Nasib Seekor Burung

Suatu ketika ada seorang pemuda yang sangat cerdas ingin menguji kepintaran dari seorang guru yang bijaksana. Sambil menggenggam tangan nya, sang pemuda bertanya pada sang guru bijak,

“Wahai Pak Tua, di tangan saya ini ada seekor burung, silakan anda terka, apakah burung di tangan saya ini dalam keadaan hidup atau dalam keadaan mati?”

Sang Guru sangat memahami bahwa pemuda ini berniat untuk menguji kemampuannya. Dengan penuh kebijaksanaan sang guru menjawab, “Hidup matinya burung itu sekarang ada di tangan anda, jadi tergantung apa yang anda rencanakan terhadap burung itu.”

Sang pemuda menjawab dengan penuh kekesalan “Lho pak, saya kan bertanya apa burung ini dalam keadaan hidup atau mati, mengapa jawaban anda demikian? Seharusnya sebagai orang yang bijak, anda dapat mengetahui dengan pasti apa jawabannya.”

Dengan sabar dan tanpa mengurangi kebijaksanaanya, sang Guru menjawab, “Ya benar, saat ini nasib burung itu ada ditanganmu, jika saya menjawab mati, maka kau akan melepaskan burung itu terbang ke udara, jika saya jawab hidup, maka kau akan meremas burung tersebut hingga mati. Jadi nasib burung itu ada di tanganmu.

Begitu pula dengan nasib dan kesuksesan kita. Berhasil atau tidaknya hidup kita sejatinya bukan ditentukan oleh orang lain, bukan ditentukan oleh siapa atasan kita, siapa keluarga kita, siapa presiden Negara kita, atau apapun. Kita sendirilah yang berhak menentukan nasib kita. Tidak peduli kita dilahirkan dari keluarga yang kurang mampu, kita tetap berhak untuk sukses dan menjadi kaya. Tidak peduli siapa Presiden kita saat ini, kita tetap harus berupaya bekerja keras, setiap hari guna mencukupi kebutuhan kita sehari-hari.  Kita tidak bisa menyalahkan Presiden kita jika ada kenaikan harga BBM, karena di setiap pemerintahan Presiden manapun, selalu ada kenaikan harga BBM dan kebutuhan lainnya. Jadi nasib dan kesuksesan anda ada di tangan kita sendiri yang mau memperjuangkannya.

Lalu bagaimana dengan Tuhan, apakah kalau begitu tidak perlu berdoa pada Tuhan untuk mencapai kesuksesan dalam hidup ini? Tentu saja salah besar jika kita menjawab tidak perlu berdoa pada Tuhan. Dalam sebuah firman, sering kita mendengar bahwa “Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika kaum tersebut tidak berniat untuk merubahnya.”  Artinya Tuhan memberikan keluasan rejeki yang begitu melimpah bagi setiap umatNYA yang mau berusaha memperbesar rejeki yang di dapatnya dengan cara yang halal. Tuhan tidak pernah mentakdirkan manusia untuk menuai celaka, karena Tuhan adalah maha cinta dan maha kasih.

Mari tentukan nasib anda saat ini juga, dan berdoa kepada Tuhan uagar bisa diberikan petunjuk, kekuatan dan kemudahan maka kesuksesan akan semakin dekat dengan kita.

 

Semoga bermanfaat. Salam semangat.

Jawaban Doa Anda

Pada suatu ketika, terjadilah sebuah banjir besar di sebuah desa. Semua warganya berlarian dengan panic, menyelamatkan diri dan keluarganya keluar dari desa secepat mungkin. Diantara semua warga desa yang sedang panik dan pergi meninggalkan desa tersebut, ada satu orang yang sangat religius dan yakin dan percaya bahwa Tuhan akan datang untuk menyelamatkannya.

Orang ini terus berdoa memohon agar Tuhan datang untuk menyelamatkannya. Ketika air sudah makin tinggi, datang lah sebuah mobil tentara menerobos banjir untuk menjemputnya. Sang tentara berkata “Ayo pak naik ke mobil kami, banjir sudah mulai tinggi.” Namun dia menolak dan menjawab, “Tidak usah, saya yakin bahwa Tuhan sendiri akan menolong saya”.

Banjir tersebut terus saja meninggi, sampai orang ini harus naik sampai lantai dua untuk menyelamatkan diri agar tidak hanyut oleh banjir. Dia terus berdoa mohon agar Tuhan menyelamatkannya. Lalu datanglah tentara dengan perahu karet, mendekati orang itu dan berkata “Ayo pak, naik ke perahu kami, mari tinggalkan tempat ini.” Namun sekali lagi dia menolak dengan yakin  dan berkata, :“Tidak perlu pak, saya yakin bahwa Tuhan akan menolong saya.

Banjir terus saja meninggi hingga akhirnya seluruh rumah di desa itu tenggelam dan orang ini sudah tidak bisa berdiri lagi, akhirnya datang sebuah helikopter penyelamat dan mengulurkan tali padanya “Ayo pak ambil tali itu dan selamatkan diri anda” Namun dia tetap menolak, katanya, “Tidak usah pak, saya yakin sekali bahwa Tuhan akan menyelamatkan saya”.

