Julius Caesar

Jika anda pernah mendengar nama Julius Caesar, maka kita akan teringat dengan sesosok jendral perang dari bangsa Romawi yang sangat hebat yang mampu menaklukan begitu banyak daratan di dunia dengan pasukan yang dipimpinnya.  Beberapa kali mereka berperang dengan pasukan yang lebih sedikit dibandingkan pasukan lawannya, namun tetap saja pasukannya bisa memenangkan peperangan yang dihadapinya.

Salah satu rahasia kesuksesan Julius Caesar dalam berperang adalah Julius Caesar memiliki prinsip yang terkenal hingga saat ini yaitu “Veni, Vidi, Vici” (Saya Datang, Saya Lihat, Saya Taklukan). Artinya tidak ada pilihan lain selain menang.

Seringkali ketika Julius dan Pasukannya mendarat di suatu pulau dan turun dari Kapal, begitu melihat musuh yang begitu kuat ataupun lebih banyak jumlahnya, para prajuritnya akan gentar. Melihat ini Julius malah diam-diam kembali ke Kapal dan Membakar Kapalnya mereka. Ketika para Prajurit memprotes tindakan Julius, Julius berkata berkata, Menang atau Mati…. Maka tidak ada pilihan lain bagi para Prajuritnya selain menang dan pulang dalam keadaan selamat.

Sebelum kapal dibakar, mereka memiliki 3 Pilihan, Menang, Mati atau Mundur. Seringkali pilihan yang termudah adalah Mundur. Namun dengan membakar kapal, mereka hanya tinggal mempunyai 2 pilihan saja, Menang atau Mati. Maka dengan semangat seperti ini, seringkali Julius Caesar memenangkan pertempuran-pertempuran dimana secara kalkulasi mereka sulit menang.

Demikian pula dalam kehidupan kita. Kebanyakan dari orang-orang yang sukses dimanapun mereka berada, mereka sukses bukan karena mereka lebih pintar, lebih kaya atau lebih muda, namun lebih kepada mereka berjuang karena tidak ada pilihan yang lainnya. Pilihan yang mereka miliki hanya Sukses atau Gagal. Bahkan di dalam kondisi yang lebih ekstrim, seringkali pilihannya adalah Sukses atau Mati.

Orang-orang yang memiliki sedikit pilihan apalagi Jika pilihannya adalah Sukses atau Gagal saja, maka mereka akan mati-matian berusaha mengembangkan segala daya upaya, kreatifitas, tenaga, pikiran dan lain sebagainya agar mereka sukses. Orang –orang yang memiliki kondisi sedikit pilihan ini kita kenal dengan istilah “Kepepet”.

Orang-orang yang dalam kondisi kepepet dalam berbagai hal memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk sukses. Misalnya orang sukses berhenti merokok karena Kepepet sudah kena penyakit berat, atau orang yang sukses dalam bisnisnya karena kepepet dia hanya tamatan sekolah yang tidak tinggi, sehingga tidak ada perusahaan yang mau menerima dia. Jadi dia harus berusaha sendiri mencari penghasilan dan akhirnya sukses. Atau karena dia lahir di keluarga yang kurang mampu sehingga kepepet harus berusaha bekerja, berusaha sendiri untuk membiayai keluarganya. Maka orang-orang inilah yang memiliki kemungkinan sukses yang lebih tinggi.

Lalu bagaimana jika keadaan kita saat ini belum “Kepepet”? Apakah harus menunggu kepepet dulu untuk bisa sukses? Kabar baiknya, jika anda belum dalam kondisi terpepet, anda tidak harus mengalami kondisi Kepepet yang sebenarnya untuk bisa sukses. Anda bisa menciptakan situasi kepepet yang semu.

Sebagai Contoh, Misalnya jika Anda ingin menjadi Manager di perusahaan anda, sementara anda saat ini masih Staff, ciptakan kondisi Kepepet anda. Katakan pada diri Anda, bahkan bila perlu, berjanjilah terhadap diri anda, bahwa anda akan mengundurkan diri dari perusahaan ini jika dalam waktu 2 tahun anda tidak bisa menjadi Manager di perusahaan ini. Disini anda sudah menyudutkan diri anda dan memberi 2 pilihan saja kepada diri anda sendiri, yaitu Jadi Manager atau Keluar dari Perusahaan. Memang belum tentu berhasil, namun jika anda berjanji seperti ini, sudah pasti kinerja anda di atas rata-rata rekan-rekan anda yang lainnya dan kemungkinan anda diangkat sebagai Manager semakin besar.

Jadi, sudah siapkah anda menciptakan “Kepepet” anda sendiri?

