Category Archives: Tips Kepemimpinan Leadership

Skill Penting Yang Membuat Anda Menjadi Business Leader Hebat

leadership trainer christian adriantoYuk, kita ngobrolin Skill Penting dalam kehidupan yang bisa membuat anda menjadi business leader yang hebat.

Prof. Tali Sharot, professor of cognitive neuroscience di MIT mengatakan bahwa dalam setiap intrapersonal konflik dalam hidup, baik dalam bisnis, sosial dan bahkan dalam rumah tangga, 99,99% problem dan solusinya adalah komunikasi.

Nah bicara tentang komunikasi, ada skill penting yang bisa membuat anda menjadi negosiator bahkan business leader hebat, apakah itu?

Saya pernah mendengar video TED Talk dari Julian Treasure, tentang communication. Videonya sudah ditonton lebih dari 100 juta kali. Beliau mengatkan bahawa dalam komunikasi NEVER DISAGREE.

Lho, gimana maksudnya, masak kita harus selalu setuju dengan semua orang???

Tidak seperti itu maksudnya.

Never Disagree yang dimaksud Julian adalah Ketika kita berkomunikasi, dengarkan lebih dulu lawan bicara kita dan respon dia dengan cara yang membuat dia merasa dipahami. Walaupun anda tidak setuju denga napa yang dia katakan, jangan terlalu direct langsung bilang “Anda salah!!”

Orang akan lebih mudah mendengarkan kita, bahkan lebih mudah berubah pikiran dan setuju dengan kita, Ketika ia berbicara dengan orang yang mendengarkan dan memahami dirinya. Sehingga ia mau terbuka dengan ide yang kita lemparkan.

Tapi jika kita membantah apa yang ia katakan, otaknya secara naluri akan tertutup. Dan enggan mendengarkan lebih lanjut. Jika ada anak buah anda melemparkan ide, meskipun idenya luar biasa tidak bermutu, jangan langsung refleks untuk mengatakan “ide kamu jelek! Mana bisa dijalankan.”

Karena respon negative seperti ini lebih banyak membuat mereka merasa tidak dihargai dan next tidak berani usul dan mematikan kreatifitas mereka.

Ketika kita tidak setuju dengan ide orang lain, saya mengusulkan untuk merespon dengan berikan pujian kepada dia di awal, baru kemudian berikan masukan dan  tutup lagi dengan pujian.

Jadi NEVER DISAGREE, bukan berarti jadi YES MAN, namun kita mendengarkan dan kemudian merespon dengan cara yang membuat ia merasa dipahami, baru kemudian kita sampaikan pemikiran atau Solusi kita.

Next kita ngobrolin tentang skill lain dalam Leadership ya…

 

Semoga bermanfaat,

Never Give up & Be the best version of You!

Christian Adrianto Motivator & Trainer LeadershipChristian Adrianto Motivator, Trainer Sales & Leadership

3 Keterampilan keterampilan Essensial dari Para CEO Top yang harus Anda Pelajari Agar Karir Anda Lebih dahsyat

3 Keterampilan keterampilan Essensial dari Para CEO Top yang harus Anda Pelajari Agar Karir Anda Lebih dahsyat Banyak orang ingin jadi CEO.

CEO jabatan yang bergengsi, gajinya besar.

Namun di saat yang bersamaan tanggung jawabnya juga besar, tantangannya besar.

Tapi beberapa tahun terakhir, kita sudah melihat tsunami perubahan yang sangat besar dalam dunia bisnis. Apalagi sejak pandemi. Tugas seorang CEO menjadi semakin lebih menantang.

Jika Leadership yang efektif jaman dulu :

“I’m Your Boss, You will do What I Tell You What to do.”

Sekarang, metode tersebut menjadi kurang relevan.

Yuk belajar kepemimpinan yang efektif dari dari para top CEO di dunia.

