SENI MEMPIMPIN DI TENGAH KETIDAK PASTIAN

Dolar terus naik, hari ini sudah mencapai Rp. 16.400/USD.

Bagaimana memimpin di tengah ketidakpastian?

seni memimpin di tengah rupain melemah ala christian adrianto motivator & leadership trainer & sales trainer

Nilai tukar rupiah terhadap dolar terus melemah, akibatnya kondisi berubah, inflasi naik, banyak yang melakukan PHK besar besaran dan mempengaruhi iklim industri tanah air.

Sebagai seorang leader, apa yang harus dilakukan di tengah situasi yang penuh ketidak pastian?

 

Mengutip kata kata Jack Welch, CEO GE yang disebut sebut sebagai The Greatest CEO of the Centuries.

“The art of Leading comes down to one thing : FACING REALITY and then acting DECISIVELY and QUICKLY on that reality”

Ia mengatakan bahwa seni memimpin bermuara pada satu hal: yaitu menghadapi KENYATAAN kemudian bertindak TEGAS dan CEPAT atas kenyataan tersebut.

 

Maka dengan situasi saat ini, coba cek kenyataan di lapangan.

Jika kenyataan saat ini team anda lagi loyo, stress dan burn out. Jangan mengabaikan (Ignore) apalagi deny.

“Yah, paling Cuma Sementara.”

Wah, bisa bahaya!

 

Jika anda sudah menyadari kondisi, tidak cukup dengan menerima kenyataan yang ada.

Yes, betul, sudah tahu team lagi loyo, tapi mengatakan

“Namanya juga orang, ngga mungkin on-fire terus lah. Pasti ada masanya lagi loyo.”

Ini juga bahaya!

 

Yang paling tepat adalah anda harus Face reality dan mengambil keputusan yang cepat dan tepat di tengah ketidakpastian!

Bangun kembali motivasi team anda di pertengahan tahun.

 

Jika anda Face Reality saat ini : Dolar naik – kondisi berubah , banyak industri yang melakukan PHK, angka penjualan mulai menurun.

Jangan deny, do something!

Seni memimpin adalah Face Reality lebih dulu, kemudian ambil keputusan dan bertindak.

Jika anda membuat keputusan dan bertindak tanpa melihat kenyataan, maka semua keputusan dan tindakan yang anda lakukan, didasari oleh halusinasi dan khayalan.

 

Coba Re-startegize market anda.

Di tengah kondisi ekonomi hari ini, ada bidang yang mengalami penurunan, PHK besar besaran. Namun jangan lupa ada pula bidang bidang yang justru diuntungkan karena kenikan dolar.

Coba susun strategi dan fokuskan market anda pada bidang bidang industri yang lagi happy karena kenaikan dolar.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Jika anda ingin memotivasi team anda, membekali team anda dengan selling skill, leadership skill untuk meningkatkan produktivitas kerja dan penjualan, hubungi : Fransisca 082110502502.

 

Be the Best Version of You & Never Give Up!

 

Christian Adrianto Motivator & Trainer LeadershipChristian Adrianto

Motivator, Sales & Leadership Trainer

www.MotivasiIndonesia.com

BAGAIMANA CARANYA MENJUAL PRODUK PREMIUM, YANG HARGANYA LEBIH MAHAL DARI COMPETITOR?

Minggu lalu saya diminta untuk melatih sales produk luxury fashion, yang harganya puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Dan saya ingin sharing, 2 hal yang sering dilupakan oleh para sales saat menjual produk premium.

Dalam training saya mengatakan bahwa Indonesia is wonderful.

Why?

Market kita sangat besar.

Mau jual apa saja, marketnya besar.

Mau jual produk murah, menengah, premium, semua ada marketnya.

Dan Indonesia tidak pernah kekurangan orang yang punya daya beli.

Yang sering terjadi adalah kita kekurangan mental yang benar.

Sering ketemu Orang sales yang berpatokan pada diri sendiri ngga?

Misalkan ia harus menjual apartemen seharga 30 Milyar.

Kemudian ia berpikir “Gw ngga pernah ketemu orang yang mau beli apartemen 30M. Gw disuruh beli, juga ngga mau. Harganya kemahalan sih, siapa yang mau beli?”

