. Luangkan waktu dengan orang yang punya pikiran yang terbuka. Diri Anda akan tercemin dari siapa anda berteman. Oleh karena itu carilah teman yang memiliki pikiran terbuka baik di kantor atau diluar kantor. Mereka akan membantu Anda minimal memberi Anda ide segar yang lebih bersifat positif. Berteman dengan orang orang terbuka akan memberi kesempatan pada Anda untuk membuka pikiran Anda senidiri. Sehingga Anda akan mudah menerima gagasan, pengalaman baru, orang baru.
  2. Memiliki guru/mentor yang memberi saran. Memiliki seorang yang sudah berpengalaman untuk memberi support dan bantuan kepada anda akan jauh lebih baik daripada Anda harus menyelesaikan masalah sendirian. Temukan mentor Anda. Bisa dari orang terdekat Anda. Bisa dari orang yang Anda percayai. Bisa dari keluarga atau istri/suami Anda. Support bisa berbentuk dukungan.
  3. Kerja team. Anda bisa berpikir Anda sendiri hebat dalam melakukan sesuatu. tapi pekerja yang paling bahagia adalah bagian dari team yang hebat. Pikiran Anda bisa berkolaborasi dengan orang lain untuk merasa bahagia dan lebih banyak dukungan.
  4. Bertumbuh. Bertumbuh adalah satu bukti Anda bahagia. Anda sendiri yang memilih untuk bertumbuh dan maju atau mundur untuk mencari tempat yang aman.
  5. Kendalikan diri. Jangan biarkan kemarahanmu merenggut kebahagiaanmu. Kendalikan dirimu. Berupayalah untuk terus membuat perubahan.
  6. Anda berharga. Ingatlah Anda adalah sosok yang sangat berharga. Kenapa Anda sangat berhaga? Bukan karena apa yang telah Anda lakukan dan dapat Anda lakukan, namun karena Anda adalah pribadi yang memiliki banyak karunia dan berkat yang Anda bawa kedunia.
  7. Olahraga. Fisik yang sehat membantu anda dalam mengontrol mood Anda. Coba lakukan minimal 10 menit jalan kaki maka effeknya adalah mencerahkan pandangan juga mendongkrak mood.
  8. Cukup tidur. Kurang tidur memberi dampak negatif bagi tubuh Anda. Hal sama juga berlaku jika Anda terlalu banyak tidur. Penyakit dapat menyerang Anda, baik dari mudah lupa, kenaikan atau penurunan berat badan, dan mood yang tidak stabil. Jaga pola tidur anda.

semoga bermanfaat. Tetap Semangat.

Kenapa sih Rumput Tetangga Selalu Terlihat lebih Hijau

Suatu pepatah yang masih eksis hingga tahun 2020 ini, dan tidak akan usang dimakan waktu. Bahkan saya menemukan seseorang bertanya kepada saya “pak, kok hidup saya susah seperti ini. Dia hidupnya enak, kerjaanya ngopi dapet duit.” Nah, hidupmu jadi tidak bahagia jika terlalu fokus melihat “rumput tetangga” yang terlihat lebih hijau itu. Sebaiknya cek dulu apakah pepatah diatas mulai ada pada diri Anda.