Adam Bryant, adalah seorang Jurnalis di New York Times yang selama 18 tahun terakhir telah mewawancarai banyak CEO top dunia seperti Sam Altman, CEO OpenAI yang kita kenal sebagai Chat GPT.

Ia pernah mewawancarai Susan Wojcicki, mantan CEO Youtube.

Bahkan ia pernah wawancara Jack Ma, mantan CEO Alibaba Group.

 

Dari semua interviewnya, Adam Bryant menyimpulkan, ada 3 Critical Skill yang harus dimiliki oleh seorang top Leader yang efektif.

1.Simplifying complexity

Kemampuan untuk menyederhanakan semua yang rumit dalam Perusahaan dan industry. Dan menjadikannya menjadi pesan sederhana, yang bisa dipahami oleh semua karyawan. Sehingga mereka paham, ingat dan memiliki semangat serta passion yang sama dalam mewujudkan visi anda.

 2. Being Fully Accountable

Bisa diandalkan dalam setiap Keputusan yang anda buat. Bisa diandalkan artinya anda memahami, punya knowledge terhadap apa yang sedang anda lakukan dan Keputusan yang anda buat untuk Perusahaan.

3. Listening To Stake Holder

Superpower seorang leader adalah kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik.

Setiap orang ingin dihargai, maka caranya adalah dengarkan mereka, pendapat mereka penting. Anda boleh tidak setuju dengan mereka, anda boleh mengambil Keputusan yang berbeda, namun mereka akan merasa lebih dihargai Ketika didengarkan

 

Semoga Bermanfaat.

Be The Best Version Of You & Never Give Up

 

Christian Adrianto

Motivator, Sales & Leadership Trainer

 

Para Leader wajib tahu! 1 hal ini bisa menginspirasi dan menggerakkan pengikut anda

leadership trainer terbaik IndonesiaMengapa Apple menjadi perusahaan yang paling inovatif?

Dari tahun ke tahun, Apple mengeluarkan produk-produk revolutioner.

Padahal mereka hanya perusahaan computer, Yang punya akses ke talent / karyawan yang sama dibanding perusahaan lain, konsultannya  bisa jadi sama, medianya juga sama.

Tapi kenapa Apple menjadi yang terdepan dibanding competitornya?

Ada yang berbeda dalam kepemimpinan Apple?

Dan ternyata riset mengatakan , leader -leader yang mengispirasi di dunia, memiliki  1 persamaan ini.

Mereka memiliki VISI yang jelas

Leader – leader yang hebat tahu persis WHY-nya.

Mereka paham betul apa yang sedang mereka kerjakan. Mereka sudah punya gambaran yang jelas, tentang mengapa Perusahaan mereka berdiri, seperti apa teamnya, bagaimana suasana kerja dan budaya perusahaannya, bagaimana produk atau jasanya berdampak pada Masyarakat.

Selain jelas visinya, mereka jago mengkomunikasikan visinya.

Sehingga teamnya juga bisa melihat apa yang sedang mereka kerjakan dan untuk apa mereka bekerja. Dengan mengkomunikasikan visinya, semua orang dalam team akan memiliki semangat dan passion yang sama untuk mewujudkan visi tersebut.

Tahu ngga apa visi Apple?

Rob Campbell, orang yang bikin Powerpoint & CEO berbagai Perusahaan Start up, pernah tanya sama Steve jobs.

Apasih visi Steve Jobs untuk Apple?

Dan Steve Jobs Menjawab :

Everything We do , We believe in challenging the status quo. We believe in thinking differently. Apple were going to change the world. “

-Apple menantang status quo, Apple menciptakan hal yang sebelumnya belum ada. Apple berani untuk berpikir beda. Dan Apple akan mengubah duna.-

Jadi jika anda ingin menggerakkan pengikut anda, miliki visi yang jelas dan jangan lupa komunikasikan visi tersebut.

 

Semoga bermanfaat.

Be the Best Version of You & Never Give Up!

