Pohon Ara yang Tak Menyerah

Seorang pemuda mendaki gunung untuk menemui seorang pertapa bijak. Dengan hati bulat pemuda tersebut menapaki tangga demi tangga untuk mencari jawaban atas kegelisahan hatinya. Saat sampai di atas gunung dia langsung menemuisang pertapa dan mengutarakan kegalauan hatinya. Sang pemuda bertanya, selama hidupnya dia selalu berusaha lebih keras dari semua orang lain, namun sampai saat ini usaha dan segala kerja kerasnya tidak membuahkan hasil. Setiap kali dia menghadapi kegagalan. Sekarang dia merasa sangat frustasi dan putus asa.

Sang pertapa, menganggukkan kepala, kemudian berdiri dan merentangkan tangannya. Katanya ”Anak muda, apakah kau melihat pepohonan disini?”

“Dahulu aku menanam benih phon Ara dan semak mawar disini. Aku merawat keduanya dengan sangat baik. Setiap hari aku memberikan air , pupuk dan sinar matahari yang cukup. Semak Mawar tumbuh begitu lebatnya, daunnya hijau dan segar. Namun benih pohon Ara tidak menunjukkan pertumbuhan apapun. Namun aku tidak pernah menyerah.

Tahun kedua, Semak Mawar semakin bayak, bertunas dan bunga  berwarna merah bermunculan. Namun benih pohon Ara masih tak menunjukkan apapun.  Aku tetap tidak menyerah.

Tahun ketiga, benih pohon Ara masih tak menunjukkan apapun. Aku masih tetap sabar dan tidak pernah menyerah.

Tahun keempat, benih pohon Ara masih juga tak ada pertumbuhan. Padahal semak mawar sudah sangat lebat dan bunganya memenuhi hutan. Aku tetp tidak menyerah.

Tahun kelima, benih pohon Ara akhirnya menunjukkan tunasnya.  Sebuah tunas yang kecil dan tidak seberapa dibanding semak mawar.

Namun lima bulan kemudian, tunas pohon Ara tumbuh sangat tinggi dan daunnya menaungi seluruh permukaan tanah, batangnya kokoh dan perkasa.”

“Ingatlah anak muda, pohon Ara membutuhkan lima tahun untuk menumbuhkan akarnya.  Akar tersebut akan menopang pohon Ara, menopang kehidupan dan menyediakan segala yang dibutuhkan sebatang pohon Ara untuk hidup dengan baik. Begitu pula dengan kamu, saat kamu berjuang keras, menghadapi kegagalan dan kesulitan. Sebenarnya saat itu kamu sedang menumbuhkan akar.  Karenanya jangan pernah menyerah. Saat kamu menyerah, maka akar yang  akan menopang pohon Ara akan mati, maka pohon Ara akan mati juga.   Jalan hidup kita tidak pernah sama dengan orang lain, jangan merasa iri dengan keberhasilan orang lain. Meskipun semak mawar lebih cepat bertumbuh, namun pada akhirnya baik pohon Ara maupun semak mawar memiliki keindahan sendiri.

KEBAHAGIAAN TAK DAPAT DIBELI

Harta kekayaan yang melimpah tidak membuat seseorang lantas bahagia. Kalau tidak, maka tidak akan ada berita seorang Bilyuner di German, Seorang yang di cover  Majalah Time’s Wall street disebut simbol semangat industri Jerman,  bernama  Adolt Merckle  bunuh diri.

Bahkan Kekuasaan juga tidak membuat seseorang otomatis menguasai kebahagiaan. Kalau tidak maka tidak aka nada presiden yang bunuh diri, seperti presiden Brazil Getulio Vargas.

Atau bahkan Ketenaran juga tidak mendatangkan kebahagiaan. Kalau tidak penyanyi terkenal, legendaris Michael Jackson tidak akan minum pil tidur hingga meninggal akibat overdosis.

Atau Kecantikan juga tak melahirkan kebahagiaan. Kalau tidak maka Marlyn Monroe, tidak akan meminum obat anti depresi dan alkohol hingga overdosis.

