Author Archives: admin

Bermimpi Besar

Kita hidup di masa masa krisis ketenagakerjaan. Populasi terus bertumbuh dalam level yang berbahaya menyebabkan kurangnya tenaga kerja. Apa yang bisa manusia lakukan saat ini? mungkin kamu bisa berdoa untuk dilahirkan di keluarga yang kaya raya jadi tidak perlu bekerja seumur hidup.

Atau buatlah impian yang besar. Kamu tidak bisa berharap terpisah dari kerumunan orang -kerumunan orang yang hanya berupaya menerima nasip, jika kamu memiliki pikiran yang sama dengan orang-orang itu. Kamu harus berani menjadi unik, menjadi berbeda. Harus lebih dahsyat. kamu tidak bisa hanya berpikir tentang apa yang mungkin kamu bisa lakukan dalam beberapa tahun kedepan. Tapi harus lebih melampaui dari itu. Kamu jadi apa saat tua nanti.

Jika kamu bermimpi besar. Pikiranmu dan rencanamu tidak hanya mencakup dirimu. Tetapi lingkungan sekitar dirimu. Buat mimpi yang tidak hanya membahagiakan dirimu tapi juga orang orang di sekitarmu, bahkan di lingkunganmu tinggal. Kamu dapat mencapai mimpi yang seperti jika kamu bekerja untuk dirimu sendiri, bukan kepada orang lain. Bekerja dengan orang lain bukan berarti kamu tidak punya mimpi yang besar, kamu hanya bukan seorang pemimpin. Ketika kamu bermimpi besar, kamu selalu membuat rencana untuk diri sendiri. Kamu tinggal mengidentifikasi apa yang kamu inginkan dan membayangkan jalan apa yang akan diambil. Tetapi jika kamu hanya mengikuti, anda percaya pada cita-cita orang lain yang akan membawamu ke jalan yang kamu inginkan padahal hal itu tidak selalu terjadi.

Jika kamu tidak punya impian dan tujuan yang besar, pada akhirnya kamu akan bekerja untuk orang yang memiliki tujuan besar.

Ingat hidupmu adalah milikmu sendiri. Jalani hidupmu dengan apa yang anda yakini. Mengapa tidak menjadi sesuatu dari kemampuan diri sendiri? Menjadi pengikut tidak akan pernah mencapai apa yang mereka pikirkan. Mereka akan lebih memilih opsi yang “aman” perisai aman untuk sembunyi di belakang. Menjadi pengikut tidak pernah menjadi besar.

Bermimpi besar membutuhkan keberanian, tekad dan kesabaran yang luarbiasa besarnya. Mimpi besar tidak akan terjadi dalam waktu satu atau dua hari tapi jadi suatu program jangka panjang yang harus kamu lakukan secara konsisten. Dalam bermimpi besar pastikan apapun rencana pasti yang akan mengubah hidupmu. Hal kecil inilah yang akan membedakan dirimu dengan orang di luar sana yang mencoba menjalani kehidupan mereka. Dan pada akhirnya kamulah orang yang memimpin balapan sementara sisanya hanya mengikuti.

Dengan Corona Takut? Padahal Dari Jaman Dulu Manusia Sukses Bertahan Dari Banyak Penyakit Berbahaya

Pada masa pandemi Corona masa kini pasti kalian pernah dengar sebuah pertanyaan atau bahkan mungkin kalian yang mempertanyakannya. “Kenapa sih orang jaman dulu gak ada vaksin toh mereka masih bisa hidup, sedangkan jaman sekarang teknologi dah bagus orang-orangnya pinter, takutnya minta ampun sama penyakit.” atau seperti ini “Kenapa sih gak boleh ngerokok, toh kakek gua ngerokok sampai sekarang usia 60 tahun masih hidup, takut amat lo.” Saya akan bantu menjawabnya dengan sebuah kisah nyata yang terjadi pada perang dunia kedua.