Christian Adrianto Motivator & Leadership Trainer terbaik Indonesia

 

Kick Off Booster 2024 bersama Motivator Terbaik Indonesia Christian Adrianto

Banyak Ekonom yang mengatakan bahwa tahun 2024 akan menjadi tahun gampang-gampang susah. Apa iya?

Tahun 2024 kedepan akan dibuka dengan tahun politik. Akibatnya awal tahun akan diwarnai dengan ketidak pastian.  Kemudian secara global.  The Fed alias The Federal Reserve masih menerapkan strategi pengetatan moneter dan menahan suku bunga. Sehingga banyak investor akan menarik keluar investasinya dan beralih ke pasar modal di Amerika. Situasi akan lebih menantang karena banyak orang yang akan mengetatkan budget dan menahan spending. Sehingga kita harus mempersiapkan team mindset dan mental team kita untuk kwartal pertama.

Kabar gembiranya, diprediksi kwartal kedua ekonomi akan lebih cerah. Masa ‘Wait And See’ akan berakhir, sejalan dengan terpilihnya pemegang kekuasaan dan arah kebijakan akan mulai lebih jelas. Bahkan Gubernur bank BI, Bp. Perry Warjiyo mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2024 akan lebih baik daripada tahun 2023. Nah, momen ini adalah waktu yang tepat untuk Gas Poll lebih dahsyat lagi.

Namun bagaimanapun proyeksi ekonomi kedepan masih penuh dengan ketidak pastian. Dinamika bisnis saat ini semakin sulit untuk diprediksi. Belajar dari pandemi COVID, tidak ada yang bisa memprediksinya. Oleh karena itu dibutuhkan mindset dan mental yang agile, siap dengan perubahan, pantang menyerah dan kreatif dalam mencari solusi.

Sudahkah anda & team mempersiapkan diri untuk mencapai target 2024? 

Strategi apa yang sudah anda siapkan bersama dengan team?

Bersama dengan Mr Christian Adrianto, persiapkan team anda  agar tahun 2024, Start Strong dan Gass Pool.

Dalam Program KICK OFF BOOSTER : 2024 START STRONG & GAS POLL

Ada akan belajar :

  • Apa yang harus improve di tahun 2024.
  • Action Plan untuk mencapai target tahun 2024.
  • Strategi Proven untuk meningkatkan penjualan.
  • Mindset seperti apa yang dibutuhkan untuk start faster dan berlari kencang di tahun 2024.
  • GROWTH MINDSET VS FIXED MINDSET : mindset yang tepat untuk sukses meski dalam kondisi yang menantang.
  • Bagaimana meyakinkan team anda untuk betul betul mengimplementasikan Plan Secara Efektif.
  • Berbagai ide dan tips untuk membantu sales team anda untuk Start Strong dan Gas Poll di tahun 2024.

Info lebih lanjut hubungi

Fransisca

082110 502502

Seminar Kick Off Booster 2024 Motivator Indonesia Christian AdriantoSilabus Seminar KickOff Sales 2024 Christian Adrianto Motivator Indonesia

 

Leadership Training : Effective Coaching Skills for Leaders & Managers

Leadership : Training Coaching Skills For Leaders & managers by Christian Adrianto

 

leadership Training By Christian Adrianto Leadership Trainer Terbaik Indonesia , Coaching Technique for Supervisor & manager

 

Setiap leader, manager dan supervisor pasti ingin teamnya capai target. Namun seringkali mereka merasa kesulitan untuk membantu dan memotivasi teamnya untuk sukses. Program ini memberikan ide dan jurus jurus untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja team anda!

