Tag Archives: dongeng motivasi

Kisah Motivasi : Topi Usang Keberuntungan

Artikel motivasi bijak :

Suatu ketika ada seorang petani dengan topi hitamnya tengah beristirahat di bawah pohon karena kelelahan. Pak tani mengibas-ngibas topinya untuk membuat semilir angin dan mengusir panas yang menyerang tubuhnya. Tanpa dia sadari, saat ia tengah melamun, seekor kera menghampirinya dan membawa lari topi hitamnya itu.

Sejak saat itu ia tidak pernah melihat topi miliknya itu lagi. Entah dimana kera menyembunyikan topi kesayangannya itu. Yang jelas begitu pak tani tidak memakai topi hitam itu, ia berubah menjadi gundah gulana. Semangat bertaninya hilang. Setiap malam ia menjadi sulit tidur. Karena selalu memikirkan topi hitamnya hilang entah kemana.

Pak tani merasa topi hitam itu adalah penyemangat hidupnya. Topi itu juga topi pembawa keberuntungan. Sebab sejak topi hitam itu hilang hasil bertani berkurang, bahkan lama kelamaan tidak panen sama sekali. Petani itu pun bertekat untuk menemukan topi hitam itu, ia berjalan keluar masuk hutan.

Suatu ketika ketika pak tani dalam perjalanan di pinggir kota, ia bertemu dengan seorang pengemis yang lumpuh, pengemis itu berdiri dengan bantuan kedua tongkatnya, sementara wajahnya tertunduk dan tangannya memegang topi yang di balik. Hal ini ia lakukan karena menggunakan topi itu untuk wadah penampung pemberian orang iba padanya.

Ada satu hal yang membuat petani itu tertarik pada pengemis itu karena topi yang dia pegang sangat mirip dengan topi miliknya yang hilang itu. Warna hitamnya yang sudah memudar, juga dengan beberapa lubang di topinya membuat pak tani bergumam “Ah, topi itu milikku”.

Kemudian petani itu mendekati pengemis, awalnya pengemis merasa ia akan di beri uang. Namun ternyata, petani itu langsung meminta pengemis untuk menyerahkan topi miliknya. Pengemis itu menolak, karena dia berpikir. Semenjak topi itu berada di tangannya banyak orang yang menjadi iba padanya. Sehingga memberi pengemis itu uang.

“Itu topi yang sudah lama aku cari” kata petani tersebut. “Tanpa topi ini hasil panen padiku turun. Topi ini adalah topi keberuntunganku.” “Karena tanpa topi ini semua padiku habis di makan tikus” kata petani itu.

Jawab pengemis itu “Aku tidak mencuri darimu. Seekor kera menjatuhkan topi ini saat aku sedang bersandar di bawah pohon. Aku hanya mengambil topi yang jatuh itu.”

Pertengkaran menjadi sengit, keduanya saling menarik topi yang sudah usang itu. Karena topi itu topi lama yang sudah rapuh, topi itu akhirnya robek terbelah menjadi dua bagian. Melihat hasil tindakan mereka, petani dan pengemis itu hanya terdiam. Kini tidak ada dari mereka berdua yang bisa memiliki topi yang sudah koyak itu. Keduanya bertengkar lagi saling menyalahkan penyebab rusaknya topi itu.

Hingga ada seorang penjual topi mendekati mereka berdua yang semakin memanas. Katanya “Aku merasa tidak asing dengan topi itu”, “topi itu di jual ayahku saat aku masih kecil. Ia membuat topi ini sendiri. Aku selalu membantu kemanapun ayah pergi menjajakan topi-topinya.”

Kehadiran penjual topi membuat pengemis dan petani itu terkejut, penjual topi membawa banyak sekali topi dengan bentuk yang sama dengan topi mereka yang rusak itu bedanya topi yang di jual penjual topi berwarna lebih pekat dan bentuknya terlihat lebih baru. “tidak ada yang istimewa dari topi buatan ayahku ini,” kata penjual topi. “Mungkin hasil panenmu kurang karena kau terlalu fokus memikirkan hilangnya topi milikmu itu pak tani, sedangkan kamu pengemis tanpa topi pun aku yakin uang yang kamu dapat setiap harinya tidak akan berkurang. Aku akan memberi kalian masing masing satu, silahkan pilih topi mana yang kalian suka.” Kata penjual topi kepada petani dan pengmis itu.

