Jalan untuk Sukses adalah dengan Membantu orang lain Sukses

Membantu orang lain adalah sebuah bentuk kebajikan yang selalu diajarkan oleh orang tua kita. Seperti, aturan untuk berbagi dengan teman saat kita mempunyai makanan atau mau meminjamkan mainan untuk teman kita yang lain dan bermain bersama-sama. Ajaran itu berkembang seiring kita dewasa. Bagi anak muda yang menaiki jasa angkut kereta dianjurkan untuk memberikan porsi kursi mereka bagi yang lanjut usia atau ibu hamil. Intinya, kita selalu diajarkan untuk membantu orang lain.

Walaupun tujuan membantu orang lain bukan merupakan jasa balas budi yang bisa kita tuntut di kemudian hari, membantu orang lain bisa membuat kita sukses. Kita tidak membicarakan tentang seorang tukang becak yang mau memberikan tumpangan gratis dan ternyata penumpangnya adalah seorang miliuner yang kemudian mewariskan hartanya, sehingga tukang becak menjadi kaya mendadak. Hal itu mungkin nyata terjadi, tapi kesempatannya mungkin hanya 1 berbanding 1 juta kali.

Pernahkah kita membantu seseorang, lalu merasakan kepuasan setelahnya? Hal itu terjadi karena sebagai makhluk sosial, kita memiliki kebutuhan untuk mengikat diri secara emosional dengan orang lain. Maka, perilaku-perilaku yang berhubungan dengan ikatan terhadap orang lainnya itu menimbulkan kepuasan, karena sebenarnya kita tengah memenuhi kebutuhan sosial itu.

Menjalani kehidupan dengan kepuasan tentu membuat kita lebih optimis dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Termasuk pula dalam menjalani bisnis. Memulai hari dengan perasaan baik akan membuat kita juga akan lebih fokus dan berpikir lebih jernih saat menyelesaikan tugas-tugas dalam bisnis. Ini jelas membantu kita untuk mencapai kesuksesan pribadi.

Sementara itu, saat membantu orang lain menapaki jalannya untuk sukses, kita juga menambah pengalaman-pengalaman dalam berbisnis. Secara tidak langsung, kita terlibat dalam permasalahan orang yang kita bantu dan kita juga membantu mencari solusinya. Artinya, itu adalah pelatihan gratis untuk kita sendiri, yang nantinya dapat diterapkan dalam bisnis kita sendiri.

Dalam melakukan kebaikan, kita juga tentunya akan mendapat balasan. Mungkin balasan itu tidak secara langsung diberikan oleh orang yang ditolong, tetapi bisa datang dari sumber lain. Bisa jadi dari orang yang mendengar atau mengamati bagaimana kita menunjukkan performa kita saat membantu orang lain dalam memecahkan persoalan dalam bisnis, sehingga ia tertarik untuk mengenal kita lebih jauh dan bahkan mengajak untuk bekerja sama.

Jadi, jangan pernah ragu untuk membantu sesama kita dalam menjalankan bisnis atau dalam masalah kehidupan lainnya. Walaupun tidak memperoleh balasan secara langsung, kita masih dapat menemukan kepuasan dan pengalaman-pengalaman lewat membantu orang lain.

Tips Membangun Sistem Dalam Bisnis

Bisnis tanpa sistem bagai negara tanpa undang-undang. Betapa tidak? Sistem merupakan pengaturan dalam alur bisnis yang dapat membantu bisnis berjalan dengan lancar. Apalagi kalau bisnis tengah berkembang dengan staf-staf yang semakin banyak jumlahnya. Maka, sistem akan membantu untuk menjalankan komando dan koordinasi pada masing-masing staf yang ada dalam bagian bisnis.

Apa yang terjadi kalau bisnis tidak dilengkapi dengan sistem yang baik? Bersiap-siaplah alur kerja jadi kacau dan ketidakpuasan staf yang terlibat akan semakin tinggi karena ketidakjelasan peran dan kemana mereka harus berkoordinasi setiap kali ada masalah. Miskomunikasi dan miskoordinasi akan membuat penyelesaian masalah tertunda dan jadi berlarut-larut.

