Tag Archives: kisah sukses

Jangan Pernah Sekali Kali Kamu Meniru Orang Sukses

Jangan Pernah Sekali Kali Kamu Meniru Orang Sukses

cara kaya dan sukses christian adrianto motivator

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Memangnya salah ya meniru orang sukses?

Memangnya salah meniru orang terkenal yang kita idolakan?

Bukankah orang sukses dapat menjadi inspirasi dan motivasi kita, mereka luar biasa, keberhasilan mereka dapat memotivasi saya menjadi sukses seperti mereka?

 

Benar, tidak ada salahnya meniru orang orang sukses sebagai panutan. Tapi kebanyakan orang, mereka salah meniru. Mereka meniru hasilnya bukan prosesnya.

Orang sukses pasti kaya – Anda berupaya supaya terlihat kaya seperti mereka.

Orang sukses hidup mewah – Anda berusaha trlihat bahagia dengan berfoya foya, jalan jalan luar negeri. Beli tas branded dan semua itu sebenarnya tidak Anda butuhkan.

Orang sukses pasti terkenal – Anda berusaha mengumpulkan follower dan mencari perhatian sana sini.

Orang sukses itu sibuk – Anda berusaha sok sibuk dengan melakukan hal hal yang tidak berguna.

Beberapa Orang sukses DO dari universitas – Anda ikutan DO dan berharap menyamai kesuksesan mereka.

Yang jadi masalah adalah orang sukses tidak meraih kesuksesan seperti yang sekarang Anda lakukan. Kebanyakan yang Anda tiru adalah Hasil setelah sukses. Anda melompati proses perjuangan dimana orang orang tersebut sukses. Anda terlalu terfokus dengan penampilan luar dan melupakan isi atau usaha orang tersebut menjadi sukses seperti sekarang.

Lilin Harapan

kisah inspiratif christian adriantoKisah dari 4 buah lilin yang menyala dalam sebuah ruang yang gelap. Lilin-lilin terebut merasa nyala api mereka tidak berguna melawan kegelapan dalam ruangan tersebut dan memutuskan untuk padam. Dalam ruangan yang sunyi itu terdengarlah percakapan mereka.

Lilin 1 berkata : “Aku adalah Damai”, “namun manusia tidak mampu untuk menjagaku.”

“Maka lebih baik aku matikan diriku saja !”

Maka lilin 1 sedikit demi sedikit mulai padam.

Lilin 2 berkata : “Aku adalah Iman.” “Sayangnya manusia mulai melupakan aku dan mengganti diriku dengan yang lain.” “Manusia sudah tidak mau mengenalku, karena itulah aku tidak berguna untuk menyala.”

Setelah berkata demikian lilin ke 2 mati di tiup angin.

Giliran lilin 3 berkata : “Dan aku adalah Cinta” katanya dengan sedih. “aku sudah tidak mampu untuk menyala. Manusia sudah tidak lagi memandang dan menganggapku berguna.” “Manusia saling membenci, saling mencaci bahkan mencaci orang yang mencintainya. Membenci keluarganya.”

Tak menunggu waktu yang lama lilin ke 3 akhirnya mati.

Tak diduga, seorang anak kecil masuk dalam ruangan yang gelap tersebut. Dan begitu melihat ketiga lilin tersebut sudah padam, ruangan itu menjadi semakin gelap. Karena takut anak itu berkata : “Eh, Apa yang terjadi ?” kenapa kalian padam ?” “Aku takut akan kegelapan !” Lalu anak itu mulai menangis.

Melihat semua itu, lilin ke 4 berkata : “Jangan takut, Jangan menagis, selama ada aku yang masih menyala, kita masih bisa menyalakan ketiga lilin yang sudah padam itu.”

“Akulah HARAPAN” dengan mata bersinar, anak itu mengambil lilin harapan. Lalu menyalakan lilin lainnya.

Jangan pernah mematikan lilin Harapan. Harapan yang menyala dalam hati kita. Dan semoga kita semua bisa menjadi seperti Anak keci itu yang bisa menyalakan Damai, Iman dan Cinta dengan Harapannya.

Kisah Gentong dan Batu

artikel motivasi christian adrianto

Di sebuah kelas seorang guru berbicara di depan murid-muridnya, dan ia memakai sebuah ilustrasi yang tidak akan mudah di lupakan oleh para siswanya.

Ketika ia berada di hadapan muridnya, guru itu mengeluarkan gentong plastik transparan yang sangat besar dan diletakan di atas meja. Lalu ia mengeluarkan selusinan batu seukuran genggaman tangan dan metetakan dengan hati hati ke dalam gentong tersebut. Ketika susunan batu itu memenuhi gentong tersebut hingga tidak ada yang muat masuk kedalam, guru tersebut bertanya kepada para muridnya: “Apakah toples ini sudah penuh?”

Dengan serentak muridnya menjawab : “Sudah!” kemudian dia berkata : “Benarkah?”. Kemudian dia mengambil kerikil dan memasukannya kedalam gentong, dengan mengguncang-guncangkan gentong itu membuat kerikil yang tadi sudah di masukan mengisi celah di batu batu tersebut. Guru tersebut bertanya kepada para muridnya: “Apakah toples ini sudah penuh?”