Kebahagiaan hanya akan datang pada orang orang yang bersyukur. Kebahagiaan ada di hati kita masing masing. Untunglah kebahagiaan tidak dapat dibel dengan uang, kekuasaan, ketenaran atau kecantikan. Kalau tidak maka kebahagiaan akan habis diborong oleh mereka yang memiliki banyak uang. Kebahagiaan dan Rasa syukur bisa dimiliki oleh siapa saja. Tidak berarti orang yang memiliki sedikit harta akan tidak bahagia. Dan bukan pula artinya orang yang memiliki banyak uang tidak akan bahagia.

Bahagia itu kita sendiri yang memutuskan, dalam kondisi apapun hidup kita. Bahagia itu adalah saat kita bersyukur atas apa yang sudah kita miliki. Jika saat ini kita tidak memiliki hal yang kita inginkan, syukuri segala hal yang kita miliki saat ini.

Wajan 15 Cm

Suatu hari ada seorang nelayan yang pergi mencari ikan ke laut seperti biasa yang dia lakukan pada hari-hari lainnya. Namun di tangannya selain peralatan memancing seperti pada umumnya, dia juga membawa sebuah penggaris dengan panjang 15 cm.

Penggaris ini digunakan untuk mengukur setiap ikan yang ditangkapnya. Jika ikan yang ditangkap diatas 15 cm, maka ikan ini akan dikembalikan ke laut lagi, sebaliknya jika ikan yang ditangkap berukuran dibawah 15 cm, maka ikan tersebut akan dimasukkan ke keranjang untuk dibawa pulang.

Tanpa disadari, ada seorang anak muda yang memperhatikan tingkah lakunelayan ini. Karena ingin tahu, sang pemuda tidak dapat menahan diri untuk bertanya kepada si nelayan.

Pemuda : “Pak, mengapa ikan-ikan yang lebih besar dari 15 cm kau kembalikan lagi ke laut sedangkan ikan yang berukuran di bawah 15 cm kau bawa pulang?”

Nelayan : “Begini nak, di rumahku, wajan penggorengan yang tersedia diameternya hanya 15 cm, jadi kalau ukurannya lebih besar dari 15 cm wajan saya tidak muat.”

Sebenarnya dalam hidup ini, jika banyak diantara kita yang belum mencapai sukses, bukan karena kita tidak dapat kesempatan. Justru banyak dari kita yang sulit untuk sukses karena kita melewatkan banyak kesempatan yang datang. Kesempatan besar yang datang tidak bisa disambut karena kapasitas wajan pikiran kita yang terlalu kecil pada saat itu. Sehingga kita tidak mau mengambil kesempatan besar karena kita merasa bahwa kita tidak mampu di bidang tersebut. Jika kita tidak mau berusaha membesarkan wadah pikiran kita, maka kita hanya tetap dapat “ikan” yang sesuai dengan “diameter” dan kapasitas pikiran dan kemampuan kita.

Seperti   saat kita hendak mengambil air dari sungai untuk dibawa pulang ke rumah. Dengan apakah kita mengambil air tersebut? Dengan sendok teh, dengan gelas, dengan gayung, dengan ember, dengan baskom atau dengan Pompa Jet Pump? Besarnya wadah yang digunakan tentu menentukan seberapa banyak air yang bisa dibawa pulang. Dan besarnya wadah itu mewakili pikiran dan kemampuan kita.

Bagaimana cara memperbesar wadah kita? Cara paling masuk akal yang dapat dilakukan adalah dengan berpikir bahwa kita bisa menjadi orang yang besar dan sukses, yakini itu, dan pelajari strateginya, luangkan waktu dan tenaga untuk menjadi lebih ahli, sehingga ketika kesempatan itu datang, anda sudah siap untuk menerima “ikan” yang lebih besar lagi.

Semoga Bermanfaat. Salam Semangat.

Gubuk Yang Terbakar

Suatu ketika ada sebuah kapal penumpang karam di lautan luas. Dalam musibah ini hanya ada satu orang pria yang berhasil selamat dari kecelakaan ini dan terdampar di sebuah pulau terpencil yang tidak berpenghuni. Setiap hari pria ini berdoa agar bisa diselamatkan dari pulau tersebut agar bisa kembali pulang ke kota asalnya untuk bisa bertemu kembali dengan keluarganya. Setiap hari dia selalu berusaha berteriak minta tolong kea rah lautan luas yang seakan tanpa batas. Namun tidak ada satupun kapal melintas kawasan tersebut.

