Category Archives: Tips Sales – Menjual

Transformasi Iklan dari Konvensional ke Digital : Gimana caranya Biar Ngga Boncos

Digital Marketing tips dan trick agar tidak boncosApakah kalian sadar. Ketika kalian berjalan dijalanan besar seperti jalan Toll banyak billboard iklan yang sekarang kosong? Padahal dalam dunia periklanan billboard adalah salah satu media penting untuk memperiklankan produk mereka apalagi jika jalanan itu ramai atau macet pasti harga sewa billboard di sana akan semakin mahal.

Kenapa kosong? Harus kalian sadari jika Iklan adalah tulang punggung pemasaran yang telah mengalami transformasi luar biasa sejak berpindah dari metode konvensional ke media digital. Perubahan ini telah mengubah cara bisnis berinteraksi dengan audiensnya dan mempengaruhi cara konsumen merespons dan berinteraksi dengan suatu produk. Alasannya hanya satu : Gadget. Bagaimana sekarang konsumen menghabiskan waktu mereka pada gawai yang berada ditangan.

Mari kita telusuri beberapa keuntungan dan tantangan dari peralihan iklan dari konvensional ke digital.

Keuntungan Iklan Digital:

1. Targeting yang Lebih Tepat

Salah satu keuntungan utama dari iklan digital adalah kemampuan untuk menargetkan audiens yang sangat spesifik. Dengan data pengguna yang kaya dari platform digital, iklan dapat disesuaikan dengan preferensi, perilaku, dan demografi pengguna. Ini meningkatkan efisiensi kampanye dan mengarah pada hasil yang lebih baik.

2. Analisis dan Pengukuran yang Mendalam

Dalam iklan digital, setiap klik, tampilan, dan interaksi dapat dilacak secara mendetail. Ini memberikan insight berharga tentang bagaimana kampanye berkinerja dan memungkinkan pengiklan untuk menyesuaikan strategi mereka sesuai dengan data yang diperoleh. Pengukuran yang akurat ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik.

3. Fleksibilitas dan Perubahan Real-time

Iklan digital memungkinkan pengiklan untuk dengan cepat merespons perubahan pasar dan tren. Jika suatu kampanye tidak berjalan dengan baik, perubahan dapat dilakukan secara real-time tanpa biaya besar. Ini memungkinkan adaptasi yang lebih cepat terhadap perubahan yang tak terduga.

4. Keterlibatan Interaktif dengan Konsumen

Media digital memungkinkan iklan untuk menjadi lebih interaktif. Pengguna dapat berpartisipasi dalam iklan, memberikan umpan balik, dan berinteraksi langsung dengan merek. Jika content adalah king, maka interaksi dan respon adalah queen. Penting menciptakan hubungan yang kuat dan mendalam atara merek dan konsumen.

Tantangan Iklan Digital:

1. Kebisingan Informasi

Lingkungan digital yang penuh dengan iklan dapat membuat pesan-pesan tersebut terserap dengan buruk oleh audiens yang tengah terpapar begitu banyak informasi. Menciptakan iklan yang menonjol menjadi tantangan tersendiri ditengah persaingan yang sengit.

2. Privasi dan Keamanan Data

Pengumpulan data yang intensif untuk tujuan penargetan dapat memicu masalah privasi dan keamanan data. Kekhawatiran tentang penyalahgunaan data telah meningkatkan permintaan untuk peraturan yang lebih ketat terkait privasi.

3. Kesulitan Memisahkan Iklan dari Konten Organik

Dalam lingkungan digital, iklan sering kali tumpang tindih dengan konten organik, sulit bagi konsumen untuk membedakan mana yang merupakan iklan dan mana yang bukan. Ini dapat menyebabkan kurangnya kepercayaan terhadap iklan digital.

4. Perubahan Algoritma Platform

Platform digital sering kali mengubah algoritma mereka, yang dapat berdampak pada cara iklan diatur dan ditemukan oleh pengguna. Pengiklan harus siap untuk beradaptasi dengan perubahan ini.

