Lilin Harapan

kisah inspiratif christian adriantoKisah dari 4 buah lilin yang menyala dalam sebuah ruang yang gelap. Lilin-lilin terebut merasa nyala api mereka tidak berguna melawan kegelapan dalam ruangan tersebut dan memutuskan untuk padam. Dalam ruangan yang sunyi itu terdengarlah percakapan mereka.

Lilin 1 berkata : “Aku adalah Damai”, “namun manusia tidak mampu untuk menjagaku.”

“Maka lebih baik aku matikan diriku saja !”

Maka lilin 1 sedikit demi sedikit mulai padam.

Lilin 2 berkata : “Aku adalah Iman.” “Sayangnya manusia mulai melupakan aku dan mengganti diriku dengan yang lain.” “Manusia sudah tidak mau mengenalku, karena itulah aku tidak berguna untuk menyala.”

Setelah berkata demikian lilin ke 2 mati di tiup angin.

Giliran lilin 3 berkata : “Dan aku adalah Cinta” katanya dengan sedih. “aku sudah tidak mampu untuk menyala. Manusia sudah tidak lagi memandang dan menganggapku berguna.” “Manusia saling membenci, saling mencaci bahkan mencaci orang yang mencintainya. Membenci keluarganya.”

Tak menunggu waktu yang lama lilin ke 3 akhirnya mati.

Tak diduga, seorang anak kecil masuk dalam ruangan yang gelap tersebut. Dan begitu melihat ketiga lilin tersebut sudah padam, ruangan itu menjadi semakin gelap. Karena takut anak itu berkata : “Eh, Apa yang terjadi ?” kenapa kalian padam ?” “Aku takut akan kegelapan !” Lalu anak itu mulai menangis.

Melihat semua itu, lilin ke 4 berkata : “Jangan takut, Jangan menagis, selama ada aku yang masih menyala, kita masih bisa menyalakan ketiga lilin yang sudah padam itu.”

“Akulah HARAPAN” dengan mata bersinar, anak itu mengambil lilin harapan. Lalu menyalakan lilin lainnya.

Jangan pernah mematikan lilin Harapan. Harapan yang menyala dalam hati kita. Dan semoga kita semua bisa menjadi seperti Anak keci itu yang bisa menyalakan Damai, Iman dan Cinta dengan Harapannya.

Kisah Gentong dan Batu

artikel motivasi christian adrianto

Di sebuah kelas seorang guru berbicara di depan murid-muridnya, dan ia memakai sebuah ilustrasi yang tidak akan mudah di lupakan oleh para siswanya.

Ketika ia berada di hadapan muridnya, guru itu mengeluarkan gentong plastik transparan yang sangat besar dan diletakan di atas meja. Lalu ia mengeluarkan selusinan batu seukuran genggaman tangan dan metetakan dengan hati hati ke dalam gentong tersebut. Ketika susunan batu itu memenuhi gentong tersebut hingga tidak ada yang muat masuk kedalam, guru tersebut bertanya kepada para muridnya: “Apakah toples ini sudah penuh?”

Dengan serentak muridnya menjawab : “Sudah!” kemudian dia berkata : “Benarkah?”. Kemudian dia mengambil kerikil dan memasukannya kedalam gentong, dengan mengguncang-guncangkan gentong itu membuat kerikil yang tadi sudah di masukan mengisi celah di batu batu tersebut. Guru tersebut bertanya kepada para muridnya: “Apakah toples ini sudah penuh?”

Kali ini beberapa muridnya menjawab dengan ragu-ragu : “Mungkin Belum”, kemudian dia mengambil pasir yang sudah dia sembunyikan di bawah meja, dan memasukannya ke dalam gentong tersebut. Dengan mudah pasir memenuhi ruang kosong dalam gentong tersebut.

Sekali lagi guru itu bertanya : “Apakah gentong ini sudah penuh?” “Belum” serentak murid-muridnya menjawab. “Bagus” katanya.

