Kisah Gentong dan Batu

artikel motivasi christian adrianto

Di sebuah kelas seorang guru berbicara di depan murid-muridnya, dan ia memakai sebuah ilustrasi yang tidak akan mudah di lupakan oleh para siswanya.

Ketika ia berada di hadapan muridnya, guru itu mengeluarkan gentong plastik transparan yang sangat besar dan diletakan di atas meja. Lalu ia mengeluarkan selusinan batu seukuran genggaman tangan dan metetakan dengan hati hati ke dalam gentong tersebut. Ketika susunan batu itu memenuhi gentong tersebut hingga tidak ada yang muat masuk kedalam, guru tersebut bertanya kepada para muridnya: “Apakah toples ini sudah penuh?”

Dengan serentak muridnya menjawab : “Sudah!” kemudian dia berkata : “Benarkah?”. Kemudian dia mengambil kerikil dan memasukannya kedalam gentong, dengan mengguncang-guncangkan gentong itu membuat kerikil yang tadi sudah di masukan mengisi celah di batu batu tersebut. Guru tersebut bertanya kepada para muridnya: “Apakah toples ini sudah penuh?”

Kali ini beberapa muridnya menjawab dengan ragu-ragu : “Mungkin Belum”, kemudian dia mengambil pasir yang sudah dia sembunyikan di bawah meja, dan memasukannya ke dalam gentong tersebut. Dengan mudah pasir memenuhi ruang kosong dalam gentong tersebut.

Sekali lagi guru itu bertanya : “Apakah gentong ini sudah penuh?” “Belum” serentak murid-muridnya menjawab. “Bagus” katanya.

Kemudian ia mengambil sebotol air dan menuangkan air tersebut kedalam gentong hingga penuh. Lalu gurunya bertanya “Apakah maksud dari ilustrasi ini?”

Melihat murid-muridnya saling pandang karena binggung guru itu melanjutkan perkataannya : “Anggap gentong ini adalah kehidupanmu”, kemudian ia menunjuk batu besar dan berkata “Itu adalah hal yang paling penting dalam hidup, ukuran batu di sesuaikan seberapa penting dalam kehidupanmu semakin besar membuatnya semakin penting untuk hidupmu”. Lanjutnya “Ingat!, Jika bukan batu besar yang pertama kali kamu masukan ke dalam gentong, maka kamu tidak akan pernah bisa memasukan batu besar sebanyak ini kedalam gentong tersebut!”

Apakah batu besar dalam hidup mu? Bisa Ayahmu, Ibumu, Orang yang kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpimu. Hal-hal inilah yang kamu anggap penting dalam hidupmu. Dan ingat untuk selalu meletakkan batu besar sebagai hal yang utama, sebab jika kamu mendahulukan hal kecil dalam prioritas waktumu maku kamu hanya mengisi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, dan kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal besar dan berharga dalam hidupmu.

Selamat mengisi hidup!

Mengelola Stress

artikel motivasi christian adrianto

Suatu hari seorang Stephen Covey, seorang businessman yang terkenal mengisi sebuah kelas Management di sebuah Universitas terkemuka. Dia mengisi kelasnya dengan memberikan contoh tentang bagaimana cara untuk melakukan Managemen Stress yang begini isinya :

Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada peserta kelasnya dan begini katanya “Berapa menurut kalian berat dari segelas air ini?” para siswanya menjawab mulai dari 200gr hingga 500gr.

“ini bukan masalah seberapa berat dari gelas ini, tapi dari seberapa lama kamu memegang gelas ini.” Kata Covey. “Jika saya memegang gelas ini selama 1 menit, tentu bukan menjadi masalah. Jika saya memegang gelas ini selama 1 jam, lengan saya akan terasa sakit. Dan jika saya harus memegang selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggil ambulans. Bagi saya, berat gelas ini sama. Tapi semakin lama saya memegangnya maka bebannya akan terasa menjadi semakin berat.”

