3 pola pikir yang akan meningkatkan skill Marketing Anda

mindset positif3 pola pikir yang akan meningkatkan skill Marketing Anda

 

Saya memiliki seorang sahabat lulusan suma cum laude dari universitas negeri terbaik di Indonesia, memiliki gelar sekolah luar negeri di bidang pemasaran, mempunyai pengalaman 10 tahun bekerja di perusahaan dengan kelas Internasional, sedang memulai sebuah bisnis sendiri, dia berpikir jika memasarkan diri sendiri tentu akan sangat mudah jika melihat background yang sudah dia miliki.

Ternyata tidak semudah yang dia bayangkan. Dengan cepat kita sadari bahwa memasarkan orang lain, produk atau layanan orang lain itu lebih mudah dibandingkan memasarkan keterampilan Anda sendiri.

Sebabnya

ketika Anda memasarkan orang lain, produk atau layanan orang lain, Anda tidak memiliki kekawatiran seperti “Apa yang dipikirkan oleh orang-orang?”

“Siapakah saya ini?”

“Bagaimana jika orang-orang tidak menginginkan saya atau barang-barang saya?”

Saya ingatkan kembali jika Mindset adalah sebuah kunci untuk bisa berhasil dalam memasarkan Anda atau bisnis Anda. Ada tiga hal mengubah Mindset ini yang akan membantu Anda meningkatkan pemasaran menggaet banyak klien.

1. Anda bukan satu satunya Ahli

Seringkali Anda berpikir untuk mempromosikan diri Anda sendiri atau bisnis Anda, Anda khawatir untuk mencoba tampil sebagai seorang ahli. Hal ini yang membuat Anda menahan diri bermain secara kecil kecilan. Anda mungkin berpikir banyak Ahli di luar sana, hal apa yang membuat Anda berbeda?, mengapa pelanggan harus mendengarkan Anda?, Anda merasa tidak punya apa pun dan berpikir jika Klien Anda lebih Ahli daripada Anda. Jika Anda tidak tahu apa yang sedang Anda bicarakan dan imbasnya akan mempermalukan diri di depan klien.

Kabar baiknya adalah Anda masih punya banyak ruang (market; pasar) yang masih akan bersisa jika semua orang orang Ahli di semua bidang dikumpulkan dalam ruang tersebut.

Contohnya adalah : Anda punya warung Soto favorit di pinggir jalan. Pasti Anda tahu banyak warung Soto yang berdiri di sekitar lokasi Anda. tetapi mengapa Anda memilih Soto langganan Anda? Ya, jawabannya adalah karena Sotonya Enak!

Warung warung itu bekerja membuat produk yang sama : Soto, tetapi bukan berarti resep, bumbu, teknik memasak, pelatihan, pelayanan, bahan masakan, bahkan hingga ke senyum pegawai dilakukan dengan cara yang sama, mereka semua bisa melakukannya dengan cara yang berbeda.

Hal ini berlaku untuk Anda Bisnis Anda. Pendidikan, pengalaman, pelatihan, relasi, latar belakang kepribadian Anda berdampak pada apa yang Anda bagikan kepada orang lain, bagaimana dampaknya kepada Anda yang membuat Anda berbeda dengan orang pakar-pakar lain di luar sana. Namun bukan berarti bahwa ciri khas ini tidak bisa ditiru atau dibagikan, Anda tidak bisa mengatakan bahwa Anda adalah satu satunya Ahli atau seseorang dengan cara/teknik/barang/jasa yang paling benar. Anda hanya menambahkan “Anda” dalam bisnis Anda.

 

2. Tidak semua orang akan menyukai Anda.

Saya memiliki ketakutan bahwa seseorang mungkin tidak menyukai saya atau apa yang saya katakan sering muncul dalam benak saya saat saya berdiri tampil di atas panggung. tetapi seiring waktu saya terbebas dari ketakutan ini.

 

Khawatir dengan apa yang dipikirkan orang tentang Anda atau khawatir jika orang lain mungkin tidak menyukai Anda adalah salah satu alasan utama seorang pengusaha tidak menunjukkan wajah mereka sesering yang seharusnya. Bahkan hingga sama sekali tidak menunjukkan dirinya atau memperkenalkan sebagai owner. Namun saran saya Anda harus menunjukkan wajah Anda ini adalah cara sempurna untuk memastikan Anda menarik minat orang orang di sekitar Anda.

 

ketika orang orang melihat saya di media sosial, atau melihat saya tampil di atas panggung, saya benar benar menjadi sosok yang autentik. Orang orang melihat saya sebagai diri “saya” yang sebenarnya, orang-orang dapat melihat diri saya menilai apakah saya layak untuk mereka atau tidak. Jika saya tidak layak untuk mereka, tidak apa-apa.