Akhirnya tenggelamlah orang tersebut dan meninggal dalam banjir besar tersebut.  Ketika suatu saat orang ini berkesempatan bertemu dengan Sang Pencipta, orang ini bertanya “Tuhan, saya menaruh iman yang kuat terhadap Engkau, dan saya sangat yakin bahwa Engkau akan menolong saya. Namun kenapa Engkau meninggalkan saya?” Lalu Tuhan menjawab, “Aku tidak pernah meninggalkanmu, Menurutmu siapa yang mengirimkan Mobil, Perahu dan Helikopter untuk menjemputmu?

 

Banyak orang berdoa memohon kesempatan untuk merubah hidupnya, namun sering tidak menyadari bahwa Tuhan mengirimkan jawaban doa anda melalui orang lain. Sebuah pemikiran yang sulit terjadi apabila dalam bayangan orang, bahwa Tuhan akan menampakkan wujud Nya, datang kepada anda dan menolong anda keluar dari kesulitan hidup yang Anda alami secara langsung.

Tuhan senantiasa mengirimkan pertolongannya melalui orang lain, melalui orang-orang yang dipilihNya. Yang perlu anda lakukan adalah melihat kesempatan yang ada sebagai wujud pertolongan dari Tuhan. Mungkin tidak sesuai dengan bayangan Anda, namun itulah cara Tuhan bekerja menolong umatNya yang beriman kepadanya. Maka benarlah pepatah bahwa “Silahturami Memperpanjang Rejeki”. Semakin banyak anda menjalin silaturahmi dan hubungan baik dengan orang lain, meningkatkan kemungkinan pertolongan Tuhan datang melalui lebih banyak orang. Janganlah memandang remeh orang yang saat ini keadaannya di bawah anda, karena bisa jadi orang itulah yang nantinya akan diutus Tuhan menolong anda. Berlakulah baik terhadap semua orang yang anda temui karena bisa jadi Tuhan akan memakai mereka untuk memuliakan Anda di masa depan.

Jika anda berdoa memohon supaya badan menjadi langsing, mungkin anda akan dipertemukan dengan orang-orang yang sudah mencapai kondisi itu dan Tuhan ingin agar anda belajar padanya agar anda juga menjadi langsing.

Jika anda berdoa pada Tuhan anda ingin menjadi orang yang memiliki finansial yang baik, bisa jadi Tuhan akan mempertemukan anda dengan mereka yang memiliki Finansial baik, atau ada orang yang memberikan pelatihan mengelola Finansial yang baik, atau pelatihan bagaimana membuat penghasilan anda meningkat dengan sangat besar.

Mari buka mata hati, lihat sekeliling anda, bisa jadi jawaban doa selama ini sudah Tuhan sediakan di sekitar anda. Berdoalah kepada Tuhan supaya diberikan kekuatan dan kemantapan hati untuk menjadi lebih baik. Berdoa saja tidak cukup, anda harus berusaha untuk mencapainya. Berusaha saja tidak cukup, anda harus berdoa supaya anda diberikan kekuatan untuk senantiasa berjalan.

Dan Jauh lebih baik dan luar biasa jika anda juga Menjadi Jawaban bagi doa anda dan doa Banyak Orang lain.

Salam Semangat

 

TIPS MENJAGA KEKOMPAKAN TEAM

Tahukah anda siapa penemu bohlam lampu? Berapa orang penemu bohlam lampu? Mungkin yang anda sering dengar penemu bohlam lampu hanya 1 orang, yaitu Tomas Alfa Edison. Tapi ternyata Edison menemukan bohlam lampu tidak sendiri, Edison memiliki 21 orang team.

Hari ini dalam mencapai goal, dibutuhkan super team bukan sekedar super man. Namun untuk menjaga kekompakan sebuah team untuk mencapai visi misi bersama ternyata adalah sebuah seni tersendiri. Berikut adalah beberapa tips dalam menjaga kekompakan team.

Visi Misi & Tujuan jelas

Sebuah team tanpa visi misi dan tujuan yang jelas, ibarat gurita yang memiliki tentakel  yang bergerak kearah yang berbeda. Hasilnya tentu tidak akan kemana-mana, malah yang terjadi tentakelnya saling terbelit. Tanpa visi misi dan tujuan yang jelas, setiap anggota team tidak memiliki panduan tujuan yang akan dicapai. Team building membutuhkan kerjasama, namun kerjasama bukan berarti bekerja bersama, namun dengan tujuan masing-masing. Kerjasama adalah bekerja bersama-sama saling berkait untuk mencapai tujuan bersama. Untuk itu tetapkan tujuan visi misi dan tujuan yang menjadi pegangan sebuah team.

Kontrol Emosi

Dalam menjaga kekompakan penting sekali untuk meredam emosi. Apalagi ketika menghadapi tantangan. Dengan emosi yang salah seringkali keputusan yang diambil juga salah. Salah satu strategi menjaga emosi saat menghadapi masalah adalah dengan mengubah fokus. Salah satu caranya dengan mengganti pertanyaan kita. Sebagai contoh jika menghadapi masalah kita bertanya, “Mengapa hal ini terjadi?”. Salah pertanyaan tentu saja salah jawaban.  Pertanyaan yang fokus masalah membuat kita semakin emosi. Sebaiknya ganti pertanyaan kita menjadi fokus solusi, contohnya “Bagaimana caranya agar masalah bisa diatasi?”

