Kaya Beneran atau Kaya Abal Abal

Berikut cara untuk membedakannya

  1. Orang kaya sungguhan punya strategi dalam pengeluaran. Orang kaya abal abal asal beli tanpa peduli akhir bulan makan apa. hal yang membedakan antara kaya dan miskin adalah Gaji yang di peroleh akan dihabiskan dengan cara apa. orang kaya akan menunda kesenangan sedang orang kaya abal-abal akan membelanjakan gajinya untuk sesuatu yang diinginkan. orang yang bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan termasuk dalam mental orang kaya. Ia pandai memilih mana godaan mana yang benar kebutuhan, sehingga pa yang nanti keluar bukan hanya sekedar pemuas nafsu belaka.
  2. Bagi yang kaya bohongan gaji segitu gitu aja sudah cukup. Tapi yang kaya betulan justru tidak akan berpuas diri. Bagi orang kaya abal-abal jabatan dan gaji yang diperoleh adalah puncak dari segala sesuatu. namun bagi orang kaya mereka berpikir akan lebih baik jika dapat menggaji orang lain, bukannya menunggu gaji dari atasan. Orang kaya akan berpikir untuk terus meningkatkan apa yang sudah dicapai saat ini, terus berusaha mengembangkan usahanya dan belajar meningkatkan kemampuannya.
  3. Bagi yang kaya uang bukan alat untuk mendulang pujian. Sedang yang kaya abal abal berusaha terlihat kaya utuk mendapat pujian. Ingin terlihat glamur adalah ciri khas dari orang kaya abal-abal, kemampuan financialnya belum sampai tahap itu justru menyiksa dompet untuk mendapatkannya. Kendalikan dirimu, jika anda bisa menahan diri selamat nada adalah calon orang kaya.
  4. Bagi yang kaya dia memprioritaskan kenyamana dan prospek masa depan dalam bekerja tidak hanya gaji semata. Orang kaya abal-abal justru memilih gengsi dalam memilih pekerjaan. Takut dilihat tidak keren, akhirnya berbelanja diluar kapasitas itu adalah mental miskin. Jika anda termasuk orang kaya beneran gengsi adalah hal yang harus anda singkirkan. Tekun dalam melakukan sesuatu, Lakukan pekerjaan apa saja selama menghasilkan dan baik serta bukan hal salah, pasti bisa mencapai puncak karirnya.
  5. Orang yang kaya abal-abal akan menghalalkan cara apapun untuk terlihat hidup seperti konglomerat. Ingin terlihat kaya dengan mobil mewah gadget terkini tapi dengan cara hutang bahkan sampai pinjam milik orang. Bagaimana denga orang kaya mereka akan memilih untuk memeras otak dengan mendapatkan passive income jadi mereka tidak punya uang untuk tampil mewah, semua uangnya digunakan untuk investasi.

 

Jadi inilah 5 perbedaan pola pikir orang kaya beneran dengan abal-abal adaptasikan pola pikir kaya beneran kedalam pikiran anda, orang kaya akan memikirkan peluang, investasi. Sedang abal-abal akan memikirkan masalah sehingga melewatkan peluang.

Alasan kamu Harus Terus Berjuang

Merasa hidupmu sulit bahkan terkesan berantakan? Punya impian yng tinggi tapi terasa sangat mustahil untuk mendapatkannya?

Jangan minder atau menyerah jika kamu berlum mencapai apa yang kamu harapkan. Berikut 4 alasan kenapa kamu harus tetap semangat!

Kamu pasti akan menemukan kebahagiaanmu. Selama kamu masih punya mimpi dan harapan dalam hidup ini, tandanya kamu masih punya tujuan yang bisa membuatmu bahagia. Kamu punya tempat yang ingin kamu tuju. Dan jangan sampai hilang tujuanmu itu sebab tujuanmua itu seperti sebuah lentera yang akan terus memberimu cahaya saat kamu merasa terkurung dalam ruangan yang gelap.

