KETULUSAN MEMBERI

Ane, gadis peria ng yang manis. Umurnya 7 tahun, saat ini dia duduk di bangku SD.  Ane memiliki sahabat bernama Devi. Ane sering sekali membantu Devi. Saat Devi lupa mengerjakan PR, Ane memberi contekan.  Saat Devi lupa membawa bekal, Ane membagi bekal makan siangnya dengan Devi. Saat membantu Devi, Ane merasa senang.

Suatu hari Ane lupa membawa buku gambar, padahal hari itu ada pelajaran seni rupa. Dan guru seni rupa, Pak Robert seorang guru yang bertubuh besar, berkumis hitam lebat dan sangat galak.  Ane panik sekali, dia takut dihukum oleh pak Robert. Dia berlari mencari Devi untuk minta tolong. Namun diluar dugaan Ane, ternyata Devi tidak mau membantunya.  Akhirnya Ane dihukum pak Robert.

Sesampainya dirumah, Ane menangis dia merasa kecewa, marah dan sakit hati. Seharusnya Devi membantu aku, katanya. Semakin sore perasaan Ane semakin kecewa dan merasa dikhianati. Sungguh sahabatnya itu tak tahu terimakasih, setiap dia kesusahan Ane selalu menolong. Tapi giliran Ane kesulitan, Devi meninggalkannya. Ibu nya kemudian mendatangi Ane dan bertanya kenapa putrinya marah marah. Mendengar penuturan Ane, ibunya menasihati.

Saat memberi bantuan kepada orang lain, jangan mengharapkan imbalan. Itu artinya bantuan yang kita berikan tidak tulus. Jika kita tidak mau sakit hati saat orang yang kita tolong tidak balas menolong kita, ya jangan pernah mengharap imbalan. Jangan sampai perbuatan baik, amal dan kebajikan  kita rusak, kehilangan makna dan dikotori dengan keinginan untuk dibalas, apalagi jika keinginan tersebut tidak tercapai dan menimbulkan rasa marah dan benci.

AKU BISA, AKU PASTI BISA

Suatu hari seekor kelinci bertemu gajah. Gajah tersebut terlihat sedih sekali. Sang kelinci yang kebetulan lewat bertanya kepada gajah, “Wahai gajah, kenapa kamu bersedih?” Jawab gajah, “Aku sedih karena aku haus”. Kelinci menjawab “ Kalau memang kamu haus, kenapa kamu tidak minum. Danau tidak jauh dari tempat mu berdiri” Kata kelinci sambil menunjuk danau yang ada di samping mereka. Danau itu jernih airnya dan terlihat sangat sejuk. Kembali gajah menjawab sambil terisak-isak, “Tidakkah kamu lihat aku tidak bisa ke danau? Lihatlah, aku terikat”. Kelinci merasa bingung, dia memandang sang gajah,”Hai Gajah, badanmu besar dan kuat kamu sanggup membawa kayu yang lebih berat dari tubuhmu dengan belalaimu saja. Tapi mengapa kini kau tidak bisa pergi? Bukankah kamu terikat pada pasak kecil dengan rantai yang kecil?”. Sang gajah menangis lebih keras, kamu tidak tahu Kelinci, bebas dari pasak itu sangat susahh.  Waktu kecil aku ditangkap dan diikat oleh manusia. Aku mencoba melawan, aku menarik rantai yang membelenggu tubuhku. Tapi tidak pernah berhasil. Sekarang aku sadar bahwa mustahil bagiku untuk bebas. Sekarang aku hanya bisa pasrah.”

 

Ternyata sejak kecil gajah terikat dengan rantai. Saat itu tubuhnya masih kecil dan terikat rantai yang kuat, sehingga sekeras apapun gajah mencoba melepaskan diri, rantainya tidak dapat putus. Setelah dewasa gajah dengan tubuh lebih besar dan kuat, namun pikirannya sudah menyerah. Sehingga meski terikat pada pasak dan rantai kecil, dia tidak lagi mencoba membebaskan diri.  Dalam pikirannya sudah tertanam aku tidak bisa. Hal ini juga berbahaya jika terjadi pada diri kita. Jika kita percaya “aku tidak bisa” maka kita tidak akan pernah bisa. Namun jika kita percaya ”AKU BISA” maka kita pasti bisa. Tubuh kita akan merespon apa yang otak kita percaya. Mau pilih mana? TIDAK BISA atau AKU PASTI BISA?