Dalam 1 hari Program ini anda akan belajar :

a. Bagaimana menggerakkan Team agar benar benar berhasil dan antusias untuk mencapai target

b. Memahami dan mempraktekkan langkah demi langkah GROW coaching MODEL

c. Essential coaching Skill :

  • Inclusive leadership
  • Effective communication
  • Psychological safety and trust
  • Emotional intelligence
  • Active listening
  • Ability to give (and receive) feedback
  • Empathy
  • Goal-oriented
  • A growth mindset

d. Bagaimana mengubah mindset setiap anggota team, sehingga performance menjadi lebih baik.

e. Bagaimana memahami cara kerja otak manusia, apa yang menggerakkan manusia dalam mengambil keputusan

Pembicara Christian Adrianto Motivator & Leadership Coach berpengalaman Indonesia. Telah dipercaya lebih dari 600 perusahaan besar Indonesia seperti Astra International, Pertamina, Danone, Prudential insurance, Allianz insurance, BNI, BRI, Mandiri, HSBC, dan masih banyak lagi.  beliau telah memberikan training untuk ribuan kelas untuk lebih dari 300.000 orang. Cara mengajar beliau dinamis dan interaktif disisipi humor dan menyenangkan. Dalam mengajar beliau tidak hanya memberikan teori, namun peserta akan diajak praktek, diskusi, studi kasus dan roleplay. Beliau berkeyakinan bahwa cara belajar terbaik adalah dengan  learning by experience. Oleh karena itu materi materi beliau sellau berdampak dan membawa perubahan bagi perusahaan.

Info pendaftaran kelas beliau

Hubungi Sisca : 082110502502

 

Inhouse Training : HOW TO BUILD GREAT TEAMS BY CHRISTIAN ADRIANTO LEADERSHIP TRAINER & MOTIVATOR

Program Training Team Building & Leadership by Christian Adrianto Motivator & Trainer

 

Silabus Program LEADERSHIP  HOW TO BUILD GREAT TEAMS by Christian Adrianto Trainer Leadership terbaik Indonesia (1)

Inhouse Training Leadership & Team work by Christian Adrianto trainer leadership millenial terkenal indonesia

Seperti apa training team building Christian Adrianto Motivator & Leadership Trainer

 

Team work makes dream work. Dapatkan program pelatihan team work dari Ledership Trainer & Motivator terbaik Indonesia. Yang telah berpengalaman selama lebih dari 16 tahun, dan telah dipercaya lebih dari 600 perusahaan besar di Indonesia. Christian Adrianto Leadership Trainer & Motivator.

Beliau telah mengajar ribuan kelas  untuk lebih dari 300.000 orang diberbagai kota di Indonesia. Beliau juga telah diundang lebih dari 20 kali ke manca negara seperti di Australia, Malaysia, Vietnam, China dll untuk memberikan motivational speech. Beliau juga dipercaya 9 stasiun TV nasional sebagai narasumber di bebagai ragam acara seperti TVONE, Metro TV, KOMPAS TV, Berita Satu,  TVRI, I-News TV, Trans 7, Global TV dan Sindo TV.

Dibawakan secara fun, energic dan interactive. Disisipi games games seru, diskusi, roleplay dan studi kasus sehingga peserta tidak hanya duduk diam mendengarkan, namun belajar by experience. Oleh karena itu program pelatihan beliau berdampak dan banyak sekali perusahaan yang merasa team lebih solid, kolaborasi lebih kompak dan budaya kerja lebih positif.

Ditengah persaingan bisnis yang semakin ketat, Team Work bukan sekedar PILIHAn, namun KUNCI KESUKSESAN untuk pencapaian luar biasa bagi sebuah perusahaan.

Mereka yang mampu menyatukan  berbagai talenta dan character dalam sebuah rangkaian roda bergerigi nan harmonis, akan menghasilkan simfoni yang mampu menggetarkan dunia.

Jika setiap roda gigi saling stuck dan mengunci, maka kesuksesan akan terhambat, dan mustahil mencapai hal yang lebih dahsyat lagi. Ketika Visi bersatu dan tujuan akan clear dan tajam bagi setiap anggota team. Dan setiap pribadi akan bertumbuh dan bertransformasi menjadi kekuatan yang mampu mengubah masa depan. Oleh karena itu jangan remehkan team building.