Kamu pasti bisa menjadi orang yang bermafaat. Jika kamu mau mengejar impian besarmu kamu sudah menerima tantangan untuk menjadi seorang yang lebih baik. Kamu bisa terus memacu dirimu untuk mengembangkan ketrampilan dan kemampuanmu sehingg a kamu bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Kamu bakal menemukan banyak peluang. Daripada kamu diam saja dan meratapi nasip kamu yang begitu menyiksa, lebihbaik kamu mengumpulkan nyali dan keberaniaanmu untuk melangkah ke depan. Satu pintu memang sudah tertutup tapi masih banyak pintu yang terbuka. Jika pintu masih tertutup Beranikan diri untuk membuat pintu kamu sendiri, peluang kamu sendiri. Gali potensi dirimu dan perjaungkan mimpi besar yang bisa kamu temukan dalam hidup.

Kamu perlu untuk membahagiakan orang disekitar kamu. Ingatlah orang tua mu, jika kamu berhasil pasti ada orang yang akan ikut tersenyum dan bahagia untuk mu. Yaitu orang tuamu. Setiap kali kamu ingin menyerah ingatlah sentuman orang di sekitar kamu yang berhasil kamu bahagiakan dari perjuanganmu.

Sebuah Tips Sederhana Untuk Para Milenial Yang Sulit Untuk Kaya

Semua orang pasti ingin kaya, dan caranya sangat mudah

  1. Tingkatkan pendapatan
  2. Kurangi pengeluaran

Jika sudah melakukan dua hal ini cobalah menghindari melakukan beberapa tindakan berikut.

1. Menunggu memiliki uang uang untuk investasi.

Jangan menuggu punya banyak uang baru mulai investasi. Mulai kebiasaan untuk menyisihkan sedikit uang setiap bulannya untuk investasi. Kuncinya jangan menunggu. Bahkan jika kamu hanya bisa menyisihkan dengan jumlah yang kecil.

2. Sering telat bayar tagihan.

Jika pembayaran tagihan telat ada beban bunga yang harus ditanggung. Seringnya telat membayar tagihan juga mempengaruhi kemampuan meminjam kembali dengan jumlah yang besar seperti untuk rumah atau kendaraan. Jangan lewatkan pembayaran tagihan sebab selain nominal rupiah yang di bayarkan semakin besar, juga merusak image mu sebagai peminjam di Bank.

3. Tidak memiliki tabungan.

Rencanakan semua pengeluaran apa saja yang diharapkan untuk masa depan. Seperti rumah pendidikan, jalan-jalan, kendaraan, gadget. Kemudian rencanakan seberapa lama waktu yang harus di persiapkan untuk mengumpulkan biaya tersebut.

4. Menghabiskan semua yang di peroleh, bahkan lebih.

Ukur kemampuan finansialmu, atur berapa saja budget dan biaya hidup yang bisa di keluarkan sampai waktunya kembali memperoleh pendapatan. Jangan habiskan semua sekaligus. Kita tidak pernah tahu jika ada kebutuhan mendadak yang harus di keluarkan. Darimana uangnya jika memang disaat butuh?

5. Memilih menggunakan angsuran minimum kartu kredit.

Mengangsur sama seperti belanja kredit, jika semakin kecil biayanya maka waktu angsuran akan semakin panjang. Semakin panjang waktu mencicil maka nominal yang dikeluarkan akan semakin besar.

6. Menggunakan Tabungan.

Jahkan tabungan dari tangan usil. Cegah tabungan untuk kegiatan konsumtif. Cegah tabungan untuk digunaka bukan peruntukannya. Contoh kamu menabung untuk biaya pendidikan, tapi karena adanya diskon gadget baru kamu menggunakan uang tabunganmu untuk membeli gadget tersebut. Jangan pernah lakukan hal ini, sia-sia kamu menabung.

7. Tidak pernah tahu rekaman jejak uang pergi.

Entah untuk belanja online, sering menggunakan angkutan umum, hal-hal yang terlihat remeh sangat mudah untuk menghabiskan uang tanpa ketahuan. Coba untuk selalu mencatat pengeluaran yang dilakukan dari hal besar hingga hal kecil seperti parkir atau sumbangan. Hal ini mempermudah dirimu untuk mengetahu dimana uang kamu habiskan.