Membangun sistem bisa dibilang seperti pepatah ‘berakit-rakit ke haluan, berenang-renang ke tepian.’ Sulit dan merepotkan pada awalnya, tapi begitu sistem terbentuk, alur kerja juga akan berjalan dengan sendirinya. Berikut tips-tips membangun sistem yang bisa berguna :

  1. Menetapkan visi dan misi

Setiap bisnis seharusnya punya visi. Misalkan, visi dalam bisnis makanan adalah menjadi pelopor dalam makanan bernutrisi. Atau portal berita mungkin memiliki visi untuk menjadi penyedia informasi yang cepat dan akurat, dan seterusnya. Upaya mencapai visi dilakukan melalui misi, yaitu cara yang harus dilakukan untuk mencapai visi yang kita punya. Selanjutnya, kita akan mudah mem-breakdown sistem yang diinginkan dengan berpedoman pada visi bisnis kita.

  1. Menganalisa kebutuhan organisasi bisnis

Setiap organisasi atau industri mempunyai kebutuhan yang berbeda. Tidak heran struktur juga bisa berbeda-beda, begitu pula dengan departemen-departemen yang diperlukan untuk menjalankan perusahaan. Sistem dalam bisnis kita ini tentunya harus bersinergi dengan kebutuhan organisasi, supaya tujuan kita dalam bisnis tercapai.

  1. Menggunakan strategi pembentukan sistem

Membangun sistem juga membutuhkan strateginya sendiri. Banyak teori-teori untuk ini yang dapat kita manfaatkan. Sebagai contoh, business model generation, yaitu salah satu alat untuk mempermudah kita untuk memahami alur kerja bisnis dan memahami konsumen. Teori ini memiliki 9 komponen, yaitu customer segments, value proposition, channels, customer relationship, key resources, key activities, key partnership, dan cost structures. Dengan komponen ini, dibentuk business model canvas yang membantu kita membangun sistem yang kita inginkan.

  1. Diskusikan dengan staf

Jangan lupa bahwa staf atau partner kerja adalah komponen penting untuk kelancaran bisnis kita. Membangun sistem artinya menyesuaikan kebutuhan kita dengan mereka dalam hal menjalankan bisnis. Diskusi ini tidak perlu dilakukan secara langsung untuk membentuk sistem, tapi kita bisa mendiskusikan kebutuhan-kebutuhan dan pendapat para staf sebagai permulaannya.

 

Tips Memilih Bisnis yang Tepat dan Waktu yang Tepat.

Membangun bisnis tidak bisa dilakukan sembarangan karena risiko dalam menjalani bisnis cukup besar, apalagi kalau bisnis yang membutuhkan modal besar. Semakin besar juga usaha yang harus dilakukan agar modal tidak hangus begitu saja.

Tips-tips memilih bisnis yang tepat dan waktu yang tepat untuk memulai bisnis berikut ini bisa jadi bahan pertimbangan, terutama bagi kita yang kiranya ingin memulai bisnis. Jangan terlalu terburu-buru, karena bisnis butuh perhitungan yang cermat, tetapi jangan pula terlalu ragu. Kadang, pertimbangan yang paling baik adalah berupa tindakan nyata.

  1. Survey tren pasar yang tengah berlangsung

Kita tidak perlu mengikuti tren pasar begitu saja. Namun, hal ini harus jadi pertimbangan. Pada waktu kita mau memulai bisnis, tren seperti apa yang tengah berlangsung? Lalu, apa solusi bagi tren ini, apakah membutuhkan napas segar yang baru ataukah sekadar memberikan sentuhan unik bagi bisnis yang sejenis? Tentu saja, hal ini harus dilakukan setelah kita melakukan survey dan observasi pada kebutuhan pasar yang kita targetkan.

  1. Bidang usaha sesuai passion

Akan jauh lebih efisien saat kita menjalankan bisnis yang sesuai dengan passion kita. Setidaknya, kita sudah mengetahui apa yang harus kita lakukan. Walaupun begitu, tetap tidak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan dalam menekuni bidang usaha adalah dengan mempelajarinya baik-baik dan memilih bidang usaha sesuai dengan passion yang kita punya artinya kita akan lebih senang saat mempelajarinya.

