Ciri seseorang yang sudah mampu untuk melakukan aktualisasi diri

Orang yang berusaha mengejar kabutuhan aktualisasi diri pasti telah terpuaskan kebutuhannya akan kebutuhan pokok, rasa aman, dan kasih sayang.

aktualisasi diriCiri seseorang yang sudah mampu untuk melakukan aktualisasi diri adalah sebagai berikut:

  1. Fokus solusi bukan masalah.
  2. Menjadi diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dan selalu berusaha memperbaiki kekurangannya tersebut.
  3. Keputusan mereka dalam bertindak bukan karena tekanan sosial tapi murni dari keputusan mereka sendiri.
  4. Tidak akan merasa kesepian jika sendiri karena kebahagiaan mereka tidak bergantung pada orang lain.
  5. Selalu bersyukur dan mencari makna hidup yang lebih dalam.

TRAINING VIRTUAL FACE TO FACE SELLING

Mau Tidak Mau!!

Suka Tidak Suka!!!

Pandemi mengubah gaya hidup kita. Untungnya teknologi berpihak kepada kita. Saat ini, eranya pergeseran cara jualan. Jika dulu kita bisa ketemu langsung. Sekarang kita harus menguasai cara virtual face to face selling.

Dapatkan cara-cara virtual face to face selling dari ahlinya, agar jualan anda laris manis & omzet meningkat. Untuk mendapatkan informasi lengkap agar Bp. Christian Adrianto memberikan pelatihan in kepada team anda, langsung saja WA : 082110502502, sehingga saya bisa bantu bookingkan jadwalnya mengingat banyak perusahaan yang memanfaatkan kesempatan ini.

Terimakasih

Fransisca

Virtual Face To Face Selling BY HRISTIAN ADRIANTO MOTIVTOR Virtual Face To Face Selling 2 Virtual Face To Face Selling 3

Aktualisasi Diri

Aktualisasi Diri. Apa Itu? Dan Pentingnya Bagi Kehidupan Kita.

Manusia pasti punya kebutuhan dan kebutuhan akan semakin meningkat seiring dengan tercapainya masing masing kebutuhan tersebut. Dalam buku karya Abraham Maslow seorang ahli jiwa, dengan judul Hierarchy of Needs. Menulis, kebutuhan akan aktualisasi diri berada di urutan tertinggi manusia.

Apa itu Aktualisasi Diri?

Aktualisasi diri adalah keinginan seseorang untuk menggunakan semua kemampuan dirinya untuk mencapai apapun yang mereka mau dan bisa dilakukan. Dalam bukunya Abraham Maslow manusia pasti mengalami tahap peningkatan kebutuhan dalam kehidupannya masing masing. Hirarki ini meliputi :

  1. Kebutuhan Fisiologis : sandang, pangan, papan
  2. Kebutuhan Keamanan : rasa aman, merdeka dari rasa takut, kebebasan, lingkungan yang aman
  3. Kebutuhan Sosial dan kasih sayang : meliputi persahabatan, keluarga, kelompok, interaksi
  4. Kebutuhan untuk dihargai : Penghargaan, kebutuhan harga diri, martabat, kehormatan dari pihak lain.
  5. Kebutuhan Akuisisi diri : menggunakan semua kemampuan dirinya untuk mencapai apapun yang mereka mau dan bisa dilakukan.

Mungkin Ini Yang Membuat Omzet Anda Turun Drastis di Q2

quote christian adrianto motivatorPeter Drucker mengatakan:

“The greatest danger in times of turbulance is not the turbulance. It is to act with yesterday logic.”

 

Terjemahan bebasnya : yang paling bahaya dari situasi krisis yang bergejolak, bukan gejolaknya dan bukan perubahannya. Yang paling bahaya jika bertindak dengan logika atau mindset masa lalu.

 

Saat ini kita sedang memasuki masa peralihan menuju New Normal. Sebagian sudah ada yang Work from Office, sebagian Work From Home. Itu artinya kita harus adaptasi lagi dengan perubahan, dari WFH menuju WFO. Dan itu artinya kita harus restrategize lagi sesuai dengan situasi saat ini. Apalagi market saat ini juga berubah.

 

Sejak bulan Mei, saya sudah mengadakan lebih dari 20 virtual seminar. Dan di setiap kesempatan, selalu ada pertanyaan bagaimana meningkatkan omzet, market lagi sepi.

 

Saya mengerti bahwa, situasi COVID tidak mudah, tidak semua bidang bisnis bisa switch dnegan mudah.  Tapi selama masa COVID19 ini, kalau boleh saya simpulkan ada 3 macam customer.

