Tag Archives: cara meningkatkan penjualan

Cara Leader Monitoring Team Sales

Monitoring

Banyak leader tidak tahu proses dari salesnya

Misalnya untuk target 100 juta. Cari tahu berapa kunjungan dan berapa prosentase closingnya.

Katakan dalam 1 bulan 10 kunjungan. Maka closing 2, 100 juta

Bos bilang, target 200 juta.  Hah???

Tahun kemarin capai 100 juta sudah ngos-ngosan. Gimana 200 juta?

Jika hanya tahu hasil, tidak tahu proses, maka akan bingung.

Dengan memilah-milah anda akan tahu mana yang harus difokuskan.

Misal ada 2 agen

Setelah 1 bulan. Cindi lapor closing 8 nilai 80 juta . Rani juga closing 8 nilai 80 juta sama. Dengan 2 sales hasil sama, mana yang anda sayang?

Bagaimana jika Cindi prosentase sukses closingnya 10%, Rani 50%. Sehingga untuk dapat order kunjungi 80 orng, Rani kunjungi 16 orang. Mana yang anda sayangi?

Dengan mengukur hasil, anda tidak bisa apa-apa.

Cindi, saya mau kamu naik jadi closing 10. Ia berkata bu, saya sudah kunjungi 80 orang lo bu, sampai jalan pagi pulang malam, suami saya marah-marah, anak saya sudah panggil saya tante. Saya jalan sepatu saya sampai gepeng. Saya sudah mati-matian. Dan saya dengar ibu dulu juga sebagai sales juga ibu rata-rata Cuma 30. Jadi 80 sudah luar biasa kan bu.

Dalam hati, Iya sih. Saya dulu juga ngga serajin ini. Tapi gimana caranya deh, kamu closing 10 ya.

Cindi mungkin jawab. Iya deh. Dalam hati. Pret deh, kurang manusiawi. Ngomong sih gampang, udah jalan sampai gepeng. Ngga diladeni.

Rani, saya minta 10 ya. Rani jawab Bu, bukan saya ngga mau. Saya sudah hebat banget lho bu. Coba siapa di perusahaan kita yang tawarin 2 beli 1. Rata rata tawarin 4 baru beli. Ibu kalo ada cara yang lebih baik saya mau belajar caranya.

Sebagai leader anda berkata, yah, pokonya lebih rajin deh. Ngga mau tau caranya pokoknya jual 10. Banyak doa deh.

Ia akan berkata, doa sih doa. Lo aja ngga bisa ajar caranya.

Leader yang berkata ngga mau tau caranya harus naik. Maka ia sedang mengaku bahwa ia tidak tahu caranya. Maka daripada ngaku ngga tahu, ia akan teriak saya ngga mau tahu. Jika ia tahu, maka ia akan kasi tahu caranya.

Cindi yang ditingkatkan adalah fokus pada prosentase sukses. Berapa yang bisa ditingkatkan. Jadi 50%. Kenapa 50%, karena ada yang sudah bisa prosentase suksesnya 50% jadi itu tidak muluk-muluk kan, bukan yang tidak masuk akal?

Jadi Whatnya 50%. How? Daripada cari How, maka cari Who. Maka jika Rani bisa ajari Cindi caranya, maka paling tidak Cindi bisa naik prosentase suksesnya 30%. Dengan satu fokus, maka naik target jadi masuk akal.

Rani, maka yang ditingkatkan kunjungan. Berapa? 80.  Paling tidak 50, maka hasil bisa meningkat 3 kali lipat kan?

 

Nah bagaimana di dunia nyata?

Untuk mendapat hasil terbaik.

Maka, fokus yang ditingkatkan apa?

Mialkan dalam 3 bulan 100 kunjungan pencapaian saya 10%.

Tanya kepada leader, berapa rata-rata penjualan diperusahaan?

Misalnya 30 %.

Tanya lagi, diwilayah kita siapa sales yang capai 30 %.

Lakukan pendekatan, belajar dengan yang capai 30 %.

Modal, ajak makan, minum kopi. Tapi anda dapat ilmu, selamanya milik anda.

Praktekkan.

Anda jalan 3 bulan, capai 30% dalam 6 bulan.

 

Berikutnya tanya leader, rata-rata nilai penjualan berapa?

Misalnya 20 juta.

Tanya lagi, diwilayah kita siapa sales yang pencapaiannya 20 juta.

Kafelagi, makan lagi.

Jalankan 3 bulan maka 20 juta x 30 % = 600 juta.

Hebat kamu, naik 600 juta. Tapi belum. Ini kan baru rata-rata. Jadi yang terbaik dong.

Tanya lagi siapa di wilayah kita atau di Indonesia yang presentase sukses terbaik?

Ternyata hanya ada 3 orang, prosentase suksesnya 70%

Jalanin.