 

Dengan tampil, saya memberi mereka (klien) berkesempatan untuk mengenal saya memutuskan bekerja dengan saya. bahkan jika saya tampil dengan autentik maka mereka bisa mengerti siapa saya seperti apa saya, sehingga jika mereka bekerja dengan saya mereka tidak akan kecewa. Oleh karena itu saya bekerja dengan orang yang tepat.

 

3. Apa hal buruk yang mungkin bisa terjadi.

Saya memiliki pepatah “Apa yang terburuk bisa terjadi? Saya selalu ingat bertanya pada diri sendiri jika setiap kali takut dalam melakukan sesuatu atau takut untuk dianggap sebagai seorang Ahli. Jadi mari kita ambil sebuah contoh : berbicara adalah cara yang bagus di mana Anda dapat dilihat sebagai seorang ahli, membuat diri Anda keluar mengembangkan suatu bisnis.

 

tetapi katakanlah Anda takut untuk berbicara. Saya ingin Anda berhenti sejenak, berpikir menuliskan hal buruk Apa yang bisa terjadi? Jadi sekarang saatnya untuk mendengarkan otak primitif kita yang suka menempatkan diri kita dalam spiral ketakutan keraguan, saya ingin Anda mendengarkannya sebentar menuliskan apa yang dikatakan otak primitif Anda kepada Anda. Contohnya adalah dalam otak primitif saya saya sering berpikir bagaimana jika saya jatuh dari panggung, atau saya lupa dengan kata-kata saya, atau bagaimana jika ada penonton yang tahu lebih banyak daripada saya.

 

kemudian setelah saya membuat daftar segala sesuatu yang dapat terjadi pada saya, hal hal yang salah, saya ingin Anda berpikir tentang “Apa yang Anda lakukan jika hal-hal itu terjadi?”

– Apa yang saya lakukan jika saya lupa kata-kata saya. Yah, sebenarnya tidak akan ada yang tahu. Anda bisa melakukannya seperti saya. Contoh saya bisa berkata kepada Audience “karena serunya saya sampai lupa apa yang mau saya katakan” acara terus berjalan, tidak akan ada yang mati, tidak akan ada petir yang akan menyambar ke atas panggung jika saya lupa dengan kata kata saya. yang paling penting adalah latihan.

 

Jika Anda memikirkan hal-hal yang bisa salah apa yang Anda lakukan kepada Klien Anda, kemudian Anda menuliskan apa yang Anda lakukan untuk mengatasi kesalahan Anda? Anda segera menyadari bahwa semua hal yang Anda takuti pernah menghentikan Anda untuk menempatkan diri Anda keluar mencari klien baru, atau menawarkan diri berbicara di depan klien atau diwawancarai dalam sebuah podcast. seperti yang Anda lihat pemasaran yang kami lakukan untuk diri kami sendiri berarti menempatkan diri kami di luar sana bisa saja menakutkan, tetapi alih-alih membiarkan rasa takut itu menghentikan Anda, bersandarlah padanya muncul pelanggan sempurna Anda sedang menunggu Anda !

 

Penulis Paul Wawan

Creative Marketing Motivasi Indonesia

4 Tips berguna yang mungkin belum Anda dengar

4 tips berguna dalam  hidupHidup itu bagaikan medan pertempuran, kita harus terus berjuang sampai waktu yang kita tentukan tiba. Jadi, dalam artikel ini, saya akan memberikan beberapa tips hidup terbaik yang (mungkin) belum pernah Anda dengar sebelumnya.

Lets go!

 

  1. Jadilah sosok yang mandiri

Ratusan juta orang membuat kesalahan ini. Banyak orang yang bergantung pada orang lain. “dia akan menyelesaikannya untukku” “aku akan kerjakan nanti saja ah” Anda sangat bergantung pada orang lain, coba tebak Anda membuat kesalahan besar.

Jika kamu bergantung pada orang lain dan mungkin karena waktu, orang yang membantu Anda berubah. Sayangnya kamu sudah terlanjur bergantung kepada mereka yang membantumu, dan hasilnya kekecewaan, janji yang berujung pada kegagalan.

 

Kepada siapa kamu harus bergantung? Siapa orang yang tanpanya Anda tidak dapat menyelesaikan sesuatu dalam hidup Anda? Siapa orang yang dapat anda percaya ketika Anda membuat sebuah kesalahan besar? Dan memulai hari, yang harus Anda lakukan hanyalah menambahkan awalan – bagaimana jika!

 

“Bagaimana jika teman saya berhenti membantu saya, bagaimana jika saya dikecewakan oleh orang yang saya percayai dengan hidup saya, bagaimana jika mereka mengabaikan saya dan menolak saya”. Seperti sebuah rumah bergantung seperti sebuah pilar yang nyokong/menahan atap rumah. Pilihlah pilar yang kuat yaitu dirimu sendiri dan Tuhan.