Pak Tani sangat senang. Ia pun pulang membawa topi baru. Ternyata benar apa yang dikatakan penjual topi. Bukan topinya yang menentukan hasil panennya, tetapi karena ia giat bekerja dan tidak memikirkan sesuatu hingga berlarut larut. Sekarang hasil panennya bagus juga. Sementara pengemis, ia malu mengemis lagi. Ia sekarang bekerja pada penjual topi, membantunya membuat dan menjual topi-topi miliknya.

 

RUMUS SAMA BEDA PENERAPAN BEDA HASIL

kisah sukses, inspiratif , kayaSuatu hari, ada seorang pengusaha muda yang sukses dan kaya raya harus menghadapi ajalnya karena penyakit kanker kulitnya yang parah akibat sensitivitas kulitnya yang tidak normal terhadap sinar matahari.

Sebelum meninggal, sang pengusaha muda tersebut mewariskan seluruh hartanya kepada kedua anaknya. Dalam surat wasiatnya tertulis, “Ayah akan mewariskan dan membagi seluruh kekayaan dan usaha ayah kepada kalian berdua. Ayah hanya akan memberi dua pesan kepada kalian supaya kalian bisa sesukses ayah dan bisa menikmatinya lebih lama :”

“Pertama, Ayah memiliki Penyakit kanker kulit yang langka, dan kemungkinan Gen kulit ini menurun kepada kalian. Jadi pesan ayah jangan sampai sinar matahari menyinari kulit kalian terlalu lama.”

“Kedua, rahasia bisnis ayah supaya kaya adalah dalam bisnis jangan pernah menagih hutang kepada pelanggan.” Sang ayah meninggal tanpa sempat memberikan penjelasan lebih banyak.

Kemudian kedua anak tersebut berjanji untuk memenuhi permintaan ayah mereka.

….

Waktu berlalu, salah satu anak menjadi sangat kaya raya sedangkan yang lain bangkrut dan jatuh miskin.

Karena penasaran sang ibu akhirnya bertanya, kenapa salah satu anak menjadi sangat kaya sedangkan yang lainnya bangkrut dan jatuh miskin. Padahal keduanya memegang teguh nasehat ayah mereka.

Jawab Anak Pertama:

“Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ketika berbisnis Ayah berpesan supaya saya tidak menagih hutang kepada orang yang berhutang kepada saya, dan sebagai akibatnya modal saya susut karena orang yang berhutang kepada saya tidak membayar sementara saya tidak boleh menagih. Ayah juga berpesan supaya kalau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya, saya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya untuk pergi ketoko dan dan pulang kerumah saya harus naik becak atau mobil padahal jalan kaki saja cukup, tapi karena pesan ayah demikian akibatnya pengeluaranku bertambah banyak.

Lalu diawab juga oleh si anak Bungsu :

“Ini semua karena aku mengikuti pesan ayah. Ketika berbisnis ayah berpesan supaya aku tidak menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku. Maka aku tidak memberi hutang. Prinsipku ada uang maka ada barang. Supaya kompetitif, aku memberikan harga dan pelayanan yang jauh lebih baik daripada toko – toko yang lain.  Ayah juga berpesan supaya kalau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya, aku tidak boleh terkena sinar matahari, oleh karena itu aku berangkat ke toko sebelum sinar matahari terbit dan pulang setelah sinar matahari tenggelam. Akibtnya tokoku buka sebelum toko lain buka dan tutup setelah toko lain tutup. Dari kebiasaan inilah, orang jadi tahu dan membuat tokoku menjadi laris karena memiliki jam kerja yang lebih lama.”

Inilah akibatnya jika Sama Rumus tapi Beda penerapan, maka hasil yang akan di peroleh juga akan berbeda.