TAK PERNAH MENYERAH

Siang itu aku mencoba  naik mobil  bersama ayahku. Sebagai perayaan karena aku berhasil mendapatkan SIM, ayah mengijinkan aku mengemudi. Tiba tiba di tengah jalan cuaca memburuk. Angin bertiup kencang, dan salju mulai turun.  Aku menoleh pada ayahku dan bertanya, “Apakah kita perlu menepi?” Dengan tenang ayahku menggelengkan kepala dan berkata “Terus jalan. Hati hati”.

Salju semakin deras, aku melihat beberapa mobil telah menepi. Aku kembali bertanya kepada ayah, “Apakah sekarang kita bisa menepi?” Ayahku tetap menjawab “Terus jalan. Hati Hati.”

Setelah beberapa kilo kami mengemudi kemudian kami melewati bukit, dan dibalik bukit ternyata tidak ada badai. Disini cuaca sangat baik. Kemudian ayahku berkata  “Kita menepi disini.”

Dengan bingung aku bertanya, “Kenapa sekarang?”

Ayah menjawab “Lihat, jika kita menyerah, kita akan terjebak di dalam badai salju. Sekarang kita bisa beristirahat”.

 

Dari cerita diatas, mereka yang tidak menyerah akan melewati badai dalam kehidupan. Biarpun orang lain menyerah semua, biarpun mereka yang terkuat sekalipun menyerah, kita tetap harus berjalan.  Maka kita akan melewati badai.

Sinyal Asap

Sebuah Kapal terkena badai di laut. Akhirnya melewati badai yang dahsyat, kapal tersebut terdampar disebuah pulau tak berpenghuni. Seorang laki laki kemudian merangkak keluar dari kapal tersebut. Setelah mencari dan mencari ternyata dia seorang diri. Hanya dirinyalah yang tersisa dikapal terbut.  Pria tersebut kemudian terduduk dipantai dengan mata berkaca kaca berdoa  “Tuhan selamatkan aku”. Dia terus duduk menanti kapal yang mungkin akan lewat. Jam demi jam berlalu, tidak ada satupun kapal yang nampak.

Lelah menanti, akhirnya sang pria mencoba mendirikan sebuah gubug dari dahan dan ilalang untuk beristirahat. Dia mencoba mencari dari puing puing kapal hingga menemukan korek api. Kemuadian pria tersebut membuat api unggun didekat gubugnya. Lelah dan perut terasa keroncongan, dia kemudian mencari makanan. Saat kembali ke gubugnya, sang pria mendapati gubugnya berkobar kobar dilalap api.

Saat itu juga sang pria jatuh terduduk, dan berteriak. Dia menyalahkan Tuhan. “Kenapa Kau biarkan ini terjadi?” sambil menangis hingga tertidur. Keesokan paginya, tiba tiba sang pria terbangun mendengar suara gaduh. Dan sebuah tangan menolongnya bangkit berdiri. Saat membuka mata, ternyata  sebuah kapal datang menyelamatkan dirinya. Kepada sang penolong dia bertanya, “Bagaimana kau bisa menemukan aku?” katanya.

Si penolong berkata, aku melihat sinyal asap yang kau kirimkan. Sangat jelas sehingga kami langsung mengarah ke pulau ini, dan menemukan mu.

3 TIPS UNTUK BANGKIT DARI KETERPURUKAN HIDUP

Dunia ini dihuni oleh sekitar 7,2 Miliar orang (Data dari Biro Sensus Amerika) dan terus bertambah setiap harinya. Dari sebanyak manusia yang menempati setiap jengkal bumi ini, adakah yang tidak pernah mengalami masalah?

Jawabannya adalah TIDAK ADA.  Manusia akan selalu menghadapi yang namanya masalah. Jika tidak ada masalah, maka hidup kita tidak akan seperti sekarang. Masalah membuat kita menjadi lebih kreatif, membuat kita lebih dewasa dan membuat kita lebih maju. Misalnya, jika dulu kita tidak masalah bepergian kemanapun dengan berjalan kaki, maka sekarang tidak aka nada roda, tidak ada mobil atau bahkan pesawat. Benar bukan? Jadi jika saat ini anda tengah menghadapi permasalahan, berat maupun ringan. Percayalah ada 7,2 miliar orang yang senasib dengan anda. Masalah tidak membuat kita menderita, atau nasib kita lebih buruk. Masalah membawa kemajuan. Yang membuat hidup kita lebih buruk adalah cara kita dalam menghadapi masalah.

Berikut ada 3 tips untuk menghadapi masalah.