Kemudian ia mengambil sebotol air dan menuangkan air tersebut kedalam gentong hingga penuh. Lalu gurunya bertanya “Apakah maksud dari ilustrasi ini?”

Melihat murid-muridnya saling pandang karena binggung guru itu melanjutkan perkataannya : “Anggap gentong ini adalah kehidupanmu”, kemudian ia menunjuk batu besar dan berkata “Itu adalah hal yang paling penting dalam hidup, ukuran batu di sesuaikan seberapa penting dalam kehidupanmu semakin besar membuatnya semakin penting untuk hidupmu”. Lanjutnya “Ingat!, Jika bukan batu besar yang pertama kali kamu masukan ke dalam gentong, maka kamu tidak akan pernah bisa memasukan batu besar sebanyak ini kedalam gentong tersebut!”

Apakah batu besar dalam hidup mu? Bisa Ayahmu, Ibumu, Orang yang kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpimu. Hal-hal inilah yang kamu anggap penting dalam hidupmu. Dan ingat untuk selalu meletakkan batu besar sebagai hal yang utama, sebab jika kamu mendahulukan hal kecil dalam prioritas waktumu maku kamu hanya mengisi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, dan kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal besar dan berharga dalam hidupmu.

Selamat mengisi hidup!

Mengelola Stress

artikel motivasi christian adrianto

Suatu hari seorang Stephen Covey, seorang businessman yang terkenal mengisi sebuah kelas Management di sebuah Universitas terkemuka. Dia mengisi kelasnya dengan memberikan contoh tentang bagaimana cara untuk melakukan Managemen Stress yang begini isinya :

Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada peserta kelasnya dan begini katanya “Berapa menurut kalian berat dari segelas air ini?” para siswanya menjawab mulai dari 200gr hingga 500gr.

“ini bukan masalah seberapa berat dari gelas ini, tapi dari seberapa lama kamu memegang gelas ini.” Kata Covey. “Jika saya memegang gelas ini selama 1 menit, tentu bukan menjadi masalah. Jika saya memegang gelas ini selama 1 jam, lengan saya akan terasa sakit. Dan jika saya harus memegang selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggil ambulans. Bagi saya, berat gelas ini sama. Tapi semakin lama saya memegangnya maka bebannya akan terasa menjadi semakin berat.”

“Jika kita membawa beban ini secara terus menerus, lama kelamaan kita tidak akan sanggup utuk membawanya lagi. Beban yang di bawa akan semakin terasa berat.” “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan sebentar gelas tersebut dan beristirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi.” Lanjut Covey.

Terkadang kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita bisa beristirahat dan menjadi segar saat akan membawanya lagi. Jadi sebelum pulang kerumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan, jangan di bawa pulang. Beban itu bisa di ambil besok. Jika perlu selesaikan hari itu juga. Apapun beban yang ada pada pundak Anda hari ini, jika Anda merasa tidak sanggup untuk membawanya coba letakkan sejenak istirahat dan selesaikan.

Minum Kopinya Bukan Cangkirnya

artikel motivasi pagiSekelompok alumnus dari sebuah univesritas yang terkenal berkumpul dan mengunjungi salah satu profesor kampus mereka yang hampir pensiun mengajar. Profesor ini terkenal di kalangan mahasiswa sebagai orang yang gaul di kalangan mahasiswa dan kata-katanya sangat bijak.

Begitu mereka berkumpul percakapan terjadi, dan mereka semua mengeluh dan komplain tentang stress di kerjaan dan kehidupan yang mereka jalani.

Kemudian professor itu menawari tamu-tamunya minum, dengan membawa poci besar berisi kopi dan cangkir dari berbagai jenis ada yang dari porselin, kristal, kaca biasa, gelas biasa, bahkan dari plastik. Terlihat dari gelas yang di bawa oleh profesor itu adalah gelas yang mahal dan bahkan ada gelas yang sangat cantik. Kemudian dia meletakan poci dan gelas itu di hadapan mantan mahasiswanya dan menyuruh mereka untuk melayani diri mereka sendiri.