  1. Pemilihan waktu memulai bisnis

Memilih waktu yang tepat untuk memulai bisnis juga merupakan salah satu pertimbangan penting. Bagaimana daya beli masyarakat akhir-akhir ini? Bagaimana dengan tren pasarnya? Kalau jawaban-jawaban tentang pasar ini sudah kita ketahui, kita bisa memulai bisnis dengan strategi lebih baik. Misal, strategi untuk mendorong daya beli masyarakat akan produk kita di tengah kesulitan ekonomi atau mempertimbangkan selera pasar, lalu beriklan dengan cara yang menarik minat, dan lain sebagainya.

  1. Waktu yang tepat untuk memulai bisnis adalah hari ini

Seperti yang telah disebut, kita memang harus mempertimbangkan beberapa hal ketika ingin memulai bisnis. Namun, bukan berarti kita harus merampungkan semua pertimbangan 100% sebelum kita mulai. Jangan pernah menunda, karena kadang penundaan itu bisa melemahkan niat kita yang semula. Jadi, waktu yang tepat untuk memulai bisnis tentu saja, hari ini juga.

 

 

Strategi Mengelola Keuangan yang Sehat

Keuangan bisa dibilang masalah paling pelik dalam kehidupan manusia. Banyak orang bersitegang hanya karena sebuah kata yang sederhana ini. Uang merupakan alat pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Maka, wajar kalau seseorang memiliki kondisi keuangan yang kurang memadai, kehidupannya akan diwarnai dengan kecemasan. Terutama, di kota besar, dimana segalanya dihargai dengan uang dan komersialisasi merajalela di segala bidang kehidupan, bahkan yang pokok sekalipun.

Oleh karena itu, kita perlu mengelola keuangan dengan baik agar kondisi finansial kita terjaga dan kita bisa tidur tenang di malam hari. Berikut beberapa strategi untuk mengatur kelola uang.

  1. Pembagian fungsi uang

Agar tidak terjadi overbudgeting atau pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan, maka ada baiknya uang yang kita dapatkan dibagi terlebih dahulu sebelum benar-benar digunakan. Misalnya, kita dapat membagi uang kita 50% untuk belanja kebutuhan sehari-hari, 30% untuk investasi, dan sisanya untuk tabungan. Setelah itu, tetapkan hati untuk tidak mengganggu pembagian uang tersebut.

  1. Investasi dan tabungan

Fungsi investasi dan tabungan sebenarnya sama, menjaga keuangan agar tetap stabil sekalipun ada masalah yang akan datang di masa depan. Investasi juga tidak melulu harus di pasar saham. Dengan menggunakan asuransi pun, kita sebenarnya telah menginvestasikan uang kita. Tentu saja kita harus pilih-pilih perusahaan asuransi yang tepat untuk kebutuhan kita.

Tabungan adalah hal yang wajib dimiliki siapapun. Kalau seseorang tidak suka memutarkan uangnya dalam bisnis, maka paling tepat adalah tabungan. Dengan begitu, uang kita terjaga tetap di tempatnya.

  1. Rencanakan anggaran

Sebelum mulai menggunakan uang yang telah kita dapatkan, jangan terburu-buru ingin membelanjakannya. Ada baiknya buat satu rancangan anggaran belanja, berdasarkan daftar kebutuhan kita satu bulan mendatang. Dengan begitu, kita bisa memilih kebutuhan mana yang harus diprioritaskan, sehingga tak memotong anggaran untuk belanja. Setelah sebulan berlalu, ada baiknya pengeluaran dari awal bulan dicatat, sehingga kita tahu mana belanja kita yang banyak menguras isi kantong.

  1. Disiplin

Hal ini yang terpenting daripada semuanya. Saat kita telah mencatat kebutuhan kita untuk berbelanja, fokus pada catatan tersebut dan jangan tergoda untuk mengambil produk di luar catatan kita. Begitupun dengan uang yang telah kita kelompok-kelompokan sebagai tabungan dan investasi.

 

 

Strategi Berfikir Kreatif

Semakin ketatnya persaingan, semakin kita dituntut untuk menjadi unik dan berbeda dengan yang lainnya, kalau tidak mau kalah saing. Untuk itu, kita perlu memiliki daya pikir yang kreatif. Berpikir kreatif sendiri melibatkan pola pikir yang fleksibel, orisinil, elaboratif, asosiatif, dan banyak lagi. Namun, berpikir kreatif merupakan pola pikir yang dikembangkan, tidak terjadi begitu saja.