8. Mengabaikan asuransi.

Selalu rancang untuk kemungkinan terburuk, bertanggung jawablah untuk kehidupanmu sendiri. Hanya perlu satu kejadian kecil yang bisa menghabiskan tabunganmu bertahun tahun.

Gila, 4 dari 5 Orang Generasi Milenial Tidak Siap Pensiun.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dosen dan Edukator Dana Pensiun menyebutkan “86% Generasi Milenial tidak punya program pensiun”. Ini artinya generasi milenial di Indonesia belum memiliki persiapan yang cukup matang untuk memasuki masa pensiun. Hal ini bisa jadi disebabkan karena mereka berpikir masih muda masih ingin bersenang senang dan tidak mau terburu buru menyiapkan dana pensiun.

Wajib diingat masa pensiun itu tidak harus selalu persoalan waktu, tapi menyangkut kondisi/keadaan. Cepat atau lambat keadaan masa pensiun akan terjadi, jadi sebaiknya persiapkan sejak dini. Jangan sampai kondisi masa kini berjaya masa depan merana.

Generasi milenial siapa saja itu?

Generasi milenial adalah mereka yang dilahirkan dalam kurun waktu dari tahun 1980an hingga 1995 maka generasi mereka adalah orang orang yang memiliki usia rentang  25 hingga 39 tahun. Menurut data dari BPS tahun 2018 jumlah generasi milenial di indonesia mencapai 29% dari total penduduk Indonesia, alias seperempat dari 264 Juta jiwa di Indonesia. Kira-kira ada 63,6 juta jiwa dan ditahun 2020 ini akan terus bertambah.

Generasi milenial pada saat ini adalah penyumbang 80% pekerja di indonesia, karena mereka pada saat ini berada di usia-usia produktif. Wajar jika, 90% pekerja milenial di Indonesia sama sekali tidak siap untuk pensiun. Seakan mereka ingin terus bekerja, dan mungkin bekerja selamanya. Bayangkan jika seperempat dari penduduk indonesia adalah milenial dan mereka tidak siap dengan pensiun, maka apa yang bisa diperbuat Indonesia jika waktunya generasi Milenial ini pensiun alias tidak bekerja lagi? Tidak ada yang ingin hidup sengsara.

Fakta lain adalah 74 dari 100 orang pensiunan di Indonesia hidup bergantung pada orang lain atau keluarga dan seakan menjadi sebuah budaya setiap tahun angka ini tidak berkurang. Kebanyakan dari mereka gagal dalam menyiapkan ketersediaan dana pensiun untuk suatu saat nanti. Ujung ujungnya menyesal. Penyesalan itu selalu datang diakhir, jika di depan itu namanya pendaftaran.

Kok bisa milenial belum siap dengan pensiun?

Biasanya disebabkan karena Gaya Hidup konsumtif, demi “boba” gaji 5jt tidak ada tabungan.

Sample 1

 

 

 

 

 

 

 

Untungnya sadar. Tapi apakah pekerja yang lain sadar juga untuk persiapan masa pensiun mereka? ini adalah contoh lain gaya hidup generasi milenial masa kini.

sampel 3 Sample 2

 

 

 

 

 

 

 

Sebuah konsekuensi hidup dengan gaya hidup -Nongkrong di kafe, no life no gadget, fashionable- bergaya saat bekerja dan cenderung konsumtif alias “hedon” yang menjadi ciri khas milenial masa kini.

Tidak ada yang bertanya “kamu, saat berhenti kerja sudah siap apa?”. yang ada hanya “gila, diskon 50%, cashback 30%, gue/lo banget ini”.  ingat, siapapun pasti akan berhenti bekerja, entah karena pensiun atau karena sebab lainnya. Lalu bekal apa yang sudah kamu persiapkan untuk menghadapi masa pensiun yang tidak pasti terjadinya ini?

–          “If you buy things you don’t need. Soon, you will have sell things you need”. –

Sungguh ini faktanya, masa kini banyak milenial tidak siap pensiun. Maka kini saatnya, memulai merencanakan masa pensiun sejak dini. Mumpung belum terlambat, agar tidak menyesal di hari tua.

