Menemukan Gairah dan Semangat dalam Setiap Hari Kerja

motivasi kerja positifSalam Semangat, sahabat-sahabatku yang produktif!

Selamat datang di artikel inspiratif ini. Artikel Ini akan memotivasi Anda dan mendorong Anda untuk menjalani setiap hari kerja dengan semangat dan antusiasme. Pekerjaan bisa menjadi tantangan, tetapi setiap hari kerja bisa menjadi petualangan yang menyenangkan jika kita menemukan gairah dalam apa yang kita lakukan. Jadi, mari kita menggembirakan hari kerja Anda!

 

1. Kenali Nilai dan Tujuan Anda: bekerja hanya untuk uang, mungkin bisa menjadi motivasi awal. Namun jika berhenti disana, maka semakin lama semangat anda akan semakin lemah. Temukan tujuan dan nilai yang lebih dalam dari sekedar uang. Jika Anda bekerja untuk tujuan yang jelas dan sesuai dengan nilai-nilai Anda, pekerjaan Anda akan memiliki makna yang lebih dalam. Tuliskan daftar tujuan jangka pendek dan jangka panjang, dan pikirkan bagaimana pekerjaan Anda saat ini bisa memengaruhi dirimu dan orang lain. Semakin  Anda memahami tujuan ini akan memberi Anda energi untuk terus bekerja dengan semangat.

 

2. Bersyukur atas Peluang yang Ada: Setiap hari kerja memberikan peluang untuk berkembang dan belajar. Apalagi jika Anda menyadari bahwa anda digaji Perusahaan  untuk menjadi problem solver. Mungkin akan ada saat-saat di mana semua tidak mudah. Namun cobalah untuk bersyukur atas peluang yang telah Anda terima. Lihatlah dalam setiap tantangan akan selalu ada peluang untuk meningkatkan kemampuan Anda. Jangan lewatkan kesempatan kecil yang bisa membuat Anda melewati zona nyaman dan menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi permata dimanapun anda berada.

 

3. Menjaga Keseimbangan Antara Istirahat dan Kerja : Kerja memang penting, namun istirahat tidak kalah penting. Ketika anda telah kehabisan energi, sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara waktu luang dan pekerjaan. Sesekali, alihkan perhatianmu dari pekerjaan dan nikmati saat-saat yang menyenangkan di luar tempat kerja Anda. Istirahat sejenak akan menyegarkan otak dan kembalilah dengan semangat yang baru.

 

4. Jalin Hubungan Baik dengan Rekan Kerja : Rekan kerja adalah aset berharga. Jalin hubungan baik dengan rekan kerja dan ciptakan suasana kerja yang positif. Jadilah pribadi yang mau peduli dengan rekan kerja. Jangan hanya berpikir, ‘Yang penting kerjaan saya beres!’ Dukung satu sama lain, bantu apa yang bisa Anda bantu, berbagi ide, dan ramahlah kepada setiap orang. Ikatan yang kuat dengan rekan kerja akan membuat hari-harimu lebih menyenangkan dan penuh semangat.

 

5. Beri Ruang untuk Kreativitas : Jangan takut untuk berinovasi dan mengekspresikan kreativitasmu dalam pekerjaan. Beri dirimu ruang untuk bereksperimen dan menemukan cara-cara baru untuk menyelesaikan tugas. Kreativitas akan memberikanmu semangat baru dan membuat pekerjaan terasa lebih menyenangkan. Ketika anda mencoba hal baru, bisa jadi hal tersebut tidak berhasil. Namun Jika tidak pernah mencoba hal baru, kita tidak akan pernah tahu cara yang lebih baik dari cara yang sudah ada.

 

6. Tetap Fokus pada Proses : Jangan terlalu fokus pada hasil akhir, tetapi nikmati prosesnya. Setiap langkah kecil menuju pencapaianmu merupakan bagian dari perjalanan yang menarik. Nikmati perasaan puas ketika kamu berhasil menyelesaikan tugas-tugas kecil, dan terus bergerak maju dengan semangat.

