Tag Archives: financial education

The Secret Formula for Real Financial Success

 

Part 1

Formula Financial Success 2022

 

Apa yang kamu lihat?

Uang = Biaya X Waktu ?   Atau

Waktu = Uang / Biaya ?

Sebagian dari kita menghabiskan waktu secara rutin melewati hari kerja sambil menunggu akhir pekan berikutnya datang, setelah akhir pekan baru memberi kita waktu untuk memilih bagaimana kita menghabiskan dan menikmati waktu kita. Bagi mereka yang bekerja untuk membayar tagihan, 71% dari hari minggu adalah momen untuk berhenti-“meresset” badan dan jiwa. Sebuah statistik yang menyedihkan. Seperti inilah kita menghabiskan seluruh hidup terjebak dalam skema ini.

 

Secara alami, kita mendekati kehidupan dengan pandangan bahwa uang adalah yang utama.

Maka menurut formula kehidupan Anda berada pada standar :

“Uang = Biaya x Waktu”

Dengan cara bekerja lebur, menambah shift akhir pekan atau mengejar jabatan yang lebih tinggi, maka uang lebih banyak datang namun diimbangi dengan biaya(cost) pribadi yang lebih besar: lebih banyak energi yang terkuras, lebih banyak peluang yang hilang, lebih banyak kewajiban yang harus dipenuhi – Selain lebih banyak waktu berkualitas yang diberikan. Secara keseluruhan, Sebagian dari hidup kita harus dikorbankan. Tapi itulah harga yang harus kita banyar untuk mendapatkan uang bukan?

Kami percaya bahwa untuk menjadi “ Lebih kaya” kami membutuhkan lebih banyak uang. Dan jika kita membutuhkan lebih banyak uang, kita harus siap untuk membayar “biaya” yang lebih tinggi dan memberikan lebih banyak waktu kita yang berharga. Seringnya yang kita kejar adalah promosi pekerjaan untuk meningkatkan penghasilan kita beberapa ribu ekstra seminggu. Hm.. dan mari kita tingkatkan juga jam lembur, pekerjaan di akhir pekan, tanggung jawab tambahan, dan tekanan-tekanan baru bersamanya! Uang lebih? Ya. Kehidupan lebih kaya? Hampir tidak.

Sayangnya, kebanyakan dari kita tidak pernah melihat kenyataan sebaliknya. Dari kakek nenek, hingga orang tua kita, bahkan kita sendiri, hanya hal diatas inilah yang kita ketahui tentang pengalaman dalam hidup. Atau mingkin sebutan lain untuk mendekati The Money Game?

Uang vs Real Financial Success

Jelas ada hubungan antara memiliki lebih banyak uang dengan berpotensi mendapatkan nilai lebih dari kehidupan. Tapi, seperti yang kita semua tahu, kehidupan yang lebih kaya tidak pernah ditentukan oleh uang saja. Bagaimana dengan Biaya karena uang?

Uang datang dalam berbagai kondisi, dan untuk setiap rupiah dari nilai potensial yang kita peroleh pasti ada biaya pribadi yang terlibat seperti pajak, bunga, waktu, lelah dll. Jelas tidak semua Uang datang dengan biaya yang sama. Oleh karena itu, kesuksesan Real Financial tidak bisa hanya didasarkan pada menjadi jutawan atau miliader.

Seorang jutawan yang terjebak mengerjakan pekerjaan yang dibencinya selama 10 jam sehari jelas kurang berhasil dibandingkan jutawan yang bisa berhenti mengerjakan pekerjaan yang dibencinya 10 tahun yang lalu. Dan tentu saja! seorang Jutawan yang menghasilkan kekayaan dengan melakukan apa yang dia sukai benar-benar mendaparkan jackpot dalam hidup! Uang yang sama tetapi semua tingkat kesuksesan pribadi yang berbeda.

Bahkan jika Anda berhasil mengumpulkan ratusan juta untuk kebesaran nama Anda, uang ini memiliki nilai kecil jika Anda harus menghabiskan seluruh hidup Anda terjebak dalam kontrak  perusahaan dan Anda tidak bisa bernafas lega karenanya. Tumpukan besar uang ini tidak lebih dari setumpuk besar stres dan pengorbanan! Jadi, apa sebenarnya kesuksesan finansial itu? Ini tidak ditentukan oleh jumlah di rekening bank Anda atau mobil yang Anda kendarai, tetapi pada akhirnya oleh efek uang terhadap kualitas hidup Anda.

Oleh karena itu uang harus memiliki satu tujuan : Untuk menambah nilai positif dalam hidup kita. Jadi bagaimana kita bisa melihat keuangan kita mencerminkan apa yang sebenarnya kita inginkan dalam hidup? Tujuan kami untuk masa depan bukanlah hanya fokus pada uang, tetapi fokus pada waktu. Tentu saja, dalam menilai waktu kita, uang memainkan peran penting.

Jadi apa hubungan antara uang, waktu dan kesuksesan Real Financial?

Real Financial Success adalah memiliki uang dan gaya hidup untuk menghabiskan lebih banyak waktu melakukan apa yang benar-benar Anda inginkan, serta menghabiskan lebih sedikit waktu untuk terjebak dan memperebutkan uang untuk membayar semua biaya pribadi yang sering menyertainya.