Bahagia ditempat Kerja

Sebagian dari kita menghabiskan waktu di tempat kerja. Pergi bekerja setiap pagi, menembus kemacetan yang membuat pusing kepala, terkadang berangkat bekerja hanya untuk dimarahi atasan, banyaknya deadline yang harus diselesaikan, pulang malam, menembus kemacetan kembali, sampai dirumah ingin dilayani dan bahagia bertemu istri dan anak, mereka sudah tertidur. Paginya rutinitas ini diulangi kembali.

Bekerja seperti sebuah rutinitas yang harus di lakukan karena dengan bekerja impian dan tujuan yang dinginginkan dapat tercapai. Bagaimana jika bekerja dengan rutinitas yang membosankan bisa membuat anda lebih bahagia? Apa yang dapat Anda lakukan untuk menciptakan kondisi tempat kerja yang lebih membahagiaakan?

  1. Luangkan waktu dengan orang yang punya pikiran yang terbuka. Diri Anda akan tercemin dari siapa anda berteman. Oleh karena itu carilah teman yang memiliki pikiran terbuka baik di kantor atau diluar kantor. Mereka akan membantu Anda minimal memberi Anda ide segar yang lebih bersifat positif. Berteman dengan orang orang terbuka akan memberi kesempatan pada Anda untuk membuka pikiran Anda senidiri. Sehingga Anda akan mudah menerima gagasan, pengalaman baru, orang baru.
  2. Memiliki guru/mentor yang memberi saran. Memiliki seorang yang sudah berpengalaman untuk memberi support dan bantuan kepada anda akan jauh lebih baik daripada Anda harus menyelesaikan masalah sendirian. Temukan mentor Anda. Bisa dari orang terdekat Anda. Bisa dari orang yang Anda percayai. Bisa dari keluarga atau istri/suami Anda. Support bisa berbentuk dukungan.
  3. Kerja team. Anda bisa berpikir Anda sendiri hebat dalam melakukan sesuatu. tapi pekerja yang paling bahagia adalah bagian dari team yang hebat. Pikiran Anda bisa berkolaborasi dengan orang lain untuk merasa bahagia dan lebih banyak dukungan.
  4. Bertumbuh. Bertumbuh adalah satu bukti Anda bahagia. Anda sendiri yang memilih untuk bertumbuh dan maju atau mundur untuk mencari tempat yang aman.
  5. Kendalikan diri. Jangan biarkan kemarahanmu merenggut kebahagiaanmu. Kendalikan dirimu. Berupayalah untuk terus membuat perubahan.
  6. Anda berharga. Ingatlah Anda adalah sosok yang sangat berharga. Kenapa Anda sangat berhaga? Bukan karena apa yang telah Anda lakukan dan dapat Anda lakukan, namun karena Anda adalah pribadi yang memiliki banyak karunia dan berkat yang Anda bawa kedunia.
  7. Olahraga. Fisik yang sehat membantu anda dalam mengontrol mood Anda. Coba lakukan minimal 10 menit jalan kaki maka effeknya adalah mencerahkan pandangan juga mendongkrak mood.
  8. Cukup tidur. Kurang tidur memberi dampak negatif bagi tubuh Anda. Hal sama juga berlaku jika Anda terlalu banyak tidur. Penyakit dapat menyerang Anda, baik dari mudah lupa, kenaikan atau penurunan berat badan, dan mood yang tidak stabil. Jaga pola tidur anda.

semoga bermanfaat. Tetap Semangat.

Kenapa sih Rumput Tetangga Selalu Terlihat lebih Hijau

Suatu pepatah yang masih eksis hingga tahun 2020 ini, dan tidak akan usang dimakan waktu. Bahkan saya menemukan seseorang bertanya kepada saya “pak, kok hidup saya susah seperti ini. Dia hidupnya enak, kerjaanya ngopi dapet duit.” Nah, hidupmu jadi tidak bahagia jika terlalu fokus melihat “rumput tetangga” yang terlihat lebih hijau itu. Sebaiknya cek dulu apakah pepatah diatas mulai ada pada diri Anda.