Akhirnya sang pria ini mendirikan gubuk kecil agar dirinya bisa berlindung dari panas terik, hujan dan binatang buas. Suatu hari, sepulang dari sepulang dari mencari makanan,si pria menemukan bahwa gubuknya terbakar habis akibat tersambar api unggun yang lupa dimatikan. Semua barang yang ada di dalam gubuk terbakar habis dan asap hitam membumbung tinggi ke angkasa.

Dalam keadaan sedih dan marah dia berteriak : “Tuhan, mengapa Kau biarkan musibah ini terjadi padaku?” Dan akhirnya diapun tertidur karena lelah dan sedih.

Keesokan paginya,  dia dikejutkan oleh suara yang berdentum keras, ternyata bunyi tersebut adalah suara Kapal yang hendak berlabuh dan menyelamatkan sang Pria. Sang Pria bertanya kepada kapten kapal, “Bagaimana kalian tahu bahwa saya terdampar disini?” Sang kapten menjawab, “Kemarin kami melihat tanda asap yang kau buat, maka kami pun berangkat menuju kesini.” Ternyata musibah kebakaran yang dialaminya telah malahan menolong penolong bagi dirinya.

Seringkali kejadian-kejadian yang kita anggap buruk dalam hidup kita, ternyata berpotensi menjadi momentum yang jika dimanfaatkan dengan baik, dapat mengarahkan kita ke keadaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Begitu banyak kita telah mendengar kisah-kisah orang-orang tersukses di dunia berawal dari suatu keadaan buruk yang pernah dialami di masa yang lalu. Di dalam kejadian buruk senantiasa terkandung pelajaran yang membuat kita jauh lebih kuat dari sebelumnya. Kita percaya jika memang Tuhan mengijinkan kita mengalami kejadian buruk, tentu ada maksud Tuhan agar di masa datang kita menjadi manusia yang lebih baik.

Jika anda mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan saat ini, bersemangatlah karena sesuatu yang baik akan datang.

Semoga bermanfaat. Salam Semangat

Tukang Kayu Kehidupan

Di sebuah perusahaan Kontraktor besar, ada seorang tukang kayu yang sudah senior dan telah mengabdi di perusahaan itu selama puluhan tahun lamanya. Dia merupakan salah satu tukang kayu terbaik yang dimiliki perusahaan tersebut, karena selain kualitas pekerjaan yang sangat baik, beliau juga sering menjadi karyawan teladan di perusahaannya karena sikapnya yang baik.

Suatu ketika karena sudah merasa jenuh dengan pekerjaannya, maka dia menemui sang atasan untuk mengutarakan niatnya kepada sang atasan untuk pensiun dini. Dia sadar dengan mengajukan pensiun dini, maka dia akan kehilangan banyak hal termasuk uang. Namun karena hatinya sudah mantap ingin pensiun demi keluarganya, maka dia tetap menemui sang atasan.”Pak, saya ingin mengajukan pensiun dini. Saya sudah mantap untuk pensiun dan menginggalkan pekerjaan ini selamanya untuk menghabiskan waktu bersama keluarga saya tercinta.”.

Sang atasan sangat menyayangkan  keputusan sang karyawan kesayangannya ini untuk pensiun, namun sepertinya sang atasanpun tidak dapat menghalangi keputusan sang tukang kayu ini untuk pensiun karena ini merupakan keputusan pribadi yang harus dihormati. “Apakah tidak ada yang bisa saya lakukan untuk menahan kamu disini hingga usia pensiun normalmu datang?” Sang karyawan menjawab ”Saya sudah mantap pak untuk pensiun segera

Kalau begitu, sebelum kamu meninggalkan perusahaan ini, saya minta kamu untuk membuatkan satu rumah terakhir untuk saya. Si tukang kayu menyetujuinya. Karena dia sudah tidak berniat bekerja lagi di perusahaan itu, maka dia membuat rumah itu dengan kualitas yang dibawah standar biasanya. Dari mulai pemilihan material, desain sampai kualitas pekerjaan semua dikerjakan secara asal-asalan dengan prinsip “yang penting beres”.