 

  1. Customer yang Terpukul Berat oleh covid

Misalnya EO wedding, travel, entertainment dll.

Misalnya customer utama kita dulu adalah bos yang punya banyak usaha, karyawan lebih dari 5 ribu, pabriknya dimana mana. Tapi karena COVID semua bisnisnya tiarap.

 

Konyolnya orang begini masih diprospek dan dijualin. Terus ngomong “Tuh kan, market lagi sepi. Daya beli turun, orang ngga ada duit.”

Mungkin bukan marketnya yang turun, mungkin salah target market hoiiii!!!

Kalau anda tidak restrategize, Ya ngga heran omzet turun.

 

2. Customer yang terdampak 20-40%.

Orang orang ini omzetnya turun, tapi mungkin bisnis cukup besar, simpanan masih cukup untuk hidup nyaman. Bahkan karena Covid, mereka tidak banyak pengeluaran, karena dirumah aja. Tagihan kartu kredit turun, ia ngga lagi jajan kopi, ngga lagi beli tas atau baju baru, masak di rumah, ngga makan di luar, jarang isi bensin mobil. Jadi ia masih punya banyak tabungan.

 

3.  Customer yang diuntungkan

Nah, customer ini adalah orang orang yang sejak COVID kebanjiran Order.

 

Ubah strategi anda. Kelompokkan lagi customer existing anda. Tentunya pendekatan untuk customer tipe 1 dengan tipe 2 pasti beda. Begitu juga dengan tipe 3.

Jangan Customer yang sudah terpukul, sampai tiarap, anda masih kejar-kejar untuk beli produk atau jasa anda. Anda akan menerima banyak penolakan yang berujung membuat anda jadi frustasi dan customer jadi sebel sama anda. Buat customer yang ini, anda cukup sapa dan anda doakan supaya bisa segera bangkit. Kalau bisa bantu, ya bantu lah.

Kemudian ubah fokus anda kepada market yang lagi diuntungkan. Mungkin anda perlu ganti target market, mungkin anda perlu ganti pendekatan, mungkin anda perlu ubah penawaran.

Anda tidak bisa menghadapi situasi saat ini dengan logika masa lalu, masa pra-COVID.  Anda harus Restrategize.

Lalu bagaimana mendapatkan pelanggan baru yang lagi banjir order di masa COVID ini?  Dimana saya bisa temukan mereka? Strategi apa lagi sih, yang harus diubah?

Hmmm.. rencana nanti saya bahas lebih lengkap di webinar saya “MID YEAR BOOST & RESTRATEGIZE” tanggal 23 Juni nanti.

 

Sekian dari saya, Christian Adrianto

 

 

Btw Yang mau daftar webinar

*WA ke+6285891011321* – Sisca

ketik Nama <spasi> Daftar MBR                                          

 

atau Klik

https://api.whatsapp.com/send?phone=6285891011321&text=Daftar%20Seminar%20MBR

 

Tips Memimpin Karyawan Generasi Z

Bagi para pemimpin dari Generasi X, Y dan Baby Boomer, banyak pimpinan perusahaan yang mengeluh karena sulitnya memimpin karyawan muda masa kini. Biasanya mereka akan mengeluh seperti ini, “karyawan muda sekarang banyak yang tidak beretika, susah diatur, mau seenaknya sendiri, kurang royal, mau cepat kaya tapi tidak mau berusaha, dsb..,”

Perlu di ingat setiap generasi memiliki karakteristik yang sangat berbeda dan menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk memimpin mereka. Berikut adalah kiat bagaimana memimpi karyawan Gen Z :