Lha, kalau penjualnya saja tidak yakin sama produknya, gimana orang mau beli?

Jadi Pelajaran #1, jangan pernah feeling guilty jika anda menjual produk dengan harga yang lebih mahal dari competitor.

Kenali produk/jasa anda.

Pastikan anda tahu dengan jelas, bagaimana produk/jasa anda bisa memberikan value yang lebih kepada pelanggan anda dibandingkan competitor. Sehingga harga yang mahal, worth it buat pelanggan anda.

Walaupun anda mungkin belum bisa beli produk yang anda jual, cintai produk yang anda jual. Jadi fans produk  anda sendiri, sehingga ketika anda ketemu pelanggan, ia akan merasakan energi dan antusiasme anda.

Pelajaran ke #2, ELEVATE YOURSELF TO YOUR PRODUCT & YOUR CUSTOMER

Produk premium, terutama produk luxury fashion, luxury car, property mewah, pada umumnya pembelinya adalah orang orang berkelas, punya uang banyak, biasanya usianya juga lebih senior, pengalaman dan pengetahuan lebih daripada kita. Bisa jadi ia pengusaha sukses, direktur perusahaan besar, pesohor atau bahkan pejabat dll. Mereka lebih dari segala galanya dari kita, penjualnya.

Kendalanya saya banyak ketemu sales produk premium yang merasa minder ketemu orang kaya.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa naik, selevel dengan pelanggan kita?

Yang pertama pastikan penampilan dan postur anda selevel dengan produk anda.

Miliki postur, kepercayaan diri dan penampilan yang berbeda, lebih exclusive, well grooming.

Dan agar anda bisa naik selevel dengan pelanggan anda, pastikan anda betul-betul menguasai product knowledge. Tidak hanya mengenai produk anda, namun juga segala sesuatu yang berhubungan dengan produk anda. Dengan begitu, anda akan merasa lebih percaya diri.

Ibarat dokter, pasiennya bisa jadi pengusaha sukses, direktur perusahaan besar, pesohor atau bahkan pejabat. Pasiennya bisa jadi lebih kaya, lebih segala galanya, namun pasien pasti ikut kata dokter. Karena dokter memiliki knowlede lebih di bidang medis.

Tentunya semua itu harus dibarengi dengan skill yang mumpuni, baik selling skill, people skill serta negotiation skill. Gimana menghandle keberatan pelanggan, bagaimana caranya agar closing rate lebih tinggi, bagaimana menemukan target market yang tepat. Semua ada strateginya.

Dan jika anda ingin meningkatkan penjualan team anda, dengan senang hati saya akan membantu.

 

Be The Best Version Of You & Never Give Up

 

motivator & sales trainer terbaik IndonesiaChristian Adrianto

Motivator & Sales Coach

www.motivasiindonesia.com

 

 

 

 

Apakah Speaker dan Trainer Sama?

trainer Sales & leadership christian adrianto

Banyak yang beranggapan bahwa speaker dan trainer itu sama saja. Trainer itu beda dengan speaker.

Speaker adalah pembicara, targetnya adalah menyampaikan pesan. selama pesan yang disampaikan telah diterima, maka tugas speaker telah tercapai.

Sedangkan Tugas dari trainer adalah melatih. Targetnya adalah peserta trainee menjadi terlatih.

Baik itu melatih pengetahuan, kemampuan soft skill, hard skill maupun melatih sikap tertentu.  Maka menjadi trainer tidak cukup hanya memiliki kemampuan berbicara saja.

Seorang Trainer perlu memiliki kemampuan untuk mengenali kebutuhan pelatihan peserta trainee nya. Menganalisa gap antara kemampuan saat ini dengan kompetensi yang diharapkan. Kemudian sang trainer harus mendesain silabus yang tepat untuk menjembatani gap tersebut.

Trainer perlu merancang aktivitas pembelajaran yang tepat, sehingga di akhir pelatihan, kompetensi yang diharapkan dapat tercapai.