Setelah rumah tersebut selesai dibangun, maka sang atasan meluangkan waktu untuk meninjau secara langsung hasil pekerjaan anak buahnya tersebut. Setelah meninjau hasil pekerjaan anak buahnya tersebut, sang atasan berkata, “Rumah ini adalah rumah untukmu, sebagai hadiah karena engkau telah mengabdi kepada perusahaan ini dengan segenap hatimu.”. mendengar hal tersebut, sang tukang kayu senang sekaligus menyesal, jika tahu rumah ini diberikan untuknya, tentu dia akan mengerjakannya sebaik mungkin.

Di dalam kehidupan kita terkadang kita mengalami hal yang sama. Banyak orang yang bekerja dengan kualitas yang rendah dengan prinsip “yang penting beres”, “yang penting selesai”, “yang penting bos senang” sehingga kualitas pekerjaan kita seakan-akan tidak mencerminkan kualitas diri kita yang sebenarnya jauh lebih hebat dari itu. Sementara diri kita dinilai dari kualitas pekerjaan yang kita kerjakan.  Apa yang sedang kita kerjakan saat ini, sesungguhnya kita sedang membangun kualitas kehidupan kita di masa depan. Apa yang kita upayakan hari ini, akan menjadi hasil di masa depan. Jika saat ini kita hidup dengan kualitas yang “asal-asalan”, maka kemungkinan besar hidup kita di masa depan menjadi hidup yang “asal-asalan”. Hidup yang asal-asalan akan mendatangkan berbagai kesulitan di dalam banyak hal. Dan kesulitan hidup akan mendatangkan penderitaan.

Jadi, apakah anda ingin memiliki kualitas terbaik di kehidupan anda di masa depan? Apapun kondisi anda sekarang, anda berhak untuk memiliki kehidupan yang baik di masa depan, dan bangunlah masa depan yang baik itu MULAI HARI INI.

Semoga bermanfaat. Salam Semangat

Julius Caesar

Jika anda pernah mendengar nama Julius Caesar, maka kita akan teringat dengan sesosok jendral perang dari bangsa Romawi yang sangat hebat yang mampu menaklukan begitu banyak daratan di dunia dengan pasukan yang dipimpinnya.  Beberapa kali mereka berperang dengan pasukan yang lebih sedikit dibandingkan pasukan lawannya, namun tetap saja pasukannya bisa memenangkan peperangan yang dihadapinya.

Salah satu rahasia kesuksesan Julius Caesar dalam berperang adalah Julius Caesar memiliki prinsip yang terkenal hingga saat ini yaitu “Veni, Vidi, Vici” (Saya Datang, Saya Lihat, Saya Taklukan). Artinya tidak ada pilihan lain selain menang.

Seringkali ketika Julius dan Pasukannya mendarat di suatu pulau dan turun dari Kapal, begitu melihat musuh yang begitu kuat ataupun lebih banyak jumlahnya, para prajuritnya akan gentar. Melihat ini Julius malah diam-diam kembali ke Kapal dan Membakar Kapalnya mereka. Ketika para Prajurit memprotes tindakan Julius, Julius berkata berkata, Menang atau Mati…. Maka tidak ada pilihan lain bagi para Prajuritnya selain menang dan pulang dalam keadaan selamat.

Sebelum kapal dibakar, mereka memiliki 3 Pilihan, Menang, Mati atau Mundur. Seringkali pilihan yang termudah adalah Mundur. Namun dengan membakar kapal, mereka hanya tinggal mempunyai 2 pilihan saja, Menang atau Mati. Maka dengan semangat seperti ini, seringkali Julius Caesar memenangkan pertempuran-pertempuran dimana secara kalkulasi mereka sulit menang.

Demikian pula dalam kehidupan kita. Kebanyakan dari orang-orang yang sukses dimanapun mereka berada, mereka sukses bukan karena mereka lebih pintar, lebih kaya atau lebih muda, namun lebih kepada mereka berjuang karena tidak ada pilihan yang lainnya. Pilihan yang mereka miliki hanya Sukses atau Gagal. Bahkan di dalam kondisi yang lebih ekstrim, seringkali pilihannya adalah Sukses atau Mati.