 

7. Cari Inspirasi Setiap Hari : Cari sumber inspirasi setiap harinya, baik dari cerita-cerita inspiratif, kutipan, atau kesuksesan orang lain dalam bidang yang serupa denganmu. Inspirasi dapat menjadi bahan bakar untuk semangat dan memberikanmu pandangan baru terhadap pekerjaanmu.

 

Semangat dan gairah dalam menjalani hari kerja adalah kunci untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup. Ingatlah bahwa setiap hari adalah kesempatan baru untuk tumbuh, belajar, dan mencapai impianmu. So, go out there and rock your workdays! Keep the passion burning and stay awesome!

 

Penulis Paul Wawan, Creative Marketing Motivasi Indonesia

 

 

 

Bagaimana Menciptakan Lingkungan kerja yang Bahagia dan Positif: Inilah beberapa factor penting yang mempengaruhi semangat Kerja dan Produktivitas Karyawan

strategi membangun lingkungan kerja positif dan semangatTempat kerja yang bergairah dan bahagia bukan hanya tempat untuk bekerja, tetapi juga tempat di mana karyawan merasa dihargai dan menikmati bekerja setiap hari. Suasana kerja yang positif dapat meningkatkan produktivitas, kolaborasi, dan kualitas kerja. Artikel ini akan membahas cara-cara sederhana namun efektif untuk menciptakan lingkungan kerja yang penuh semangat dan bahagia di antara rekan kerja Anda.

Komunikasi terbuka dan apresiasi:

Komunikasi yang terbuka dan jujur sangat penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif. Berikan kesempatan kepada semua anggota tim untuk bertukar pikiran dan bertukar pendapat. Selain itu, jangan takut untuk mengakui dan memuji pencapaian mereka. Pengakuan memotivasi rekan kerja untuk terus bekerja dengan baik.

Kegiatan bersama dan acara khusus:

Rencanakan kegiatan kelompok dan acara khusus di luar kantor selain pekerjaan rutin. Misalnya, istirahat makan siang bersama, piknik di akhir pekan, karaoke Bersama atau sekedar atur kumpul-kumpul santai setelah jam kerja. Acara semacam itu dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan interaksi sosial, dan memperkuat ikatan antar rekan kerja.

Fasilitas nyaman dan lingkungan sekitar:

Tujuannya adalah untuk menciptakan tempat kerja yang nyaman dan ramah bagi karyawan. Tempat kerja yang terorganisir dengan baik, fasilitas seperti ruang istirahat, dan peralatan yang sesuai meningkatkan kenyamanan kerja. Lapangan hijau dan area rekreasi juga merupakan tempat yang bagus untuk bersantai. Perusahaan -perusahaan seperti Google, facebook bahkan sampai ekstreme menyediakan ruangan tidur siang hingga ruang pijat hanya untuk membangun atmosfer kerja yang santai, kreatif namun produktif.

Pembagian peran dan kerjasama:

Berikan semua anggota tim kesempatan untuk berkontribusi dan berbagi tugas. Bekerja sama dalam proyek memperkuat semangat tim, pancing ide-ide kreatif, dan perkuat hubungan antar anggota tim. Rasakan kegembiraan Ketika mencapai tujuan bersama!

Program pengembangan dan pelatihan:

Berikan  kesempatan untuk pengembangan diri melalui program pelatihan dan pengembangan keterampilan. Karyawan yang merasa berdaya dan memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang lebih termotivasi dan lebih bahagia di tempat kerja.

Humor dan Tawa:

Humor adalah kunci untuk mengurangi stres dan menciptakan suasana positif di tempat kerja. Jangan takut untuk tertawa dan menceritakan sedikit lelucon. Namun ingatlah untuk selalu menjaga selera humor yang positif dan menghargai perasaan rekan kerja Anda.

Menciptakan lingkungan kerja yang penuh semangat dan menyenangkan merupakan tanggung jawab bersama. Komunikasi terbuka, penghargaan, aktivitas bersama, fasilitas yang nyaman, kolaborasi, perhatian pada work-life balance, program pengembangan dan humor dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif di antara rekan kerja. Gairah dan kegembiraan dalam bekerja mendorong tim untuk mencapai hasil yang lebih baik dan memperkuat ikatan antara semua anggota tim. Agar semua itu dapat terwujud dan menjadi budaya Perusahaan, dibutuhkan peran serta seluruh karyawan.