Setelah semua mahasiswanya sudah membawa cangkir kopi masing masing, professor itu mengatakan : “Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah kalian ambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan murah. Sebenarnya normal bagi kalian untuk menginginkan sesuatu yang terbaik bagi diri kalian sendiri, tapi sebenarnya yang menjadi masalah adalah stress yang kalian rasakan itu.”

Seberapa cantiknya cangkir tidak akan merubah kualitas kopi yang di minum. Dari beberapa kejadian kita kadang menyembunyikan apa yang kita minum, dan menonjolkan betapa indah tempat / botol / cangkir yang kita minum, ingat yang kita minum kopi. Bukan cangkirnya, namun tanpa sadar mengambil cangkir yang terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain.

Sekarang ingat hal ini : kehidupan itu bagai kopi, sedang pekerjaan, uang , jabatan dalam masyarakat sebagai cangkirnya. Cangkir hanya sebagai alat untuk memegang dan mengisi kehidupan yang sebenarnya. Jenis cangkir yang kita pegang tidak akan merubah kualitas kopi atau kehidupan yang kita minum. Seringkali karena kita terlalu terfokus untuk mendapatkan cangkir terbaik, bahkan lebih baik dari yang lainnya. Kita menjadi gagal untuk menikmati rasa kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.

Tuhan memasak dan menyajikan Kopinya, Bukan cangkirnya.

Nikmati saja kopinya, bukan cangkirnya.

Selalu ingat kehidupan Anda lebih penting dibanding pekerjaan Anda.

Jika pekerjaan Anda mengendalikan hidup Anda, Anda akan menjadi rapuh karena jelas Cangkir orang lain akan selalu tampak lebih Indah dari Cangkir milikmu. Ingat, pekerjaan akan datang dan pergi. Namun seharusnya pekerjaan tidak membuat Anda lupa siapa Anda sebenarnya. Bagaimana keluarga Anda, bagaimana rasa kopi Anda sebenarnya.

Menginstal Sofware “LOVE”

love, artikel motivasiTech Support (TS) : Ada yang bisa saya bantu?

Pelanggan (P) : Ya, setelah saya pertimbangkan, bantu saya untuk menginstall Software “LOVE” ini. Bantu dan bimbing saya dalam mengistall nya.

TS : Baik, tentu saya akan membantu Anda. Apa Anda siap untuk melanjutkan?

P : Ya, saya tidak begitu paham dengan prosedurnya, tapi saya rasa saya sudah siap. Apa yang harus saya lakukan pertama kali?

TS : Langkah pertama adalah dengan membuka Sistem Hati Anda. Sudahkah Anda membuka Sistem Hati Anda?

P : Sudah. Tapi saya lihat ada program lain yang aktif sekarang. Apakah saya tetap menginstall Program “LOVE” saat program lain berjalan?

TS : Program apa yang sedang berjalan itu?

P : Saya lihat dulu, Ada Rasa Sakit karena Masa Lalu, Harga diri rendah, Kemarahan, dan Dendam. Program itu masih berjalan saat ini.

TS : Tidak masalah. Program “LOVE” akan secara bertahap menghapus Rasa Sakit karena Masa Lalu dari sistem operasi Anda saat ini. Mungkin masih akan ada di memori permanen Anda, tapi itu tidak akan menggangu program lain, Program “LOVE” juga pada akhirnya akan mengganti program Harga diri rendah dengan aplikasinya sendiri yang disebut Percaya Diri Tinggi, tapi Anda secara manual harus menghapus program Dendam dan Kemarahan hingga bersih, jika tidak program Dendam dan Kemarahan akan mencegah Program “LOVE” untuk terpasang dengan benar. Bisakah Anda menghapusnya?

P : Saya tidak tahu bagimana cara menghapusnya. Bisa beritahu saya bagaimana caranya?

