Inilah Cara Meredam Emosi Secara Cepat dan Tanpa Masalah

cara mengelola emosi

Emosi, cinta, suka, kesal, marah, adalah hal yang biasa manusia alami. Apalagi manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan manusia yang lain. Interaksi sosial didalamnya biasa menyebabkan gejala gejala alami salah satunya emosi. Pagi pagi mood belum stabil, sudah telat karena seragam kena noda atau cangkir kesayangan pecah tersenggol adik di rumah, perjalanan macet pula.

Apapun penyebabnya, yang perlu kita lakukan hanya satu. Yaitu meredam emosi secepat dan segera mungkin agar kemarahan tidak menyebar kemana-mana. Nah untuk itu mari cari tahu bagaimana caranya untuk meredam emosi secara cepat berikut ini.

 

  1. Tarik nafas dalam-dalam.

Saat emosi memuncak, tekanan darah biasanya akan meningkat karena jantung memompa lebih cepat dan tidak beraturan. Sehingga tidak jarang menyebabkan gejala seperti sesak nafas, pusing di kepala, nyeri di dada, sakit perut dan perasaan ingin muntah.

Nah supaya emosi tidak menyebabkan pengaruh buruk kepada fisik kamu maka menarik nafas dalam dalam adalah salah satu cara ampuh untuk meredakan emosi. Prisipnya adalah dengan cara memasok lebih banyak oksigen lebih banyak kedalam tubuh bisa membantu pikiran menjadi lebih jernih, fokus dan tenang, membantu sel-sel tubuh untuk melakukan perbaikan sel dan membantu melepaskan ketegangan otot. Pejamkan mata secara perlahan kemudian tarik nafas dalam-dalam, tarik banyak udara dari hidung hingga paru paru penuh dengan oksigen dan keluarkan perlahan dari mulut, ulangi hingga lima atau kamu merasa lebih baik. Begitulah caranya.

 2. Berjalan-jalan sejenak.

Saat emosi sedang memuncak, cobalah untuk bangkit dari kursimu dan coba untuk berjalan jalan sejenak menjauh dari sumber penyebab emosi Anda. Olahraga bisa menjadi alternatif untuk menjadi sarana penghilang stress dan emosi yang cukup ampuh. Anda bisa memilih banyak alternatif olahraga seperti berjalan kaki atau olahraga ringan bisa membantu kamu untuk melepaskan endorfin atau yang disebut hormon bahagia. Berjalan menjauh sumber kekesalan bisa membantu kamu untuk berpikir lebih jernih dan juga bisa membantu memberi pandangan pandang baru yang mungkin bisa memberi solusi untuk masalah yang kamu hadapi. Tak perlu lama-lama berjalan 5 menit kelur ruangan suah cukup untuk memberi kamu ketenangan

 3. Tekan titik tertentu di tubuh.

Sepeti sedang melakukan akupuntur, menekan titik tertentu di tubuh bisa merilekskan sistem syaraf. Saat emosi atau stress, saraf akan menegang. Untuk bisa mengembalikannya, anda bisa menekan titik utam di kepala, wajah atau lengan yang dekat dengan kumpulan syaraf. Cara paling mudah dengan menekan bagian dalam telapak tangan yang terletak diantara ibujari dan telunjuk. Tekan dengan ibu jari dan rasakan tekannya. Diamkan selama kurang lebih 10 detik dan ulangi cara yang sama pada telapak tangan yang lainnya. Anda juga bisa menekan berbagai tempat ditelapak tangan cukup dengan ibu jari.

 4. Peregangan otot yang tegang.

Untuk meredam emosi kamu bisa merilekskan semua otot yang tegang. Cara ini mudah dan bisa dilakukan kapan saja. Dipastikan kegiatan ini bisa melepaskan hampir semua otot yang tegang yang Anda rasakan dalam tubuh Anda dalam hitungan detik. Dan hasilnya tubuh Anda bisa lebih tenang dan mampu mengatasi situasi dengan kepala dingin. Caranya mudah, regangkan semua persendian dari kepala hingga kaki, kamu bisa melakukan gerakan memutar bahu ke belakang perlahan, putar leher searah jarum jam, lemaskan kaki dengan meluruskannya, atau dengan memutar badan untuk melemaskan otot pinggang dan panggul Anda.

 5. Dengarkan musik yang menyenangkan.

Ritme internal tubuh manusia itu ternyata mengikuti sebuah ritme musik yang Anda dengar. saat Anda marah, cobalah dengan mendengarkan musik yang menyenangkan. Dengan sendirinya tubuh akan mengikuti ritmenya. Imbasnya nafas detak jantung anda Akan melambat kembali ke kondisi normal dan rileks.

 

Penulis

Paul Wawan

Creative Marketing Motivasi Indonesia & Human Psicology Enthusiast

Bagaimana Cara Melakukan Sales Planning Yang Benar di tahun 2022 ini

Saes Planning ala Christian Adrianto Motivtor & Sales CoachSales Planning

Setiap orang dalam team kita punya angka yang berbeda beda. Maka ajak setiap orang dalam team kita untuk membuat daily planning. Dan setiap orang harus CUSTOMIZED PLAN.

Karena setiap orang memiliki skill dan pegaulan yang berbeda, sehingga setiap orang dalam team kita bisa perform.

Untuk melakukan Planning ada beberapa hal yang wajib diperhatikan

  1.  Right Activity

Sebagai manusia kita cenderung mengerjakan hal yang kita suka. Tapi bahayanya adalah kalau yang kita suka bukan hal pokok yang membuat kita capai target. Serajin-rajinnya seseorang kalau rajin melakukan hal yang tidak tepat, tidak akan mungkin bisa cpai target.