  1. Mulai merasa rendah diri. Jika ada seseorang yang lebih dari pada dirimu adalah tanda jika kamu terpengaruh secara negatif dari kesuksesan orang lain. Seharusnya kamu bersemangat dan termotivasi menjadi lebih baik lagi jika melihat kesuksesan orang lain. Betul?
  2. Mulai menjelek-jelek kan orang lain. Ada kecenderungan untuk bersaing dengan orang yang dianggap hebat dengan cara instan. Daripada mengejar dengan kesuksesan, nilai yang lebih baik, lebih cepat dengan cara “gosip” supaya orang lain berpikir bahwa kesuksesan sainganmu itu tidak bernilai. Jangan sampai iri masuk kedalam hatimu. Sehingga sampai melakukan hal tersebut. Stop hal tersebut dan mulai intropeksi diri dan bisa lebih belajar dari orang tersebut. Temukan kedamaiaan dalam hatimu.
  3. Mulai suka mengeluh dan kurang bersyukur. Jika kamu lebih suka mengeluh dari kesuksesan orang lain karena kamu merasa dia lebih bahagia dan punya kelebihan lebih darimu. Akibatnya kamu jadi kurang untuk bersyukur dan tidak mampu melihat kebaikan yang ada di sekelilingmu. Cobalah untuk terus bersyukur dalam hidupmu. Yakin dengan dirimu sendiri, kamu juga menjalani kebahagiaanmu sendiri, tapi karena kamu terlalu banyak mengeluh kebahagianmu menjadi tertutup karenanya. Jangan banding-bandingkan dirimu dengan orang lain. Kalian berbeda dan tidak bisa dibandingkan.
  4. Mulai lupa dengan keunikan masing masing. Jangan lupa dengan rumput hijau milikmu sendiri. Jangan terus melihat kepunyaan milik orang lain. Sekali-kali lihat dalam dirimu sendiri, semua punya kelebihan dan kekurangannya sendiri semua unik pada dasarnya.
  5. Hanya tidak tahu perjuangannya untuk jadi hijau. Jangan lupa di balik hijaunya rumput tetangga ada upaya dan kerja keras yang mereka lakukan. Sebelum menilai lihat dan rasakan dulu perjuangan mereka supaya jangan sampai salah paham dan berujung iri hati.

Semoga bermanfaat.

Bermimpi Besar

Kita hidup di masa masa krisis ketenagakerjaan. Populasi terus bertumbuh dalam level yang berbahaya menyebabkan kurangnya tenaga kerja. Apa yang bisa manusia lakukan saat ini? mungkin kamu bisa berdoa untuk dilahirkan di keluarga yang kaya raya jadi tidak perlu bekerja seumur hidup.

Atau buatlah impian yang besar. Kamu tidak bisa berharap terpisah dari kerumunan orang -kerumunan orang yang hanya berupaya menerima nasip, jika kamu memiliki pikiran yang sama dengan orang-orang itu. Kamu harus berani menjadi unik, menjadi berbeda. Harus lebih dahsyat. kamu tidak bisa hanya berpikir tentang apa yang mungkin kamu bisa lakukan dalam beberapa tahun kedepan. Tapi harus lebih melampaui dari itu. Kamu jadi apa saat tua nanti.

Jika kamu bermimpi besar. Pikiranmu dan rencanamu tidak hanya mencakup dirimu. Tetapi lingkungan sekitar dirimu. Buat mimpi yang tidak hanya membahagiakan dirimu tapi juga orang orang di sekitarmu, bahkan di lingkunganmu tinggal. Kamu dapat mencapai mimpi yang seperti jika kamu bekerja untuk dirimu sendiri, bukan kepada orang lain. Bekerja dengan orang lain bukan berarti kamu tidak punya mimpi yang besar, kamu hanya bukan seorang pemimpin. Ketika kamu bermimpi besar, kamu selalu membuat rencana untuk diri sendiri. Kamu tinggal mengidentifikasi apa yang kamu inginkan dan membayangkan jalan apa yang akan diambil. Tetapi jika kamu hanya mengikuti, anda percaya pada cita-cita orang lain yang akan membawamu ke jalan yang kamu inginkan padahal hal itu tidak selalu terjadi.

Jika kamu tidak punya impian dan tujuan yang besar, pada akhirnya kamu akan bekerja untuk orang yang memiliki tujuan besar.