Tips lainnya jika menghadapi masalah dan suasana sudah memanas, ubah suasana. Rehat sejenak akan membuat pikiran lebih jernih. Dan tidak ada salahnya menyelipkan sedikit humor  agar suasana tidak terlalu emosi.

Komunikasi

Permasalahan yang sering terjadi dalam kehidupan kita, tidak hanya dalam team building, kebanyakan disebabkan karena permasalahan komunikasi. Hal hal sepele, jika dikomunikasikan dengan cara yang tidak tepat biasanya akan menimbulkan respon yang tidak diharapkan. Penting sekali untuk memperhatikan kata-kata, intonasi dan ekspresi kita dalam berkomunikasi. Instruksi juga harus disampaikan dengan jelas dan detil, jika perlu disampaikan juga secara tertulis. Minta kepada orang yang kita berikan instruksi mengulangi instruksi, dan berikan masukan jika ada hal hal yang penting diperhatikan.

Penghargaan dan Rayakan Kesuksesan

Manusia pada dasarnya merasa lebih dihargai jika diberikan penghargaan dibandingkan dengan uang. Rayakan setiap kesuksesan yang dicapai oleh team dan hargai pencapaian personal. Dengan begitu setiap anggota team akan termotivasi dan terpacu untuk mencapai prestasi prestasi lain. Selain itu merayakan kesuksesan, sekecil apapun membuat team lebih kompak. Perayaan dan penghargaan tidak harus dengan pesta mewah, perayaan cukup disesuaikan dengan kondisi.  Yang terpenting adalah penghargaannya.

Payung Keyakinan

Alkisah, di satu desa, sudah sangat lama tidak turun hujan, sumber air mulai mengering dan penduduk mulai mengeluh. Mereka tidak bisa bercocok tanam, tidak bisa mendapatkan air dengan layak, dan kesehatan wargapun mulai terganggu

Pada suatu hari saat ibadah, para warga desa berkumpul untuk berdoa agar hujan segera turun dan bencana kekeringan ini segera berlalu. Dalam ibadah tersebut, sang pemuka agama meminta kepada seluruh jemaat nya agar mereka senantiasa berdoa, siang dan malam agar segera hujan diturunkan atas desa tersebut. Sang pemuka agama meminta kesanggupan warga desa untuk berdoa sepenuh hati dan seluruh warga desa menyanggupinya.

Pada hari ibadah berikutnya, warga desa kembali berkumpul untuk melakukan ibadah bersama di tempat yang sama. Dalam kesempatan itu sang pemuka agama bertanya kepada para warganya. “Siapa di antara anda yang telah berdoa siang dan malam untuk meminta agar hujan diturunkan atas desa kita?” Serentak semua warga berteriak dengan semangat “SAYAAAA” Lalu sang pemuka agama bertanya lagi “Siapa yang yakin bahwa Hujan akan turun?” Kembali lagi seluruh jemaat menjawab serentak “ SAYAAAA” Sang pemuka berkata “ Bohooong….. Kalau anda semua begitu yakin bahwa Hujan akan turun, kenapa Anda semua TIDAK MEMBAWA PAYUNG?”

Dalam hidup ini banyak orang yang menginginkan kesuksesan namun pada kenyataannya, mereka hanya sekedar ingin saja tanpa disertai tindakan nyata untuk mencapainya. Kesuksesan diraih bukan dari sebuah tindakan yang besar, namun kesuksesan di dapat dari sekumpulan tindakan-tindakan kecil yang konsisten dan terarah menuju tujuan yang ingin anda capai. Tindakan-tindakan kecil ini merupakan rangkaian dari jalan kesuksesan anda.sehingga tepat apabila kita mendengar pernyataan “Success is not a DESTINATION, Success is a JOURNEY”. Sukses bukan merupakan tujuan, namun merupakan perjalanan.

Tindakan apakah yang telah anda lakukan dalam perjalanan kesuksesan anda? atau adakah tindakan yang telah anda lakukan untuk mencapai sukses anda. mari mulai membangun masa depan anda dengan melakukan tindakan kecil yang nyata bagi masa depan yang anda inginkan sekarang juga.

 

Semoga bermanfaat. Salam semangat

Salesman Sandal

Tersebutlah kisah dua orang Salesman yang bekerja di sebuah pabrik Sandal. Suatu hari perusahaan sandal ini mengutus seorang salesman ke sebuah pulau terpencil yang di diami oleh suku primitif yang terkenal kanibal. Betapa kagetnya ketika pertama kali dia sampai di pulau tersebut, dia melihat semua orang disana tidak ada yang menggunakan sandal sama sekali. Tanpa berpikir panjang, sang salesman  menelepon atasannya.

SALESMAN 1 : “Lapor Bos, di pulau ini tidak ada peluang bisnis sama sekali bos. Seluruh penduduk disini tidak ada yang menggunakan sandal sebagai alas kaki. Tidak ada gunanya bos kita menjual sandal disini karena tidak akan ada pembelinya.”

