Category Archives: artikel kepemimpinan

Tips Memimpin Generasi Z

Manusia adalah makhluk yang unik. Beragam kebiasaan bisa kita jumpai dalam kehidupan sehari hari. Pola dan kebiasaan ini bisa kita analisa jika berdasarkan tahun kelahiran mereka. Tiap kelompok memiliki karakteristik sendir yang bisa di bedakan. Hal ini terjadi karena pengaruh lingkungan di masa hidup mereka. Dalam waktu 100 tahun terakhir setidaknya sudah ada 6 kelompok generasi manusia. Termasuk yang manakah kamu?

  1. Generasi Tradisonalis/Matures (1900-1945).  Kondisi sulit dimana serba kekurangan dan perang.
  2. Generasi Baby Boomers (1946-1964). Baby boomers kebanyakan berorentasi pada kerja keras, karir yang mapan dan konsisten. Pernah mengalami masa kekurangan dan berkeinginan untuk hidup lebih baik, demi anak cucu mereka kelak. Suka melakukan sesuatu yang konvensional, mistis dan cenderung keras kepala.
  3. Generasi X (1965-1980). Mengikuti jejak orang tua baby boomers, Gen X hidup di masa dengan konflik dan politik masa orde baru. Tidak semua anak Gen X hidup dalam kecukupan ekonomi. Gen X tumbuh dengan orang tua yang menghabiskan waktunya untuk bekerja sehingga pendidikan orang tua baby boomers untuk bekerja keras masih kental dalam prinsip Gen X.
  4. Generasi Y / Milenial (1980-1995). Masa dimana terjadinya transisi dari semua yang bersifat analog ke digital. Gen Y tumbuh di masa dimana banyak meninggalkan prinsip-prinsip lama dan menciptakan ide-ide baru sehingga bisa bepikir lebih demoratis dan toleran. Kebanyakan anak Gen Y hidup sudah berkecukupan, sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk bersenang-senang dan memiliki pemikiran jika prinsip orang tua sudah tidak relevan dengan kehidupan anak-anak Gen Y.
  5. Generasi Z (1996-2010). Perkembangan teknologi semakin cepat dan semakin baik. Anak Gen Z bagaikan tidak dapat lepas dari Gadget. Akibatnya, anak Gen Z lebih cepat dalam menerima informasi daripada generasi sebelumnya. Dari kemudahaan ini membuat anak Gen Z suka dengan hal instan. Taraf hidup Gen Z lebih baik daripada generasi sebelumnya dan didukung dengan teknologi sehingga bisa bersenang-senang sambil belajar dan bekerja, hal ini membuat Gen Z lebih kreatif dan Inovatif daripada generasi sebelumnya.
  6. Alpha (2010 – sekarang). Bagi anak dalam generasi Alpha teknologi sudah menjadi hal biasa di usia belia. Sekitar 2,5 juta Generasi Alfa lahir setiap minggu. Membuat jumlahnya akan bengkak menjadi sekitar 2 miliar pada 2025. Gen A adalah kaum terdidik. Bagi generasi ini sifat mereka belum banyak terlihat karena banyak yang masih berada bangku sekolah atau masih berkuliah.

 

 

Tips Memimpin Karyawan Generasi Z

Bagi para pemimpin dari Generasi X, Y dan Baby Boomer, banyak pimpinan perusahaan yang mengeluh karena sulitnya memimpin karyawan muda masa kini. Biasanya mereka akan mengeluh seperti ini, “karyawan muda sekarang banyak yang tidak beretika, susah diatur, mau seenaknya sendiri, kurang royal, mau cepat kaya tapi tidak mau berusaha, dsb..,”

Perlu di ingat setiap generasi memiliki karakteristik yang sangat berbeda dan menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk memimpin mereka. Berikut adalah kiat bagaimana memimpi karyawan Gen Z :

