Program Inhouse Training : DEVELOPING EFFECTIVE LEADERSHIP SKILLS

TRAINING LEADERSHIP BY CHRISTIAN ADRIANTO

 

Program Pelatihan Leadership untuk Top Management di perusahaan anda agar leader leader anda dapat memimpin teamnya dengan lebih efektif.

Seorang pemimpin sangat menentukan arah perusahaan. Program leadership ini merupakan kerangka model high impact Leadership. Mempelajari karakteristik dan keterampilan kunci untuk menjadi team leader yang efektif.

“Sebuah organisasi yang tangguh bukanlah yang tak pernah mengalami kegagalan, tetapi yang memiliki kepemimpinan yang mampu mengubah kegagalan menjadi pelajaran berharga.”

– Christian Adrianto – Motivator & Leadership Trainer Indonesia

Ingat ini, bosmu bukanlah Dewa!

Banyak orang bertanya-tanya Apa perbedaan antara pemimpin dengan bos. Menurut Theodor Roosevelt: Pemimpin adalah seseorang yang bekerja secara terang-terangan sedangkan Bos bekerja secara rahasia.

bos vs leader 5

Sebelum kita bahas lebih jauh maka ada baiknya kita mengenal tentang sebuah perilaku organisasi.

 

Model perilaku organisasi

Ada 4 model perilaku organisasi yaitu Autocratic, custodian, suppotive, collegial.

Model autocratic berlaku seperti karyawan berada di bawah belas kasihan majikan. Dalam model ini karyawan bekerja sebagai buruh dan menuruti apapun yang dikatakan atasan. Kemudian model lain kustodian di mana karyawan mendapatkan benefit berupa gaji atau fasilitas tergantung pada sumber daya ekonomi perusahaan. Kemudian model suportive karyawan dan manajemen kepemimpinan saling membantu menciptakan suatu iklim untuk saling berkembang dan meraih cita-cita melalui organisasi. Dan yang terakhir model collegial karyawan atau atasan itu bagaikan suatu tubuh yang bekerja sama secara kooperatif Di mana mereka seperti tidak ada Kesenjangan antara atasan maupun bawahan.

Sekarang sudah banyak loh perusahaan yang menerapkan sistem collegial ini.

 

Bosses versus Leaders

Ada perbedaan besar antara Bos dengan pemimpin? Jika bos kebanyakan dari mereka bersikap Arogan dan egois dan mereka sering datang dengan sikap workaholic ( pekerjaan adalah prioritas utama)

” Bos menciptakan ketakutan, pemimpin menciptakan kepercayaan. Bos memperbaiki dengan menyalahkan, pemimpin memperbaiki dengan mengkoreksi. Bos tahu segalanya, pemimpin banyak  bertanya. Bos membuat pekerjaan jadi membosankan, pemimpin membuat pekerjaan jadi menarik” Russell H. Ewing

bos vs leader

Orang-orang yang bekerja dengan si Bos merasa sulit bergaul dengan mereka karena harapan  Bos yang sangat tinggi, dan karyawan terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka. Sebaliknya, pemimpin adalah perpaduan antara orientasi tugas dan orientasi orang dan bekerja dengan hati untuk membuat perbedaan dalam kehidupan karyawan. Memperlakukan bawahan mereka seperti rekan kerja dan menyelesaikan tugas dengan sukses.

bos vs leader 2

Pemimpin mendukung bawahan dengan berbagai pengembangan dan pelatihan untuk mempercepat kemajuan karir mereka. Pemimpin berempati dan mendengarkan bawahan mereka dan memimpin tim mereka dengan sukses. Sedangkan Jika kamu bekerja di bawah bos kamu harus lebih berhati-hati dalam bekerja.

bos VS Leader 3

Anda diwajibkan melakukan pekerjaan Anda dengan tulus anda tidak perlu mengganggu atasan anda dan anda tak perlu menyinggung egonya. Yang perlu Anda lakukan adalah aktif dalam pendekatan, tindakan, dan komunikasi anda dengan si Bos

 

