Cara Mudah untuk Menjual “Apapun” ke Orang Lain

Menjual apapun, kepada siapapunBerikut ini beberapa rahasia yang harus kamu ketahui supaya kamu bisa mendapatkan banyak uang  dari menjual apapun ke orang lain:

  1.  Masuk kedalam DUNIA mereka, bicara dengan topik mengenai – Apa yang mereka pedulikan, masalah mereka, ketakutan mereka, dan keinginan mereka.
  2. Kita adalah makhluk emosional. Bukan logical. Jual melalui emosi dan perasaan.
  3. Jangan jual barang/produk. Jual hasil dan solusi. Jangan banyak bicara tentang produkmu bisa lakukan, tapi fokus jelaskan produkmu bisa apa untuk mereka.
  4. Menjadi lebih terinci. Contohnya : menggunakan kalimat “dapat menurunkan berat badan 10 kg dalam 3 minggu tanpa diet dan oabt obatan” – akan terdengar lebih menarik daripada “menurunkan berat badan dengan cepat”
  5. Gunakan dengan baik strategi FOMO (fear of missing out). Salahsatunya dengan cara buat batas akhir untuk penjualan atau diskon akan berakhir. Buat jadi langka dan harus dibeli. Dan kamu harus komit ya.
  6. Jadi menarik dan menghibur. Sisipkan homor dalam kalimatmu. dan jangan buat naskah/suasana yang membosankan, jangan trengan seperti sales yang biasa umum diluar sana.

Penulis Paul Wawan, Creative Marketing Motivasi Indonesia

Final Lap Inspiration & Boost Motivation by Motivator Terbaik Indonesia

quote final lap 2023 png

In the final lap, leave no room for regrets, summon your inner strength and surpass your limits!

GIVE IT EVERYTHING YOU’VE GOT !

FINAL LAP  adalah panggung keberhasilan bagi mereka yang tidak pernah berhenti berlari menuju impian. Ketika matahari terbenam, dan garis akhir semakin dekat, biarkan semangat juangmu menyala dengan gemilang.

Di garis akhir, bukan hanya prestasi yang dicatat, tetapi juga perjalananmu yang menginspirasi banyak orang.

di FINAL LAP ini, Pastikan semangatmu menjelma menjadi kekuatan yang tak tergoyahkan.

Tak ada kata menyerah, yang ada hanya langkah mantap menuju kemenangan.

Jika anda ingin team sales anda Go All Out & Finish Strong di 2023 ini…..

Dapatkan Training Motivasi, Inspirasi dan Strategi FINAL LAP dari Christian Adrianto Motivator & Sales Coach

 

Hubungi Fransisca +6282110502502

Salam Semangat!!

 

Strategi Membaca Peluang dalam Marketing

membaca peluang dalam bisnisSuatu hari sebuah perusahaan sedang mencari pegawai terbaik untuk diangkat menjadi Manager marketing yang baru karena perusahaan sedang dilanda krisis. Kamudian pemilik perusahaan memiliki ide yang kreatif untuk mencari orang terbaik yang pantas dibayar mahal menjadi Manager tersebut. Pertama-tama dikumpulkannya sales terbaik dan didapati ada 3 orang yang menjadi kandidat. Kemudian ketiga kandidat tersebut dalam kurun waktu yang ditentukan diberi tugas untuk menjual sisir di komplek biara shaolin. Tentu saja yang bisa menjual sisir terbanyak adalah pemenangnya.

Tentu saja tepat seperti yang kalian duga, para biksu disana semuanya gundul dan tidak butuh sisir. Kesulitan ini juga yang membuat calon pertama hanya mampu menjual 1 buah sisir saja. itupun karena belas kasihan seorang biksu yang iba kepadanya.

Namun, tidak dengan calon kedua, dia mampu menjual hingga 100 buah sisir. Bagaimana caranya?

Ia tidak menawarkan kepada para biksu, tapi pada turis yang ada dikomples itu. Meningat angin disana memang besar sehingga membuat rambut menjadi berantakan. Lalu bagaimana dengan calon ketiga? Dia mampu menjual 800 buah sisir! Wow..