  1. Dorong ide kreatif mereka. Gen Z sangat loyal jika mengangkut kepentingan mereka. Jadi buat diri Anda sebagai seorang pemimpin yang sanggup bersinergi dengan kepentingan karyawan Gen Z, buat mereka merasa stay and strong bersama Anda. Karyawan Gen Z mengejar Aktualisasi Diri, mereka akan menggunakan semua kemampuan dirinya untuk mencapai apapun yang mereka mau. Oleh karena itu buat mereka berpikir mereka sangat dihargai dan dilibatkan. Ingat kepemimpinan yang merujuk bawahan harus patuh pada atasan sangat tidak sesuai dengan prinsip pemikiran Gen Z. Buat mereka terlibat dalam pengambilan keputusan seperti contoh seragam karyawan, bebaskan mereka menentukan “Outfit” apa yang akan mereka kenakan seperti pakai jeans, sepatu sneakers “Show up Yourself, Up to you”. Karena bagaimanapun Gen Z adalah generasi yang sangat kreatif dan inovatif.
  2. Arahkan. Seperti tulisan sebelumnya Gen Z adalah generasi yang sangat kreatif dan inovatif. Ada kalanya ide yang mereka utarakan belum realistis. Namun seburuk apapun ide yang mereka utarakan jangan dihina dan dibuang. Karena perbuatan Anda ini sangat kontraproduktif dan dapat menghancurkan motivasi mereka. Ingat langkah pertama kita mencambuk ide mereka namun langkah kedua kita malah mematikan ide tersebut karena gara-gara kurang realistis. Sebagai pemimpin jangan sampai hal ini terjadi.
  3. Feedback. Sebagai pemimpin belajarlah untuk memahami siapa mereka itu. Pelajari kelebihan mereka, kekurangan mereka. Hal ini bermanfaat untuk mengurangi teguran, amarah hingga cacian yang biasa dilakukan generasi X dan Y jika tidak becus melakukan tugas. Gunakan kata kata yang terkontrol dalam menegur karyawan Gen Z ini. sebab gen Z memiliki pikiran yang lebih santai dan bebas dari Generasi sebelumnya, Gen Y, dan lebih tidak tahan dengan tekanan.
  4. Perintah yang simple. Beri kesempatan kepada mereka Gen Z untuk berpikir sendiri. Beri arahan yang terbatas dan banyak alternatif akan memicu kreatifitas dan daya saing mereka. Jangan lihat mereka sebelah mata karena hidup Gen Z yang menurut Anda lebih mengutamakan kesenangan. Berikan kepada mereka lebih banyak kesempatan untuk memecahkan masalah. Jangan terlalu mendekte dan keras kepala. Belajarlah untuk memiliki pemikiran lebih terbuka.

Yang harus Anda lakukan adalah memimpin mereka dengan teknik yan terbukti cocok dengan tipikal dan sifat mereka.

Selamat memimpin, dan sukses selalu untuk Anda.

7 Langkah mengatasi perubahan.

Sebuah perubahan tidak terjadi dengan tiba-tiba dan selesai dalam semalam, perubahan merupakan proses yang bisa direncanakan dan di jalankan dengan hati hati. Jika anda seorang pemimpin dalam perusahaan dan anda diberi kesempatan untuk mengeola perubahan. Maka ada 7 cara yang bisa di lakukan untuk mengelola perubahan tersebut.

  1. Persiapkan perubahan. Persiapkan anggota team anda dengan adanya perubahan. Sigap jika ada perubahan rubah mainset team anda terhadap perubahan.
  2. Identifikasi perubahan. Dalam dunia yang selalu bergerak dan berubah ada banyak tugas yang harus kita lakukan. Mengingat kita memiliki banyak sumber daya yang terbatas baik dari aspek waktu dan sumber dayanya.
  3. Menjual perubahan. Anggap perubahan merupakan barang atau sesuatu hal yang sangat berharga dan buat team atau orang di sekitarmu memiliki pemikiran yang sama seperti kamu.
  4. Action terhadap perubahan. Buat orang lain semangat terhadap parubahan. Kumpulkan orang dan team kamu dan buat mereka melihat jika kamu sudah melakukan action terhadap perubahan itu dan mereka akan mengikuti dirimu.
  5. Keluar Zona nyaman. Hal penting yang harus dilakukan jika ingin mempercepat perubahan.
  6. Beri penghargaan. Langkah berikutnya bagi mereka yang mau berubah, beri mereka pengharaan atau pujian. Jangan buat usaha mereka untuk berubah menjadi sia sia, dan penghargaan merupakan salah satu cara dari daya tarik untuk berubah.
  7. Selalu belajar dan tidak takut berubah. Jika sudah berhasil berubah. Jangan buat mesin team anda mengendur, karena perubahan yang lain akan datang.