Orang-orang yang memiliki sedikit pilihan apalagi Jika pilihannya adalah Sukses atau Gagal saja, maka mereka akan mati-matian berusaha mengembangkan segala daya upaya, kreatifitas, tenaga, pikiran dan lain sebagainya agar mereka sukses. Orang –orang yang memiliki kondisi sedikit pilihan ini kita kenal dengan istilah “Kepepet”.

Orang-orang yang dalam kondisi kepepet dalam berbagai hal memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk sukses. Misalnya orang sukses berhenti merokok karena Kepepet sudah kena penyakit berat, atau orang yang sukses dalam bisnisnya karena kepepet dia hanya tamatan sekolah yang tidak tinggi, sehingga tidak ada perusahaan yang mau menerima dia. Jadi dia harus berusaha sendiri mencari penghasilan dan akhirnya sukses. Atau karena dia lahir di keluarga yang kurang mampu sehingga kepepet harus berusaha bekerja, berusaha sendiri untuk membiayai keluarganya. Maka orang-orang inilah yang memiliki kemungkinan sukses yang lebih tinggi.

Lalu bagaimana jika keadaan kita saat ini belum “Kepepet”? Apakah harus menunggu kepepet dulu untuk bisa sukses? Kabar baiknya, jika anda belum dalam kondisi terpepet, anda tidak harus mengalami kondisi Kepepet yang sebenarnya untuk bisa sukses. Anda bisa menciptakan situasi kepepet yang semu.

Sebagai Contoh, Misalnya jika Anda ingin menjadi Manager di perusahaan anda, sementara anda saat ini masih Staff, ciptakan kondisi Kepepet anda. Katakan pada diri Anda, bahkan bila perlu, berjanjilah terhadap diri anda, bahwa anda akan mengundurkan diri dari perusahaan ini jika dalam waktu 2 tahun anda tidak bisa menjadi Manager di perusahaan ini. Disini anda sudah menyudutkan diri anda dan memberi 2 pilihan saja kepada diri anda sendiri, yaitu Jadi Manager atau Keluar dari Perusahaan. Memang belum tentu berhasil, namun jika anda berjanji seperti ini, sudah pasti kinerja anda di atas rata-rata rekan-rekan anda yang lainnya dan kemungkinan anda diangkat sebagai Manager semakin besar.

Jadi, sudah siapkah anda menciptakan “Kepepet” anda sendiri?

 

Semoga bermanfaat. Salam Semangat

All You Can Eat

Bagi anda yang memiliki hobby kuliner, tentu anda pernah mendengar istilah Restoran “All You Can Eat”. Restoran “All You Can Eat” adalah restoran dimana anda sebagai konsumen dapat mengambil semua jenis makanan dan minuman dengan sepuasnya dengan satu harga. Anda dapat mengambil makanan dan minuman apapun sebanyak apapun yang anda mau. Mulai dari Daging, sayuran, nasi, buah, Es Krim, Puding, Salad, Kopi, Teh, Orange Juice, Soda  dan lain sebagainya. Anda bisa menikmati apapun pilihan anda disana sepuasnya-puasnya.

Hidup ini juga mirip seperti  Restoran “All You Can Eat”, di dalam hidup ini ada berbagai macam pilihan yang tersedia. Dari mulai memilih pendidikan yang ingin anda tekuni, pekerjaan yang anda tekuni, memilih pasangan anda, dan memilih tinggal dimana.

Yang menjadi perbedaan adalah di Restoran “All You Can Eat”, anda boleh makan sepuasnya dulu baru anda membayar setelah anda selesai makan. Dalam hidup ini sebaliknya, Anda harus membayar terlebih dahulu, setelah itu baru anda bisa menikmati. Anda harus bersekolah dulu mulai dari TK, SD, SMP, SMU, S1 atau mungkin sampai S2, setelah itu anda tidak langsung bisa duduk di perusahaan dengan posisi yang tinggi, anda harus mulai dari bawah, dan dibutuhkan usaha dan waktu bertahun-tahun untuk mencapai posisi penting di perusahaan. Itu juga bisa anda dapatkan jika anda punya prestasi yang baik di perusahaan tersebut.