Maka seorang trainer perlu melakukan analisa keterampilan dan pengetahuan saat ini untuk membuat titik start yang tepat dan titik finish yang paling realistis bagi trainee nya. Tentunya jika peserta trainee adalah orang orang yang berpengalaman, materi pelatihan akan sangat berbeda dengan peserta yang benar-benar awam.

Selama proses pelatihan, tentu trainer tidak cukup hanya menyampaikan teori saja, namun seorang trainer yang baik perlu mendesain metode Latihan. Nah, disinilah esensi dari sebuah training.

Seorang trainer yang baik juga harus memiliki kemampuan untuk memberikan feedback atau umpan balik yang konstruktif, apakah yang mereka lakukan sudah benar atau belum.

Oleh karena itu tidak cukup seorang trainer tidak hanya merancang learning journey bagi pesertanya, namun ia juga harus memiliki kreatifitas dalam menyampaikan metode pembelajaran. Karena pembelajaran yang monoton dan hanya duduk diam mendengarkan, tidak akan seefektif jika disampaikan dengan ilustrasi, game, studi kasus atau bahkan roleplay. Jika pelatihan monoton, peserta tidak bisa focus dan konsentrasi, bagaimana peserta ingat materinya, apalagi terlatih.

Dan seorang trainer yang baik, harus memiliki kemampuan menjelaskan materi yang rumit sekalipun menjadi sederhana dan mudah dimengerti oleh traineenya .  Makanya tidak cukup menjadi seorang trainer hanya ahli bicara dan lucu. Namun setelah training tidak paham  apa yang disampaikan, dan bagaimana mengaplikasikannya.

Ia juga harus mampu memfasilitasi proses praktek dan kompetensi pendukung lainnya.

Makanya kalau ada yang bilang trainer CUMA JUAL LUDAH,  mainnya kurang jauh Bro…

by Christian Adrianto Motivator & Trainer Leadership & Selling Skill

Berikut Strategi Mendapatkan Bank Nama Yang Tertarget, berkualitas Dan Punya Daya Beli

Bagaimana Mendapatkan Bank Nama dalam penjualan Yang Tertarget  dan Punya Daya BeliBank nama bagaikan darah bagi seorang sales. Kalau darahnya kurang, sales lesu. Kalau darahnya banyak tapi tidak berkualitas, sales juga pasti lesu.

Ada perusahaan yang memberikan bank nama untuk salesnya. Ada juga perusahaan yang tidak memberikan bank nama, sehingga si sales harus cari bank nama sendiri.

 

Biasanya bank nama dari perusahaan sudah tertarget, berkualitas dan punya daya beli, sehingga prosentase sukses nya pasti lebih besar.

Tapi jika andalkan team sales kita untuk cari bank nama, mesti dicek

  1. Apakah bank nama mereka punya kualifikasi
  2. Punya daya beli, sanggup bayar harga
  3. Punya kebutuhan atau akan butuh
  4. Cek juga jumlah leads yang qualified yang dimiliki oleh team kita.

Percuma punya bank nama yang qualified tapi jumlahnya sedikit.

5. Cek apakah team sales kita  punya kemampuan untuk menambah bank nama secara terus menerus. Jadi harus ada sistem untuk terus menerus mendapatkan traffic secara kontinyu.

Bryan Tracy, konsultan bisnis terkenal mengatakan

“The Key to Successfull Selling is to spend more time with better Prospect.”

Better Prospect artinya

  1. Butuh
  2. Punya Daya Beli
  3. Decision Maker

Cek :  Berapa prosentase  dari bank nama menjadi kunjungan, dan berapa prosentase team kita yang berhubungan langsung dengan prospect.

 

Tugas :

Tanya pada team anda

  1. ? Menurut Anda Better prospect bagi perusahaan anda seperti apa?
  2. ? Menurut Anda ciri ciri  better prospect anda sendiri seperti apa?

Apa bedanya?

Contoh perusahaan asuransi

ð  Ciri ciri Better Prospect menurut perusahaan adalah : Sudah berkeluarga, punya anak

ð  Tapi secara pribadi ada Sales A yang better prospectnya di Manager / Karyawan

Sales B Better Prspect Ibu Ibu

Sales C Beter Prspect Mahasiswa

Sales D Better Prospect Pengusaha dll

Bagaimana bisa beda?