  1. Mulai merasa rendah diri. Jika ada seseorang yang lebih dari pada dirimu adalah tanda jika kamu terpengaruh secara negatif dari kesuksesan orang lain. Seharusnya kamu bersemangat dan termotivasi menjadi lebih baik lagi jika melihat kesuksesan orang lain. Betul?
  2. Mulai menjelek-jelek kan orang lain. Ada kecenderungan untuk bersaing dengan orang yang dianggap hebat dengan cara instan. Daripada mengejar dengan kesuksesan, nilai yang lebih baik, lebih cepat dengan cara “gosip” supaya orang lain berpikir bahwa kesuksesan sainganmu itu tidak bernilai. Jangan sampai iri masuk kedalam hatimu. Sehingga sampai melakukan hal tersebut. Stop hal tersebut dan mulai intropeksi diri dan bisa lebih belajar dari orang tersebut. Temukan kedamaiaan dalam hatimu.
  3. Mulai suka mengeluh dan kurang bersyukur. Jika kamu lebih suka mengeluh dari kesuksesan orang lain karena kamu merasa dia lebih bahagia dan punya kelebihan lebih darimu. Akibatnya kamu jadi kurang untuk bersyukur dan tidak mampu melihat kebaikan yang ada di sekelilingmu. Cobalah untuk terus bersyukur dalam hidupmu. Yakin dengan dirimu sendiri, kamu juga menjalani kebahagiaanmu sendiri, tapi karena kamu terlalu banyak mengeluh kebahagianmu menjadi tertutup karenanya. Jangan banding-bandingkan dirimu dengan orang lain. Kalian berbeda dan tidak bisa dibandingkan.
  4. Mulai lupa dengan keunikan masing masing. Jangan lupa dengan rumput hijau milikmu sendiri. Jangan terus melihat kepunyaan milik orang lain. Sekali-kali lihat dalam dirimu sendiri, semua punya kelebihan dan kekurangannya sendiri semua unik pada dasarnya.
  5. Hanya tidak tahu perjuangannya untuk jadi hijau. Jangan lupa di balik hijaunya rumput tetangga ada upaya dan kerja keras yang mereka lakukan. Sebelum menilai lihat dan rasakan dulu perjuangan mereka supaya jangan sampai salah paham dan berujung iri hati.

Semoga bermanfaat.

Bermimpi Besar

Kita hidup di masa masa krisis ketenagakerjaan. Populasi terus bertumbuh dalam level yang berbahaya menyebabkan kurangnya tenaga kerja. Apa yang bisa manusia lakukan saat ini? mungkin kamu bisa berdoa untuk dilahirkan di keluarga yang kaya raya jadi tidak perlu bekerja seumur hidup.

Atau buatlah impian yang besar. Kamu tidak bisa berharap terpisah dari kerumunan orang -kerumunan orang yang hanya berupaya menerima nasip, jika kamu memiliki pikiran yang sama dengan orang-orang itu. Kamu harus berani menjadi unik, menjadi berbeda. Harus lebih dahsyat. kamu tidak bisa hanya berpikir tentang apa yang mungkin kamu bisa lakukan dalam beberapa tahun kedepan. Tapi harus lebih melampaui dari itu. Kamu jadi apa saat tua nanti.

Jika kamu bermimpi besar. Pikiranmu dan rencanamu tidak hanya mencakup dirimu. Tetapi lingkungan sekitar dirimu. Buat mimpi yang tidak hanya membahagiakan dirimu tapi juga orang orang di sekitarmu, bahkan di lingkunganmu tinggal. Kamu dapat mencapai mimpi yang seperti jika kamu bekerja untuk dirimu sendiri, bukan kepada orang lain. Bekerja dengan orang lain bukan berarti kamu tidak punya mimpi yang besar, kamu hanya bukan seorang pemimpin. Ketika kamu bermimpi besar, kamu selalu membuat rencana untuk diri sendiri. Kamu tinggal mengidentifikasi apa yang kamu inginkan dan membayangkan jalan apa yang akan diambil. Tetapi jika kamu hanya mengikuti, anda percaya pada cita-cita orang lain yang akan membawamu ke jalan yang kamu inginkan padahal hal itu tidak selalu terjadi.

Jika kamu tidak punya impian dan tujuan yang besar, pada akhirnya kamu akan bekerja untuk orang yang memiliki tujuan besar.

Ingat hidupmu adalah milikmu sendiri. Jalani hidupmu dengan apa yang anda yakini. Mengapa tidak menjadi sesuatu dari kemampuan diri sendiri? Menjadi pengikut tidak akan pernah mencapai apa yang mereka pikirkan. Mereka akan lebih memilih opsi yang “aman” perisai aman untuk sembunyi di belakang. Menjadi pengikut tidak pernah menjadi besar.

Bermimpi besar membutuhkan keberanian, tekad dan kesabaran yang luarbiasa besarnya. Mimpi besar tidak akan terjadi dalam waktu satu atau dua hari tapi jadi suatu program jangka panjang yang harus kamu lakukan secara konsisten. Dalam bermimpi besar pastikan apapun rencana pasti yang akan mengubah hidupmu. Hal kecil inilah yang akan membedakan dirimu dengan orang di luar sana yang mencoba menjalani kehidupan mereka. Dan pada akhirnya kamulah orang yang memimpin balapan sementara sisanya hanya mengikuti.