“Jika kita membawa beban ini secara terus menerus, lama kelamaan kita tidak akan sanggup utuk membawanya lagi. Beban yang di bawa akan semakin terasa berat.” “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan sebentar gelas tersebut dan beristirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi.” Lanjut Covey.

Terkadang kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita bisa beristirahat dan menjadi segar saat akan membawanya lagi. Jadi sebelum pulang kerumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan, jangan di bawa pulang. Beban itu bisa di ambil besok. Jika perlu selesaikan hari itu juga. Apapun beban yang ada pada pundak Anda hari ini, jika Anda merasa tidak sanggup untuk membawanya coba letakkan sejenak istirahat dan selesaikan.

Minum Kopinya Bukan Cangkirnya

artikel motivasi pagiSekelompok alumnus dari sebuah univesritas yang terkenal berkumpul dan mengunjungi salah satu profesor kampus mereka yang hampir pensiun mengajar. Profesor ini terkenal di kalangan mahasiswa sebagai orang yang gaul di kalangan mahasiswa dan kata-katanya sangat bijak.

Begitu mereka berkumpul percakapan terjadi, dan mereka semua mengeluh dan komplain tentang stress di kerjaan dan kehidupan yang mereka jalani.

Kemudian professor itu menawari tamu-tamunya minum, dengan membawa poci besar berisi kopi dan cangkir dari berbagai jenis ada yang dari porselin, kristal, kaca biasa, gelas biasa, bahkan dari plastik. Terlihat dari gelas yang di bawa oleh profesor itu adalah gelas yang mahal dan bahkan ada gelas yang sangat cantik. Kemudian dia meletakan poci dan gelas itu di hadapan mantan mahasiswanya dan menyuruh mereka untuk melayani diri mereka sendiri.

Setelah semua mahasiswanya sudah membawa cangkir kopi masing masing, professor itu mengatakan : “Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah kalian ambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan murah. Sebenarnya normal bagi kalian untuk menginginkan sesuatu yang terbaik bagi diri kalian sendiri, tapi sebenarnya yang menjadi masalah adalah stress yang kalian rasakan itu.”

Seberapa cantiknya cangkir tidak akan merubah kualitas kopi yang di minum. Dari beberapa kejadian kita kadang menyembunyikan apa yang kita minum, dan menonjolkan betapa indah tempat / botol / cangkir yang kita minum, ingat yang kita minum kopi. Bukan cangkirnya, namun tanpa sadar mengambil cangkir yang terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain.

Sekarang ingat hal ini : kehidupan itu bagai kopi, sedang pekerjaan, uang , jabatan dalam masyarakat sebagai cangkirnya. Cangkir hanya sebagai alat untuk memegang dan mengisi kehidupan yang sebenarnya. Jenis cangkir yang kita pegang tidak akan merubah kualitas kopi atau kehidupan yang kita minum. Seringkali karena kita terlalu terfokus untuk mendapatkan cangkir terbaik, bahkan lebih baik dari yang lainnya. Kita menjadi gagal untuk menikmati rasa kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.

Tuhan memasak dan menyajikan Kopinya, Bukan cangkirnya.

Nikmati saja kopinya, bukan cangkirnya.

Selalu ingat kehidupan Anda lebih penting dibanding pekerjaan Anda.

Jika pekerjaan Anda mengendalikan hidup Anda, Anda akan menjadi rapuh karena jelas Cangkir orang lain akan selalu tampak lebih Indah dari Cangkir milikmu. Ingat, pekerjaan akan datang dan pergi. Namun seharusnya pekerjaan tidak membuat Anda lupa siapa Anda sebenarnya. Bagaimana keluarga Anda, bagaimana rasa kopi Anda sebenarnya.

Resiko terbesar dalam hidup adalah tidak berani mengambil resiko.

Dengan tertawa, Anda mengambil resiko untuk terlihat bodoh.

Dengan menunjukan perasaan, Anda mengambil resiko untuk ditolak.