 

2. Kasihanilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri

Kita hidup di dunia dengan jumlah penduduk lebih dari 7,6 milyar jiwa. Hidup bersama dengan berbagai latar belakang, kemampuan, sifat, intelegensi yang berbeda satu dengan yang lain. Namun kenapa ada pembunuhan, kemiskinan, keserekahan, irihati, penghianatan kekecewaan dll ada di dunia? Apakah karena kita membenci diri sendiri? Apakah karena kita berpikir jika saya baik baik saja maka semuanya baik baik saja? Anda hanya peduli dengan diri sendiri, egois Anda memiliki sesuatu tapi Anda tidak bisa memberi. Inilah ciri ciri 90% manusia di bumi. Banyak orang akan berkata “pergi dari sini pengemis, kamu hanya menyia nyiakan masa mudamu,  dan saya tidak punya sepeser pun yang bisa saya berikan kepadamu.” Kenapa kita begitu kejam? Berikut ini adalah tips yang bisa kamu lakukan:

 

Tidak peduli apa yang Anda miliki, tidak peduli seberapa sedikit atau dengan cara apa Anda dapat membantu. Bantulah orang lain, tunjukan cinta Anda kepada mereka, cintai mereka seperti diri Anda sendiri. Jangan lupa ini: pengemis hari ini, tidak berpendidikan, punya hutang, miskin dll, nanti bisa menjadi orang yang hebat di dunia besok.

 

3. Memiliki mindset bertumbuh

Mindset bertumbuh adalah hal penting yang membuat seseorang dapat sukses dadan melangkah jauh dalam hidup. Dan sebaliknya jika seseorang yang memiliki pola pikir stagnansi memiliki potensi melemparkan dirinya kedalam bahahaya kehidupan.

 

Ciri dari sesorang yang memiliki pikiran stagnansi adalah mereka hanya meyakini dengan sebatas keyakinan yang mereka miliki saat ini. tidak ada perkataan orang di bumi yang dapat mengubah pola pikir mereka, mereka adalah yang paling terdidik di dunia sehingga mereka tidak perlu belajar lebih jauh.

 

Pertanyaanya apakah Anda memiliki mindset bertumbuh atau stagnan?

 

Orang dengan mindset stagnan tidak tahu apa-apa. Anda tidak boleh memiliki mindset stagnan. Selalu bersedia untuk belajar dan tumbuh dengan kerendahan hati. Kesombongan tidak bisa membawamu kemana-mana.

 

4. Maafkan semua orang dan berikan mereka kesempatan kedua sebanyak mungkin.

Banyak orang yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan kebahagiaan dan kedamaiaan. Namun sebenanrnya kebahagiaan tidak ada disana dan ketenangan pikiran  pun juga tidak ada.

 

Mengapa demikian? Karena pada dasarnya mereka memiliki banyak dendam terhdap orang orang yang mnyinggung mereka. Ya, saya tahu jika perbuatan yang menyakitkan tersebut membekas di hati , namun apakah pantas dengan memendam kebencian? Tapi taukah, apa dampak dari memaafkan bagi Anda?

Penulis paul Wawan

Creative Marketing Motivasi Indonesia

 

HOW TO MANAGE SALES TEAM TO ACHIEVE TARGET? – Strategi Manage Sales Team untuk Capai Target

HOW TO MANAGE SALES TEAM TO ACHIEVE TARGET?

Training Selling SkillJay Abraham, The marketing genius berkata

“ Selling is Process.”

Maka dari itu, manage people to follow the process step by step untuk mencapai target. Tidak mungkin capai target kalau tidak ikuti prosesnya step by step.

Masalahnya jika prosesnya tidak jelas. Apa yang mau di manage?

Bayangkan anda mau membangun sebuah gedung. Anda tidak tau prosesnya. Ada 200 tukang, mereka tidak tau apa yang harus dikerjakan. Apa yang harus di manage?

 

Maka sebelum melakukan tugasnya, buat plan untuk hal yang harus dilakukan day by day.

 

Understand The Process

Secara umum sales proses bisa beda beda. B to B tentu berbeda dengan B to C. Tapi secara garis besarnya sama.

 

“Selling is process.

Process is measurable.

Anything that is measurable can be improved.”

–          Jay Abraham

Jay Abraham dalam seminarnya mengatakan measure your process. Peserta seminarnya ada yang dari Singapore, Hongkong, berbagai negara. Ada yang presiden director bank besar, senior executive dari perusahaan besar.

Mereka berkata, “Jay materi kamu terlalu dangkal. Tentu saja kami ukur semuanya.

Kami tau cabang mana yang pertumbuhannya paling pesat. Kami juga tau produk apa saja yang paling laris. Kami tau siapa orang yang capai target, siapa yang tidak capai target.”