5. Tergantung pada Teknologi

Iklan digital sangat tergantung pada infrastruktur teknologi yang andal. Koneksi internet yang buruk atau perangkat yang usang dapat mengurangi efektivitas kampanye.

Dari sisi keuntungan, iklan digital menawarkan targeting yang lebih baik, analisis yang mendalam, dan fleksibilitas yang tinggi. Namun, tantangannya termasuk kebisingan informasi, masalah privasi data, dan kesulitan memisahkan iklan dari konten organik. Meskipun demikian, dengan strategi yang tepat, iklan digital memiliki potensi besar untuk memberikan hasil yang kuat dan membangun hubungan yang lebih dekat antara merek dan konsumen di era digital ini.

Penulis : Fransisca, Marketing Manager Motivasi Indonesia

Strategi Building Trust Untuk Kesuksesan dalam Penjualan

MOTIVATOR TERBAIK INDONESIAYang Namanya penjualan, transaksi tidak akan terjadi jika tidak ada trust. Trust baik kepada Perusahaan, produk maupun penjualnya. Trust timbul karena

1. Referensi & Reputasi

a.  Penampilan

Kalau ada orang pakai celana robek ditempat yang tidak semestinya, rambut mohawak, kuping tindik, lidah tindik, tatoan. Bisa jualan? Bisa kalau jualan narkoba.

Penampilan termasuk Bau. Tolong jujur, tolong cium sebelah kanan –kiri.

Termasuk Kumis, berat badan : ada berat ideal, terlalu kurus, ada terlalu gemuk.

b. Gelar /jabatan

Kalau anda Phd dari Harvard, kira kira orang lebih segan ?

Jaman perang, kalau mau negosiasi jendral sudirman nunjuk sersan besok kamu jadi kapten, besok pergi negosiasi. Lebih dihargai. kalau kapten ketemu kapten, didengarkan. Kalau kapten ketemu sersan. Yahhh..

Sales banyak yang jabatan nya : Junior Sales Officer. Kalau bisa jabatan minimal Manager.Managernya anak buahnya berapa? 1, dia sendiri.

Setelah itu GM è senior GM è asisten VP è VPèsenior VP è Cief Senior VPè Direkturè Presiden Direktur

 

Advertising agency, jabatan terendah Art Director.

 

Kalau tidak punya gelar. Bisa pakai catatan prestasi.

Testimoni. Kumpulkan testimoni. Penghargaan, piagam dll.

Yang paling penting bukan untuk meyakinkan orang lain, tapi ketika loyobaca lagi catatan prestasi, semangat dan PD lagi. Kalau anda PD. Lebih mudah meyakinkan orang lain, lebih mudah jualan.

 

Kalau tidak punya catatan prestasi.

  • Cantumkan pernah ikut seminar apa.
  • Kaitkan dengan nama besar.
  • Edifikasi.Kalau yang ngomong baik orang lain dibanding diri sendiri, mana yang lebih dipercaya? Minta orang untuk berikan testimoni yang baik.

 

 2. Mirip & Akrab

  • Orang cenderung percaya dengan yang akrab dan mirip. Ketika dalam perantauan, di luar negri, ketemu orang indonesia. Seneng.

 

  • Bangun topik yang sama.

Bapak asalnya dari mana? Semarang, lho sama, saya juga dari Semarang.

Hobinya apa? Nonton Bola,wuih sama.. club favorit apa?

Problemnya, kalau kita kalah kelas. Contoh : dia kelahiran New York, saya kelahiran Nganjuk. Dia hobinya main Golf, saya hobinya main Gundu.

 

Orang cenderung suka dengan gerakan yang sama.

Pak hari Presiden director, saya sales. Ketemu duduknya kayak preman.

Anda masuk ke warung, semua kakinya naik ke kursi, anda ngga naik kakinya, ngga enak.

Begitu juga salaman, nunduk nunduk, langsung berasangga level.

Orang cenderung sungkan, kalau ketemu orang yang levelnya lebih tinggi.

 

Miroring: Ikuti gerakan, selisih 10 detik. Tapi kalau dia ngupil, ya jangan ikut ngupil.