 

Semoga bermanfaat. Salam Semangat

All You Can Eat

Bagi anda yang memiliki hobby kuliner, tentu anda pernah mendengar istilah Restoran “All You Can Eat”. Restoran “All You Can Eat” adalah restoran dimana anda sebagai konsumen dapat mengambil semua jenis makanan dan minuman dengan sepuasnya dengan satu harga. Anda dapat mengambil makanan dan minuman apapun sebanyak apapun yang anda mau. Mulai dari Daging, sayuran, nasi, buah, Es Krim, Puding, Salad, Kopi, Teh, Orange Juice, Soda  dan lain sebagainya. Anda bisa menikmati apapun pilihan anda disana sepuasnya-puasnya.

Hidup ini juga mirip seperti  Restoran “All You Can Eat”, di dalam hidup ini ada berbagai macam pilihan yang tersedia. Dari mulai memilih pendidikan yang ingin anda tekuni, pekerjaan yang anda tekuni, memilih pasangan anda, dan memilih tinggal dimana.

Yang menjadi perbedaan adalah di Restoran “All You Can Eat”, anda boleh makan sepuasnya dulu baru anda membayar setelah anda selesai makan. Dalam hidup ini sebaliknya, Anda harus membayar terlebih dahulu, setelah itu baru anda bisa menikmati. Anda harus bersekolah dulu mulai dari TK, SD, SMP, SMU, S1 atau mungkin sampai S2, setelah itu anda tidak langsung bisa duduk di perusahaan dengan posisi yang tinggi, anda harus mulai dari bawah, dan dibutuhkan usaha dan waktu bertahun-tahun untuk mencapai posisi penting di perusahaan. Itu juga bisa anda dapatkan jika anda punya prestasi yang baik di perusahaan tersebut.

Ada istilah yang umum sering kita dengar, yaitu “Tidak ada Makan Siang Yang Gratis” (“There’s No Free Lunch”), semua yang ingin anda dapatkan harus anda upayakan terlebih dahulu.

Ada pepatah terkenal yang sangat mendukung hal ini yaitu “Satu-Satunya Keju yang GRATIS hanya ada di Perangkap Tikus”  (The Only Free Cheese you can find only in the Mousetrap), Sesuatu yang Gratis hanya ada di dalam Jebakan Kehidupan.

Jadi janganlah bermalasan. Mungkin saat ini anda masih sehat, mungkin saat ini anda masih muda, mungkin saat ini anda belum punya tanggungan atau keluarga, mungkin anda masih memiliki pekerjaan yang baik, mungkin anda masih dibiayai orang tua. Yakinlah bahwa masa-masa sulit anda akan datang suatu hari nanti. Ketika anda berubah disaat anda harus berubah, maka saat itu sebetulnya sudah terlambat. Jangan sampai itu terjadi dalam hidup anda. Jika hidup anda sekarang masih baik, bersyukurlah, namun segeralah tingkatkan diri anda, sebelum masa sulit datang dalam hidup anda. Ketika anda siap di saat masa sulit itu datang, maka kesulitan itu tidak akan terasa oleh anda dan orang-orang disekitar anda.

Semoga Bermanfaat.

Salam Semangat

INILAH RASA SYUKUR KU

Aku adalah seorang wanita yang sangat beruntung. Saat ini di usiaku ke 73 tahun, aku memiliki 3 orang anak yang menyayangiku dan  5 orang cucu yang luar biasa. Meskipun sebagian besar hidupku aku habiskan dengan berbaring di kasur karena penyakit rematik yang jarang membuatku tahan duduk atau berdiri terlalu lama. Sebagian waktuku habis untuk berjalan jalan selama beberapa menit di kompleks rumahku dan merawat kebun adenium dihalaman depan rumahku, namun aku bersyukur aku memiliki banyak orang orang yang mencintaiku. Suamiku telah meninggal tiga tahun silam. Kisah kami adalah kisah yang happy ending. Karena kisah cinta kami tidak diakhiri oleh perbedaan pendapat, pertengkaran atau pihak ketiga. Kisah cinta kami berakhir karena maut memisahkan.

Aku sangat bersyukur karena meskipun rambutku telah memutih dan ingatanku mulai berkabut, tapi aku masih diberikan kekuatan untuk mengingat cara memasak makanan kesukaan cucu-cucuku. Aku tertawa sendiri saat melihat mereka datang kerumah dan membuat keributan hanya karena berebut untuk duduk disisiku. Meskipun aku sering tidak mengerti saat mereka berbicara tentang gadged ataupun twitter atau instagram. Mereka berkata bahwa dengan twitter dan instagram, kita bisa mengirimkan surat dan foto untuk teman teman kita, dimanapun mereka berada. Aku merasa sudah cukup puas mereka mau bercerita tentang kesukaan mereka.

