Tag Archives: Problem solving

Cara Effektif Mengatasi Konflik Antar Atasan dan Bawahan

Christian Adrianto motivator, motivator terkenal, motivator indonesiaManusia di ciptakan berbeda baik sifat dan pemikirannya, oleh karenanya konflik pasti akan terjadi. Bisa jadi konflik terjadi antara atasan dan bawahan. Jika dibiarkan berlarut bisa jadi konflik di tempat kerja bisa berakibat buruk. Seperti penurunan kinerja karyawan, memecah fokus kerja, membuat kerja menjadi tidak nyaman.

Agar masalah tidak menjadi berlarut berikut ada beberapa cara untuk mengatasi konflik antar atasan dan bawahan di tempat kerja.

1. Biarkan emosi mereda

Konflik akan masih ada dan tidak dapat di selesaikan jika kedua atau salah satu pihak masih emosi, sehingga mengedepankan emosi daripada nalar. Bisa memakan waktu yang lama tergantung pribadi masing masing. Yang pasti jangan mencoba berbicara jika masih beremosi tinggi.

2. Bicaralah secara personal

Setelah kondisi mereda lakukan pembicaraan dengan atasan secara emoat mata, lakukan pembicaraan dengan nada yang baik jika di ucapkan dengan baik dan sopan pasti atasan akan mendengarnya, lakukan komunikasi yang baik siapa tahu akar masalah terjadi karena kesalahpahaman saja

3. Cari akar masalahnya

Identifikasi akar masalahnya, coba telaah apa yang menyebabkan konflik tersebut apakah masalah pekerjaan atau masalah pribadi. Yang pasti saat melakukan identifikasi jangan libatkan emosi, bila perlu tanyakan pada pihak ketiga dan tanyakan pendapatnya.

4. Beri kesempatan semua orang untuk mengutarakan pendapatnya

Semua pihak harus mau mendengarkan pendapat, kritik maupun saran orang lain. Hindari pandangan salah benar dalam proses berbagi pendapat ini karena hanya akan mengakibatkan konflik berikutnya.

5. Fokus pada masalah bukan pada pribadi

Jangan sampai keluar dari masalah jika saat melakukan argumentasi, fokus pada masalah yang sedang diselesaikan. Karena sering kali orang malah menyerang pribadi daripada menyelesaikan inti masalahnya.

6. Negosiasi ulang untuk mencari solusi bersama

Sua orang baik atasan dan bawahan harus menampung semua anspirasi dan pendapat yang ada, setelah itu sama sama berpikir untuk mencari solusi bersama

7. Minta bantuan pihak ketiga

Jika masing masing masih kukuh dengan pendapatnya ada baiknya melibatkan pihak ketiga yang netral dan dapat dipercaya untuk membantu dan memberi solusi yang netral

8. Buat aturan

Setelah ada solusi buat aturan supaya kejadian yang sama bisa dihindari

Mengapa Banyak Orang Galau dan Terjebak Dilema

Mengapa Banyak Orang Galau dan terjebak Dilema?

Duh, galau nih…bingung mau pilih yang mana ya?

Jangan sampai karena galau anda jadi salah ambil keputusan apalagi menghambat action karena tidak bisa ambil keputusan.

Mengapa kita galau dan dilema?

Seringkali kita merasa galau karena pilihannya terlalu sedikit.

Apalagi kalau pilihannya tidak ada yang enak. Misalkan dua pilihan

  1. Keluarga harmonis dan bahagia tapi hidup pas-pasan atau
  2. Kaya raya tapi tidak bahagia

Pilih mana?

Boleh ngga kita pilih, pilihan ke 3 : Kaya raya dan Keluarga harmonis, bahagia?

Mengapa hanya pilih dari 2 pilihan yang tidak enak? Tapi sadar atau tidak, seringkali manusia membuat dirinya memilih dari 2 pilihan yang ngga enak.

Mungkin anda berpikir, “saya justru lagi galau karena kebanyakan pilihan??”

Kita juga galau ketika kita tidak tahu apa yang kita inginkan. Ketika kita tahu apa yang menjadi prioritas dalam hidup kita. Sebanyak apapun pilihannya, sulit untuk ambil keputusan.

Galau juga disebabkan karena terjebak asumsi. Coba anda lanjutkan urutan dari huruf-huruf ini:

A – B – C – D ……

98% orang akan menjawab “e”. Apakah boleh kita lanjutkan dengan huruf m? Atau z? Atau a lagi? Kenapa sebagian besar orang menjawab “e”?

Itulah yang disebut asumsi. Kita berpikir kalau kita ambil keputusan a maka si Anu akan tersinggung, tapi kalau kita putuskan b si Itu sedih. Apakah pasti anu akan tersinggung dan si Itu akan sedih? Belum tentu, semua itu baru asumsi.

Jadi bagaimana caranya agar tidak galau lagi dalam ambil keputusan? Jangan langsung berasumsi, perhatikan juga datanya bagaima. Kemudian buat pilihan alternatif solusi sebanyak-banyaknya dan pertimbangkan sisi positif dan resikonya.

Kemudian jangan ragu untuk percaya pada kata hati atau feeling. Dulu menurut data Aqua tidak akan laku di pasaran. Masak iya harga air minum sama dengan 1 L bensin? Namun sang founder Bp. Tirto Utomo merasa feeling so good untuk produk air minum kemasan. Maka beliau memutuskan nekat produksi air minum dalam botol kaca dan menjualnya. Awalnya pelanggannya adalah bule-bule yang tinggal di Indonesia. Tapi 2 tahun kemudian Aqua dijual lebih mahal dari harga bensin. Dan hari ini Aqua laku dimana-mana. Jadi jangan sepelekan kata hati anda.

Christian Adrianto Motivator

Christian Adrianto Motivator