Tag Archives: artikel positif

5 Rahasia sukses yang dapat kita lakukan dimanapun

Sukses itu menjadi harapan semua orang. Tapi kapan sesorang akan mencapai kesuksesannya tidak ada yang tahu. Terkadang diperlukan usaha sampai mandi keringat dan bercucuran air mata untuk sampai kesana. Bahkan ada yang tidak melakukan apaun sukses tetap datang padanya. Nah berikut beberapa rahasia sukses yang dapat Milenial lakukan untuk menggapai keseuksesan.

5 Rahasia sukses yang dapat kita lakukan dimanapun.

  1. Kerjasama.

Melakukan sebuah kerjasama akan lebih baik dibanding bersaing dengan seseorang. Jika kita seorang karyawan dari sebuah perusahaan, dan diberi sebuah proyek besar akan lebih cepat pengerjaanya jika kita melakukan kerjasama dengan orang lain.

Kebanyakan orang lakukan adalah bersaing karena tidak mau kalah. Orang ini bersaing dengan cara meniru dengan gamblang semua action yang saingannya lakukan. Saingannya melakkan action A dia buru buru melakukan hal yang sama. Padahal di balik action saingannya itu banyak faktor faktor tak terlihat yang tidak ditiru. Dan hasilnya jelas berbeda, lebih buruk. Bersaing itu boleh, bersainglah dengan cerdas, bersainglah dalam hal standart. Kita tahu standart saingan kita seperti apa, jika standart kita di bawah tingkatkan menjadi lebih daripada standart saingan kita. Kemudian ajak lah saingan kita untuk melakukan kerjasama. Jangan anggap dia sebagai sainganmu, sebab sainganmu yang sesuangghnya adalah dirimu sendiri. Sebab jika memang kamu mau bersaing, bersainglah dengan dirimu yang kemarin. Apakah hari ini kamu bisa berbuat lebih baik dengan dirimu yang kemarin.

2. Komunikasi.

Kelamahan menjadi Milenial adalah pemikiran mereka yang mengangap mereka dapat menyelesaikan semua masalah sendiri. Dan cenderung menjadi tertutup dan egois. Cobalah untuk lebih terbuka dengan rekan kerja, bicarakan bersama rekan kerja solusi dari suatu masalah yang terjadi. Terbukalah, sebab banyak hal positif yang bisa kamu peroleh dengan terbuka dengan rekan satu tim kamu.

3. Kepribadian.

Keuntungan menjadi Milenial adalah fast learning di era keterbukaan informasi, begitu kristisnya seorang milenial dalam mencari informasi. Karena didukung oleh tekhnologi yang semakin lama semakin canggih. Kesempatan ini jangan disia-siakan pelajari skil-skil yang mendukung untuk meningkatkan pola pikir dan kepribadianmu. Cobalah untuk belajar kepemimpinan dan pelajari juga skil dalam berkomunikasi, setidaknya jika kamu adalah seorang karyawan memiliki karakter pemimpin akan membuatmu cepat dalam meniti karir. Dan pelajari juga skil dalam berkomunikasi. Jangan Cuma berhenti menjadi seorang penonton atau hanya menjadi komentator. Sekarang adalah era dimana Milenial menjadi seorang pemimpin.

4. Berpikir kritis

Berpikir kritis adalah berpikir dengan tujuan membuat keputusan secara rasional dalam usaha menyelesaikan perkara atau masalah. Berpikir kritis harus memiliki pikiran yang luas dan didukung dengan skil yang mumpuni. Berpikir kritis secara singkat adalah pola pikir dengan konsep “Jika – Maka”

Contoh berpikir kritis : Jika hujan, maka siapkan payung. Bagaimana kamu tahu jika mau hujan. Disitulah kelebihan para milenial dapat digunakan. Mereka pintar dalam menggunakan teknologi, keterbukaan informasi. Maka jangan kaget jika milenial memiliki imajinasi yang tinggi. Namun ingat menjadi kritis tidak selalu bermakna negatif jika kamu bisa mengurangi kritik menjadi Action.

5. Kreatif

Menjadi kreatif tidak selalu tentang menemukan hal baru. Bisa juga berarti menyempurnakan hal yang sudah ada menjadi lebih baik/lebih sesuai.  Contoh masa pandemi ini, kita sudah mengenal adanya masker, namun karena kelangkaan manusia menjadi lebih kreatif dengan membuat masker sendiri terbuat dari kain, dengan bahan yang ada di rumah, baju bekas pun bisa dirubah menjadi barang yang terpakai.

Kisah Gentong dan Batu

artikel motivasi christian adrianto

Di sebuah kelas seorang guru berbicara di depan murid-muridnya, dan ia memakai sebuah ilustrasi yang tidak akan mudah di lupakan oleh para siswanya.

Ketika ia berada di hadapan muridnya, guru itu mengeluarkan gentong plastik transparan yang sangat besar dan diletakan di atas meja. Lalu ia mengeluarkan selusinan batu seukuran genggaman tangan dan metetakan dengan hati hati ke dalam gentong tersebut. Ketika susunan batu itu memenuhi gentong tersebut hingga tidak ada yang muat masuk kedalam, guru tersebut bertanya kepada para muridnya: “Apakah toples ini sudah penuh?”

Dengan serentak muridnya menjawab : “Sudah!” kemudian dia berkata : “Benarkah?”. Kemudian dia mengambil kerikil dan memasukannya kedalam gentong, dengan mengguncang-guncangkan gentong itu membuat kerikil yang tadi sudah di masukan mengisi celah di batu batu tersebut. Guru tersebut bertanya kepada para muridnya: “Apakah toples ini sudah penuh?”

Kali ini beberapa muridnya menjawab dengan ragu-ragu : “Mungkin Belum”, kemudian dia mengambil pasir yang sudah dia sembunyikan di bawah meja, dan memasukannya ke dalam gentong tersebut. Dengan mudah pasir memenuhi ruang kosong dalam gentong tersebut.

Sekali lagi guru itu bertanya : “Apakah gentong ini sudah penuh?” “Belum” serentak murid-muridnya menjawab. “Bagus” katanya.

Kemudian ia mengambil sebotol air dan menuangkan air tersebut kedalam gentong hingga penuh. Lalu gurunya bertanya “Apakah maksud dari ilustrasi ini?”

Melihat murid-muridnya saling pandang karena binggung guru itu melanjutkan perkataannya : “Anggap gentong ini adalah kehidupanmu”, kemudian ia menunjuk batu besar dan berkata “Itu adalah hal yang paling penting dalam hidup, ukuran batu di sesuaikan seberapa penting dalam kehidupanmu semakin besar membuatnya semakin penting untuk hidupmu”. Lanjutnya “Ingat!, Jika bukan batu besar yang pertama kali kamu masukan ke dalam gentong, maka kamu tidak akan pernah bisa memasukan batu besar sebanyak ini kedalam gentong tersebut!”

Apakah batu besar dalam hidup mu? Bisa Ayahmu, Ibumu, Orang yang kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpimu. Hal-hal inilah yang kamu anggap penting dalam hidupmu. Dan ingat untuk selalu meletakkan batu besar sebagai hal yang utama, sebab jika kamu mendahulukan hal kecil dalam prioritas waktumu maku kamu hanya mengisi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, dan kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal besar dan berharga dalam hidupmu.

Selamat mengisi hidup!