Kalau dia sengak, janganikut sengak. Kapan jualannya.

Duduk melorot, tangan bersilang.

Ikuti ngga harus sama. Leading , pak, silahkan boleh dilihat. Silahkan dipegang. Kalau cukup lama ikuti, tanpa sadar dia akan ikuti gerakan.

 

Dan kalau kita cukup lama ikuti gerakan orang lain, tanpa sadar ia akan ikuti kita.

Kalau orangnya banyak gimana?

Ikuti gerakan orang yang dominan, atau ikuti sedikit gerakan semua orang.

Orang senang dengan orang lain 80% dari bawah sadar. Bukan sekedar kata-kata dan nada. Tapi juga gerakan.

 

Mirip Kualitas suara. Kalau ada orang marah, anda sabar…sabar,,, (lembut). Berhasil? Hanya 2 % yang berhasil.

samakan nadanya, tapi penuh pemecahan. Kemudian pimpin, ubah gerakan, dari berdiri jadi duduk, suara pelan pelan turunkan.

Suara tinggi , ikut tinggi, Rendah ikut rendah. Suara capat ikut cepat, pelan ikut pelan. Contoh oang beli motor.

 

3. Kongkruen

Kongkruen artinya cara bicara, suara, body language dan mimic wajah mantap. Tidak ada keraguan. Yang Namanya penjualan adalah transfer energy, kalau kita memancarkan energi ragu-ragu, tidak yakin, maka calon customer juga sulit merasa yakin. Kalua kita mantap dan yakin, maka calon customer akan merasa yakin.

 

By Tung Desem Waringin

Kick Off Booster 2024 bersama Motivator Terbaik Indonesia Christian Adrianto

Banyak Ekonom yang mengatakan bahwa tahun 2024 akan menjadi tahun gampang-gampang susah. Apa iya?

Tahun 2024 kedepan akan dibuka dengan tahun politik. Akibatnya awal tahun akan diwarnai dengan ketidak pastian.  Kemudian secara global.  The Fed alias The Federal Reserve masih menerapkan strategi pengetatan moneter dan menahan suku bunga. Sehingga banyak investor akan menarik keluar investasinya dan beralih ke pasar modal di Amerika. Situasi akan lebih menantang karena banyak orang yang akan mengetatkan budget dan menahan spending. Sehingga kita harus mempersiapkan team mindset dan mental team kita untuk kwartal pertama.

Kabar gembiranya, diprediksi kwartal kedua ekonomi akan lebih cerah. Masa ‘Wait And See’ akan berakhir, sejalan dengan terpilihnya pemegang kekuasaan dan arah kebijakan akan mulai lebih jelas. Bahkan Gubernur bank BI, Bp. Perry Warjiyo mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2024 akan lebih baik daripada tahun 2023. Nah, momen ini adalah waktu yang tepat untuk Gas Poll lebih dahsyat lagi.

Namun bagaimanapun proyeksi ekonomi kedepan masih penuh dengan ketidak pastian. Dinamika bisnis saat ini semakin sulit untuk diprediksi. Belajar dari pandemi COVID, tidak ada yang bisa memprediksinya. Oleh karena itu dibutuhkan mindset dan mental yang agile, siap dengan perubahan, pantang menyerah dan kreatif dalam mencari solusi.

Sudahkah anda & team mempersiapkan diri untuk mencapai target 2024? 

Strategi apa yang sudah anda siapkan bersama dengan team?

Bersama dengan Mr Christian Adrianto, persiapkan team anda  agar tahun 2024, Start Strong dan Gass Pool.

Dalam Program KICK OFF BOOSTER : 2024 START STRONG & GAS POLL

Ada akan belajar :

  • Apa yang harus improve di tahun 2024.
  • Action Plan untuk mencapai target tahun 2024.
  • Strategi Proven untuk meningkatkan penjualan.
  • Mindset seperti apa yang dibutuhkan untuk start faster dan berlari kencang di tahun 2024.
  • GROWTH MINDSET VS FIXED MINDSET : mindset yang tepat untuk sukses meski dalam kondisi yang menantang.
  • Bagaimana meyakinkan team anda untuk betul betul mengimplementasikan Plan Secara Efektif.
  • Berbagai ide dan tips untuk membantu sales team anda untuk Start Strong dan Gas Poll di tahun 2024.

