Category Archives: artikel kepemimpinan

HOW TO MANAGE SALES TEAM TO ACHIEVE TARGET? – Strategi Manage Sales Team untuk Capai Target

HOW TO MANAGE SALES TEAM TO ACHIEVE TARGET?

Training Selling SkillJay Abraham, The marketing genius berkata

“ Selling is Process.”

Maka dari itu, manage people to follow the process step by step untuk mencapai target. Tidak mungkin capai target kalau tidak ikuti prosesnya step by step.

Masalahnya jika prosesnya tidak jelas. Apa yang mau di manage?

Bayangkan anda mau membangun sebuah gedung. Anda tidak tau prosesnya. Ada 200 tukang, mereka tidak tau apa yang harus dikerjakan. Apa yang harus di manage?

 

Maka sebelum melakukan tugasnya, buat plan untuk hal yang harus dilakukan day by day.

 

Understand The Process

Secara umum sales proses bisa beda beda. B to B tentu berbeda dengan B to C. Tapi secara garis besarnya sama.

 

“Selling is process.

Process is measurable.

Anything that is measurable can be improved.”

-          Jay Abraham

Jay Abraham dalam seminarnya mengatakan measure your process. Peserta seminarnya ada yang dari Singapore, Hongkong, berbagai negara. Ada yang presiden director bank besar, senior executive dari perusahaan besar.

Mereka berkata, “Jay materi kamu terlalu dangkal. Tentu saja kami ukur semuanya.

Kami tau cabang mana yang pertumbuhannya paling pesat. Kami juga tau produk apa saja yang paling laris. Kami tau siapa orang yang capai target, siapa yang tidak capai target.”

 

Jay Abraham hanya tertawa dan ia berkata, “Itu adalah kesalahannya. Mengukur hasil tidak meningkatkan hasil. Measure the process, not the result”

 

Contoh, ada 2 toko sepatu. Dari perusahaan yang sama, produk yang dijual juga sama. Hanya beda lokasi, tapi keduanya berada di lokasi yang sama sama ramai.

Toko Sepatu A

Setiap minggu mampu menjual 10 sepatu.

Toko Sepatu B

Setiap minggu mampu menjual 10 sepatu.

 

Owner tidak puas. Ia berkata, “minggu depan naik ya jadi 13 sepatu.”

Toko A dan Toko B berkata, “Siap bos!!”

“Gimana caranya?”

“Kami akan lebih semangat lagi bos. Kerja lebih rajin. Pantang menyerah!!!”

Minggu depan apakah naik?

Ternyata tidak naik.

Mengukur hasil saja sulit untuk meningkatkan hasil.

 

Tapi jika kita ukur proses.

Toko A

Pengunjung datang 100 orang

Menjual 10 sepatu

Maka success rate 10%

 

Toko B

Pengunjung datang 20 orang

Menjual 10 sepatu

Maka success rate 50%

 

Kesimpulannya toko A lebih ramai pengunjung, dan Toko B SPG nya lebih jago jualan, lebih semangat, melayani dengan lebih baik.

Jika anda adalah manager toko sepatu A, maka anda tahu bagaimana meningkatkan penjualan?

Mana yang lebih masuk akal untuk ditingkatkan di toko A?

Tentu saja success rate nya.

Kira kira berapa % success rate bisa ditingkatkan?

Anda mungkin ada yang menjawab 20%, 30%, tapi saya yakin kebanyakan anda akan berkata 50%. Dari mana angka ini?

Karena sudah ada toko yang berhasil  mencapai success rate 50%. Maka toko A perlu belajar dari toko B, apa yang dilakukan agar orang  yang datang berkunjung lebih banyak yang beli barang. Pelajari detailnya bagaimana toko B melayani pelanggan, beda cara, beda hasil.

Dan Toko B belajar dari toko A, bagaimana caranya agar pengunjung ramai.

 

When the process improved, the result is improve.

 

Toko A, jika success rate naik katakan 30% saja, ngga usah muluk muluk maka penjualan naik jadi 30 pasang sepatu. Artinya naik 3 kali lipat.

 

Toko B, jika jumlah pengunjung naik jadi 70 pengunjung saja. Maka penjualan naik 35 sepatu. Naik 3 kali lipat.

 

Kelihatannya sederhana, namun prakteknya sulit.

Karena orang sales itu beda.

Jika orang pabrik, mau buat mie, prosesnya jelas.

Tepung di mix dengan telur, garam dan air.

Kemudian di aduk, dicetak sehingga bentuk panjang-panjang, di oven, di dinginkan kemudian dipotong, dibungkus.

Kalau pabrik mie semua jelas, ada takarannya, ada waktunya, di oven ada suhunya.

Tapi dalam penjualan ngga jelas prosesnya, ngga ada angka, ngga ada takaran seperti pabrik mie.

Orang sales tidak terbiasa ukur proses dan tidak biasa bikin laporan.

Jumlah presentasi berapa, hasilnya berapa?

Jumlah telpon berapa, hasilnya berapa?

Jumlah kunjungan berapa, hasilnya berapa?

 

Kendalanya sudah kebiasaan susah disuruh bikin laporan, dan ditambah managernya juga menyerah karena lelah karena mereka tidak juga terbiasa.

Tapi kalau tidak tau dari sisi mana yang perlu diperbaiki, apa dasar untuk anda memanage team anda?