Apa saja activity yang tepat?

  1. Leads (Bank Nama)
  2. Telephone (Buat janji ketemuan baik face to face, zoom, video call dll)
  3. Bangun Rapport ( bangun keakraban dengan pelanggan)
  4. Presentation & Objection
  5. Close
  6. Delivery
  7. Service
  8. Follow up & Cross Sell
  9. Referensi (Leads)

 

 2. Right Number

Jumlah yang tepat. Setiap orang memiliki jumlah yang berbeda beda. Diskusikan dengan setiap individu dalam team anda, jumlah mereka berdasar prosentase sukses dan volume mereka.

 

3. DKK  : Disiplin, Komitmen, Konsistensi

Yang namanya Plan =  Activity + Tanggal & Jam

Plan adalah apa yang harus dikerjakan dalam jumlah yang telah direncanakan dan ada tanggal serta jam pelaksanaan.

Misalkan

20 jumlah telpon, dilakukan tanggal & jam berapa saja

10 jumlah presentasi, dilakukan tanggal & jam berapa saja

 

Kalau tidak ada tanggalnya, namanya kapan kapan.

Kalau kapan kapan, tergantung mood.

Dan namanya mood, tidak akan bisa konsisten, kadang naik, kadang turun.

Kalau tidak konsisten, tidak bisa disiplin.

 

Maka jadwalkan activitynya ada jam, ada tanggal.

Disiplin adalah melakukan yang harus dilakukan walaupun lagi ngga ada mood.

 

If You Serious about your Success, You need to PLAN.

Penulis: Christian Adrianto Motivator & Sales Coach

Beliau telah meng-coach lebih dari 300.000 orang dan membantu lebih dari 500 perusahaan dalam meningkatkan omzet dan sales.

Christian Adrianto Motivator & Trainer

16 Kebiasaan yang merusak Mental kamu

Kebiasaan kebiasaan ini merusak mentalmu

  1. Terus menghakimi diri sendiri atas kesalahan atau kegagalan dimasa lalu.
  2. Tidak jaga makan, jarang minum air putih, tidak cukup tidur, tidak pernah olahraga.
  3. Perfeksionis berlebihan dan terlalu keras pada diri sendiri.
  4. Overthinking dengan segala hal diluar kendali.
  5. Sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain di media social.
  6. Masih bertahan dalam toxic relationship.
  7. Selalu menuruti keinginan orang lain dan mengesampingkan kebutuhan diri sendiri (People Pleasing)
  8. Selalu menyangkal atau menekan emosi negatif.
  9. Terlalu menggantungkan kebahagiaan pada orang lain.
  10. Selalu berbicara atau memberi label negatif pada diri sendiri.
  11. Membiarkan diri stess dan cemas berlebihan akan hal hal yang belum tentu terjadi.
  12. Tidak mau minta bantuan pada saat membutuhkannya.
  13. Merasa kesepian tapi selalu mengurung diri dari kehidupan sosial yang mendekat.
  14. Menjadikan penilaiaan atau ekspetasi orang lain sebagai pedoman hidup.
  15. Tidak menggangap diri penting dan perlu diperhatikan.
  16. Tidak pernah mengapresiasi diri sendiri.

Penulis Paul

Kebiasaan Toxic yang “Di-Normalkan” dan parahnya sering dilakukan

Kebiasaan Toxic

Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari manusia lainnya. Namun masalahnya manusia punya kecenderungan untuk menyakiti manusia yang lainnya entah dengan sikap mereka atau perkataan mereka atau disebut dengan kebiasaan toxic. Hanya karena banyak orang melakukan kebiasaan ini, bukan berarti kebiasaan ini baik dan boleh dilakukan.

Nah, berikut ada beberapa kebiasaan yang sebenarnya toxic namun dianggap normal:

  • Menganggap sepele masalah orang lain.

Kebiasaan ini adalah kebiasaan yang sering terjadi dan paling sering dilakukan oleh kita. Kenapa kita menganggap sepele masalah orang lain, alasannya karena :

  1. Kita merasa ada masalah yang lebih besar.
  2. Kita tidak pernah mengalami masalah yang sama.

Namun bagi mereka yang pernah mengalami masalah ini nyata dan sangat berdampak besar bagi korbannya, yang pasti bukan masalah sepele.

  • Mengadu nasib buruk

Ada teman kamu yang lagi cerita nasib buruk yang sedang dia alami sekarang, bukanya membantu malah membalas dengan kata – kata “masih mending dulu saya bla bla bla”. Sama seperti point pertama yang menyepelekan masalah orang lain.

  • Mengatakan kata “Ah, baperan amat..”

Hati hati dengan kata yang kita keluarkan, orang mendengarnya bukannya terbantu tapi malah jadi tersinggung, marah, kesel. Kemudian kita membela diri dengan mengatakan “yaelah baperan amat, bercanda doang..” hal ini sering terjadi, paling banyak terjadi di media sosial. Dimana orang komen gak dipikir.

  • Mengatakan kata “gendutan ya”

Hentikan.. orang yang kamu omongin seperti ini juga pasti tahu jika dirinya gemukan. Dia setiap hari melihat dirinya dikaca. Terus kamu berkomentar seperti ini tujuannya untuk apa? Menyadarkan? Mengingatkan? Stop deh..

  • Bertanya “Kapan nikah”

Sekali nanya boleh deh, tapi kalo setiap ketemu bertanya seperti ini kan bikin orang kesel dipikir salah kali ya jika belum nikah? Dan bisanya pelakunya ya keluarga sendiri.. “nikah gak segampang itu” ada banyak hal yang harus dipersiapkan, memang yang nanya mau biayain? Masih belum kuat finansial, belum cocok jodoh, diomongin lagi. Pertanyaan “kerja apa” tuh juga sama.