Info lebih lanjut hubungi

Fransisca

082110 502502

Seminar Kick Off Booster 2024 Motivator Indonesia Christian AdriantoSilabus Seminar KickOff Sales 2024 Christian Adrianto Motivator Indonesia

 

Cara Mudah untuk Menjual “Apapun” ke Orang Lain

Menjual apapun, kepada siapapunBerikut ini beberapa rahasia yang harus kamu ketahui supaya kamu bisa mendapatkan banyak uang  dari menjual apapun ke orang lain:

  1.  Masuk kedalam DUNIA mereka, bicara dengan topik mengenai – Apa yang mereka pedulikan, masalah mereka, ketakutan mereka, dan keinginan mereka.
  2. Kita adalah makhluk emosional. Bukan logical. Jual melalui emosi dan perasaan.
  3. Jangan jual barang/produk. Jual hasil dan solusi. Jangan banyak bicara tentang produkmu bisa lakukan, tapi fokus jelaskan produkmu bisa apa untuk mereka.
  4. Menjadi lebih terinci. Contohnya : menggunakan kalimat “dapat menurunkan berat badan 10 kg dalam 3 minggu tanpa diet dan oabt obatan” – akan terdengar lebih menarik daripada “menurunkan berat badan dengan cepat”
  5. Gunakan dengan baik strategi FOMO (fear of missing out). Salahsatunya dengan cara buat batas akhir untuk penjualan atau diskon akan berakhir. Buat jadi langka dan harus dibeli. Dan kamu harus komit ya.
  6. Jadi menarik dan menghibur. Sisipkan homor dalam kalimatmu. dan jangan buat naskah/suasana yang membosankan, jangan trengan seperti sales yang biasa umum diluar sana.

Penulis Paul Wawan, Creative Marketing Motivasi Indonesia

Final Lap Inspiration & Boost Motivation by Motivator Terbaik Indonesia

quote final lap 2023 png

In the final lap, leave no room for regrets, summon your inner strength and surpass your limits!

GIVE IT EVERYTHING YOU’VE GOT !

FINAL LAP  adalah panggung keberhasilan bagi mereka yang tidak pernah berhenti berlari menuju impian. Ketika matahari terbenam, dan garis akhir semakin dekat, biarkan semangat juangmu menyala dengan gemilang.

Di garis akhir, bukan hanya prestasi yang dicatat, tetapi juga perjalananmu yang menginspirasi banyak orang.

di FINAL LAP ini, Pastikan semangatmu menjelma menjadi kekuatan yang tak tergoyahkan.

Tak ada kata menyerah, yang ada hanya langkah mantap menuju kemenangan.

Jika anda ingin team sales anda Go All Out & Finish Strong di 2023 ini…..

Dapatkan Training Motivasi, Inspirasi dan Strategi FINAL LAP dari Christian Adrianto Motivator & Sales Coach

 

Hubungi Fransisca +6282110502502

Salam Semangat!!

 

Strategi Membaca Peluang dalam Marketing

membaca peluang dalam bisnisSuatu hari sebuah perusahaan sedang mencari pegawai terbaik untuk diangkat menjadi Manager marketing yang baru karena perusahaan sedang dilanda krisis. Kamudian pemilik perusahaan memiliki ide yang kreatif untuk mencari orang terbaik yang pantas dibayar mahal menjadi Manager tersebut. Pertama-tama dikumpulkannya sales terbaik dan didapati ada 3 orang yang menjadi kandidat. Kemudian ketiga kandidat tersebut dalam kurun waktu yang ditentukan diberi tugas untuk menjual sisir di komplek biara shaolin. Tentu saja yang bisa menjual sisir terbanyak adalah pemenangnya.

Tentu saja tepat seperti yang kalian duga, para biksu disana semuanya gundul dan tidak butuh sisir. Kesulitan ini juga yang membuat calon pertama hanya mampu menjual 1 buah sisir saja. itupun karena belas kasihan seorang biksu yang iba kepadanya.