Mungkin kita kadang merasa kita mengeluarkan ide kreatif secara tiba-tiba, tapi sebenarnya proses terbentuknya ide itu tidak sebegitu mendadak. Hal ini terjadi karena adanya pikiran bawah sadar yang merekam ingatan yang mungkin tidak begitu penting, tetapi dapat muncul akibat dorongan kuat. Misalnya, kita menemukan sebuah ide desain gambar yang tidak terpikirkan sebelumnya oleh kita, bisa saja gambar itu pernah kita secara sekilas. Karena merasa tidak penting, ingatan itu begitu saja ditekan ke pikiran bawah sadar.

Yang perlu dipahami adalah berpikir kreatif juga memiliki beberapa tahap. Yang pertama adalah tahap persiapan, yang berarti mengumpulkan berbagai ilmu dasar, seperti dari pelatihan atau pengalaman kerja, dan lain-lain. Dengan berbekal ilmu yang telah kita himpun untuk memecahkan masalah, kita perlu mengadakan penyelidikan (tahap investigation) tentang satu masalah yang terjadi. Tahap yang selanjutnya adalah melakukan transformasi (tahap transformation) terhadap masalah, yang dimaksudkan untuk melihat persamaan atau hubungan dari setiap peristiwa (convergent thinking) dan perbedaan dari masing-masing kejadian (divergent thinking) dengan cara mengevaluasi peristiwa tersebut.

Selanjutnya, kita dapat membiarkan pikiran bawah sadar bekerja untuk merenungkan informasi-informasi yang sudah dikumpulkan (tahap incubation). Perenungan ini nantinya akan memunculkan penerangan berupa ide-ide kreatif dan inovatif (tahap illumination). Ide-ide ini tentu perlu divalidasi apakah menjadi ide yang dapat diimplementasi pada masalah kita (tahap verification), lalu setelah ide tersebut terbukti efektif, maka kita tinggal menerapkannya pada masalah kita (tahap implementation).

Setelah mengetahui tahap-tahap ini, kita bisa mencoba mengasah diri untuk menelurkan ide-ide kreatif mengikuti tahap-tahap di atas. Tentu saja, kita dapat menerapkan strategi-strategi sebagai brainstorming untuk ide-ide kreatif yang dihasilkan. Misalkan, strategi Six Thinking Hats dari Edward de Bono, untuk mengasah cara berpikir yang membuat kita lebih mudah untuk mencari alternatif-alternatif ide baru dengan pola pikir yang berbeda-beda.

Belajar Berpikir ala Edward de Bono

Edward de Bono, psikolog kelahiran Malta, merupakan tokoh yang mencetuskan istilah lateral thinking (berpikir lateral).  Kalau dijelaskan dengan sederhana, berpikir lateral adalah cara berpikir yang berbeda daripada kebanyakan, tidak terikat pada kebiasaan atau hal-hal yang lumrah. Berpikir lateral ini tidak hanya dapat memperluas wawasan terhadap kemungkinan-kemungkinan baru, tetapi juga membuat kita mampu mempertimbangkan banyak alternatif pemecahan masalah.

Berpikir secara lateral ini juga sangat penting bagi pelaku bisnis. Perkembangan zaman juga menimbulkan perkembangan pola pikir yang kritis pada konsumen sehingga pelaku bisnis selalu perlu mengembangkan produk. Apalagi dengan adanya peningkatan pada kompetisi antar pelaku bisnis, semakin penting pula imajinasi bermain untuk menghasilkan produk yang unik, yang berbeda, tapi tetap menarik minat konsumen.

Dalam teori berpikir lateral ini, Bono mengemukakan teori “Six Thinking Hats” yang terdiri dari;

(1) topi putih, yang netral dan objektif. Kita tidak memberikan interpretasi atau opini, hanya informasi yang bersifat faktual;

(2) topi merah sebagai lambang perasaan, dimana kita berpikir dengan melibatkan emosi dan perasaan kita, seperti takut, sedih, marah, dan lain-lain;

(3) topi hitam untuk peringatan, yang mengajak kita untuk berhati-hati dalam menganalisa dan mengkritisi segala hal dari sisi negatif atau risikonya;

(4) topi kuning sebagai lambang cahaya dan optimisme, yang berlawanan dengan tipe topi hitam, dimana kita menganalisa masalah dari sisi yang positif, tanpa keluar dari batas faktual;

(5) topi hijau, yang menunjukkan energi, pertumbuhan, dan produktivitas; pola pikir yang mengajak kita pada ide-ide baru dan perubahan, solusi pada setiap risiko dari hasil pemikiran topi hitam;

(6) topi biru yang mempunyai warna angkasa sebagai lambang di atas segala-galanya, yaitu kontrol yang mengandung kesimpulan, keputusan, serta rencana dan langkah-langkah selanjutnya.