TS : Tentu dengan senang hati, pergi ke Start Menu dan mulai Program Mohon Pengampunan. Lakukan ini sebanyak yang Anda perlukan hingga Dendam dan Kemarahan telah sepenuhnya terhapus.

P : Oke saya sudah selesai. Program “LOVE” mulai terpasang dengan sendirinya. Apakah ini normal?

TS : Itu normal, tapi ingat Anda hanya memiliki program dasar nya saja. Untuk memaksimalkan Program Anda harus mulai online atau menghubungkan Ke direktori  Hati lain untuk mendapatkan Update.

P : Ups! Saya melihat ada pesan kesalahan. Disini dikatakan, “Error – Program not run on external components.” apa yang harus saya lakukan?

TS : Jangan kawatir, itu artinya Program “LOVE” diatur untuk berjalan di Internal Sistem Hati, tetapi belum di jalankan pada Sistem Hati Anda. Jika saya katakan dalam bahasa nonteknis itu berarti Anda harus mencintai diri sendiri sebelum Anda dapat mencintai orang lain.

P : Jadi apa yang harus saya lakukan?

TS : Buka folder Self-Acceptance, kemudian klik di File – File berikut seperti File “Memaafkan diri Sendiri”, “Sadari Nilai Anda”, “Akui Keterbatasan Anda.”

P : Oke, sudah saya lakukan.

TS : Jika sudah selesai, salin file – file tersebut kedalam direktori “Hati ku”. Dan sistem akan menimpa file yang corrupt dan mulai menambal program yang salah. Oh, Jangan lupa. Anda perlu menghapus Patch Menyalahkan Diri Sendiri dari semua Folder dan mengosongkan dari Recycle Bin Anda untuk memastikan Patch tersebut benar benar hilang dan tidak kembali.

P : Baik, Saya mengerti. Hei!, Hati ku di penuhi hal hal baru! Senyum di putar di monitor, kedamaiaan dan kepuasan menyalin diri mereka kedalam Hati ku. Apakah ini normal?

TS : Terkadang bagi mereka, perlu waktu untuk menunggu proses itu. Tetapi pada akhirnya semua mendapatkan apa yang di inginkan di waktu yang tepat. Jadi program “Love” sudah terpasang dan berjalan. Pastikan juga untuk memberikan modulnya kepada orang yang Anda temui. Mereka pada gilirannya akan membagikannya juga dengan orang lain dan mengembalikan beberapa modul baru dan keren kepada Anda.

P : Terima kasih

Resiko terbesar dalam hidup adalah tidak berani mengambil resiko.

Dengan tertawa, Anda mengambil resiko untuk terlihat bodoh.

Dengan menunjukan perasaan, Anda mengambil resiko untuk ditolak.

Dengan membantu orang lain, Anda mengambil resiko untuk ikut terlibat.

Dengan menangis, Anda mengambil resiko terlihat lemah dan sentimental.

Dengan menunjukan progres impian Anda kepada orang banyak, Anda mengambil resiko diejek.

Dengan mencintai, Anda mengambil resiko mendapat balasan dicintai.

Dengan terus maju dan bekerja keras, Anda mengambil resiko untuk gagal.

 

Tapi, tahukah Anda ada sebuah Resiko yang sangat besar dalam kehidupan Anda yang mungkin sekarang sedang Anda lakukan?

 

Hal itu adalah tidak berani mengambil resiko atau tidak melakukan apapun, tidak punya apa – apa, dan bukan apa – apa. Dia yang melakukan tindakan ini, berusaha untuk menghindari penderitaan dan kesedihan. Tapi di waktu yang sama dia tidak bisa tumbuh, belajar, berubah, merasakan, atau mencintai. Karena dia dirantai dengan pemahaman akan kepastiannya sendiri. Maka dia adalah Budak.

 

Dengan tidak melakukan apapun dan tidak mau ambil resiko, Anda mengambil resiko kehilangan pengalaman dan kesempatan.

 

Hanya orang yang berani mengambil resikonya sendiri saja yang bisa disebut sebagai orang yang bebas dan merdeka!.