Namun, tidak dengan calon kedua, dia mampu menjual hingga 100 buah sisir. Bagaimana caranya?

Ia tidak menawarkan kepada para biksu, tapi pada turis yang ada dikomples itu. Meningat angin disana memang besar sehingga membuat rambut menjadi berantakan. Lalu bagaimana dengan calon ketiga? Dia mampu menjual 800 buah sisir! Wow..

Caranya?  Ternyata penjual ketiga membawa sisir yang sudah diukir dengan nama biara dan dibungkus estetik kepada kepala biara dan ia meyakinkan bahwa sisir ini bisa menjadi suvenir bagus bagi para turis, dan kepala biara pun setuju.

Apakah hikmah dari kisah itu?

Calon pertama gagal karena hanya bergantung pada kerja keras dan pasrah dengan keadaan, ia tidak berusaha mencari solusi hanya berusaha menjual seadanya. Sedangkan calon kedua sudah bisa berpikir lebih maju, ia paham dengan fungsi sisir dan paham siapa yang lebih membutuhkannya. Sedangkan calom ketiga dia sukses karena mampu berpikir out of the box, diluar kelaziman. Dengan menggunakan ilmu dan kondisi yang ada, calon ketiga mampu membuat opportunity/kesempatan untuk dirinya. Dia merubah tempat yang tidak membutuhkan sisir, menjadi seaka-akan membutuhkan sisir.

Menjual tidak hanya berarti menukar barang dengan uang. Tapi lebih menjadi seperti seni membaca keadaan dan mempergunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk merubah lingkungan yang seakan-akan membutuhkan sesuatu. Contoh lainnya, bagaimana kamu menjual payung dalam ruangan yang sejuk?  Orang tidak butuh payung dalam ruangan, namun berbeda jika payung tersebut memiliki nilai sentimental bagi orang lain, misal tandatangan atau foto artis. Maka orang – orang akan membeli payung tersebut, bahkan didalam ruangan sekalipun.

Penulis Paul Wawan, Creative Marketing Motivasi Indonesia

 

Berikut Strategi Mendapatkan Bank Nama Yang Tertarget, berkualitas Dan Punya Daya Beli

Bagaimana Mendapatkan Bank Nama dalam penjualan Yang Tertarget  dan Punya Daya BeliBank nama bagaikan darah bagi seorang sales. Kalau darahnya kurang, sales lesu. Kalau darahnya banyak tapi tidak berkualitas, sales juga pasti lesu.

Ada perusahaan yang memberikan bank nama untuk salesnya. Ada juga perusahaan yang tidak memberikan bank nama, sehingga si sales harus cari bank nama sendiri.

 

Biasanya bank nama dari perusahaan sudah tertarget, berkualitas dan punya daya beli, sehingga prosentase sukses nya pasti lebih besar.

Tapi jika andalkan team sales kita untuk cari bank nama, mesti dicek

  1. Apakah bank nama mereka punya kualifikasi
  2. Punya daya beli, sanggup bayar harga
  3. Punya kebutuhan atau akan butuh
  4. Cek juga jumlah leads yang qualified yang dimiliki oleh team kita.

Percuma punya bank nama yang qualified tapi jumlahnya sedikit.

5. Cek apakah team sales kita  punya kemampuan untuk menambah bank nama secara terus menerus. Jadi harus ada sistem untuk terus menerus mendapatkan traffic secara kontinyu.

Bryan Tracy, konsultan bisnis terkenal mengatakan

“The Key to Successfull Selling is to spend more time with better Prospect.”

Better Prospect artinya

  1. Butuh
  2. Punya Daya Beli
  3. Decision Maker

Cek :  Berapa prosentase  dari bank nama menjadi kunjungan, dan berapa prosentase team kita yang berhubungan langsung dengan prospect.

 

Tugas :

Tanya pada team anda

  1. ? Menurut Anda Better prospect bagi perusahaan anda seperti apa?
  2. ? Menurut Anda ciri ciri  better prospect anda sendiri seperti apa?