Caranya?  Ternyata penjual ketiga membawa sisir yang sudah diukir dengan nama biara dan dibungkus estetik kepada kepala biara dan ia meyakinkan bahwa sisir ini bisa menjadi suvenir bagus bagi para turis, dan kepala biara pun setuju.

Apakah hikmah dari kisah itu?

Calon pertama gagal karena hanya bergantung pada kerja keras dan pasrah dengan keadaan, ia tidak berusaha mencari solusi hanya berusaha menjual seadanya. Sedangkan calon kedua sudah bisa berpikir lebih maju, ia paham dengan fungsi sisir dan paham siapa yang lebih membutuhkannya. Sedangkan calom ketiga dia sukses karena mampu berpikir out of the box, diluar kelaziman. Dengan menggunakan ilmu dan kondisi yang ada, calon ketiga mampu membuat opportunity/kesempatan untuk dirinya. Dia merubah tempat yang tidak membutuhkan sisir, menjadi seaka-akan membutuhkan sisir.

Menjual tidak hanya berarti menukar barang dengan uang. Tapi lebih menjadi seperti seni membaca keadaan dan mempergunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk merubah lingkungan yang seakan-akan membutuhkan sesuatu. Contoh lainnya, bagaimana kamu menjual payung dalam ruangan yang sejuk?  Orang tidak butuh payung dalam ruangan, namun berbeda jika payung tersebut memiliki nilai sentimental bagi orang lain, misal tandatangan atau foto artis. Maka orang – orang akan membeli payung tersebut, bahkan didalam ruangan sekalipun.

Penulis Paul Wawan, Creative Marketing Motivasi Indonesia

 

Berikut Strategi Mendapatkan Bank Nama Yang Tertarget, berkualitas Dan Punya Daya Beli

Bagaimana Mendapatkan Bank Nama dalam penjualan Yang Tertarget  dan Punya Daya BeliBank nama bagaikan darah bagi seorang sales. Kalau darahnya kurang, sales lesu. Kalau darahnya banyak tapi tidak berkualitas, sales juga pasti lesu.

Ada perusahaan yang memberikan bank nama untuk salesnya. Ada juga perusahaan yang tidak memberikan bank nama, sehingga si sales harus cari bank nama sendiri.

 

Biasanya bank nama dari perusahaan sudah tertarget, berkualitas dan punya daya beli, sehingga prosentase sukses nya pasti lebih besar.

Tapi jika andalkan team sales kita untuk cari bank nama, mesti dicek

  1. Apakah bank nama mereka punya kualifikasi
  2. Punya daya beli, sanggup bayar harga
  3. Punya kebutuhan atau akan butuh
  4. Cek juga jumlah leads yang qualified yang dimiliki oleh team kita.

Percuma punya bank nama yang qualified tapi jumlahnya sedikit.

5. Cek apakah team sales kita  punya kemampuan untuk menambah bank nama secara terus menerus. Jadi harus ada sistem untuk terus menerus mendapatkan traffic secara kontinyu.

Bryan Tracy, konsultan bisnis terkenal mengatakan

“The Key to Successfull Selling is to spend more time with better Prospect.”

Better Prospect artinya

  1. Butuh
  2. Punya Daya Beli
  3. Decision Maker

Cek :  Berapa prosentase  dari bank nama menjadi kunjungan, dan berapa prosentase team kita yang berhubungan langsung dengan prospect.

 

Tugas :

Tanya pada team anda

  1. ? Menurut Anda Better prospect bagi perusahaan anda seperti apa?
  2. ? Menurut Anda ciri ciri  better prospect anda sendiri seperti apa?

Apa bedanya?

Contoh perusahaan asuransi

ð  Ciri ciri Better Prospect menurut perusahaan adalah : Sudah berkeluarga, punya anak

ð  Tapi secara pribadi ada Sales A yang better prospectnya di Manager / Karyawan

Sales B Better Prspect Ibu Ibu

Sales C Beter Prspect Mahasiswa

Sales D Better Prospect Pengusaha dll

Bagaimana bisa beda?