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Trainer & Motivator

Telah dipercaya oleh lebih dari 500 perusahaan, Berpengalaman selama lebih dari 16 tahun di dunia training dan motivasi. Telah diundang di berbagai stasiun TV nasional sebagai narasumber, seperti Metro TV, TV One, Kompas TV, TVRI, Trans 7, Sindo TV dll. Berhasil meningkatkan penjualan di berbagai perusahaan mulai dari retail, hingga B2B.

APAKAH CAPAI TARGET MUDAH?

 

Training sales leadership

Semua orang pasti menjawab NO!!!

Kenapa?

Karena apapun bisnis anda, akan selalu ada yang namanya PROBLEM.

 

Problem 1 : Competitor

Competitor akan selalu berusaha lebih unggul, dan berusaha menyerang titik lemah kita.

 

Problem 2 : Market

Market kita, situasi ekonomi, ini diluar kontrol kita. Kadang baik, kadang lesu.

 

Problem 3 : Customer

Calon customer kita ada yang sudah punya pilihan lain, calon customer kita mungkin lebih akrab dengan sales dari competitor, sehingga meski produk kita lebih baik, ia segan untuk ganti. Calon customer kita kadang lebih pilih competitor dll.

 

Problem 4 : Sumber daya

Sumber daya yang kita miliki kadang tidak cukup untuk mencapai target. Kadang budget kita terbatas, kadang kualitas dan kuantitas SDM kita tidak cukup, dll.

 

 

Sales manager digaji untuk mencapai target.

Dan kita semua telah dewasa untuk menyadari bahwa target harus tercapai apapun yang terjadi.

Namun problem akan selalu ada.

Target dapat tercapai jika anda menyelesaikan masalah.

Jadi anda digaji untuk solve the problem agar target tercapai.

Bukan menjadikan problem sebagai alasan.

 

Anda bisa solve the problem jika

  1. Tau akar masalahnya
  2. Solusinya

 

Jadi jangan lapor kepada atasan : “Susah pak, banyak problem…”

Karena itu adalah bukti bahwa anda tidak kompeten untuk digaji. Karena anda digaji untuk problem solve, bukan melaporkan problem.

 

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Sales Trainer yang telah dipercaya lebih dari 500 perusahaan, salah satu yang terbanyak di Indonesia. Maka tidak heran beliau disebut – sebut sebagai Raja Inhouse training. Program pelatihan beliau simple, mudah dipraktekkan, namun powerfull dan terbukti telah berhasil meningkatkan penjualan. Rekor beliau adalah berhasil meningkatkan penjualan hingga 4.000% di masa PPKM Darurat, dimana orang lain omzet terganggu.

Leadership : 7 Strategi Memanage Resources dalam Mencapai Target

 Pelatihan LeadershipSebagai Sales Manager, tugas utamanya adalah mencapai target. Tentunya untuk mencapai target ada sumber daya untuk di manage. Dan bagaimana cara memanage agar bisa capai target?

1.      Budget

Budget yang kita dapat tergantung dari 2 hal

  1. Kemampuan perusahaan untuk memberikan budget
  2. Kemampuan mamager untuk minta budget

Kendalanya adalah banyak manger yang ketika Raker budgeting awal tahun diberikan target, merasa beban besar, stress tapi ngga tau cara minta budget. Bingung cara buat program dan akhirnya pulang ngga minta budget.

Dan seiring waktu berjalan, plan ngga jelas, tiap bulan ke bagian akunting minta uang untuk program dan ditolak karena ngga ada budget.

Sales manager harus kreatif bikin event, kontes, program yang menarik untuk meningkatkan penjualan.

Kuncinya adalah buat plan yang diajukan sebaga dasar untuk minta budget.

Ibarat manager team sepak bola, bisa plan butuh pemain seperti apa, menu pelatihan seperti apa, reward seperti apa, setiap bulan ngapain aja. Nah agar semua ini berjalan, minta budgetnya.

2.      Asset

Cth : mobil, kantor, gedung, mesin fotocopy, nama baik dll. Semua itu harus dijaga dan ditingkatkan.

3.      People

Manage people adalah hal yang paling trickie. Tidak ada ilmu pasti dan setiap orang memiliki kapasitas dan karakter yang berbeda beda. Tentunya untuk memanage people perlu pendekatan yang lebih humanis, dan butuh ilmu psikologi, coaching, counselling, motivasi dan bahkan parenting. Parenting? Serius pak? Kok bisa? Sepanjang pengalaman saya leader juga merangkap sebagai bapak/ibu. Kadang team kita ibarat anak anak.

 4.      Stock

Bicara soal stok, ada berbagai macam stok, mulai stok alat kantor, hingga stok di pergudangan. Stok harus dimanage dengan bijak, agar jangan sampai terlalu sedikit, apalagi habis, tentu akan menghambat kerja. Dan dijaga jug agar jangan sampai berlebihan  agar tidak jadi uang mati. Ingat, menaikkan omzet juga bisa dengan melalui penghematan sumber daya. Bukan melulu soal peningkatan penjuala. Pastikan semua berjalan efisien.

 5.      Proses Kerja

Ini jarang dibahas. Apakah cara kerja sudah optimal, apakah ada cara kerja yang sudah tidak efektif, selalu harus dipantau dan dievaluasi.

6.      Time

Perusahaan memberikan waktu 1 tahun untuk capai target. 1 tahun = 12 bulan = 365 hari.

Banyak orang yang menganggap waktu ini fixed. Kerja hanya senin-jumat, dari jam 9-5. Kalau ngga capai target masak sabtu minggu ngga kerja, jam 7 malam ngga duduk angkat telpon?

 

“Pak, team saya ngga akan mau!!!”