Karena style team sales kita beda beda, caranya beda-beda, tingkat kenyamanan beda-eda, cara pendekatan beda-beda, lingkungan pergaulan beda-beda.

 

Maka dari itu cek. Karena bisa jadi closingan team anda jelek, karena ciri-ciri better prospect dia terlalu kecil. Padahal market ada 3 juta, tapi jika dia Cuma nyaman di market yang 30 orang, tentu saja bulan depan sudah habis. Solusinya adalah tingkatkan kemampuan agar bisa nyaman masuk ke market lain.

Nah, jadi pastikan improve kemampuan dalam menjalin pertemanan dan menambah koneksi.

 

Artikel ini ditulis oleh seorang sales coach terbaik Indonesia yang telah berpengalaman selama lebih dari 15 tahun dalam memberikan coaching dalam meningkatkan omzet dan penjualan. Sudah ada lebih dari 500 perusahaan yang telah beliau coach dan sebagian besar mengatakan penjualan meningkat 2-3 kali lipat setelah beliau coach.

Christian Adrianto Motivator & Sales Coach

Christian Adrianto Motivator & Trainer

Bagaimana Cara Melakukan Sales Planning Yang Benar di tahun 2022 ini

Saes Planning ala Christian Adrianto Motivtor & Sales CoachSales Planning

Setiap orang dalam team kita punya angka yang berbeda beda. Maka ajak setiap orang dalam team kita untuk membuat daily planning. Dan setiap orang harus CUSTOMIZED PLAN.

Karena setiap orang memiliki skill dan pegaulan yang berbeda, sehingga setiap orang dalam team kita bisa perform.

Untuk melakukan Planning ada beberapa hal yang wajib diperhatikan

  1.  Right Activity

Sebagai manusia kita cenderung mengerjakan hal yang kita suka. Tapi bahayanya adalah kalau yang kita suka bukan hal pokok yang membuat kita capai target. Serajin-rajinnya seseorang kalau rajin melakukan hal yang tidak tepat, tidak akan mungkin bisa cpai target.

Apa saja activity yang tepat?

  1. Leads (Bank Nama)
  2. Telephone (Buat janji ketemuan baik face to face, zoom, video call dll)
  3. Bangun Rapport ( bangun keakraban dengan pelanggan)
  4. Presentation & Objection
  5. Close
  6. Delivery
  7. Service
  8. Follow up & Cross Sell
  9. Referensi (Leads)

 

 2. Right Number

Jumlah yang tepat. Setiap orang memiliki jumlah yang berbeda beda. Diskusikan dengan setiap individu dalam team anda, jumlah mereka berdasar prosentase sukses dan volume mereka.

 

3. DKK  : Disiplin, Komitmen, Konsistensi

Yang namanya Plan =  Activity + Tanggal & Jam

Plan adalah apa yang harus dikerjakan dalam jumlah yang telah direncanakan dan ada tanggal serta jam pelaksanaan.

Misalkan

20 jumlah telpon, dilakukan tanggal & jam berapa saja

10 jumlah presentasi, dilakukan tanggal & jam berapa saja

 

Kalau tidak ada tanggalnya, namanya kapan kapan.

Kalau kapan kapan, tergantung mood.

Dan namanya mood, tidak akan bisa konsisten, kadang naik, kadang turun.

Kalau tidak konsisten, tidak bisa disiplin.

 

Maka jadwalkan activitynya ada jam, ada tanggal.

Disiplin adalah melakukan yang harus dilakukan walaupun lagi ngga ada mood.

 

If You Serious about your Success, You need to PLAN.

Penulis: Christian Adrianto Motivator & Sales Coach

Beliau telah meng-coach lebih dari 300.000 orang dan membantu lebih dari 500 perusahaan dalam meningkatkan omzet dan sales.

Christian Adrianto Motivator & Trainer

HOW TO MANAGE SALES TEAM TO ACHIEVE TARGET? – Strategi Manage Sales Team untuk Capai Target

HOW TO MANAGE SALES TEAM TO ACHIEVE TARGET?

