SILABUS TRAINING 1 HARI : CONSULTATIVE SELLING FOR HIGHER CLOSING RATE

TUJUAN PROGRAM

Peserta tidak hanya memahami, tapi mampu:

  • Mengontrol arah percakapan (tanpa terlihat memaksa)
  • Menggali kebutuhan secara dalam & strategis
  • Membangun trust secara cepat & sadar
  • Mengedukasi dan “menantang” cara berpikir klien
  • Mengarahkan klien menuju keputusan (closing) secara natural

SILABUS TRAINING

SESI 1 — BUYER PSYCHOLOGY & CONTROL OF CONVERSATION

Tujuan:

Memahami bagaimana keputusan terjadi & siapa yang memegang kontrol

Konsep Kunci:

  • 3 pilar trust:
    • trust terhadap Anda Sebagai Penjual
    • trust terhadap Perusahaan
    • trust terhadap Produk
  • State control (emosi & kongruen dalam berbicara)
  • Straight Line Concept:
    setiap percakapan harus diarahkan menuju outcome (closing / next step)

Teknik yang Dipelajari:

  • Cara membuka percakapan dengan positioning kuat (authority tanpa arogan)
  • Tonality & certainty (cara bicara mempengaruhi trust)
  • Micro-control: bagaimana tetap memimpin tanpa membuat klien defensif

Praktik:

  • Latihan opening 30 detik (first impression yang menentukan trust)

SESI 2 — STRATEGIC DISCOVERY (DEEP + STRUCTURED) (90 menit)

Tujuan:

Menggali kebutuhan secara dalam & terstruktur (bukan random questioning)

Framework Gabungan:

  • Straight Line: Questioning untuk mengumpulkan informasi (intelligence gathering)
  • Challenger: menemukan “hidden problem” yang belum disadari klien

Teknik Spesifik:

1. Layered Questioning

  • Surface ? Problem ? Impact ? Urgency
    bukan hanya “butuh apa”, tapi “kenapa penting dan harus sekarang”

2. Problem Amplification

  • Membantu klien menyadari dampak dari masalahnya
  • Teknik framing: “Kalau ini dibiarkan, dampaknya ke bisnis Bapak/Ibu seperti apa?”

3. Gap Creation (Challenger Insight)

  • Menunjukkan gap antara kondisi sekarang vs potensi ideal, menciptakan kebutuhan, bukan hanya menemukan

Praktik:

  • Role play: menggali kebutuhan sampai level “emosional & bisnis”
  • Feedback spesifik: kualitas pertanyaan & kedalaman eksplorasi

SESI 3 — BUILDING TRUST & POSITIONING AS ADVISOR

Tujuan:

Membangun trust cepat & positioning sebagai expert

Teknik:

  • Language of certainty: mengurangi keraguan melalui cara bicara
  • Commercial insight delivery: memberikan perspektif baru yang membuat klien berpikir

Skill Kunci:

1. Reframing Statement

Mengubah cara klien melihat masalah:

“Banyak klien kami awalnya berpikir X, tapi setelah kita lihat lebih dalam…”

2. Insight Injection

Memberikan insight di tengah percakapan:
? bukan presentasi, tapi “menyisipkan value”

Praktik:

  • Simulasi: dari “sales biasa” ? “advisor yang dipercaya”

SESI 4 — PRESENTING SOLUTION THAT CLOSES

Tujuan:

Menyampaikan solusi yang terasa relevan & sulit ditolak

Teknik Kunci:

1. Tailored Solution Framing

  • Menghubungkan solusi langsung ke pain yang sudah digali
    bukan template presentasi

2. Straight Line Transition

  • Transisi halus dari discovery ? offering

“Dari yang Bapak/Ibu sampaikan, ada beberapa hal yang bisa kita bantu…”

3. Future Pacing

  • Membantu klien “melihat hasil” sebelum membeli
    memvisualisasikan outcome

Praktik:

  • Mengubah presentasi produk menjadi solusi yang personal

SESI 5 — OBJECTION HANDLING MASTERCLASS

Tujuan:

Menguasai objection sebagai bagian dari closing, bukan hambatan

Mindset:

Objection = sinyal interest + trust belum lengkap

Teknik:

1. Looping Technique

  • Strategi handling objection tanpa merusak chemistry.

Kembali ke kebutuhan ? perkuat ? jawab objection

2. Deflection & Redirect

  • Tidak langsung jawab, tapi arahkan ulang percakapan

3. Reframe Objection

  • Mengubah cara pandang terhadap harga / risiko

Script Handling:

  • “Mahal” ? value reframing
  • “Pikir dulu” ? clarity probing
  • “Bandingkan dulu” ? differentiation positioning

Praktik:

  • Role play objection real (berdasarkan kasus peserta)
  • Feedback spesifik per individu

SESI 6 — CLOSING WITHOUT PRESSURE (60 menit)

Tujuan:

Menutup percakapan secara natural & elegan

Teknik Kunci:

1. Trial Closing

  • Menguji kesiapan tanpa tekanan

2. Assumptive Close (halus)

“Kalau kita mulai, tim Bapak/Ibu lebih nyaman mulai dari area mana dulu?”