Cara Orang Dalam menghadapi Perubahan

Dari sebuah penelitian ada tiga tipe orang dengan sifat yang berbeda dalam menanggapi perubahan.

Tipe 1. Orang yang menolak perubahan. Rekasi orang dengan tipe ini biasanya akan seperti ini. kenapa sih, Sudah bertahun tahun aku seperti ini. aku jelas gak bisa. Gimana cara merubahnya? Saya tahu tidak akan berhasil karena hanya bisa dilakukan dengan cara lama. Dll

Mereka tidak mau berusaha dan dicoba. Apa yang mereka berikan adalah sebuah penolakan, dalam mental mereka, mereka sudah menyerah sebelum memulai.

Tipe 2 Orang yang ikut tapi setengah hati berubah. Orang dengan tipe ini adalah orang yang mencoba untuk mengikuti perubahan tapi mudah menyerah begitu menemui kendala. Biasanya mereka akan menaggapi dengan kata kata seperti ini. “tuh kan persis seperti yang aku bilang, aku gak cocok dengan sistem baru ini.” “aku sudah capek capek berusaha, hasilnya kok malah jelek.” “Ah saya hanya membuang buang waktu saja, lebih baik saya kembali ke kebiasan lama saja.” Orang seperti ini sudah mau melakukan kebiasaan dengan mengatasi hambatan mental saat awal, tapi saat hambatan semakin berat, mereka mudah menyerah dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke kebiasaan lama.

Tipe 3 Orang yang menyadari betapa pentingnya perubahan itu untuk kemajuan. Mreka yang mampu mengatasi hambatan mental dan mau berjuang demikemajuan apaun yang terjadi. Mereka yang mampu seca konsisten berlatih dan disipin sehingga lambat laun, yang dulunya merasa tidak yakin menjadi yakin. Yang dulunya jelek menjadi bagus. Dengan demikian mereka akan berubah untuk maju.

 

Alasan orang untuk tidak berubah

 

1. Rasa Takut

Mereka yang enggan berubah karena takut. Takut dengan hal baru yang tidak jelas resiko dan konsekuensinya. Sedang kebiasaan lama mereka sudah jelas seperti apa resiko dan konsekuensinya.

2. Rasa Curiga

Rasa curiga sering muncul jika ada perubahan, alasannya sederhana karena menuju kepada sesuatu yang belum pasti. Berjalannya waktu banyak pikiran pikiran negatif yang keluar dan menghambat progres untuk berubah.

3. Insting untuk menghindari Bahaya

Kita sebagai manusia percaya terhadap insting yang muncul. Insting kita percaya atas dasar insting untuk tetap hidup. Isnting untuk mencari kenikmatan dan menghindari sengsara. Jika perubahan itu membawa bahaya atau ketidak nyamanan, otomatis kita akan menolaknya.

4. Yang lama terbukti bagus

Jika apa yang biasa dilakukan di masa lampau sudah terbukti lancar, bagus dan mulis, kenapa harus berubah? Meninggalkan sesuatu yang pasti menuju sesuatu yang belum pasti.  Maindset ini yang menjadi alasan dan pembenaran bagi seseorang untuk tidak berubah.

 

Jadi apa yang harus di lakukan untuk mendorong diri kita untuk mau berubah? Kita harus mengubah mindset dan meyakinkan diri kita jika tidak berubah hal itu adalah yang berbahaya. Jika tidak berubah akan dikalahkan oleh pesaing kita, Anda akan bangkrut, anda akan di tinggal pasangan anda. Anda akan menderita. Tanamkan hal buruk pada anda jika Anda tidak berubah. Dan hal baik jika Anda berubah.