Apa bedanya?

Contoh perusahaan asuransi

ð  Ciri ciri Better Prospect menurut perusahaan adalah : Sudah berkeluarga, punya anak

ð  Tapi secara pribadi ada Sales A yang better prospectnya di Manager / Karyawan

Sales B Better Prspect Ibu Ibu

Sales C Beter Prspect Mahasiswa

Sales D Better Prospect Pengusaha dll

Bagaimana bisa beda?

Karena style team sales kita beda beda, caranya beda-beda, tingkat kenyamanan beda-eda, cara pendekatan beda-beda, lingkungan pergaulan beda-beda.

 

Maka dari itu cek. Karena bisa jadi closingan team anda jelek, karena ciri-ciri better prospect dia terlalu kecil. Padahal market ada 3 juta, tapi jika dia Cuma nyaman di market yang 30 orang, tentu saja bulan depan sudah habis. Solusinya adalah tingkatkan kemampuan agar bisa nyaman masuk ke market lain.

Nah, jadi pastikan improve kemampuan dalam menjalin pertemanan dan menambah koneksi.

 

Artikel ini ditulis oleh seorang sales coach terbaik Indonesia yang telah berpengalaman selama lebih dari 15 tahun dalam memberikan coaching dalam meningkatkan omzet dan penjualan. Sudah ada lebih dari 500 perusahaan yang telah beliau coach dan sebagian besar mengatakan penjualan meningkat 2-3 kali lipat setelah beliau coach.

Christian Adrianto Motivator & Sales Coach

Christian Adrianto Motivator & Trainer

Bagaimana Cara Melakukan Sales Planning Yang Benar di tahun 2022 ini

Saes Planning ala Christian Adrianto Motivtor & Sales CoachSales Planning

Setiap orang dalam team kita punya angka yang berbeda beda. Maka ajak setiap orang dalam team kita untuk membuat daily planning. Dan setiap orang harus CUSTOMIZED PLAN.

Karena setiap orang memiliki skill dan pegaulan yang berbeda, sehingga setiap orang dalam team kita bisa perform.

Untuk melakukan Planning ada beberapa hal yang wajib diperhatikan

  1.  Right Activity

Sebagai manusia kita cenderung mengerjakan hal yang kita suka. Tapi bahayanya adalah kalau yang kita suka bukan hal pokok yang membuat kita capai target. Serajin-rajinnya seseorang kalau rajin melakukan hal yang tidak tepat, tidak akan mungkin bisa cpai target.

Apa saja activity yang tepat?

  1. Leads (Bank Nama)
  2. Telephone (Buat janji ketemuan baik face to face, zoom, video call dll)
  3. Bangun Rapport ( bangun keakraban dengan pelanggan)
  4. Presentation & Objection
  5. Close
  6. Delivery
  7. Service
  8. Follow up & Cross Sell
  9. Referensi (Leads)

 

 2. Right Number

Jumlah yang tepat. Setiap orang memiliki jumlah yang berbeda beda. Diskusikan dengan setiap individu dalam team anda, jumlah mereka berdasar prosentase sukses dan volume mereka.

 

3. DKK  : Disiplin, Komitmen, Konsistensi

Yang namanya Plan =  Activity + Tanggal & Jam

Plan adalah apa yang harus dikerjakan dalam jumlah yang telah direncanakan dan ada tanggal serta jam pelaksanaan.

Misalkan

20 jumlah telpon, dilakukan tanggal & jam berapa saja

10 jumlah presentasi, dilakukan tanggal & jam berapa saja

 

Kalau tidak ada tanggalnya, namanya kapan kapan.

Kalau kapan kapan, tergantung mood.

Dan namanya mood, tidak akan bisa konsisten, kadang naik, kadang turun.

Kalau tidak konsisten, tidak bisa disiplin.

 

Maka jadwalkan activitynya ada jam, ada tanggal.

Disiplin adalah melakukan yang harus dilakukan walaupun lagi ngga ada mood.

 

If You Serious about your Success, You need to PLAN.

