Pentingnya Budaya Disiplin Dalam Bekerja

Salah satu komponen yang perlu ditingkatkan dalam kinerja masyarakat Indonesia adalah kedisiplinan. Komponen ini sangat peru dibenahi karena sangat mempengaruhi produktivitas kerja. Namun tidak semudah membalikan telapak tangan, mengubah kebiasaan agar disiplin bukanlah hal yang mudah melihat banyaknya penyebab dari masing-masing orang.

Disiplin merupakan sebuah kondisi seseorang yang sadar dengan apa yang harus dilakukan tanpa mempedulikan emosinya ketika itu. Berlaku disiplin berarti Anda harus siap menyingkirkan perasaan sedih yang sedang melanda maupun kebosanan yang terkadang datang secara tiba-tiba. Kedisiplinan sangat perlu dilakukan untuk memperlancar dalam pemecahan suatu permasalahan. Walaupun bukan kunci untuk menyelesaikannya, namun dengan perilaku disiplin solusi yang telah didapatkan akan dapat dijalankan.

Perilaku disiplin akan memberikan berbagai keuntungan bagi Anda. Disiplin akan menghindarkan Anda dari kegiatan menunda pekerjaan. Selain itu, menerapkan kedisiplinan dalam kegiatan sehari-hari Anda akan membuat hidup lebih tertata dan pekerjaan lebih cepat terselesaikan.

Kedisiplinan tidak didapatkan secara instan. Anda perlu melatihnya sedini mungkin. Untuk membentuk sikap disiplin Anda memerlukan beberapa hal kunci. Hal pertama adalah Anda harus niat, ketika kondisi belumlah disiplin maka segeralah mengakui kekurangan Anda. setelah itu, segeralah untuk  memperbaikinya. Buatlah jadwal sebagai acuan kegiatan sehari-hari agar lebih disiplin. Jadwal juga akan dapat Anda jadikan sebagai pemantau apakah sudah disiplin atau belum.

Kedua,harus ada kemauan dari Anda untuk bersikap disiplin. Kemauan sangat penting untuk membentuk kedisiplinan. Anda harus mampu mengalahkan rasa malas yang menyerang. Mau berubah dan kesadaran dari salam hati akan memudahkan Anda menjalani kedisiplinan. Anda juga harus bersikap keras terhadap diri sendiri. Jangan kalah dengan zona nyaman Anda. Jangan mudah putus asa dan cengeng, berilah diri Anda tantangan agar mau berusaha untuk meraihnya.

Memiliki tantangan dalam hidup akan membuat kehidupan Anda terarah. Tantangan akan memicu terjadinya perubahan yang baik dalam diri Anda. Lakukan perubahan-perubahan kecil setiap harinya untuk menghindarkan rasa malas dalam jiwa.

Terakhir, tanamkan dalam pikiran Anda bahwa berperilaku disiplin bukanlah hal yang salah untuk dilakukan. Pikirkan juga masa depan Anda bila melakukan kedisiplinan dan tidak.

Pengetahuan Tidak Ada Gunanya Jika Tidak Dipraktekkan

Apakah Anda ingat pelajaran Anda semasa SD, SMP, atau SMA? Tentu saja, Anda ingat beberapa hal, tetapi beberapa hal yang lainnya juga menguap dari kepala Anda. Kalaupun ada yang teringat, mungkin beberapa hal yang masih sering menjadi bahan perbincangan di sekitar Anda atau terkait dengan pekerjaan Anda. Misalkan Anda seorang akuntan, maka Anda masih mengingat ilmu yang Anda dapat tentang Buku Besar saat Anda di SMA.

Salah satu psikolog kognitif, yaitu Thorndike, mengemukakan dua hukum dalam pendidikan, yaitu law of use dan law of disuse. Intinya, sederhana saja, ilmu pengetahuan akan melekat pada pikiran Anda apabila Anda selalu menggunakannya. Sebaliknya, akan terlupakan apabila tidak digunakan.

Seluas apapun ilmu pengetahuan Anda, semua itu akan percuma apabila Anda enggan mempraktekkannya. Contoh yang paling aplikatif mengenai pernyataan ini adalah bahasa. Anda mungkin memperoleh nilai sempurna di kelas Bahasa Inggris Anda, tetapi dalam pekerjaan Anda, atau dalam pergaulan, Anda tidak pernah menggunakannya. Pada akhirnya, saat Anda disuruh maju untuk presentasi dalam Bahasa Inggris, Anda akan tergagap.