1. Ubah cara pandang anda terhadap masalah. Percayalah Tuhan menginginkan kita menjadi lebih baik, apapun kejadiannya. Baik itu kejadian baik atau buruk. Ubah cara  pandang anda terhadap masalah anda menjadi lebih positif. Ubah masalah menjadi tantangan.  Dengan merubah cara berfikir, maka kita akan lebih mudah menemukan solusi.  Bahkan kadang kala berhenti sejenak memikirkan masalah akan membuat kita lebih tenang, kemudian otak lebih refresh sehingga solusi bisa kita temukan.

2. Ubah gerakan. Maksud saya adalah gerakan tubuh anda.  Ada gerakan gerakan tertentu yang tidak memungkinkan kita untuk sedih atau galau. Mau bukti? Coba anda tegakkan bahu anda lebih percaya diri, kemudian buka kedua tangan anda lebar lebar, angkat setinggi mungkin di atas kepala anda. Tengadahkan kepala ke atas dan tersenyum. Pertahankan posisi, kemudian coba bayangkan hal hal yang membuat anda sedih. Sulit bukan? Our  emotions is created by our motion. Jadi emosi kita dipengaruhi gerakan kita. Saat pikiran sedang stuck, penat. Olahraga ringan bisa merubah semangat.

3. Saat menemukan solusi, segera tindaklanjuti. Memikirkan masalah tidak pernah menyelesaikan masalah itu sendiri. Tapi actionlah yang menyelesaikannya.  Terkadang sikap ragu ragu, takut salah menjadi penghambat kita. Coba tanyakan pada diri anda sendiri,” jika saya tidak bertindak sekarang, apa kerugiannya untuk saya?”.  Bukannya bertindak tanpa difikirkan. Memikirkan resiko itu sangat penting.  Namun seringkali terlalu sering memikirkan resiko membuat kita takut melangkah. Oleh karena itu, coba tanyakan ini pada diri anda. “Apa yang harus saya lakukan agar resikonya lebih kecil?”

 

Semoga tiga tips sederhana ini bisa membantu anda bangkit dari keterpurukan ada. Tetap semangat, karena Tuhan menginginkan hal hal baik terjadi dalam hidup kita. Hanya saja terkadang hal hal baik itu dibungkus dengan sesuatu yang namanya tantangan.

Salam Semangat!

Kisah Chris Samele

Chris Samele,seorang anak muda yang mendapat kecelakaan pada usia 15 tahun. Saat itu tanggal 23 Desember 1988 di Warrington,Connecticut mobil yang dinaikinya bersama teman temannya slip di atas es dan menabrak tiang listrk. Tungkai kaki kirinya lepas. Dokter berusaha menyambung kaki  kirinya, namun kumpulan saraf robek, pembuluh darah dan otot membuat tim dokter  tidak dapat melakukannya. Meleawti 3 kali operasi, akhirnya Chris mendapat kaki prostetik.  Ayah dan ibunya menangis.  Bob dan Linda Samele memikirkan masa depan putranya.

Chris adalah seorang bintang basket. Sejak kecil dia mencintai basket. Di St. Peter, saat Chris kelas 8, rata rata dia mendapatkan skor 41 poin. Di kelas 9, di Torrington Height, Chris mendapat 62 poin dalam  2 pertandingan. Chris Samele menjadi legenda setempat.

Melihat ayah ibunya menangis Chris dengan teguh berkata, aku akan kembali musim depan.

Melewati terapi fisik yang berat, Chris tetap semangat. Di matanya bulat sebuah tekat untuk kembali kelapangan.  Dua minggu dirumah sakit,  dengan bantuan kursi roda Chris kemudian dibawa kedua orang tuanya ke pertandingan basket di Torrington height. Bob dan Linda melihat Chris tak seperti biasanya hanya diam saja. Namun saat  memasuki keramaian, teman temannya memanggil manggil namanya. Dan melalui pengeras suara terdengar suara Frank Mc Gowann, wakil kepala sekolah Chris, mengumumkan, “Hari ini kita kedatangan tamu istimewa. Mari beri tepuk tangan yang meriah, Chris samele.” Chris terkejut mendengarnya. Saat iu lebig dari 900 orang dilapangan berorak sorai menyebutkan namanya. Tanpa terasa air mata meleleh dipipi Chris. Ini adalah hari yang tak terlupakan bagi Chris.