Karena style team sales kita beda beda, caranya beda-beda, tingkat kenyamanan beda-eda, cara pendekatan beda-beda, lingkungan pergaulan beda-beda.

 

Maka dari itu cek. Karena bisa jadi closingan team anda jelek, karena ciri-ciri better prospect dia terlalu kecil. Padahal market ada 3 juta, tapi jika dia Cuma nyaman di market yang 30 orang, tentu saja bulan depan sudah habis. Solusinya adalah tingkatkan kemampuan agar bisa nyaman masuk ke market lain.

Nah, jadi pastikan improve kemampuan dalam menjalin pertemanan dan menambah koneksi.

 

Artikel ini ditulis oleh seorang sales coach terbaik Indonesia yang telah berpengalaman selama lebih dari 15 tahun dalam memberikan coaching dalam meningkatkan omzet dan penjualan. Sudah ada lebih dari 500 perusahaan yang telah beliau coach dan sebagian besar mengatakan penjualan meningkat 2-3 kali lipat setelah beliau coach.

Christian Adrianto Motivator & Sales Coach

Christian Adrianto Motivator & Trainer

Bagaimana Cara Melakukan Sales Planning Yang Benar di tahun 2022 ini

Saes Planning ala Christian Adrianto Motivtor & Sales CoachSales Planning

Setiap orang dalam team kita punya angka yang berbeda beda. Maka ajak setiap orang dalam team kita untuk membuat daily planning. Dan setiap orang harus CUSTOMIZED PLAN.

Karena setiap orang memiliki skill dan pegaulan yang berbeda, sehingga setiap orang dalam team kita bisa perform.

Untuk melakukan Planning ada beberapa hal yang wajib diperhatikan

  1.  Right Activity

Sebagai manusia kita cenderung mengerjakan hal yang kita suka. Tapi bahayanya adalah kalau yang kita suka bukan hal pokok yang membuat kita capai target. Serajin-rajinnya seseorang kalau rajin melakukan hal yang tidak tepat, tidak akan mungkin bisa cpai target.

Apa saja activity yang tepat?

  1. Leads (Bank Nama)
  2. Telephone (Buat janji ketemuan baik face to face, zoom, video call dll)
  3. Bangun Rapport ( bangun keakraban dengan pelanggan)
  4. Presentation & Objection
  5. Close
  6. Delivery
  7. Service
  8. Follow up & Cross Sell
  9. Referensi (Leads)

 

 2. Right Number

Jumlah yang tepat. Setiap orang memiliki jumlah yang berbeda beda. Diskusikan dengan setiap individu dalam team anda, jumlah mereka berdasar prosentase sukses dan volume mereka.

 

3. DKK  : Disiplin, Komitmen, Konsistensi

Yang namanya Plan =  Activity + Tanggal & Jam

Plan adalah apa yang harus dikerjakan dalam jumlah yang telah direncanakan dan ada tanggal serta jam pelaksanaan.

Misalkan

20 jumlah telpon, dilakukan tanggal & jam berapa saja

10 jumlah presentasi, dilakukan tanggal & jam berapa saja

 

Kalau tidak ada tanggalnya, namanya kapan kapan.

Kalau kapan kapan, tergantung mood.

Dan namanya mood, tidak akan bisa konsisten, kadang naik, kadang turun.

Kalau tidak konsisten, tidak bisa disiplin.

 

Maka jadwalkan activitynya ada jam, ada tanggal.

Disiplin adalah melakukan yang harus dilakukan walaupun lagi ngga ada mood.

 

If You Serious about your Success, You need to PLAN.

Penulis: Christian Adrianto Motivator & Sales Coach

Beliau telah meng-coach lebih dari 300.000 orang dan membantu lebih dari 500 perusahaan dalam meningkatkan omzet dan sales.

Christian Adrianto Motivator & Trainer

HOW TO MANAGE SALES TEAM TO ACHIEVE TARGET? – Strategi Manage Sales Team untuk Capai Target

HOW TO MANAGE SALES TEAM TO ACHIEVE TARGET?