Beda hal dengan orang yang sama sekali tidak pernah mempelajari Bahasa Inggris, tetapi tiba-tiba karena suatu keadaan, harus pindah ke negara yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Utama. Apa yang terjadi? Secara terpaksa, orang itu akan menggunakan Bahasa Inggris sehari-hari dan dengan begitu saja akan lancar berbahasa Inggris. Bahkan, kadang lebih cepat mempelajarinya daripada seseorang yang menjalani kursus atau kuliah di bidang Bahasa Inggris.

Memang pada dasarnya, tidak semua ilmu pengetahuan yang diperlukan dalam menjalani kehidupan nyata, seperti pekerjaan sehari-hari. Melainkan, bidang pengetahuan yang khusus dimana Anda menjadi praktisi di dalamnya. Namun, kadangkala, memiliki wawasan yang luas menjadi salah satu nilai tambah dalam pekerjaan Anda. Walaupun Anda seorang psikolog, misalnya, tetapi Anda harus mengetahui ilmu lain, seperti ilmu kedokteran dasar atau farmakologi khusus di bidang penyakit kejiwaan, atau ilmu sosiologi dasar untuk mendukung Anda dalam mengambil kesimpulan tentang klien Anda.

Bisa dibilang agak sulit untuk mempertahankan pengetahuan yang jarang dipraktekkan sehari-hari, akan tetapi selalu ada jalan untuk itu. Anda dapat melakukan diskusi secara berkala dengan kolega Anda, misalnya. Atau Anda bisa mengikuti grup di media sosial yang bertema profesi Anda atau bidang pengetahuan yang Anda ingin perdalam, lalu turut berperan aktif dalam pertukaran informasi di dalamnya. Cukup mudah, bukan?

Pentingnya Latihan Bagi Kemampuan Anda

Ketika Anda kecil, mungkin Anda telah menunjukkan beberapa bakat alamiah. Beberapa anak suka menyanyi, beberapa anak suka menggambar, dan lain-lain. Bakat ini biasanya didorong oleh minat anak, yang merupakan salah satu proses belajar, yaitu mengimitasi orang tua. Seringkali anak mengidentifikasi minat orang tua dan menyerapnya sebagai minat pribadi. Namun, semua itu tetap tergantung bagaimana cara orang tua memfasilitasi bakat dan minat anak untuk berkembang.

Bakat, walaupun terjadi secara alamiah, membutuhkan fasilitas dan latihan untuk berkembang secara maksimal. Saat anak menunjukkan minat tertentu, penting bagi orang tua untuk memfasilitasi. Misal, anak suka menggambar, maka orang tua menyediakan kertas dan pensil warna, lalu mendorong anak untuk berlatih menggambar. Bakat sama dengan potensi, artinya suatu kemampuan yang mentah dan belum terasah. Lain lagi dengan kompetensi atau keahlian, yaitu hasil dari bakat yang telah dilatih.

Pada tahun 2008, Malcolm Gladwell menuliskan sebuah buku yang bertitel The Outliers. Di buku ini, ia mengungkapkan teori tentang 10.000 jam, dimana orang-orang sukses semuanya tercatat telah melatih diri mereka tidak pernah kurang 10.000 jam.

Penelitian tentang ini sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum buku ini keluar, yaitu pada tahun 1990-an, Psikolog K.Anders Ericsson dan dua rekannya meneliti sebuah akademi musik di Berlin. Hasil penelitiannya menunjukkan para pemain elit telah menghabiskan waktu berlatih selama 10.000 jam, sedangkan siswa biasa berlatih selama 4.000 jam dan calon guru musik menghabiskan waktu 8.000 jam selama hidupnya dalam berlatih alat musik. Tidak hanya itu, orang-orang sukses, seperti Mozart, Bill Gates, The Beatles juga tercatat telah menghabiskan waktu berlatih tidak kurang dari 10.000 jam.

Hal ini menunjukkan bahwa latihan sangat penting dalam mengasah potensi dalam diri Anda. Tentu saja, tidak hanya ukuran jam saja yang paling penting, tetapi konsistensi melakukan hal itu setiap hari dan terus mengulang-ulang pelatihan yang tengah Anda lakukan, dengan begitu tubuh Anda dengan sendirinya akan terbiasa dengan pola latihan.