Training Selling SkillJay Abraham, The marketing genius berkata

“ Selling is Process.”

Maka dari itu, manage people to follow the process step by step untuk mencapai target. Tidak mungkin capai target kalau tidak ikuti prosesnya step by step.

Masalahnya jika prosesnya tidak jelas. Apa yang mau di manage?

Bayangkan anda mau membangun sebuah gedung. Anda tidak tau prosesnya. Ada 200 tukang, mereka tidak tau apa yang harus dikerjakan. Apa yang harus di manage?

 

Maka sebelum melakukan tugasnya, buat plan untuk hal yang harus dilakukan day by day.

 

Understand The Process

Secara umum sales proses bisa beda beda. B to B tentu berbeda dengan B to C. Tapi secara garis besarnya sama.

 

“Selling is process.

Process is measurable.

Anything that is measurable can be improved.”

–          Jay Abraham

Jay Abraham dalam seminarnya mengatakan measure your process. Peserta seminarnya ada yang dari Singapore, Hongkong, berbagai negara. Ada yang presiden director bank besar, senior executive dari perusahaan besar.

Mereka berkata, “Jay materi kamu terlalu dangkal. Tentu saja kami ukur semuanya.

Kami tau cabang mana yang pertumbuhannya paling pesat. Kami juga tau produk apa saja yang paling laris. Kami tau siapa orang yang capai target, siapa yang tidak capai target.”

 

Jay Abraham hanya tertawa dan ia berkata, “Itu adalah kesalahannya. Mengukur hasil tidak meningkatkan hasil. Measure the process, not the result”

 

Contoh, ada 2 toko sepatu. Dari perusahaan yang sama, produk yang dijual juga sama. Hanya beda lokasi, tapi keduanya berada di lokasi yang sama sama ramai.

Toko Sepatu A

Setiap minggu mampu menjual 10 sepatu.

Toko Sepatu B

Setiap minggu mampu menjual 10 sepatu.

 

Owner tidak puas. Ia berkata, “minggu depan naik ya jadi 13 sepatu.”

Toko A dan Toko B berkata, “Siap bos!!”

“Gimana caranya?”

“Kami akan lebih semangat lagi bos. Kerja lebih rajin. Pantang menyerah!!!”

Minggu depan apakah naik?

Ternyata tidak naik.

Mengukur hasil saja sulit untuk meningkatkan hasil.

 

Tapi jika kita ukur proses.

Toko A

Pengunjung datang 100 orang

Menjual 10 sepatu

Maka success rate 10%

 

Toko B

Pengunjung datang 20 orang

Menjual 10 sepatu

Maka success rate 50%

 

Kesimpulannya toko A lebih ramai pengunjung, dan Toko B SPG nya lebih jago jualan, lebih semangat, melayani dengan lebih baik.

Jika anda adalah manager toko sepatu A, maka anda tahu bagaimana meningkatkan penjualan?

Mana yang lebih masuk akal untuk ditingkatkan di toko A?

Tentu saja success rate nya.

Kira kira berapa % success rate bisa ditingkatkan?

Anda mungkin ada yang menjawab 20%, 30%, tapi saya yakin kebanyakan anda akan berkata 50%. Dari mana angka ini?

Karena sudah ada toko yang berhasil  mencapai success rate 50%. Maka toko A perlu belajar dari toko B, apa yang dilakukan agar orang  yang datang berkunjung lebih banyak yang beli barang. Pelajari detailnya bagaimana toko B melayani pelanggan, beda cara, beda hasil.

Dan Toko B belajar dari toko A, bagaimana caranya agar pengunjung ramai.

 

When the process improved, the result is improve.

 

Toko A, jika success rate naik katakan 30% saja, ngga usah muluk muluk maka penjualan naik jadi 30 pasang sepatu. Artinya naik 3 kali lipat.

 

Toko B, jika jumlah pengunjung naik jadi 70 pengunjung saja. Maka penjualan naik 35 sepatu. Naik 3 kali lipat.

 

Kelihatannya sederhana, namun prakteknya sulit.

Karena orang sales itu beda.

Jika orang pabrik, mau buat mie, prosesnya jelas.