Cara Menanam Mindset Perubahan

Semua orang tahu, perubahan pasti terjadi. Namun kenyataannya banyak orang berharap mereka tidak akan kena perubahan. Akibatnya, perubahan itu sendiri dianggap sebagai sebuah gangguan. Hal ini terjadi karena ada masalah pada mindset mereka terhadap perubahan. Jangan pernah berharap tidak akan ada perubahan.

Berikut ada contoh kecil dari pembiasaan perubahan disebuah kantor. Berikut ilustrasi percakapannya.

Anda (A) : Lisa, kamu jangan duduk di tempatmu yang biasa, kamu pindak ke tempat Eko. Joko kamu juga pindah ke tempat Lisa, nah Eko kamu duduk di tempat yang kosong.

Lisa, Eko, Joko (LEJ) : kenapa harus pindah sih pak? Bukannya ribet pak jika harus pindah.

A : Sudah, lakukan saja ya.

LEJ : Kenapa sih pak? Atau jangan jangan gara gara ikut pelatihan tentang perubahan, jadi langsung berpengaruh.

A : Sudah pindah saja, tidak ada alasan. Segera.

 

Jika sudah di tahap ini pasti anak buah anda akan menggerutu. Bahkan anda akan dianggap gila oleh mereka. Anda perlu memaksa mereka untuk pindah, dan karena mereka tidak biasa prosesnya akan sangat lama. Bsa di bayankan waktu yang di butuhkan untuk memindahkan barang di laci ke tempat yang baru, bahakan proses ini bisa memakan waktu seharian.

Satu bulan kemudian lakukan hal yang sama kembali, kita rubah kembali posisi duduk mereka. Jika perubahan ini di lakukan di tanggal 10 november lakukan juga di tanggal yang sama di bulan berikutnya di tanggal 10 desember.

Pasti anak buah anda akan menggerutu dalam hati. “Wah, bapak kumat satu bulan sekali. Untung kardus kemarin belum di buang masih bisa aku pakai kembali”

Karena kemarin sudah terbiasa pasang monitor, keyboard, dan lain sebagainya proses ini bisa selesai setengah hari.

Bulan berikutnya di 10 januari, anda kembali meminta mereka merubah posisi, kali ini perubahan posisi dilakukan dengan ceria, dalam waktu singkat semua sudah di posisi barunya.

Bulan berikutnya tgl 7/8 februari mereka sudah bersiap melakukan perpindahan. Dan di tanggal 10 februari begitu anda minta untuk pindah mereka langsung pidah.

Namun bulan berikutnya, Anda tidak memberikan komando apapun, hingga pada 10 Maret anda tidak memint mereka untuk pindah. Kondisi ini malah membuat mereka bingung dan berkesimpulan anda sedang sibuk. Dan menunggu di kemudian harinya.

Besok Anda biarkan

Besoknya lagi tetap anda biarkan

Akhirnya mereka akan bertanya pada anda, kenapa hari ini tanggal 13 maret kok belum pindah padahal setiap tanggal 10 tiap bulan pindah?

Bila kondisi ini muncul selamat anda sudah menanamkan mindset berubah pada team anda.

Kunci untuk berubah ada pada kebiasaan mereka terhadap perubahan secara berkala. Lakukan perubahan secara berkala

 

Cara Leader Monitoring Team Sales

Monitoring

Banyak leader tidak tahu proses dari salesnya

Misalnya untuk target 100 juta. Cari tahu berapa kunjungan dan berapa prosentase closingnya.

Katakan dalam 1 bulan 10 kunjungan. Maka closing 2, 100 juta

Bos bilang, target 200 juta.  Hah???

Tahun kemarin capai 100 juta sudah ngos-ngosan. Gimana 200 juta?

Jika hanya tahu hasil, tidak tahu proses, maka akan bingung.