Tips menangani bos anda

  • Tangani bos anda dengan bijaksana tetapi jangan mengorbankan integritas dan prinsip anda.
  • Pastikan anda berada di level atau raport hijau di mana anda menyelesaikan tugas dengan lancar. Pada saat yang sama belajarlah untuk membedakan antara pujian dengan rayuan.
  • Jadilah sosok yang kuat dalam daerah ruang kerja anda, dan memiliki rasa hormat di tempat kerja anda sehingga bos tidak akan memiliki ruang untuk memojokkan anda.
  • Hindari berdebat dengan bos. Ingat Bos selalu benar. Namun jika ada masalah organisasi yang timbul karenanya ungkapkan pandangan anda dengan tegas.
  • Bersikaplah profesional, hindari mencampuri kehidupan pribadinya untuk mempertahankan umur panjang dengan bos anda. Bos tidak boleh merasa bahwa ia dilanggar atau diabaikan.
  • Tekankan ide daripada individu dalam aspek organisasi, untuk menghindari terjadinya masalah egoistik.
  • Pertahankan bos anda dalam humor yang baik untuk menghindari politik organisasi dan memastikan suasana tempat kerja yang damai.

Sering terjadi di dunia korporasi jika seseorang pergi atau resign bukan karena organisasi mereka atau perusahaan mereka tapi untuk meninggalkan Bos mereka yang buruk. Oleh karena itu, daripada menyalahkan bos yang buruk lebih baik memahami bos anda dengan baik dan membentuk diri Anda sesuai untuk membangun chemistry dan kompabilitas agar semuanya berjalan dengan lancar.

 

Anda tidak bisa memilih bos anda atau hanya karena bos anda buruk anda sering berpindah organisasi. Jadi, mau di manapun Anda bekerja; mau seperti apapun tipe atasan anda; yang penting anda bekerja dengan sepenuh hati, dengan seluruh kemampuan anda, dan menyelesaikan target-target yang diberikan kepada anda.

 

Semangat

 

Penulis Paul Wawan

Creative Marketing Motivasi Indonesia

Berikut Strategi Mendapatkan Bank Nama Yang Tertarget, berkualitas Dan Punya Daya Beli

Bagaimana Mendapatkan Bank Nama dalam penjualan Yang Tertarget  dan Punya Daya BeliBank nama bagaikan darah bagi seorang sales. Kalau darahnya kurang, sales lesu. Kalau darahnya banyak tapi tidak berkualitas, sales juga pasti lesu.

Ada perusahaan yang memberikan bank nama untuk salesnya. Ada juga perusahaan yang tidak memberikan bank nama, sehingga si sales harus cari bank nama sendiri.

 

Biasanya bank nama dari perusahaan sudah tertarget, berkualitas dan punya daya beli, sehingga prosentase sukses nya pasti lebih besar.

Tapi jika andalkan team sales kita untuk cari bank nama, mesti dicek

  1. Apakah bank nama mereka punya kualifikasi
  2. Punya daya beli, sanggup bayar harga
  3. Punya kebutuhan atau akan butuh
  4. Cek juga jumlah leads yang qualified yang dimiliki oleh team kita.

Percuma punya bank nama yang qualified tapi jumlahnya sedikit.

5. Cek apakah team sales kita  punya kemampuan untuk menambah bank nama secara terus menerus. Jadi harus ada sistem untuk terus menerus mendapatkan traffic secara kontinyu.

Bryan Tracy, konsultan bisnis terkenal mengatakan

“The Key to Successfull Selling is to spend more time with better Prospect.”

Better Prospect artinya

  1. Butuh
  2. Punya Daya Beli
  3. Decision Maker

Cek :  Berapa prosentase  dari bank nama menjadi kunjungan, dan berapa prosentase team kita yang berhubungan langsung dengan prospect.

 

Tugas :

Tanya pada team anda

  1. ? Menurut Anda Better prospect bagi perusahaan anda seperti apa?
  2. ? Menurut Anda ciri ciri  better prospect anda sendiri seperti apa?

Apa bedanya?

Contoh perusahaan asuransi

ð  Ciri ciri Better Prospect menurut perusahaan adalah : Sudah berkeluarga, punya anak

ð  Tapi secara pribadi ada Sales A yang better prospectnya di Manager / Karyawan

Sales B Better Prspect Ibu Ibu

Sales C Beter Prspect Mahasiswa

Sales D Better Prospect Pengusaha dll

Bagaimana bisa beda?

Karena style team sales kita beda beda, caranya beda-beda, tingkat kenyamanan beda-eda, cara pendekatan beda-beda, lingkungan pergaulan beda-beda.

 

Maka dari itu cek. Karena bisa jadi closingan team anda jelek, karena ciri-ciri better prospect dia terlalu kecil. Padahal market ada 3 juta, tapi jika dia Cuma nyaman di market yang 30 orang, tentu saja bulan depan sudah habis. Solusinya adalah tingkatkan kemampuan agar bisa nyaman masuk ke market lain.