 

Silahkan kamu punya ekspektasi. Tapi ekspektasi kamu jangan dipaksakan ke orang lain ya..

 

Penulis

Paul Wawan

Creative Marketing Motivasi Indonesia

Merasa tertekan? Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan

Bagaimana mengatasi DepresiApakah kamu merasakan ada rasa tidak enak di perut?

Kamu merasa pusing di kepala?

Atau perasaan berat di dada?

Ada pikiran kalut di kepala?

Apakah kamu merasa ada kesedihan yang berlarut-larut?

Apakah kamu merasa seperti ingin lari dari hidup ini?

Itu artinya kamu dalam masa depresi.

 

Depresi adalah masalah Global yang membawa seseorang untuk mati bunuh diri. Orang lain tidak dapat mengutarakan atau mengungkapkan pikirannya dengan orang lain ketika mereka di bawah tekanan depresi.

 

Depresi adalah suatu keadaan dalam pikiran. depresi bisa berupa gangguan mental sesaat, depresi melibatkan pikiran negatif sehingga bisa menguras energi antusiasme. ada perbedaan antara kesedihan depresi kesedihan hanya untuk waktu yang singkat

 

sedangkan depresi untuk waktu yang lebih lama. kesedihan adalah perasaan sesaat sedangkan Depresi adalah perasaan negatif yang berulang di luar Kendali manusia. Jadi bisa dibilang depresi adalah hasil dari kesedihan. Depresi adalah tahap kesedihan yang tak terkendali di mana orang berulang kali memikirkan masa lalu pengalaman mereka yang membuat mereka sedih.

 

Berikut ini beberapa gejala dari depresi merasa tidak berharga tidak berdaya, meragukan kemampuan, cepat lelah, kehilangan minat dalam suatu pekerjaan atau kegiatan, rasa jengkel terisolasi yang tak terkendali, gangguan pola makan, gangguan tidur untuk waktu yang lama.

 

Penyebab depresi

Ada banyak sekali penyebab depresi namun Faktor yang paling berpengaruh diantaranya adalah perubahan, ketidakpastian, kompleksitas, ambiguitas. Biasanya orang itu sangat nyaman dengan kepastian Oleh karena itu mereka tetap berada di zona nyaman mereka yang tidak mengarah pada pertumbuhan manusia ketika orang berambisi untuk tumbuh mereka menghadapi banyak tantangan. mereka akan sulit untuk mengelola hal itu sehingga mengarah pada depresi. Pertumbuhan dalam bidang teknologi juga salah satu faktor penyebab depresi. Orang-orang bagaikan budak teknologi mereka tidak menggunakannya dengan bijaksana. Banyak orang yang membandingkan diri mereka atau orang lain dengan prestasi orang di luar sana imbasnya mereka hanya mengalami depresi karena ketidakmampuan mereka untuk bertumbuh. Ada juga seseorang mengalami depresi karena riwayat keluarga, dituntut untuk menjadi seseorang yang lain di luar kemampuannya.

 

Bagaimana cara mengatasi depresi?

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan depresi. Kesalahannya hanya pada gagal dalam mengidentifikasi mengambil tindakan tepat waktu. seperti penjelasan sebelumnya, Depresi adalah keadaan pikiran di mana orang bingung dengan pikiran negatif atau sesuatu yang tidak menyenangkan. Jadi jika mereka mengambil tindakan atau action tepat waktu dengan mengubah pikiran negatif mereka menjadi pikiran positif, mereka akan mampu Mengatasi depresi.

 