 

Jay Abraham hanya tertawa dan ia berkata, “Itu adalah kesalahannya. Mengukur hasil tidak meningkatkan hasil. Measure the process, not the result”

 

Contoh, ada 2 toko sepatu. Dari perusahaan yang sama, produk yang dijual juga sama. Hanya beda lokasi, tapi keduanya berada di lokasi yang sama sama ramai.

Toko Sepatu A

Setiap minggu mampu menjual 10 sepatu.

Toko Sepatu B

Setiap minggu mampu menjual 10 sepatu.

 

Owner tidak puas. Ia berkata, “minggu depan naik ya jadi 13 sepatu.”

Toko A dan Toko B berkata, “Siap bos!!”

“Gimana caranya?”

“Kami akan lebih semangat lagi bos. Kerja lebih rajin. Pantang menyerah!!!”

Minggu depan apakah naik?

Ternyata tidak naik.

Mengukur hasil saja sulit untuk meningkatkan hasil.

 

Tapi jika kita ukur proses.

Toko A

Pengunjung datang 100 orang

Menjual 10 sepatu

Maka success rate 10%

 

Toko B

Pengunjung datang 20 orang

Menjual 10 sepatu

Maka success rate 50%

 

Kesimpulannya toko A lebih ramai pengunjung, dan Toko B SPG nya lebih jago jualan, lebih semangat, melayani dengan lebih baik.

Jika anda adalah manager toko sepatu A, maka anda tahu bagaimana meningkatkan penjualan?

Mana yang lebih masuk akal untuk ditingkatkan di toko A?

Tentu saja success rate nya.

Kira kira berapa % success rate bisa ditingkatkan?

Anda mungkin ada yang menjawab 20%, 30%, tapi saya yakin kebanyakan anda akan berkata 50%. Dari mana angka ini?

Karena sudah ada toko yang berhasil  mencapai success rate 50%. Maka toko A perlu belajar dari toko B, apa yang dilakukan agar orang  yang datang berkunjung lebih banyak yang beli barang. Pelajari detailnya bagaimana toko B melayani pelanggan, beda cara, beda hasil.

Dan Toko B belajar dari toko A, bagaimana caranya agar pengunjung ramai.

 

When the process improved, the result is improve.

 

Toko A, jika success rate naik katakan 30% saja, ngga usah muluk muluk maka penjualan naik jadi 30 pasang sepatu. Artinya naik 3 kali lipat.

 

Toko B, jika jumlah pengunjung naik jadi 70 pengunjung saja. Maka penjualan naik 35 sepatu. Naik 3 kali lipat.

 

Kelihatannya sederhana, namun prakteknya sulit.

Karena orang sales itu beda.

Jika orang pabrik, mau buat mie, prosesnya jelas.

Tepung di mix dengan telur, garam dan air.

Kemudian di aduk, dicetak sehingga bentuk panjang-panjang, di oven, di dinginkan kemudian dipotong, dibungkus.

Kalau pabrik mie semua jelas, ada takarannya, ada waktunya, di oven ada suhunya.

Tapi dalam penjualan ngga jelas prosesnya, ngga ada angka, ngga ada takaran seperti pabrik mie.

Orang sales tidak terbiasa ukur proses dan tidak biasa bikin laporan.

Jumlah presentasi berapa, hasilnya berapa?

Jumlah telpon berapa, hasilnya berapa?

Jumlah kunjungan berapa, hasilnya berapa?

 

Kendalanya sudah kebiasaan susah disuruh bikin laporan, dan ditambah managernya juga menyerah karena lelah karena mereka tidak juga terbiasa.

Tapi kalau tidak tau dari sisi mana yang perlu diperbaiki, apa dasar untuk anda memanage team anda?

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Trainer & Motivator

Telah dipercaya oleh lebih dari 500 perusahaan, Berpengalaman selama lebih dari 16 tahun di dunia training dan motivasi. Telah diundang di berbagai stasiun TV nasional sebagai narasumber, seperti Metro TV, TV One, Kompas TV, TVRI, Trans 7, Sindo TV dll. Berhasil meningkatkan penjualan di berbagai perusahaan mulai dari retail, hingga B2B.

APAKAH CAPAI TARGET MUDAH?

 

Training sales leadership

Semua orang pasti menjawab NO!!!

Kenapa?

Karena apapun bisnis anda, akan selalu ada yang namanya PROBLEM.

 

Problem 1 : Competitor

Competitor akan selalu berusaha lebih unggul, dan berusaha menyerang titik lemah kita.

 

Problem 2 : Market

Market kita, situasi ekonomi, ini diluar kontrol kita. Kadang baik, kadang lesu.

 

Problem 3 : Customer

Calon customer kita ada yang sudah punya pilihan lain, calon customer kita mungkin lebih akrab dengan sales dari competitor, sehingga meski produk kita lebih baik, ia segan untuk ganti. Calon customer kita kadang lebih pilih competitor dll.