Nah, jadi pastikan improve kemampuan dalam menjalin pertemanan dan menambah koneksi.

 

Artikel ini ditulis oleh seorang sales coach terbaik Indonesia yang telah berpengalaman selama lebih dari 15 tahun dalam memberikan coaching dalam meningkatkan omzet dan penjualan. Sudah ada lebih dari 500 perusahaan yang telah beliau coach dan sebagian besar mengatakan penjualan meningkat 2-3 kali lipat setelah beliau coach.

Christian Adrianto Motivator & Sales Coach

Christian Adrianto Motivator & Trainer

HOW TO MANAGE SALES TEAM TO ACHIEVE TARGET? – Strategi Manage Sales Team untuk Capai Target

HOW TO MANAGE SALES TEAM TO ACHIEVE TARGET?

Training Selling SkillJay Abraham, The marketing genius berkata

“ Selling is Process.”

Maka dari itu, manage people to follow the process step by step untuk mencapai target. Tidak mungkin capai target kalau tidak ikuti prosesnya step by step.

Masalahnya jika prosesnya tidak jelas. Apa yang mau di manage?

Bayangkan anda mau membangun sebuah gedung. Anda tidak tau prosesnya. Ada 200 tukang, mereka tidak tau apa yang harus dikerjakan. Apa yang harus di manage?

 

Maka sebelum melakukan tugasnya, buat plan untuk hal yang harus dilakukan day by day.

 

Understand The Process

Secara umum sales proses bisa beda beda. B to B tentu berbeda dengan B to C. Tapi secara garis besarnya sama.

 

“Selling is process.

Process is measurable.

Anything that is measurable can be improved.”

–          Jay Abraham

Jay Abraham dalam seminarnya mengatakan measure your process. Peserta seminarnya ada yang dari Singapore, Hongkong, berbagai negara. Ada yang presiden director bank besar, senior executive dari perusahaan besar.

Mereka berkata, “Jay materi kamu terlalu dangkal. Tentu saja kami ukur semuanya.

Kami tau cabang mana yang pertumbuhannya paling pesat. Kami juga tau produk apa saja yang paling laris. Kami tau siapa orang yang capai target, siapa yang tidak capai target.”

 

Jay Abraham hanya tertawa dan ia berkata, “Itu adalah kesalahannya. Mengukur hasil tidak meningkatkan hasil. Measure the process, not the result”

 

Contoh, ada 2 toko sepatu. Dari perusahaan yang sama, produk yang dijual juga sama. Hanya beda lokasi, tapi keduanya berada di lokasi yang sama sama ramai.

Toko Sepatu A

Setiap minggu mampu menjual 10 sepatu.

Toko Sepatu B

Setiap minggu mampu menjual 10 sepatu.

 

Owner tidak puas. Ia berkata, “minggu depan naik ya jadi 13 sepatu.”

Toko A dan Toko B berkata, “Siap bos!!”

“Gimana caranya?”

“Kami akan lebih semangat lagi bos. Kerja lebih rajin. Pantang menyerah!!!”

Minggu depan apakah naik?

Ternyata tidak naik.

Mengukur hasil saja sulit untuk meningkatkan hasil.

 

Tapi jika kita ukur proses.

Toko A

Pengunjung datang 100 orang

Menjual 10 sepatu

Maka success rate 10%

 

Toko B

Pengunjung datang 20 orang

Menjual 10 sepatu

Maka success rate 50%

 

Kesimpulannya toko A lebih ramai pengunjung, dan Toko B SPG nya lebih jago jualan, lebih semangat, melayani dengan lebih baik.

Jika anda adalah manager toko sepatu A, maka anda tahu bagaimana meningkatkan penjualan?

Mana yang lebih masuk akal untuk ditingkatkan di toko A?

Tentu saja success rate nya.

Kira kira berapa % success rate bisa ditingkatkan?

Anda mungkin ada yang menjawab 20%, 30%, tapi saya yakin kebanyakan anda akan berkata 50%. Dari mana angka ini?

Karena sudah ada toko yang berhasil  mencapai success rate 50%. Maka toko A perlu belajar dari toko B, apa yang dilakukan agar orang  yang datang berkunjung lebih banyak yang beli barang. Pelajari detailnya bagaimana toko B melayani pelanggan, beda cara, beda hasil.

Dan Toko B belajar dari toko A, bagaimana caranya agar pengunjung ramai.

 

When the process improved, the result is improve.