Seni Orang Kaya dalam Menghasilkan “Uang”.

Dalam artikel sebelumnya sudah dibahas bagaimana perbedaan mental orang miskin dengan orang kaya. Dalam artikel ini akan dibahas bagaimana kebiasaan orang kaya menghasilkan uang dibanding orang miskin.

Mencari uang = mencari Nilai = mencari sesuatu yang di butuhkan orang.

Perhatikan orang kaya dibutuhkan karena bukan karena mereka memiliki banyak uang tapi karena mereka memiliki nilai yang di perlukan banyak orang. Contoh Youtube. Dahulu tidak perlu namanya konten berbagi Video seperti Youtube. Sudah ada TV orang tidak membutuhkan hiburan yang lain. Tapi mereka yang membuat Youtube membuat layanan ini menghasilkan uang, menghasilkan popularitas, dan hingga gengsi dimata orang lain. Membuat rencana dimana Youtube memiliki nilai bagi orang lain. Dan buktinya sekarang orang orang menonton youtube dan meninggalkan TV.

Ini bukan tentang seberapa banyak uangnya, tetapi tentang kebutuhan dan nilai.

Jangan lakukan usaha yang tidak dibutuhkan orang, walaupun itu passion Anda. Jika perlu pelajari passion baru yang di butuhkan orang saat ini.

Fokus pada kelebihan Anda, berbeda dengan passion/kesenangan. Disini kita berbicara tentang kompetisi, jika memang kamu punya kelebihan yang unik dibandingkan yang lainnya kembangkan dan fokus pada kelebihanmu. Pelajari apa kelebihan Anda dan gunakan untuk menyerang kekurangan lawan. Ingat dalam hal positif ya.

Untuk mengetahui di butuhkan atau tidaknya apa yang Anda tawarkan kepada orang lain, coba jawab beberapa hal sederhana berikut.

  • Apa kelebihan yang saya tawarkan?
  • Mengapa orang lain membutuhkan saya?
  • Jika tidak, bagaimana caranya menjadi butuh?

Kuncinya adalah temukan kelebihan Anda dan buat orang lain membutuhkan kelebihan tersebut (membutuhkan Anda). Jika memang kelebihan tersebut tidak membawa hasil, maka carilah kelebihan yang lain atau kombinasikan dengan apapun yang Anda miliki. Semua orang memiliki lebih dari 1 kelebihan dalam dirinya, karena itu selalu ada kesempatan jika Anda terus belajar dan mencari.

Masih merasa tidak mampu untuk berkompetisi?

Itu artinya kamu masih punya mental miskin. Kita hidup di dunia yang selalu berkompetisi. Jangan hindari kompetisi karena kompetisi adalah sesuatu yang baik.

Kenapa Orang yang Kaya Makin Kaya sedang Yang Miskin Makin Miskin

Dalam suatu penelitian yang dilakukan pada tahun 2005, dibuatlah film dokumenter yang meneritakan tentang bagaimana jika seorang gelandangan diberikan uang $100.000 (sekitar 1,4 milyar rupiah) dan dibiarkan melakukan apapun yang dia inginkan.

Dan hasilnya ternyata dalam waktu 6 bulan setelahnya. Dia kehabisan semua uangnya dan kembali ke tempatnya yang sama seperti semula.

Mangapa hal ini bisa terjadi?

Hal ini terjadi karena orang miskin tidak bisa atur uang.

Dalam pola pikir orang miskin mereka memiliki pemahaman : Orang Kaya = Punya banyak uang. Sehingga mereka menyalahkan keadaanya saat ini yang tidak punya banyak uang.

 

Orang miskin membuat keputusan bodoh

Fakta lainnya adalah orang miskin suka mengambil keputusan yang bodoh dan semakin menyakiti keadaan finansialnya, orang miskin sering terjerat narkoba dan obat-obatan, orang miskin sering merokok dan mabuk mabukan, orang miskin jarang menabung banyak alasan untuk menghabiskan uang, sering berhutang dan berjudi. Sedang mereka yang kaya ber investasi melalui pendidikan, bisnis, menambahkan aset dan memperluas koneksi.