Ada istilah yang umum sering kita dengar, yaitu “Tidak ada Makan Siang Yang Gratis” (“There’s No Free Lunch”), semua yang ingin anda dapatkan harus anda upayakan terlebih dahulu.

Ada pepatah terkenal yang sangat mendukung hal ini yaitu “Satu-Satunya Keju yang GRATIS hanya ada di Perangkap Tikus”  (The Only Free Cheese you can find only in the Mousetrap), Sesuatu yang Gratis hanya ada di dalam Jebakan Kehidupan.

Jadi janganlah bermalasan. Mungkin saat ini anda masih sehat, mungkin saat ini anda masih muda, mungkin saat ini anda belum punya tanggungan atau keluarga, mungkin anda masih memiliki pekerjaan yang baik, mungkin anda masih dibiayai orang tua. Yakinlah bahwa masa-masa sulit anda akan datang suatu hari nanti. Ketika anda berubah disaat anda harus berubah, maka saat itu sebetulnya sudah terlambat. Jangan sampai itu terjadi dalam hidup anda. Jika hidup anda sekarang masih baik, bersyukurlah, namun segeralah tingkatkan diri anda, sebelum masa sulit datang dalam hidup anda. Ketika anda siap di saat masa sulit itu datang, maka kesulitan itu tidak akan terasa oleh anda dan orang-orang disekitar anda.

Semoga Bermanfaat.

Salam Semangat

INILAH RASA SYUKUR KU

Aku adalah seorang wanita yang sangat beruntung. Saat ini di usiaku ke 73 tahun, aku memiliki 3 orang anak yang menyayangiku dan  5 orang cucu yang luar biasa. Meskipun sebagian besar hidupku aku habiskan dengan berbaring di kasur karena penyakit rematik yang jarang membuatku tahan duduk atau berdiri terlalu lama. Sebagian waktuku habis untuk berjalan jalan selama beberapa menit di kompleks rumahku dan merawat kebun adenium dihalaman depan rumahku, namun aku bersyukur aku memiliki banyak orang orang yang mencintaiku. Suamiku telah meninggal tiga tahun silam. Kisah kami adalah kisah yang happy ending. Karena kisah cinta kami tidak diakhiri oleh perbedaan pendapat, pertengkaran atau pihak ketiga. Kisah cinta kami berakhir karena maut memisahkan.

Aku sangat bersyukur karena meskipun rambutku telah memutih dan ingatanku mulai berkabut, tapi aku masih diberikan kekuatan untuk mengingat cara memasak makanan kesukaan cucu-cucuku. Aku tertawa sendiri saat melihat mereka datang kerumah dan membuat keributan hanya karena berebut untuk duduk disisiku. Meskipun aku sering tidak mengerti saat mereka berbicara tentang gadged ataupun twitter atau instagram. Mereka berkata bahwa dengan twitter dan instagram, kita bisa mengirimkan surat dan foto untuk teman teman kita, dimanapun mereka berada. Aku merasa sudah cukup puas mereka mau bercerita tentang kesukaan mereka.

Aku bersyukur di saat malam aku masih bisa memandang bintang bintang dan merasakan damainya cahaya rembulan yang terpantul dikaca jendela kamarku. Karena semakin bertambah usia, semakin sedikit jam tidur yang bisa kita nikmati. Selain karena rematik yang nyeri menusuk nusuk, juga karena aku ingin agar setiap malam aku bisa mendoakan kehidupan anak anakku. Bahkan disaat cuaca hujan,  angin bertiup kencang menerbangkan dedaunan dan air hujan menampar nampar kaca jendela, aku tetap bersyukur karena aku jadi teringat saat mendiang suamiku masih hidup.  Saat di awal pernikahan, kami belum memiliki mobil. Beruntungnya kami memiliki sebuah sepeda motor yang setia mengantar suamiku bekerja dan terkadang menjemputku saat pulang kerja.  Pernah suatu kali, hujan turun sangat deras, angin sangat kencang, petir terus menggelegar. Kami berdua berteduh dibawah jembatan. Sepeda motor dipinggirkan, kemudian kami membeli kacang rebus yang dijual di pinggir jalan. Kami makan kacang hangat dengan lahapnya, kami berdua tertawa dan saling melingkarkan lengan kebahu untuk saling menghangatkan badan yang basah terkena cipratan air hujan. Biasa saja memang, namun saat usia menua, kenangan sederhanapun menjadi harta yang berharga.