Namun, perlu juga diingat bahwa latihan Anda perlu dikembangkan. Apabila Anda ingin berlatih alat musik, pertama-tama Anda bisa memulai dari not-not tunggal yang mudah diterapkan dalam alat musik. Lalu, setelah menguasainya, Anda bisa beralih pada lagu yang memiliki not-not yang beragam. Lalu, beranjak ke musik yang lebih kompleks, dan seterusnya. Sejalan dengan itu, Anda akan menemukan hal-hal baru dan tantangan-tantangan baru untuk dipenuhi, sehingga Anda akan terus berkembang.

 

Berfikir Menang, maka Anda Menang

Otak manusia merupakan alat tercanggih dari seluruh teknologi di dunia. Tidak hanya menerima respon dari semua syaraf di bagian tubuh, otak juga mengendalikan hormon serta proses tubuh lain, seperti lapar dan kenyang, analisa dan emosi, dan lain sebagainya. Dalam proses otak pula, terjadi proses persepsi yang paling rumit karena berhubungan dengan tidak hanya sistem internal dalam tubuh, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan eksternal si manusianya.

Persepsi sangat mempengaruhi Anda dalam keseharian, bisa dibilang magic kit buat seluruh tindak-tanduk Anda. Contoh sederhana saja, orang yang terbiasa berpikir negatif akan terlihat dari bahasa tubuh dengan bahu menurun, gaya berjalan yang lamban, mata yang kurang bersinar, karena persepsi negatif telah mempengaruhi caranya bersikap di hadapan dunia di luar dirinya. Begitu pula dengan orang yang berpikir positif, bahasa tubuh mereka tampak dari punggung yang tegak, ujung bibir yang agak tertarik ke atas, hingga jalan yang tegas.

Tidak hanya itu, persepsi dapat mempengaruhi Anda hingga pada keputusan yang Anda ambil dalam hidup Anda, sekalipun kadangkala beroperasi secara tidak sadar. Orang yang positif tidak mengalami banyak kecemasan, sehingga tidak terlalu punya banyak ketakutan akan masa depan. Hal itu membuat mereka lebih cepat dalam mengambil keputusan dan bertindak tanpa pertimbangan tak perlu yang menghambat gerak mereka.

Kerap kali motivator manapun sering berkata bahwa Anda semua adalah pemenang dari awal. Bahwa Anda merupakan salah satu hasil 1 dari 300 juta sperma, maka Anda pemenang dari awal. Tidak mengherankan motivator suka sekali menggunakan pernyataan yang sugestif ini agar pola pikir itu tertanam dalam benak Anda menjadi satu persepsi yang dapat diaplikasikan dalam keseharian Anda.

Maka dari itu, tidak heran, orang yang sedari awal berpikiran positif dan selalu menganggap dirinya adalah orang yang akan memperoleh kemenangan, cenderung akan sukses nantinya. Tidak peduli apakah ia adalah murid yang pernah juara dari belakang di sekolahnya atau anak yang berani megabaikan kata-kata otorita di sekitarnya. Bagaimanapun, pada dasarnya anak-anak adalah makhluk kreatif yang penuh antusiasme belajar dengan tempo yang cepat dan melompat-lompat. Apakah otorita di sekitarnya paham atau tidak, itu yang jadi masalah sebenarnya.

Anda juga perlu menanamkan hal tersebut dalam benak Anda. Bahwa Anda adalah pemenang. Bahwa Anda akan sukses dalam apapun yang Anda lakukan, sehingga persepsi positif itu akan membuat Anda yakin dalam setiap tugas yang Anda kerjakan. Sekalipun gagal, Anda akan sadar bahwa gagal hanya pelajaran untuk kesuksesan yang menanti di depan Anda.

 

 

 

 

 

 

Kisah Sukses Chef Terkenal Gordon Ramsay

Siapa yang tidak kenal Gordon Ramsay? Chef ini mulai terkenal dengan reality show-nya, yaitu Hell’s Kitchen. Lalu, pemunculannya sebagai juri yang impresif dalam Masterchef USA membuat namanya semakin melambung. Sebelum dua acara ini, Gordon Ramsay juga telah membuat acaranya. Akhirnya, ia terkenal sebagai celebrity chef, yang tidak hanya memasak di dapur, tetapi juga berkiprah sebagai entertainer.