Begini ceritanya. Suatu ketika masa perang dunia kedua. Ada seorang ahli matematika bernama Abraham Wald ditugaskan oleh militer angkatan udara untuk mencari letak kelamahan dari pesawat baru yang mereka desain. Bagaimana cara Wald menemukan kelemahan pesawat yang bahkan dia sendiri tidak begitu paham desain pesawat. Wald menggunakan metode sample untuk mencari tahu letak bagian pesawat mana yang harus diperkuat. Caranya adalah dari pesawat yang kembali dari peperangan, Wald mengumpulkan titik-titik pada bagian pesawat yang terkena peluru. Dan setelah dikumpulkan, tempat-tempat tersebut adalah di daerah di sekitar sayap, ekor dan lambung tengah pesawat. Seperti pada gambar berikut:

Pesawat

Di sisi lain, tempat seperti baling-baling kokpit atau bagian buritan pesawat yang di periksa oleh Wald tidak mengalami kerusakan apapun. Bagian-bagian tersebut bebas dari peluru sama sekali. Nah, berdasarkan data dan gambar yang Wald miliki, maka daerah manakah yang menurut anda harus diberi pelindung yang lebih tebal?

.

.

Nah jika menurut Anda daerah yang ada titik merah, Anda salah. Anda menjadi korban Survivorship bias atau bias kebertahanan. Dimana suatu data atau pernyataan hanya menghitung dari kasus yang selamat dan kasus yang gagal tidak masuk hitungan. Jadi daerah yang harus mendapat perlindungan extra adalah daerah yang masih bebas dari tembakan. Kenapa bisa begitu? Sebab jika tertembak di daerah yang ada titik merahnya, pesawat masih selamat. Artinya pesawat yang tertembak di kokpit, baling-baling, atau buritan tidak ada yang selamat dan tidak berhasil kembali di pangkalan. Ingat tidak semua pesawat berhasil kembali dari peperangan dan diperiksa oleh Wald. Sehingga pada titik merah adalah daerah dimana pesawat sudah cukup kuat dan tidak perlu di perkuat.

Nah orang orang yang berkata “Zaman dulu orang bisa hidup tanpa vaksin, jadi gak perlu takut Corona.” Atau “ngapain takut rokok, kakek ku udah 60 tahun ngerokok masih hidup.” Mereka adalah orang-orang korban bias kebertahanan. Ingatlah orang orang jaman dulu yang kalian klaim gak perlu vaksin adalah orang yang beruntung punya kekebalan tubuh yang diatas rata-rata sedangkan teman mereka yang lain sudah di alam kubur lebih awal. Jika semua orang lemah dipangkas dari rantai kehidupan maka yang tersisa adalah orang-orang yang kuat. Menjadi tidak adil jika kamu hanya melihat orang-orang kuat dan menutup mata kepada orang-orang yang sudah terseleksi oleh alam.

.

Berbagai wabah penyakit menjadi sangat berbahaya karena belum ditemukan sebuah vaksin. Vaksin pada dasarnya adalah sarana pelatihan tubuh untuk membentuk kekebalan tubuh kita. Jika sudah terlatih karena vaksin, orang yang lemah sekalipun memiliki kesempatan tinggi untuk bertahan dan mendapatkan kenaikan daya tahan tubuhnya. Jadi jika dulu batuk dan bersin adalah tanda kalian harus persiapkan pemakan, sekarang karena ada vaksin, pilek dan bersin adalah tanda kalian harus ke minimarket membeli obat.

 

Jadi Tidak Bahagia Saat Mengejar Kebahagiaan. Kok Bisa?

Sebuah pertanyaan sederhana akan saya tanyakan kepada Anda. “Apa yang membuat Anda bahagia?

Apakah kondisi seperti dekat dengan keluarga, selalu bersama dengan orang yang terkasih, meraih suatu pencapaiaan tertentu, menikmati suatu hal yang memuaskan diri. Merasakan suatu  kebahagiaan memang sangat menyenangkan. Sayangnya kebahagiaan itu besifat sementara, dan jika Anda terus menerus mengejar kebahagiaan – dengan cara agresif – justru akan membawa kita pada ketidakbahagiaan. Ironis memang.