 

Toko A, jika success rate naik katakan 30% saja, ngga usah muluk muluk maka penjualan naik jadi 30 pasang sepatu. Artinya naik 3 kali lipat.

 

Toko B, jika jumlah pengunjung naik jadi 70 pengunjung saja. Maka penjualan naik 35 sepatu. Naik 3 kali lipat.

 

Kelihatannya sederhana, namun prakteknya sulit.

Karena orang sales itu beda.

Jika orang pabrik, mau buat mie, prosesnya jelas.

Tepung di mix dengan telur, garam dan air.

Kemudian di aduk, dicetak sehingga bentuk panjang-panjang, di oven, di dinginkan kemudian dipotong, dibungkus.

Kalau pabrik mie semua jelas, ada takarannya, ada waktunya, di oven ada suhunya.

Tapi dalam penjualan ngga jelas prosesnya, ngga ada angka, ngga ada takaran seperti pabrik mie.

Orang sales tidak terbiasa ukur proses dan tidak biasa bikin laporan.

Jumlah presentasi berapa, hasilnya berapa?

Jumlah telpon berapa, hasilnya berapa?

Jumlah kunjungan berapa, hasilnya berapa?

 

Kendalanya sudah kebiasaan susah disuruh bikin laporan, dan ditambah managernya juga menyerah karena lelah karena mereka tidak juga terbiasa.

Tapi kalau tidak tau dari sisi mana yang perlu diperbaiki, apa dasar untuk anda memanage team anda?

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Trainer & Motivator

Telah dipercaya oleh lebih dari 500 perusahaan, Berpengalaman selama lebih dari 16 tahun di dunia training dan motivasi. Telah diundang di berbagai stasiun TV nasional sebagai narasumber, seperti Metro TV, TV One, Kompas TV, TVRI, Trans 7, Sindo TV dll. Berhasil meningkatkan penjualan di berbagai perusahaan mulai dari retail, hingga B2B.

APAKAH CAPAI TARGET MUDAH?

 

Training sales leadership

Semua orang pasti menjawab NO!!!

Kenapa?

Karena apapun bisnis anda, akan selalu ada yang namanya PROBLEM.

 

Problem 1 : Competitor

Competitor akan selalu berusaha lebih unggul, dan berusaha menyerang titik lemah kita.

 

Problem 2 : Market

Market kita, situasi ekonomi, ini diluar kontrol kita. Kadang baik, kadang lesu.

 

Problem 3 : Customer

Calon customer kita ada yang sudah punya pilihan lain, calon customer kita mungkin lebih akrab dengan sales dari competitor, sehingga meski produk kita lebih baik, ia segan untuk ganti. Calon customer kita kadang lebih pilih competitor dll.

 

Problem 4 : Sumber daya

Sumber daya yang kita miliki kadang tidak cukup untuk mencapai target. Kadang budget kita terbatas, kadang kualitas dan kuantitas SDM kita tidak cukup, dll.

 

 

Sales manager digaji untuk mencapai target.

Dan kita semua telah dewasa untuk menyadari bahwa target harus tercapai apapun yang terjadi.

Namun problem akan selalu ada.

Target dapat tercapai jika anda menyelesaikan masalah.

Jadi anda digaji untuk solve the problem agar target tercapai.

Bukan menjadikan problem sebagai alasan.

 

Anda bisa solve the problem jika

  1. Tau akar masalahnya
  2. Solusinya

 

Jadi jangan lapor kepada atasan : “Susah pak, banyak problem…”

Karena itu adalah bukti bahwa anda tidak kompeten untuk digaji. Karena anda digaji untuk problem solve, bukan melaporkan problem.

 

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Sales Trainer yang telah dipercaya lebih dari 500 perusahaan, salah satu yang terbanyak di Indonesia. Maka tidak heran beliau disebut – sebut sebagai Raja Inhouse training. Program pelatihan beliau simple, mudah dipraktekkan, namun powerfull dan terbukti telah berhasil meningkatkan penjualan. Rekor beliau adalah berhasil meningkatkan penjualan hingga 4.000% di masa PPKM Darurat, dimana orang lain omzet terganggu.

Leadership : 7 Strategi Memanage Resources dalam Mencapai Target

 Pelatihan LeadershipSebagai Sales Manager, tugas utamanya adalah mencapai target. Tentunya untuk mencapai target ada sumber daya untuk di manage. Dan bagaimana cara memanage agar bisa capai target?