Kurang dari satu bulan setelah kecelakaan, Chris diijinkan pulang dari rumah sakit. Namun dia tetap harus bolak balik ke rumah sakit untuk melanjutkan terapinya. Dirumah, orang tuanya memanggil guru kerumah untuk mengejar ketnggalan di sekolah. Disela sela kegiatannya, sering Chris menyelinap ke garasi rumahnya untuk mencoba melemparkan bola basket ke ring yang terpasang di tembok garasi. Tembakannya sebagian besar meleset dan jatuh kelantai. Saat itu Linda melihat Chris di sudut. Chris bertanya kepada ibunya, apakah aku bisa kembali bermain basket? Linda menjawab, pasti bisa.

Chris menemui pelatih basketnya, dia meminta apakah dia boleh kembali ke lapangan. Pelatihnya berkata musim ini dia akan mulai seleksi untu team baru. Chris tak pernah menyerah. Setiap hari dia bekerja keras. Bahkan kaki palsunya pernah patah saat dia mencoba rebound.  Setiap hari Chris berlari mengelilingi lapangan 10 kali. Meskipun selalu menjadi yang paling lambat, tapi dia selalu menyelesaikannya. Akhirnya dua hari menjelang pertandingan, Chris melihat di papan pengumuman. Namanya tercantum di paling akhir dalam daftar pemain.

15 Desember. Satu tahun kurang delapan hari semenjak kecelakaan. Di ruang ganti Chris gemetaran. Pelatihnya menepuk bahunya dan berkata kamu pasti bisa. Chris mengangguk. Ia pun berlari memasuki lapangan. Ayah dan ibunya berdoa, Tuhan jangan membuat Chris malu.

Dengan gerakan jump ball, Chris membuka pertandingan. Gerakannya aneh dan kaku. Setelah delapan menit dia diistirahatkan.  Dua menit menjelang berakhirnya pertandingan babak satu, Chris kembali diturunkan. Ayo, Chris, kamu pasti bisa, batin Chris dalam hati. Dalam jarak 6 meter, Chris melempar bola dan mendapat tripoin pertamanya. Seluruh penonton bersorak sorai. Gemuruh tepuk tangan membangkitkan semangat Chris Samele. Dalam satu menit kemudia, Chris merebut rebound dan melempar bola. Dan bola memasuki ring dengan mantap. Sekali lagi gedung serasa bergetar oleh sorak sorai penonton. Ritme permainan Chris terus meningkat dan membaik. Selama bermain Chris mencetak 11 poin. Orang tua Chris menangis terharu. Ibunya memeluk Chris. Di mobil selama perjalanan pulang, Chris berkata. “Aku tahu kenapa aku masih hidup.”. Orang tuanya kaget, dan berkata “Apa yang kamu pikirkan”. Chris menjawab,” Tuhan menyelamatkan aku dari kecelakaan itu, dan membiarkan aku seperti ini. Karena Tuhan tahu aku bisa mengatasinya. Aku bisa mengatasinya.”

Pohon Ara yang Tak Menyerah

Seorang pemuda mendaki gunung untuk menemui seorang pertapa bijak. Dengan hati bulat pemuda tersebut menapaki tangga demi tangga untuk mencari jawaban atas kegelisahan hatinya. Saat sampai di atas gunung dia langsung menemuisang pertapa dan mengutarakan kegalauan hatinya. Sang pemuda bertanya, selama hidupnya dia selalu berusaha lebih keras dari semua orang lain, namun sampai saat ini usaha dan segala kerja kerasnya tidak membuahkan hasil. Setiap kali dia menghadapi kegagalan. Sekarang dia merasa sangat frustasi dan putus asa.

Sang pertapa, menganggukkan kepala, kemudian berdiri dan merentangkan tangannya. Katanya ”Anak muda, apakah kau melihat pepohonan disini?”

“Dahulu aku menanam benih phon Ara dan semak mawar disini. Aku merawat keduanya dengan sangat baik. Setiap hari aku memberikan air , pupuk dan sinar matahari yang cukup. Semak Mawar tumbuh begitu lebatnya, daunnya hijau dan segar. Namun benih pohon Ara tidak menunjukkan pertumbuhan apapun. Namun aku tidak pernah menyerah.

Tahun kedua, Semak Mawar semakin bayak, bertunas dan bunga  berwarna merah bermunculan. Namun benih pohon Ara masih tak menunjukkan apapun.  Aku tetap tidak menyerah.

Tahun ketiga, benih pohon Ara masih tak menunjukkan apapun. Aku masih tetap sabar dan tidak pernah menyerah.