Dengan memilah-milah anda akan tahu mana yang harus difokuskan.

Misal ada 2 agen

Setelah 1 bulan. Cindi lapor closing 8 nilai 80 juta . Rani juga closing 8 nilai 80 juta sama. Dengan 2 sales hasil sama, mana yang anda sayang?

Bagaimana jika Cindi prosentase sukses closingnya 10%, Rani 50%. Sehingga untuk dapat order kunjungi 80 orng, Rani kunjungi 16 orang. Mana yang anda sayangi?

Dengan mengukur hasil, anda tidak bisa apa-apa.

Cindi, saya mau kamu naik jadi closing 10. Ia berkata bu, saya sudah kunjungi 80 orang lo bu, sampai jalan pagi pulang malam, suami saya marah-marah, anak saya sudah panggil saya tante. Saya jalan sepatu saya sampai gepeng. Saya sudah mati-matian. Dan saya dengar ibu dulu juga sebagai sales juga ibu rata-rata Cuma 30. Jadi 80 sudah luar biasa kan bu.

Dalam hati, Iya sih. Saya dulu juga ngga serajin ini. Tapi gimana caranya deh, kamu closing 10 ya.

Cindi mungkin jawab. Iya deh. Dalam hati. Pret deh, kurang manusiawi. Ngomong sih gampang, udah jalan sampai gepeng. Ngga diladeni.

Rani, saya minta 10 ya. Rani jawab Bu, bukan saya ngga mau. Saya sudah hebat banget lho bu. Coba siapa di perusahaan kita yang tawarin 2 beli 1. Rata rata tawarin 4 baru beli. Ibu kalo ada cara yang lebih baik saya mau belajar caranya.

Sebagai leader anda berkata, yah, pokonya lebih rajin deh. Ngga mau tau caranya pokoknya jual 10. Banyak doa deh.

Ia akan berkata, doa sih doa. Lo aja ngga bisa ajar caranya.

Leader yang berkata ngga mau tau caranya harus naik. Maka ia sedang mengaku bahwa ia tidak tahu caranya. Maka daripada ngaku ngga tahu, ia akan teriak saya ngga mau tahu. Jika ia tahu, maka ia akan kasi tahu caranya.

Cindi yang ditingkatkan adalah fokus pada prosentase sukses. Berapa yang bisa ditingkatkan. Jadi 50%. Kenapa 50%, karena ada yang sudah bisa prosentase suksesnya 50% jadi itu tidak muluk-muluk kan, bukan yang tidak masuk akal?

Jadi Whatnya 50%. How? Daripada cari How, maka cari Who. Maka jika Rani bisa ajari Cindi caranya, maka paling tidak Cindi bisa naik prosentase suksesnya 30%. Dengan satu fokus, maka naik target jadi masuk akal.

Rani, maka yang ditingkatkan kunjungan. Berapa? 80.  Paling tidak 50, maka hasil bisa meningkat 3 kali lipat kan?

 

Nah bagaimana di dunia nyata?

Untuk mendapat hasil terbaik.

Maka, fokus yang ditingkatkan apa?

Mialkan dalam 3 bulan 100 kunjungan pencapaian saya 10%.

Tanya kepada leader, berapa rata-rata penjualan diperusahaan?

Misalnya 30 %.

Tanya lagi, diwilayah kita siapa sales yang capai 30 %.

Lakukan pendekatan, belajar dengan yang capai 30 %.

Modal, ajak makan, minum kopi. Tapi anda dapat ilmu, selamanya milik anda.

Praktekkan.

Anda jalan 3 bulan, capai 30% dalam 6 bulan.

 

Berikutnya tanya leader, rata-rata nilai penjualan berapa?

Misalnya 20 juta.

Tanya lagi, diwilayah kita siapa sales yang pencapaiannya 20 juta.

Kafelagi, makan lagi.

Jalankan 3 bulan maka 20 juta x 30 % = 600 juta.

Hebat kamu, naik 600 juta. Tapi belum. Ini kan baru rata-rata. Jadi yang terbaik dong.