  1. Dorong ide kreatif mereka. Gen Z sangat loyal jika mengangkut kepentingan mereka. Jadi buat diri Anda sebagai seorang pemimpin yang sanggup bersinergi dengan kepentingan karyawan Gen Z, buat mereka merasa stay and strong bersama Anda. Karyawan Gen Z mengejar Aktualisasi Diri, mereka akan menggunakan semua kemampuan dirinya untuk mencapai apapun yang mereka mau. Oleh karena itu buat mereka berpikir mereka sangat dihargai dan dilibatkan. Ingat kepemimpinan yang merujuk bawahan harus patuh pada atasan sangat tidak sesuai dengan prinsip pemikiran Gen Z. Buat mereka terlibat dalam pengambilan keputusan seperti contoh seragam karyawan, bebaskan mereka menentukan “Outfit” apa yang akan mereka kenakan seperti pakai jeans, sepatu sneakers “Show up Yourself, Up to you”. Karena bagaimanapun Gen Z adalah generasi yang sangat kreatif dan inovatif.
  2. Arahkan. Seperti tulisan sebelumnya Gen Z adalah generasi yang sangat kreatif dan inovatif. Ada kalanya ide yang mereka utarakan belum realistis. Namun seburuk apapun ide yang mereka utarakan jangan dihina dan dibuang. Karena perbuatan Anda ini sangat kontraproduktif dan dapat menghancurkan motivasi mereka. Ingat langkah pertama kita mencambuk ide mereka namun langkah kedua kita malah mematikan ide tersebut karena gara-gara kurang realistis. Sebagai pemimpin jangan sampai hal ini terjadi.
  3. Feedback. Sebagai pemimpin belajarlah untuk memahami siapa mereka itu. Pelajari kelebihan mereka, kekurangan mereka. Hal ini bermanfaat untuk mengurangi teguran, amarah hingga cacian yang biasa dilakukan generasi X dan Y jika tidak becus melakukan tugas. Gunakan kata kata yang terkontrol dalam menegur karyawan Gen Z ini. sebab gen Z memiliki pikiran yang lebih santai dan bebas dari Generasi sebelumnya, Gen Y, dan lebih tidak tahan dengan tekanan.
  4. Perintah yang simple. Beri kesempatan kepada mereka Gen Z untuk berpikir sendiri. Beri arahan yang terbatas dan banyak alternatif akan memicu kreatifitas dan daya saing mereka. Jangan lihat mereka sebelah mata karena hidup Gen Z yang menurut Anda lebih mengutamakan kesenangan. Berikan kepada mereka lebih banyak kesempatan untuk memecahkan masalah. Jangan terlalu mendekte dan keras kepala. Belajarlah untuk memiliki pemikiran lebih terbuka.

Yang harus Anda lakukan adalah memimpin mereka dengan teknik yan terbukti cocok dengan tipikal dan sifat mereka.

Selamat memimpin, dan sukses selalu untuk Anda.

7 Langkah mengatasi perubahan.

Sebuah perubahan tidak terjadi dengan tiba-tiba dan selesai dalam semalam, perubahan merupakan proses yang bisa direncanakan dan di jalankan dengan hati hati. Jika anda seorang pemimpin dalam perusahaan dan anda diberi kesempatan untuk mengeola perubahan. Maka ada 7 cara yang bisa di lakukan untuk mengelola perubahan tersebut.

  1. Persiapkan perubahan. Persiapkan anggota team anda dengan adanya perubahan. Sigap jika ada perubahan rubah mainset team anda terhadap perubahan.
  2. Identifikasi perubahan. Dalam dunia yang selalu bergerak dan berubah ada banyak tugas yang harus kita lakukan. Mengingat kita memiliki banyak sumber daya yang terbatas baik dari aspek waktu dan sumber dayanya.
  3. Menjual perubahan. Anggap perubahan merupakan barang atau sesuatu hal yang sangat berharga dan buat team atau orang di sekitarmu memiliki pemikiran yang sama seperti kamu.
  4. Action terhadap perubahan. Buat orang lain semangat terhadap parubahan. Kumpulkan orang dan team kamu dan buat mereka melihat jika kamu sudah melakukan action terhadap perubahan itu dan mereka akan mengikuti dirimu.
  5. Keluar Zona nyaman. Hal penting yang harus dilakukan jika ingin mempercepat perubahan.
  6. Beri penghargaan. Langkah berikutnya bagi mereka yang mau berubah, beri mereka pengharaan atau pujian. Jangan buat usaha mereka untuk berubah menjadi sia sia, dan penghargaan merupakan salah satu cara dari daya tarik untuk berubah.
  7. Selalu belajar dan tidak takut berubah. Jika sudah berhasil berubah. Jangan buat mesin team anda mengendur, karena perubahan yang lain akan datang.

Cara Orang Dalam menghadapi Perubahan

Dari sebuah penelitian ada tiga tipe orang dengan sifat yang berbeda dalam menanggapi perubahan.

Tipe 1. Orang yang menolak perubahan. Rekasi orang dengan tipe ini biasanya akan seperti ini. kenapa sih, Sudah bertahun tahun aku seperti ini. aku jelas gak bisa. Gimana cara merubahnya? Saya tahu tidak akan berhasil karena hanya bisa dilakukan dengan cara lama. Dll

Mereka tidak mau berusaha dan dicoba. Apa yang mereka berikan adalah sebuah penolakan, dalam mental mereka, mereka sudah menyerah sebelum memulai.