Penulis: Christian Adrianto Motivator & Sales Coach

Beliau telah meng-coach lebih dari 300.000 orang dan membantu lebih dari 500 perusahaan dalam meningkatkan omzet dan sales.

Christian Adrianto Motivator & Trainer

HOW TO MANAGE SALES TEAM TO ACHIEVE TARGET? – Strategi Manage Sales Team untuk Capai Target

HOW TO MANAGE SALES TEAM TO ACHIEVE TARGET?

Training Selling SkillJay Abraham, The marketing genius berkata

“ Selling is Process.”

Maka dari itu, manage people to follow the process step by step untuk mencapai target. Tidak mungkin capai target kalau tidak ikuti prosesnya step by step.

Masalahnya jika prosesnya tidak jelas. Apa yang mau di manage?

Bayangkan anda mau membangun sebuah gedung. Anda tidak tau prosesnya. Ada 200 tukang, mereka tidak tau apa yang harus dikerjakan. Apa yang harus di manage?

 

Maka sebelum melakukan tugasnya, buat plan untuk hal yang harus dilakukan day by day.

 

Understand The Process

Secara umum sales proses bisa beda beda. B to B tentu berbeda dengan B to C. Tapi secara garis besarnya sama.

 

“Selling is process.

Process is measurable.

Anything that is measurable can be improved.”

-          Jay Abraham

Jay Abraham dalam seminarnya mengatakan measure your process. Peserta seminarnya ada yang dari Singapore, Hongkong, berbagai negara. Ada yang presiden director bank besar, senior executive dari perusahaan besar.

Mereka berkata, “Jay materi kamu terlalu dangkal. Tentu saja kami ukur semuanya.

Kami tau cabang mana yang pertumbuhannya paling pesat. Kami juga tau produk apa saja yang paling laris. Kami tau siapa orang yang capai target, siapa yang tidak capai target.”

 

Jay Abraham hanya tertawa dan ia berkata, “Itu adalah kesalahannya. Mengukur hasil tidak meningkatkan hasil. Measure the process, not the result”

 

Contoh, ada 2 toko sepatu. Dari perusahaan yang sama, produk yang dijual juga sama. Hanya beda lokasi, tapi keduanya berada di lokasi yang sama sama ramai.

Toko Sepatu A

Setiap minggu mampu menjual 10 sepatu.

Toko Sepatu B

Setiap minggu mampu menjual 10 sepatu.

 

Owner tidak puas. Ia berkata, “minggu depan naik ya jadi 13 sepatu.”

Toko A dan Toko B berkata, “Siap bos!!”

“Gimana caranya?”

“Kami akan lebih semangat lagi bos. Kerja lebih rajin. Pantang menyerah!!!”

Minggu depan apakah naik?

Ternyata tidak naik.

Mengukur hasil saja sulit untuk meningkatkan hasil.

 

Tapi jika kita ukur proses.

Toko A

Pengunjung datang 100 orang

Menjual 10 sepatu

Maka success rate 10%

 

Toko B

Pengunjung datang 20 orang

Menjual 10 sepatu

Maka success rate 50%

 

Kesimpulannya toko A lebih ramai pengunjung, dan Toko B SPG nya lebih jago jualan, lebih semangat, melayani dengan lebih baik.

Jika anda adalah manager toko sepatu A, maka anda tahu bagaimana meningkatkan penjualan?

Mana yang lebih masuk akal untuk ditingkatkan di toko A?

Tentu saja success rate nya.

Kira kira berapa % success rate bisa ditingkatkan?

Anda mungkin ada yang menjawab 20%, 30%, tapi saya yakin kebanyakan anda akan berkata 50%. Dari mana angka ini?

Karena sudah ada toko yang berhasil  mencapai success rate 50%. Maka toko A perlu belajar dari toko B, apa yang dilakukan agar orang  yang datang berkunjung lebih banyak yang beli barang. Pelajari detailnya bagaimana toko B melayani pelanggan, beda cara, beda hasil.

Dan Toko B belajar dari toko A, bagaimana caranya agar pengunjung ramai.

 

When the process improved, the result is improve.