BOS : Oh ya? (Tanya si bos dengan nada kecewa)

SALESMAN 1  : Betul bos, percuma kita membuka toko sandal disini, tidak akan berhasil.”

BOS : baiklah kalau begitu, kembalilah kau kesini

Melihat kekecewaan si Bos, salesman yang kedua angkat bicara

SALESMAN 2 : “Bos, bagaimana jika Anda memberikan kesempatan kepada saya sekali lagi untuk datang ke pulau tersebut dan melihat keadaan sebenarnya.

Setelah berpikir cukup lama, akhirnya sang atasan mengijinkan Salesman kedua ini untuk berangkat ke pulau tersebut. Sesampainya di sana, salesman kedua ini sama kagetnya dengan salesman pertama ketika pertama kali dia datang. Betapa kagetnya salesman kedua ketika dia mengetahui di pulau tersebut tidak ada orang yang menggunakan sandal sebagai alas kaki. Dengan segera dia melapor ke atasannya :

SALESMAN 2: “Lapor Bos, di pulau ini tidak ada yang memakai sandal sebagai alas kaki. Peluang marketnya sungguh LUAR BIASA. “  Disini tidak ada saingan, semua market disini adalah milik kita.”

Pada cerita di atas dikisahkan dua orang salesman yang menghadapi keadaan dan permasalahan yang sama. Namun yang membedakan antara kedua orang ini adalah caranya memandang suatu masalah. Mindset atau pola pikir yang berbeda akan membawa tindakan yang berbeda dan tentu saja hasil yang akan didapatkan juga berbeda.

Salesman pertama melihat bahwa ketika tidak ada orang yang menggunakan sandal, maka dia berpikir bahwa percuma menjual sandal disana. Usaha mereka akan sia-sia belaka. Namun berbeda dengan salesman kedua, ketika melihat orang disana yang tidak ada yang memakai sandal, maka dia melihat sebuah peluang bahwa dia bisa menjual sandal kepada seluruh penduduk disana dengan diselingi dengan edukasi yang baik tentang penggunaan sandal sehari-hari kepada masyarakat. Begitu masyarakat sudah teredukasi dengan baik, semua market disana menjadi milik mereka.

Dalam kehidupan ini, orang sukses dan orang yang tidak sukses memiliki permasalahan yang tidak jauh berbeda. Mereka yang sukses juga menghadapi tingginya biaya hidup, kenaikan harga BBM, kenaikan tariff listrik, naiknya harga sembako, dan segala jenis masalah yang sama. Namun yang membedakan mereka adalah cara mereka menghadapi masalah. Apa arti masalah itu buat mereka.

Orang yang sukses melihat masalah yang ada sebagai tantangan, sebagai peluang. Dia senantiasa mencari apa yang bisa dia lakukan dengan adanya masalah ini. Apa yang dia bisa lakukan membantu orang lain untuk mengatasi kesulitan.

Sebagai contoh, ketika ada kenaikan harga tariff listrik, mungkin orang ini melihat peluang bahwa ketika tariff listrik naik, maka masyarakat memerlukan alat elektronik yang hemat energy. Maka dengan menciptakan produk yang hemat listrik, dia bisa membantu banyak orang yang mempunyai masalah dengan kenaikan tariff listrik. Dengan adanya masalah, justru dia bertambah sukses.

Ubahlah cara anda memandang masalah, ubahlah cara anda memandang hidup anda. Hanya dengan mengubah cara pandang anda, hidup anda memiliki arti yang berbeda. Yang tentunya jauh lebih indah dari apa yang anda sadari. Ketahuilah bahwa hidup anda adalah hidup yang indah, apapun masalah anda yang anda miliki sekarang adalah cara Tuhan untuk meningkatkan kualitas hidup anda.  Ketika anda mampu mengatasi masalah anda, saat itulah kualitas pribadi anda meningkat.

Semoga bermanfaat. Salam Semangat

Pelayan dan Koin Emas

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang raja yang tampan, sehat, kaya raya, yang hidup dalam kemewahan istana dan segala fasilitas sebagai seorang raja pemimpin negerinya. Sebagai seorang raja, beliau sangat dihormati oleh rakyatnya. Apapun yang diinginkan sang raja, sang raja dapat memperolehnya dengan mudah hanya dengan perintah.

Namun ada suatu hal yang mengganjal di hatinya, dia merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Dia merasa bahwa hidupnya kurang menyenangkan, tidak nikmat, bahkan cenderung merasa jenuh apa yang telah ada di dalam hidupnya. Yang lebih merepotkan lagi, sang raja tidak tahu apa yang menyebabkan dirinya merasa demikian.

Suatu pagi, sang raja bangun tidur lebih pagi dari biasanya. Sang raja menyempatkan diri untuk berkeliling di sekitar istana. Ketika sedang berjalan di taman, sang raja mendengar ada seorang yang bernyanyi. Karena penasaran, sang raja mendekati asal suara nyanyian itu. Ternyata disana ada seorang pelayan istananya sedang menyanyi. Pelayan itu terlihat begitu bahagia, tanpa beban dan sangat menikmati kehidupannya. Sang raja mengetahuinya karena melihat wajah sang pelayan yang begitu cerah dan ceria.