3. Decision Facilitation

  • Membantu klien merasa aman mengambil keputusan

Konsep Penting:

Closing bukan “memaksa”, tapi mengarahkan keputusan

Praktik:

  • Simulasi closing berbagai situasi

SESI 7 — FULL FLOW INTEGRATION (END-TO-END) (60 menit)

Tujuan:

Menggabungkan semua skill dalam 1 percakapan utuh

Aktivitas:

  • Full role play:
    • Opening
    • Discovery
    • Insight
    • Offering
    • Objection
    • Closing

Feedback:

  • Struktur percakapan
  • Kontrol arah
  • Kedalaman eksplorasi
  • Kualitas closing

OUTPUT PESERTA

Peserta pulang dengan:

  • Script percakapan consultative (bukan template kaku)
  • Teknik bertanya berlapis (deep discovery)
  • Cara menyisipkan insight (Challenger style)
  • Teknik looping & objection handling (Straight Line)
  • Framework closing yang natural & repeatable

PENDEKATAN TRAINING

  • 20% konsep tajam
  • 80% praktik intensif

Fokus:
“Apa yang Anda katakan di lapangan, bukan hanya apa yang Anda tahu.”

Berbeda dari training biasa yang:

  • hanya teori
  • hanya motivasi

Program ini fokus pada:
v
struktur percakapan
v
teknik real di lapangan
v
perubahan cara berpikir + cara berbicara

Jika dilakukan dengan benar, hasil dari pendekatan ini bukan hanya:

  • closing naik
  • tapi juga:
    • kualitas klien meningkat
    • proses penjualan lebih efisien
    • dan tim sales lebih percaya diri

TESTIMONIAL PESERTA TRAINING

Setelah training omzet naik 4.000% – Radha , BPF Future

Setelah training, selalu capai target. – Pak Sugiyono , UPL

Dibawakan oleh Sales Trainer Terbaik Indonesia. Christian Adrianto, beliau telah berpengalaman selama lebih dari 20 tahun membantu lebih dari 600 perusahaan besar Indonesia untuk meningkatkan omzet dan penjualan.

Info Inhouse Training hubungi

Fransisca, +62 82110 502 502

Bukan Kebetulan: Ini Pendekatan yang Dipakai Sales Top untuk Closing Lebih Konsisten (Tanpa Mengandalkan Diskon)

Consultative selling adalah pendekatan yang digunakan sales top untuk meningkatkan closing tanpa bergantung pada diskon. Pelajari cara kerjanya di sini.

Kalau Cara Lama Tidak Lagi Efektif… Lalu Apa yang Berhasil?

Sekarang muncul pertanyaan penting: Kalau bukan hard selling, lalu apa yang benar-benar bekerja hari ini?

Jawabannya bukan teknik baru yang “rumit”. Tapi sebuah perubahan cara berpikir.

Apa Itu Consultative Selling?

Secara sederhana: Consultative Selling adalah pendekatan menjual dengan cara memahami, menganalisis, dan membantu klien menemukan solusi terbaik untuk kebutuhannya.

Bukan sekadar menawarkan produk. Bukan sekadar presentasi. Tapi membangun percakapan yang bernilai.

Perbedaan Paling Mendasar

X Cara Lama (Product-Oriented Selling)

  • Fokus ke produk
  • Banyak bicara, sedikit mendengar
  • Tujuan: closing cepat

Consultative Selling

  • Fokus ke kebutuhan klien
  • Lebih banyak mendengar & bertanya
  • Tujuan: membantu klien mengambil keputusan terbaik

Perbedaannya terlihat sederhana… tapi dampaknya sangat besar.

Kenapa Pendekatan Ini Lebih Efektif?

1. Klien Merasa Dipahami, Bukan Dijuali

Saat seseorang merasa dipahami… Trust terbentuk lebih cepat.

Dan dalam penjualan: trust = percepatan keputusan.

2. Solusi Menjadi Lebih Relevan

Karena kebutuhan digali dengan dalam…

Apa yang ditawarkan terasa “tepat sasaran”. Bukan generik.

3. Harga Bukan Lagi Faktor Utama

Ketika value jelas dan spesifik… Diskon bukan lagi senjata utama. Klien membeli karena yakin, bukan karena murah.

4. Closing Lebih Konsisten

Bukan hanya “sekali-sekali berhasil”. Tapi menjadi pola yang bisa diulang.

Tapi Kenyataannya… Banyak yang sudah pernah dengar istilah ini.

Namun di lapangan:

  • Sales tetap terburu-buru menawarkan
  • Pertanyaan masih dangkal
  • Objection masih dihindari

Kenapa? Karena consultative selling bukan sekadar teknik.