Kali ini beberapa muridnya menjawab dengan ragu-ragu : “Mungkin Belum”, kemudian dia mengambil pasir yang sudah dia sembunyikan di bawah meja, dan memasukannya ke dalam gentong tersebut. Dengan mudah pasir memenuhi ruang kosong dalam gentong tersebut.

Sekali lagi guru itu bertanya : “Apakah gentong ini sudah penuh?” “Belum” serentak murid-muridnya menjawab. “Bagus” katanya.

Kemudian ia mengambil sebotol air dan menuangkan air tersebut kedalam gentong hingga penuh. Lalu gurunya bertanya “Apakah maksud dari ilustrasi ini?”

Melihat murid-muridnya saling pandang karena binggung guru itu melanjutkan perkataannya : “Anggap gentong ini adalah kehidupanmu”, kemudian ia menunjuk batu besar dan berkata “Itu adalah hal yang paling penting dalam hidup, ukuran batu di sesuaikan seberapa penting dalam kehidupanmu semakin besar membuatnya semakin penting untuk hidupmu”. Lanjutnya “Ingat!, Jika bukan batu besar yang pertama kali kamu masukan ke dalam gentong, maka kamu tidak akan pernah bisa memasukan batu besar sebanyak ini kedalam gentong tersebut!”

Apakah batu besar dalam hidup mu? Bisa Ayahmu, Ibumu, Orang yang kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpimu. Hal-hal inilah yang kamu anggap penting dalam hidupmu. Dan ingat untuk selalu meletakkan batu besar sebagai hal yang utama, sebab jika kamu mendahulukan hal kecil dalam prioritas waktumu maku kamu hanya mengisi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, dan kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal besar dan berharga dalam hidupmu.

Selamat mengisi hidup!

RUMUS SAMA BEDA PENERAPAN BEDA HASIL

kisah sukses, inspiratif , kayaSuatu hari, ada seorang pengusaha muda yang sukses dan kaya raya harus menghadapi ajalnya karena penyakit kanker kulitnya yang parah akibat sensitivitas kulitnya yang tidak normal terhadap sinar matahari.

Sebelum meninggal, sang pengusaha muda tersebut mewariskan seluruh hartanya kepada kedua anaknya. Dalam surat wasiatnya tertulis, “Ayah akan mewariskan dan membagi seluruh kekayaan dan usaha ayah kepada kalian berdua. Ayah hanya akan memberi dua pesan kepada kalian supaya kalian bisa sesukses ayah dan bisa menikmatinya lebih lama :”

“Pertama, Ayah memiliki Penyakit kanker kulit yang langka, dan kemungkinan Gen kulit ini menurun kepada kalian. Jadi pesan ayah jangan sampai sinar matahari menyinari kulit kalian terlalu lama.”

“Kedua, rahasia bisnis ayah supaya kaya adalah dalam bisnis jangan pernah menagih hutang kepada pelanggan.” Sang ayah meninggal tanpa sempat memberikan penjelasan lebih banyak.

Kemudian kedua anak tersebut berjanji untuk memenuhi permintaan ayah mereka.

….

Waktu berlalu, salah satu anak menjadi sangat kaya raya sedangkan yang lain bangkrut dan jatuh miskin.

Karena penasaran sang ibu akhirnya bertanya, kenapa salah satu anak menjadi sangat kaya sedangkan yang lainnya bangkrut dan jatuh miskin. Padahal keduanya memegang teguh nasehat ayah mereka.

Jawab Anak Pertama:

“Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ketika berbisnis Ayah berpesan supaya saya tidak menagih hutang kepada orang yang berhutang kepada saya, dan sebagai akibatnya modal saya susut karena orang yang berhutang kepada saya tidak membayar sementara saya tidak boleh menagih. Ayah juga berpesan supaya kalau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya, saya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya untuk pergi ketoko dan dan pulang kerumah saya harus naik becak atau mobil padahal jalan kaki saja cukup, tapi karena pesan ayah demikian akibatnya pengeluaranku bertambah banyak.

Lalu diawab juga oleh si anak Bungsu :

“Ini semua karena aku mengikuti pesan ayah. Ketika berbisnis ayah berpesan supaya aku tidak menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku. Maka aku tidak memberi hutang. Prinsipku ada uang maka ada barang. Supaya kompetitif, aku memberikan harga dan pelayanan yang jauh lebih baik daripada toko – toko yang lain.  Ayah juga berpesan supaya kalau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya, aku tidak boleh terkena sinar matahari, oleh karena itu aku berangkat ke toko sebelum sinar matahari terbit dan pulang setelah sinar matahari tenggelam. Akibtnya tokoku buka sebelum toko lain buka dan tutup setelah toko lain tutup. Dari kebiasaan inilah, orang jadi tahu dan membuat tokoku menjadi laris karena memiliki jam kerja yang lebih lama.”

Inilah akibatnya jika Sama Rumus tapi Beda penerapan, maka hasil yang akan di peroleh juga akan berbeda.