Tidak hanya itu, restorannya berkali-kali memperoleh penghargaan Michelin Star, penghargaan di bidang kuliner. Pada saat ia mulai menjadi juri di reality show Masterchef USA, ia telah memperoleh 20 Michelin Star.

Namun, mungkin kita tidak tahu bahwa Chef Gordon Ramsay sebenarnya pernah menggeluti profesi sebagai pemain sepak bola muda di tanah kelahirannya, yaitu Skotlandia. Bahkan, ia sempat hampir direkrut oleh tim Rangers F.C., tetapi satu kecelakaan pada tulang rawan di lutut mengakhiri karirnya.

Karena sifatnya yang kompetitif, fakta bahwa ia tidak bisa lagi bermain membuatnya terluka. Patah hatinya berlangsung hingga beberapa tahun kemudian. Hingga Ramsay memutuskan untuk tidak lagi mau berlarut-larut dalam kesedihannya. Pada usianya 19 tahun, ia mulai tertarik pada bidang kuliner dan akhirnya memasuki North Oxfordshire Technical College, jurusan manajemen perhotelan. Di sanalah karirnya sebagai chef dimulai.

Walaupun Ramsay menyatakan bahwa karirnya di bidang kuliner sebagai murni kebetulan, hal ini tidak menyurutkan dedikasinya di bidang ini, sehingga ia berhasil memperoleh kesempatan untuk melatih diri di bawah bimbingan chef-chef ternama dunia, sebut saja Albert Roux dan Marco Pierre di London, serta Guy Savoy dan Joël di Perancis.

Pada setiap kisah orang terkenal dan sukses, selalu ada sekelumit kisah kegagalan. Bahkan, tak jarang kehidupan orang yang sekarang tampak sukses tidak selalu dimulai dengan mudah. Biasanya, mereka belajar untuk bangkit dari kegagalan mereka, menolak untuk terjebak dalam penyesalan atas kegagalan di masa lalu. Masa kini, bisa dibilang mereka belajar untuk move on dari apapun yang membuat mereka pernah terluka.

Maka, jelas kegagalan bukan suatu masalah yang perlu disesali. Kegagalan hanya sebuah batu loncatan agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih matang dalam menjalani hidup. Gagal sekali-dua kali, bahkan berkali-kali seharusnya tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Karena pebisnis yang sukses selalu jatuh-bangun dalam membangun bisnisnya hingga ia berhasil menjadikan bisnis tersebut menjadi kerajaan yang dipenuhi profit. Tentu saja, ia menjadi rajanya.

 

Kebiasaan Orang Sukses adalah Membaca dan Belajar

Seseorang menjadi sukses bukan semata-mata karena keberuntungan. Mereka menjadi sukses karena mereka terdidik untuk itu. Ada beberapa kualitas mental yang biasa terdapat pada orang yang sukses dalam bisnisnya daripada orang yang berhenti atau bahkan, tidak memulai bisnis sama sekali. Kualitas mental ini yang mengarahkan mereka pada kerja efektif pada bisnis.

Salah satu kualitas yang berbeda pada orang yang sukses daripada orang kebanyakan adalah kemauan mereka untuk belajar. Rasa ingin tahu mereka tinggi dan mereka mempunyai kemauan untuk berjuang dalam memenuhi kebutuhan rasa ingin tahu itu. Oleh sebab itu, wajar pula kalau mereka menjadi terdorong untuk lebih banyak membaca. Karena sumber pengetahuan memang lebih banyak terdapat dalam bentuk tulisan.

Kenapa membaca? Sebenarnya sumber ilmu tentu tidak hanya dapat diperoleh dari sumber tulisan. Banyak sumber-sumber lain, seperti seminar dan workshop, diskusi dalam grup, bahkan sekarang orang mulai menyebarkan ilmu lewat video youtube  atau DVD. Namun, bagaimanapun harus diakui sumber-sumber lain ini kebanyakan terbatas dan pada akhirnya seseorang harus mengabadikannya dalam tulisan.

Tulisan adalah catatan paling abadi sepanjang masa. Bahkan, sejak zaman prasejarah, manusia purba mencatat peristiwa-peristiwa dalam bentuk visual, yaitu gambar-gambar. Hingga, pada zaman selanjutnya, manusia mulai menemukan tulisan.