Dengan membantu orang lain, Anda mengambil resiko untuk ikut terlibat.

Dengan menangis, Anda mengambil resiko terlihat lemah dan sentimental.

Dengan menunjukan progres impian Anda kepada orang banyak, Anda mengambil resiko diejek.

Dengan mencintai, Anda mengambil resiko mendapat balasan dicintai.

Dengan terus maju dan bekerja keras, Anda mengambil resiko untuk gagal.

 

Tapi, tahukah Anda ada sebuah Resiko yang sangat besar dalam kehidupan Anda yang mungkin sekarang sedang Anda lakukan?

 

Hal itu adalah tidak berani mengambil resiko atau tidak melakukan apapun, tidak punya apa – apa, dan bukan apa – apa. Dia yang melakukan tindakan ini, berusaha untuk menghindari penderitaan dan kesedihan. Tapi di waktu yang sama dia tidak bisa tumbuh, belajar, berubah, merasakan, atau mencintai. Karena dia dirantai dengan pemahaman akan kepastiannya sendiri. Maka dia adalah Budak.

 

Dengan tidak melakukan apapun dan tidak mau ambil resiko, Anda mengambil resiko kehilangan pengalaman dan kesempatan.

 

Hanya orang yang berani mengambil resikonya sendiri saja yang bisa disebut sebagai orang yang bebas dan merdeka!.

RESOLUSI 2020

resolusi 2020 christian adrianto

resolusi 2020 christian adrianto

RESOLUSI 2020

 

Sebetulnya penting gak sih membuat resolusi, kalau ujung ujungnya ngga tercapai?

Busines Insider dalam jurnal Personality & Social Phsycology mengatakan bahwa 80% orang gagal mencapai resolusi sejak bulan Februari tahun itu. Hanya 46% yang bertahan dengan resolusinya selama 6 bulan dan lebih gokil lagi hanya 8% yang berhasil mencapai resolusi tahun barunya.

Anda termasuk yang mana?

 

Kenapa resolusi gagal?

Biasanya ada 3 penyebab utama

  1. Resolusinya gak jelas.

Misalnya : Tahun ini mau lebih kurus, Mau punya rumah, Mau sukses

Resolusi di atas sungguh tidak jelas. Mestinya jika mau lebih kurus resolusinya begini : Saya mau berat badan saya turun 1 kg setiap bulan hingga Desember 2020, sehingga berat saya per desember 2020 menjadi 60kg. Ini misalnya lho.

Atau kalau mau punya rumah. Perjelas lagi, rumah seperti apa, luasnya berapa, dimana, harga berapa. Semakin jelas, otak akan semakin mudah menemukan.

Saya mau sukses. Wah ini resolusi paling tidak jelas, tapi paling sering dikatakan orang.

Sukses itu apa bro? Kalau kita saja tidak tahu sukses itu apa, bagaimana kita bisa mendapatkannya.

Ibarat anda saya suruh cari sesuatu namanya kluthu. Anda tahu apa itu kluthu? Kalau ngga tahu, mana bisa dapat. Masuk akal?

2. Cuma resolusi doang, ngga ada action plann.

Resolusi tanpa action plann apalagi tanpa Action hanya akan jadi mimpi disiang bolong. Action plann artinya langkah demi langkah untuk mencapai resolusi. Mau berat badan turun 1 kg per bulan : maka berhenti makan gula, joging selama 30 menit setiap pagi, berhenti makan setelah jam 6 malam, makan sepiring sayur dan buah setiap hari. Misalnya seperti itu.

3.  Why?

Kalau why-nya tidak kuat, maka saat ketemu situasi sulit, pasti akan lebih mudah menyerah. Alasan yang kuat ini penting banget. Makanya pastikan keinginan, niat dan alasan dibalik resolusi benar-benar dari hati yang terdalam, bukan karena ikut-ikutan atau gengsi-gengsian.