  • Percaya diri optimis, Kepercayaan adalah kekuatan dalam hidup oleh karena itu Percayalah pada diri sendiri.
  • Jangan terlalu over Sensitif atau peka terhadap masalah, sebab masalah itu adalah bagian dari hidup.
  • Jangan malu untuk mengungkapkan depresi Anda kepada orang lain, bicarakanlah dengan teman atau kerabat untuk mengekspresikan emosi perasaan diri Anda. jangan masuk ke lingkaran setan sebaiknya Anda bergaul dengan orang-orang positif. Pilihlah teman yang sehat kenakan pakaian yang nyaman untuk menciptakan Aura positif.
  • Lakukan hal-hal yang membuat Anda bersemangat energik
  • Buatlah tujuan Anda fokuslah pada tujuan Anda. Jika perlu bagi tujuan anda menjadi tujuan jangka panjang tujuan jangka pendek. kemudian bagi lagi tujuan jangka pendek anda menjadi tujuan harian kerjakan secara teratur. Hal ini membantu anda menjadi fokus terhindar dari depresi.
  • Luangkan banyak waktu dengan alam.
  • Lakukan banyak hobi-hobi kreatif.
  • Lakukan latihan pernafasan setiap hari saat Anda menari menghembuskan napas dalam-dalam lebih banyak oksigen masuk ke dalam pikiran Anda sehingga meredakan ketegangan kecemasan anda.
  • Perbanyak kegiatan fisik di luar rumah daripada kegiatan virtual.
  • Lakukan olahraga meditasi secara teratur untuk mengontrol emosi pikiran kurangi asupan alkohol kafein.
  • Perbanyak partisipasi di kegiatan sosial atau kelompok. perbanyak pelayanan kemasyarakatan selama waktu senggang anda hal ini memberi Anda kepuasan memberi Anda makna yang luar biasa terhadap hidup anda.
  • Perbanyak asupan sinar matahari seperti berjemur. memberi Anda vitamin D memperkuat tulang anda.
  • Perbanyak istirahat untuk tubuh anda pikiran anda dengan tidur yang cukup.
  • Gunakan teknologi dengan bijak Teknologi memang penting untuk memperbarui meningkatkan diri Anda tetapi jangan sampai kecanduan dengan teknologi.
  • Jangan khawatir dengan kegagalan karena itu adalah suatu kebetulan catatan untuk kesuksesan Anda selanjutnya. Jangan khawatir dengan hasilnya selama anda telah memberikan kontribusi terbaik yang bisa anda berikan.
  • Jangan bandingkan prestasi anda dengan orang lain. Sebab kesuksesan bagi sebagian orang bisa datang lebih cepat, untuk yang lainnya kesuksesan Datang Terlambat tetapi yang pasti kesuksesan pasti datang ketika anda bekerja keras mengupayakan nya tanpa henti.
  • Kembangkan sikap positif dalam menghadapi tantangan.
  • Miliki hati yang besar untuk memaafkan orang lain.
  • Hindari bekerja yang berlebihan.
  • Pastikan keseimbangan dalam kehidupan bekerja.
  • Konsultasikan kepada orang yang ahli, jika anda merasa sulit untuk Anda tangani atau ada kecenderungan untuk bunuh diri.
  • Orang yang depresi membutuhkan bahu untuk menangis. Jika anda menemui seseorang yang sedang depresi, luangkan waktu bersama mereka gunakan humor dengan hati hati.
  • Orang sering memberikan prioritas yang salah yang mengarah ke berbagai rintangan. Anda harus belajar untuk menyeimbangkan kehidupan pribadi, profesional, sosial untuk memberikan makna bagi kehidupan anda. dalam kehidupan pribadi anda, saya menekankan Kesehatan sebagai hal yang pertama jadikan pendidikan yang kedua kekayaan yang ketiga. hanya jika ketika Anda sehat anda akan mendapat pendidikan, jika anda mendapatkan pendidikan kesehatan maka anda mendapatkan kekayaan dengan mudah.

 

Hidup itu penuh pasang surut. Ada musim gugur ada musim semi, ada tanjakan ada turunan. pahami fakta ini hiduplah cara seimbang. Jangan terlalu sedih dengan kegagalan jangan terlalu senang dengan keberhasilan. Tangani depresi dengan pikiran yang tenang sebab Depresi adalah gangguan mental yang dapat ditangani dengan mudah.

 

Penulis Paul Wawan

Creative Marketing Motivasi Indonesia

3 pola pikir yang akan meningkatkan skill Marketing Anda

mindset positif3 pola pikir yang akan meningkatkan skill Marketing Anda

 

Saya memiliki seorang sahabat lulusan suma cum laude dari universitas negeri terbaik di Indonesia, memiliki gelar sekolah luar negeri di bidang pemasaran, mempunyai pengalaman 10 tahun bekerja di perusahaan dengan kelas Internasional, sedang memulai sebuah bisnis sendiri, dia berpikir jika memasarkan diri sendiri tentu akan sangat mudah jika melihat background yang sudah dia miliki.

Ternyata tidak semudah yang dia bayangkan. Dengan cepat kita sadari bahwa memasarkan orang lain, produk atau layanan orang lain itu lebih mudah dibandingkan memasarkan keterampilan Anda sendiri.

Sebabnya

ketika Anda memasarkan orang lain, produk atau layanan orang lain, Anda tidak memiliki kekawatiran seperti “Apa yang dipikirkan oleh orang-orang?”

“Siapakah saya ini?”

“Bagaimana jika orang-orang tidak menginginkan saya atau barang-barang saya?”

Saya ingatkan kembali jika Mindset adalah sebuah kunci untuk bisa berhasil dalam memasarkan Anda atau bisnis Anda. Ada tiga hal mengubah Mindset ini yang akan membantu Anda meningkatkan pemasaran menggaet banyak klien.

1. Anda bukan satu satunya Ahli

Seringkali Anda berpikir untuk mempromosikan diri Anda sendiri atau bisnis Anda, Anda khawatir untuk mencoba tampil sebagai seorang ahli. Hal ini yang membuat Anda menahan diri bermain secara kecil kecilan. Anda mungkin berpikir banyak Ahli di luar sana, hal apa yang membuat Anda berbeda?, mengapa pelanggan harus mendengarkan Anda?, Anda merasa tidak punya apa pun dan berpikir jika Klien Anda lebih Ahli daripada Anda. Jika Anda tidak tahu apa yang sedang Anda bicarakan dan imbasnya akan mempermalukan diri di depan klien.

Kabar baiknya adalah Anda masih punya banyak ruang (market; pasar) yang masih akan bersisa jika semua orang orang Ahli di semua bidang dikumpulkan dalam ruang tersebut.

Contohnya adalah : Anda punya warung Soto favorit di pinggir jalan. Pasti Anda tahu banyak warung Soto yang berdiri di sekitar lokasi Anda. tetapi mengapa Anda memilih Soto langganan Anda? Ya, jawabannya adalah karena Sotonya Enak!

Warung warung itu bekerja membuat produk yang sama : Soto, tetapi bukan berarti resep, bumbu, teknik memasak, pelatihan, pelayanan, bahan masakan, bahkan hingga ke senyum pegawai dilakukan dengan cara yang sama, mereka semua bisa melakukannya dengan cara yang berbeda.