Ini adalah:

  • skill komunikasi
  • cara berpikir
  • dan kebiasaan baru dalam berinteraksi

Contoh Sederhana di Lapangan

Bayangkan dua pendekatan ini:

Sales A:

“Produk kami memiliki fitur A, B, C… dan saat ini ada promo.”

Sales B:

“Sebelum saya jelaskan lebih jauh, saya ingin memahami dulu kondisi yang sedang Bapak/Ibu hadapi, supaya solusi yang saya berikan benar-benar relevan.”

Perbedaannya?

Sales B menciptakan ruang untuk memahami.
Sales A langsung mencoba menjual.

Dan dalam banyak kasus… Sales B yang lebih sering closing.

Perubahan Kecil, Dampak Besar

Yang menarik: Perubahan ke consultative selling tidak selalu membutuhkan perubahan besar di produk atau strategi perusahaan.

Yang berubah adalah:

  • cara bertanya
  • cara mendengar
  • cara memposisikan diri

Dari: “Penjual” … Menjadi: “Partner berpikir bagi klien.”

Pertanyaannya Sekarang…

Kalau pendekatan ini terbukti lebih efektif… Kenapa tidak semua tim sales melakukannya dengan benar?

Dan bagaimana cara memastikan:

  • tim benar-benar bisa menerapkan, bukan hanya tahu
  • perubahan terjadi secara konsisten
  • dan hasilnya terlihat dalam angka penjualan

Di artikel berikutnya, kita akan bahas:
Bagaimana consultative selling bisa meningkatkan closing rate secara signifikan dan apa yang membedakan tim yang berhasil vs yang tidak.

Jika Anda melihat bahwa pendekatan ini relevan dengan kondisi tim Anda saat ini, mungkin ini saat yang tepat untuk mulai mengeksplorasi lebih dalam.

Tidak harus langsung mengubah semuanya.
Tapi cukup mulai dari memahami bagaimana percakapan dengan klien bisa menghasilkan dampak yang berbeda.

Jika Anda ingin melihat bagaimana pendekatan ini bisa diterapkan secara praktis di tim Anda, Anda bisa memulainya dengan diskusi ringan terlebih dahulu.

Christian Adrianto Motivator, Leadership & Sales Trainer Terbaik Indonesia

Christian Adrianto

Motivator, Leadership & Sales Trainer

Salah satu TOP 10 Sales Trainer Terbaik Indonesia yang telah berpengalaman selama lebih dari 20 tahun membantu lebih dari 600 perusahaan besar Indonesia meningkatkan omzet dan penjualan.

Info inhouse training hubungi

Fransisca, +6282110502502

Sales Field Playbook: Teknik Closing yang Terbukti Ampuh

Apakah tim sales Anda sering menghadapi prospek yang ragu-ragu, sulit ditutup, atau terlalu lama dalam proses deal?
Saatnya mereka dibekali jurus lapangan yang terbukti membawa hasil!

Program Sales Field Playbook dirancang khusus untuk:
? Membongkar teknik closing yang praktis & aplikatif, bukan teori belaka
? Memberikan pengalaman roleplay intensif dengan simulasi kasus nyata
? Video coaching: setiap peserta direkam saat latihan, lalu mendapat feedback personal untuk perbaikan instan
? Fokus pada ROI – strategi yang bisa langsung diterapkan di lapangan untuk meningkatkan conversion rate dan sales revenue

? Apa yang Akan Dipelajari?

  • Field-Proven Closing Techniques: 5+ jurus lapangan yang sudah terbukti menaikkan penjualan
  • Objection Handling Mastery: cara menghadapi keberatan prospek dengan percaya diri
  • Consultative Closing: menutup penjualan tanpa terasa “menjual”
  • Video Coaching Session: rekam–tonton–perbaiki ? peningkatan keterampilan instan
  • Action Plan & KPI Alignment: setiap peserta membawa pulang playbook pribadi untuk diterapkan ke target perusahaan

? Format Training

  • Durasi: 1 Hari Intensif
  • Metode: Experiential Learning (Roleplay, Case Study, Video Feedback)
  • Pilihan: Inhouse Training (khusus tim Anda) atau Public Training

? Dibawakan oleh Christian Adrianto

  • Sales Trainer & Motivator Terbaik Indonesia
  • Sudah dipercaya oleh 600+ perusahaan besar (Perbankan, Asuransi, Industri, FMCG)
  • Dikenal dengan gaya interaktif, fun, namun tajam dan aplikatif
  • Materi berasal dari pengalaman lapangan, bukan hanya teori

? Hasil yang Bisa Dicapai

  • Conversion rate naik signifikan dalam 30–90 hari
  • Tim sales lebih percaya diri saat closing
  • Penjualan meningkat ? ROI training yang terukur

? Hubungi Sekarang

Jangan tunggu pesaing Anda melatih tim mereka lebih dulu.
? Untuk mengundang Christian Adrianto membawakan program ini di perusahaan Anda, segera hubungi Fransisca di:

? 082110502502

Slot jadwal training terbatas. Amankan jadwal tim Anda sekarang!