Nah, itulah pinter-pinternya seorang sales manager untuk bisa membangun sausana kerja yang kondusif. Yang memotivasi, kalau ngga capai target, malu.

 

Tugas  Anda Yang #1 :

Dari 6 resources ini, pikirkan 3 resources yang anda unggul?

 

Ciri cirinya, kalau anda punya waktu luang anda akan duduk ngobrol, curhat, cerita sama team anda, maka anda unggul di people.

Kalau punya waktu luang hiung anggaran, mana yang ngga cocok, maka anda unggul budget. Atau punya waktu luang anda analisa data, review pelanggan, maka ada unggul di proses kerja. Dll

 

Tugas  #2:

Dari 6 resources ini, pikirkan 1 yang paling anda tidak suka?

 

Ciri ciri, anda paling malas kerjakan, kalaupun harus kerjakan, terpaksa dan kerjakan seadanya.

 

 

Tidak penting mana anda unggul, mana anda lemah. Tidak ada orang yang unggul di semuanya. Dalam hal-hal yang kita unggul, kita sukai, biasanya kita akan cenderung menghabisakan waktu, pikiran dan tenaga lebih banyak. Dalam hal yang kita lemah, cenderung kita tinggalkan, kalau kepepet dikerjakan seadanya.

 

Tugas #3 :

Siapa orang yang bisa menutupi kelemahan anda?

 

Supaya anda bisa memanage resources anda dengan lebih efektif, cari orang dalam team anda yang kuat dalam bidang yang anda lemah untuk anda percayai mengerjakannya.

 

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Motivator & Trainer

Berpengalaman lebih dari 16 tahun di dunia training dan motivasi. Termasuk dalam TOP 10 BestTrainer & Motivator Indonesia. Telah membantu lebih dari 500 perusahaan untuk meningkatkan omzet, penjulana dan produktivitas kerja.

Strategi Menjadi Sales Manager Yang Capai Target

What is the job of the Sales Manager?

number_one-removebg-preview

ð  Kerjaannya ujung ujungnya CAPAI TARGET

 

Kita sepakat tugas sales manager adalah capai target. Jadi kalau anda Sales manager di akhir tahun tidak capai target maka anda Gagal.

Bayangkan selama 12 bulan, anda dapat gaji dari perusahaan, tapi anda tidak bisa memenuhi kewajiban anda. Perusahaan sudah tepati janji untuk bayar gaji, tapi anda tidak tepati janji , Apakah Fair?

 

So, anda para Sales Manager Harus CAPAI TARGET!

 

 

Apa Definisi Manager?

 

ð  A manager is someone who get things done through other people.

Terlepas apapun jabatan anda, mau supervisor, sales manager, team leader, kepala cabang, direktur, what ever itu, anda punya tugas sebagai manager. Punya tugas manage team anda supaya capai target.

 

Jika ada 2 team

Manager A, punya team 5 orang

Tiap orang capai target, maka Manager A capai target

 

Sedangkan Manager B, punya team 5 orang

2 orang capai target, 3 orang tidak capai target. Tapi Team B tetap capai target.

Kok bisa?

Meskipun 3 dari 5 orang di team B tidak capai target, tapi manager B saking bertanggung jawabnya ia kerjakan sendiri sisanya supaya capai target.

 

Jika kembali ke definisi Manager di atas, maka Manager A betul seorang sales manager. Sedangkan Manager B bukan sales manager, tapi manager B, mohon maaf, adalah sales yang menyamar sebagai manager.

 

Apakah anda sales manager yang capai target lewat team anda atau manager yang kerja mati – matian sendiri supaya capai target?

Ibaratnya manager team sepak bola top di dunia. Ketika lagi pertandingan, teamnya lagi kalah apakah si manager turun sendiri ke lapangan?

 

Apakah efeknya, jika anda sebagai sales manager capai target dengan kerja sendiri tapi teamnya tidak perform?

Tiap tahun target perusahaan pasti naik? Betul?

Bayangkan kalau anda tidak memiliki kemampuan untuk capai target lewat team anda, akibatnya anda akan lebih capek, lebih stress, mau tambah orang juga ngga akan guna.

Maka kita harus belajar bagaimana me-manage people, so they achieve target.

 

Tapi jangan salah paham, meski sales manager harus capai target lewat teamnya, bukan berarti seorang manager tidak turun lapangan. Justru anda wajib turun lapangan, bukan untuk kejar target. Tapi untuk pantau dan evaluasi. Sehingga anda tau kondisi lapangan

 

The job of sales manager is to manage the sales team to achieve the target.

 

Ada 2 sisi yang di manage

  1. Team

Kekompakan, daya juang. Supaya suasana kondusif sehingga orang yang belum capai target, termotivasi untuk capai target.

2. People

Setiap individu dalam team sales kita memiliki kemampuan, masalah, kesalahan di lapangan beda beda,jadi pelatihan, coaching juga harus customized untuk setiap individunya.

 

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto Trainer & Motivator

Salah satu dari TOP 10 Motivator Terbaik Indonesia

Telah dipercaya lebih dari 500 perusahaan besar dan temah memberikan training dan motivasi untuk lebih dari 400.000 orang. Dan lebih dari 20 kali diundang ke manca negara seperti Vietnam, Malaysia, Austraila dan China,

Belajar Leadership dari Pesawat Terbang

Belajar Leadership dari PesawatLeader itu ibarat pilot.