Hal ini berlaku untuk Anda Bisnis Anda. Pendidikan, pengalaman, pelatihan, relasi, latar belakang kepribadian Anda berdampak pada apa yang Anda bagikan kepada orang lain, bagaimana dampaknya kepada Anda yang membuat Anda berbeda dengan orang pakar-pakar lain di luar sana. Namun bukan berarti bahwa ciri khas ini tidak bisa ditiru atau dibagikan, Anda tidak bisa mengatakan bahwa Anda adalah satu satunya Ahli atau seseorang dengan cara/teknik/barang/jasa yang paling benar. Anda hanya menambahkan “Anda” dalam bisnis Anda.

 

2. Tidak semua orang akan menyukai Anda.

Saya memiliki ketakutan bahwa seseorang mungkin tidak menyukai saya atau apa yang saya katakan sering muncul dalam benak saya saat saya berdiri tampil di atas panggung. tetapi seiring waktu saya terbebas dari ketakutan ini.

 

Khawatir dengan apa yang dipikirkan orang tentang Anda atau khawatir jika orang lain mungkin tidak menyukai Anda adalah salah satu alasan utama seorang pengusaha tidak menunjukkan wajah mereka sesering yang seharusnya. Bahkan hingga sama sekali tidak menunjukkan dirinya atau memperkenalkan sebagai owner. Namun saran saya Anda harus menunjukkan wajah Anda ini adalah cara sempurna untuk memastikan Anda menarik minat orang orang di sekitar Anda.

 

ketika orang orang melihat saya di media sosial, atau melihat saya tampil di atas panggung, saya benar benar menjadi sosok yang autentik. Orang orang melihat saya sebagai diri “saya” yang sebenarnya, orang-orang dapat melihat diri saya menilai apakah saya layak untuk mereka atau tidak. Jika saya tidak layak untuk mereka, tidak apa-apa.

 

Dengan tampil, saya memberi mereka (klien) berkesempatan untuk mengenal saya memutuskan bekerja dengan saya. bahkan jika saya tampil dengan autentik maka mereka bisa mengerti siapa saya seperti apa saya, sehingga jika mereka bekerja dengan saya mereka tidak akan kecewa. Oleh karena itu saya bekerja dengan orang yang tepat.

 

3. Apa hal buruk yang mungkin bisa terjadi.

Saya memiliki pepatah “Apa yang terburuk bisa terjadi? Saya selalu ingat bertanya pada diri sendiri jika setiap kali takut dalam melakukan sesuatu atau takut untuk dianggap sebagai seorang Ahli. Jadi mari kita ambil sebuah contoh : berbicara adalah cara yang bagus di mana Anda dapat dilihat sebagai seorang ahli, membuat diri Anda keluar mengembangkan suatu bisnis.

 

tetapi katakanlah Anda takut untuk berbicara. Saya ingin Anda berhenti sejenak, berpikir menuliskan hal buruk Apa yang bisa terjadi? Jadi sekarang saatnya untuk mendengarkan otak primitif kita yang suka menempatkan diri kita dalam spiral ketakutan keraguan, saya ingin Anda mendengarkannya sebentar menuliskan apa yang dikatakan otak primitif Anda kepada Anda. Contohnya adalah dalam otak primitif saya saya sering berpikir bagaimana jika saya jatuh dari panggung, atau saya lupa dengan kata-kata saya, atau bagaimana jika ada penonton yang tahu lebih banyak daripada saya.

 

kemudian setelah saya membuat daftar segala sesuatu yang dapat terjadi pada saya, hal hal yang salah, saya ingin Anda berpikir tentang “Apa yang Anda lakukan jika hal-hal itu terjadi?”

– Apa yang saya lakukan jika saya lupa kata-kata saya. Yah, sebenarnya tidak akan ada yang tahu. Anda bisa melakukannya seperti saya. Contoh saya bisa berkata kepada Audience “karena serunya saya sampai lupa apa yang mau saya katakan” acara terus berjalan, tidak akan ada yang mati, tidak akan ada petir yang akan menyambar ke atas panggung jika saya lupa dengan kata kata saya. yang paling penting adalah latihan.

 

Jika Anda memikirkan hal-hal yang bisa salah apa yang Anda lakukan kepada Klien Anda, kemudian Anda menuliskan apa yang Anda lakukan untuk mengatasi kesalahan Anda? Anda segera menyadari bahwa semua hal yang Anda takuti pernah menghentikan Anda untuk menempatkan diri Anda keluar mencari klien baru, atau menawarkan diri berbicara di depan klien atau diwawancarai dalam sebuah podcast. seperti yang Anda lihat pemasaran yang kami lakukan untuk diri kami sendiri berarti menempatkan diri kami di luar sana bisa saja menakutkan, tetapi alih-alih membiarkan rasa takut itu menghentikan Anda, bersandarlah padanya muncul pelanggan sempurna Anda sedang menunggu Anda !

 

Penulis Paul Wawan

Creative Marketing Motivasi Indonesia

4 Tips berguna yang mungkin belum Anda dengar

4 tips berguna dalam  hidupHidup itu bagaikan medan pertempuran, kita harus terus berjuang sampai waktu yang kita tentukan tiba. Jadi, dalam artikel ini, saya akan memberikan beberapa tips hidup terbaik yang (mungkin) belum pernah Anda dengar sebelumnya.

Lets go!

 

  1. Jadilah sosok yang mandiri

Ratusan juta orang membuat kesalahan ini. Banyak orang yang bergantung pada orang lain. “dia akan menyelesaikannya untukku” “aku akan kerjakan nanti saja ah” Anda sangat bergantung pada orang lain, coba tebak Anda membuat kesalahan besar.

Jika kamu bergantung pada orang lain dan mungkin karena waktu, orang yang membantu Anda berubah. Sayangnya kamu sudah terlanjur bergantung kepada mereka yang membantumu, dan hasilnya kekecewaan, janji yang berujung pada kegagalan.