Keberanian Dari Hati

Seorang anak muda berumur 12 tahun menemui ayahnya. Dia membawa busur  dan pisau. Pisaunya berkilau karena yang telah diasah dengan teliti. Begitupula dengan busurnya, sangat kuat dan disandang dibahunya dengan hati hati. Anak muda tersebut menunjukkan pisau dan busurnya kepada ayahnya. Lalu ia berkata, ayah ijinkanlah aku ikut berburu dengan engkau.  Sang anak tahu benar bahwa di sukunya, orang yang boleh ikut berburu hanyalah mereka yang telah dewasa dan memiliki keberanian dan keahlian.  Namun ayahnya adalah kepala suku yang berpengaruh dan dihormati.  Asalkan ayahnya mengijinkannya ikut berburu, maka seluruh anggota kawanan akan mengijinkannya.

Tanpa pernah menyerah si anak muda membujuk ayahnya setiap hari. Sampai pada suatu hari, ayahnya luluh akan kegigihan anak lelakinya tersebut dan mengijinkan si anak untuk ikut berburu. Si anak bersorak kegirangan. Dia berfikir, dengan busur dan pisaunya yang sempurna, maka dia akan menjadi pemburu yang hebat. Dia pasti akan membuat bangga ayahnya.

Esok paginya, cuaca sangat cerah. Awan biru cerah berarak diangkasa. Mentari bersinar begitu terangnya. Hari yang sangat baik untuk berburu. Sekitar 8 orang anggota suku bersiap berangkat memasuki hutan untuk berburu. Tak lupa si anak mudapun ikut serta. Dengan riang, dia berjalan mengikuti  ketujuh orang dewasa lainnya memasuki hutan. Hutan sangat indah, dengan pohon pohon dan bunga bunga yang bermekaran. Burung burung berkicau di ranting ranting. Beberapa ekor kupu kupu berterbangan. Semakin lama hutan semakin lebat dan semakin gelap.  Jalan semakin sulit dilalui. Bahkan sungai kecil yang mereka ikuti terasa semakin terjal. Sampai suatu ketika seluruh anggota suku dikejutkan suara geraman yang rendah. Semakin lama geraman semakin terdengar galak. Semua orang yakin bahwa suara itu adalah geraman harimau. Si anak ketakutan. Kepercayaan dirinya semakin lama semakin menciut. Pisau dan panahnya tidak lagi membuatnya berani. Keberaniannya hilang. Yang bisa dia lakukan hanya menggenggam pisaunya erat erat. Kepala suku melihat anak lelakinya dan berkata. Anakku mengapa engkau tampak sangat pucat. Kemana keberanian mu yang kau bawa dari rumah? Apakah pisau dan panahmu menjadi tumpul? Sang kepala suku kemudian memimpin anggotanya untuk terus berjalan meninggalkan suara geraman marah harimau. Ternyata di rimbunnya rerumputan, seekor  harimau menjaga 2 ekor harimau kecil, anaknya. Dengan perginya para pemburu maka harimau merasa tidak terancam lagi.

Cerita tersebut menggambarkan bahwa keberanian bukan datang karena  apa yang kita miliki. Keberanian bukan berarti tidak memiliki ketakutan. Keberanian artinya mampu menghadapi ketakutannya hingga selesai. Pada akhirnya jika kita hanya berdiam dalam ketakutan, maka selamanya kita akan terjebak dalam ketakutan kita. Namun bila kita terus melangkah, menghadapi ketakutan dan kekhawatiran kita, jalan keluar pasti akan ditemukan.

Nelayan dan Pebisnis

Pada suatu ketika ada seorang Investor besar dari Perancis yang sedang berlibur ke sebuah pedesaan nan asri di Negara Spanyol. Ketika sedang menikmati indahnya danau yang tenang di sana, si investor melihat seorang nelayan yang sedang memancing. Karena penasaran, si investor ini mendekatinya dan memperhatikan ada beberapa ekor ikan ada di perahu sang nelayan. Maka terjadilah perbincangan singkat antara si investor dengan nelayan :

Investor   :   “Berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk menangkap ikan sebanyak itu?”