Sampai jumpa di kelas dan program program saya yang lain.

Info lebih lanjut mengenai program Team Building

Hubungi Fransisca

082 110 502 502

 

 

 

Program Inhouse Training : DEVELOPING EFFECTIVE LEADERSHIP SKILLS

TRAINING LEADERSHIP BY CHRISTIAN ADRIANTO

 

Program Pelatihan Leadership untuk Top Management di perusahaan anda agar leader leader anda dapat memimpin teamnya dengan lebih efektif.

Seorang pemimpin sangat menentukan arah perusahaan. Program leadership ini merupakan kerangka model high impact Leadership. Mempelajari karakteristik dan keterampilan kunci untuk menjadi team leader yang efektif.

“Sebuah organisasi yang tangguh bukanlah yang tak pernah mengalami kegagalan, tetapi yang memiliki kepemimpinan yang mampu mengubah kegagalan menjadi pelajaran berharga.”

- Christian Adrianto – Motivator & Leadership Trainer Indonesia

Ingat ini, bosmu bukanlah Dewa!

Banyak orang bertanya-tanya Apa perbedaan antara pemimpin dengan bos. Menurut Theodor Roosevelt: Pemimpin adalah seseorang yang bekerja secara terang-terangan sedangkan Bos bekerja secara rahasia.

bos vs leader 5

Sebelum kita bahas lebih jauh maka ada baiknya kita mengenal tentang sebuah perilaku organisasi.

 

Model perilaku organisasi

Ada 4 model perilaku organisasi yaitu Autocratic, custodian, suppotive, collegial.

Model autocratic berlaku seperti karyawan berada di bawah belas kasihan majikan. Dalam model ini karyawan bekerja sebagai buruh dan menuruti apapun yang dikatakan atasan. Kemudian model lain kustodian di mana karyawan mendapatkan benefit berupa gaji atau fasilitas tergantung pada sumber daya ekonomi perusahaan. Kemudian model suportive karyawan dan manajemen kepemimpinan saling membantu menciptakan suatu iklim untuk saling berkembang dan meraih cita-cita melalui organisasi. Dan yang terakhir model collegial karyawan atau atasan itu bagaikan suatu tubuh yang bekerja sama secara kooperatif Di mana mereka seperti tidak ada Kesenjangan antara atasan maupun bawahan.

Sekarang sudah banyak loh perusahaan yang menerapkan sistem collegial ini.

 

Bosses versus Leaders

Ada perbedaan besar antara Bos dengan pemimpin? Jika bos kebanyakan dari mereka bersikap Arogan dan egois dan mereka sering datang dengan sikap workaholic ( pekerjaan adalah prioritas utama)

” Bos menciptakan ketakutan, pemimpin menciptakan kepercayaan. Bos memperbaiki dengan menyalahkan, pemimpin memperbaiki dengan mengkoreksi. Bos tahu segalanya, pemimpin banyak  bertanya. Bos membuat pekerjaan jadi membosankan, pemimpin membuat pekerjaan jadi menarik” Russell H. Ewing

bos vs leader

Orang-orang yang bekerja dengan si Bos merasa sulit bergaul dengan mereka karena harapan  Bos yang sangat tinggi, dan karyawan terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka. Sebaliknya, pemimpin adalah perpaduan antara orientasi tugas dan orientasi orang dan bekerja dengan hati untuk membuat perbedaan dalam kehidupan karyawan. Memperlakukan bawahan mereka seperti rekan kerja dan menyelesaikan tugas dengan sukses.

bos vs leader 2

Pemimpin mendukung bawahan dengan berbagai pengembangan dan pelatihan untuk mempercepat kemajuan karir mereka. Pemimpin berempati dan mendengarkan bawahan mereka dan memimpin tim mereka dengan sukses. Sedangkan Jika kamu bekerja di bawah bos kamu harus lebih berhati-hati dalam bekerja.