Kenapa orang miskin melakukan tindakan tindakan seperti narkoba, rokok dan judi itu? Jawabannya karena mereka hanya berpikir secara jangka pendek. Ini adalah point utama mengapa orang miskin tetap menjadi miskin. Mental orang miskin hanya mencari sesuatu yang sifatnya instan dan praktis. Mereka lebih suka dengan keuntungan jangka pendek daripada berpikir muluk muluk terhadapa apa yang belum mereka pahami. Oleh karena nya orang miskin sangat mudah di tipu untuk mendapatkan uang dengan mudah dan cepat. Karena hanya berharap pada hal instan dan praktis.

Tidak punya uang itu keadaan yang sementara, tapi kemiskinan adalah mental

Masih ingat dengan pola pikir orang miskin : Orang Kaya = Punya banyak uang. Hal ini lah yang menjadi dasar kenapa orang miskin takut jika tidak punya uang.

Aset berharga yang dimiliki oleh orang miskin adalah waktu dan tenaga. Sayangnya aset ini dihabiskan untuk hal yang sia sia seperti khawatir dan terjebak dengan skema, rencana instan yang tidak menghasilkan apapun. Memang wajar jika orang miskin masih sering memikirkan “besok makan apa?” atau “bagaimana nasib saya besok?”. Tapi sayangnya rasa kawatir tidak pernah menyelesaikan masalah apapun. Dan yang lebih buruk uang tidak akan menyelesaikan masalah mereka jika mental ini masih ada.

Mental orang miskin hanya berpikir untuk mencari uang, uang , dan hanya uang. Tapi setelah mendapat uang mereka tidak tahu harus berbuat apa untuk uang itu.

Cara menghabiskan uang lebih penting dari cara Anda memperolehnya.

Masih ingat dengan kasus gelandangan yang diberi uang dan masih menjadi gelandangan. Jika Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan terhadap uang yang Anda miliki Anda bisa berakhir seperti kasus gelandangan tersebut. Mereka tidak tahu bagaimana cara yang benar dalam menghabiskan uang.

Orang bermental miskin terjebak dengan jumlah uang, sehingga mereka melupakan apa yang betul-betul penting yaitu aset.

Sekarang kita belajar dari orang kaya. Orang bermental kaya akan berusaha untuk mencipakan nilai yang membuat dirinya bermanfaat sehingga orang lain akan rela untuk membayar dan mendapatkan nilai yang dia tawarkan.  Nilai inilah yang mengembalikan uang yang sudah dikeluarkan kembali berkali lipat. Mereka biasa untuk berpikir jangka panjang, sedang orang miskin berpikir jangka pendek. Orang miskin berpatok pada jumlah uang, orang kaya berpatok pada nilai yang dihasilkan dari uang.

Alasan utama mengapa orang miskin tetap miskin dan orang kaya semakin kaya adalah cara mereka berpikir (mental) dan cara mereka mencari uang (kebiasaan).

RESOLUSI 2020

resolusi 2020 christian adrianto

resolusi 2020 christian adrianto

RESOLUSI 2020

 

Sebetulnya penting gak sih membuat resolusi, kalau ujung ujungnya ngga tercapai?

Busines Insider dalam jurnal Personality & Social Phsycology mengatakan bahwa 80% orang gagal mencapai resolusi sejak bulan Februari tahun itu. Hanya 46% yang bertahan dengan resolusinya selama 6 bulan dan lebih gokil lagi hanya 8% yang berhasil mencapai resolusi tahun barunya.

Anda termasuk yang mana?

 

Kenapa resolusi gagal?