 

Kepada siapa kamu harus bergantung? Siapa orang yang tanpanya Anda tidak dapat menyelesaikan sesuatu dalam hidup Anda? Siapa orang yang dapat anda percaya ketika Anda membuat sebuah kesalahan besar? Dan memulai hari, yang harus Anda lakukan hanyalah menambahkan awalan – bagaimana jika!

 

“Bagaimana jika teman saya berhenti membantu saya, bagaimana jika saya dikecewakan oleh orang yang saya percayai dengan hidup saya, bagaimana jika mereka mengabaikan saya dan menolak saya”. Seperti sebuah rumah bergantung seperti sebuah pilar yang nyokong/menahan atap rumah. Pilihlah pilar yang kuat yaitu dirimu sendiri dan Tuhan.

 

2. Kasihanilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri

Kita hidup di dunia dengan jumlah penduduk lebih dari 7,6 milyar jiwa. Hidup bersama dengan berbagai latar belakang, kemampuan, sifat, intelegensi yang berbeda satu dengan yang lain. Namun kenapa ada pembunuhan, kemiskinan, keserekahan, irihati, penghianatan kekecewaan dll ada di dunia? Apakah karena kita membenci diri sendiri? Apakah karena kita berpikir jika saya baik baik saja maka semuanya baik baik saja? Anda hanya peduli dengan diri sendiri, egois Anda memiliki sesuatu tapi Anda tidak bisa memberi. Inilah ciri ciri 90% manusia di bumi. Banyak orang akan berkata “pergi dari sini pengemis, kamu hanya menyia nyiakan masa mudamu,  dan saya tidak punya sepeser pun yang bisa saya berikan kepadamu.” Kenapa kita begitu kejam? Berikut ini adalah tips yang bisa kamu lakukan:

 

Tidak peduli apa yang Anda miliki, tidak peduli seberapa sedikit atau dengan cara apa Anda dapat membantu. Bantulah orang lain, tunjukan cinta Anda kepada mereka, cintai mereka seperti diri Anda sendiri. Jangan lupa ini: pengemis hari ini, tidak berpendidikan, punya hutang, miskin dll, nanti bisa menjadi orang yang hebat di dunia besok.

 

3. Memiliki mindset bertumbuh

Mindset bertumbuh adalah hal penting yang membuat seseorang dapat sukses dadan melangkah jauh dalam hidup. Dan sebaliknya jika seseorang yang memiliki pola pikir stagnansi memiliki potensi melemparkan dirinya kedalam bahahaya kehidupan.

 

Ciri dari sesorang yang memiliki pikiran stagnansi adalah mereka hanya meyakini dengan sebatas keyakinan yang mereka miliki saat ini. tidak ada perkataan orang di bumi yang dapat mengubah pola pikir mereka, mereka adalah yang paling terdidik di dunia sehingga mereka tidak perlu belajar lebih jauh.

 

Pertanyaanya apakah Anda memiliki mindset bertumbuh atau stagnan?

 

Orang dengan mindset stagnan tidak tahu apa-apa. Anda tidak boleh memiliki mindset stagnan. Selalu bersedia untuk belajar dan tumbuh dengan kerendahan hati. Kesombongan tidak bisa membawamu kemana-mana.

 

4. Maafkan semua orang dan berikan mereka kesempatan kedua sebanyak mungkin.

Banyak orang yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan kebahagiaan dan kedamaiaan. Namun sebenanrnya kebahagiaan tidak ada disana dan ketenangan pikiran  pun juga tidak ada.

 

Mengapa demikian? Karena pada dasarnya mereka memiliki banyak dendam terhdap orang orang yang mnyinggung mereka. Ya, saya tahu jika perbuatan yang menyakitkan tersebut membekas di hati , namun apakah pantas dengan memendam kebencian? Tapi taukah, apa dampak dari memaafkan bagi Anda?

Penulis paul Wawan

Creative Marketing Motivasi Indonesia

 

HOW TO MANAGE SALES TEAM TO ACHIEVE TARGET? – Strategi Manage Sales Team untuk Capai Target

HOW TO MANAGE SALES TEAM TO ACHIEVE TARGET?

Training Selling SkillJay Abraham, The marketing genius berkata

“ Selling is Process.”

Maka dari itu, manage people to follow the process step by step untuk mencapai target. Tidak mungkin capai target kalau tidak ikuti prosesnya step by step.

Masalahnya jika prosesnya tidak jelas. Apa yang mau di manage?

Bayangkan anda mau membangun sebuah gedung. Anda tidak tau prosesnya. Ada 200 tukang, mereka tidak tau apa yang harus dikerjakan. Apa yang harus di manage?

 

Maka sebelum melakukan tugasnya, buat plan untuk hal yang harus dilakukan day by day.

 

Understand The Process

Secara umum sales proses bisa beda beda. B to B tentu berbeda dengan B to C. Tapi secara garis besarnya sama.

 

“Selling is process.

Process is measurable.

Anything that is measurable can be improved.”

–          Jay Abraham

Jay Abraham dalam seminarnya mengatakan measure your process. Peserta seminarnya ada yang dari Singapore, Hongkong, berbagai negara. Ada yang presiden director bank besar, senior executive dari perusahaan besar.

Mereka berkata, “Jay materi kamu terlalu dangkal. Tentu saja kami ukur semuanya.

Kami tau cabang mana yang pertumbuhannya paling pesat. Kami juga tau produk apa saja yang paling laris. Kami tau siapa orang yang capai target, siapa yang tidak capai target.”