 

Problem 4 : Sumber daya

Sumber daya yang kita miliki kadang tidak cukup untuk mencapai target. Kadang budget kita terbatas, kadang kualitas dan kuantitas SDM kita tidak cukup, dll.

 

 

Sales manager digaji untuk mencapai target.

Dan kita semua telah dewasa untuk menyadari bahwa target harus tercapai apapun yang terjadi.

Namun problem akan selalu ada.

Target dapat tercapai jika anda menyelesaikan masalah.

Jadi anda digaji untuk solve the problem agar target tercapai.

Bukan menjadikan problem sebagai alasan.

 

Anda bisa solve the problem jika

  1. Tau akar masalahnya
  2. Solusinya

 

Jadi jangan lapor kepada atasan : “Susah pak, banyak problem…”

Karena itu adalah bukti bahwa anda tidak kompeten untuk digaji. Karena anda digaji untuk problem solve, bukan melaporkan problem.

 

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Sales Trainer yang telah dipercaya lebih dari 500 perusahaan, salah satu yang terbanyak di Indonesia. Maka tidak heran beliau disebut – sebut sebagai Raja Inhouse training. Program pelatihan beliau simple, mudah dipraktekkan, namun powerfull dan terbukti telah berhasil meningkatkan penjualan. Rekor beliau adalah berhasil meningkatkan penjualan hingga 4.000% di masa PPKM Darurat, dimana orang lain omzet terganggu.

Leadership : 7 Strategi Memanage Resources dalam Mencapai Target

 Pelatihan LeadershipSebagai Sales Manager, tugas utamanya adalah mencapai target. Tentunya untuk mencapai target ada sumber daya untuk di manage. Dan bagaimana cara memanage agar bisa capai target?

1.      Budget

Budget yang kita dapat tergantung dari 2 hal

  1. Kemampuan perusahaan untuk memberikan budget
  2. Kemampuan mamager untuk minta budget

Kendalanya adalah banyak manger yang ketika Raker budgeting awal tahun diberikan target, merasa beban besar, stress tapi ngga tau cara minta budget. Bingung cara buat program dan akhirnya pulang ngga minta budget.

Dan seiring waktu berjalan, plan ngga jelas, tiap bulan ke bagian akunting minta uang untuk program dan ditolak karena ngga ada budget.

Sales manager harus kreatif bikin event, kontes, program yang menarik untuk meningkatkan penjualan.

Kuncinya adalah buat plan yang diajukan sebaga dasar untuk minta budget.

Ibarat manager team sepak bola, bisa plan butuh pemain seperti apa, menu pelatihan seperti apa, reward seperti apa, setiap bulan ngapain aja. Nah agar semua ini berjalan, minta budgetnya.

2.      Asset

Cth : mobil, kantor, gedung, mesin fotocopy, nama baik dll. Semua itu harus dijaga dan ditingkatkan.

3.      People

Manage people adalah hal yang paling trickie. Tidak ada ilmu pasti dan setiap orang memiliki kapasitas dan karakter yang berbeda beda. Tentunya untuk memanage people perlu pendekatan yang lebih humanis, dan butuh ilmu psikologi, coaching, counselling, motivasi dan bahkan parenting. Parenting? Serius pak? Kok bisa? Sepanjang pengalaman saya leader juga merangkap sebagai bapak/ibu. Kadang team kita ibarat anak anak.

 4.      Stock

Bicara soal stok, ada berbagai macam stok, mulai stok alat kantor, hingga stok di pergudangan. Stok harus dimanage dengan bijak, agar jangan sampai terlalu sedikit, apalagi habis, tentu akan menghambat kerja. Dan dijaga jug agar jangan sampai berlebihan  agar tidak jadi uang mati. Ingat, menaikkan omzet juga bisa dengan melalui penghematan sumber daya. Bukan melulu soal peningkatan penjuala. Pastikan semua berjalan efisien.

 5.      Proses Kerja

Ini jarang dibahas. Apakah cara kerja sudah optimal, apakah ada cara kerja yang sudah tidak efektif, selalu harus dipantau dan dievaluasi.

6.      Time

Perusahaan memberikan waktu 1 tahun untuk capai target. 1 tahun = 12 bulan = 365 hari.

Banyak orang yang menganggap waktu ini fixed. Kerja hanya senin-jumat, dari jam 9-5. Kalau ngga capai target masak sabtu minggu ngga kerja, jam 7 malam ngga duduk angkat telpon?

 

“Pak, team saya ngga akan mau!!!”

Nah, itulah pinter-pinternya seorang sales manager untuk bisa membangun sausana kerja yang kondusif. Yang memotivasi, kalau ngga capai target, malu.

 

Tugas  Anda Yang #1 :

Dari 6 resources ini, pikirkan 3 resources yang anda unggul?