 

Jadi bagaimana resolusi anda? Semoga bukan mencapai resolusi yang tidak tercapai di tahun 2019, 2018, 2017 dst.

 

Christian Adrianto.

 

MOTIVATOR TAMPAR SISWA.

MEMANG TUGAS MOTIVATOR ADALAH MENAMPAR PESERTA SEMINARNYA.

motivator-tampar-siswaJika anda menyesalkan berita bahwa ada seorang motivator menampar 10 siswa yang merupakan peserta seminarnya, maka saya mengatakan bahwa tugas seorang motivator adalah menampar peserta seminarnya. Peserta seminar memang harus ditampar, agar mindsetnya berubah dan hidupnya menjadi lebih baik. Terlebih untuk peserta yang mindsetnya sudah bebal, sulit untuk berubah, padahal hidupnya susah. Namun tamparan bukan dengan tangan, bukan secara fisik, namun dengan kata-kata.

Berita mengenai Motivator yang menampar Siswa, secara fisik, memang sangat disayangkan. Namun Motivator juga manusia, punya rasa punya hati. Motivator juga bisa emosi. Walaupun kejadian tersebut tidak bisa dibenarkan.

Setahu saya saat ini profesi Motivator memang belum ada lembaga yang memayungi, seperti misalnya wartawan yang memiliki dewan Pers yang melindungi profesi wartawan sekaligus mengatur kode etiknya.

Profesi Motivator juga tidak ada sekolahnya. Sehingga tidak semua motivator tahu mana yang bisa dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Oleh karena itu dibutuhkan kebijaksanaan dalam menjalankan metode pengajarannya. Padahal ada banyak metode yang bisa digunakan motivator untuk menanamkan midset, termasuk metode militer yang terkenal keras dan disiplin dalam membentuk karakter dan menanamkan value dalam mindset pesertanya.

Namun bagaimanapun motivator sangat dibutuhkan bangsa ini. Mereka adalah sosok yang berperan memberikan semangat dan mengajar sehingga sumber daya manusia Indonesia semakin berkualitas. Jika ada seorang motivator yang khilaf, tidak berarti motivator yang lain akan menampar pipi pesertanya hingga memerah.

 

Kisah Kentang, Telur dan Biji Kopi

Suatu hari seorang anak perempuan mengeluh kepada ayahnya mengapa hidupnya sangat menyedihkan dan dia tidak tahu tindakan yang akan merubahnya. Dia lelah untuk bertahan dan berjuang sepanjang waktu. Rasanya dia telah menyelesaikan masalah, lalu masalah lain muncul untuk di selesaikan.

Ayahnya seorang koki dan membawa anak perempuannya itu ke dapur. Dia megambil tiga buah panci dan mengisi panci-panci tersebut dengan air dan meletakkannya di kompor yang menyala. Dan ketika air dalam panci itu mulai mendidih dia mulai memasukan kentang dalam panci pertama, kemudian telur pada panci kedua dan biji kopi pada panci terakhir.

Lalu mereka duduk dan melihat panci-panci itu mulai mendidih tanpa mengatakan apapun kepada anak perempuannya tersebut. Anak perempuannya mulai merasa gelisah dan menjadi tidak sabaran, bertanya-tanya apa yang sedang ayahnya lakukan.

Setelah menunggu dua puluh menit menunggu, ayahnya mematikan kompor dan mengeluarkan kentang dan telur tersebut dari panci dan meletakknya di piring. Dan juga dia menuangkan kopi dari panci dan mengisinya ke gelas. Lalu ayahnya melihat putrinya dan bertanya “Apa yang kamu lihat?”

Dengan cepat putrinya menjawab “Kentang, telur dan kopi”.

“Lihat lebih dekat” kata ayahnya. “Dan sentuh kentangnya”. Putrinya melakukannya dan menyadari kentang tersebut menjadi lembek. Dan kemudian ayahnya meminta putrinya untuk memecahkan telur. Setelah mengupas kulit telurnya anak perempuan itu mengamati telur rebus yang keras itu. Yang terakhir ayahnya meminta putrinya untuk mencium aroma kopi, dan karena aromanya yang unik membawa seyum di wajah putrinya.