Tepung di mix dengan telur, garam dan air.

Kemudian di aduk, dicetak sehingga bentuk panjang-panjang, di oven, di dinginkan kemudian dipotong, dibungkus.

Kalau pabrik mie semua jelas, ada takarannya, ada waktunya, di oven ada suhunya.

Tapi dalam penjualan ngga jelas prosesnya, ngga ada angka, ngga ada takaran seperti pabrik mie.

Orang sales tidak terbiasa ukur proses dan tidak biasa bikin laporan.

Jumlah presentasi berapa, hasilnya berapa?

Jumlah telpon berapa, hasilnya berapa?

Jumlah kunjungan berapa, hasilnya berapa?

 

Kendalanya sudah kebiasaan susah disuruh bikin laporan, dan ditambah managernya juga menyerah karena lelah karena mereka tidak juga terbiasa.

Tapi kalau tidak tau dari sisi mana yang perlu diperbaiki, apa dasar untuk anda memanage team anda?

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Trainer & Motivator

Telah dipercaya oleh lebih dari 500 perusahaan, Berpengalaman selama lebih dari 16 tahun di dunia training dan motivasi. Telah diundang di berbagai stasiun TV nasional sebagai narasumber, seperti Metro TV, TV One, Kompas TV, TVRI, Trans 7, Sindo TV dll. Berhasil meningkatkan penjualan di berbagai perusahaan mulai dari retail, hingga B2B.

Leadership : 7 Strategi Memanage Resources dalam Mencapai Target

 Pelatihan LeadershipSebagai Sales Manager, tugas utamanya adalah mencapai target. Tentunya untuk mencapai target ada sumber daya untuk di manage. Dan bagaimana cara memanage agar bisa capai target?

1.      Budget

Budget yang kita dapat tergantung dari 2 hal

  1. Kemampuan perusahaan untuk memberikan budget
  2. Kemampuan mamager untuk minta budget

Kendalanya adalah banyak manger yang ketika Raker budgeting awal tahun diberikan target, merasa beban besar, stress tapi ngga tau cara minta budget. Bingung cara buat program dan akhirnya pulang ngga minta budget.

Dan seiring waktu berjalan, plan ngga jelas, tiap bulan ke bagian akunting minta uang untuk program dan ditolak karena ngga ada budget.

Sales manager harus kreatif bikin event, kontes, program yang menarik untuk meningkatkan penjualan.

Kuncinya adalah buat plan yang diajukan sebaga dasar untuk minta budget.

Ibarat manager team sepak bola, bisa plan butuh pemain seperti apa, menu pelatihan seperti apa, reward seperti apa, setiap bulan ngapain aja. Nah agar semua ini berjalan, minta budgetnya.

2.      Asset

Cth : mobil, kantor, gedung, mesin fotocopy, nama baik dll. Semua itu harus dijaga dan ditingkatkan.

3.      People

Manage people adalah hal yang paling trickie. Tidak ada ilmu pasti dan setiap orang memiliki kapasitas dan karakter yang berbeda beda. Tentunya untuk memanage people perlu pendekatan yang lebih humanis, dan butuh ilmu psikologi, coaching, counselling, motivasi dan bahkan parenting. Parenting? Serius pak? Kok bisa? Sepanjang pengalaman saya leader juga merangkap sebagai bapak/ibu. Kadang team kita ibarat anak anak.

 4.      Stock

Bicara soal stok, ada berbagai macam stok, mulai stok alat kantor, hingga stok di pergudangan. Stok harus dimanage dengan bijak, agar jangan sampai terlalu sedikit, apalagi habis, tentu akan menghambat kerja. Dan dijaga jug agar jangan sampai berlebihan  agar tidak jadi uang mati. Ingat, menaikkan omzet juga bisa dengan melalui penghematan sumber daya. Bukan melulu soal peningkatan penjuala. Pastikan semua berjalan efisien.

 5.      Proses Kerja

Ini jarang dibahas. Apakah cara kerja sudah optimal, apakah ada cara kerja yang sudah tidak efektif, selalu harus dipantau dan dievaluasi.