Karena penasaran, sang raja menyuruh seorang perwira kerajaan untuk memanggil pelayan tersebut dan membawanya kepada sang raja. Ketika sang pelayan menghadap, sang raja bertanya padanya, “Kau kelihatan sangat bahagia sekali. Apa sih rahasianya?” Pelayan raja hanya menjawab dengan nada yang merendah “Tuanku, hamba hanya seorang pelayan istana dengan seorang istri dan dua orang anak yang manis. Setiap hari ketika hamba pulang ke rumah, mereka mereka menyambut hamba dengan penuh sukacita, dan bahagia. Mereka tidak mempermasalahkan tentang penghasilan hamba yang seadanya ini. Bahkan mereka selalu bersyukur akan apapun yang hamba bawa pulang ke rumah. Saya berbahagia karena keluarga sayapun bahagia.”

Sang raja merasa penasaran dengan penjelasan sang pelayan., kemudian sang raja memanggil penasihat kerajaan yang terkenal bijaksana dan pandai. Sang raja menceritakan kejadian ini dan meminta pendapat sang penasihat. Sang raja pun mengungkapkan keluh kesahnya dan masalah yang dihadapinya selama ini. Sang Raja juga menceritakan kisah  sang pelayan istana yang baru didengarnya tadi.

Sang penasihat lalu menjawab “Tuan rajaku, saya percaya bahwa pelayan tadi belum masuk ke Zona 99.” “Zona 99, apa itu ?” Tanya sang raja heran. Sang penasihat berkata bahwa untuk memahami maksud dari Zona 99, maka raja diminta untuk memasukkan 99 buah koin emas ke dalam kantong. Lalu kantung ini diletakkan di depan pintu rumah sang pelayan tersebut. Lalu sang raja memasukkan 99 koin emas yang jumlahnya tentu tidak seberapa bagi raja tersebut, lalu diletakkannya di depan rumah sang pelayan tadi.

Ketika si pelayan hendak keluar untuk berangkat bekerja, dia menemukan sebuah kantung besar di depan pintunya. Lalu ia mulai membuka isi kantung tersebut. Ketika ia menyadari bahwa yang didalam kantung itu adalah emas, maka ia berteriak kegirangan. Maka dihitungkah isi tas itu dan ternyata ada 99 koin emas di dalam kantung tersebut. Penasaran kenapa jumlahnya tidak 100, maka dia menghitung kembali seluruh koin emas yang ada dan ternyata benar hanya 99 buah. Lalu ia mencari satu buah keping emas lagi yang dipikirnya hilang ke seluruh penjuru rumah, namun ternyata tidak ada. Lalu ia bertekad untuk bekerja lebih keras lagi untuk bisa membeli satu koin emas lagi agar genaplah emas miliknya menjadi 100 koin.

Keesokan paginya dia mulai berangkat kerjanya dengan perasaan yang gusar, memikirkan satu koin emas yang hilang itu dan dia mulai bekerja lebih keras dan lebih lama dari biasanya agar bisa mendapatkan upah yang lebih besar. Jauh berbeda dari sebelumnya, sekarang dia tidak bernyanyi lagi. Wajahnya terlihat begitu serius dan murung. Hal ini terus diperhatikan oleh sang raja. Merasa heran oleh perubahan drastis sang pelayan, maka sang raja memanggil kembali penasihat dan menceritakan kejadian ini kepada sang penasihat. Kemudian sang penasihat menjawab, “Berarti pelayan itu telah memasuki zona 99.”

“Paduka Raja, Zona 99 adalah julukan yang diberikan kepada orang yang memiliki banyak hal yang baik, namun tetap tidak bisa merasa bahagia. Mereka terus bekerja keras dan lupa bahwa mereka telah memiliki kebahagiaan yang lainnya seperti keluarganya, lingkungan, kesehatan, dan harta yang telah dimilikinya. Mereka tidak mampu mensyukuri atas apa yang mereka miliki saat ini. Mereka tidak mampu merasa bahagia dengan apa yang telah begitu banyak dimilikinya. Mereka tidak mampu bersyukur atas 99 koin emas yang telah mereka punya, namun malah berfokus mengejar satu koin lagi hingga berjumlah 100 buah. Yang disayangkan di dalam usaha mengejar satu buah koin ini, mereka melupakan segala kebahagiaan yang seharusnya dia berikan kepada orang lain termasuk keluarganya sendiri. Mereka kurang tidur, kekurangan waktu untuk keluarganya, untuk lingkungan, untuk kebahagiaan mereka sendiri. Bahkan dalam mengejar satu koin ini mereka sering merugikan orang lain. Itulah yang dimaksud dengan Zona 99 Paduka Raja.”

Di dalam kehidupan ini sesungguhnya banyak dari kita telah memiliki begitu banyak hal yang semestinya kita syukuri. Mungkin saat ini kita telah menyelesaikan sekolah tinggi, mungkin kita memiliki pekerjaan yang baik, mungkin kita memiliki keluarga bahagia yang begitu mencintai kita, mungkin kita memiliki tubuh yang sehat, mungkin kita memiliki teman-teman yang baik, mungkin kita telah tinggal di rumah yang layak dan lain sebagainya. Alangkah baiknya ketika kita mampu mensyukuri 99 koin atau begitu banyak hal yang kita miliki dan tidak membiarkan 1 koin atau hal yang belum kita miliki membelenggu kita di dalam penderitaan.