Tipe 2 Orang yang ikut tapi setengah hati berubah. Orang dengan tipe ini adalah orang yang mencoba untuk mengikuti perubahan tapi mudah menyerah begitu menemui kendala. Biasanya mereka akan menaggapi dengan kata kata seperti ini. “tuh kan persis seperti yang aku bilang, aku gak cocok dengan sistem baru ini.” “aku sudah capek capek berusaha, hasilnya kok malah jelek.” “Ah saya hanya membuang buang waktu saja, lebih baik saya kembali ke kebiasan lama saja.” Orang seperti ini sudah mau melakukan kebiasaan dengan mengatasi hambatan mental saat awal, tapi saat hambatan semakin berat, mereka mudah menyerah dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke kebiasaan lama.

Tipe 3 Orang yang menyadari betapa pentingnya perubahan itu untuk kemajuan. Mreka yang mampu mengatasi hambatan mental dan mau berjuang demikemajuan apaun yang terjadi. Mereka yang mampu seca konsisten berlatih dan disipin sehingga lambat laun, yang dulunya merasa tidak yakin menjadi yakin. Yang dulunya jelek menjadi bagus. Dengan demikian mereka akan berubah untuk maju.

 

Alasan orang untuk tidak berubah

 

1. Rasa Takut

Mereka yang enggan berubah karena takut. Takut dengan hal baru yang tidak jelas resiko dan konsekuensinya. Sedang kebiasaan lama mereka sudah jelas seperti apa resiko dan konsekuensinya.

2. Rasa Curiga

Rasa curiga sering muncul jika ada perubahan, alasannya sederhana karena menuju kepada sesuatu yang belum pasti. Berjalannya waktu banyak pikiran pikiran negatif yang keluar dan menghambat progres untuk berubah.

3. Insting untuk menghindari Bahaya

Kita sebagai manusia percaya terhadap insting yang muncul. Insting kita percaya atas dasar insting untuk tetap hidup. Isnting untuk mencari kenikmatan dan menghindari sengsara. Jika perubahan itu membawa bahaya atau ketidak nyamanan, otomatis kita akan menolaknya.

4. Yang lama terbukti bagus

Jika apa yang biasa dilakukan di masa lampau sudah terbukti lancar, bagus dan mulis, kenapa harus berubah? Meninggalkan sesuatu yang pasti menuju sesuatu yang belum pasti.  Maindset ini yang menjadi alasan dan pembenaran bagi seseorang untuk tidak berubah.

 

Jadi apa yang harus di lakukan untuk mendorong diri kita untuk mau berubah? Kita harus mengubah mindset dan meyakinkan diri kita jika tidak berubah hal itu adalah yang berbahaya. Jika tidak berubah akan dikalahkan oleh pesaing kita, Anda akan bangkrut, anda akan di tinggal pasangan anda. Anda akan menderita. Tanamkan hal buruk pada anda jika Anda tidak berubah. Dan hal baik jika Anda berubah.

Cara Menemukan Role Model Yang sesuai bagi kesuksesan kita.

Punya role model dalam hidup itu sangat penting dalam menjamin tercapainya impian kita. Role model akan kita gunakan sebagai mentor atau motivator baik secara langsung maupun tidak langsung. Role model adalah orang yang kita anggap lebih sukses dari kita, yang kita jadikan acuan dan panutan kita.

Banyak sekali orang yang bisa di jadikan role model bagi kita, namun sering sekali menentukan siapa yang memang cocok bagi kita. Yang pasti masing masing dari orang yang bisa jadi role model tersebut pasti memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Berikut cara memilih role model yang tepat bagi karakter Anda.