6.      Time

Perusahaan memberikan waktu 1 tahun untuk capai target. 1 tahun = 12 bulan = 365 hari.

Banyak orang yang menganggap waktu ini fixed. Kerja hanya senin-jumat, dari jam 9-5. Kalau ngga capai target masak sabtu minggu ngga kerja, jam 7 malam ngga duduk angkat telpon?

 

“Pak, team saya ngga akan mau!!!”

Nah, itulah pinter-pinternya seorang sales manager untuk bisa membangun sausana kerja yang kondusif. Yang memotivasi, kalau ngga capai target, malu.

 

Tugas  Anda Yang #1 :

Dari 6 resources ini, pikirkan 3 resources yang anda unggul?

 

Ciri cirinya, kalau anda punya waktu luang anda akan duduk ngobrol, curhat, cerita sama team anda, maka anda unggul di people.

Kalau punya waktu luang hiung anggaran, mana yang ngga cocok, maka anda unggul budget. Atau punya waktu luang anda analisa data, review pelanggan, maka ada unggul di proses kerja. Dll

 

Tugas  #2:

Dari 6 resources ini, pikirkan 1 yang paling anda tidak suka?

 

Ciri ciri, anda paling malas kerjakan, kalaupun harus kerjakan, terpaksa dan kerjakan seadanya.

 

 

Tidak penting mana anda unggul, mana anda lemah. Tidak ada orang yang unggul di semuanya. Dalam hal-hal yang kita unggul, kita sukai, biasanya kita akan cenderung menghabisakan waktu, pikiran dan tenaga lebih banyak. Dalam hal yang kita lemah, cenderung kita tinggalkan, kalau kepepet dikerjakan seadanya.

 

Tugas #3 :

Siapa orang yang bisa menutupi kelemahan anda?

 

Supaya anda bisa memanage resources anda dengan lebih efektif, cari orang dalam team anda yang kuat dalam bidang yang anda lemah untuk anda percayai mengerjakannya.

 

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Motivator & Trainer

Berpengalaman lebih dari 16 tahun di dunia training dan motivasi. Termasuk dalam TOP 10 BestTrainer & Motivator Indonesia. Telah membantu lebih dari 500 perusahaan untuk meningkatkan omzet, penjulana dan produktivitas kerja.

Jika Calon Customer Anda bilang “NO!!!!”

Ketika tidak yakin dengan barang yang dijual, orang akan berkata NO.

No is not NO

No =  saya tidak yakin

70% adalah belum yakin

Tanya bagian mana yang belum meyakinkan. Bagaimana cara saya meyakinkan customer.

Jangan berdebat dengan Customer.

Kalaupun kita menang dalam perdebatan, customer  secara emosional merasa gengsi.

Jadi jangan paksakan agar customer berkata YES. Bawa secara perlahan ke mungkin / maybe.

Maka ubah pertanyaannya menjadi:

Saya memahami jika bapak sudah tidak mau. Tapi jika boleh tahu pertimbangan bapak yang membuat bapak tidak mau beli?

Saya ragu tentang ini…

Jadi jika ini…. maka bapak akan mempertimbangkan ya?

Sales ketemu 4 calon pelanggan per hari, maka 1 minggu ketemu 20, 1 bulan 80.

80 bilang NO. Jika tidak paham NO adalah Maybe, maka patah hati. Jika yakin 70% dari 80 adalah maybe, maka 56 adalah maybe.  Jika 50% dari Maybe bisa dinaikkan ke YES maka, sebanyak 28 customer akan beli.

Hanya dengan mengubah mindset, maka hasilnya dari 0 jadi 28.

Nah, menarik customer dari No ke maybe lebih sulit. Maka saat customer sedang tidak yakin, jangan biarkan ia NO, arahkan ke maybe.

Kelihatannya hari ini kurang tepat untuk buat keputusan. Bapak pertimbangkan dulu. Kita sudah cukup hari ini. Nanti kita bicara-bicara lagi.