Tanya lagi siapa di wilayah kita atau di Indonesia yang presentase sukses terbaik?

Ternyata hanya ada 3 orang, prosentase suksesnya 70%

Jalanin.

3 bulan 20 juta x 50% = 1M

Tanya lagi, siapa yang closing nilainya paling gila-gilaan?

Ada 4 orang 40 juta

Belajar lagi.

Jalanin

3 bulan katakan 30 juta x 50% = 2M

Selalu upgrade cara. Karena jika pakai cara yang sama, lalu heran sudah 10 tahun ngga maju-maju jangan heran.

 

Resep sukses:

Jadi cari tahu Who yang bisa ajar caranya

Tidak puas dengan pencapaian

Selalu cari cara yang lebih baik

Karyawan perlu dilatih, leader juga perlu pelatihan. Terkadang leader diangkat dari posisi sales, karena kinerjanya bagus, waktu ada posisi kosong maka ia diangkat jabatannya. Namun seseorang yang memiliki kinerja bagus belum tentu bisa menjadi pemimpin yang bagus. Maka dibutuhkan pelatihan untuk menjadi sales leader, sehingga leader anda dapat emimpin team sales dengan lebih efektif dan efisien.

Jika anda tertarik mengadakan pelatihan untuk sales leader anda dengan trainer sales leader terbaik di Indonesia, Mr. Christian Adrianto. Hubungi : FRANSISCA DI +6282110502502 atau EMAIL fransisca@moivasiindonesia.com

Salam Semangat!!!

Leader VS Manager. Mana yang lebih penting?

Dalam sendi kehidupan kita perlu pemimpin dari kehidupan pribadi, keluarga hingga pekerjaan. Kepemimpinan masing masing orang memiliki cara dan gaya masing masing yang berbeda satu sama lainnya. Bahkan banyak pemimpin yang sebenarnya tidak tahu apa yang seharusnya dia lakukan. Ada yang sebenarnya hanya menyuruh dan memberi perintah kepada anak buahnya, padahal cara memerintah ada caranya sendiri supaya pelaksanaan tugas dapat dilakukan dengan baik. Itu sebabnya pemimpin perlu tahu cara menjadi pemimpin yang efektif dengan meningkatkan diri melalui buku kemimpinan atau pelatihan kepemimpinan.

Tidak semua pemimpin itu dilahirkan, artinya menjadi berbakat untuk memimpin itu dapat dibentuk.

Apa beda leader dengan manager? Jika leader adalah orang yang menginpirasi anak buahnya untuk mau melakukan tugasnya. Sedang manager adalah orang yang diberikan tanggungjawab terhadap tugasnya. Jadi beda antara leader dan manager adalah jika leader menginspirasi anak buahnya, sehingga membuat anak buahnya bekerja engan kesadaran dia sendiri. Jika manager lebih bersifat memaksa anak buah untuk bekerja karena itu adalah tanggungjawab yang harus di tanggung.

Untuk menjadi leader kemampuan apa yang dibutuhkan untuk memimpin seperti

  1. Kemampuan untuk komunikasi dengan anak buah
  2. Kemampuan untuk memotivasi anak buah
  3. Kemampuan untuk mendelegasi dengan anak buah
  4. Kemampuan untuk mengembangkan kerjasama team

Tidak semua pemimpim memiliki kemampuan diatas saat lahir, Untuk bisa melakukan hal – hal diatas perlu dilakukannya sebuah pelatihan

 

Solusi Jitu Jadi Bijak Sebagai Seorang Pemimpin yang Disegani dan Dikagumi

Solusi Jitu Jadi Bijak Sebagai Seorang Pemimpin yang Dikagumi OrangMenjadi pemimpin yang bijak dapat membantu perusahaan mencapai potensi dan menghasilkan hasil yang terbaik. Pemimpin yang bijak mampu memimpin perusahaannya untuk meningkatkan kualitas kinerja dari para karyawannya. Menjadi pemimpin yang bijak perlu memiliki kecerdasan emosional atau EQ yang tinggi. Hal ini dikarenakan seorang pemimpin pekerjaannya tak hanya sekedar mengatur orang untuk berada pada pekerjaannya, namun kecerdasan emosional ini lebih kepada kesadaran yang kuat untuk menyeimbangkan antara orang lain dengan diri pribadi.