 

Ciri cirinya, kalau anda punya waktu luang anda akan duduk ngobrol, curhat, cerita sama team anda, maka anda unggul di people.

Kalau punya waktu luang hiung anggaran, mana yang ngga cocok, maka anda unggul budget. Atau punya waktu luang anda analisa data, review pelanggan, maka ada unggul di proses kerja. Dll

 

Tugas  #2:

Dari 6 resources ini, pikirkan 1 yang paling anda tidak suka?

 

Ciri ciri, anda paling malas kerjakan, kalaupun harus kerjakan, terpaksa dan kerjakan seadanya.

 

 

Tidak penting mana anda unggul, mana anda lemah. Tidak ada orang yang unggul di semuanya. Dalam hal-hal yang kita unggul, kita sukai, biasanya kita akan cenderung menghabisakan waktu, pikiran dan tenaga lebih banyak. Dalam hal yang kita lemah, cenderung kita tinggalkan, kalau kepepet dikerjakan seadanya.

 

Tugas #3 :

Siapa orang yang bisa menutupi kelemahan anda?

 

Supaya anda bisa memanage resources anda dengan lebih efektif, cari orang dalam team anda yang kuat dalam bidang yang anda lemah untuk anda percayai mengerjakannya.

 

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Motivator & Trainer

Berpengalaman lebih dari 16 tahun di dunia training dan motivasi. Termasuk dalam TOP 10 BestTrainer & Motivator Indonesia. Telah membantu lebih dari 500 perusahaan untuk meningkatkan omzet, penjulana dan produktivitas kerja.

Strategi Menjadi Sales Manager Yang Capai Target

What is the job of the Sales Manager?

number_one-removebg-preview

ð  Kerjaannya ujung ujungnya CAPAI TARGET

 

Kita sepakat tugas sales manager adalah capai target. Jadi kalau anda Sales manager di akhir tahun tidak capai target maka anda Gagal.

Bayangkan selama 12 bulan, anda dapat gaji dari perusahaan, tapi anda tidak bisa memenuhi kewajiban anda. Perusahaan sudah tepati janji untuk bayar gaji, tapi anda tidak tepati janji , Apakah Fair?

 

So, anda para Sales Manager Harus CAPAI TARGET!

 

 

Apa Definisi Manager?

 

ð  A manager is someone who get things done through other people.

Terlepas apapun jabatan anda, mau supervisor, sales manager, team leader, kepala cabang, direktur, what ever itu, anda punya tugas sebagai manager. Punya tugas manage team anda supaya capai target.

 

Jika ada 2 team

Manager A, punya team 5 orang

Tiap orang capai target, maka Manager A capai target

 

Sedangkan Manager B, punya team 5 orang

2 orang capai target, 3 orang tidak capai target. Tapi Team B tetap capai target.

Kok bisa?

Meskipun 3 dari 5 orang di team B tidak capai target, tapi manager B saking bertanggung jawabnya ia kerjakan sendiri sisanya supaya capai target.

 

Jika kembali ke definisi Manager di atas, maka Manager A betul seorang sales manager. Sedangkan Manager B bukan sales manager, tapi manager B, mohon maaf, adalah sales yang menyamar sebagai manager.

 

Apakah anda sales manager yang capai target lewat team anda atau manager yang kerja mati – matian sendiri supaya capai target?

Ibaratnya manager team sepak bola top di dunia. Ketika lagi pertandingan, teamnya lagi kalah apakah si manager turun sendiri ke lapangan?

 

Apakah efeknya, jika anda sebagai sales manager capai target dengan kerja sendiri tapi teamnya tidak perform?

Tiap tahun target perusahaan pasti naik? Betul?

Bayangkan kalau anda tidak memiliki kemampuan untuk capai target lewat team anda, akibatnya anda akan lebih capek, lebih stress, mau tambah orang juga ngga akan guna.

Maka kita harus belajar bagaimana me-manage people, so they achieve target.

 

Tapi jangan salah paham, meski sales manager harus capai target lewat teamnya, bukan berarti seorang manager tidak turun lapangan. Justru anda wajib turun lapangan, bukan untuk kejar target. Tapi untuk pantau dan evaluasi. Sehingga anda tau kondisi lapangan

 

The job of sales manager is to manage the sales team to achieve the target.

 

Ada 2 sisi yang di manage

  1. Team

Kekompakan, daya juang. Supaya suasana kondusif sehingga orang yang belum capai target, termotivasi untuk capai target.

2. People

Setiap individu dalam team sales kita memiliki kemampuan, masalah, kesalahan di lapangan beda beda,jadi pelatihan, coaching juga harus customized untuk setiap individunya.