Training Selling SkillJay Abraham, The marketing genius berkata

“ Selling is Process.”

Maka dari itu, manage people to follow the process step by step untuk mencapai target. Tidak mungkin capai target kalau tidak ikuti prosesnya step by step.

Masalahnya jika prosesnya tidak jelas. Apa yang mau di manage?

Bayangkan anda mau membangun sebuah gedung. Anda tidak tau prosesnya. Ada 200 tukang, mereka tidak tau apa yang harus dikerjakan. Apa yang harus di manage?

 

Maka sebelum melakukan tugasnya, buat plan untuk hal yang harus dilakukan day by day.

 

Understand The Process

Secara umum sales proses bisa beda beda. B to B tentu berbeda dengan B to C. Tapi secara garis besarnya sama.

 

“Selling is process.

Process is measurable.

Anything that is measurable can be improved.”

–          Jay Abraham

Jay Abraham dalam seminarnya mengatakan measure your process. Peserta seminarnya ada yang dari Singapore, Hongkong, berbagai negara. Ada yang presiden director bank besar, senior executive dari perusahaan besar.

Mereka berkata, “Jay materi kamu terlalu dangkal. Tentu saja kami ukur semuanya.

Kami tau cabang mana yang pertumbuhannya paling pesat. Kami juga tau produk apa saja yang paling laris. Kami tau siapa orang yang capai target, siapa yang tidak capai target.”

 

Jay Abraham hanya tertawa dan ia berkata, “Itu adalah kesalahannya. Mengukur hasil tidak meningkatkan hasil. Measure the process, not the result”

 

Contoh, ada 2 toko sepatu. Dari perusahaan yang sama, produk yang dijual juga sama. Hanya beda lokasi, tapi keduanya berada di lokasi yang sama sama ramai.

Toko Sepatu A

Setiap minggu mampu menjual 10 sepatu.

Toko Sepatu B

Setiap minggu mampu menjual 10 sepatu.

 

Owner tidak puas. Ia berkata, “minggu depan naik ya jadi 13 sepatu.”

Toko A dan Toko B berkata, “Siap bos!!”

“Gimana caranya?”

“Kami akan lebih semangat lagi bos. Kerja lebih rajin. Pantang menyerah!!!”

Minggu depan apakah naik?

Ternyata tidak naik.

Mengukur hasil saja sulit untuk meningkatkan hasil.

 

Tapi jika kita ukur proses.

Toko A

Pengunjung datang 100 orang

Menjual 10 sepatu

Maka success rate 10%

 

Toko B

Pengunjung datang 20 orang

Menjual 10 sepatu

Maka success rate 50%

 

Kesimpulannya toko A lebih ramai pengunjung, dan Toko B SPG nya lebih jago jualan, lebih semangat, melayani dengan lebih baik.

Jika anda adalah manager toko sepatu A, maka anda tahu bagaimana meningkatkan penjualan?

Mana yang lebih masuk akal untuk ditingkatkan di toko A?

Tentu saja success rate nya.

Kira kira berapa % success rate bisa ditingkatkan?

Anda mungkin ada yang menjawab 20%, 30%, tapi saya yakin kebanyakan anda akan berkata 50%. Dari mana angka ini?

Karena sudah ada toko yang berhasil  mencapai success rate 50%. Maka toko A perlu belajar dari toko B, apa yang dilakukan agar orang  yang datang berkunjung lebih banyak yang beli barang. Pelajari detailnya bagaimana toko B melayani pelanggan, beda cara, beda hasil.

Dan Toko B belajar dari toko A, bagaimana caranya agar pengunjung ramai.

 

When the process improved, the result is improve.

 

Toko A, jika success rate naik katakan 30% saja, ngga usah muluk muluk maka penjualan naik jadi 30 pasang sepatu. Artinya naik 3 kali lipat.

 

Toko B, jika jumlah pengunjung naik jadi 70 pengunjung saja. Maka penjualan naik 35 sepatu. Naik 3 kali lipat.

 

Kelihatannya sederhana, namun prakteknya sulit.