Paul Wawan

Creative Marketing Motivasi Indonesia

Goal Setting is For Loser, benarkah?

pembicara goal setting christian adrianto motivatorApakah ada diantara anda, yang waktu bikin goal, alih alih termotivasi malah tertekan?

Atau adakah yang setelah bikin goal, mungkin di awal panas membara, semangat menggebu gebu, namun di tengah jalan gairahnya luntur, ketemu halangan motivasi mulai hilang, melihat kenyataan tidak sesuai harapan lantas menyerah?

Atau yang lebih parah lagi, adakah yang sudah sampai di level apatis? “Buat apa bikin goal, ngga penting lah punya goal…”

Jangan khawatir semua itu adalah sesuatu yang wajar.

Saat saya membaca buku Scott Adams, yang berjudul : How to fail at almost everything and still win big. Ia menulis, Goal is For Losers. Pemenang dan pecundang sama sama punya goal. Maka Goal bukan advantage milik para pemenang saja. Goal bukan hal yang membedakan pemenang dan pecundang. Jadi kata Scott Adams , ngapain punya goal?

Jangan jangan ide scott adams ini ada betulnya juga. Karena , saya sendiri juga pernah merasakan punya goal dan ditengah jalan kehilangan semangat.

Eits, baca dulu artikel ini sampai selesai. Apa sih maksudnya Bro Scott Adams ini?

Ada sebuah penelitian yang dilakukan di Harvard Business School, yang dilakukan oleh Lisa Ordonez dkk. Dalam papernya, mereka menjabarkan secara ilmiah ternyata setting goal ada dampak negative nya, diantaranya

  • Goal mengurangi kebahagiaan,
  • Goal membuat stress dan tertekan
  • Goal merusak self esteem atau kepercayaan diri, terutama ketika goal tersebut tidak tercapai
  • Goal sifatnya motivasi sesaat

Wah, ternyata setting goal berdampak negative dalam hidup ya?

Eits, Yang sudah setting goal awal tahun ini, jangan sedih dulu.

Ada  riset lain yang dilakukan sejak tahun 80-an oleh Locke & Latham yang mengatakan bahwa, Goal System dapat membantu meningkatkan performa sebuah organisasi / perusahaan.

Lho, jadi yang benar yang mana dong?

Untuk menjawab pertanyaan ini, saya ingin mengutip kata kata  Steven Covey :

“What we see, what we do. What we do, what we get.”

Ea…bingung ngga bacanya. Okay, saya coba bantu terjemahkan ya.

 “Cara pandang kita akan sesuatu akan mempengaruhi tindakan kita. Dan tindakan kita akan mempengaruhi pada hasil yang kita dapatkan.”

Begitu pula dengan Goal. Goal setting sebetulnya tidak salah, seringkali yang salah adalah bagaimana cara pandang kita terhadap goal setting. Cara kita memandang sebuah goal, akan mempengaruhi tindakan kita dan akhirnya mempengaruhi hasilnya.

Makanya kembali ke bang Scott Adams, kalau kita baca bukunya ia mengatakan 

“Goals are for losers. Winners use systems. I turn all of my goals into systems, and it completely changed the way I work and chase down my goals.” – Scott Adams

Sampai disini cukup jelas?

Kalau sudah jelas, yukkk lanjut baca.

Yang belum jelas, apalagi!!! Lanjutkan…..

 

jadi bang Scott Adams mencoba mengatakan, punya goal tidak cukup. alih alih kita harus membuat sistem. Maksudnya gimana?

Untuk menjelaskan ini, ijinkan saya menjelaskan dulu mindset yang benar tentang goal.

Banyak orang memandang goal sebagai beban, bikin stress, bikin resah, kalau ngga tercapai malu, ngga enak sama atasan, ngga enak sama rekan kerja dll.

Padahal goal itu semestinya :

1. Goal Semestinya align dengan diri kita yang terdalam.

Goal tidak memotivasi, karena goal itu fokus pada diluar diri kita. Fokus pada reward, punishment & tekanan sosial. Kan malu kalau udah goal setting, tapi tidak tercapai. Maka idelanya goal fokus pada apa yang ada dalam diri.