Topi ini merupakan lambang dari pola berpikir kita sehari-hari. Mungkin kita tidak bisa mencapai keenam sifat topi itu, tetapi kita bisa belajar untuk mengasah salah satu kemampuan pola pikir beberapa topi tersebut. Tentu saja tidak hanya satu tipe, agar kita dapat memiliki banyak alternatif cara berpikir.

Untuk mempelajari ini, ada beberapa latihan berupa teka-teki yang harus dipecahkan. Bisa berupa gambar, bisa juga berupa kisah misteri yang harus diungkap sendiri jawabannya. Kita juga bisa memilih tipe topi apa yang ingin diasah dengan cara pemecahan dengan kriteria yang kita inginkan. Apakah kita ingin netral seperti topi putih? Ataukah kita ingin melihat risiko-risiko dari setiap masalah? Menggabungkan tipe berpikir ini tentunya akan membantu dalam menemukan alternatif pemecahan masalah yang lebih baik.

 

Membedakan Arti Gagal dan Belajar

Gagal itu menyebalkan. Tidak ada orang yang berniat untuk gagal saat memulai sesuatu. Kegagalan itu datang begitu saja, kadang karena keadaan yang tidak kondusif, kadang pula karena pengambilan keputusan yang salah. Apapun itu, usaha kita tidak membuahkan hasil, walaupun kita merasa sudah banting tulang untuk mencapai target kita.

Sebagian orang menyerah dan mencoba mencari cara lain. Beberapa mencari kesempatan di tempat lain, beberapa hanya sekadar melarikan diri dari kegagalan mereka. Mudah terlihat perbedaan antara kedua orang dengan motif yang berbeda ini. Orang yang memang melihat kesempatannya di tempat lain tidak ragu-ragu dalam memanfaatkan kesempatan tersebut dan memulai usahanya di tempat yang lain dengan keyakinan besar. Sementara, orang yang melarikan diri akan mengambil kesempatan yang ada setengah hati, sementara bagian lain dari dirinya tidak mampu merelakan usaha lamanya yang mengalami kegagalan.

Walaupun keduanya mengambil kesempatan baru, persepsi ini akan mengubah sikap mereka terhadap kesempatan yang ada. Orang yang mampu melihat kesempatan akan berjuang lebih keras, sementara yang melarikan diri akan melihat kesempatan sebagai masalah yang lebih besar. Akibatnya, perasaan negatif terus tumbuh dan mempengaruhi semangat dalam bekerja.

Kegagalan yang sesungguhnya adalah pada saat kita berhenti belajar. Walaupun banyak orang yang menyatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik, tetapi tetap tergantung murid mereka apakah mau mengambil pelajaran dari pengalaman itu. Walaupun pola pikir dapat mempengaruhi cara kita menginternalisasi atau menyerap pengalaman di depan mata, hal ini juga mampu mengubah pola pikir kita, walaupun tidak dalam jangka waktu yang pendek.

Belajar artinya menyerap pengetahuan di sekitar kita sehingga kita dapat menerapkannya dalam keseharian. Salah satu sarana belajar yang paling efektif adalah kegagalan. Kita gagal karena sesuatu. Apakah itu pengambilan keputusan yang salah atau perencanaan yang tidak tepat. Apapun itu, kegagalan membawa pengetahuan tentang keputusan yang salah, apakah tentang produk atau tentang konsumen dari produk tersebut. Kesalahan itu dapat kita evaluasi dan temukan solusi yang tepat dari masalah sebenarnya. Dengan begitu, kita tahu apa yang harus kita lakukan untuk mengantisipasi kegagalan yang tampak dari gejala-gejala situasi yang kita hadapi.