Nelayan   :   “Tidak terlalu lama”

Investor   :   “Mengapa kamu tidak meluangkan waktu lebih banyak untuk mendapatkan ikan yang lebih banyak lagi?”

Nelayan   :   “Jumlah ini sudah lebih dari cukup untuk keluarga saya.”

Investor   :   “Lalu apa yang kamu lakukan setelah kamu menangkap ikan?  Waktu untuk mencari ikan kan hanya sebentar?”

Nelayan   :   “oh saya sangat sibuk Tuan, saya bangun tidur di siang hari, pergi memancing sebentar, lalu saya bermain dengan anak-anak saya, pergi bermesraan dengan istri saya tercinta, pergi ke bukit untuk bernyanyi bersama teman-teman saya. Pokoknya saya sudah sangat sibuk tuan.”

Investor   :  “Pak nelayan, saya adalah pebisnis dan investor besar. Mari saya beritahu bagaimana membuat hidup kamu lebih baik. Kamu seharusnya menghabiskan lebih banyak waktu untuk memancing ikan supaya kamu lebih banyak mendapatkan ikan. Ketika kamu bisa memperoleh lebih banyak ikan, maka kamu bisa mengganti perahumu dengan perahu yang lebih besar, lalu kamu bisa membeli beberapa perahu lagi dan membayar beberapa karyawan untuk bekerja bagi kamu  supaya kamu bisa mendapatkan ikan yang jauh lebih banyak lagi. Lalu kamu akan semakin kaya, dan kamu bisa beli rumah yang jauh lebih bagus, lebih mewah dan lebih besar di desa ini. Bahkan kamu bisa pindah dari desa ini ke kota-kota lainnya yang terindah di dunia ini. Kamu akan mendirikan perusahaan besar dan kamu tidak akan miskin lagi.”

Nelayan   : “Lalu berapa lama saya bisa mencapai itu semua?”

Investor   : “Paling cepat 15 tahun”

Nelayan   : “Lalu setelah itu apa?”

Investor   :  “Ketika waktunya sudah tepat, maka kamu bisa go public, menjual saham dan kamu akan menjadi milyarder”

Nelayan   : “Setelah menjadi Milyarder, lalu apa?”

Investor   :  “Yah kamu bisa senang-senang dengan anak-anak mu, bermesraan dengan istrimu dan pergi bersantai dengan teman-teman sambil bernyanyi di bukit.”

Nelayan   : “Lho, bukankah itu yang sedang saya lakukan sekarang?”

 

Manusia secara umum hidup untuk mencari kebahagiaan. Namun kebahagiaan bisa berarti berbeda bagi setiap orang. Ada yang merasa bahagia jika mencapai penghasilan dengan jumlah tertentu, bahagia jika sudah berhasil memiliki barang tertentu, bahagia jika sudah mencapai pencapaian tertentu dan lain sebagainya. Namun kebanyakan orang sebelum mencapai titik bahagia yang dimaksud di atas, dalam proses nya tidak merasa berbahagia dan merasa tertekan. Apakah hal ini salah? Tentu saja tidak ada yang salah dengan itu. Namun ada cara yang lebih nikmat ketika  dalam proses mencapai tujuan sukses anda, anda bisa berbahagia di dalam prosesnya sehingga ketika anda mencapai tujuan anda, maka anda akan jauh lebih berbahagia.

Jika anda belum mencapai sukses anda, anda dapat berbahagia saat ini juga, yaitu dengan mensyukuri apa yang telah anda miliki saat ini. Anda memiliki badan yang sehat, anda memiliki keluarga yang baik, anda memiliki pekerjaan yang layak, anda memiliki tempat tinggal yang layak, itu adalah hal-hal yang patut di syukuri dan anda akan berbahagia jika anda menyadari itu. Lalu tetap fokus dengan goal anda dan tetaplah mengejar goal anda dengan perasaan bahagia, di akhir setiap hari, berdoalah dan mengucap syukur pada Tuhan bahwa anda telah dikaruniai begitu banyak hal.

Stay Happy and Pursue Your Success

Semoga Bermanfaat, Salam Semangat