Pesawat jaman sekarang sudah sangat canggih, dan ada yang namanya auto pilot. Jadi ketika pesawat sudah terbang, sang pilot tidak perlu lagi susah payah untuk mengendalikan pesawat, selama program auto pilot dijalankan. Bahkan ketika auto pilot dijalankan, sang pilot bisa tidur tau baca majalah. Lantas apa dong gunanya pilot?

Tentu saja Pilot tetap dibutuhkan, terutama saat darurat, take off dan landing.

Begitu juga dalam leadership, salah satu tugas leader adalah manage team supaya semua anggota teamnya achieve target. Jadi ketika situasi sudah di langit yang tenang dan cerah, leader bisa autopilot, tinggal mengawasi saja. Namun ketika langit penuh awan gelap, seorang leader wajib ambil kendali dan membawa seluruh anggota team-nya melewati badai dengan selamat. Bayangkan jika terjadi badai, tapi tidak ada pilot?

Jadi jika disimpulkan tugas leader adalah

 

  1. Leader take control

Seorang leader tau kapan take control dan kapan memberikan wewenang kepada anggota team-nya untuk ambil keputusan sendiri.

2. Leader thrive through crisis

Justru ketika krisis maka kemampuan seorang leader diuji. Dan banyak penelitian yang menunjukkan bahwa leader leader hebat didunia senang mencari tantangan. Bahkan jika tidak ada tantangan, dia akan mencari tantangan. Jadi krisis adalah kesempatan untuk naik level dan menemukan cara baru yang lebih baik.

3. Channel the fear into positive action

Do not pretend that nothing to fear. Seorang leader tidak boleh memberi rasa keamanan palsu. Semua anggota team-nya harus sadar jika ada bahaya di depan. Namun tugas leader adalah Channel that fear into positive.

Ubah rasa takut menjadi tindakan nyata dan postif.

Penulis

FransiscaFransisca

Marketing Manager Motivasi Indonesia

Membutuhkan pelatihan / Training Leadership yang relevan dengan jaman sekarang ?

Hubungi 082 110 502 502

 

The Power of Introvert

introvert ekstrovertSaya senang membaca buku. Saya lebih senang dirumah dibanding keluar dan hang out di cave dengan teman teman. Saya lebih suka berkebun dibanding jalan jalan di mall. Banyak yang mengatakan bahwa saya adalah orang yang introvert. Orang yang tidak banyak bicara dan tenang.

Masalahnya culture kita memandang introvert dengan sebelah mata. Jika dalam sebuah kelompok, perhatian kita selalu tertuju pada orang introvert yang dominan. Padahal tidak ada korelasi antara yang paling pandai bicara dengan yang punya ide terbaik.

Lingkungan kita jarang mendengarkan ide dari para introvert, padahal pandangan seorang introvert juga menarik untuk didengarkan. Namun karena orang introvert tidak banyak bicara, mungkin orang jadi tidak bertanya.

Lingkungan sekolah dan lingkungan kerja saat ini juga lebih banyak dirancang untuk para ekstrovert. Padahal 2 dari 3 orang di bumi adalah seorang introvert.

Saat saya sekolah dulu, kita duduk di barisan bangku. Dan dituntut untuk mengerjakan tugas sekolah secara soliter alias sendirian. Namun anak anak kita sekarang di sekolah duduk di sebuah meja besar. Satu meja bisa 4-5 orang anak, dan anak anak diberikan tugas untuk dipecahkan secara bersama sama.

Tidak begitu beda dengan lingkungan kerja saat ini. Kantor saat ini dirancang open space, tanpa sekat, bahkan kalau bisa tanpa dinding. Semua bekerja bersama dalam satu ruangan. Yes, lagi lagi dirancang untuk para ekstrovert.

Jangan salah paham dulu, saya tidak mengatakan bahwa semua itu jelek atau salah. Karena saya setuju bahwa kolaborasi dan kerjasama itu penting. Tapi terkadang introvert bekerja dengan lebih baik dalam kesendirian. Dalam masyarakat ada pandangan bias antara introvert dan pemalu.

Steve Wozniak, penemu Apple Computer pertama, lebih senang duduk sendirian di cubicle di kantornya di Hewlet-Packard. Dan ia berkata bahwa ia tidak akan pernah menjadi ahli seperti sekarang jika ia bukan seorang introvert yang malas pergi keluar rumah.

Bukan berarti kita harus berhenti berkolaborasi. Karena kenyataannya Steve Wozniak menjadi terkenal setelah berkolaborasi dnegan Steve Jobs saat mereka membangun Apple Computer.

Jadi punya sifat introvert bukan berarti  lebih sulit sukses dan memberikan pengaruh pada dunia.

 

Introvert tidak sama dengan pemalu. Kalau malu adalah emosi takut akan penilaian orang lain. Sedangkan introvert atau Introversion lebih pada bagaimana respon terhadap sebuah stumilation, termasuk social stimulation.

Jika Extrovert mendambakan stumulation dalam jumlah besar.

Sedangkan introvert merasa lebih hidup, lebih powerfull dalam lingkungan yang lebih tenang atau low-key environments.

Tidak harus setiap saat sih, bagaimanapun manusia adalah makhluk social, tapi biasanya sebagian besar waktunya.

Introvert lebih banyak berkomunikasi kedalam dirinya, sedangkan ekstrovert lebih banyak komunikasi ke luar dirinya. Makanya introvert biasanya terkesan pendiam. Tapi ngga juga, ia banyak bicara juga kok, tapi di dalam kepalanya.

 

Kalau tiba giliran dalam kepemimpinan, posisi leadership biasanya banyak dikuasai oleh para ekstrovert.