 

Toko A, jika success rate naik katakan 30% saja, ngga usah muluk muluk maka penjualan naik jadi 30 pasang sepatu. Artinya naik 3 kali lipat.

 

Toko B, jika jumlah pengunjung naik jadi 70 pengunjung saja. Maka penjualan naik 35 sepatu. Naik 3 kali lipat.

 

Kelihatannya sederhana, namun prakteknya sulit.

Karena orang sales itu beda.

Jika orang pabrik, mau buat mie, prosesnya jelas.

Tepung di mix dengan telur, garam dan air.

Kemudian di aduk, dicetak sehingga bentuk panjang-panjang, di oven, di dinginkan kemudian dipotong, dibungkus.

Kalau pabrik mie semua jelas, ada takarannya, ada waktunya, di oven ada suhunya.

Tapi dalam penjualan ngga jelas prosesnya, ngga ada angka, ngga ada takaran seperti pabrik mie.

Orang sales tidak terbiasa ukur proses dan tidak biasa bikin laporan.

Jumlah presentasi berapa, hasilnya berapa?

Jumlah telpon berapa, hasilnya berapa?

Jumlah kunjungan berapa, hasilnya berapa?

 

Kendalanya sudah kebiasaan susah disuruh bikin laporan, dan ditambah managernya juga menyerah karena lelah karena mereka tidak juga terbiasa.

Tapi kalau tidak tau dari sisi mana yang perlu diperbaiki, apa dasar untuk anda memanage team anda?

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Trainer & Motivator

Telah dipercaya oleh lebih dari 500 perusahaan, Berpengalaman selama lebih dari 16 tahun di dunia training dan motivasi. Telah diundang di berbagai stasiun TV nasional sebagai narasumber, seperti Metro TV, TV One, Kompas TV, TVRI, Trans 7, Sindo TV dll. Berhasil meningkatkan penjualan di berbagai perusahaan mulai dari retail, hingga B2B.

APAKAH CAPAI TARGET MUDAH?

 

Training sales leadership

Semua orang pasti menjawab NO!!!

Kenapa?

Karena apapun bisnis anda, akan selalu ada yang namanya PROBLEM.

 

Problem 1 : Competitor

Competitor akan selalu berusaha lebih unggul, dan berusaha menyerang titik lemah kita.

 

Problem 2 : Market

Market kita, situasi ekonomi, ini diluar kontrol kita. Kadang baik, kadang lesu.

 

Problem 3 : Customer

Calon customer kita ada yang sudah punya pilihan lain, calon customer kita mungkin lebih akrab dengan sales dari competitor, sehingga meski produk kita lebih baik, ia segan untuk ganti. Calon customer kita kadang lebih pilih competitor dll.

 

Problem 4 : Sumber daya

Sumber daya yang kita miliki kadang tidak cukup untuk mencapai target. Kadang budget kita terbatas, kadang kualitas dan kuantitas SDM kita tidak cukup, dll.

 

 

Sales manager digaji untuk mencapai target.

Dan kita semua telah dewasa untuk menyadari bahwa target harus tercapai apapun yang terjadi.

Namun problem akan selalu ada.

Target dapat tercapai jika anda menyelesaikan masalah.

Jadi anda digaji untuk solve the problem agar target tercapai.

Bukan menjadikan problem sebagai alasan.

 

Anda bisa solve the problem jika

  1. Tau akar masalahnya
  2. Solusinya

 

Jadi jangan lapor kepada atasan : “Susah pak, banyak problem…”

Karena itu adalah bukti bahwa anda tidak kompeten untuk digaji. Karena anda digaji untuk problem solve, bukan melaporkan problem.

 

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Sales Trainer yang telah dipercaya lebih dari 500 perusahaan, salah satu yang terbanyak di Indonesia. Maka tidak heran beliau disebut – sebut sebagai Raja Inhouse training. Program pelatihan beliau simple, mudah dipraktekkan, namun powerfull dan terbukti telah berhasil meningkatkan penjualan. Rekor beliau adalah berhasil meningkatkan penjualan hingga 4.000% di masa PPKM Darurat, dimana orang lain omzet terganggu.