Lalu kata putrinya “Ayah apa maksud dari semua ini?”

Lalu ayahnya menjelaskan kentang, telur dan kopi mengalami kesulitan yang sama yaitu air mendidih. Tapi masing masing mengasilkan reaksi yang berbeda.

Kentang yang awalnya keras, kuat dan seperti tak terhancurkan, tetapi setelah di masak dalam air mendidih kentang itu menjadi lunak dan lemah.

Telur yang awalnya ringkih, rapuh dengan pelindung yang tipis setelah ditaruh dalam air mendidih, isi dalam telur tersebut menjadi keras.

Berbeda dengan biji kopi, biji kopi unik ketika terkena air panas dia menciptakan sesuatu yang baru

“Kamu yang yang mana?” tanya ayahnya kepada putrinya. “Jika masalah terus menerus datang kepadamu, apa yang kamu respon? Apa kamu kentang, telur atau biji kopi

Moral: Dalam kehidupan, masalah selalu terjadi di sekitar kita, masalah terjadi pada kita, tetapi satu-satunya hal yang benar-benar penting adalah respon apa yang ada di dalam diri kita. Apa kamu kentang, telur atau biji kopi

 

Kamu yang mana?

 

Terjebak dalam Hidup

Pernahkah Anda merasa terjebak dalam hidup? Pelajaran rusa hamil akan membantumu menjalani hari mu dengan lebih mudah.

 

Suatu hari di sebuah hutan yang rindang, ada seekor rusa coklat yang sedang hamil.

Dan rusa itu tahu kalau saat ini adalah saat untuk melahirkan. Dia kemudian berkeliling mencari tempat yang aman baginya untuk melahirkan dan dia menemukannya. Disana ada tempat yang cukup terpencil dekat dengan sungai yang mengalir deras. Kemudian hal buruk terjadi, angin bertiup sangat kencang, awan – awan gelap berkumpul dan petir mulai menyambar, satu sambaran petir membuat kebakaran hutan! Dia melihat kekanan ada seorang pemburu, di sana pemburu sudah menarik panah siap untuk menembaknya. Kemudian dia melihat kekiri dia terkejut ada singa lapar yang bersembunyi di semak menunggu untuk menerkamnya. Di depannya sungai mengalir dengan deras. Merasa terjebak dalam kehidupan? Apa yang harus dilakukan dalam situasi ini?

Ada kebakaran hutan.

Ada sungai yang mengalir deras.

Ada Seorang pemburu.

Ada Seekor singa.

Dia terjebak! Tidak ada tempat untuk pergi. Dimana situasi buruk dan tidak ada jalan keluar. Rusa tersebut memutuskan untuk melakukan satu hal : “Fokus untuk melahirkan”. Ketika dia fokus pada proses melahirkan, hal–hal berikut terjadi:

Tiba tiba petir besar menggelegar! membuat pemburu terkejut bersamaan saat dia melepaskan anak panah. Anak panah melesat melewati rusa dan tanpa sengaja mengenai singa lapar yang sedang bersembunyi. Karena kesakitan singa lapar itu pergi. Bagaimana dengan Pemburu? Dia sudah tidak berminat pada buruannya dia kawatir dengan keselamatannya, dan pemburu itu pergi. Lalu hujan deras turun dan membuat kebakaran hutan padam.

Coba Anda perhatikan hal apa saja yang membuat anda berada dalam posisi sulit. Pada dasarnya, secara natural semua masalah kita akan berkurang satu demi satu. Jadi dari cerita ini mari kita belajar seperti rusa yang sedang hamil dan fokus dengan apa yang sedang di kerjakan. FOKUS pada apa yang ada di depan kita. Masalah dalam hidup kita pun akan selesai dengan sendirinya.