Adam Grant dari Wharton School melakukan sebuah riset dan ia menemukan bahwa leader yang introvert lebih banyak memberikan hasil yang lebih baik daripada ekstrovert leader. Karena orang orang introvert biasanya lebih hati hati dalam mengambil resiko, lebih teliti dan cermat, sifat yang mungkin kita butuhkan dalam leadership.

Mereka memanage orang secara proactive, mereka adalah pendengar yang baik dan senang mendengarkan ide orang lain.

Dan faktanya banyak juga kok pemimpin hebat yang berpengaruh di dunia adalah seorang intovert. Sebagai contoh Eleanor Roosevelt, Rosa Parks, Gandhi. Banyak orang mengatakan  mereka orang yang tenang, lembut, tidak banyak bicara dan bahkan pemalu. Tapi mereka mencuri perhatian dunia. Bukan karena mereka mau, tapi karena mereka harus, meskipun setiap tulang dalam tubuh mereka menolak.

Dan ternyata introvert punya special super power, karena orang bisa mersakan bahwa para leader introvert ini mengenakan helm, bukan karena mereka menikmati memerintah orang lain, bukan karena senang diperhatikan, tapi karena mereka tidak punya pilihan, dan mereka harus melakukan hal yang mereka pikir benar.

Akhir kata, Carl Jung, psikolog yang pertama kali mempopulerkan introvert-ekstrovert mengatakan : tidak ada orang yang 100% introvert atau 100% ekstrovert. Dan semua orang pasti berada diantara introvert – ekstrovert spekrum.

Kita menyebutnya sebagai ambiverts.

Dan menurut pendapat pribadi saya, Ambiverts adalah yang terbaik di dunia.

Kita butuh keseimbangan. Ibarat Yin dan Yang, kita butuh keduanya.

Dan ini penting, apalagi kalau kita bicara tentang kreatifitas dan produktivitas. Karena orang orang yang paling kreatif di dunia, mereka jago mengkomunikasikan ide mereka, namun mereka juga punya introversion dalam dirinya untuk berpikir dalam. Karena kreativitas butuh pemikiran dalam diri.

So buat para introvert di luar sana, yang mungkin masih strugling dalam social skill. I get you !

Masih banyak yang bisa dilakukan oleh introvert. Jangan jadikan introvert sebagai alasan atas ketakutan atau keraguan yang menghalangi kesuksesan anda. Dan ingat social skills bisa  dipelajari kok.

 

FransiscaPenulis

Fransisca

Marketing Manager di Motivasi Indonesia. Telah banyak memberikan konsultasi dalam bidang people develoment untuk berbagai perusahaan tentang bagaimana meningkatkan produktivitas kerja dan penjualan.

 

Mau Percaya Diri? Coba Lakukan ini! Simple Tapi Efektif

Banyak orang ingin belajar bagaimana menjadi percaya diri dengan situasi yang berbeda-beda, tetapi itu tidaklah selalu mudah. Mungkin kita selalu kecanduan dengan membandingkan diri sendiri atau mungkin media sosial telah mencuci otak kita, untuk percaya bahwa kita semua harus kaya, terkenal, dan dalam kondisi yang luar biasa.

percaya-diri

Bagaimanapun, Hari ini saya ingin membagikan tips sederhana namun sangat efektif yang meningkatkan kepercayaan diri saya di masa lalu. Saya terkejut mengapa begitu sedikit orang berbagi tentang tips ini, jadi saya akan bagikan tips ini dengan semua orang hebat seperti Anda.

 

Yang terbaik adalah, tips ini terbukti, cukup mudah diterapkan, dan dapat memberi Anda hasil yang besar jika digunakan dengan benar.  Baiklah, kita mulai :

 

Pahami psikologi manusia

Untuk mempelajari teknik ini, Anda harus terlebih dahulu memahami arti dari kepercayaan diri dan psikologi manusia.

Keyakinan pada dasarnya adalah kemampuan Anda untuk mempercayai diri sendiri dalam situasi yang berbeda. Anda akan mencapai kepercayaan diri tertinggi jika Anda tahu bahwa Anda dapat menangani situasi tertentu, apapun hal yang terjadi. Ketika Anda melakukan sesuatu yang Anda sangat mampu, Anda mungkin akan merasa percaya diri karena Anda tahu bahwa hasilnya akan positif. Tetapi Bagaimana jika saya memberitahu Anda bahwa hasil negatif pun dapat berubah menjadi sebuah keuntungan bagi Anda?

Apakah hasil dari sesuatu yang Anda lakukan, baik itu positif atau negatif, Itu semua terserah pada Anda. Ini bukan tentang apakah Anda berhasil atau tidak. Hal ini berkaitan dengan Bagaimana Anda melihat dan membawa diri Anda bersama dengan kemampuan Anda. Dengan mengubah pola pikir dan tindakan Anda, Anda juga dapat mengubah cara dunia di sekitar Anda bereaksi terhadap Anda.

Kuncinya terletak pada psikologi manusia. Dengan pola pikir dan tindakan yang benar, Anda dapat menghadapi hasil apapun dalam situasi apapun dan dengan demikian menjadi percaya diri.

 

Bagaimana cara menggunakan teknik ini?

Katakanlah Anda sedang memberikan presentasi, tetapi Anda belum mempersiapkannya dengan baik. Hal ini memberi Anda rasa tidak aman karena Anda biasa mempersiapkan diri sendiri. Presentasi dimulai dengan baik, Anda lupa dialog Anda, Anda bingung, dan orang-orang di sekitar Anda mulai berbisik-bisik dan tertawa.