Aku bersyukur di saat malam aku masih bisa memandang bintang bintang dan merasakan damainya cahaya rembulan yang terpantul dikaca jendela kamarku. Karena semakin bertambah usia, semakin sedikit jam tidur yang bisa kita nikmati. Selain karena rematik yang nyeri menusuk nusuk, juga karena aku ingin agar setiap malam aku bisa mendoakan kehidupan anak anakku. Bahkan disaat cuaca hujan,  angin bertiup kencang menerbangkan dedaunan dan air hujan menampar nampar kaca jendela, aku tetap bersyukur karena aku jadi teringat saat mendiang suamiku masih hidup.  Saat di awal pernikahan, kami belum memiliki mobil. Beruntungnya kami memiliki sebuah sepeda motor yang setia mengantar suamiku bekerja dan terkadang menjemputku saat pulang kerja.  Pernah suatu kali, hujan turun sangat deras, angin sangat kencang, petir terus menggelegar. Kami berdua berteduh dibawah jembatan. Sepeda motor dipinggirkan, kemudian kami membeli kacang rebus yang dijual di pinggir jalan. Kami makan kacang hangat dengan lahapnya, kami berdua tertawa dan saling melingkarkan lengan kebahu untuk saling menghangatkan badan yang basah terkena cipratan air hujan. Biasa saja memang, namun saat usia menua, kenangan sederhanapun menjadi harta yang berharga.

Keberanian Dari Hati

Seorang anak muda berumur 12 tahun menemui ayahnya. Dia membawa busur  dan pisau. Pisaunya berkilau karena yang telah diasah dengan teliti. Begitupula dengan busurnya, sangat kuat dan disandang dibahunya dengan hati hati. Anak muda tersebut menunjukkan pisau dan busurnya kepada ayahnya. Lalu ia berkata, ayah ijinkanlah aku ikut berburu dengan engkau.  Sang anak tahu benar bahwa di sukunya, orang yang boleh ikut berburu hanyalah mereka yang telah dewasa dan memiliki keberanian dan keahlian.  Namun ayahnya adalah kepala suku yang berpengaruh dan dihormati.  Asalkan ayahnya mengijinkannya ikut berburu, maka seluruh anggota kawanan akan mengijinkannya.

Tanpa pernah menyerah si anak muda membujuk ayahnya setiap hari. Sampai pada suatu hari, ayahnya luluh akan kegigihan anak lelakinya tersebut dan mengijinkan si anak untuk ikut berburu. Si anak bersorak kegirangan. Dia berfikir, dengan busur dan pisaunya yang sempurna, maka dia akan menjadi pemburu yang hebat. Dia pasti akan membuat bangga ayahnya.

Esok paginya, cuaca sangat cerah. Awan biru cerah berarak diangkasa. Mentari bersinar begitu terangnya. Hari yang sangat baik untuk berburu. Sekitar 8 orang anggota suku bersiap berangkat memasuki hutan untuk berburu. Tak lupa si anak mudapun ikut serta. Dengan riang, dia berjalan mengikuti  ketujuh orang dewasa lainnya memasuki hutan. Hutan sangat indah, dengan pohon pohon dan bunga bunga yang bermekaran. Burung burung berkicau di ranting ranting. Beberapa ekor kupu kupu berterbangan. Semakin lama hutan semakin lebat dan semakin gelap.  Jalan semakin sulit dilalui. Bahkan sungai kecil yang mereka ikuti terasa semakin terjal. Sampai suatu ketika seluruh anggota suku dikejutkan suara geraman yang rendah. Semakin lama geraman semakin terdengar galak. Semua orang yakin bahwa suara itu adalah geraman harimau. Si anak ketakutan. Kepercayaan dirinya semakin lama semakin menciut. Pisau dan panahnya tidak lagi membuatnya berani. Keberaniannya hilang. Yang bisa dia lakukan hanya menggenggam pisaunya erat erat. Kepala suku melihat anak lelakinya dan berkata. Anakku mengapa engkau tampak sangat pucat. Kemana keberanian mu yang kau bawa dari rumah? Apakah pisau dan panahmu menjadi tumpul? Sang kepala suku kemudian memimpin anggotanya untuk terus berjalan meninggalkan suara geraman marah harimau. Ternyata di rimbunnya rerumputan, seekor  harimau menjaga 2 ekor harimau kecil, anaknya. Dengan perginya para pemburu maka harimau merasa tidak terancam lagi.

Cerita tersebut menggambarkan bahwa keberanian bukan datang karena  apa yang kita miliki. Keberanian bukan berarti tidak memiliki ketakutan. Keberanian artinya mampu menghadapi ketakutannya hingga selesai. Pada akhirnya jika kita hanya berdiam dalam ketakutan, maka selamanya kita akan terjebak dalam ketakutan kita. Namun bila kita terus melangkah, menghadapi ketakutan dan kekhawatiran kita, jalan keluar pasti akan ditemukan.

Nelayan dan Pebisnis

Pada suatu ketika ada seorang Investor besar dari Perancis yang sedang berlibur ke sebuah pedesaan nan asri di Negara Spanyol. Ketika sedang menikmati indahnya danau yang tenang di sana, si investor melihat seorang nelayan yang sedang memancing. Karena penasaran, si investor ini mendekatinya dan memperhatikan ada beberapa ekor ikan ada di perahu sang nelayan. Maka terjadilah perbincangan singkat antara si investor dengan nelayan :

Investor   :   “Berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk menangkap ikan sebanyak itu?”