1.      Budget

Budget yang kita dapat tergantung dari 2 hal

  1. Kemampuan perusahaan untuk memberikan budget
  2. Kemampuan mamager untuk minta budget

Kendalanya adalah banyak manger yang ketika Raker budgeting awal tahun diberikan target, merasa beban besar, stress tapi ngga tau cara minta budget. Bingung cara buat program dan akhirnya pulang ngga minta budget.

Dan seiring waktu berjalan, plan ngga jelas, tiap bulan ke bagian akunting minta uang untuk program dan ditolak karena ngga ada budget.

Sales manager harus kreatif bikin event, kontes, program yang menarik untuk meningkatkan penjualan.

Kuncinya adalah buat plan yang diajukan sebaga dasar untuk minta budget.

Ibarat manager team sepak bola, bisa plan butuh pemain seperti apa, menu pelatihan seperti apa, reward seperti apa, setiap bulan ngapain aja. Nah agar semua ini berjalan, minta budgetnya.

2.      Asset

Cth : mobil, kantor, gedung, mesin fotocopy, nama baik dll. Semua itu harus dijaga dan ditingkatkan.

3.      People

Manage people adalah hal yang paling trickie. Tidak ada ilmu pasti dan setiap orang memiliki kapasitas dan karakter yang berbeda beda. Tentunya untuk memanage people perlu pendekatan yang lebih humanis, dan butuh ilmu psikologi, coaching, counselling, motivasi dan bahkan parenting. Parenting? Serius pak? Kok bisa? Sepanjang pengalaman saya leader juga merangkap sebagai bapak/ibu. Kadang team kita ibarat anak anak.

 4.      Stock

Bicara soal stok, ada berbagai macam stok, mulai stok alat kantor, hingga stok di pergudangan. Stok harus dimanage dengan bijak, agar jangan sampai terlalu sedikit, apalagi habis, tentu akan menghambat kerja. Dan dijaga jug agar jangan sampai berlebihan  agar tidak jadi uang mati. Ingat, menaikkan omzet juga bisa dengan melalui penghematan sumber daya. Bukan melulu soal peningkatan penjuala. Pastikan semua berjalan efisien.

 5.      Proses Kerja

Ini jarang dibahas. Apakah cara kerja sudah optimal, apakah ada cara kerja yang sudah tidak efektif, selalu harus dipantau dan dievaluasi.

6.      Time

Perusahaan memberikan waktu 1 tahun untuk capai target. 1 tahun = 12 bulan = 365 hari.

Banyak orang yang menganggap waktu ini fixed. Kerja hanya senin-jumat, dari jam 9-5. Kalau ngga capai target masak sabtu minggu ngga kerja, jam 7 malam ngga duduk angkat telpon?

 

“Pak, team saya ngga akan mau!!!”

Nah, itulah pinter-pinternya seorang sales manager untuk bisa membangun sausana kerja yang kondusif. Yang memotivasi, kalau ngga capai target, malu.

 

Tugas  Anda Yang #1 :

Dari 6 resources ini, pikirkan 3 resources yang anda unggul?

 

Ciri cirinya, kalau anda punya waktu luang anda akan duduk ngobrol, curhat, cerita sama team anda, maka anda unggul di people.

Kalau punya waktu luang hiung anggaran, mana yang ngga cocok, maka anda unggul budget. Atau punya waktu luang anda analisa data, review pelanggan, maka ada unggul di proses kerja. Dll

 

Tugas  #2:

Dari 6 resources ini, pikirkan 1 yang paling anda tidak suka?

 

Ciri ciri, anda paling malas kerjakan, kalaupun harus kerjakan, terpaksa dan kerjakan seadanya.

 

 

Tidak penting mana anda unggul, mana anda lemah. Tidak ada orang yang unggul di semuanya. Dalam hal-hal yang kita unggul, kita sukai, biasanya kita akan cenderung menghabisakan waktu, pikiran dan tenaga lebih banyak. Dalam hal yang kita lemah, cenderung kita tinggalkan, kalau kepepet dikerjakan seadanya.

 

Tugas #3 :

Siapa orang yang bisa menutupi kelemahan anda?

 

Supaya anda bisa memanage resources anda dengan lebih efektif, cari orang dalam team anda yang kuat dalam bidang yang anda lemah untuk anda percayai mengerjakannya.

 

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto

Motivator & Trainer

Berpengalaman lebih dari 16 tahun di dunia training dan motivasi. Termasuk dalam TOP 10 BestTrainer & Motivator Indonesia. Telah membantu lebih dari 500 perusahaan untuk meningkatkan omzet, penjulana dan produktivitas kerja.