  1. Kenali dulu diri sendiri. Yang perlu anda lakuka untuk mencari sosok role model adalah kenali dahulu karakter kita sendiri. Kenali seperti apa kelebihan kita dan kekurangna kita, kemudian apa mimpi kita dan tujuan kita dalam hidup, jangan lupa kenali passion kita. Proses pengenalan diri ini memang bukan proses yang cepat. Tapi jangan terlalu lama, jangan sampai kesempatan lepas dari tanganmu. Jika kamu kesulitan mengenal siapa dirimu, gunakan orang orang di sekita kamu dan minta pendapat mereka untuk mengenali diri inda secara lebih baik.
  2. Buat list. Selanjutnya, buat daftar orang – orang sukses yang anda ketahui. Buat daftar sebanyak mungkin klasifikasikan dengan bidangnya masing-masing. Ada banyak bidang yang berisi orang orang sukses didalamnya. Dengan membuat daftar akan mempermudah kamu dalam mendapatkan siapa role model yang cocok dengan kepribadian kamu. Jangan lupa buat sebanyak banyaknya ya.
  3. Pelajari karakter orang sukses. Pelajari karakter positif dari orang orang sukses yang sudah anda kumpulkan tadi. Kamu bisa memadukan karakter positif mereka dan bisa memunculkan karakter hebat dalam diri kamu sendiri. Seperti kerja keras, pantang menyerah, inovatif, dan berbagai karakter positif yang tentunya di miliki oleh orang orang sukses tersebut.
  4. Pelajari proses orang sukses lalui. Jangan Cuma pelajari saat mereka sudah sukses saja, hal yang paling penting adalah pelajari saat mereka masih berjuang, masih dalam titik terendah mereka dan peajari bagaimana cara mereka untuk bangkit dan meghadapi kesulitan.
  5. Tetap menjadi diri sendiri. Poin penting dari ilmu ini adalah tetap menjadi dirimu sendiri jangan jadi seperti mereka, sebab kesuksesan orang lain belum tentu menjadi kesuksesan dirimu. semua punya rejekinya masing masing yang bisa kita tiru adalah semangat dan cara mereka dalam menuju kesuksesan dan terapkan dalam kesuksesan versi dirimu.

Cara Menanam Mindset Perubahan

Semua orang tahu, perubahan pasti terjadi. Namun kenyataannya banyak orang berharap mereka tidak akan kena perubahan. Akibatnya, perubahan itu sendiri dianggap sebagai sebuah gangguan. Hal ini terjadi karena ada masalah pada mindset mereka terhadap perubahan. Jangan pernah berharap tidak akan ada perubahan.

Berikut ada contoh kecil dari pembiasaan perubahan disebuah kantor. Berikut ilustrasi percakapannya.

Anda (A) : Lisa, kamu jangan duduk di tempatmu yang biasa, kamu pindak ke tempat Eko. Joko kamu juga pindah ke tempat Lisa, nah Eko kamu duduk di tempat yang kosong.

Lisa, Eko, Joko (LEJ) : kenapa harus pindah sih pak? Bukannya ribet pak jika harus pindah.

A : Sudah, lakukan saja ya.

LEJ : Kenapa sih pak? Atau jangan jangan gara gara ikut pelatihan tentang perubahan, jadi langsung berpengaruh.

A : Sudah pindah saja, tidak ada alasan. Segera.

 

Jika sudah di tahap ini pasti anak buah anda akan menggerutu. Bahkan anda akan dianggap gila oleh mereka. Anda perlu memaksa mereka untuk pindah, dan karena mereka tidak biasa prosesnya akan sangat lama. Bsa di bayankan waktu yang di butuhkan untuk memindahkan barang di laci ke tempat yang baru, bahakan proses ini bisa memakan waktu seharian.

Satu bulan kemudian lakukan hal yang sama kembali, kita rubah kembali posisi duduk mereka. Jika perubahan ini di lakukan di tanggal 10 november lakukan juga di tanggal yang sama di bulan berikutnya di tanggal 10 desember.

Pasti anak buah anda akan menggerutu dalam hati. “Wah, bapak kumat satu bulan sekali. Untung kardus kemarin belum di buang masih bisa aku pakai kembali”

Karena kemarin sudah terbiasa pasang monitor, keyboard, dan lain sebagainya proses ini bisa selesai setengah hari.

Bulan berikutnya di 10 januari, anda kembali meminta mereka merubah posisi, kali ini perubahan posisi dilakukan dengan ceria, dalam waktu singkat semua sudah di posisi barunya.

Bulan berikutnya tgl 7/8 februari mereka sudah bersiap melakukan perpindahan. Dan di tanggal 10 februari begitu anda minta untuk pindah mereka langsung pidah.

Namun bulan berikutnya, Anda tidak memberikan komando apapun, hingga pada 10 Maret anda tidak memint mereka untuk pindah. Kondisi ini malah membuat mereka bingung dan berkesimpulan anda sedang sibuk. Dan menunggu di kemudian harinya.

Besok Anda biarkan

Besoknya lagi tetap anda biarkan

Akhirnya mereka akan bertanya pada anda, kenapa hari ini tanggal 13 maret kok belum pindah padahal setiap tanggal 10 tiap bulan pindah?

Bila kondisi ini muncul selamat anda sudah menanamkan mindset berubah pada team anda.

Kunci untuk berubah ada pada kebiasaan mereka terhadap perubahan secara berkala. Lakukan perubahan secara berkala