Jadi apa yang Anda lakukan? Jika Anda mulai meminta maaf dan membenci diri sendiri di depan semua orang, Anda mungkin akan semakin merasa tidak aman. Sebagai gantinya, Anda dapat menampilkan diri Anda dengan lebih bermartabat dan keren dengan mengatakan sesuatu seperti: “Saya senang melihat Anda bersenang-senang, persentasi ini biasanya sangat membosankan. Aku mungkin harus mulai melupakan lebih banyak hal supaya membuat Anda semua mulai ketagihan”.

Ketika Anda mengatakan hal itu, Anda seperti memberi sinyal bahwa gagal itu baik-baik saja, dan itu tidak memalukan sama sekali. Itu sebenarnya hal yang baik karena semua orang bersenang-senang. Inilah yang dimaksud dengan membawa diri dengan bermartabat. Pikirkan tentang seberapa percaya diri Anda sebelum presentasi jika Anda tahu bahwa Anda dapat mengatasi kegagalan dengan mudah.

Jika Anda menguasai pikiran Anda dengan benar, Anda juga percaya bahwa tidak apa-apa untuk gagal dan Anda dapat dengan mudah mengubah hasil negatif itu menjadi keuntungan Anda. Selain itu, orang lain pasti akan merasakan kepercayaan diri Anda dan mulai lebih menghormati Anda.

Saat Anda mulai menerima respon eksternal, Anda akan menjadi lebih percaya diri. Hal ini mengarah pada spiral kepercayaan positif yang akan memperkuat dirinya sendiri.

 

Menjadi nyaman saat tidak nyaman

Memberikan persentasi hanyalah salah satu contoh. Anda dapat menjadi percaya diri hampir disemua situasi negatif. Gunakan Teknik ini secara efektif yang terdiri dari 3 hal :

1. Sadarilah bahwa gagal dalam suatu atau memiliki kekurangan, tidak masalah dan itu tidak menentukan nilai diri Anda.

2. Temukan cara untuk membawa diri Anda yang menunjukkan Anda percaya diri dan mampu mengubah situasi menjadi lebih menguntungkan Anda.

3. Ingatlah bahwa orang lain akan melihat Anda seperti Anda melihat diri Anda sendiri, dan biarkan hal positif memperkuat percayaan diri Anda.

Menghormati diri sendiri adalah cara yang ampuh untuk menghadapi konsekuensi negatif. Hal ini membantu Anda untuk menjadi lebih percaya diri karena Anda tahu bahwa Anda akan baik-baik saja terlepas dari apapun hasilnya.

 

Banyak orang mencoba untuk percaya diri dengan cara mengesankan orang lain dan membual tentang hal-hal yang telah mereka lakukan dan berhasil. Dan ketika mereka menghadapi kegagalan dan punya konsekuensi negatif, rasa tidak aman lah yang akan mengambil kendali.

 

Anda harus fokus pada diri sendiri terlebih dahulu. Ubah tindakan dan pola pikir Anda sendiri untuk kebaikan Anda. Anda harus merasa nyaman dengan kekurangan Anda, mengetahui bahwa setiap orang juga memilikinya. Terima kenyataan bahwa Anda akan gagal pada suatu saat nanti, namun hal itu tidak masalah.

 

Ketika Anda mulai dengan pikiran Anda dan menguasai pola pikir Anda, Anda akan membayangkan  kata-kata atau tindakan Anda yang keluar saat Anda menghadapi situasi sulit, dan ketika Anda tahu bagaimana orang melihat diri Anda seperti Anda membayangkan diri Anda sendiri. Kepercayaan diri Anda akan meroket.

 

Sekali lagi untuk menjadi percaya diri, Anda harus merasa bahwa Anda dapat menghadapi apapun dalam berbagai situasi. Dan teknik ini hanyalah alat untuk menghadapi hasil yang negatif. Hal ini sederhana seperti memahami psikologi manusia, menjadi nyaman dengan hasil negatif, dan membawa diri Anda ada dengan harga diri dan kepercayaan diri.

 

Makin hari makin percaya diri

Mempelajari teknik ini perlu latihan, karena Anda telah mempelajari psikologi manusia, Anda sudah berada di jalan menuju kesuksesan. Jadi mulailah berlatih, jika Anda merasa terlalu terintimidasi, sulit. Cobalah hal yang sederhana seperti merubah pola pikir Anda maka sisanya akan menjadi lebih mudah.

 

Bayangkan situasi yang berbeda. Contoh : seseorang menghina Anda karena Anda terlalu pendek, tetapi Anda mengubahnya menjadi the lucon dengan mengatakan bahwa itu bagus karena Anda akan lebih cocok dengan bangku Ferari, mobil masa depan Anda. Atau kelemahan Anda yang muncul dalam percakapan tetapi Anda mengakuinya seolah itu bukan masalah yang besar.

 

Kesimpulan. Ingatlah bahwa dunia di sekitar Anda bereaksi terhadap Anda, sebagaimana Anda bereaksi terhadap diri Anda sendiri. Mengetahui hal ini membantu Anda menjadi percaya diri karena Anda bahkan dapat mengubah hasil negatif menjadi lebih menguntungkan Anda. Ketika Anda menguasai teknik ini, itu seperti sebuah medan kekuatan yang tak terlihat yang mengubah dunia menjadi lebih baik untuk Anda.