 

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto Trainer & Motivator

Salah satu dari TOP 10 Motivator Terbaik Indonesia

Telah dipercaya lebih dari 500 perusahaan besar dan temah memberikan training dan motivasi untuk lebih dari 400.000 orang. Dan lebih dari 20 kali diundang ke manca negara seperti Vietnam, Malaysia, Austraila dan China,

Belajar Leadership dari Pesawat Terbang

Belajar Leadership dari PesawatLeader itu ibarat pilot.

Pesawat jaman sekarang sudah sangat canggih, dan ada yang namanya auto pilot. Jadi ketika pesawat sudah terbang, sang pilot tidak perlu lagi susah payah untuk mengendalikan pesawat, selama program auto pilot dijalankan. Bahkan ketika auto pilot dijalankan, sang pilot bisa tidur tau baca majalah. Lantas apa dong gunanya pilot?

Tentu saja Pilot tetap dibutuhkan, terutama saat darurat, take off dan landing.

Begitu juga dalam leadership, salah satu tugas leader adalah manage team supaya semua anggota teamnya achieve target. Jadi ketika situasi sudah di langit yang tenang dan cerah, leader bisa autopilot, tinggal mengawasi saja. Namun ketika langit penuh awan gelap, seorang leader wajib ambil kendali dan membawa seluruh anggota team-nya melewati badai dengan selamat. Bayangkan jika terjadi badai, tapi tidak ada pilot?

Jadi jika disimpulkan tugas leader adalah

 

  1. Leader take control

Seorang leader tau kapan take control dan kapan memberikan wewenang kepada anggota team-nya untuk ambil keputusan sendiri.

2. Leader thrive through crisis

Justru ketika krisis maka kemampuan seorang leader diuji. Dan banyak penelitian yang menunjukkan bahwa leader leader hebat didunia senang mencari tantangan. Bahkan jika tidak ada tantangan, dia akan mencari tantangan. Jadi krisis adalah kesempatan untuk naik level dan menemukan cara baru yang lebih baik.

3. Channel the fear into positive action

Do not pretend that nothing to fear. Seorang leader tidak boleh memberi rasa keamanan palsu. Semua anggota team-nya harus sadar jika ada bahaya di depan. Namun tugas leader adalah Channel that fear into positive.

Ubah rasa takut menjadi tindakan nyata dan postif.

Penulis

FransiscaFransisca

Marketing Manager Motivasi Indonesia

Membutuhkan pelatihan / Training Leadership yang relevan dengan jaman sekarang ?

Hubungi 082 110 502 502

 

Makna Healing Bagi Anak Muda

artikel motivasi dan inspirasi pagi

Jaman sekarang tengah ramai dengan istilah populer “Healing” yang banyak digunakan oleh kalangan anak muda. Istilah ini menjadi populer karena banyak pengguna media sosial menjadikannya sebagai konten atau status yang dapat dilihat oleh orang lain. Dasar kata Healing berasal dari kosakata bahasa Inggris yang berarti “penyembuhan”. Kata ini memiliki arti yang sama dengan “self healing” yang berkaitan dengan kesehatan mental dalam ilmu psikologi. Self healing adalah sebuah teknik yang dilakukan psikolog ketika mengalami gangguan psikologis yang menyerang pikiran atau perasaan yang dapat mengganggu aktivitas sehari hari. Hal ini bisa terjadi karena orang tersebut sedang mengalami permasalahan dalam hidupnya sehingga timbul kejenuhan, kesedihan, kebingungan, ketakutan, dan kemarahan yang dapat memicu stress.

Bagi anak muda sekarang “healing ditandai sebagai penghilangan stress dengan cara pergi ke suatu tempat atau destinasi wisata dengan tujuan untuk mengistirahatkan pikiran dan mendapatkan ketenangan dari lokasi tersebut. Menurut mereka ketika mendatangi sebuah lokasi wisata apalagi ketika berhubungan langsung dengan alam bisa memperbaiki keadaan atau mood yang tidak terkontrol akibat dari berbagai masalah yang sedang dihadapi, bukan hanya keinginan untuk bertamasya.

Pergunakan waktu mu dengan maksimal. Pergi ke suatu tempat memang akan memberikan suasana baru dan senantiasa menghadirkan pikiran positif sekaligus kesempatan untuk mengistirahatkan pikiran dan tubuh dari rutinitas sehari hari yang padat. Ada baiknya jika kegiatan “jalan jalan” tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk ajang eksis di media sosial saja, tetapi sebaiknya juga dijadikan sebagai sarana menyelesaikan masalah. Sehingga ketika pikiran sudah tenang dan mood sudah baik jangan jadikan Jalan-jalan hanya sebagai pelarian dari masalah, namun jadikan sebagai tempat untuk menemukan solusi dan penyembuhan psikis.

Penulis

Paul Wawan

Creative Marketing Motivasi Indonesia

MID YEAR BOOST MOTIVATION 2022

MID YEAR 2022 CHRISTIAN ADRIANTO

 

MID YEAR motivation 2022 christian adrianto motivatorYakin???