Dalam sebuah jurnal ilmiah dengan judul The Paradoxical Effects of Pursuing Positive Emotion, psikolog Brett Q. Ford dan Iris B. Mauss memaparkan beberapa hasil penelitian mereka mengenai pencarian kebahagiaan. Peneliti mengumpulkan responden dan membagi menjadi dua kelompok kelompok pertama diminta untuk membuat diri mereka sebahagia mungkin sambil mendengarkan musik. Kelompok kedua di suruh mendengarkan musik saja. Hasilnya, pada akhir experimen mereka yang diberi target untuk mencapai kebahagiaan justru mendapatkan persaaan yang tidak bahagia.

Menurut Brett dan Iris, penyebabnya adalah karena saat kita berusaha mengejar kebahagiaan itu, tanpa sadar kita akan menetapkan standar tertentu terhadap kehagiaan tersebut. Begitu dia tidak mendapatkan sesuai seperti standar tersebut, kita justru akan merasa kecewa dan frustasi. Bertolak belakang dari perasaan bahagia yang kita inginkan.

smiley

Jangan habiskan hidup Anda untuk mengejar kebahagiaan. Ada baiknya kita menjalaninya sesuai dengan kemampuan kita jangan berharap muluk-muluk. Mulai dengan membuat rencana hidup yang dapat kita kontrol dengan diri sendiri sebagai tolak ukurnya. Bukan dengan ukuran orang lain.

Hidup ini seperti roda yang selalu berputar. Bahagia dan tidak bahagia adalah sebuah proses dalam hidup yang akan selalu hadir. Bahagia bukan suatu hal yang harus dikejar bahkan dihindari. Ingat kata-kata badai pasti berlalu, dengan bijaknya mengingatkan kita bahwa kebahagiaan akan datang dengan sendirinya setelah banyak masalah. Saat kita mengingatnya dan menjadikannya mantra, suatu saat nanti kita dapat menjalani hari dengan lebih bahagia dan tidak perlu terpuruk saat kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.

5 Tipe Teman yang Tidak Anda Butuhkan dalam Hidup.

Salah satu Aspek Natural dari manusia adalah kebutuhan kita untuk Bertumbuh. Jika kita tidak bertumbuh, jalan di tempat, hasil yang akan kita dapatkan hanya depresi. Ituah mengapa sangat penting untuk memagari diri anda dengan teman-teman, orang disekitar Anda yang akan membantu Anda bertumbuh. Teman-teman atau keluarga pasti juga akan bertumbuh tapi masalahnya mereka akan bertumbuh ke arah yang berbeda dengan Anda. Nah ketika hal ini terjadi kita bisa mengevaluasi kembali dengan siapa Anda berteman, sehingga Anda bisa memutuskan apakah teman-teman anda Sejalan dengan pertumbuhan Anda atau tidak.

Berikut adalah 5 Jenis teman yang harus Anda hilangkan dalam hidup Anda:

  1. Tipe Tukang Komplain/tukang ngeluh. Teman dengan tipe seperti ini adalah seseorang yang selalu membawa energi negatif. Selalu saja ada sesuatu yang salah atau tidak berjalan sesuai rencana, dan tipe ini ingin semua orang mengetahuinya. Masalah yang timbul jika berteman dengan tipe seperti ini adalah pikiran dan sikap negatif mereka menular ke diri Anda dan orang di sekitarnya. Anda akan segera menyadari diri Anda sudah tidak bahagia dengan hidup Anda tanpa alasan sama sekali. Orang-orang dengan tipe ini menguras energi Anda dan membuat anda tidak bisa bergerak maju.
  2. Tipe Penentang/tukang gembosi. Teman dengan tipe ini adalah orang yang selalu merendahkan salah satu ide atau rencana Anda. Setiap kali Anda menyuarakan sesuatu hal atau mendiskusikan tujuan Anda, mereka dengan tipe ini dengan cepat memberi tahu Anda semua alasan mengapa ide itu tidak akan berhasil dan mengapa Anda tidak perlu membuang waktu Anda. Tipe Penentang takut keluar dari zona nyaman mereka karena takut dengan kegagalan. Inilah sebabnya mereka tidak bisa memahami bagaimana orang lain bisa berhasil.
  3. Tipe Sang Peragu/Tidak yakin. Orang yang ragu bisa menjadi teman yang lebih buruk daripada teman yang tidak percaya. Tipe teman seperti ini suka membuat Anda berpikir jika mereka mendukung tujuan dan ambisi Anda, tetapi akhirnya menjadi orang pertama yang menujukan kepada Anda kegagalan dan kekurangan plan atau diri Anda. Mereka akan sering memberitahu Anda betapa mereka percaya kepada Anda dan ingin Anda sukses, tapi diam-diam mereka berharap anda jatuh dan hancur.
  4. Tipe Penyombong & Pembual. Memilih berteman dengan orang sombong dalam hidup Anda sangatlah mudah. Mereka yang secara teratur mencari pembenaran diri mereka dari orang lain. Jika kita menerima kesuksesan besar dalam hidup atau mengatasi sebuah hambatan tertentu, biasanya kita akan berbagi kebahagiaan dengan teman atau keluarga. Tetapi ada kalanya sesorang terus membual(sombong) tentang diri mereka sendiri, itu adalah tanda mereka tidak aman atau kurang percaya diri dan membutuhkan persetujuan dari orang lain untuk membuat diri mereka terlihat lebih baik. Anda tidak perlu menjadi orang yang terus menerus harus mendengar bualan mereka tentang “betapa hebatnya mereka”.
  5. Tipe tidak bisa komitmen. Mereka adalah orang orang yang terbiasa membuat rencana dan mereka juga orang pertama yang mengacaukan rencana dan prioritas mereka. Tipe ini memiliki banyak kebiasaan yang buruk. Seperti menggangu orang lain, menelepon di saat yang tidak tepat, bermain media sosial 24 jam dalam 1 minggu. Jika ada seseorang yang terbiasa tidak bisa bertanggung jawab hal itu akan membuat Anda menjadi tidak peduli terhadap dia. Terutama jika Anda layak mendapatkan teman yang mau berbagi kehidupan dan moment apapun dengan diri Anda.

Saatnya kita memilih teman yang memang cocok dan sejalan dengan tujuan hidup kita. Pilih teman yang memang benar-benar akan membantu kita untuk terus bertumbuh, dan bantulah dia untuk ikut bertumbuh menjadi lebih baik bersama dengan kita.

Ciri seseorang yang sudah mampu untuk melakukan aktualisasi diri

Orang yang berusaha mengejar kabutuhan aktualisasi diri pasti telah terpuaskan kebutuhannya akan kebutuhan pokok, rasa aman, dan kasih sayang.

aktualisasi diriCiri seseorang yang sudah mampu untuk melakukan aktualisasi diri adalah sebagai berikut:

  1. Fokus solusi bukan masalah.
  2. Menjadi diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dan selalu berusaha memperbaiki kekurangannya tersebut.
  3. Keputusan mereka dalam bertindak bukan karena tekanan sosial tapi murni dari keputusan mereka sendiri.
  4. Tidak akan merasa kesepian jika sendiri karena kebahagiaan mereka tidak bergantung pada orang lain.
  5. Selalu bersyukur dan mencari makna hidup yang lebih dalam.

TRAINING VIRTUAL FACE TO FACE SELLING

Mau Tidak Mau!!

Suka Tidak Suka!!!

Pandemi mengubah gaya hidup kita. Untungnya teknologi berpihak kepada kita. Saat ini, eranya pergeseran cara jualan. Jika dulu kita bisa ketemu langsung. Sekarang kita harus menguasai cara virtual face to face selling.