Nah ada 3 hal dalam diri yang dapat memotivasi kita untuk mencapai goal

  • otonomy, kebutuhan untuk memiliki kontrol atas sesuatu (ownership/ rasa memiliki). Ketika orang dikontrol, dia tidak akan punya rasa memiliki terhadap apapun. Saat orang dikontrol untuk mencapai goal tersebut, ia tidak memiliki rasa memiliki terhadap goal tersebut. Makanya jika berbicara dalam team, team boleh jadi diberikan target / “What” oleh perusahaan, namun buat agar mereka agar memiliki rasa self belonging terhadap goal tersebut.
  • Competency. Manusia tidak hanya ingin bebas, namun manusia pada dasarnya punya kebutuhan untuk jadi lebih baik dari hari ke hari. Makanya ia butuh tantangan, pemicu. Makanya goal harus bisa merentangkan diri kita. Jangan set goal terlalu rendah. Goal harus diatas zona nyaman kita, agar kita bisa belajar dan bertumbuh (growth zone). Namun jangan juga  terlalu jauh dari zona nyaman kita, karena jika terlalu jauh, maka manusia cenderung masuk dalam zona anxiety, akibatnya bukannya tertantang, kita merasa cemas, stress dan tertekan.
  • Daniel Ping memakai istilah Purpose. Sesuatu yang berhubungan dengan sesuatu di luar diri sendiri, sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri: bisa jadi tujuan hidup, bisa jadi juga orang lain (berkontribusi untuk orang lain). Pada saat apa yang kita lakukan bisa membantu orang lain, membahagiakan orang lain, kita akan termotivasi melakukan hal tersebut. jika goal hanya berfokus pada diri sendiri, biasanya di level tertentu, setelah mencapai akan ada rasa puas diri, membuat kita tidak bertumbuh lagi.

 

2. Goal semestinya menginspirasi tindakan. 

Goal setting bertujuan memastikan agar kita clear apa yang harus kita lakukan sekarang & memberi arahan, sehingga kita bisa konsisten dalam melakukan action kita setiap hari.

Lalu mengapa ada goal yang tidak menginspirasi untuk Action?

Kebanyakan karena masalah konflik batin. Bisa jadi konflik dengan value kita, belief kita, higher intention, purpose of life, atau simply konflik dengan goal yang lain, karena goalnya kebanyakan.

Jika berlawanan dengan semua itu, maka diri terdalam akan melawan, dan akhirnya action tidak menuju goal tersebut.  Misalnya value terpenting anda adalah keluarga dan saat ini anda sedang merintis bisnis dengan goal omzet 100 juta / bulan. Nah, ketika keyakinan anda mengatakan bahwa untuk mencapai 100 juta mesti taruh waktu , tenaga dan perhatian dalam bisnis 100%. namun value dalam diri anda mengatakan, uang bukan segalanya, waktu bersama anak dan istri lebih penting. Maka kebayang, bagaimana pergolakan dalam diri anda? Karena ada pertentangan antara value dan goal, maka action tidak akan maksimal, bahkan bisa jadi otak mamlia anda mengambil alih dan bereaksi freze. Akhirnya tidak melakukan apapun.

Maka cek sekali lagi keyakinan-keyakinan yang menghambat anda untuk mencapai goal.

Atau alignkan goal anda dengan diri terdalam anda.

 

Nah, jika mindset terhadap Goal sudah benar, selanjutnya kita bicara soal proses.  Apa yang harus diperhatikan dalam proses untuk mencapai Goal?

  1. Happiness

Dalam buku saya The Miracle of Happiness , saya pernah menulis bahwa bahagia dulu baru sukses kemudian.  Shawn Achor meneliti  1 hal, yaitu happiness. hasil penelitiannya mengatakan bahwa orang orang yang bahagia lebih sukses, lebih produktif, lebih baik karirnya. Makanya jika anda punya team, pastikan team anda bahagia dalam menjalankan proses mencapai target. Ketika mereka bahagia, maka mereka akan lebih berkomitmen dalam melakukan prosesnya, sehingga kemungkinan besar goal tercapai. Masuk akal?