Karena orang sales itu beda.

Jika orang pabrik, mau buat mie, prosesnya jelas.

Tepung di mix dengan telur, garam dan air.

Kemudian di aduk, dicetak sehingga bentuk panjang-panjang, di oven, di dinginkan kemudian dipotong, dibungkus.

Kalau pabrik mie semua jelas, ada takarannya, ada waktunya, di oven ada suhunya.

Tapi dalam penjualan ngga jelas prosesnya, ngga ada angka, ngga ada takaran seperti pabrik mie.

Orang sales tidak terbiasa ukur proses dan tidak biasa bikin laporan.

Jumlah presentasi berapa, hasilnya berapa?

Jumlah telpon berapa, hasilnya berapa?

Jumlah kunjungan berapa, hasilnya berapa?

 

Kendalanya sudah kebiasaan susah disuruh bikin laporan, dan ditambah managernya juga menyerah karena lelah karena mereka tidak juga terbiasa.

Tapi kalau tidak tau dari sisi mana yang perlu diperbaiki, apa dasar untuk anda memanage team anda?

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Trainer & Motivator

Telah dipercaya oleh lebih dari 500 perusahaan, Berpengalaman selama lebih dari 16 tahun di dunia training dan motivasi. Telah diundang di berbagai stasiun TV nasional sebagai narasumber, seperti Metro TV, TV One, Kompas TV, TVRI, Trans 7, Sindo TV dll. Berhasil meningkatkan penjualan di berbagai perusahaan mulai dari retail, hingga B2B.

APAKAH CAPAI TARGET MUDAH?

 

Training sales leadership

Semua orang pasti menjawab NO!!!

Kenapa?

Karena apapun bisnis anda, akan selalu ada yang namanya PROBLEM.

 

Problem 1 : Competitor

Competitor akan selalu berusaha lebih unggul, dan berusaha menyerang titik lemah kita.

 

Problem 2 : Market

Market kita, situasi ekonomi, ini diluar kontrol kita. Kadang baik, kadang lesu.

 

Problem 3 : Customer

Calon customer kita ada yang sudah punya pilihan lain, calon customer kita mungkin lebih akrab dengan sales dari competitor, sehingga meski produk kita lebih baik, ia segan untuk ganti. Calon customer kita kadang lebih pilih competitor dll.

 

Problem 4 : Sumber daya

Sumber daya yang kita miliki kadang tidak cukup untuk mencapai target. Kadang budget kita terbatas, kadang kualitas dan kuantitas SDM kita tidak cukup, dll.

 

 

Sales manager digaji untuk mencapai target.

Dan kita semua telah dewasa untuk menyadari bahwa target harus tercapai apapun yang terjadi.

Namun problem akan selalu ada.

Target dapat tercapai jika anda menyelesaikan masalah.

Jadi anda digaji untuk solve the problem agar target tercapai.

Bukan menjadikan problem sebagai alasan.

 

Anda bisa solve the problem jika

  1. Tau akar masalahnya
  2. Solusinya

 

Jadi jangan lapor kepada atasan : “Susah pak, banyak problem…”

Karena itu adalah bukti bahwa anda tidak kompeten untuk digaji. Karena anda digaji untuk problem solve, bukan melaporkan problem.

 

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Sales Trainer yang telah dipercaya lebih dari 500 perusahaan, salah satu yang terbanyak di Indonesia. Maka tidak heran beliau disebut – sebut sebagai Raja Inhouse training. Program pelatihan beliau simple, mudah dipraktekkan, namun powerfull dan terbukti telah berhasil meningkatkan penjualan. Rekor beliau adalah berhasil meningkatkan penjualan hingga 4.000% di masa PPKM Darurat, dimana orang lain omzet terganggu.

Mindset Sales Entreprenur Dahsyat

Think like a bussinessman not as employee.

Belajar dari Joe Gerard, Penjual Terbaik di Dunia versi Guiness of the World Record.

Joe Gerard memiliki status sebagai karyawan, Ia adalah sales mobil. Ia bukan pemilik showroom, tapi ia berpikir sebagai entrepreneur.