Bahkan, pada era internet yang sangat berkembang ini, orang-orang masih memilih untuk menjadikan tulisan sebagai sarana berekspresi mereka. Oleh sebab itu, wajar kalau membaca menjadi slogan dimanapun kita berada. Karena, kebanyakan sumber pengetahuan, baik secara offline atau online, ada dalam bentuk tulisan.

Orang yang sukses pun tentunya memiliki kehausan untuk membaca tulisan tentang ilmu-ilmu yang mereka butuhkan untuk mencapai puncak karir mereka. Dengan memenuhi pikiran mereka dengan pengetahuan, lantas menerapkannya, mereka memiliki banyak alternatif solusi bagi pencapaian bisnis mereka. Membangun sistem, struktur organisasi dalam bisnis, hingga strategi marketing dalam bisnis, semua hal-hal ini sudah dibukukan dalam bentuk tulisan dan dapat diakses lewat media apapun.

Tidak hanya pengetahuan teknikal, kadang-kadang kita membutuhkan inspirasi untuk memulai bisnis atau melakukan inovasi-inovasi dalam bisnis. Hal ini dapat kita dapatkan juga melalui buku-buku tentang bisnis atau blog-blog yang memuat tentang pengalaman seseorang memulai bisnis. Jadi, banyak sekali manfaat apabila kita mulai aktif membaca. Bagi orang yang tidak suka membaca, mungkin aktivitas ini menjadi beban tersendiri. Akan tetapi, kita dapat mempersepsikan bahwa bacaan diperlukan untuk memperluas wawasan. Sehingga, kita terfokus pada ilmu yang kita dapat daripada aktivitas membaca itu sendiri.

Strategi Berfikir Kreatif

Semakin ketatnya persaingan, semakin kita dituntut untuk menjadi unik dan berbeda dengan yang lainnya, kalau tidak mau kalah saing. Untuk itu, kita perlu memiliki daya pikir yang kreatif. Berpikir kreatif sendiri melibatkan pola pikir yang fleksibel, orisinil, elaboratif, asosiatif, dan banyak lagi. Namun, berpikir kreatif merupakan pola pikir yang dikembangkan, tidak terjadi begitu saja.

Mungkin kita kadang merasa kita mengeluarkan ide kreatif secara tiba-tiba, tapi sebenarnya proses terbentuknya ide itu tidak sebegitu mendadak. Hal ini terjadi karena adanya pikiran bawah sadar yang merekam ingatan yang mungkin tidak begitu penting, tetapi dapat muncul akibat dorongan kuat. Misalnya, kita menemukan sebuah ide desain gambar yang tidak terpikirkan sebelumnya oleh kita, bisa saja gambar itu pernah kita secara sekilas. Karena merasa tidak penting, ingatan itu begitu saja ditekan ke pikiran bawah sadar.

Yang perlu dipahami adalah berpikir kreatif juga memiliki beberapa tahap. Yang pertama adalah tahap persiapan, yang berarti mengumpulkan berbagai ilmu dasar, seperti dari pelatihan atau pengalaman kerja, dan lain-lain. Dengan berbekal ilmu yang telah kita himpun untuk memecahkan masalah, kita perlu mengadakan penyelidikan (tahap investigation) tentang satu masalah yang terjadi. Tahap yang selanjutnya adalah melakukan transformasi (tahap transformation) terhadap masalah, yang dimaksudkan untuk melihat persamaan atau hubungan dari setiap peristiwa (convergent thinking) dan perbedaan dari masing-masing kejadian (divergent thinking) dengan cara mengevaluasi peristiwa tersebut.

Selanjutnya, kita dapat membiarkan pikiran bawah sadar bekerja untuk merenungkan informasi-informasi yang sudah dikumpulkan (tahap incubation). Perenungan ini nantinya akan memunculkan penerangan berupa ide-ide kreatif dan inovatif (tahap illumination). Ide-ide ini tentu perlu divalidasi apakah menjadi ide yang dapat diimplementasi pada masalah kita (tahap verification), lalu setelah ide tersebut terbukti efektif, maka kita tinggal menerapkannya pada masalah kita (tahap implementation).