Nelayan   :   “Tidak terlalu lama”

Investor   :   “Mengapa kamu tidak meluangkan waktu lebih banyak untuk mendapatkan ikan yang lebih banyak lagi?”

Nelayan   :   “Jumlah ini sudah lebih dari cukup untuk keluarga saya.”

Investor   :   “Lalu apa yang kamu lakukan setelah kamu menangkap ikan?  Waktu untuk mencari ikan kan hanya sebentar?”

Nelayan   :   “oh saya sangat sibuk Tuan, saya bangun tidur di siang hari, pergi memancing sebentar, lalu saya bermain dengan anak-anak saya, pergi bermesraan dengan istri saya tercinta, pergi ke bukit untuk bernyanyi bersama teman-teman saya. Pokoknya saya sudah sangat sibuk tuan.”

Investor   :  “Pak nelayan, saya adalah pebisnis dan investor besar. Mari saya beritahu bagaimana membuat hidup kamu lebih baik. Kamu seharusnya menghabiskan lebih banyak waktu untuk memancing ikan supaya kamu lebih banyak mendapatkan ikan. Ketika kamu bisa memperoleh lebih banyak ikan, maka kamu bisa mengganti perahumu dengan perahu yang lebih besar, lalu kamu bisa membeli beberapa perahu lagi dan membayar beberapa karyawan untuk bekerja bagi kamu  supaya kamu bisa mendapatkan ikan yang jauh lebih banyak lagi. Lalu kamu akan semakin kaya, dan kamu bisa beli rumah yang jauh lebih bagus, lebih mewah dan lebih besar di desa ini. Bahkan kamu bisa pindah dari desa ini ke kota-kota lainnya yang terindah di dunia ini. Kamu akan mendirikan perusahaan besar dan kamu tidak akan miskin lagi.”

Nelayan   : “Lalu berapa lama saya bisa mencapai itu semua?”

Investor   : “Paling cepat 15 tahun”

Nelayan   : “Lalu setelah itu apa?”

Investor   :  “Ketika waktunya sudah tepat, maka kamu bisa go public, menjual saham dan kamu akan menjadi milyarder”

Nelayan   : “Setelah menjadi Milyarder, lalu apa?”

Investor   :  “Yah kamu bisa senang-senang dengan anak-anak mu, bermesraan dengan istrimu dan pergi bersantai dengan teman-teman sambil bernyanyi di bukit.”

Nelayan   : “Lho, bukankah itu yang sedang saya lakukan sekarang?”

 

Manusia secara umum hidup untuk mencari kebahagiaan. Namun kebahagiaan bisa berarti berbeda bagi setiap orang. Ada yang merasa bahagia jika mencapai penghasilan dengan jumlah tertentu, bahagia jika sudah berhasil memiliki barang tertentu, bahagia jika sudah mencapai pencapaian tertentu dan lain sebagainya. Namun kebanyakan orang sebelum mencapai titik bahagia yang dimaksud di atas, dalam proses nya tidak merasa berbahagia dan merasa tertekan. Apakah hal ini salah? Tentu saja tidak ada yang salah dengan itu. Namun ada cara yang lebih nikmat ketika  dalam proses mencapai tujuan sukses anda, anda bisa berbahagia di dalam prosesnya sehingga ketika anda mencapai tujuan anda, maka anda akan jauh lebih berbahagia.

Jika anda belum mencapai sukses anda, anda dapat berbahagia saat ini juga, yaitu dengan mensyukuri apa yang telah anda miliki saat ini. Anda memiliki badan yang sehat, anda memiliki keluarga yang baik, anda memiliki pekerjaan yang layak, anda memiliki tempat tinggal yang layak, itu adalah hal-hal yang patut di syukuri dan anda akan berbahagia jika anda menyadari itu. Lalu tetap fokus dengan goal anda dan tetaplah mengejar goal anda dengan perasaan bahagia, di akhir setiap hari, berdoalah dan mengucap syukur pada Tuhan bahwa anda telah dikaruniai begitu banyak hal.

Stay Happy and Pursue Your Success

Semoga Bermanfaat, Salam Semangat

 

Bibit Pohon Aneh

Tersebutlah kisah seorang Raja yang terkenal akan kearifan dan kebijaksanaanya. Raja ini memiliki kerajaan yang sangat luas dan disegani oleh kerajaan lainnya di daratan itu.

Pada suatu ketika, sang raja menginginkan seorang asisten pribadi yang akan membantunya menjalankan tugas-tugas kerajaan. Oleh karena itu, sang raja mengumpulkan seluruh anak muda dari seantero kerajaan untuk mengikuti sayembara mencari asisten Pribadi Raja. Semua anak muda dengan antusias mengikuti sayembara ini dengan harapan akan menjadi pemenangnya.