3 bulan 20 juta x 50% = 1M

Tanya lagi, siapa yang closing nilainya paling gila-gilaan?

Ada 4 orang 40 juta

Belajar lagi.

Jalanin

3 bulan katakan 30 juta x 50% = 2M

Selalu upgrade cara. Karena jika pakai cara yang sama, lalu heran sudah 10 tahun ngga maju-maju jangan heran.

 

Resep sukses:

Jadi cari tahu Who yang bisa ajar caranya

Tidak puas dengan pencapaian

Selalu cari cara yang lebih baik

Karyawan perlu dilatih, leader juga perlu pelatihan. Terkadang leader diangkat dari posisi sales, karena kinerjanya bagus, waktu ada posisi kosong maka ia diangkat jabatannya. Namun seseorang yang memiliki kinerja bagus belum tentu bisa menjadi pemimpin yang bagus. Maka dibutuhkan pelatihan untuk menjadi sales leader, sehingga leader anda dapat emimpin team sales dengan lebih efektif dan efisien.

Jika anda tertarik mengadakan pelatihan untuk sales leader anda dengan trainer sales leader terbaik di Indonesia, Mr. Christian Adrianto. Hubungi : FRANSISCA DI +6282110502502 atau EMAIL fransisca@moivasiindonesia.com

Salam Semangat!!!

8 Teknik Closing Ampuh yang dapat meningkatkan penjualan anda

Cara untuk Close The Sale

Tapi closing seolah olah menutup, selesai. Pemikiran baru adalah conforming the order. Agar mindsetnya setelah penjualan, awal hubungan baik dengan customer.

 

Teknik Closing

  1. Asumsi

Tanpa customer bilang YA, kita asumsikan customer beli.

Contoh

Anak sudah mau minta mainan. Orang tua menawar, tapi tidak ketemu harganya. Kemudian mainan di plastikin dan diberikan kepada anaknya. Anaknya bilang, dady terimakasih.

Maka beli.

 

  1. Alternatif choice

Pertanyaan mau dikirim ke rumah atau ke kantor?

Kontan atau kredit?

Mau warna merah atau biru?

Apapun yang dipilih selalu ya beli.

 

Anak: Dady, hari minggu kita boleh pergi ke mall? Jawabannya bisa ya boleh atau tidak.

Tapi jika ia bertanya: Dady besok minggu kita pergi ke TA atau CP?

Ke TA pergi ke mall, ke CP juga ke mall.

Istri : Pah, bagusan mana? Yang merah atau hitam?

 

  1. Pupy Dog Close

Di Toko hewan, jika ada anak mau beli anak anjing tapi orang tua belum tau ke depan bagaimana. Nanti tanggung jawab 15 tahun. Anak kadang pengen sesaat. Tapi nanti anjing mengonggong, anak ngga mau urus gimana.

Nah, gini aja. Anjingnya dibawa pulang seminggu dulu. Nanti jika ngga cocok dikembalikan.

Anak anjing jika sudah 1 minggu sudah terlanjur sayang.

Selalu ada 30% yang dikembalikan. Tapi sebagian malas untuk kembalikan, sebagian ngga enak ngembalikan, sebagian sibuk hingga waktu yang ditentukan untuk kembalikan sudah lewat.

  1. Summary  Question Trust

Rangkuman semua presentasi. Tadi pak Toni sudah bilang kelebihan ini. Tadi pak Tony tanya ada garansi. Ada garansi selama…

So jadi pak Toni setelah diskusi ini mau dikirim besok atau lusa.

  1. Franklin Close

Dipakai benjamin Franklin untuk membuat keputusan. Siapkan selembar kertas putih dan gambarkan dua kolom

Satu sure, good, advantage, positif, benefit kolom lain concern, pertimbangan jangan tulis bad, negatif

Tulis lebih banyak di good, pertimbangan sedikit

Jadi pak Toni, sudah sangat jelas pak. Benefitnya, jadi bapak mau cash atau kredit?

 

Senjata terakhir untuk closing

  1. Jika bapak jadi saya, maka bisa bantu saya apa yang harus saya lakukan seandainya bapak jadi saya?

Sekali-sekali saja pakai.

  1. The Power of sugestion close

Apakah bapak sependapat menabung untuk hari tua penting ya? Ya

Ngobrol tentang anak.

Tanya, pendidikan penting buat anak ya pak?

Biaya sekolah makin hari makin mahal?

Sambil ngobrol.

Setelah itu, dirangkum. Ia tidak bisa menolak, karena sudah setuju di awal.

  1. Loss Sale

Ketemu pelanggan seolah-olah jalan buntu. Terimakasih pak, sudah meluangkan waktu. Kelihatannya belum ada kecocokan. Its Ok. Saya terima dan saya menghargai keputusan anda. Terimakasih pak. Berdiri dan berjalan keluar.