Salah satu pepatah di Amerika menyebutkan, ‘some win, some learn.’ Tidak ada yang kalah dalam suatu perjuangan, yang ada hanyalah media belajar baru yang dapat mengembangkan diri kita menjadi makhluk yang lebih baik.

 

Tips Melawan Krisis Dalam Berbisnis

Krisis dan bisnis adalah dua hal yang tak terpisahkan. Bukan berarti Anda harus segera berpikiran negatif bahwa bisnis akan membawa krisis. Namun, sebagaimana hidup diibaratkan sebuah roda, begitu pula bisnis dengan naik dan turunnya. Gulung tikar tidak pernah menjadi solusi terbaik dalam bisnis. Malah, hal itu hanya menjatuhkan mental Anda selanjutnya. Tips berikut mungkin bisa membuat Anda sedikit berpikir ulang untuk menyerah pada kondisi penuh krisis.

  1. Inovasi produk dan marketing

Menjadi pebisnis harus kreatif dan terbuka pada pandangan baru. Anda tidak bisa berhenti pada satu produk atau satu metode penjualan, sebagus apapun menurut Anda. Inovasi ini bisa mengikuti tren pasar yang tengah berkembang, tetapi tetap memberikan sentuhan unik dan sesuai dengan karakter pada bisnis yang tengah dibangun. Begitupun dengan metode pemasaran. Anda bisa melakukan promo atau iklan yang unik dan menarik yang membuat konsumen penasaran dengan produk Anda.

  1. Berkomunikasi dengan semua lapisan bisnis

Bisnis sekecil apapun biasanya mempunyai struktur organisasi dengan divisi yang memiliki peran berbeda-beda. Untuk mengatasi krisis, komunikasi dengan seluruh lapisan dalam struktur bisnis ini perlu dilakukan. Tidak hanya untuk mencari solusi dan identifikasi hambatan pada masing-masing bagian, tetapi juga untuk secara terbuka memberikan pemahaman pada setiap lapisan tentang kondisi perusahaan. Sekaligus, Anda dapat menunjukkan keyakinan Anda bahwa krisis akan lewat sehingga menjadi dorongan untuk seluruh divisi pada bisnis Anda.

  1. Fokus pada produksi utama

Produk apa yang tengah diminati atau yang telah mendapat kepercayaan masyarakat? Saat Anda mengalami krisis, Anda harus benar-benar melihat grafik penjualan perusahaan dan menyesuaikan dengan kondisi pasar, produk yang mana yang harus diprioritaskan. Gunanya adalah untuk mengefisiensi dana yang harus dikeluarkan karena produksi apapun tentunya akan membutuhkan dana. Dengan begitu, prinsip ekonomi dapat tercapai, yaitu menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya.

  1. Menggandeng mitra usaha

Anda dapat mencari sponsor baru atau sponsor pendukung untuk bisnis Anda. Atau Anda dapat bekerja sama dengan mitra usaha yang dapat mendukung kemajuan bisnis Anda. Misalkan, Anda adalah penerbit buku, tentunya Anda dapat bekerja sama dengan agen-agen penjual yang dapat memasarkan buku Anda dengan lebih efektif.

  1. Keyakinan bahwa krisis akan berlalu

Sekali lagi, the last but not the least, keyakinan memegang peranan besar dalam mempertahankan bisnis sebesar apapun krisis yang dihadapi. Dengan keyakinan, Anda akan terus mempunyai motivasi untuk mencari solusi dan memang krisis pasti berakhir, tetapi hanya Anda yang dapat memutuskan ke arah mana krisis tersebut berlalu.

Lebih Bijak Dalam Berbicara

Dalam pikiran dan perasaan yang pasti ada sesuatu yang harus diungkapkan. Hal ini biasanya kita ungkapkan dengan rangkaian kata yang membentuk kalimat. Sebaiknya sebagai manusia yang bijak kita menggunakan kalimat yang baik. Dengan begitu kita tidak akan menimbulkan penyakit hati pada orang lain.

Sebab jika kita menyakiti orang lain dengan perkataan kita maka itu bisa menjadi menambah daftar dosa. Oleh karena itu hindarilah melakukan hal tersebut. Anda pun akan lebih senang untuk dipuji dibandingkan dicaci bukan? Begitu juga dengan orang lain. Mereka akan lebih senang dengan kalimat positif dibandingkan sebaliknya.