Tahun keempat, benih pohon Ara masih juga tak ada pertumbuhan. Padahal semak mawar sudah sangat lebat dan bunganya memenuhi hutan. Aku tetp tidak menyerah.

Tahun kelima, benih pohon Ara akhirnya menunjukkan tunasnya.  Sebuah tunas yang kecil dan tidak seberapa dibanding semak mawar.

Namun lima bulan kemudian, tunas pohon Ara tumbuh sangat tinggi dan daunnya menaungi seluruh permukaan tanah, batangnya kokoh dan perkasa.”

“Ingatlah anak muda, pohon Ara membutuhkan lima tahun untuk menumbuhkan akarnya.  Akar tersebut akan menopang pohon Ara, menopang kehidupan dan menyediakan segala yang dibutuhkan sebatang pohon Ara untuk hidup dengan baik. Begitu pula dengan kamu, saat kamu berjuang keras, menghadapi kegagalan dan kesulitan. Sebenarnya saat itu kamu sedang menumbuhkan akar.  Karenanya jangan pernah menyerah. Saat kamu menyerah, maka akar yang  akan menopang pohon Ara akan mati, maka pohon Ara akan mati juga.   Jalan hidup kita tidak pernah sama dengan orang lain, jangan merasa iri dengan keberhasilan orang lain. Meskipun semak mawar lebih cepat bertumbuh, namun pada akhirnya baik pohon Ara maupun semak mawar memiliki keindahan sendiri.

KEBAHAGIAAN TAK DAPAT DIBELI

Harta kekayaan yang melimpah tidak membuat seseorang lantas bahagia. Kalau tidak, maka tidak akan ada berita seorang Bilyuner di German, Seorang yang di cover  Majalah Time’s Wall street disebut simbol semangat industri Jerman,  bernama  Adolt Merckle  bunuh diri.

Bahkan Kekuasaan juga tidak membuat seseorang otomatis menguasai kebahagiaan. Kalau tidak maka tidak aka nada presiden yang bunuh diri, seperti presiden Brazil Getulio Vargas.

Atau bahkan Ketenaran juga tidak mendatangkan kebahagiaan. Kalau tidak penyanyi terkenal, legendaris Michael Jackson tidak akan minum pil tidur hingga meninggal akibat overdosis.

Atau Kecantikan juga tak melahirkan kebahagiaan. Kalau tidak maka Marlyn Monroe, tidak akan meminum obat anti depresi dan alkohol hingga overdosis.

Kebahagiaan hanya akan datang pada orang orang yang bersyukur. Kebahagiaan ada di hati kita masing masing. Untunglah kebahagiaan tidak dapat dibel dengan uang, kekuasaan, ketenaran atau kecantikan. Kalau tidak maka kebahagiaan akan habis diborong oleh mereka yang memiliki banyak uang. Kebahagiaan dan Rasa syukur bisa dimiliki oleh siapa saja. Tidak berarti orang yang memiliki sedikit harta akan tidak bahagia. Dan bukan pula artinya orang yang memiliki banyak uang tidak akan bahagia.

Bahagia itu kita sendiri yang memutuskan, dalam kondisi apapun hidup kita. Bahagia itu adalah saat kita bersyukur atas apa yang sudah kita miliki. Jika saat ini kita tidak memiliki hal yang kita inginkan, syukuri segala hal yang kita miliki saat ini.

Wajan 15 Cm

Suatu hari ada seorang nelayan yang pergi mencari ikan ke laut seperti biasa yang dia lakukan pada hari-hari lainnya. Namun di tangannya selain peralatan memancing seperti pada umumnya, dia juga membawa sebuah penggaris dengan panjang 15 cm.

Penggaris ini digunakan untuk mengukur setiap ikan yang ditangkapnya. Jika ikan yang ditangkap diatas 15 cm, maka ikan ini akan dikembalikan ke laut lagi, sebaliknya jika ikan yang ditangkap berukuran dibawah 15 cm, maka ikan tersebut akan dimasukkan ke keranjang untuk dibawa pulang.

Tanpa disadari, ada seorang anak muda yang memperhatikan tingkah lakunelayan ini. Karena ingin tahu, sang pemuda tidak dapat menahan diri untuk bertanya kepada si nelayan.

Pemuda : “Pak, mengapa ikan-ikan yang lebih besar dari 15 cm kau kembalikan lagi ke laut sedangkan ikan yang berukuran di bawah 15 cm kau bawa pulang?”