Sang Raja berkata kepada para peserta sayembara , “Saudara-saudara sekalian, di depan anda sekalian ada bibit pohon  jagung yang sudah siap di tanam. Bawalah masing-masing bibit ini ke rumah kalian masing-masing. Tugas kalian adalah memelihara pohon jagung ini hingga tumbuh. Rawatlah, beri pupuk dan peliharalah dengan sebaik-baiknya. Barangsiapa yang memiliki pohon paling subur dan tinggi dalam waktu enam bulan ini, maka ia yang akan jadi pemenangnya.”

Maka pulanglah seluruh pemuda itu dengan penuh semangat, dan mereka semua langsung menanam bibit tersebut di wadah dan benar-benar mereka jaga dengan segenap kemampuan mereka.

Hari demi hari berlalu, ada satu orang pemuda yang merasa aneh dengan bibit pohon yang diterimanya. Pohonnya tidak kunjung tumbuh sedikitpun, sementara teman-temannya bercerita bagaimana pohon mereka tumbuh semakin tinggi dari hari ke hari. Karena malu, pemuda ini tidak pernah menceritakan keadaan pohonnya kepada teman-temannya. Jangankan tumbuh menjadi pohon yang tinggi, bahkan tunas kecilpun tidak tumbuh sama sekali. Padahal pemuda ini telah merawat pohon ini dengan sungguh-sungguh.

Enam bulan berlalu, tibalah hari penilaian dimana semua pemuda peserta sayembara membawa hasil pohon yang telah mereka rawat sesuai perintar sang Raja. Semua orang membawa pot besar dan dengan pohon jagung yang telah tumbuh. Namun pemuda ini hanya membawa pot kecil yang berisi tanah, namun tidak ada pohon yang nampak sama sekali kecuali bibit yang dulu pertama kali diterimanya. Semua orang yang melihat itu tertawa dan mengejeknya karena sudah dipastikan dia tidak akan menang.

Setelah diperiksa seluruh pot yang ada, maka raja memanggil pemuda yang membawa pohon yang tidak tumbuh tersebut dan mengatakan bahwa dialah pemenangnya.  Seluruh peserta terkejut dan memprotes sang raja atas keputusan yang diambilnya. Sang raja yang bijak berkata, “Enam bulan yang lalu saya memberikan bibit jagung yang sebelumnya telah direbus. Jadi tidak mungkin bibit ini bisa tumbuh. Saya meminta kalian untuk melakukan pekerjaan ini untuk menguji seberapa jujurkah anda di dalam melakukan pekerjaan sederhana ini. Sekarang saya mengetahui siapa yang jujur dan yang berbohong. Anak muda ini walaupun dia tahu bahwa pohonnya tidak tumbuh, namun dia tetap merawat dengan sepenuh hati. Maka inilah asisten baru saya.

 

Seringkali perbedaan tipis yang membedakan manusia yang baik dan yang kurang baik adalah masalah kejujuran. Sederhana memang, namun di jaman seperti ini, kejujuran sudah mulai hilang di tengah masyarakat kita. Prinsip Asal Bapa Senang, telah meracuni kondisi Negara kita dalam berbagai bidang sehingga muncul masalah-masalah kronis yang banyak terbongkar saat ini, terutama masalah tindak pidana korupsi yang sedang marak-maraknya menyusul banyaknya kasus yang terbongkar yang diberitakan di berbagai media.

Kejujuran merupakan satu modal berharga yang bisa membawa anda dan kita semua mencapai kesuksesan. Jika seseorang kurang memiliki passion atau semangat bekerja, maka solusinya dia bisa diberikan pelatihan motivasi. Jika seseorang kurang memiliki kemampuan yang dibutuhkan, maka bisa diikutkan dalam pelatihan teknis secara intensif. Namun jika seseorang kurang memiliki kejujuran, maka tidak ada solusi yang paling baik selain menyingkirkannya dari lingkungan kerja kita. Orang-orang yang terbukti tidak jujur akan senantiasa mengalami kesulitan dalam hidupnya, dalam karir dan akhirnya berpengaruh pada kualitas hidupnya.

Menjadi jujur itu mudah asalkan anda percaya bahwa anda adalah orang yang Jujur dan berintegritas

 

Semoga bermanfaat. Salam Semangat

Kabut Yang Gelap

Pada Suatu malam, seorang pemuda sedang berkendara dengan mobilnya kebingungan karena kabut tebal yang tiba-tiba menyelimuti jalanan yang dilaluinya. Keadaan gelap ini diperparah dengan kondisi lampu depan mobilnya yang tidak lagi dapat melihat ke depan tidak lebih dari satu meter saja jarak pandangnya.