 

Bagaimana menjadi seorang pemimpin yang bijak?

Seorang pemimpin yang memiliki EQ akan lebih bisa menguasai permasalahan seperti halnya miskomunikasi yang terjadi antar karyawan, ketegangan atau bahkan kesalahpahaman yang sulit penyelesaiannya. Masalah yang seperti inilah yang kemudian diarahkan kepada sesuatu yang produktif dan efektif sehingga tidak mengganggu kinerja karyawan.

Kemampuan ini juga bermanfaat untuk merubah pola pikir dan tindakan lama yang tidak menghasilkan. Lantas apakah sulit menjadi pemimpin yang seperti itu? Berikut beberapa cara untuk menjadi seorang yang bijak sehingga tak langsung menjadi seorang yang dikagumi.

  1. 1.      Berikan penilaian pada kinerja bawahan secara jujur

Menjadi pemimpin yang bijak, anda harus berani memberi kritikan dan penilaian terhadap kinerja karyawan anda dengan jujur. Tak lupa juga untuk memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah yang ada.

  1. 2.      Bijak dalam memilah masalahnya baik itu masalah kantor, keluarga dan pribadi

Begitu banyak masalah yang ada dalam kehidupan kita. Sebagai seorang pemimpin yang bijak memiliki kecerdasan emosi sangatlah penting, karena diperlukan untuk menghadapi setiap masalah.

  1. 3.      Membangun kepercayaan

Modal utama seorang pemimpin adalah kepercayaan. Apabila seorang pemimpin sudah tidak dipercaya rekan kerjanya maka hubungan yang sudah di bangun akan sia-sia dan akan berpengaruh kepada hasil kerja.

  1. 4.      Memberi kesempatan pada setiap karyawan untuk berkembang

Memberi ruang kepada orang lain sebagai calon pemimpin merupakan salah satu hal yang paling identik dari seorang pimpinan yang bijak. Pemimpin yang bijak tidakakan menyalahkan karyawannya bahkan akan menanggung resiko apabila karyawannya melakukan kesalahan

  1. 5.      Tidak fokus hanya dari satu sudut pandang

Seorang pemimpin haruslah mampu mencari sebuah peluang yang tersembunyi guna menemukan solusi dari setiap masalah yang ada. Selain itu juga harus pintar untuk berinovasi dengan segala peluang meskipun itu sangat kecil.  Jadi, pemimpin tidak memiliki keberpihakan terhadap sesuatu hal saja, dia harus melihat segalanya dari banyak sudut pandang terlebih dahulu dan mengambil keputusan yang terbaik untuk bersama.

  1. 6.      Memiliki target yang lebih tinggi

Target yang tinggi tentu harus diimbangi dengan kemampuan yang baik. Proses belajar yang tinggi akan meningkatkan kualitas kerja pula. Kedua hal ini memiliki perbandingan lurus yang sama.

  1. 7.      Mengenali kelemahan dan kekuatan diri sendiri

Menjadi pemimpin yang bijak harus menyadari kelemahan dan kekuatan pada dirinya termasuk mengenali pribadi karyawannya. Kita hanyalah manusia yang tak luput dari salah dan kekurangan. Maka dari itu dalam dunia kerja harus terbentuk kerjasama.

Demikian pembelajaran yang menginspirasi untuk menjadi pemimpin yang bijak dan bisa segera anda praktikkan di kehidupan anda. Lakukan penjelasan di atas sebagai salah satu buah keberhasilan anda menjadi pemimpin yang bijak.

Bagian Paling Beresiko dalam Bisnis, Apa Itu?

bagian paling beresiko dalam bisnis

bagian paling beresiko dalam bisnis

Bagian beresiko dalam bisnis – Mengembangkan sebuah usaha memang bukanlah hal yang mudah. Hampir semua pekerjaan memiliki resiko yang harus dihadapi. Hampir semua bidang pekerjaan juga pasti mempunyai tantangan tersendiri bagi pelakonnya.