Nelayan : “Begini nak, di rumahku, wajan penggorengan yang tersedia diameternya hanya 15 cm, jadi kalau ukurannya lebih besar dari 15 cm wajan saya tidak muat.”

Sebenarnya dalam hidup ini, jika banyak diantara kita yang belum mencapai sukses, bukan karena kita tidak dapat kesempatan. Justru banyak dari kita yang sulit untuk sukses karena kita melewatkan banyak kesempatan yang datang. Kesempatan besar yang datang tidak bisa disambut karena kapasitas wajan pikiran kita yang terlalu kecil pada saat itu. Sehingga kita tidak mau mengambil kesempatan besar karena kita merasa bahwa kita tidak mampu di bidang tersebut. Jika kita tidak mau berusaha membesarkan wadah pikiran kita, maka kita hanya tetap dapat “ikan” yang sesuai dengan “diameter” dan kapasitas pikiran dan kemampuan kita.

Seperti   saat kita hendak mengambil air dari sungai untuk dibawa pulang ke rumah. Dengan apakah kita mengambil air tersebut? Dengan sendok teh, dengan gelas, dengan gayung, dengan ember, dengan baskom atau dengan Pompa Jet Pump? Besarnya wadah yang digunakan tentu menentukan seberapa banyak air yang bisa dibawa pulang. Dan besarnya wadah itu mewakili pikiran dan kemampuan kita.

Bagaimana cara memperbesar wadah kita? Cara paling masuk akal yang dapat dilakukan adalah dengan berpikir bahwa kita bisa menjadi orang yang besar dan sukses, yakini itu, dan pelajari strateginya, luangkan waktu dan tenaga untuk menjadi lebih ahli, sehingga ketika kesempatan itu datang, anda sudah siap untuk menerima “ikan” yang lebih besar lagi.

Semoga Bermanfaat. Salam Semangat.

Gubuk Yang Terbakar

Suatu ketika ada sebuah kapal penumpang karam di lautan luas. Dalam musibah ini hanya ada satu orang pria yang berhasil selamat dari kecelakaan ini dan terdampar di sebuah pulau terpencil yang tidak berpenghuni. Setiap hari pria ini berdoa agar bisa diselamatkan dari pulau tersebut agar bisa kembali pulang ke kota asalnya untuk bisa bertemu kembali dengan keluarganya. Setiap hari dia selalu berusaha berteriak minta tolong kea rah lautan luas yang seakan tanpa batas. Namun tidak ada satupun kapal melintas kawasan tersebut.

Akhirnya sang pria ini mendirikan gubuk kecil agar dirinya bisa berlindung dari panas terik, hujan dan binatang buas. Suatu hari, sepulang dari sepulang dari mencari makanan,si pria menemukan bahwa gubuknya terbakar habis akibat tersambar api unggun yang lupa dimatikan. Semua barang yang ada di dalam gubuk terbakar habis dan asap hitam membumbung tinggi ke angkasa.

Dalam keadaan sedih dan marah dia berteriak : “Tuhan, mengapa Kau biarkan musibah ini terjadi padaku?” Dan akhirnya diapun tertidur karena lelah dan sedih.

Keesokan paginya,  dia dikejutkan oleh suara yang berdentum keras, ternyata bunyi tersebut adalah suara Kapal yang hendak berlabuh dan menyelamatkan sang Pria. Sang Pria bertanya kepada kapten kapal, “Bagaimana kalian tahu bahwa saya terdampar disini?” Sang kapten menjawab, “Kemarin kami melihat tanda asap yang kau buat, maka kami pun berangkat menuju kesini.” Ternyata musibah kebakaran yang dialaminya telah malahan menolong penolong bagi dirinya.

Seringkali kejadian-kejadian yang kita anggap buruk dalam hidup kita, ternyata berpotensi menjadi momentum yang jika dimanfaatkan dengan baik, dapat mengarahkan kita ke keadaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Begitu banyak kita telah mendengar kisah-kisah orang-orang tersukses di dunia berawal dari suatu keadaan buruk yang pernah dialami di masa yang lalu. Di dalam kejadian buruk senantiasa terkandung pelajaran yang membuat kita jauh lebih kuat dari sebelumnya. Kita percaya jika memang Tuhan mengijinkan kita mengalami kejadian buruk, tentu ada maksud Tuhan agar di masa datang kita menjadi manusia yang lebih baik.

Jika anda mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan saat ini, bersemangatlah karena sesuatu yang baik akan datang.

Semoga bermanfaat. Salam Semangat