Salam Semangat

 

 

Kapal dan Kapten

Suatu ketika tentang seorang kapten sebuah kapal yang sedang berlayar dalam malam yang gelap gulita dan kelam. Sang Kapten tiba-tiba memperhatikan sebuah sinar terang langsung didepannya, dan ia tahu bahwa kapalnya sedang ada dalam jalur yang akan bertabrakan dengan sinar terang tersebut. Ia menuju ke radio dan mengirimkan suatu pesan darurat, dengan menuntut kapal tersebut untuk merubah jalurnya Dua puluh derajat ke barat.

Beberapa detik kemudian, Sang kapten menerima sebuah pesan jawaban dari ujung sana. Pesan itu berkata, “Saya Tidak dapat melakukannya. Ubahlah jalur Anda sepuluh derajat ke Timur.”

Mendengar jawaban itu, sang Kapten itu menjadi sangat marah. Ia mengirimkan kembali pesan jawaban lainnya. “Aku adalah seorang kapten angkatan laut. Aku memintamu mengubah jalurmu.”

Sang kapten menerima pesan kembali beberapa detik kemudian. Pesan itu berbunyi, “Aku adalah kelasi kelas dua. Tidak dapat melakukannya. Ubahlah jalur Anda.”

Kapten itu sekarang lebih marah lagi. Ia mengirimkan sebuah pesan terakhir. Bunyinya, “Aku adalah sebuah kapal perang, dan aku tidak mau mengubah jalurku!”

Ia mendapat pesan pendek sebagai jawaban. Bunyinya, “Aku adalah sebuah mercusuar”

Dalam kehidupan kita, banyak orang yang memiliki pribadi seperti sang kapten kapal. Banyak diantara kita yang mengalami kesulitan dan masalah dalam hidup. Namun sering sekali kita tidak mau mengubah cara berpikirnya dan terus menyalahkan lingkungan sekitarnya terhadap kesulitan yang terjadi. Kesulitan dan masalah dalam hidup seringkali merupakan “mercusuar” dalam cerita diatas, jika kita tidak mengubah cara berpikir dan bertindak kita, kita akan menghantam “mercusuar” tadi sehingga hidup kita akan mengalami kesulitan yang lebih besar lagi.

Masalah dan kesulitan adalah cara Tuhan untuk “meningkatkan kemuliaan” kita sebagai manusia. Kita diminta untuk memperbarui cara berpikir dan bertindak kita, mempelajari sesuatu yang baru, bekerja dengan cara yang baru sehingga kita akan semakin bertumbuh kearah yang lebih baik. Berhentilah menyalahkan lingkungan kita dan mulailah mengubah cara kita menjalani hidup ini. Cara hidup yang terus menerus sama, akan menghasilkan hasil dan masalah yang sama.

Semoga bermanfaat. Salam Semangat

 

 

Ikan Bandeng dan Tulang

Disebuah rumah nan mungil, hiduplah seorang ibu dan seorang anak yang berumur baru 6 tahun. Mereka  mempunyai kesukaan memakan ikan bandeng goreng karena gizinya yang tinggi dan baik untuk perkembangan otak sang anak.

Ikan bandeng merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki duri halus yang tentunya sangat berbahaya bagi anak kecil untuk menelan langsung ikan tersebut. Biasanya sang ibu ketika akan memberikan makan ikan ini pada anaknya, biasanya akan si ibu akan memisahkan dulu ikan dari duri-duri halus yang ada, lalu diberikannya kepada sang anak.

Pada suatu ketika sang ibu ingin melatih sang anak untuk bisa makan daging ikan sendiri. Ketika waktunya makan, sang ibu menaruh daging ikan utuh dalam piring si anak. Sebelumnya sang ibu mengajarkan sang anak bagaimana caranya memisahkan tulang dari ikan dan membiarkan anaknya melakukannya sendiri.

Setelah sekian lamanya sang anak memisahkan daging ikan dari durinya, sang anak menyerah dan putus asa. Si anak berkata,”Ibu, aku tidak bisa bu, aku tidak bisa makan ikan ini, tulangnya terlalu banyak. Si ibu berkata pada si anak “Nak coba kamu lihat, ada lebih banyak mana, daging ikannya atau tulangnya?” Sang anak berkata “Tentu saja lebih banyak ikannya bu.” Si ibu berkata kembali “Nah, tahu tidak kamu merasa ikan ini banyak tulangnya? Itu karena kamu terlalu berfokus pada tulang, bukan pada dagingnya.”

Di dalam kehidupan ini, banyak orang yang merasa bahwa hidupnya selalu dipenuhi dengan masalah, mulai dari masalah keuangan, masalah kesehatan, masalah cinta, masalah pekerjaan, masalah keluarga, dan berbagai macam masalah lainnya. banyak juga diantara mereka yang merasa putus asa di dalam menjalani hidup ini karena merasa masalah mereka tidak ada jalan keluarnya dan ini tentu saja merenggut kebahagiaan mereka.