Dapatkan cara-cara virtual face to face selling dari ahlinya, agar jualan anda laris manis & omzet meningkat. Untuk mendapatkan informasi lengkap agar Bp. Christian Adrianto memberikan pelatihan in kepada team anda, langsung saja WA : 082110502502, sehingga saya bisa bantu bookingkan jadwalnya mengingat banyak perusahaan yang memanfaatkan kesempatan ini.

Terimakasih

Fransisca

Virtual Face To Face Selling BY HRISTIAN ADRIANTO MOTIVTOR Virtual Face To Face Selling 2 Virtual Face To Face Selling 3

Aktualisasi Diri

Aktualisasi Diri. Apa Itu? Dan Pentingnya Bagi Kehidupan Kita.

Manusia pasti punya kebutuhan dan kebutuhan akan semakin meningkat seiring dengan tercapainya masing masing kebutuhan tersebut. Dalam buku karya Abraham Maslow seorang ahli jiwa, dengan judul Hierarchy of Needs. Menulis, kebutuhan akan aktualisasi diri berada di urutan tertinggi manusia.

Apa itu Aktualisasi Diri?

Aktualisasi diri adalah keinginan seseorang untuk menggunakan semua kemampuan dirinya untuk mencapai apapun yang mereka mau dan bisa dilakukan. Dalam bukunya Abraham Maslow manusia pasti mengalami tahap peningkatan kebutuhan dalam kehidupannya masing masing. Hirarki ini meliputi :

  1. Kebutuhan Fisiologis : sandang, pangan, papan
  2. Kebutuhan Keamanan : rasa aman, merdeka dari rasa takut, kebebasan, lingkungan yang aman
  3. Kebutuhan Sosial dan kasih sayang : meliputi persahabatan, keluarga, kelompok, interaksi
  4. Kebutuhan untuk dihargai : Penghargaan, kebutuhan harga diri, martabat, kehormatan dari pihak lain.
  5. Kebutuhan Akuisisi diri : menggunakan semua kemampuan dirinya untuk mencapai apapun yang mereka mau dan bisa dilakukan.

Mungkin Ini Yang Membuat Omzet Anda Turun Drastis di Q2

quote christian adrianto motivatorPeter Drucker mengatakan:

“The greatest danger in times of turbulance is not the turbulance. It is to act with yesterday logic.”

 

Terjemahan bebasnya : yang paling bahaya dari situasi krisis yang bergejolak, bukan gejolaknya dan bukan perubahannya. Yang paling bahaya jika bertindak dengan logika atau mindset masa lalu.

 

Saat ini kita sedang memasuki masa peralihan menuju New Normal. Sebagian sudah ada yang Work from Office, sebagian Work From Home. Itu artinya kita harus adaptasi lagi dengan perubahan, dari WFH menuju WFO. Dan itu artinya kita harus restrategize lagi sesuai dengan situasi saat ini. Apalagi market saat ini juga berubah.

 

Sejak bulan Mei, saya sudah mengadakan lebih dari 20 virtual seminar. Dan di setiap kesempatan, selalu ada pertanyaan bagaimana meningkatkan omzet, market lagi sepi.

 

Saya mengerti bahwa, situasi COVID tidak mudah, tidak semua bidang bisnis bisa switch dnegan mudah.  Tapi selama masa COVID19 ini, kalau boleh saya simpulkan ada 3 macam customer.

 

  1. Customer yang Terpukul Berat oleh covid

Misalnya EO wedding, travel, entertainment dll.

Misalnya customer utama kita dulu adalah bos yang punya banyak usaha, karyawan lebih dari 5 ribu, pabriknya dimana mana. Tapi karena COVID semua bisnisnya tiarap.

 

Konyolnya orang begini masih diprospek dan dijualin. Terus ngomong “Tuh kan, market lagi sepi. Daya beli turun, orang ngga ada duit.”