Strategi Menjadi Sales Manager Yang Capai Target

What is the job of the Sales Manager?

number_one-removebg-preview

ð  Kerjaannya ujung ujungnya CAPAI TARGET

 

Kita sepakat tugas sales manager adalah capai target. Jadi kalau anda Sales manager di akhir tahun tidak capai target maka anda Gagal.

Bayangkan selama 12 bulan, anda dapat gaji dari perusahaan, tapi anda tidak bisa memenuhi kewajiban anda. Perusahaan sudah tepati janji untuk bayar gaji, tapi anda tidak tepati janji , Apakah Fair?

 

So, anda para Sales Manager Harus CAPAI TARGET!

 

 

Apa Definisi Manager?

 

ð  A manager is someone who get things done through other people.

Terlepas apapun jabatan anda, mau supervisor, sales manager, team leader, kepala cabang, direktur, what ever itu, anda punya tugas sebagai manager. Punya tugas manage team anda supaya capai target.

 

Jika ada 2 team

Manager A, punya team 5 orang

Tiap orang capai target, maka Manager A capai target

 

Sedangkan Manager B, punya team 5 orang

2 orang capai target, 3 orang tidak capai target. Tapi Team B tetap capai target.

Kok bisa?

Meskipun 3 dari 5 orang di team B tidak capai target, tapi manager B saking bertanggung jawabnya ia kerjakan sendiri sisanya supaya capai target.

 

Jika kembali ke definisi Manager di atas, maka Manager A betul seorang sales manager. Sedangkan Manager B bukan sales manager, tapi manager B, mohon maaf, adalah sales yang menyamar sebagai manager.

 

Apakah anda sales manager yang capai target lewat team anda atau manager yang kerja mati – matian sendiri supaya capai target?

Ibaratnya manager team sepak bola top di dunia. Ketika lagi pertandingan, teamnya lagi kalah apakah si manager turun sendiri ke lapangan?

 

Apakah efeknya, jika anda sebagai sales manager capai target dengan kerja sendiri tapi teamnya tidak perform?

Tiap tahun target perusahaan pasti naik? Betul?

Bayangkan kalau anda tidak memiliki kemampuan untuk capai target lewat team anda, akibatnya anda akan lebih capek, lebih stress, mau tambah orang juga ngga akan guna.

Maka kita harus belajar bagaimana me-manage people, so they achieve target.

 

Tapi jangan salah paham, meski sales manager harus capai target lewat teamnya, bukan berarti seorang manager tidak turun lapangan. Justru anda wajib turun lapangan, bukan untuk kejar target. Tapi untuk pantau dan evaluasi. Sehingga anda tau kondisi lapangan

 

The job of sales manager is to manage the sales team to achieve the target.

 

Ada 2 sisi yang di manage

  1. Team

Kekompakan, daya juang. Supaya suasana kondusif sehingga orang yang belum capai target, termotivasi untuk capai target.

2. People

Setiap individu dalam team sales kita memiliki kemampuan, masalah, kesalahan di lapangan beda beda,jadi pelatihan, coaching juga harus customized untuk setiap individunya.

 

Penulis

Christian Adrianto Motivator & TrainerChristian Adrianto Trainer & Motivator

Salah satu dari TOP 10 Motivator Terbaik Indonesia

Telah dipercaya lebih dari 500 perusahaan besar dan temah memberikan training dan motivasi untuk lebih dari 400.000 orang. Dan lebih dari 20 kali diundang ke manca negara seperti Vietnam, Malaysia, Austraila dan China,

Belajar Leadership dari Pesawat Terbang

Belajar Leadership dari PesawatLeader itu ibarat pilot.

Pesawat jaman sekarang sudah sangat canggih, dan ada yang namanya auto pilot. Jadi ketika pesawat sudah terbang, sang pilot tidak perlu lagi susah payah untuk mengendalikan pesawat, selama program auto pilot dijalankan. Bahkan ketika auto pilot dijalankan, sang pilot bisa tidur tau baca majalah. Lantas apa dong gunanya pilot?

Tentu saja Pilot tetap dibutuhkan, terutama saat darurat, take off dan landing.

Begitu juga dalam leadership, salah satu tugas leader adalah manage team supaya semua anggota teamnya achieve target. Jadi ketika situasi sudah di langit yang tenang dan cerah, leader bisa autopilot, tinggal mengawasi saja. Namun ketika langit penuh awan gelap, seorang leader wajib ambil kendali dan membawa seluruh anggota team-nya melewati badai dengan selamat. Bayangkan jika terjadi badai, tapi tidak ada pilot?