Yang perlu diingat, setiap tantangan yang ada dalam pekerjaan, pasti ada solusinya. Sayangnya, tidak semua orang merasa dirinya cukup mampu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Banyak orang merasa pesimis dan bahkan terlanjur stress terlebih dahulu saat menghadapi permasalahan dalam pekerjaannya. Termasuk dalam hal bisnis.

 

Bagian-Bagian Beresiko Dalam Bisnis

Dalam dunia bisnis, ada beberapa bagian yang dianggap paling sering beresiko. Bagi Anda yang bergelut di dunia bisnis, berikut bagian-bagian beresiko dalam bisnis tersebut, diantaranya :

  1. 1.      Lemahnya perekonomian

Resiko yang satu ini sebenarnya tidak hanya dialami oleh negara berkembang seperti Indonesia. Di beberapa negara lain seperti Brazil dan Jepang juga sempat dikhawatirkan mengalami perekonomian lemah. Hal itu akan sangat mempengaruhi dunia bisnis terutama dalam bisnis ekspor dan impor.

  1. 2.      Semakin banyaknya persaingan

Di era globalisasi seperti saat ini, tingginya angka persaingan memang menjadi resiko tersendiri dalam dunia bisnis. Kenaikan tingkat persaingan ini mampu mendorong berbagai perusahaan agar selalu melakukan inovasi dan kreasi pada produk yang dipasarkan. Sehingga customer akan tetap setia menggunakan jasa atau produk yang ditawarkan.

  1. 3.      Pengelolaan resiko

Sejak Indonesia mengalami krisis sekitar tahun 2008 silam, pemerintah sebenarnya sudah melakukan peningkatan terhadap peraturan mengenai kebijakan bisnis agar menjadi lebih aktif. Namun, peraturan tersebut bisa menjadi resiko yang politis bagi sebuah bisnis.

  1. 4.      Buruknya reputasi

Sebenarnya bagian beresiko dalam bisnis mengenai buruknya reputasi ini juga ada kaitannya dengan meningkatnya persaingan diantara kalangan pebisnis. Tidak jarang mereka yang kurang etika, menjatuhkan lawannya dengan cara-cara yang licik termasuk dengan cara menjatuhkan nama baik dari perusahaan.

Penurunan reputasi ini bisa dilakukan oleh pesaing melalui berbagai cara, salahsatunya melalui media social. Bagi pebisnis sejati, hal ini bisa dihindari dengan cara selalu memberikan pelayanan terbaik bagi customer.

  1. 5.      Kegiatan inovasi yang buruk

Gagalnya bisnis duatu perusahaan juga bisa diakibatkan oleh buruknya kegiatan inovasi yang dilakukan suatu perusahaan. Bagian beresiko dalam bisnis ini sebenarnya bisa diatasi jika semua pelakon dalam bisnis memiliki jiwa innovator yang tinggi.

  1. 6.      Kurang berhasil menarik pebisnis handal

Karyawan yang bekerja dalam suatu bisnis semuanya juga bisa disebut dengan pebisnis. Jika Anda seorang kepala atau boss besar di suatu perusahaan, maka semua bawahan Anda adalah orang yang ikut memegang kunci keberhasilan bisnis Anda.

Tak jarang mereka yang bekerja sebagai bawahan malah memiliki ide kreativitas tinggi yang bisa meningkatkan nilai jual produk ke pasaran. Oleh karena itu, kesejahteraan karyawan haruslah dinomorsatukan agar mereka bisa bekerja dengan penuh tanggungjawab.

Itulah beberapa bagian beresiko dalam bisnis yang perlu diwaspadai oleh semua perusahaan. Namun yang perlu diingat, apapun bagian beresiko dalam bisnis, jika Anda bersama semua pengelola perusahaan bisa bekerjasama dengan baik, maka semua akan terselesaikan dengan baik.