Kick Off Meeting: Apa itu, Apa pentingnya dan Bagaimana mengadakan Kick Off Meeting.

Kick Off meetingApa itu Kick Off Meeting?

Kick off meeting adalah sebuah pertemuan yang diadakan biasanya di awal sebuah proyek, atau di awal tahun. Pertemuan ini mengumpulkan seluruh orang yang terlibat dalam proyek tersebut. Kick Off Meeting bisa diadakan secara online maupun offline. Dalam meeting ini, akan diambil keputusan bagaimana sebuah proyek dilaksanankan, Mulai dari target, goal, motivasi hingga strategi.

Apa Pentingnya Kick Off Meeting?

Dalam memulai sebuah proyek, kick-off meeting adalah pertemuan yang sangat penting. Karena dalam Kick Off Meeting betujuan  memastikan setiap orang yang terlibat dalam project tersebut paham dengan jelas, apa tujuan project, menetapkan target, apa pentingnya mensukseskan project tersebut dan strategi untuk mensukseskan project tersebut. Begitu pentingnya kick off meeting, makanya banyak perusahaan mengadakan kick off meeting di awal tahun. Dalam pertemuan ini seluk beluk proyek akan dibahas, agar target yang dicanangkan dapat tercapai.

Bagaimana Cara Mengadakan Kick Off Meeting Yang Sukses?

1. Jangan Berasumsi bahwa semua orang sudah tahu

Jangan berasumsi bahwa setiap orang memiliki pemahaman mendasar yang sama. Pastikan setiap orang paham, dengan cara menjabarkan lagi poin poin penting dalam menyelesaikan proyek ini. Proses ini akan jadi lebih bermakna jika dilakukan dengan interaktif. Libatkan peserta, jangan biarkan mereka hanya duduk diam dan mendengarkan saja.

Ulangi dan tegaskan sekali lagi poin poin yang penting. Berikan kesempatan pada setiap orang untuk menuliskan solusi, ide dan terobosan baru. Jangan dihakimi, tampung dulu semua ide dan gagasan baru untuk memancing kreatifitas. Baru kemudian putuskan mana yang sesuai dan dapat diterapkan dalam proyek tersebut. Dan jangan lupa lakukan follow up dan eksekusi untuk setiap terobosan yang telah diputuskan.

2. Pastikan setiap orang punya pemahaman yang sama tentang Sukses

Pastikan goal nya jelas, ada batas waktu dan terukur. Jack Wellch, Best CEO Abad ini mengatakan, segala sesuatu yang bisa diukur, bisa ditingkatkan. Pastikan semua paham visi dan misi dari proyek tersebut. Sehingga setiap orang tau dengan jelas, apa yang harus dilakukan untuk mencapai goal tersebut dan dapat saling berkolaborasi dan bekerja sama.

3. Pastikan setiap orang memiliki semangat dan motivasi yang kuat untuk mencapai goal

Percuma punya goal, jika tidak setiap orang semnagat untuk mencapai goal tersebut. Maka pastikan setiap anggota team memiliki mindset yang positif tentang goal tersebut, memiliki tujuan dan alasan yang sangat kuat untuk mencapai goal. Maka kinerja setiap orang akan lebih maksimal dan produktif.

Begitu pentingnya motivasi, sehingga tidak jarang perusahaan menghadirkan motivator untuk memperkuat motivasi anggota team. Karena yang paling penting adalah why -nya. kalau alasan untuk sukses sudah kuat, maka akan ketemu How -nya.

Yakinkan setiap orang bahwa mereka akan melakukan hal yang benar dan mulia. Yakinkan agar mereka menaruh semua hati, tenaga dan pikiran untuk menyelesaikan proyek tersebut.

4. Akhiri dengan Komitmen

Bangun aura positif dan optimisme yang kuat. Serta keyakinan yang kuat bahwa Yakin PASTI BISA!

Dan minta komitmen dari seluruh peserta untuk menyelesaikan proyek dengan sungguh sungguh dan semangat hingga akhir. Komitmen artinya suka duka, apapun yang terjadi tetap dijalani. Jika rintangan menghadang, tetap semangat dan pantang menyerah. Meski situasi sulit , tidak medukung, tetap berjuang. Jika ketemu kegagalan, bangkit lagi, bangkit terus hingga sukses.

Selamat mengadakan Kick Off Meeting. Dan semoga proyek proyek anda dapat selesai dengan sukses.

 

 

5 Pertanyaan Yang Membantu Anda Tetap Fokus

5 Pertanyaan Yang Membantu Fokus5 pertanyaan yang bisa Anda tanyakan pada diri sendiri untuk menyederhanakan dan membantumu Fokus dengan apapun yang akan terjadi.

Ada banyak hal penting dalam hidup.

Keluarga Anda, teman-teman Anda, hobi Anda mungkin. Berolahraga dan tetep sehat. Mungkin relationship adalah hal yang penting bagi Anda, membaca, belajar untuk menjadi pribadi yang terbaik.

Namun tidaklah mudah untuk menemukan waktu untuk sesuatu yang penting itu. Terkadang dalam satu hari waktu terasa tidak cukup karena habis dengan kesibukan sehari hari. Tetapi jika Anda tidak merasa demikian ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk memusatkan perhatian di momen penting Anda.

  1. Tanyakan pada diri Anda apa 3 prioritas terpenting dalam hidup Anda saat ini?

Dengan kurangnya fokus pada hal yang penting bagi hidup Anda, menjadi mudah bagi Anda untuk menghabiskan waktu energi dan tindakan atau pekerjaan tanpa tujuan. Menghabiskan waktu pada kegiatan yang sebenarnya tidak penting buat hidup Anda dan hanya mengejar kesenangan semata.