Ingat hidupmu adalah milikmu sendiri. Jalani hidupmu dengan apa yang anda yakini. Mengapa tidak menjadi sesuatu dari kemampuan diri sendiri? Menjadi pengikut tidak akan pernah mencapai apa yang mereka pikirkan. Mereka akan lebih memilih opsi yang “aman” perisai aman untuk sembunyi di belakang. Menjadi pengikut tidak pernah menjadi besar.

Bermimpi besar membutuhkan keberanian, tekad dan kesabaran yang luarbiasa besarnya. Mimpi besar tidak akan terjadi dalam waktu satu atau dua hari tapi jadi suatu program jangka panjang yang harus kamu lakukan secara konsisten. Dalam bermimpi besar pastikan apapun rencana pasti yang akan mengubah hidupmu. Hal kecil inilah yang akan membedakan dirimu dengan orang di luar sana yang mencoba menjalani kehidupan mereka. Dan pada akhirnya kamulah orang yang memimpin balapan sementara sisanya hanya mengikuti.

Dengan Corona Takut? Padahal Dari Jaman Dulu Manusia Sukses Bertahan Dari Banyak Penyakit Berbahaya

Pada masa pandemi Corona masa kini pasti kalian pernah dengar sebuah pertanyaan atau bahkan mungkin kalian yang mempertanyakannya. “Kenapa sih orang jaman dulu gak ada vaksin toh mereka masih bisa hidup, sedangkan jaman sekarang teknologi dah bagus orang-orangnya pinter, takutnya minta ampun sama penyakit.” atau seperti ini “Kenapa sih gak boleh ngerokok, toh kakek gua ngerokok sampai sekarang usia 60 tahun masih hidup, takut amat lo.” Saya akan bantu menjawabnya dengan sebuah kisah nyata yang terjadi pada perang dunia kedua.

Begini ceritanya. Suatu ketika masa perang dunia kedua. Ada seorang ahli matematika bernama Abraham Wald ditugaskan oleh militer angkatan udara untuk mencari letak kelamahan dari pesawat baru yang mereka desain. Bagaimana cara Wald menemukan kelemahan pesawat yang bahkan dia sendiri tidak begitu paham desain pesawat. Wald menggunakan metode sample untuk mencari tahu letak bagian pesawat mana yang harus diperkuat. Caranya adalah dari pesawat yang kembali dari peperangan, Wald mengumpulkan titik-titik pada bagian pesawat yang terkena peluru. Dan setelah dikumpulkan, tempat-tempat tersebut adalah di daerah di sekitar sayap, ekor dan lambung tengah pesawat. Seperti pada gambar berikut:

Pesawat

Di sisi lain, tempat seperti baling-baling kokpit atau bagian buritan pesawat yang di periksa oleh Wald tidak mengalami kerusakan apapun. Bagian-bagian tersebut bebas dari peluru sama sekali. Nah, berdasarkan data dan gambar yang Wald miliki, maka daerah manakah yang menurut anda harus diberi pelindung yang lebih tebal?

.

.

Nah jika menurut Anda daerah yang ada titik merah, Anda salah. Anda menjadi korban Survivorship bias atau bias kebertahanan. Dimana suatu data atau pernyataan hanya menghitung dari kasus yang selamat dan kasus yang gagal tidak masuk hitungan. Jadi daerah yang harus mendapat perlindungan extra adalah daerah yang masih bebas dari tembakan. Kenapa bisa begitu? Sebab jika tertembak di daerah yang ada titik merahnya, pesawat masih selamat. Artinya pesawat yang tertembak di kokpit, baling-baling, atau buritan tidak ada yang selamat dan tidak berhasil kembali di pangkalan. Ingat tidak semua pesawat berhasil kembali dari peperangan dan diperiksa oleh Wald. Sehingga pada titik merah adalah daerah dimana pesawat sudah cukup kuat dan tidak perlu di perkuat.