bos VS Leader 3

Anda diwajibkan melakukan pekerjaan Anda dengan tulus anda tidak perlu mengganggu atasan anda dan anda tak perlu menyinggung egonya. Yang perlu Anda lakukan adalah aktif dalam pendekatan, tindakan, dan komunikasi anda dengan si Bos

 

Tips menangani bos anda

  • Tangani bos anda dengan bijaksana tetapi jangan mengorbankan integritas dan prinsip anda.
  • Pastikan anda berada di level atau raport hijau di mana anda menyelesaikan tugas dengan lancar. Pada saat yang sama belajarlah untuk membedakan antara pujian dengan rayuan.
  • Jadilah sosok yang kuat dalam daerah ruang kerja anda, dan memiliki rasa hormat di tempat kerja anda sehingga bos tidak akan memiliki ruang untuk memojokkan anda.
  • Hindari berdebat dengan bos. Ingat Bos selalu benar. Namun jika ada masalah organisasi yang timbul karenanya ungkapkan pandangan anda dengan tegas.
  • Bersikaplah profesional, hindari mencampuri kehidupan pribadinya untuk mempertahankan umur panjang dengan bos anda. Bos tidak boleh merasa bahwa ia dilanggar atau diabaikan.
  • Tekankan ide daripada individu dalam aspek organisasi, untuk menghindari terjadinya masalah egoistik.
  • Pertahankan bos anda dalam humor yang baik untuk menghindari politik organisasi dan memastikan suasana tempat kerja yang damai.

Sering terjadi di dunia korporasi jika seseorang pergi atau resign bukan karena organisasi mereka atau perusahaan mereka tapi untuk meninggalkan Bos mereka yang buruk. Oleh karena itu, daripada menyalahkan bos yang buruk lebih baik memahami bos anda dengan baik dan membentuk diri Anda sesuai untuk membangun chemistry dan kompabilitas agar semuanya berjalan dengan lancar.

 

Anda tidak bisa memilih bos anda atau hanya karena bos anda buruk anda sering berpindah organisasi. Jadi, mau di manapun Anda bekerja; mau seperti apapun tipe atasan anda; yang penting anda bekerja dengan sepenuh hati, dengan seluruh kemampuan anda, dan menyelesaikan target-target yang diberikan kepada anda.

 

Semangat

 

Penulis Paul Wawan

Creative Marketing Motivasi Indonesia

Berikut Strategi Mendapatkan Bank Nama Yang Tertarget, berkualitas Dan Punya Daya Beli

Bagaimana Mendapatkan Bank Nama dalam penjualan Yang Tertarget  dan Punya Daya BeliBank nama bagaikan darah bagi seorang sales. Kalau darahnya kurang, sales lesu. Kalau darahnya banyak tapi tidak berkualitas, sales juga pasti lesu.

Ada perusahaan yang memberikan bank nama untuk salesnya. Ada juga perusahaan yang tidak memberikan bank nama, sehingga si sales harus cari bank nama sendiri.

 

Biasanya bank nama dari perusahaan sudah tertarget, berkualitas dan punya daya beli, sehingga prosentase sukses nya pasti lebih besar.

Tapi jika andalkan team sales kita untuk cari bank nama, mesti dicek

  1. Apakah bank nama mereka punya kualifikasi
  2. Punya daya beli, sanggup bayar harga
  3. Punya kebutuhan atau akan butuh
  4. Cek juga jumlah leads yang qualified yang dimiliki oleh team kita.

Percuma punya bank nama yang qualified tapi jumlahnya sedikit.

5. Cek apakah team sales kita  punya kemampuan untuk menambah bank nama secara terus menerus. Jadi harus ada sistem untuk terus menerus mendapatkan traffic secara kontinyu.

Bryan Tracy, konsultan bisnis terkenal mengatakan

“The Key to Successfull Selling is to spend more time with better Prospect.”