Mungkin bukan marketnya yang turun, mungkin salah target market hoiiii!!!

Kalau anda tidak restrategize, Ya ngga heran omzet turun.

 

2. Customer yang terdampak 20-40%.

Orang orang ini omzetnya turun, tapi mungkin bisnis cukup besar, simpanan masih cukup untuk hidup nyaman. Bahkan karena Covid, mereka tidak banyak pengeluaran, karena dirumah aja. Tagihan kartu kredit turun, ia ngga lagi jajan kopi, ngga lagi beli tas atau baju baru, masak di rumah, ngga makan di luar, jarang isi bensin mobil. Jadi ia masih punya banyak tabungan.

 

3.  Customer yang diuntungkan

Nah, customer ini adalah orang orang yang sejak COVID kebanjiran Order.

 

Ubah strategi anda. Kelompokkan lagi customer existing anda. Tentunya pendekatan untuk customer tipe 1 dengan tipe 2 pasti beda. Begitu juga dengan tipe 3.

Jangan Customer yang sudah terpukul, sampai tiarap, anda masih kejar-kejar untuk beli produk atau jasa anda. Anda akan menerima banyak penolakan yang berujung membuat anda jadi frustasi dan customer jadi sebel sama anda. Buat customer yang ini, anda cukup sapa dan anda doakan supaya bisa segera bangkit. Kalau bisa bantu, ya bantu lah.

Kemudian ubah fokus anda kepada market yang lagi diuntungkan. Mungkin anda perlu ganti target market, mungkin anda perlu ganti pendekatan, mungkin anda perlu ubah penawaran.

Anda tidak bisa menghadapi situasi saat ini dengan logika masa lalu, masa pra-COVID.  Anda harus Restrategize.

Lalu bagaimana mendapatkan pelanggan baru yang lagi banjir order di masa COVID ini?  Dimana saya bisa temukan mereka? Strategi apa lagi sih, yang harus diubah?

Hmmm.. rencana nanti saya bahas lebih lengkap di webinar saya “MID YEAR BOOST & RESTRATEGIZE” tanggal 23 Juni nanti.

 

Sekian dari saya, Christian Adrianto

 

 

Btw Yang mau daftar webinar

*WA ke+6285891011321* – Sisca

ketik Nama <spasi> Daftar MBR                                          

 

atau Klik

https://api.whatsapp.com/send?phone=6285891011321&text=Daftar%20Seminar%20MBR

 

Tips Memimpin Karyawan Generasi Z

Bagi para pemimpin dari Generasi X, Y dan Baby Boomer, banyak pimpinan perusahaan yang mengeluh karena sulitnya memimpin karyawan muda masa kini. Biasanya mereka akan mengeluh seperti ini, “karyawan muda sekarang banyak yang tidak beretika, susah diatur, mau seenaknya sendiri, kurang royal, mau cepat kaya tapi tidak mau berusaha, dsb..,”

Perlu di ingat setiap generasi memiliki karakteristik yang sangat berbeda dan menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk memimpin mereka. Berikut adalah kiat bagaimana memimpi karyawan Gen Z :