Nah orang orang yang berkata “Zaman dulu orang bisa hidup tanpa vaksin, jadi gak perlu takut Corona.” Atau “ngapain takut rokok, kakek ku udah 60 tahun ngerokok masih hidup.” Mereka adalah orang-orang korban bias kebertahanan. Ingatlah orang orang jaman dulu yang kalian klaim gak perlu vaksin adalah orang yang beruntung punya kekebalan tubuh yang diatas rata-rata sedangkan teman mereka yang lain sudah di alam kubur lebih awal. Jika semua orang lemah dipangkas dari rantai kehidupan maka yang tersisa adalah orang-orang yang kuat. Menjadi tidak adil jika kamu hanya melihat orang-orang kuat dan menutup mata kepada orang-orang yang sudah terseleksi oleh alam.

.

Berbagai wabah penyakit menjadi sangat berbahaya karena belum ditemukan sebuah vaksin. Vaksin pada dasarnya adalah sarana pelatihan tubuh untuk membentuk kekebalan tubuh kita. Jika sudah terlatih karena vaksin, orang yang lemah sekalipun memiliki kesempatan tinggi untuk bertahan dan mendapatkan kenaikan daya tahan tubuhnya. Jadi jika dulu batuk dan bersin adalah tanda kalian harus persiapkan pemakan, sekarang karena ada vaksin, pilek dan bersin adalah tanda kalian harus ke minimarket membeli obat.

 

Jadi Tidak Bahagia Saat Mengejar Kebahagiaan. Kok Bisa?

Sebuah pertanyaan sederhana akan saya tanyakan kepada Anda. “Apa yang membuat Anda bahagia?

Apakah kondisi seperti dekat dengan keluarga, selalu bersama dengan orang yang terkasih, meraih suatu pencapaiaan tertentu, menikmati suatu hal yang memuaskan diri. Merasakan suatu  kebahagiaan memang sangat menyenangkan. Sayangnya kebahagiaan itu besifat sementara, dan jika Anda terus menerus mengejar kebahagiaan – dengan cara agresif – justru akan membawa kita pada ketidakbahagiaan. Ironis memang.

Dalam sebuah jurnal ilmiah dengan judul The Paradoxical Effects of Pursuing Positive Emotion, psikolog Brett Q. Ford dan Iris B. Mauss memaparkan beberapa hasil penelitian mereka mengenai pencarian kebahagiaan. Peneliti mengumpulkan responden dan membagi menjadi dua kelompok kelompok pertama diminta untuk membuat diri mereka sebahagia mungkin sambil mendengarkan musik. Kelompok kedua di suruh mendengarkan musik saja. Hasilnya, pada akhir experimen mereka yang diberi target untuk mencapai kebahagiaan justru mendapatkan persaaan yang tidak bahagia.

Menurut Brett dan Iris, penyebabnya adalah karena saat kita berusaha mengejar kebahagiaan itu, tanpa sadar kita akan menetapkan standar tertentu terhadap kehagiaan tersebut. Begitu dia tidak mendapatkan sesuai seperti standar tersebut, kita justru akan merasa kecewa dan frustasi. Bertolak belakang dari perasaan bahagia yang kita inginkan.

smiley

Jangan habiskan hidup Anda untuk mengejar kebahagiaan. Ada baiknya kita menjalaninya sesuai dengan kemampuan kita jangan berharap muluk-muluk. Mulai dengan membuat rencana hidup yang dapat kita kontrol dengan diri sendiri sebagai tolak ukurnya. Bukan dengan ukuran orang lain.

Hidup ini seperti roda yang selalu berputar. Bahagia dan tidak bahagia adalah sebuah proses dalam hidup yang akan selalu hadir. Bahagia bukan suatu hal yang harus dikejar bahkan dihindari. Ingat kata-kata badai pasti berlalu, dengan bijaknya mengingatkan kita bahwa kebahagiaan akan datang dengan sendirinya setelah banyak masalah. Saat kita mengingatnya dan menjadikannya mantra, suatu saat nanti kita dapat menjalani hari dengan lebih bahagia dan tidak perlu terpuruk saat kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.