Dengan Corona Takut? Padahal Dari Jaman Dulu Manusia Sukses Bertahan Dari Banyak Penyakit Berbahaya

Pada masa pandemi Corona masa kini pasti kalian pernah dengar sebuah pertanyaan atau bahkan mungkin kalian yang mempertanyakannya. “Kenapa sih orang jaman dulu gak ada vaksin toh mereka masih bisa hidup, sedangkan jaman sekarang teknologi dah bagus orang-orangnya pinter, takutnya minta ampun sama penyakit.” atau seperti ini “Kenapa sih gak boleh ngerokok, toh kakek gua ngerokok sampai sekarang usia 60 tahun masih hidup, takut amat lo.” Saya akan bantu menjawabnya dengan sebuah kisah nyata yang terjadi pada perang dunia kedua.

Begini ceritanya. Suatu ketika masa perang dunia kedua. Ada seorang ahli matematika bernama Abraham Wald ditugaskan oleh militer angkatan udara untuk mencari letak kelamahan dari pesawat baru yang mereka desain. Bagaimana cara Wald menemukan kelemahan pesawat yang bahkan dia sendiri tidak begitu paham desain pesawat. Wald menggunakan metode sample untuk mencari tahu letak bagian pesawat mana yang harus diperkuat. Caranya adalah dari pesawat yang kembali dari peperangan, Wald mengumpulkan titik-titik pada bagian pesawat yang terkena peluru. Dan setelah dikumpulkan, tempat-tempat tersebut adalah di daerah di sekitar sayap, ekor dan lambung tengah pesawat. Seperti pada gambar berikut:

Pesawat

Di sisi lain, tempat seperti baling-baling kokpit atau bagian buritan pesawat yang di periksa oleh Wald tidak mengalami kerusakan apapun. Bagian-bagian tersebut bebas dari peluru sama sekali. Nah, berdasarkan data dan gambar yang Wald miliki, maka daerah manakah yang menurut anda harus diberi pelindung yang lebih tebal?

.

.

Nah jika menurut Anda daerah yang ada titik merah, Anda salah. Anda menjadi korban Survivorship bias atau bias kebertahanan. Dimana suatu data atau pernyataan hanya menghitung dari kasus yang selamat dan kasus yang gagal tidak masuk hitungan. Jadi daerah yang harus mendapat perlindungan extra adalah daerah yang masih bebas dari tembakan. Kenapa bisa begitu? Sebab jika tertembak di daerah yang ada titik merahnya, pesawat masih selamat. Artinya pesawat yang tertembak di kokpit, baling-baling, atau buritan tidak ada yang selamat dan tidak berhasil kembali di pangkalan. Ingat tidak semua pesawat berhasil kembali dari peperangan dan diperiksa oleh Wald. Sehingga pada titik merah adalah daerah dimana pesawat sudah cukup kuat dan tidak perlu di perkuat.

Nah orang orang yang berkata “Zaman dulu orang bisa hidup tanpa vaksin, jadi gak perlu takut Corona.” Atau “ngapain takut rokok, kakek ku udah 60 tahun ngerokok masih hidup.” Mereka adalah orang-orang korban bias kebertahanan. Ingatlah orang orang jaman dulu yang kalian klaim gak perlu vaksin adalah orang yang beruntung punya kekebalan tubuh yang diatas rata-rata sedangkan teman mereka yang lain sudah di alam kubur lebih awal. Jika semua orang lemah dipangkas dari rantai kehidupan maka yang tersisa adalah orang-orang yang kuat. Menjadi tidak adil jika kamu hanya melihat orang-orang kuat dan menutup mata kepada orang-orang yang sudah terseleksi oleh alam.

.

Berbagai wabah penyakit menjadi sangat berbahaya karena belum ditemukan sebuah vaksin. Vaksin pada dasarnya adalah sarana pelatihan tubuh untuk membentuk kekebalan tubuh kita. Jika sudah terlatih karena vaksin, orang yang lemah sekalipun memiliki kesempatan tinggi untuk bertahan dan mendapatkan kenaikan daya tahan tubuhnya. Jadi jika dulu batuk dan bersin adalah tanda kalian harus persiapkan pemakan, sekarang karena ada vaksin, pilek dan bersin adalah tanda kalian harus ke minimarket membeli obat.