Jadi jika disimpulkan tugas leader adalah

 

  1. Leader take control

Seorang leader tau kapan take control dan kapan memberikan wewenang kepada anggota team-nya untuk ambil keputusan sendiri.

2. Leader thrive through crisis

Justru ketika krisis maka kemampuan seorang leader diuji. Dan banyak penelitian yang menunjukkan bahwa leader leader hebat didunia senang mencari tantangan. Bahkan jika tidak ada tantangan, dia akan mencari tantangan. Jadi krisis adalah kesempatan untuk naik level dan menemukan cara baru yang lebih baik.

3. Channel the fear into positive action

Do not pretend that nothing to fear. Seorang leader tidak boleh memberi rasa keamanan palsu. Semua anggota team-nya harus sadar jika ada bahaya di depan. Namun tugas leader adalah Channel that fear into positive.

Ubah rasa takut menjadi tindakan nyata dan postif.

Penulis

FransiscaFransisca

Marketing Manager Motivasi Indonesia

Membutuhkan pelatihan / Training Leadership yang relevan dengan jaman sekarang ?

Hubungi 082 110 502 502

 

Cara Berpikir Kritis (part 1)

Cara berpikir kritisDalam era modern ini kita dijejali dengan mudahnya informasi masuk kedalam pikiran kita. Hanya cukup membuka gawai – Smartphone, laptop, maka hal apapun yang ingin kamu ketahui bisa dengan mudahnya kamu dapatkan dalam waktu yang singkat. Bagaikan pedang bermata dua, semua informasi yang kamu peroleh tidak pasti benar lho!

Di posisi ini kamu dituntut untuk menjadi bijak dalam mengolah informasi-informasi yang ada tersebut. Bagaima cara nya adalah dengan cara berpikir kritis.

Ada baiknya kita mengenal pengertian berpikir.  Berpikir adalah aktivitas menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu; menimbang-nimbang dalam ingatan. Sedangkan Kritis(sifat) adalah 1 bersifat tidak lekas percaya; 2 bersifat selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan; 3 tajam dalam penganalisisan.

Sehingga, berfikir kritis adalah suatu proses dimana seseorang atau individu dituntut untuk menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi untuk membuat sebuah penilaian atau keputusan berdasarkan kemampuan,menerapkan ilmu pengetahuan dan pengalaman. ( Pery & Potter,2005).

Lucunya tidak semua orang berpikir kritis, kebanyakan orang membuat keputusan berdasarkan emosinya semata. Hanya karena dirasa informasi tersebut menyenangkan dirinya, tanpa berpikir panjang lagi informasi tersebut disebarkan kepada banyak orang. Dan imbasnya “ucapan maaf”.

 

Jadi yang dimaksud dengan berpikir kritis merupakan suatu tehnik berpikir yang melatih kemampuan dalam mengevaluasi atau melakukan penilaian secara cermat tentang tepat-tidaknya ataupun layak-tidaknya suatu gagasan yang mencakup penilaian dan analisa secara rasional tentang semua informasi, masukan, pendapat dan ide yang ada, kemudian merumuskan kesimpulan dan mengambil suatu keputusan. Untuk mendapatkan suatu hasil berpikir yang kritis, seseorang harus melakukan suatu kegiatan (proses) berpikir yang mempunyai tujuan (purposeful thinking), bukan “asal” berpikir yang tidak diketahui apa yang ingin dicapai dari kegiatan tersebut. Apalagi hanya berdasarkan emosi.

Banyak pula situasi yang memaksa seseorang untuk melakukan kegiatan berpikir yang memang di “rencanakan” ditinjau dari sudut “apa” (what), “bagaimana” (how), dan “mengapa” (why). Hal ini dilakukan jika berhadapan dengan situasi / masalah yang sulit atau baru.

 

Bagaimana cara untuk berpikir kritis?

  1. Memiliki dasar pengetahuan.

Komponen pertama dari berpikir kritis adalah memiliki dasar pengetahuan. Dasar pengetahuan ini beragam sesuai dengan bidang yang paling kamu kuasai. Bisa berasal dari pengetahuan yang kamu pelajari dari pendidikan atau sekolah, dasar pengetahuan mencakup informasi dari teori pengetahuan alam, maupun bidang yang lain seperti geograf, maupun sejarah.