2. Focus on Progress

Masalahnya kalau ngga bisa happy gimana dong?

Theresa Amabile & Kramer, dalam bukunya The progress principle mengatakan : kebahagiaan datang dari progress. Orang akan cenderung termotivasi ketika merasakan kemajuan, sebaliknya orang akan demotivasi jika merasakan stuck, apalagi merasakan kemunduran. Make sense?

Makanya penting untuk merayakan kemenangan kemengan kecil. karena Kesuksesan besar dibangun diatas kegagalan dan kemenangan kecil yang terus mengarah pada goalnya.

Apakah anda pernah melihat anak yang senang main game? Atau malah anda sendiri? kenapa Orang bisa ketagihan main game? Game dirancang dengan sangat cerdas, dengan menggunakan prinsip goal system. Dalam game, ada goal yang lebih besar dari diri sendiri, misalnya menyelamatkan sebuah kota dari serangan zombie dll. Dalam game jika dibuat terlalu mudah, orang akan bosan. jika dibuat terlalu sulit, orang stress dan akhirnya tidak main lagi. Kemudian orang diberi kemenangan kemenangan kecil untuk menuju goal, agar orang merasakan sense of progress. See, game menerapkan semua prinsip ini.

3. Mastery VS Performance Goals

Performance mimdset fokus supaya bisa tampil baik (mendemonstrasikan kompetensi)

Mastery focus mendevelop kompetensi

Ada orang yang mengejar goal menggunakan performance toward goal, supaya dianggap hebat, keren, pintar dan sukses di mata orang lain. Fokusnya pada Pembuktian diri.

Ada juga yang orientasi goal performance avoidance / menghindari goal yang bikin malu, berpotensi untuk gagal, sehingga ia akan cenderung main aman.

Ada orang setting goal mastery avoidance, menghindari goal yang butuh belajar, sulit dicapai.

Tapi ada orang yang mengejar goal yang menantang, supaya ia bisa growth, bertumbuh dan belajar.  Nah, inilah yang kita mau. Tidak peduli mau tercapai atau ngga tercapai goalnya, ngga peduli apa kata orang. Yang penting saya bertumbuh.  Itu motivasinya. Makanya sudah progress aja, orang yang fokus goal Mastery tetap bahagia.

4. Co-Creator

Nah, ini adalah yang paling penting. Posisikan diri kita sebagai co-creator. Karena manusia hanya berikhtiar, berusaha yang terbaik, namun tercapai atau tidaknya goal kita hanya ditangan Tuhan, sang Creator. kita hanya bisa menjadi co-creator. Kita bisa berhasil bukan karena kemampuan kita, usaha kita, kerja keras kita, tapi karena kebaikan Tuhan dan Tuhan mengijinkan hal tersebut terjadi. Makanya kalau kita mencapai sesuatu, jangan sombong. namun jika kita gagal, biasa saja, jangan depresi. Karena mungkin belum waktunya saja. Belajar dari kesalahan kesalahan kita, terus berusaha, jangan menyerah dan berdoa. Karena percayalah, waktu Tuhan akan indah pada waktunya.

Selamat menikmati perjalanan meraih Goal Goal Dahsyat anda. Sampai jumpa di puncak kesuksesan.

 

Christian Adrianto Motivator & Trainerby. Christian Adrianto

Motivator dan Trainer leadership & Selling Skill.

Telah berpengalaman selama lebih dari 16 tahun di dunia training dan motivasi. dipercaya lebih dari 600 perusahaan besar di indonesia. Saat ini beliau fokus memberikan inhouse training untuk berbagai perusahaan di berbagai bidang seperti banking, insurance, plantation, BUMN, industri, retail, B2B, hingga institusi pemerintahan.