Untuk menjaga perhatian Anda pada tempat yang tepat. Penting untuk mengingatkan diri sendiri setiap hari tentang apa yang benar-benar terpenting bagi Anda. Jadi tanyakan pada diri Anda : apa prioritas terpenting dalam hidup saya saat ini?

Tulis jawabannya pada kertas catatan dan letakan satu di meja kerja Anda, Ruang kerja Anda dan yang terakhir dir tempat tidur Anda.

2. Apa gangguan paling umum yang menghalangi saya untuk melakukan suatu pekerjaan atau kegiatan yang penting bagus saya?

Cari tahu bagaimana anda bisa mencegah hal-hal yang berpotensi untuk mengganggu waktu Anda. Bisa dengan : Membuat ponsel dalam mode senyap, menonaktifkan email/ aplikasi media sosial, menjauhkan ponsel sehingga membantu Anda untuk berkonsentrasi.

3. Apa gangguan yang membuat Anda tidak punya waktu berkualitas dengan orang –orang terdekat Anda?

Jawabanya bisa, Ponsel Anda, Game Anda, TV kabel Anda, Acara TV yang Anda tonton secara maraton dan menghabiskan waktu Anda. Kemudian cari tahu bagaimana Anda dapat mengurangi atau menghilangkan gangguan tersebut.

4. Standart sehat seperti apa yang ingin Anda capai minggu ini?

Salah satu cara cerdas untuk bisa memaksimalkan waktu Anda adalah dengan menetukan standart. Buat standart hidup sehat Anda dengan olahraga atau membatasi waktu Anda untuk melakukan kegiatan toxic bermedia sosial. Tuliskan daftar kegiatan sosial yang Anda lakukan setelah sekolah atau bekerja. Mungkin Anda terlibat dalam klub atau kegiatan yang tidak menyenangkan atau bermanfaat seperti dulu. Mungkin Anda ingin mengatur ulang prioritas Anda sedikit untuk fokus pada hal lain.

5. Apakah ada waktu luang yang digunakan tidak semestinya?

Anda pasti bunyak waktu luang yang tidak Anda sadari dan Anda gunakan dengan kegiatan yang tidak berguna seperti saat menunggu kereta di peron, Anda bisa maksimalkan dengan membaca dan menambah skill Anda.

 

Tips Memimpin Generasi Z

Manusia adalah makhluk yang unik. Beragam kebiasaan bisa kita jumpai dalam kehidupan sehari hari. Pola dan kebiasaan ini bisa kita analisa jika berdasarkan tahun kelahiran mereka. Tiap kelompok memiliki karakteristik sendir yang bisa di bedakan. Hal ini terjadi karena pengaruh lingkungan di masa hidup mereka. Dalam waktu 100 tahun terakhir setidaknya sudah ada 6 kelompok generasi manusia. Termasuk yang manakah kamu?

  1. Generasi Tradisonalis/Matures (1900-1945).  Kondisi sulit dimana serba kekurangan dan perang.
  2. Generasi Baby Boomers (1946-1964). Baby boomers kebanyakan berorentasi pada kerja keras, karir yang mapan dan konsisten. Pernah mengalami masa kekurangan dan berkeinginan untuk hidup lebih baik, demi anak cucu mereka kelak. Suka melakukan sesuatu yang konvensional, mistis dan cenderung keras kepala.
  3. Generasi X (1965-1980). Mengikuti jejak orang tua baby boomers, Gen X hidup di masa dengan konflik dan politik masa orde baru. Tidak semua anak Gen X hidup dalam kecukupan ekonomi. Gen X tumbuh dengan orang tua yang menghabiskan waktunya untuk bekerja sehingga pendidikan orang tua baby boomers untuk bekerja keras masih kental dalam prinsip Gen X.
  4. Generasi Y / Milenial (1980-1995). Masa dimana terjadinya transisi dari semua yang bersifat analog ke digital. Gen Y tumbuh di masa dimana banyak meninggalkan prinsip-prinsip lama dan menciptakan ide-ide baru sehingga bisa bepikir lebih demoratis dan toleran. Kebanyakan anak Gen Y hidup sudah berkecukupan, sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk bersenang-senang dan memiliki pemikiran jika prinsip orang tua sudah tidak relevan dengan kehidupan anak-anak Gen Y.
  5. Generasi Z (1996-2010). Perkembangan teknologi semakin cepat dan semakin baik. Anak Gen Z bagaikan tidak dapat lepas dari Gadget. Akibatnya, anak Gen Z lebih cepat dalam menerima informasi daripada generasi sebelumnya. Dari kemudahaan ini membuat anak Gen Z suka dengan hal instan. Taraf hidup Gen Z lebih baik daripada generasi sebelumnya dan didukung dengan teknologi sehingga bisa bersenang-senang sambil belajar dan bekerja, hal ini membuat Gen Z lebih kreatif dan Inovatif daripada generasi sebelumnya.
  6. Alpha (2010 – sekarang). Bagi anak dalam generasi Alpha teknologi sudah menjadi hal biasa di usia belia. Sekitar 2,5 juta Generasi Alfa lahir setiap minggu. Membuat jumlahnya akan bengkak menjadi sekitar 2 miliar pada 2025. Gen A adalah kaum terdidik. Bagi generasi ini sifat mereka belum banyak terlihat karena banyak yang masih berada bangku sekolah atau masih berkuliah.