Setelah mengetahui tahap-tahap ini, kita bisa mencoba mengasah diri untuk menelurkan ide-ide kreatif mengikuti tahap-tahap di atas. Tentu saja, kita dapat menerapkan strategi-strategi sebagai brainstorming untuk ide-ide kreatif yang dihasilkan. Misalkan, strategi Six Thinking Hats dari Edward de Bono, untuk mengasah cara berpikir yang membuat kita lebih mudah untuk mencari alternatif-alternatif ide baru dengan pola pikir yang berbeda-beda.

Tips Melawan Krisis Dalam Berbisnis

Krisis dan bisnis adalah dua hal yang tak terpisahkan. Bukan berarti Anda harus segera berpikiran negatif bahwa bisnis akan membawa krisis. Namun, sebagaimana hidup diibaratkan sebuah roda, begitu pula bisnis dengan naik dan turunnya. Gulung tikar tidak pernah menjadi solusi terbaik dalam bisnis. Malah, hal itu hanya menjatuhkan mental Anda selanjutnya. Tips berikut mungkin bisa membuat Anda sedikit berpikir ulang untuk menyerah pada kondisi penuh krisis.

  1. Inovasi produk dan marketing

Menjadi pebisnis harus kreatif dan terbuka pada pandangan baru. Anda tidak bisa berhenti pada satu produk atau satu metode penjualan, sebagus apapun menurut Anda. Inovasi ini bisa mengikuti tren pasar yang tengah berkembang, tetapi tetap memberikan sentuhan unik dan sesuai dengan karakter pada bisnis yang tengah dibangun. Begitupun dengan metode pemasaran. Anda bisa melakukan promo atau iklan yang unik dan menarik yang membuat konsumen penasaran dengan produk Anda.

  1. Berkomunikasi dengan semua lapisan bisnis

Bisnis sekecil apapun biasanya mempunyai struktur organisasi dengan divisi yang memiliki peran berbeda-beda. Untuk mengatasi krisis, komunikasi dengan seluruh lapisan dalam struktur bisnis ini perlu dilakukan. Tidak hanya untuk mencari solusi dan identifikasi hambatan pada masing-masing bagian, tetapi juga untuk secara terbuka memberikan pemahaman pada setiap lapisan tentang kondisi perusahaan. Sekaligus, Anda dapat menunjukkan keyakinan Anda bahwa krisis akan lewat sehingga menjadi dorongan untuk seluruh divisi pada bisnis Anda.

  1. Fokus pada produksi utama

Produk apa yang tengah diminati atau yang telah mendapat kepercayaan masyarakat? Saat Anda mengalami krisis, Anda harus benar-benar melihat grafik penjualan perusahaan dan menyesuaikan dengan kondisi pasar, produk yang mana yang harus diprioritaskan. Gunanya adalah untuk mengefisiensi dana yang harus dikeluarkan karena produksi apapun tentunya akan membutuhkan dana. Dengan begitu, prinsip ekonomi dapat tercapai, yaitu menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya.

  1. Menggandeng mitra usaha

Anda dapat mencari sponsor baru atau sponsor pendukung untuk bisnis Anda. Atau Anda dapat bekerja sama dengan mitra usaha yang dapat mendukung kemajuan bisnis Anda. Misalkan, Anda adalah penerbit buku, tentunya Anda dapat bekerja sama dengan agen-agen penjual yang dapat memasarkan buku Anda dengan lebih efektif.

  1. Keyakinan bahwa krisis akan berlalu

Sekali lagi, the last but not the least, keyakinan memegang peranan besar dalam mempertahankan bisnis sebesar apapun krisis yang dihadapi. Dengan keyakinan, Anda akan terus mempunyai motivasi untuk mencari solusi dan memang krisis pasti berakhir, tetapi hanya Anda yang dapat memutuskan ke arah mana krisis tersebut berlalu.

Lebih Bijak Dalam Berbicara

Dalam pikiran dan perasaan yang pasti ada sesuatu yang harus diungkapkan. Hal ini biasanya kita ungkapkan dengan rangkaian kata yang membentuk kalimat. Sebaiknya sebagai manusia yang bijak kita menggunakan kalimat yang baik. Dengan begitu kita tidak akan menimbulkan penyakit hati pada orang lain.

Sebab jika kita menyakiti orang lain dengan perkataan kita maka itu bisa menjadi menambah daftar dosa. Oleh karena itu hindarilah melakukan hal tersebut. Anda pun akan lebih senang untuk dipuji dibandingkan dicaci bukan? Begitu juga dengan orang lain. Mereka akan lebih senang dengan kalimat positif dibandingkan sebaliknya.