Persiapan Mid-Year 2022 anda sudah Benar?

Mid-Year 2022, Mesti Ngapain?

 

Coach Christian Adrianto akan bagikan Strategi untuk Meningkatkan Penjualan hingga 4.000%!

Mid-Year 2022, Ibarat pertandingan sepakbola. Half time adalah momentum yang sangat menentukan perubahan arah pertandingan. Di sini terjadi pergantian strategi, pergantian pemain, memperkuat mindset dan mental pemain.

Dan kita semua tahu, Pandemi telah menjadi challenge bagi banyak perusahaan. Namun Coach Christian Adrianto banyak membantu banyak perusahaan untuk meningkatkan penjualan selama masa pandemi, bahkan tidak sedikit yang omzet dan penjualan malah lebih baik dibanding sebelum masa pandemi. Rekor beliau adalah meningkatkan penjualan hingga 4.000%.

 

Kuncinya ada di MID-YEAR!

Berbeda dengan Annual review, Mid-Year review memberikan kesempatan bagi para manager dan teamnya untuk cek performance dan progress dalam mencapai goal serta membuat adjustments yang dibutuhkan.

Apa saja yang harus dipersiapkan dalam half time 2022 untuk memenangkan pertandingan dan mencapai target?

 

Pastikan anda dan team anda ikut dalam 2 hari Seminar online

Tanggal : 20 & 21 Juli 2022

Pukul     : 19.00 – 21.00 WIB

Online By Zoom

Christian Adrianto Motivator Profile

Info lebih lanjut

hubungi

Fransisca

+6282110502502

Self Reward dari kamu untuk kamu sendiri

Self Reward

Pasti tahu kan apa makna dari Self Reward itu? Self reward adalah sebuah kondisi di mana seseorang memberikan hadiah kepada diri sendiri, entah itu karena sukses dalam melakukan suatu hal atau mengembalikan semangat yang mulai kendur. Self reward bisa berbentuk macam macam, seperti Hadiah berupa barang atau bisa saja makanan atau tiket jalan jalan.

Jangan lupa budged  perencanaan yang mantap sebelum kamu memberi hadiah untuk diri sendiri. Jangan sampai karena sudah nafsu atas nama Self Reward kamu malah melakukan kesalahan seperti Impulsive buying atau keputusan secara tiba tiba  tidak terencana, lalu jadi over budget. Bukannya senang malah tekor. Gak sehat makan Indomie setiap hari.

Sebelum kita bahas lebih jauh mengenai makna self reward ini mari kita bahas apa tujuan dari Self reward ini

1.            Obat stress.

2.            Bikin semangat lagi.

3.            Bentuk apresiasi kerja kerasmu selama ini.

4.            Sebagai bukti kamu cinta terhadap dirimu sendiri.

 

Nah, mengenai self Reward ini pilihan hadiah bisa beragam sangat, berikut contoh yang bisa kamu pilih sebagai Self reward:

1.            Nongkrong  makan di tempat yang kamu suka.

Kamu bisa mengajak keluarga atau sahabat kamu untuk melakukan ini. habiskan waktu kamu bersama orang orang yang menyenangkan ditemani lingkungan yang bikin mood boster kamu.

2.            Melakukan hobi  memanjakan diri.

Punya hobi menyanyi kamu bisa ajak sahabat kamu untuk sewa karaoke  menyanyi sepuasnya. Melakukan kegiatan berguna buat orang lain, seperti kunjungan ke panti asuhan, sudah bikin senang juga menumpuk pahala, cocok deh.

3.            Liburan singkat atau stay-cation.

Tidak ada orang yang tidak suka sama pilihan satu ini. Gak perlu mahal, pilihan bisa di tengah kota atau berpetualang ke tempat yang belum pernah kamu kunjungi di kota kamu.

4.            Membeli keinginan masa kecil yang terpendam.

Bisa model Gundam, gadget canggih yang pada masa kecil kamu gak punya daya untuk membeli itu semua, tetapi ingat belilah barang yang menunjang kinerjamu juga ya seperti sepatu joging baru supaya kamu semangat joging.

 

sampai di sini, kamu jadi punya inspirasi tentang self Reward yang kamu kamu lakukan di kemudian hari! Namun kamu harus terus berhati hati ya. Soalnya banyak kasus self reward malah menjadi bumerang. Jangan sampai karena self reward kamu jadi kebablasan menghabiskan semua uang tabungan. Gak masalah seberapa sering kamu melakukan self reward namun ingat, selama masih dalam on-track budget jadi gak berakhir jadi sad ending.

 

Nah, jadi berapa budget kamu buat self reward kamu ?

 

Penulis

Paul Wawan

Creative Marketing Motivasi Indonesia