 

Jay Abraham hanya tertawa dan ia berkata, “Itu adalah kesalahannya. Mengukur hasil tidak meningkatkan hasil. Measure the process, not the result”

 

Contoh, ada 2 toko sepatu. Dari perusahaan yang sama, produk yang dijual juga sama. Hanya beda lokasi, tapi keduanya berada di lokasi yang sama sama ramai.

Toko Sepatu A

Setiap minggu mampu menjual 10 sepatu.

Toko Sepatu B

Setiap minggu mampu menjual 10 sepatu.

 

Owner tidak puas. Ia berkata, “minggu depan naik ya jadi 13 sepatu.”

Toko A dan Toko B berkata, “Siap bos!!”

“Gimana caranya?”

“Kami akan lebih semangat lagi bos. Kerja lebih rajin. Pantang menyerah!!!”

Minggu depan apakah naik?

Ternyata tidak naik.

Mengukur hasil saja sulit untuk meningkatkan hasil.

 

Tapi jika kita ukur proses.

Toko A

Pengunjung datang 100 orang

Menjual 10 sepatu

Maka success rate 10%

 

Toko B

Pengunjung datang 20 orang

Menjual 10 sepatu

Maka success rate 50%

 

Kesimpulannya toko A lebih ramai pengunjung, dan Toko B SPG nya lebih jago jualan, lebih semangat, melayani dengan lebih baik.

Jika anda adalah manager toko sepatu A, maka anda tahu bagaimana meningkatkan penjualan?

Mana yang lebih masuk akal untuk ditingkatkan di toko A?

Tentu saja success rate nya.

Kira kira berapa % success rate bisa ditingkatkan?

Anda mungkin ada yang menjawab 20%, 30%, tapi saya yakin kebanyakan anda akan berkata 50%. Dari mana angka ini?

Karena sudah ada toko yang berhasil  mencapai success rate 50%. Maka toko A perlu belajar dari toko B, apa yang dilakukan agar orang  yang datang berkunjung lebih banyak yang beli barang. Pelajari detailnya bagaimana toko B melayani pelanggan, beda cara, beda hasil.

Dan Toko B belajar dari toko A, bagaimana caranya agar pengunjung ramai.

 

When the process improved, the result is improve.

 

Toko A, jika success rate naik katakan 30% saja, ngga usah muluk muluk maka penjualan naik jadi 30 pasang sepatu. Artinya naik 3 kali lipat.

 

Toko B, jika jumlah pengunjung naik jadi 70 pengunjung saja. Maka penjualan naik 35 sepatu. Naik 3 kali lipat.

 

Kelihatannya sederhana, namun prakteknya sulit.

Karena orang sales itu beda.

Jika orang pabrik, mau buat mie, prosesnya jelas.

Tepung di mix dengan telur, garam dan air.

Kemudian di aduk, dicetak sehingga bentuk panjang-panjang, di oven, di dinginkan kemudian dipotong, dibungkus.

Kalau pabrik mie semua jelas, ada takarannya, ada waktunya, di oven ada suhunya.

Tapi dalam penjualan ngga jelas prosesnya, ngga ada angka, ngga ada takaran seperti pabrik mie.

Orang sales tidak terbiasa ukur proses dan tidak biasa bikin laporan.

Jumlah presentasi berapa, hasilnya berapa?

Jumlah telpon berapa, hasilnya berapa?

Jumlah kunjungan berapa, hasilnya berapa?

 

Kendalanya sudah kebiasaan susah disuruh bikin laporan, dan ditambah managernya juga menyerah karena lelah karena mereka tidak juga terbiasa.

Tapi kalau tidak tau dari sisi mana yang perlu diperbaiki, apa dasar untuk anda memanage team anda?

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Trainer & Motivator

Telah dipercaya oleh lebih dari 500 perusahaan, Berpengalaman selama lebih dari 16 tahun di dunia training dan motivasi. Telah diundang di berbagai stasiun TV nasional sebagai narasumber, seperti Metro TV, TV One, Kompas TV, TVRI, Trans 7, Sindo TV dll. Berhasil meningkatkan penjualan di berbagai perusahaan mulai dari retail, hingga B2B.

APAKAH CAPAI TARGET MUDAH?

 

Training sales leadership

Semua orang pasti menjawab NO!!!

Kenapa?

Karena apapun bisnis anda, akan selalu ada yang namanya PROBLEM.

 

Problem 1 : Competitor

Competitor akan selalu berusaha lebih unggul, dan berusaha menyerang titik lemah kita.

 

Problem 2 : Market

Market kita, situasi ekonomi, ini diluar kontrol kita. Kadang baik, kadang lesu.

 

Problem 3 : Customer

Calon customer kita ada yang sudah punya pilihan lain, calon customer kita mungkin lebih akrab dengan sales dari competitor, sehingga meski produk kita lebih baik, ia segan untuk ganti. Calon customer kita kadang lebih pilih competitor dll.

 

Problem 4 : Sumber daya

Sumber daya yang kita miliki kadang tidak cukup untuk mencapai target. Kadang budget kita terbatas, kadang kualitas dan kuantitas SDM kita tidak cukup, dll.

 

 

Sales manager digaji untuk mencapai target.

Dan kita semua telah dewasa untuk menyadari bahwa target harus tercapai apapun yang terjadi.

Namun problem akan selalu ada.

Target dapat tercapai jika anda menyelesaikan masalah.

Jadi anda digaji untuk solve the problem agar target tercapai.

Bukan menjadikan problem sebagai alasan.