Di dalam kehidupan ini begitu banyak hal yang bisa disyukuri, Sama seperti ikan bandeng tadi, ketika kita selalu berfokus pada masalah yang kita miliki, maka kita akan merasa hidup ini begitu menyedihkan dan penuh penderitaan. Kita lupa dengan betapa indahnya kehidupan yang sesungguhnya telah kita miliki. Padahal ketika anda memiliki masalah keluarga, anda mestinya bersyukur bahwa anda masih memiliki keluarga. Ketika anda memiliki masalah keuangan, anda dapat bersyukur bahwa anda telah diberikan tantangan untuk lebih meningkatkan kualitas pekerjaan kita dan anda pasti mampu. Ketika anda memiliki masalah kesehatan terhadap salah satu bagian tubuh anda, anda mesti fokus pada banyaknya anggota badan lain yang masih sehat. ketika anda memiliki masalah dalam pekerjaan anda, anda harus bersyukur bahwa anda masih memiliki pekerjaan, dimana tidak semua orang memiliki pekerjaan yang baik seperti anda dan banyak orang yang sebenarnya ingin menggantikan posisi anda dalam pekerjaan anda.

Untuk bisa memiliki hidup yang bahagia, anda tidak perlu memiiliki segala hal yang sempurna. Anda hanya perlu memfokuskan perhatian anda terhadap apa hal-hal yang baik yang telah anda miliki. Ketika anda bahagia dengan hidup anda, maka anda akan melihat hidup anda adalah hal yang indah dan hidup anda adalah hidup yang penuh pengharapan dan bahagia. Berfokuslah pada hal-hal yang baik, maka anda senantiasa akan mudah mendapatkan kebaikan dalam hidup anda.

 

Salam Semangat

Sapi yang Malas

Suatu ketika ada seorang petani yang memiliki 2 ekor hewan pekerja yang menjadi pembantunya dalam mengelola ladangnya. Kedua hewan ini adalah Sapi dan Keledai. Kedua hewan ini merupakan hewan yang selalu diandalkannya untuk bekerja dari pagi sampai sore di ladangnya.

Suatu hari si sapi yang sudah bosan bekerja berkata kepada si keledai “Mari kita berpura-pura sakit hari ini supaya kita diberikan waktu istirahat yang lebih banyak”, Si keledai menjawab, “tidak mau, kita harus bekerja keras membantu tuan kita karena pekerjaan masih banyak dan waktu panen sudah dekat.” Si sapi tertawa dan berkata “coba nanti kamu lihat, apa yang saya dapatkan dengan berpura-pura sakit.”

Melihat sapi yang sedang sakit, maka si petani menjadi kasihan dan menyediakan lebih banyak jerami dan rumput agar si sapi bisa makan lebih banyak dan segera sembuh. Ketika si keledai pulang ke kandang dengan tubuh yang kotor setelah bekerja, maka si sapi tertawa lagi. Sapi lalu bertanya apakah ada yang dikatakan oleh petani tentang si sapi? Jawabnya “Tidak Ada”. Si sapi ini terus berpura-pura sakit selama dua minggu lamanya dan begitu menikmati kebebasan dan waktu santai yang di dapatnya saat ini.

Di saat waktu panen tiba, si keledai bekerja lebih keras lagi karena tidak dibantu oleh si sapi. Setelah selesai bekerja, si sapi bertanya lagi kepada keledai “apa yang dikatakan oleh petani?” Sang keledai menjawab “Sang petani memuji usaha keras saya dan memberikan hadiah untuk saya namun tadi saya melihat sang petani berbincang dengan seorang tukang jagal untuk menyembelihmu karena sudah sakit-sakitan.”

Moral dari cerita ini adalah tidak ada hadiah bagi orang yang memelihara kemalasan. Kemalasan yang menempel dalam diri seseorang akan membawa masalah ke dalam hidupnya. Orang yang malas bekerja, dia akan senantiasa berhadapan dengan masalah finansial. Orang yang malas berinovasi, maka dia akan mudah digantikan oleh orang lain, orang yang malas berusaha untuk meningkatkan kualitas dirinya, akan menemukan masalah bahwa hidupnya tidak akan berubah dengan masalah yang dihadapinya sehari-hari. Setiap hari kita dihadapkan dengan begitu banyak tantangan dan halangan di dalam usaha dan pekerjaan kita. Ketika kita memelihara kemalasan, sesungguhnya itu adalah langkah yang paling efektif untuk membiarkan diri kita terus tenggelam. Hidup ini bagai menaiki anak tangga eskalator yang berjalan turun. Untuk bisa bertahan di tempat anda sekarang, anda harus memiliki kecepatan lari yang konstan mengimbangi kecepatan eskalator turun itu. Jika ada diam saja, maka escalator itu akan membawa anda ke bawah. Maka untuk mencapai puncak, anda perlu berlari lebih kencang dari kecepatan escalator turun, menantang segala arus, sehingga anda akan sampai ke atas.

Mari tinggalkan kemalasan karena tidak ada manfaat lain selain kehancuran di kemudian hari.