Perlu diketahui juga kata yang kasar dan tidak manis lebih sulit untuk hilang. Kritikan pedas pun juga demikian bahkan memiliki kecenderungan berbekas dan terkenang. Hal ini karena otak kita lebih mudah memikirkan hal yang negatif pada diri. Berdasarkan penilitian yang dilakukan oleh dr John Cacioppo menyebutkan bahwa kalimat yang bersifat tidak positif memberikan impact yang besar kepada otak.

Dampak yang dirasakan disebut dengan negatif bias sebab memang lebih mudah diingat dibandingkan dengan nasihat atau pujian. Menghindari kata yang negatif juga menjadi hal yang wajib dilakukan oleh para orang tua. Sebab dampak yang ditimbulkan dari hal tersebut sangatlah tidak baik. Contoh kalimat negatif yang tidak baik : Kamu pemalas sekali, kamu bodoh, dan lainnya.

Perlu diingat bahwa kalimat tersebut akan sangat berbekas. Bahkan parahnya hal ini bisa menjadi sugesti yang tidak baik dalam alam bawah sadar. Meskipun sebenarnya tidak berniat buruk namun kata ini bisa mereka percaya sebagai sifat anak yang sebenarnya. Otak akan cenderung mengingat dan percaya akan hal tersebut sebab itu yang mengatakan adalah orang tuanya. Alhasil dia bisa jadi orang yang malas dan bodoh seperti yang dikatakan orang tuanya sebelumnya.

Memang hal yang terbaik adalah selalu menjaga lisan. Sebab lisan adalah pedang bermata dua yang bisa berakibat baik maupun mengakibatkan hal yang buruk. Mulai sekarang rubahlah cara Anda berkata dengan yang baik-baik saja.

 

Kumpulan Quote Yang Mampu Memotivasi Diri

Motivasi SemangatMotivasi bisa timbul dari dalam dan dari luar diri seseorang. Motivasi yang datang dari luar biasanya karena faktor lingkungan, teman, kerabat, saudara atau mengikuti kegiatan yang membangkitkan motivasi. Sedangkan matovasi dari dalam bisa berupa dari diri sendiri yaitu keinginan kuat untuk maju dan berubah menjadi lebih baik.

Menurut para ahli, motivasi terbaik adalah yang datang dari dalam diri sendiri. Biasanya muncul karena dia menginginkan sesuatu atau karena melihat sesuatu sehingga menjadi muncul motivasi dalam dirinya. Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan melihat atau membaca Qoute yang beredar di internet atau dari media online.

Berikut ini berbagai kumpulan Qoute yang dapat memotivasi diri sendiri.

1.   “Practice makes right, repetitions make perfect.”

Teori saja tidak cukup agar menjadikan anda lebih baik. Melainkan dengan melakukan atau praktik secara langsung anda akan semakin mahir dan terus menjadi sempurna.

2.   “Your future is determined by what you start today.”

Masa depan selalu dimulai dengan hal kecil yaitu hari ini. Motivasi ini bermaksud agar anda tidak menunda pekerjaan apapun dan segera memulai mengerjakannya hari ini juga.

3.   “Getting up in the morning is a sign that you can achieve the goal’s life better than yesterday.”

Motivasi bangun pagi ini bermaksud agar anda menjadikan aktivitas di pagi hari adalah hal terbaik untuk mencapai tujuan hidu agra hari ini lebih baik dari hari kemarin.

4.   “Sadness in your heart is an inhibitor of success. Avoid the prolonged grief, take heart, and take your chance as soon as possible.”

Kesedihan seseorang hanya akan menghambat kesuksesan saja, untuk itu andaharus segera menghindari kesedihan yang berlarut-larut dan mulailah bersemangat dengan tindakan positif.

5.   “If opportunity does not come to you, then create it.”

Qoute ini mengajarkan kita untuk terus berusaha, meski kesempatan tidak datang maka kita harus segera menciptakannya.

Demikianlah berbagai kumpulan qoute yang bisa memotivasi diri kita. Masih banyak sekali qoute yang bisa anda jadikan pedoman untuk terus bersemangat dalam menjalani hari dan memanfaatkannya sebagai penyemangat ketika sedang bad mood.