 

Anda bisa solve the problem jika

  1. Tau akar masalahnya
  2. Solusinya

 

Jadi jangan lapor kepada atasan : “Susah pak, banyak problem…”

Karena itu adalah bukti bahwa anda tidak kompeten untuk digaji. Karena anda digaji untuk problem solve, bukan melaporkan problem.

 

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Sales Trainer yang telah dipercaya lebih dari 500 perusahaan, salah satu yang terbanyak di Indonesia. Maka tidak heran beliau disebut – sebut sebagai Raja Inhouse training. Program pelatihan beliau simple, mudah dipraktekkan, namun powerfull dan terbukti telah berhasil meningkatkan penjualan. Rekor beliau adalah berhasil meningkatkan penjualan hingga 4.000% di masa PPKM Darurat, dimana orang lain omzet terganggu.

Leadership : 7 Strategi Memanage Resources dalam Mencapai Target

 Pelatihan LeadershipSebagai Sales Manager, tugas utamanya adalah mencapai target. Tentunya untuk mencapai target ada sumber daya untuk di manage. Dan bagaimana cara memanage agar bisa capai target?

1.      Budget

Budget yang kita dapat tergantung dari 2 hal

  1. Kemampuan perusahaan untuk memberikan budget
  2. Kemampuan mamager untuk minta budget

Kendalanya adalah banyak manger yang ketika Raker budgeting awal tahun diberikan target, merasa beban besar, stress tapi ngga tau cara minta budget. Bingung cara buat program dan akhirnya pulang ngga minta budget.

Dan seiring waktu berjalan, plan ngga jelas, tiap bulan ke bagian akunting minta uang untuk program dan ditolak karena ngga ada budget.

Sales manager harus kreatif bikin event, kontes, program yang menarik untuk meningkatkan penjualan.

Kuncinya adalah buat plan yang diajukan sebaga dasar untuk minta budget.

Ibarat manager team sepak bola, bisa plan butuh pemain seperti apa, menu pelatihan seperti apa, reward seperti apa, setiap bulan ngapain aja. Nah agar semua ini berjalan, minta budgetnya.

2.      Asset

Cth : mobil, kantor, gedung, mesin fotocopy, nama baik dll. Semua itu harus dijaga dan ditingkatkan.

3.      People

Manage people adalah hal yang paling trickie. Tidak ada ilmu pasti dan setiap orang memiliki kapasitas dan karakter yang berbeda beda. Tentunya untuk memanage people perlu pendekatan yang lebih humanis, dan butuh ilmu psikologi, coaching, counselling, motivasi dan bahkan parenting. Parenting? Serius pak? Kok bisa? Sepanjang pengalaman saya leader juga merangkap sebagai bapak/ibu. Kadang team kita ibarat anak anak.

 4.      Stock

Bicara soal stok, ada berbagai macam stok, mulai stok alat kantor, hingga stok di pergudangan. Stok harus dimanage dengan bijak, agar jangan sampai terlalu sedikit, apalagi habis, tentu akan menghambat kerja. Dan dijaga jug agar jangan sampai berlebihan  agar tidak jadi uang mati. Ingat, menaikkan omzet juga bisa dengan melalui penghematan sumber daya. Bukan melulu soal peningkatan penjuala. Pastikan semua berjalan efisien.

 5.      Proses Kerja

Ini jarang dibahas. Apakah cara kerja sudah optimal, apakah ada cara kerja yang sudah tidak efektif, selalu harus dipantau dan dievaluasi.

6.      Time

Perusahaan memberikan waktu 1 tahun untuk capai target. 1 tahun = 12 bulan = 365 hari.

Banyak orang yang menganggap waktu ini fixed. Kerja hanya senin-jumat, dari jam 9-5. Kalau ngga capai target masak sabtu minggu ngga kerja, jam 7 malam ngga duduk angkat telpon?

 

“Pak, team saya ngga akan mau!!!”

Nah, itulah pinter-pinternya seorang sales manager untuk bisa membangun sausana kerja yang kondusif. Yang memotivasi, kalau ngga capai target, malu.

 

Tugas  Anda Yang #1 :

Dari 6 resources ini, pikirkan 3 resources yang anda unggul?

 

Ciri cirinya, kalau anda punya waktu luang anda akan duduk ngobrol, curhat, cerita sama team anda, maka anda unggul di people.

Kalau punya waktu luang hiung anggaran, mana yang ngga cocok, maka anda unggul budget. Atau punya waktu luang anda analisa data, review pelanggan, maka ada unggul di proses kerja. Dll

 

Tugas  #2:

Dari 6 resources ini, pikirkan 1 yang paling anda tidak suka?

 

Ciri ciri, anda paling malas kerjakan, kalaupun harus kerjakan, terpaksa dan kerjakan seadanya.

 

 

Tidak penting mana anda unggul, mana anda lemah. Tidak ada orang yang unggul di semuanya. Dalam hal-hal yang kita unggul, kita sukai, biasanya kita akan cenderung menghabisakan waktu, pikiran dan tenaga lebih banyak. Dalam hal yang kita lemah, cenderung kita tinggalkan, kalau kepepet dikerjakan seadanya.

 

Tugas #3 :

Siapa orang yang bisa menutupi kelemahan anda?

 

Supaya anda bisa memanage resources anda dengan lebih efektif, cari orang dalam team anda yang kuat dalam bidang yang anda lemah untuk anda percayai mengerjakannya.

 

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Motivator & Trainer

Berpengalaman lebih dari 16 tahun di dunia training dan motivasi. Termasuk dalam TOP 10 BestTrainer & Motivator Indonesia. Telah membantu lebih dari 500 perusahaan untuk meningkatkan omzet, penjulana dan produktivitas kerja.