Bukan berarti menjadi karyawan jelek, dan entrepreneur baik. Bukan itu maksud saya.

Yang saya maksud adalah mindsetnya.

Mindset seorang sales yang berjiwa entrepereneur sejati

“My Bussiness is my bussiness.”

Bisnis saya adalah urusan saya

Your company can’t take care your bussiness. Andalah yang harus mengurus semua customer anda.

Apalagi Divisi lain, mereka tidak punya kepentingan untuk customer anda.

Jangan serahkan repeat order, penghasilan, referensi, kesejahteraan keluarga kepada orang lain, atau divisi lain yang tidak punya kepentingan!

Jika anda mengurus customer anda maka Cutomer anda adalah milik anda seumur hidup, bukan milik perusahaan.

Seandainya anda punya bisnis lain, anda sudah punya customer.

Sales bermental entrepreneur kadang merogoh kocek sendiri dalam memberikan service.

Sisikan komisi anda dan Investasikan kepada customer anda.

Maka customer akan loyal.

Belajar lagi dari Joe Gerard, ia selalu menginvestasikan sebagian komisi yang ia dapatkan dan dikembalikan kepada customer untuk memberi personal touch.

Mungkin anda berkata, Pak, komisi saya kecil!

Investasi kepada customer bukan hanya uang. Bahkan banyak hal yang dapat dilakukan yang nyaris tanpa uang, atau jika butuh uang, itu juga kecil sekali. Sebagai contoh, Joe Gerard, jago sekali memuji. Ia memuji customernya, ia memuji istrinya.

” Wah, ibu adalah wanita yang sangat beruntung, punya suami bapak yang sayang sama keluarga. Buktinya bapak beli mobil ini pertimbangannya supaya ibu nyaman lho kalau pergi kemana mana.”

Jika bawa anak, Joe Girard akan berlutut, kemudian berbicara dengan anak itu

“Nama kamu siapa?”

“Umur kamu berapa?”

“Kamu tahu kenapa kamu kemari?”

“Mama papa mau beli mobil.”

Sudah closing bukan?

Kalau anaknya tanya , “Kenapa mobil lama mama papa?”

“Mobilnya sudah tua….”

Closing bukan?

Kemudian Joe Girard juga selalu punya mainan, sementara mama papanya lihat lihat mobil, Joe Gerard akan suruh anaknya untuk main agar tidak bosan. Entertain anak-anak. Mama papa tenang, mood bagus, keputusan beli mobil lebih besar.

Penting membuat anak-anak tidak bosan, jika anak-anak bosan, menangis, minta pulang, bisa bisa batal jualan.

Untuk istrinya, ia memuji.

“Bapak sungguh beruntung memiliki istri yang sangat cantik.”

Kemudian ia memberi parfum untuk istri customernya.

Ia memberi dulu, baik customernya mau beli atau tidak.

Begitu sudah transaksi, order form diserahkan sekertaris, kemudian ia mengirim kartu ucapan terimakasih.

Belum tentu bayar DP, sudah terima kartu terimakasih. Maka ngga enak kalo ngga bayar. Ya atau Ya?

Mainan, parfum, kartu, Joe Girard bayar dari kantongnya. Itulah kenapa Joe Gerard menjadi penjual terbaik di dunia. Di masa karirnya, orang antri untuk beli mobil dari Joe Gerard seperti orang mau ke dokter kecantikan. Ia memang berstatus sebagai karyawan, tapi ia memiliki mindset sebagai seorang entrepereur sejati. Ia berani berinvestasi, bahkan dari kantong pribadi.

 

Penulis : Christian Adrianto

Sales Coach terbaik Indonesia. Beliau telah mentraining lebih dari 200.000 orang, dan membantu meningkatkan penjualan. Training beliau tidak sekedar teori, namun sederhana, aplicable, pasti bisa dipraktekkan. karena materi beliau telah terbukti berhasil dan beliau adalah seorang parktisi penjualan yang berpengalaman selamama lebih dari 16 tahun.