Better Prospect artinya

  1. Butuh
  2. Punya Daya Beli
  3. Decision Maker

Cek :  Berapa prosentase  dari bank nama menjadi kunjungan, dan berapa prosentase team kita yang berhubungan langsung dengan prospect.

 

Tugas :

Tanya pada team anda

  1. ? Menurut Anda Better prospect bagi perusahaan anda seperti apa?
  2. ? Menurut Anda ciri ciri  better prospect anda sendiri seperti apa?

Apa bedanya?

Contoh perusahaan asuransi

ð  Ciri ciri Better Prospect menurut perusahaan adalah : Sudah berkeluarga, punya anak

ð  Tapi secara pribadi ada Sales A yang better prospectnya di Manager / Karyawan

Sales B Better Prspect Ibu Ibu

Sales C Beter Prspect Mahasiswa

Sales D Better Prospect Pengusaha dll

Bagaimana bisa beda?

Karena style team sales kita beda beda, caranya beda-beda, tingkat kenyamanan beda-eda, cara pendekatan beda-beda, lingkungan pergaulan beda-beda.

 

Maka dari itu cek. Karena bisa jadi closingan team anda jelek, karena ciri-ciri better prospect dia terlalu kecil. Padahal market ada 3 juta, tapi jika dia Cuma nyaman di market yang 30 orang, tentu saja bulan depan sudah habis. Solusinya adalah tingkatkan kemampuan agar bisa nyaman masuk ke market lain.

Nah, jadi pastikan improve kemampuan dalam menjalin pertemanan dan menambah koneksi.

 

Artikel ini ditulis oleh seorang sales coach terbaik Indonesia yang telah berpengalaman selama lebih dari 15 tahun dalam memberikan coaching dalam meningkatkan omzet dan penjualan. Sudah ada lebih dari 500 perusahaan yang telah beliau coach dan sebagian besar mengatakan penjualan meningkat 2-3 kali lipat setelah beliau coach.

Christian Adrianto Motivator & Sales Coach

Christian Adrianto Motivator & Trainer

HOW TO MANAGE SALES TEAM TO ACHIEVE TARGET? – Strategi Manage Sales Team untuk Capai Target

HOW TO MANAGE SALES TEAM TO ACHIEVE TARGET?

Training Selling SkillJay Abraham, The marketing genius berkata

“ Selling is Process.”

Maka dari itu, manage people to follow the process step by step untuk mencapai target. Tidak mungkin capai target kalau tidak ikuti prosesnya step by step.

Masalahnya jika prosesnya tidak jelas. Apa yang mau di manage?

Bayangkan anda mau membangun sebuah gedung. Anda tidak tau prosesnya. Ada 200 tukang, mereka tidak tau apa yang harus dikerjakan. Apa yang harus di manage?

 

Maka sebelum melakukan tugasnya, buat plan untuk hal yang harus dilakukan day by day.

 

Understand The Process

Secara umum sales proses bisa beda beda. B to B tentu berbeda dengan B to C. Tapi secara garis besarnya sama.

 

“Selling is process.

Process is measurable.

Anything that is measurable can be improved.”

-          Jay Abraham

Jay Abraham dalam seminarnya mengatakan measure your process. Peserta seminarnya ada yang dari Singapore, Hongkong, berbagai negara. Ada yang presiden director bank besar, senior executive dari perusahaan besar.

Mereka berkata, “Jay materi kamu terlalu dangkal. Tentu saja kami ukur semuanya.

Kami tau cabang mana yang pertumbuhannya paling pesat. Kami juga tau produk apa saja yang paling laris. Kami tau siapa orang yang capai target, siapa yang tidak capai target.”

 

Jay Abraham hanya tertawa dan ia berkata, “Itu adalah kesalahannya. Mengukur hasil tidak meningkatkan hasil. Measure the process, not the result”

 

Contoh, ada 2 toko sepatu. Dari perusahaan yang sama, produk yang dijual juga sama. Hanya beda lokasi, tapi keduanya berada di lokasi yang sama sama ramai.