Ia sudah merasa lega. Pertahanannya turun.

Balik lagi. Ini off the record pak. Hanya untuk saya, sagar saya tidak mengulangi kesalahan saya. Apakah karena saya, harga, produk atau apa? Bisa tolong kasi tahu saya apa alasan bapak menolak?

Besok kirim bukti bahwa yang ia pikir salah.

Telpon, kemudian katakan sudah kirim artikel. Kemudian katakan. Pak besok saya mau mampir, saya mau berikan sesuatu kepada bapak. Bapak lowong pagi atau siang?

Besok jelasin dan closing.

Ingin mengadakan pelatihan Sales yang dapat meningkatkan penjualan dari trainer  dan motivator Top, Christian Adrianto Motivator?

Hubungi Fransisca

+6282110502502

atau

email : fransisca@motivasiindonesia.com

Tips Sales : Buying Signal

Tanda-tanda customer ingin beli.

  1. Body language buying signal.

Pegang sampel, pegang brosur, tanya-tanya

Tanya itu adalah buying signal.

Customer bertanya, kadang sales menjawab menghilangkan peluang penjualan.

Ada warna hijau? Ada

Ada garansi? Ada. Gransi sparepart….

Kl saya beli bisa diantar? Ya bisa, diantar kapan saja bisa.

Kira-kira berapa lama bisa dikirim? Karena stok kurang , baru bisa dikirim 2 minggu lagi.

Kl saya mau reparasi, berapa lama ya? Oh, paling 1 hari jadi pak.

 

Salah jawaban. Seharusnya.

Ada model yang warna hijau?

Jawabannya : Ada. Bapak mau pesan 1 atau 2?

Kl, saya pesan warna hijau Bisa diantar kapan?

Jawab: kl. Bapak pesan warna hijau, kita antar langsung sore ini pak. Dan kalo pesan  sekarang yang warna hijau masih ada banyak. Dan yang hijau laris pak. Besok-besok belum tentu ada. Jadi pesang langsung saja pak. Mumpung stoknya masih ada. Jadi nanti malam bapak sudah bisa pakai.

Ada garansi?

Jawab : Ada pak garansi. Tapi saya ngga tau kedepan kebijakan perusahaan berubah atau tidak.

 

Jika customer sudah bertanya, arahkan ke closing. Jangan tunggu pertanyaan lain dari customer.

 

  1. Diam, mikir, tidak ngomong

Banyak sales takut saat customer diam dan berfikir. Beri waktu customer untuk berfikir.  Pelan-pelan bawa customer lebih yakin.

Dengan nada rendah. Pak, ini wakt yang tepat untuk beli. Saya bantu isi form ya pak. Bapak mau beli 1 atau 2?

Bentar saya mikir dulu.

Misalnya jadi pak, mau ambil 1 atau 2?

Bahasa tubuh bapak mengatakan bapak sudah setuju.

 

  1. Putar-putar pulpen

Diam tidak bicara apapun

 

Lagi mikir. Bingung, mau beli tapi ngga mau buat keputusan di depan istrinya.

Buat keputusan untuk nya. Jadi saat istrinya marah karena salah keputusan , ia bisa menyalahkan anda.

Gini aja deh pak, kalo masih bingung. Coba dulu aja 5 deh. Saya bantu isi form ya.

 

  1. Membasahi  bibir

Bisa jadi ia sednag mempertimbangkan

Ia sedang stress hingga bibirnya kering

Atau anda kebanyakan bicara tidak kasi minum, ia haus

Arahkan pertanyaan untuk bantu ia buat keputusan

 

  1. Sudah pernah tanya, sudah dijawab, masih tanya lagi.

Artinya ini adalah pertanyaan yang menghambat ia mengambil keputusan. Jika anda bisa meyakinkan maka ia akan beli. Jangan jawab dengan jawaban yang berbeda total yang lebih meyakinkan. Karena jawaban pertama tidak berhasil meyakinkan.

 

  1. Mata bersinar sinar dan termotivasi

Jika anda tidak bisa lihat, maka gantung diri aja.

  1. Garuk kepala

Artinya mikir atau ketombean.

Ini tanda-tanda momen ngga cocok. Next time difollow up lagi.

 

  1. Semakin mendekat atau

Tangannya terlipat di atas meja

Artinya Makin tertarik

 

Atau kl ada anaknya, ia sttt dady mau ngomong.

Artinya ia sangat tertarik, dan ia sedang konsentrasi tidak mau diganggu anaknya.

Jangan tanya anaknya lucu, umur berapa.

Ia sudah tertarik, closing langsung

 

Lihat awan-awan

Ia sedang berfikir jauh, bagaimana cara membayarnya, apakah keuangannya bisa , apakah benefitnya di masa yang akan datang