Tag Archives: scale up bisnis

Seperti apa masa depan Bisnis di tahun 2022 ??

happy New Year 2022Selamat datang di tahun 2022.Happy New Year!!

 

Seperti apa masa depan Anda di tahun 2022 ?

Survival Mode VS Growth Mode

Yang harus kita renungkan.

 

Tahun 2022 kita optimis, meski Omicron masih membayangi. Namun untuk mereka yang bermental pemenang, nasib tidak ditentukan oleh virus dan pandemi melainkan oleh respond positif kita terhadap segala perubahan yang terjadi karena pandemi COVID-19.

 

Ketika Covid pertama kali masuk di Indonesia, banyak yang kaget dan bingung. Sebagian bisnis terdampak positif, namun tidak sedikit yang terdampak negatif.

 

Bisnis bisnis yang terkait kesehatan dan yang memiliki saluran distribusi digital diuntungkan oleh keadaan.

Sedangkan perusahaan terdampak negatif marketnya turun, permintaan tiba tiba menghilang, atau kalaupun ada, regulasi pemerintah menjauhkan pelanggan.

Saya pribadi awalnya juga terdampak negatif, semua event saya harus dibatalkan, tidak bisa lagi training, tidak bisa lagi seminar.

Saat itu rasanya kita masuk dalam masa kegelapan, dan kita diuji dengan keras. Namun sekali lagi, nasib kita tidak ditentukan oleh pandemi, namun respond kita.

 

Ada 2 respond yang bisa kita lakukan, yang pertama dalah SURVIVAL MODE dan yang kedua GROWTH MODE .

Mereka yang memilih Survival Mode, pokoknya yang penting bisa bertahan. Biasanya langkah yang diambil adalah *Efisiensi* di segala lini.

Sementara Growth Mode, sadar bahwa survival tidak cukup. Maka langkah yang diambil adalah Inovasi, Transformasi dan Scale Up, dan di balik setiap Krisis selalu ada peluang.

 

Apa perbedaan Survival dengan Growth Mode?

Yang memilih untuk survival, hasilnya tentu saja bertahan.

Namun yang memilih Growth Mode, mereka melakukan inovasi, hasilnya adalah scale up bisnis dan kehidupan. Terjadi transformasi dan peluang untuk menyalip competitor dan menjadi lebih unggul di bidangnya.

 

Pandemi menuntut semua bisnis untuk beradaptasi dan berinovasi. Bahkan bisnis yang diuntungkan oleh Pandemi–pun juga harus melakukan transformasi. Misalnya akibat tingginya pemintaan, mereka harus mengubah rantai distribusi agar lebih cepat untuk menjaga ketersediaan barang hingga sampai ditangan pelanggan.

Apalagi untuk bisnis yang terdampak karena pandemi.

 

Ada 3 Inovasi yang bisa dilakukan

  1. Inovasi Penawaran.

Misalnya yang dilakukan Burgreens, yang selama PSBB terpaksa menutup gerainya. Maka ia membuat inovasi penawaran,  ia membuka toko online dan menjual frozen food & Vegan snack. Dari jualan burger, berubah jualan frozen food.

 

2. PIVOT dan Mencari Target Market Baru.

Contohnya Airbnb. Awalnya market Airbnb adalah traveller yang mencari penginapan terjangkau. Selama pandemi, kita tahu bahwa bisnis perhotelan  terdampak dalam, maka Airbnb mengubah market dengan menawarkan layanan experience seperti kelas memasak online, tur hiking online dll.

Contoh lain yang dilakukan para pemasok bahan makanan di hotel dan restoran, mereka mulai membuka layanan belanja online untuk pelanggan rumah tangga.

 

3. Inovasi Jalur Distribusi Baru Untuk Menjangkau Pelanggan.

Misalnya seminar saya yang tadinya offline menjadi online dengan zoom, MS Teams dll. Yang tadinya ketemu pelanggan langsung di toko, berubah menjadi via online dengan app, Tiktok, IG, Youtube dll.

 

Lembaga survey Mckinsey  mengatakan, selama pandemi, sebanyak 75% pelanggan mencoba cara belanja baru, merek baru, toko baru & aplikasi atau metode digital lain yang baru. Dan sekitar 73% hingga 80% akan terus lanjut meski sudah normal.

 

Ini artinya ada peluang untuk merebut market share. Kuncinya adalah berikan nilai tambah kepada pelanggan anda. Semakin banyak nilai tambah yang anda tawarkan, maka 75% pelanggan akan berpindah hati kepada anda.

Ibarat pedang bermata dua, ini artinya, jika anda tidak cepat melakukan transformasi. Maka pelanggan anda akan berpindah ke lain hati.

Memang, melakukan inovasi tidak mudah. Bisa jadi semua  usaha untuk inovasi gagal. Namun yang mencoba inovasi, setidaknya mereka menjadi lebih agile, dan lincah dalam mengantisipasi perubahan.  Semua itu terbentuk selama eksperimen di masa pandemi. Dan hasilnya, selepas pandemi akan lebih unggul kinerjanya, lebih peka terhadap peluang,  lebih gesit merespon perubahan dan bertumbuh lebih pesat.

 

Jadi respon mana yang anda pilih?

Survival Mode atau Growth Mode?

 

Christian Adrianto Motivator & Trainer