Pentingnya “Menjual Diri”

 

Seandainya anda berada di show room mobil.

Produk sama, harga sama, warna sama, tapi salesnya yang satu ganteng, pakai dasi, pakai jas, bersih, rapi dan wangi.

Yang satu lagi Lee Min Ho pakai celana jeans bolong di lutut dan kaos oblong.

lee min hoAnda pilih dilayani siapa?

Anda akan pilih Lee Min Ho.

Dan anda akan bilang “Kalo beli boleh minta foto bareng? Tandatangan di dashboard ya!!”

 

jadi sebetulnya, Orang bukan  membeli produknya, tapi membeli salesnya!

Ya atau Ya?

Di Indonesia, banyak orang yang masih merasa jika tidak pegang-pegang barang, tidak lihat langsung, tidak pakai tawar rasanya ngga sreg. Kalaupun beli online, kalau sudah direferensikan oleh orang yang terkenal, artis atau influencer yang followers nya banyak. Ya atau Ya?

Sosok itu penting!

Makanya sebagai seorang sales, penting sekali kita untuk bisa menjual diri. Dalam artian, kita harus bisa membangun brand image kita sebagai seorang sales yang bisa dipercaya, profesional dan melayani dengan sepenuh hati.

Penulis Christian Adrianto

Sales Coach Terbaik Indonesia yang telah membantu lebih dari 500 perusahaan besar di Indonesia untuk meledakkan penjualan. Rekor beliau meledakkan penjualan hingga 200% di masa PPKM Darurat.

Orang Sales Harus Punya Banyak Kenalan, Prospekting Bagaimana Caranya?

sales coach articleBagi setiap orang Sales, setiap hari harus kenalan dengan orang baru. Karena ada banyak kesempatan baru dari kenalan baru. Apalagi jika data base sudah habis ditawari semua. Bagaimana mengharapkan customer baru, jika tidak pernah kenalan baru.

Maka mulai hari ini, Jika ketemu orang tidak Kenalan, itu adalah dosa fundamental bagi orang sales.

Akibat dari dosa tidak mau kenalan orang baru adalah, bisnis stag gitu gitu aja. Ya atau ya?

kenalan baru artinya leads baru.

Leads adalah darah bagi orang sales.

#Leads artinya prospek atau calon customer atau data base (red)

Orang sales yang tidak punya leads maka tidak punya harapan, tidak punya orderan.

Kenapa kita butuh banyak Leads?

Untuk dapat sebuah order, semua itu tergantung dengan prosentase sukses.

Maksudnya adalah Misalnya kita menawarkan 10 orang, maka 1 orang beli.

Maka prosentase suksesnya adalah 10%.  Jadi prosentase sukses bergantung pada keterampilan dalam menjual alias selling skill dan juga produk atau jasa yang ditawarkan.  Setiap bidang industri punya rata rata prosentase sukses berbeda beda. Dan semua itu juga bergantung dalam skill sang penjual dalam setiap sales processnya.

Dengan prosentase sukses 10%, maka jika mau berharap 10 order, maka harus mengunjungi 100 orang. Tapi kunjungan tidak begitu saja terjadi. Sebelum mengunjungi orang harus telpon dulu, buat janji dulu, betul?

Misalkan kemampuan sukses untuk telepon membuat orang ketemuan, buat janji  50%, maka untuk dapat membuat 100 orang ketemuan harus telpon 200 orang untuk buat janji.

Nah 200 orang ini adalah LEADS.

Banyak orang sales tidak tahu hal ini makanya mereka tidak dapat capai target. Mereka hanya menelpon 25 orang dan mengharapkan 10 penjualan. Tapi hal itu tidak akan terjadi. Apapun produk yang anda jual. Trust me!

Penjualan adalah game of number. Ada jumlah yang harus kita penuhi untuk dapat capai target.

 

Penulis : Christian Adrianto

Sales Coach yang dimasa pandemi ini telah berhasil membantu banyak team sales meningkatkan penjualannya dan mencapai target. Rekor beliau adalah meningkatkan penjualan hingga 200% selama masa PPKM darurat.