5 Tipe Teman yang Tidak Anda Butuhkan dalam Hidup.

Salah satu Aspek Natural dari manusia adalah kebutuhan kita untuk Bertumbuh. Jika kita tidak bertumbuh, jalan di tempat, hasil yang akan kita dapatkan hanya depresi. Ituah mengapa sangat penting untuk memagari diri anda dengan teman-teman, orang disekitar Anda yang akan membantu Anda bertumbuh. Teman-teman atau keluarga pasti juga akan bertumbuh tapi masalahnya mereka akan bertumbuh ke arah yang berbeda dengan Anda. Nah ketika hal ini terjadi kita bisa mengevaluasi kembali dengan siapa Anda berteman, sehingga Anda bisa memutuskan apakah teman-teman anda Sejalan dengan pertumbuhan Anda atau tidak.

Berikut adalah 5 Jenis teman yang harus Anda hilangkan dalam hidup Anda:

  1. Tipe Tukang Komplain/tukang ngeluh. Teman dengan tipe seperti ini adalah seseorang yang selalu membawa energi negatif. Selalu saja ada sesuatu yang salah atau tidak berjalan sesuai rencana, dan tipe ini ingin semua orang mengetahuinya. Masalah yang timbul jika berteman dengan tipe seperti ini adalah pikiran dan sikap negatif mereka menular ke diri Anda dan orang di sekitarnya. Anda akan segera menyadari diri Anda sudah tidak bahagia dengan hidup Anda tanpa alasan sama sekali. Orang-orang dengan tipe ini menguras energi Anda dan membuat anda tidak bisa bergerak maju.
  2. Tipe Penentang/tukang gembosi. Teman dengan tipe ini adalah orang yang selalu merendahkan salah satu ide atau rencana Anda. Setiap kali Anda menyuarakan sesuatu hal atau mendiskusikan tujuan Anda, mereka dengan tipe ini dengan cepat memberi tahu Anda semua alasan mengapa ide itu tidak akan berhasil dan mengapa Anda tidak perlu membuang waktu Anda. Tipe Penentang takut keluar dari zona nyaman mereka karena takut dengan kegagalan. Inilah sebabnya mereka tidak bisa memahami bagaimana orang lain bisa berhasil.
  3. Tipe Sang Peragu/Tidak yakin. Orang yang ragu bisa menjadi teman yang lebih buruk daripada teman yang tidak percaya. Tipe teman seperti ini suka membuat Anda berpikir jika mereka mendukung tujuan dan ambisi Anda, tetapi akhirnya menjadi orang pertama yang menujukan kepada Anda kegagalan dan kekurangan plan atau diri Anda. Mereka akan sering memberitahu Anda betapa mereka percaya kepada Anda dan ingin Anda sukses, tapi diam-diam mereka berharap anda jatuh dan hancur.
  4. Tipe Penyombong & Pembual. Memilih berteman dengan orang sombong dalam hidup Anda sangatlah mudah. Mereka yang secara teratur mencari pembenaran diri mereka dari orang lain. Jika kita menerima kesuksesan besar dalam hidup atau mengatasi sebuah hambatan tertentu, biasanya kita akan berbagi kebahagiaan dengan teman atau keluarga. Tetapi ada kalanya sesorang terus membual(sombong) tentang diri mereka sendiri, itu adalah tanda mereka tidak aman atau kurang percaya diri dan membutuhkan persetujuan dari orang lain untuk membuat diri mereka terlihat lebih baik. Anda tidak perlu menjadi orang yang terus menerus harus mendengar bualan mereka tentang “betapa hebatnya mereka”.
  5. Tipe tidak bisa komitmen. Mereka adalah orang orang yang terbiasa membuat rencana dan mereka juga orang pertama yang mengacaukan rencana dan prioritas mereka. Tipe ini memiliki banyak kebiasaan yang buruk. Seperti menggangu orang lain, menelepon di saat yang tidak tepat, bermain media sosial 24 jam dalam 1 minggu. Jika ada seseorang yang terbiasa tidak bisa bertanggung jawab hal itu akan membuat Anda menjadi tidak peduli terhadap dia. Terutama jika Anda layak mendapatkan teman yang mau berbagi kehidupan dan moment apapun dengan diri Anda.

Saatnya kita memilih teman yang memang cocok dan sejalan dengan tujuan hidup kita. Pilih teman yang memang benar-benar akan membantu kita untuk terus bertumbuh, dan bantulah dia untuk ikut bertumbuh menjadi lebih baik bersama dengan kita.