INHOUSE TRAINING

 

INHOUSE TRAINING

  1. Apakah anda ingin meningkatkan produktivitas kerja karyawan?
  2. Apakah anda ingin meningkatkan omzet dan penjualan?
  3. Apakah anda ingin meningkatkan leadership dan sinergy team?
  4. Apakah anda ingin meningkatkan softskill karyawan?
  5. Apakah anda ingin meningkatkan loyalitas dan kinerja karyawan?

 

  • Inhouse Training adalah program pelatihan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan perusahaan sehingga lebih efektif dan tepat sasaran.

 

  • Kami telah berpengalaman di ratusan perusahaan besar dan institusi di Indonesia. Kualitas pelatihan mencapai lebih dari 95% klien merasa puas.

 

  • Metode pelatihan yang powerfull, menyenangkan dan interaktif namun tetap fokus kepada perubahan hasil sehingga materi mudah diingat dan dipraktekkan.

 

Hubungi Sekarang:

Fransisca

     082 110 502 502

      fransisca@motivasiindonesia.com

4 Alasan Mengapa Training Karyawan sangat Dibutuhkan

training motivasiSeandainya anda disuruh memilih siapa Pilot pesawat yang akan anda naiki. Pertama pilot yang mendapat pelatihan, pilot kedua tidak. Mana yang anda pilih?

Kebanyakan pemilik bisnis dan bisnis manager tidak mau memperkerjakan karyawan yang unqualified. Namun pada kenyataannya sebagian karyawan yang bekerja under-qualified. Biasanya penyebabnya adalah perubahan sistem dan teknologi. Oleh sebab itu penting sekali untuk memberikan pelatihan untuk karyawan.

Namun mengapa masih ada perusahaan yang kurang memperhatikan training karyawan?

Ini adalah 2 alasan utamanya:

  1. “Kita terlalu sibuk untuk training. Kita tidak punya waktu untuk itu. Lebih baik kejar omzet.”
  2. “Kita tidak punya uang untuk training.”

Oke, kita kesampingkan dulu kedua alasan tersebut dan mari kita pertimbangkan kerugian Karyawan yang tidak pernah mendapat pelatihan atau training.

  1. Karyawan yang tidak pernah mendapat pelatihan = Demotivasi

Karyawan yang merasa tidak capai target, tidak memadai atau yang tidak disupport akan mengalami demotivasi. Akibatnya semangat loyo dan tidak happy. Mereka tidak puas dengan pekerjaannya, entah karena frustasi  saat tidak capai traget atau merasa tidak mendapat support. Akhirnya mereka underperform, tidak peduli dengan hasil kerja, dan kurang rasa memiliki terhadap perusahaan.

2. Karyawan yang tidak pernah mendapat pelatihan = Kurang Produktif dan tidak efisien

Kualitas kerja mereka semakin lama akan semakin menurun.

Ibarat seorang penebang pohon, dalam sehari ia bisa menebang 10 pohon dengan kampaknya. Hari demi hari ia bekerja dengan sangat giat. Namun lama kelamaan pohon yang berhasil ia tebang semakin sedikit. Karena hasil semakin sedikit, ia kemudian semakin giat bekerja, mengerahkan lebih banyak tenaga bahkan sampai lembur. Namun hasil diperoleh tetap semakin berkurang. Apa yang terjadi? Itu semua karena kapaknya tidak pernah diasah, sehingga kapaknya lama kelamaan tumpul.

Mungkin pelatihan sepertinya membuang waktu yang berharga untuk meningkatkan omzet, namun dengan kapak yang selalu tajam, produktivitas akan terjaga.  Bahkan ia akan mengetahui gergaji mesin paling canggih saat ini, yang memungkinkan kerja lebih efisien sehingga produktivitas lebih besar.

3. Karyawan yang tidak pernah mendapat pelatihan = Kehilangan Waktu dan Uang untuk Kesalahan

Karyawan yang tidak memiliki skill yang memadai membuat lebih banyak peluang untuk melakukan kesalahan. Kesalahan dan kelalaian artinya bertambah uang yang harus dikeluarkan dan waktu yang dibutuhkan.

4. Karyawan yang tidak pernah mendapat pelatihan = Kehilangan Customer

Kehilangan customer adalah skenario terburuk, tapi itu sering terjadi. Jika anda lebih memilih pilot yang mendapat pelatihan untuk mengendalikan pesawat yang anda naiki, begitupula customer anda.

Apakah anda menghadapi kinerja karyawan yang tidak memuaskan? Mungkin ada baiknya anda mulai memperhatikan sistem training karyawan anda, apakah sudah efektif dan sesuai dengan kebutuhan? Apakah pelatihan yang ada sudah cukup untuk meningkatkan kompetensi dan moral para karyawan?

 

Tips Memilih Motivator Terbaik di Indonesia untuk In house Training Motivasi Karyawan

Tips Memilih Motivator Terbaik di Indonesia untuk Training Motivasi Karyawan

Karyawan yang mulai menurun motivasi kerja akan sangat mempengaruhi produktivitasnya.  Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan memberikan pelatihan atau training motivasi.  Dengan adanya training atau pelatihan motivasi diharapkan karyawan mampu membangkitkan passion bekerja.  Sebagai manusia sangat wajar jika berada dalam lingkaran aktivitas yang terus menerus akan mengalami kejenuhan. Namun jika tidak tahu cara mengatasinya, maka akan sangat merugikan produktivitas kerja. Oleh karena itu sangat penting karyawan dibekali dengan pelatihan atau training motivasi.  Saat seseorang berada dalam emosi motivasi tinggi, maka pasti produktivitas kerja juga meningkat.

Untuk dapat memberikan pelatihan atau training motivasi yang  maksimal, maka perlu lebih cermat dalam memilih narasumber.  Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih narasumber yang tepat.

1.       Cara Penyampaian Materi

Pastikan anda memilih narasumber atau motivator yang mampu memberikan metode penyampaian yang tepat dengan karyawan anda.  Biasanya Motivator dengan pembawaan materi yang interaktif, fun dan lucu akan membuat karyawan anda lebih mudah menangkap message yang disampaikan.  Namun selain itu perlu juga ditekankan agar pemateri mampu memberikan message secara tepat. Jangan sampai pembicara  hanya memberikan materi 1 arah, karena akan membuat audience cepat bosan.

2.       Materi

Pastikan materi yang akan disampaikan oleh motivator dapat dipraktekkan oleh audience karyawan anda. Jika penyampaian luar bisa, namun materi sulit dipraktekkan maka hasilnya tidak akan maksimal.  Kata –kata yang bagus bisa memotivasi, namun motivasi akan lebih powerfull  jika disertai juga dengan tindakan nyata.

3.       Pengalaman

Pilih narasumber atau motivator yang telah berpengalaman.  Sehingga penyampaian materi akan leih efektif dan efisien.