Sedikit tips sales di atas semoga dapat membantu. Namun jika anda ingin mendapatkan pelatihan selling skill yang lebih lengkap dari pembicara Trainer Sales Terbaik di Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari 14 tahun. Selain seorang trainer beliau juga seorang praktisi, dimana bisnis developer yang beliau jalankan laris manis, habis bahkan sebelum rumahnya dibangun. Beliau sudah mengajar di lebih 400 perusahaan dan institusi besar di Indonesia, dengan tingkat repeat order yang tinggi karena training beliau deep impact dan applicable. 

Dapatkan penawaran kami sekarang juga

Hubungi Fransisca di +6282110502502 atau fransisca@motivasiindonesia.com

Trainer Sales & Selling Skill Terbaik di Indonesia

[otw_shortcode_button href=”tel:+6282110502502″ size=”large” icon_type=”social foundicon-chat” icon_position=”left” shape=”round” color_class=”otw-green” target=”_blank”]Contact Sales Trainer NOW- Fransisca 082 110 502 502[/otw_shortcode_button]

 Siapa saja trainer Selling Skill terbaik & terkenal di Indonesia?

1. Christian Adrianto

wa sales trainer

 

Sales Trainer & Selling Skill Terbaik Indonesia - Christian Adrianto

Christian Adrianto adalah salah satu sales trainer terbaik Indonesia. Beliau telah dipercaya lebih dari 600 perusahaan di Indonesia untuk memberikan Training Selling Skill dan Motivasi.

Gaya Memberikan Seminar yang Powerful, Deep Impact dan Humoris, beliau dijuluki “The Next James Gwee & Tung Desem Waringin” . Karena Gaya memberikan seminar yang merupakan perpaduan 2 Pembicara Top, James Gwee dan Tung Desem Waringin.

[otw_shortcode_button href=”tel:+6282110502502″ size=”large” icon_type=”social foundicon-chat” icon_position=”left” shape=”round” color_class=”otw-green” target=”_blank”]Contact Sales Trainer NOW- Fransisca 082 110 502 502[/otw_shortcode_button]

Untuk Mengundang Sales Trainer & Selling Skill Hubungi : 082110502502 ( Fransisca )

Ribuan testimoni yang menyatakan penjualannya meledak, salesnya menjadi lebih semangat dan percaya diri serta testimoni positif lainnya. Christian Adrianto tidak hanya sekedar trainer, namun beliau juga merupakan praktisi.  Materi-materinya sangat mudah dipraktekkan namun hasilnya dahsyat. Kecintaannya dalam profesi penjualan, membuat ia sering diminta untuk membantu penjualan di berbagai event penjualan property. Christian Adrianto telah berpengalaman selama lebih dari 10 tahun. Dengan pembawaan training yang fun, interaktif, disertai praktek langsung dan diskusi.  Christian Adrianto juga telah diundang di 9 Stasiun TV Nasional sebagai narasumber, antara lain di Metro TV, Berita Satu, TV One, Kompas TV, Trans 7, Global TV, TVRI, I-News TV dan Sindo TV.

Beliau juga telah diundang ke mancanegara seperti Sydney (Australia), Ho Chi Minh City (Vietnam), Shanghai, dan Hang Zhou (China) .

Untuk Mengundang Sales Trainer & Selling Skill Hubungi : 082110502502 ( Fransisca )

[otw_shortcode_button href=”tel:+6282110502502″ size=”large” icon_type=”social foundicon-chat” icon_position=”left” shape=”round” color_class=”otw-green” target=”_blank”]Contact Sales Trainer NOW- Fransisca 082 110 502 502[/otw_shortcode_button]

Video Profil Sales Trainer Christian Adrianto 2019

wa sales trainer

 

 

 

Trainer Sales & Selling Skill Terbaik di Indonesia

Apakah sales anda belum capai target?

Apakah Sales anda loyo?

Mungkin team sales anda butuh suntikan skill dan motivasi. Sales  Hebat tidak Dilahirkan, Melainkan Dibentuk. Kemampuan selling adalah ilmu yang dapat dilatih dan dipelajari. Tentunya dibutuhkan sales trainer yang tepat. Sales trainer yang terbaik di Indonesia, jika perlu yang terbaik di dunia. Sales trainer yang berpengalaman, yang tidak sekedar mengajar teori, namun materinya dapat dipraktekkan.