Namun, mengapa begitu banyak dari kita mengejar uang tanpa pernah merasakan kebebasan dan kepuasan yang lebih besar? Karena kesuksesan Real Financial hanya mungkin bagi mereka yang memiliki perspektif hidup yang sama sekali berbeda! Apa perspektif ini?

“Waktu = Uang/Biaya”

Untuk mengubah keuangan dan gaya hidup masa depan kita menjadi lebih baik, itu dimulai dengan mengambil formula standar hidup: Waktu = Uang/Biaya. Seperti yang Anda lihat, nilai waktu Anda sama dengan uang Anda dibagi dengan biaya hidup Anda. Dengan sedikit uang, nilai waktu Anda jelas menderita. Dan ketika menghasilkan lebih banyak uang dengan biaya pribadi yang jauh lebih tinggi, hidup Anda juga tidak menjadi lebih baik!  Namun, ketika kita mendekati kehidupan dengan tujuan untuk meningkatkan uang kita dan menurunkan biaya kita, apa yang Anda dapatkan? Waktu yang lebih berharga!

“Orang kaya berinvestasi dalam waktu. Orang miskin berinvestasi dalam uang” – Warren Buffet

 

Bagaimana caranya : bisa Anda temukan dalam Part 2

Kenapa Orang yang Kaya Makin Kaya sedang Yang Miskin Makin Miskin

Dalam suatu penelitian yang dilakukan pada tahun 2005, dibuatlah film dokumenter yang meneritakan tentang bagaimana jika seorang gelandangan diberikan uang $100.000 (sekitar 1,4 milyar rupiah) dan dibiarkan melakukan apapun yang dia inginkan.

Dan hasilnya ternyata dalam waktu 6 bulan setelahnya. Dia kehabisan semua uangnya dan kembali ke tempatnya yang sama seperti semula.

Mangapa hal ini bisa terjadi?

Hal ini terjadi karena orang miskin tidak bisa atur uang.

Dalam pola pikir orang miskin mereka memiliki pemahaman : Orang Kaya = Punya banyak uang. Sehingga mereka menyalahkan keadaanya saat ini yang tidak punya banyak uang.

 

Orang miskin membuat keputusan bodoh

Fakta lainnya adalah orang miskin suka mengambil keputusan yang bodoh dan semakin menyakiti keadaan finansialnya, orang miskin sering terjerat narkoba dan obat-obatan, orang miskin sering merokok dan mabuk mabukan, orang miskin jarang menabung banyak alasan untuk menghabiskan uang, sering berhutang dan berjudi. Sedang mereka yang kaya ber investasi melalui pendidikan, bisnis, menambahkan aset dan memperluas koneksi.

Kenapa orang miskin melakukan tindakan tindakan seperti narkoba, rokok dan judi itu? Jawabannya karena mereka hanya berpikir secara jangka pendek. Ini adalah point utama mengapa orang miskin tetap menjadi miskin. Mental orang miskin hanya mencari sesuatu yang sifatnya instan dan praktis. Mereka lebih suka dengan keuntungan jangka pendek daripada berpikir muluk muluk terhadapa apa yang belum mereka pahami. Oleh karena nya orang miskin sangat mudah di tipu untuk mendapatkan uang dengan mudah dan cepat. Karena hanya berharap pada hal instan dan praktis.

Tidak punya uang itu keadaan yang sementara, tapi kemiskinan adalah mental

Masih ingat dengan pola pikir orang miskin : Orang Kaya = Punya banyak uang. Hal ini lah yang menjadi dasar kenapa orang miskin takut jika tidak punya uang.

Aset berharga yang dimiliki oleh orang miskin adalah waktu dan tenaga. Sayangnya aset ini dihabiskan untuk hal yang sia sia seperti khawatir dan terjebak dengan skema, rencana instan yang tidak menghasilkan apapun. Memang wajar jika orang miskin masih sering memikirkan “besok makan apa?” atau “bagaimana nasib saya besok?”. Tapi sayangnya rasa kawatir tidak pernah menyelesaikan masalah apapun. Dan yang lebih buruk uang tidak akan menyelesaikan masalah mereka jika mental ini masih ada.

Mental orang miskin hanya berpikir untuk mencari uang, uang , dan hanya uang. Tapi setelah mendapat uang mereka tidak tahu harus berbuat apa untuk uang itu.

Cara menghabiskan uang lebih penting dari cara Anda memperolehnya.

Masih ingat dengan kasus gelandangan yang diberi uang dan masih menjadi gelandangan. Jika Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan terhadap uang yang Anda miliki Anda bisa berakhir seperti kasus gelandangan tersebut. Mereka tidak tahu bagaimana cara yang benar dalam menghabiskan uang.

Orang bermental miskin terjebak dengan jumlah uang, sehingga mereka melupakan apa yang betul-betul penting yaitu aset.

Sekarang kita belajar dari orang kaya. Orang bermental kaya akan berusaha untuk mencipakan nilai yang membuat dirinya bermanfaat sehingga orang lain akan rela untuk membayar dan mendapatkan nilai yang dia tawarkan.  Nilai inilah yang mengembalikan uang yang sudah dikeluarkan kembali berkali lipat. Mereka biasa untuk berpikir jangka panjang, sedang orang miskin berpikir jangka pendek. Orang miskin berpatok pada jumlah uang, orang kaya berpatok pada nilai yang dihasilkan dari uang.

Alasan utama mengapa orang miskin tetap miskin dan orang kaya semakin kaya adalah cara mereka berpikir (mental) dan cara mereka mencari uang (kebiasaan).