Sesaat kemudian, di depan mobilnya melihat lampu belakang mobil lain yang berada tepat di depan kendaraannya. Karena takut kehilangan arah, maka diikutilah lampu belakang mobil tersebut kemanapun dia pergi. Setelah sekitar tiga puluh menit berkendara sambil mengikuti mobil di depannya, tiba-tiba mobil di depannya berhenti mendadak dan akhirnya tabrakan antara kedua mobil tersebut tidak terhindarkan lagi.

Dengan kekesalan yang menjadi-jadi, si pemuda keluar dari mobil nya dan menghardik pengemudi mobil di depannya, ”Mengapa Anda berhenti mendadak?”. Pemilik mobil di depannya menjawab, ”Jelas saja saya harus berhenti, karena saya sudah tiba di depan garasi mobil saya, mengapa anda yang menabrak mobil saya?

Cerita diatas mirip dengan prinsip hidup banyak orang yang mengatakan “Biarlah Hidup ini berjalan bagai air yang mengalir”. Pernahkah anda mendengar prinsip hidup semacam ini? Tentu saja pernah. Mungkin ada diantara orang yang anda kenal yang pernah mengucapkan kata-kata semacam ini.

Tahukah anda kemana sebenarnya arah air yang mengalir? Tepat sekali. Air akan selalu mengalir ke BAWAH, tidak ada air yang bisa mengalir ke atas. Artinya jika seseorang memiliki prinsip hidup yang mengalir seperti air, maka sebenarnya dia sedang merencanakan hidup yang menurun kondisinya. Entah menurun dalam hal kesehatan, dalam hal karir, kehidupan keluarga, kehidupan sosial, keagamaan, maupun dalam hal finansial.

Prinsip mengalir bagai air akan membutakan dan melumpuhkan seluruh potensi dan kemampuan anda untuk berkembang menjadi lebih hebat. Hidup kita akan ditentukan oleh jalan aliran air yang akan dilalui yang artinya nasib kita akan ditentukan oleh orang lain.

 

Maka tepatlah apa yang dikatakan oleh Motivator kenamaan dunia Jim Rohn

If you don’t design your own life plan, chances are you’ll fall into someone else’s plan. And guess what they have planned for you? Not much. –

Jim Rohn – World Class Motivator

 

Jika anda tidak merancang rencana hidup anda sendiri, maka orang lain yang akan menggunakan hidup anda untuk mencapai rencana mereka. Dan tebaklah apa yang mereka rencanakan untuk anda. Tidak banyak.

Rencanakan lah hidup anda sendiri, janganlah mengalir seperti air. Andalah yang harus menghargai diri anda dengan rencana-rencana besar anda. Hiduplah dalah rencana anda dan jadilah orang yang anda rencanakan sesegera mungkin.

Semoga Bermanfaat, salam semangat

Sirkus Yang Berulang Tahun

Suatu ketika ada sebuah Grup sirkus yang sudah terkenal dan melanglang buana di seluruh penjuru dunia. Grup sirkus ini memiliki seorang pemain acrobat yang sangat hebat dan sangat terkenal dengan kepiawaiannya berjalan di atas tali di ketinggian 30 meter tanpa jaring pengaman dipasang dibawahnya. Atraksi ini merupakan favorit bagi semua orang yang menonton atraksi pertunjukkan mereka. Semua mata penonton pasti terbelalak jika menyaksikan atraksi ini dengan hati yang was-was, karena sang pemain sirkus ini mampu melakukannya dengan mata tertutup dan bahkan dengan sepeda beroda satu.

Di hari ulang tahun Grup sirkus hebat ini, mereka mengadakan pertunjukan sirkus yang sangat istimewa. Sang jagoan sirkus ini melakukan aksi berjalan diatas tali dengan mata tertutup sambil mengendarai sepeda roda satu dan di atas pundaknya duduk seorang wanita belia. Semua orang terpukau melihat kehebatan sang pemain sirkus ini. Setelah sang pemain sirkus selesai menyeberang, maka gemuruhlah tepuk tangan penonton yang menyaksikan atraksi tersebut.

Lalu sang pemain sirkus bertanya kepada seluruh penonton yang ada disana, “Apakah anda percaya bahwa saya akan berhasil jika saya melakukan atraksi ini sekali lagi?” dengan sura yang lantang dan kompak, seluruh penonton menjawab ,“YA !!!”  lalu sang pemain sirkus bertanya lagi, “Kalau kalian begitu yakin, maka siapa diantara anda yang mau menjadi sukarelawan yang duduk diatas pundak saya dalam atraksi selanjutnya?” Tiba-tiba seluruh penonton terdiam dan tidak ada yang bersedia melakukannya.

Banyak orang yang telah membaca buku, mengikuti seminar atau pelatihan bagaimana menjadi lebih sukses, seminar-seminar motivasi maupun pengembangan diri. Saya yakin dan percaya bahwa semua pelatihan dan seminar tersebut rata-rata memiliki kualitas yang bagus dan tentu semua pesertanya terkagum-kagum akan ilmu-ilmu luar biasa yang diberikan. Namun ilmu-ilmu luar biasa tadi hanya tinggal ilmu yang tidak ada gunanya ketika kita tidak betul-betul yakin di dalam hati bahwa apa yang anda pelajari.