  1. Dorong ide kreatif mereka. Gen Z sangat loyal jika mengangkut kepentingan mereka. Jadi buat diri Anda sebagai seorang pemimpin yang sanggup bersinergi dengan kepentingan karyawan Gen Z, buat mereka merasa stay and strong bersama Anda. Karyawan Gen Z mengejar Aktualisasi Diri, mereka akan menggunakan semua kemampuan dirinya untuk mencapai apapun yang mereka mau. Oleh karena itu buat mereka berpikir mereka sangat dihargai dan dilibatkan. Ingat kepemimpinan yang merujuk bawahan harus patuh pada atasan sangat tidak sesuai dengan prinsip pemikiran Gen Z. Buat mereka terlibat dalam pengambilan keputusan seperti contoh seragam karyawan, bebaskan mereka menentukan “Outfit” apa yang akan mereka kenakan seperti pakai jeans, sepatu sneakers “Show up Yourself, Up to you”. Karena bagaimanapun Gen Z adalah generasi yang sangat kreatif dan inovatif.
  2. Arahkan. Seperti tulisan sebelumnya Gen Z adalah generasi yang sangat kreatif dan inovatif. Ada kalanya ide yang mereka utarakan belum realistis. Namun seburuk apapun ide yang mereka utarakan jangan dihina dan dibuang. Karena perbuatan Anda ini sangat kontraproduktif dan dapat menghancurkan motivasi mereka. Ingat langkah pertama kita mencambuk ide mereka namun langkah kedua kita malah mematikan ide tersebut karena gara-gara kurang realistis. Sebagai pemimpin jangan sampai hal ini terjadi.
  3. Feedback. Sebagai pemimpin belajarlah untuk memahami siapa mereka itu. Pelajari kelebihan mereka, kekurangan mereka. Hal ini bermanfaat untuk mengurangi teguran, amarah hingga cacian yang biasa dilakukan generasi X dan Y jika tidak becus melakukan tugas. Gunakan kata kata yang terkontrol dalam menegur karyawan Gen Z ini. sebab gen Z memiliki pikiran yang lebih santai dan bebas dari Generasi sebelumnya, Gen Y, dan lebih tidak tahan dengan tekanan.
  4. Perintah yang simple. Beri kesempatan kepada mereka Gen Z untuk berpikir sendiri. Beri arahan yang terbatas dan banyak alternatif akan memicu kreatifitas dan daya saing mereka. Jangan lihat mereka sebelah mata karena hidup Gen Z yang menurut Anda lebih mengutamakan kesenangan. Berikan kepada mereka lebih banyak kesempatan untuk memecahkan masalah. Jangan terlalu mendekte dan keras kepala. Belajarlah untuk memiliki pemikiran lebih terbuka.

Yang harus Anda lakukan adalah memimpin mereka dengan teknik yan terbukti cocok dengan tipikal dan sifat mereka.

Selamat memimpin, dan sukses selalu untuk Anda.

7 Langkah mengatasi perubahan.

Sebuah perubahan tidak terjadi dengan tiba-tiba dan selesai dalam semalam, perubahan merupakan proses yang bisa direncanakan dan di jalankan dengan hati hati. Jika anda seorang pemimpin dalam perusahaan dan anda diberi kesempatan untuk mengeola perubahan. Maka ada 7 cara yang bisa di lakukan untuk mengelola perubahan tersebut.

  1. Persiapkan perubahan. Persiapkan anggota team anda dengan adanya perubahan. Sigap jika ada perubahan rubah mainset team anda terhadap perubahan.
  2. Identifikasi perubahan. Dalam dunia yang selalu bergerak dan berubah ada banyak tugas yang harus kita lakukan. Mengingat kita memiliki banyak sumber daya yang terbatas baik dari aspek waktu dan sumber dayanya.
  3. Menjual perubahan. Anggap perubahan merupakan barang atau sesuatu hal yang sangat berharga dan buat team atau orang di sekitarmu memiliki pemikiran yang sama seperti kamu.
  4. Action terhadap perubahan. Buat orang lain semangat terhadap parubahan. Kumpulkan orang dan team kamu dan buat mereka melihat jika kamu sudah melakukan action terhadap perubahan itu dan mereka akan mengikuti dirimu.
  5. Keluar Zona nyaman. Hal penting yang harus dilakukan jika ingin mempercepat perubahan.
  6. Beri penghargaan. Langkah berikutnya bagi mereka yang mau berubah, beri mereka pengharaan atau pujian. Jangan buat usaha mereka untuk berubah menjadi sia sia, dan penghargaan merupakan salah satu cara dari daya tarik untuk berubah.
  7. Selalu belajar dan tidak takut berubah. Jika sudah berhasil berubah. Jangan buat mesin team anda mengendur, karena perubahan yang lain akan datang.