Toko Sepatu A

Setiap minggu mampu menjual 10 sepatu.

Toko Sepatu B

Setiap minggu mampu menjual 10 sepatu.

 

Owner tidak puas. Ia berkata, “minggu depan naik ya jadi 13 sepatu.”

Toko A dan Toko B berkata, “Siap bos!!”

“Gimana caranya?”

“Kami akan lebih semangat lagi bos. Kerja lebih rajin. Pantang menyerah!!!”

Minggu depan apakah naik?

Ternyata tidak naik.

Mengukur hasil saja sulit untuk meningkatkan hasil.

 

Tapi jika kita ukur proses.

Toko A

Pengunjung datang 100 orang

Menjual 10 sepatu

Maka success rate 10%

 

Toko B

Pengunjung datang 20 orang

Menjual 10 sepatu

Maka success rate 50%

 

Kesimpulannya toko A lebih ramai pengunjung, dan Toko B SPG nya lebih jago jualan, lebih semangat, melayani dengan lebih baik.

Jika anda adalah manager toko sepatu A, maka anda tahu bagaimana meningkatkan penjualan?

Mana yang lebih masuk akal untuk ditingkatkan di toko A?

Tentu saja success rate nya.

Kira kira berapa % success rate bisa ditingkatkan?

Anda mungkin ada yang menjawab 20%, 30%, tapi saya yakin kebanyakan anda akan berkata 50%. Dari mana angka ini?

Karena sudah ada toko yang berhasil  mencapai success rate 50%. Maka toko A perlu belajar dari toko B, apa yang dilakukan agar orang  yang datang berkunjung lebih banyak yang beli barang. Pelajari detailnya bagaimana toko B melayani pelanggan, beda cara, beda hasil.

Dan Toko B belajar dari toko A, bagaimana caranya agar pengunjung ramai.

 

When the process improved, the result is improve.

 

Toko A, jika success rate naik katakan 30% saja, ngga usah muluk muluk maka penjualan naik jadi 30 pasang sepatu. Artinya naik 3 kali lipat.

 

Toko B, jika jumlah pengunjung naik jadi 70 pengunjung saja. Maka penjualan naik 35 sepatu. Naik 3 kali lipat.

 

Kelihatannya sederhana, namun prakteknya sulit.

Karena orang sales itu beda.

Jika orang pabrik, mau buat mie, prosesnya jelas.

Tepung di mix dengan telur, garam dan air.

Kemudian di aduk, dicetak sehingga bentuk panjang-panjang, di oven, di dinginkan kemudian dipotong, dibungkus.

Kalau pabrik mie semua jelas, ada takarannya, ada waktunya, di oven ada suhunya.

Tapi dalam penjualan ngga jelas prosesnya, ngga ada angka, ngga ada takaran seperti pabrik mie.

Orang sales tidak terbiasa ukur proses dan tidak biasa bikin laporan.

Jumlah presentasi berapa, hasilnya berapa?

Jumlah telpon berapa, hasilnya berapa?

Jumlah kunjungan berapa, hasilnya berapa?

 

Kendalanya sudah kebiasaan susah disuruh bikin laporan, dan ditambah managernya juga menyerah karena lelah karena mereka tidak juga terbiasa.

Tapi kalau tidak tau dari sisi mana yang perlu diperbaiki, apa dasar untuk anda memanage team anda?

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Trainer & Motivator

Telah dipercaya oleh lebih dari 500 perusahaan, Berpengalaman selama lebih dari 16 tahun di dunia training dan motivasi. Telah diundang di berbagai stasiun TV nasional sebagai narasumber, seperti Metro TV, TV One, Kompas TV, TVRI, Trans 7, Sindo TV dll. Berhasil meningkatkan penjualan di berbagai perusahaan mulai dari retail, hingga B2B.