Seperti pada cerita diatas, para penonton terkagum-kagum dengan keahlian si pemain sirkus, namun tidak satupun yang yakin dan berani ikut dalam pertunjukan sirkus. Jika kita tidak yakin 100% akan ilmu-ilmu yangdipelajari pada seluruh buku, seminar maupun pelatihan yang diikuti, maka niscaya kita tidak akan menerapkan secara total atau bahkan tidak menerapkan sama sekali. Hasilnya tentu perubahan hidup kearah yang diinginkan akan jauh lebih sulit.

Dalam cerita diatas, penonton “percaya”  akan kemampuan sang pemain sirkus, namun tidak “yakin” akan kemampuannya. Jika para penonton benar-benar yakin, makan penonton seharusnya mau menjadi sukarelawan karena yakin bahwa dia akan selamat.

Jangan hanya sekedar “percaya” bahwa hidup anda bisa sukses, namun “yakin” lah bahwa anda bisa sukses. Yakin berarti mengambil tindakan berdasarkan keyakinannya tanpa harus meihat hasilnya terlebih dahulu.  Jalanilah hidup anda dengan Yakin.

Semoga bermanfaat. Salam Semangat

 

Nasib Seekor Burung

Suatu ketika ada seorang pemuda yang sangat cerdas ingin menguji kepintaran dari seorang guru yang bijaksana. Sambil menggenggam tangan nya, sang pemuda bertanya pada sang guru bijak,

“Wahai Pak Tua, di tangan saya ini ada seekor burung, silakan anda terka, apakah burung di tangan saya ini dalam keadaan hidup atau dalam keadaan mati?”

Sang Guru sangat memahami bahwa pemuda ini berniat untuk menguji kemampuannya. Dengan penuh kebijaksanaan sang guru menjawab, “Hidup matinya burung itu sekarang ada di tangan anda, jadi tergantung apa yang anda rencanakan terhadap burung itu.”

Sang pemuda menjawab dengan penuh kekesalan “Lho pak, saya kan bertanya apa burung ini dalam keadaan hidup atau mati, mengapa jawaban anda demikian? Seharusnya sebagai orang yang bijak, anda dapat mengetahui dengan pasti apa jawabannya.”

Dengan sabar dan tanpa mengurangi kebijaksanaanya, sang Guru menjawab, “Ya benar, saat ini nasib burung itu ada ditanganmu, jika saya menjawab mati, maka kau akan melepaskan burung itu terbang ke udara, jika saya jawab hidup, maka kau akan meremas burung tersebut hingga mati. Jadi nasib burung itu ada di tanganmu.

Begitu pula dengan nasib dan kesuksesan kita. Berhasil atau tidaknya hidup kita sejatinya bukan ditentukan oleh orang lain, bukan ditentukan oleh siapa atasan kita, siapa keluarga kita, siapa presiden Negara kita, atau apapun. Kita sendirilah yang berhak menentukan nasib kita. Tidak peduli kita dilahirkan dari keluarga yang kurang mampu, kita tetap berhak untuk sukses dan menjadi kaya. Tidak peduli siapa Presiden kita saat ini, kita tetap harus berupaya bekerja keras, setiap hari guna mencukupi kebutuhan kita sehari-hari.  Kita tidak bisa menyalahkan Presiden kita jika ada kenaikan harga BBM, karena di setiap pemerintahan Presiden manapun, selalu ada kenaikan harga BBM dan kebutuhan lainnya. Jadi nasib dan kesuksesan anda ada di tangan kita sendiri yang mau memperjuangkannya.

Lalu bagaimana dengan Tuhan, apakah kalau begitu tidak perlu berdoa pada Tuhan untuk mencapai kesuksesan dalam hidup ini? Tentu saja salah besar jika kita menjawab tidak perlu berdoa pada Tuhan. Dalam sebuah firman, sering kita mendengar bahwa “Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika kaum tersebut tidak berniat untuk merubahnya.”  Artinya Tuhan memberikan keluasan rejeki yang begitu melimpah bagi setiap umatNYA yang mau berusaha memperbesar rejeki yang di dapatnya dengan cara yang halal. Tuhan tidak pernah mentakdirkan manusia untuk menuai celaka, karena Tuhan adalah maha cinta dan maha kasih.

Mari tentukan nasib anda saat ini juga, dan berdoa kepada Tuhan uagar bisa diberikan petunjuk, kekuatan dan kemudahan maka kesuksesan akan semakin dekat dengan kita.

 

Semoga bermanfaat. Salam semangat.