Perlu diketahui juga kata yang kasar dan tidak manis lebih sulit untuk hilang. Kritikan pedas pun juga demikian bahkan memiliki kecenderungan berbekas dan terkenang. Hal ini karena otak kita lebih mudah memikirkan hal yang negatif pada diri. Berdasarkan penilitian yang dilakukan oleh dr John Cacioppo menyebutkan bahwa kalimat yang bersifat tidak positif memberikan impact yang besar kepada otak.

Dampak yang dirasakan disebut dengan negatif bias sebab memang lebih mudah diingat dibandingkan dengan nasihat atau pujian. Menghindari kata yang negatif juga menjadi hal yang wajib dilakukan oleh para orang tua. Sebab dampak yang ditimbulkan dari hal tersebut sangatlah tidak baik. Contoh kalimat negatif yang tidak baik : Kamu pemalas sekali, kamu bodoh, dan lainnya.

Perlu diingat bahwa kalimat tersebut akan sangat berbekas. Bahkan parahnya hal ini bisa menjadi sugesti yang tidak baik dalam alam bawah sadar. Meskipun sebenarnya tidak berniat buruk namun kata ini bisa mereka percaya sebagai sifat anak yang sebenarnya. Otak akan cenderung mengingat dan percaya akan hal tersebut sebab itu yang mengatakan adalah orang tuanya. Alhasil dia bisa jadi orang yang malas dan bodoh seperti yang dikatakan orang tuanya sebelumnya.

Memang hal yang terbaik adalah selalu menjaga lisan. Sebab lisan adalah pedang bermata dua yang bisa berakibat baik maupun mengakibatkan hal yang buruk. Mulai sekarang rubahlah cara Anda berkata dengan yang baik-baik saja.

 

Kumpulan Quote Yang Mampu Memotivasi Diri

Motivasi SemangatMotivasi bisa timbul dari dalam dan dari luar diri seseorang. Motivasi yang datang dari luar biasanya karena faktor lingkungan, teman, kerabat, saudara atau mengikuti kegiatan yang membangkitkan motivasi. Sedangkan matovasi dari dalam bisa berupa dari diri sendiri yaitu keinginan kuat untuk maju dan berubah menjadi lebih baik.

Menurut para ahli, motivasi terbaik adalah yang datang dari dalam diri sendiri. Biasanya muncul karena dia menginginkan sesuatu atau karena melihat sesuatu sehingga menjadi muncul motivasi dalam dirinya. Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan melihat atau membaca Qoute yang beredar di internet atau dari media online.

Berikut ini berbagai kumpulan Qoute yang dapat memotivasi diri sendiri.

1.   “Practice makes right, repetitions make perfect.”

Teori saja tidak cukup agar menjadikan anda lebih baik. Melainkan dengan melakukan atau praktik secara langsung anda akan semakin mahir dan terus menjadi sempurna.

2.   “Your future is determined by what you start today.”

Masa depan selalu dimulai dengan hal kecil yaitu hari ini. Motivasi ini bermaksud agar anda tidak menunda pekerjaan apapun dan segera memulai mengerjakannya hari ini juga.

3.   “Getting up in the morning is a sign that you can achieve the goal’s life better than yesterday.”

Motivasi bangun pagi ini bermaksud agar anda menjadikan aktivitas di pagi hari adalah hal terbaik untuk mencapai tujuan hidu agra hari ini lebih baik dari hari kemarin.

4.   “Sadness in your heart is an inhibitor of success. Avoid the prolonged grief, take heart, and take your chance as soon as possible.”

Kesedihan seseorang hanya akan menghambat kesuksesan saja, untuk itu andaharus segera menghindari kesedihan yang berlarut-larut dan mulailah bersemangat dengan tindakan positif.

5.   “If opportunity does not come to you, then create it.”

Qoute ini mengajarkan kita untuk terus berusaha, meski kesempatan tidak datang maka kita harus segera menciptakannya.

Demikianlah berbagai kumpulan qoute yang bisa memotivasi diri kita. Masih banyak sekali qoute yang bisa anda jadikan pedoman untuk terus bersemangat dalam menjalani hari dan memanfaatkannya sebagai penyemangat ketika sedang bad mood.