Kebiasaan Toxic yang “Di-Normalkan” dan parahnya sering dilakukan

Kebiasaan Toxic

Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari manusia lainnya. Namun masalahnya manusia punya kecenderungan untuk menyakiti manusia yang lainnya entah dengan sikap mereka atau perkataan mereka atau disebut dengan kebiasaan toxic. Hanya karena banyak orang melakukan kebiasaan ini, bukan berarti kebiasaan ini baik dan boleh dilakukan.

Nah, berikut ada beberapa kebiasaan yang sebenarnya toxic namun dianggap normal:

  • Menganggap sepele masalah orang lain.

Kebiasaan ini adalah kebiasaan yang sering terjadi dan paling sering dilakukan oleh kita. Kenapa kita menganggap sepele masalah orang lain, alasannya karena :

  1. Kita merasa ada masalah yang lebih besar.
  2. Kita tidak pernah mengalami masalah yang sama.

Namun bagi mereka yang pernah mengalami masalah ini nyata dan sangat berdampak besar bagi korbannya, yang pasti bukan masalah sepele.

  • Mengadu nasib buruk

Ada teman kamu yang lagi cerita nasib buruk yang sedang dia alami sekarang, bukanya membantu malah membalas dengan kata – kata “masih mending dulu saya bla bla bla”. Sama seperti point pertama yang menyepelekan masalah orang lain.

  • Mengatakan kata “Ah, baperan amat..”

Hati hati dengan kata yang kita keluarkan, orang mendengarnya bukannya terbantu tapi malah jadi tersinggung, marah, kesel. Kemudian kita membela diri dengan mengatakan “yaelah baperan amat, bercanda doang..” hal ini sering terjadi, paling banyak terjadi di media sosial. Dimana orang komen gak dipikir.

  • Mengatakan kata “gendutan ya”

Hentikan.. orang yang kamu omongin seperti ini juga pasti tahu jika dirinya gemukan. Dia setiap hari melihat dirinya dikaca. Terus kamu berkomentar seperti ini tujuannya untuk apa? Menyadarkan? Mengingatkan? Stop deh..

  • Bertanya “Kapan nikah”

Sekali nanya boleh deh, tapi kalo setiap ketemu bertanya seperti ini kan bikin orang kesel dipikir salah kali ya jika belum nikah? Dan bisanya pelakunya ya keluarga sendiri.. “nikah gak segampang itu” ada banyak hal yang harus dipersiapkan, memang yang nanya mau biayain? Masih belum kuat finansial, belum cocok jodoh, diomongin lagi. Pertanyaan “kerja apa” tuh juga sama.

 

Silahkan kamu punya ekspektasi. Tapi ekspektasi kamu jangan dipaksakan ke orang lain ya..

 

Penulis

Paul Wawan

Creative Marketing Motivasi Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>