Kisah Danau Dan Garam

motivator indonesia christian adriantoSuatu kisah dari tempat yang sangat jauh, disana ada sebuah danau yang diberi nama danau kebijaksanaan, danau ini mendapat nama seperti ini karena daerahnya yang asri dan hijau dengan air danau yang jernih hingga kita bisa melihat dasar danau, semua orang yang berada di danau ini pasti akan merasa tenang. Tidak hanya danau nya yang terkenal, orang yang merawat danau juga terkenal bijak dan terkenal bisa membantu mengatasi masalah.

Maka datanglah seorang pemuda yang sedang mengalami banyak masalah, langkah gak semangat, wajah ruwet, muka murung. Tentu pemuda ini sedang tidak bahagia.

Tanpa buang waktu pemuda ini menceritakan semua keluh masalah kepada orang bijak ini, dengan seksama lalu dia menggambil segenggam garam. Lalu meminta pemuda itu mengambil segelas air. Orang bijak ini mengisi gelas pemuda ini dengan garam tersebut dan mengaduknya. Kemudian dia berkata kepada pemuda ini “Coba diminum.. dan katakan bagaimana rasanya?” dan jawab pemuda terebut “Rasanya asin!!!”

Lalu kemudian Orang bijak tersebut megambil segenggam garam lagi dan mengajak pemuda tersebut berkeliling danau, lalu orang bijak tersebut menaburkan garam ke danau mengaduknya dengan ranting dan menyuruh pemuda tersebut untuk mencicipi airnya. Dan kata pemuda tersebut “Airnya segar,”

Maka pesan orang bijak tersebut kepada pemuda itu “Masalah sama seperti segenggam Garam tak lebih tak kurang, dan keasinan yang akan kita rasakan tergantung dari gelas yang kamu persiapkan untuk menampungnya jika wadah yang kamu suapkan kecil maka kamu akan merasakan kepahitan dari garam tersebut, wadah disini adalah Jiwamu, jika ingin bisa menampung masalah buatlah jiwamu sebesar danau, dengan berlapang dada”

Pelajaran Berharga Bijih Besi

Terdapat akun financial planner yang cukup terkenal di kalangan para milenial yaitu; Jouska. Akun tersebut pernah unggah quote seperti ini:

”Uang adalah angka. Untuk mengubah angka yang dibutuhkan adalah mentalitas, bukan sekedar kreativitas.”

 

Siapa setuju dengan quote di atas? Jika saat ini penghasilan Anda 3 juta/bulan itu artinya mental Anda ya mental seorang yang berpenghasilan 3juta/bulan.

 

“Bagaimana caranya jika saya ingin mendapat penghasilan 10 juta/bulan?” Untuk mendapatkan penghasilan 10 juta/bulan Anda harus memiliki ‘sikap’ dan ‘mental’ layaknya orang yang berpenghasilan 10juta/bulan.

kmotivator indonesiaPertanyaannya, mental dan sikap seperti apa yang harus dimiliki jika kita ingin mendapatkan penghasilan lebih dari penghasilan kita sekarang?

 

Besi menjadi kuat, awet, anti karat karena sebelumnya mengalami proses penempaan yang sedemikian panjang.

Mulai dari biji besi ditambang dari tempat penambangan menggunakan alat berat, dihancurkan menjadi serbuk, lalu dibakar di atas suhu 1000 derajat Celcius. Lalu dipukuli habis habisan sampai bentuknya sesuai dengan apa yang diinginkan.

Sama halnya dengan mental, untuk mempunyai mental tangguh kita harus ditempa, diberikan tantangan, kesulitan untuk dilalui. Anda harus ditekan, disiksa, digempur, dibikin stres abis-abisan untuk menjadi indah dan memiliki daya jual yang tinggi pada akhirnya.

 

Bagi kalian yang percaya usaha tidak pernah mengkhianati hasil, tetaplah semangat menghadapi tempaan!