2. Pengalaman.

Komponen kedua dari berpikir kritis adalah memiliki pengalam dalam situasi/masalah yang sedang dihadapi. Jika kamu sudah punya pengalam dalam hal tersebut, maka kamu akan berusaha menarik garis berpikir melalui alat indra dan stimulus yang berasal dari sumber belajar. Sumber belajar bisa berasal dari

  • Interaksi Manusia : interaksi verbal atau nonverbal
  • Realita : rangsangan yang nyata dari benda nyata, binatang nyata, peristiwa nyata
  • Pictorial representasion : berasal dari rangsangan gambar yang mewakili objek atau peristiwa
  • Written symbols : lambang yang tertulis dan disajikan dari berbagai macam media
  • Recorded sound : berasal dari rekaman suatu peristiwa yang membantu mengingat realitas
  • Kompetensi : pengetahuan, ketrampilan.

3. Sikap untuk berpikir kritis.

Sikap disini adalah sikap yang harus ditunjukan oleh pemikir kritis. ndividu harus menunjukkan keterampilan kognitif untuk berpikir secara kritis, tetapi juga penting untuk memastikan bahwa keterampilan ini digunakan secara adil dan bertanggung jawab. Berikut contoh sikap yang harus ditunjukan

  • Tanggung gugat : atau nama lain untuk “mudah menjawab” apapun pertanyaan dari keputusan yang dibuat oleh pemikir kritis.
  • Berpikir mandiri : menjadi dewasa dan selalu mempertimbangkan ide dan konsep dalam membuat penilaiaan sendiri.
  • Mengambil risiko : berani mengambil resiko dan mengenali jika keyakinan selam ini adalah salah berdasar pada fakta dan didukung bukti yang kuat.
  • Kerendahan hati : menyadari keterbatasan diri, dan selalu mmencoba untuk mendapatkan pengetahuan yang baru.
  • Integritas : selalu mempertanyakan dan menguji pengetahuan dan keyakinan pribadinya.
  • Ketekunan : terus bertekad untuk menemukan solusi yang efektif.
  • Kreativitas

4. Standart untuk berpikir kritis.

Seseorang yang berpikir kritis selalu punya standart yang tinggi terhadap sebuah informasi. Yang berhubungan pada penilaiaan dan tanggunga jawab secara profesional.

 

 

Gimana dapat Income dari Bisnis?

Mengapa anda berada dalam bisnis?

Jawabannya adalah untuk membantu orang lain untuk meningkatkan hidup dan kerja menjadi lebih baik.

Lantas, Bagaimana kita mendapatkan income?

Dengan membantu orang lain untuk meningkatkan hidup dan pekerjaannya menjadi lebih baik, sehingga hasilnya kita dibayar.

Kita menciptakan value.

Banyak value, sehingga orang lain membayar (jika perlu lebih kecil) dari value yang kita berikan.

Saya dipercaya lebih dari 400 perusahaan besar di Indonesia karena selama 15 tahun ini saya berpikir bagaimana saya bisa membantu perusahaan anda meningkatkan income 10 kali lipat. Jadi saya dibayar, bahkan repeat order hingga 95%, karena saya memberikan value yang lebih besar dari yang dibayarkan oleh perusahaan.

Selama masa crisis, masa sulit, jangan berpikir bagaimana dapat uang. Yes, cashflow penting, tapi pikirkan bagaimana anda mencipatkan value untuk orang lain. Jadilah solusi, Sehingga anda layak dibayar mahal, karena anda memberikan value untuk membuat orang lain hidupnya lebih baik, pekerjaannya lebih baik.

 

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana saya menciptakan value untuk customer saya?

Bagaimana saya share informasi dan ide yang akan menghasilkan lebih besar dari yang dibayarkan?

Apa yang bisa saya lakukan secara berbeda dari yang pernah saya lakukan sebelumnya?

 

The law indirect

Jika kita melakukan membantu orang banyak Kita mendapat reward. Semakin kita memberi tanpa mikir imbal hasil, semakin hasilnya di luar yang kita pikirkan (nonexpected).

Dimanapun anda menabur, anda akan menuai. Jangan berpikir mengejar uang atau profit. Tapi tabur value, berikan So much more contribution.

Anda tidak bisa mengontrol hasil, tapi anda bisa mengontrol berapa banyak yang yang tabur. Dan entah bagaimanapun caranya, semakin anda menabur, anda akan menuai lebih banyak.

Christian Adrianto Motivator & Trainer