Salam semangat

Hiu kecil Kehidupan

Ketika kita berbicara mengenai Negara Jepang, salah satu yang menarik dari masyarakatnya adalah kegemaran mereka menyantap makanan yang serba mentah, salah satu nya adalah menyantap ikan mentah yang segar. Pada kenyataan secara geografis dan geologi, Negara Jepang tidak memiliki perairan yang memiliki ikan-ikan yang cukup banyak. Salah satu cara untuk para nelayan di jepang untuk memenuhi kebutuhan ikan segar di Negara mereka adalah dengan berlayar ke perariran yang lebih dalam sehingga kapal-kapal penangkap ikan di Jepang di rancang sedemikian rupa agar dapat melakukan perjalanan yang jauh ke tengah samudera. Oleh karena itu bentuk fisik kapal penangkap ikan biasanya lebih besar supaya bisa menampung banyak ikan dalam sekali perjalanan.

Permasalahan yang timbul adalah dengan jarak yang begitu jauh ke lokasi penangkapan ikan, maka waktu yang diperlukan untuk perjalanan pergi dan pulang menjadi lebih lama. Makin jauh lokasi mereka mencari ikan, makin lama juga waktu yang diperlukan untuk pulang membawa hasil tangkapan mereka. Alhasil ikan tangkapan mereka sudah tidak segar lagi, karena lama nya waktu perjalanan dan hal ini tidak disukai oleh penikmat ikan di sana.

Untuk mengatasi masalah ini, para nelayan melengkapi kapal besar mereka dengan lemarin pendingin yang besar dengan tujuan agar ikan-ikan yang ditangkap bisa diawetkan terlebih dahulu sehingga sesampainya kembali di Jepang, ikan tersebut tidak rusak.  Namun hal ini pun tidak disukai oleh masyarakat penikmat ikan di Jepang karena dengan membekukan ikan, maka kesegarannya pun menjadi hilang. Para penikmat ikat bisa merasakan perbedaan antara ikan beku dengan ikan yang segar dan mereka pun tidak menyukai ikan beku sehingga nilai jual ikan menjadi turun.

Akhirnya muncullah ide untuk membuat tangki air yang besar di dalam kapal, sehingga para penangkap ikan dapat memasukkan ikan-ikan tersebut ke dalam tangkia dan tetap dapat membawa pulang ikan-ikan hasil tangkapannya dalam keadaan hidup. Namun ternyata ikan yang tinggal berhari-hari di penampungan tidak berenang segesit ketika mereka berenang di perairan bebas. Hari demi hari, ikan-ikan ini akan menjadi lamban dan malas bergerak. Dan ketika akan dimakan, ikan-ikan yang lamban ini pun ternyata rasanya tidak segar. Para penikmat ikan pun tidak begitu menyukai ikan dengan kondisi seperti ini.

Para nelayan ini tidak kehilangan akal. Untuk mengatasi masalah ini, mereka tidak mengubah solusi tentang tangki penampungan ikan. Para nelayan mulai menaruh HIU KECIL di dalam tempat penampungan ikan tersebut. HIU KECIL ini tidak bisa memangsa seluruh ikan yang ada di sana, dia hanya mampu memakan beberapa ikan saja. Namun keberadaan mereka, membuat ikan-ikan ini panik dan senantiasa bergerak lincah untuk menghindar dari kejaran para HIU KECIL tersebut selama perjalanan ke Jepang. Hasilnya ikan-ikan ini tetap dalam keadaan segar  dan setibanya di pelabuhan, ikan ini sangat disukai oleh para penikmat ikan di Jepang.

Hiu Kecil dalam cerita diatas bisa diibaratkan dalam kehidupan kita sebagai masalah atau tantangan. Dalam hidup kita, bagaimanapun kondisinya, tentu ada saja masalah yang kita hadapi. Bahkan orang yang terlihat tidak mempunyai masalahpun bisa dipastikan memiliki masalahnya sendiri. Masalah atau bahasa positifnya adalah “tantangan” adalah hal yang membuat hidup manusia menjadi benar-benar ”hidup”. Inilah yang membuat nilai kehidupan seorang manusia menjadi lebih berharga dari sebelumnya. Tantangan yang di hadapi manusia sejatinya akan memberikan kenaikan derajat pribadi jika kita berhasil melampauinya. Dengan adanya tantangan, manusia akan menjadi lebih kreatif, lebih pandai, lebih berpengalaman, dan lebih baik.

Satu-satunya tempat dimana manusia tidak memiliki masalah sama sekali adalah ketika manusia sudah menghuni taman pemakaman atau meninggal dunia. Selama manusia hidup, tantangan atau masalah akan senantiasa ada. Jadi tugas kita adalah untuk bertumbuh menjadi lebih baik dari masalah yang ada, anda perlu bertumbuh menjadi lebih besar dari masalah anda. Ketika masalah sudah berlalu, tinggal lah anda yang sudah bertumbuh secara pribadi. Suatu tanda ketika anda harus bertumbuh, masalah itu tidak pergi dari anda, ketika anda sudah bertumbuh, maka masalah itu akan pergi dari anda. Jadi ketika anda sedang mengalami masalah atau tantangan, maka itu adalah suatu tanda bahwa anda harus bertumbuh.

Salam Semangat