Jawaban Doa Anda

Pada suatu ketika, terjadilah sebuah banjir besar di sebuah desa. Semua warganya berlarian dengan panic, menyelamatkan diri dan keluarganya keluar dari desa secepat mungkin. Diantara semua warga desa yang sedang panik dan pergi meninggalkan desa tersebut, ada satu orang yang sangat religius dan yakin dan percaya bahwa Tuhan akan datang untuk menyelamatkannya.

Orang ini terus berdoa memohon agar Tuhan datang untuk menyelamatkannya. Ketika air sudah makin tinggi, datang lah sebuah mobil tentara menerobos banjir untuk menjemputnya. Sang tentara berkata “Ayo pak naik ke mobil kami, banjir sudah mulai tinggi.” Namun dia menolak dan menjawab, “Tidak usah, saya yakin bahwa Tuhan sendiri akan menolong saya”.

Banjir tersebut terus saja meninggi, sampai orang ini harus naik sampai lantai dua untuk menyelamatkan diri agar tidak hanyut oleh banjir. Dia terus berdoa mohon agar Tuhan menyelamatkannya. Lalu datanglah tentara dengan perahu karet, mendekati orang itu dan berkata “Ayo pak, naik ke perahu kami, mari tinggalkan tempat ini.” Namun sekali lagi dia menolak dengan yakin  dan berkata, :“Tidak perlu pak, saya yakin bahwa Tuhan akan menolong saya.

Banjir terus saja meninggi hingga akhirnya seluruh rumah di desa itu tenggelam dan orang ini sudah tidak bisa berdiri lagi, akhirnya datang sebuah helikopter penyelamat dan mengulurkan tali padanya “Ayo pak ambil tali itu dan selamatkan diri anda” Namun dia tetap menolak, katanya, “Tidak usah pak, saya yakin sekali bahwa Tuhan akan menyelamatkan saya”.

Akhirnya tenggelamlah orang tersebut dan meninggal dalam banjir besar tersebut.  Ketika suatu saat orang ini berkesempatan bertemu dengan Sang Pencipta, orang ini bertanya “Tuhan, saya menaruh iman yang kuat terhadap Engkau, dan saya sangat yakin bahwa Engkau akan menolong saya. Namun kenapa Engkau meninggalkan saya?” Lalu Tuhan menjawab, “Aku tidak pernah meninggalkanmu, Menurutmu siapa yang mengirimkan Mobil, Perahu dan Helikopter untuk menjemputmu?

 

Banyak orang berdoa memohon kesempatan untuk merubah hidupnya, namun sering tidak menyadari bahwa Tuhan mengirimkan jawaban doa anda melalui orang lain. Sebuah pemikiran yang sulit terjadi apabila dalam bayangan orang, bahwa Tuhan akan menampakkan wujud Nya, datang kepada anda dan menolong anda keluar dari kesulitan hidup yang Anda alami secara langsung.

Tuhan senantiasa mengirimkan pertolongannya melalui orang lain, melalui orang-orang yang dipilihNya. Yang perlu anda lakukan adalah melihat kesempatan yang ada sebagai wujud pertolongan dari Tuhan. Mungkin tidak sesuai dengan bayangan Anda, namun itulah cara Tuhan bekerja menolong umatNya yang beriman kepadanya. Maka benarlah pepatah bahwa “Silahturami Memperpanjang Rejeki”. Semakin banyak anda menjalin silaturahmi dan hubungan baik dengan orang lain, meningkatkan kemungkinan pertolongan Tuhan datang melalui lebih banyak orang. Janganlah memandang remeh orang yang saat ini keadaannya di bawah anda, karena bisa jadi orang itulah yang nantinya akan diutus Tuhan menolong anda. Berlakulah baik terhadap semua orang yang anda temui karena bisa jadi Tuhan akan memakai mereka untuk memuliakan Anda di masa depan.

Jika anda berdoa memohon supaya badan menjadi langsing, mungkin anda akan dipertemukan dengan orang-orang yang sudah mencapai kondisi itu dan Tuhan ingin agar anda belajar padanya agar anda juga menjadi langsing.

Jika anda berdoa pada Tuhan anda ingin menjadi orang yang memiliki finansial yang baik, bisa jadi Tuhan akan mempertemukan anda dengan mereka yang memiliki Finansial baik, atau ada orang yang memberikan pelatihan mengelola Finansial yang baik, atau pelatihan bagaimana membuat penghasilan anda meningkat dengan sangat besar.

Mari buka mata hati, lihat sekeliling anda, bisa jadi jawaban doa selama ini sudah Tuhan sediakan di sekitar anda. Berdoalah kepada Tuhan supaya diberikan kekuatan dan kemantapan hati untuk menjadi lebih baik. Berdoa saja tidak cukup, anda harus berusaha untuk mencapainya. Berusaha saja tidak cukup, anda harus berdoa supaya anda diberikan kekuatan untuk senantiasa berjalan.

Dan Jauh lebih baik dan luar biasa jika anda juga Menjadi Jawaban bagi doa anda dan doa Banyak Orang lain.

Salam Semangat