Biasanya ada 3 penyebab utama

  1. Resolusinya gak jelas.

Misalnya : Tahun ini mau lebih kurus, Mau punya rumah, Mau sukses

Resolusi di atas sungguh tidak jelas. Mestinya jika mau lebih kurus resolusinya begini : Saya mau berat badan saya turun 1 kg setiap bulan hingga Desember 2020, sehingga berat saya per desember 2020 menjadi 60kg. Ini misalnya lho.

Atau kalau mau punya rumah. Perjelas lagi, rumah seperti apa, luasnya berapa, dimana, harga berapa. Semakin jelas, otak akan semakin mudah menemukan.

Saya mau sukses. Wah ini resolusi paling tidak jelas, tapi paling sering dikatakan orang.

Sukses itu apa bro? Kalau kita saja tidak tahu sukses itu apa, bagaimana kita bisa mendapatkannya.

Ibarat anda saya suruh cari sesuatu namanya kluthu. Anda tahu apa itu kluthu? Kalau ngga tahu, mana bisa dapat. Masuk akal?

2. Cuma resolusi doang, ngga ada action plann.

Resolusi tanpa action plann apalagi tanpa Action hanya akan jadi mimpi disiang bolong. Action plann artinya langkah demi langkah untuk mencapai resolusi. Mau berat badan turun 1 kg per bulan : maka berhenti makan gula, joging selama 30 menit setiap pagi, berhenti makan setelah jam 6 malam, makan sepiring sayur dan buah setiap hari. Misalnya seperti itu.

3.  Why?

Kalau why-nya tidak kuat, maka saat ketemu situasi sulit, pasti akan lebih mudah menyerah. Alasan yang kuat ini penting banget. Makanya pastikan keinginan, niat dan alasan dibalik resolusi benar-benar dari hati yang terdalam, bukan karena ikut-ikutan atau gengsi-gengsian.

 

Jadi bagaimana resolusi anda? Semoga bukan mencapai resolusi yang tidak tercapai di tahun 2019, 2018, 2017 dst.

 

Christian Adrianto.

 

Berani Tidak Ikuti Kemuan Customer?

Ibarat dokter periksa dulu baru tulis resep, begitu juga sales cari tau kebutuhan baru penawaran, maka penolakan lebih kecil.

Berikan solusi yang customer tidak sadar jika ia butuh solusi tersebut. Contoh bank minta training customer service excellent. Setelah bincang bincang menggali kebutuhan, ternyata kebutuhannya leadership.

Sebagai orang sales, kadang harus berani tidak ikuti kemauan customer saja. Karena terkadang ia tidak tahu kebutuhannya, masalah sesungguhnya dan solusi sesungguhnya.

Berikan service terbaik jika berharap referensi. Tapi berikan dulu baru anda menerima.

Berbicara service, Jangan memuaskan pelanggan anda. Jika anda memuaskan pelanggan, anda akan kalah dalam bisnis.

Tidak ada customer yang disapa ramah resepsionis terkesan, kemudian merasa wow dan mereferensikan hanya karena disapa ramah.

Customer mengharapkan sesuatu, misal delivery dalam 3 hari. Meski anda lembur-lembur, pontang panting. Anda berikan sesuai harapan customer, delivery 3 hari. Tapi customer tidak akan merasa wow, karena memang itu yang dia harapkan, tidak peduli usaha anda, maka nilainya 0. Karena memang sesuai harapan customer, dan itu memang sudah tugas anda.

Lakukan sesuatu melampaui harapan customer.

Kepuasan pelanggan tidak jaminan ia akan setia, tapi kepuasan pelanggan hanya jaminan ia tidak mengeluh, tidak jaminan memberi referensi. Tapi jika anda berikan diatas harapan, baru customer akan cerita dan memberi referensi. Jadi tidak boleh hanya memuaskan, tapi mengesankan. Ekstra effort tidak dibayar. Berikan dahulu.

Berikan sentuhan kecil-kecil, tapi mengesankan.

Contoh : perusahaan jasa pengiriman teman pak Chris, tiap tahun kirim sms happy b day.

Christian Adrianto Trainer Sales Terbaik Indonesia