 

 

Inhouse Training : HOW TO BUILD GREAT TEAMS BY CHRISTIAN ADRIANTO LEADERSHIP TRAINER & MOTIVATOR

Program Training Team Building & Leadership by Christian Adrianto Motivator & Trainer

 

Silabus Program LEADERSHIP  HOW TO BUILD GREAT TEAMS by Christian Adrianto Trainer Leadership terbaik Indonesia (1)

Inhouse Training Leadership & Team work by Christian Adrianto trainer leadership millenial terkenal indonesia

Seperti apa training team building Christian Adrianto Motivator & Leadership Trainer

 

Team work makes dream work. Dapatkan program pelatihan team work dari Ledership Trainer & Motivator terbaik Indonesia. Yang telah berpengalaman selama lebih dari 16 tahun, dan telah dipercaya lebih dari 600 perusahaan besar di Indonesia. Christian Adrianto Leadership Trainer & Motivator.

Beliau telah mengajar ribuan kelas  untuk lebih dari 300.000 orang diberbagai kota di Indonesia. Beliau juga telah diundang lebih dari 20 kali ke manca negara seperti di Australia, Malaysia, Vietnam, China dll untuk memberikan motivational speech. Beliau juga dipercaya 9 stasiun TV nasional sebagai narasumber di bebagai ragam acara seperti TVONE, Metro TV, KOMPAS TV, Berita Satu,  TVRI, I-News TV, Trans 7, Global TV dan Sindo TV.

Dibawakan secara fun, energic dan interactive. Disisipi games games seru, diskusi, roleplay dan studi kasus sehingga peserta tidak hanya duduk diam mendengarkan, namun belajar by experience. Oleh karena itu program pelatihan beliau berdampak dan banyak sekali perusahaan yang merasa team lebih solid, kolaborasi lebih kompak dan budaya kerja lebih positif.

Ditengah persaingan bisnis yang semakin ketat, Team Work bukan sekedar PILIHAn, namun KUNCI KESUKSESAN untuk pencapaian luar biasa bagi sebuah perusahaan.

Mereka yang mampu menyatukan  berbagai talenta dan character dalam sebuah rangkaian roda bergerigi nan harmonis, akan menghasilkan simfoni yang mampu menggetarkan dunia.

Jika setiap roda gigi saling stuck dan mengunci, maka kesuksesan akan terhambat, dan mustahil mencapai hal yang lebih dahsyat lagi. Ketika Visi bersatu dan tujuan akan clear dan tajam bagi setiap anggota team. Dan setiap pribadi akan bertumbuh dan bertransformasi menjadi kekuatan yang mampu mengubah masa depan. Oleh karena itu jangan remehkan team building.

Sampai jumpa di kelas dan program program saya yang lain.

Info lebih lanjut mengenai program Team Building

Hubungi Fransisca

082 110 502 502

 

 

 

Membangun Motivasi dan Semangat Berprestasi

motivasi kerja

Ketika seseorang memiliki motivasi dan semangat yang tinggi untuk melakukan pekerjaan yang baik, mereka akan lebih mungkin untuk mencapai tujuan mereka. Membangun motivasi dan semangat berprestasi sangat penting dalam mencapai kesuksesan. Berikut adalah beberapa cara untuk membangun motivasi dan semangat berprestasi.

 

1. Temukan tujuan yang Anda inginkan. Ini penting karena Anda harus tahu apa yang ingin Anda capai. Tujuan tersebut akan menjadi motivasi dan semangat Anda untuk berprestasi.

 

2. Luangkan waktu untuk membuat rencana. Menulis rencana akan membuat Anda lebih terfokus untuk mencapai tujuan Anda. Rencana juga dapat membantu Anda mengidentifikasi hambatan yang mungkin Anda hadapi di jalan menuju tujuan Anda.

 

3. Gunakan teknik pengalaman masa lalu untuk membangun motivasi. Teknik ini mencakup mengingat saat Anda berhasil mencapai sesuatu atau menyelesaikan tugas dengan baik. Dengan mengingat kesuksesan masa lalu, Anda akan menjadi lebih bersemangat untuk mencapai tujuan Anda.

 

4. Berdiskusi dengan orang lain yang juga memiliki tujuan yang sama. Diskusi ini akan membantu Anda memahami orang lain dan dapat memberikan saran yang berguna tentang cara mencapai tujuan Anda.

 

5. Pastikan untuk membiasakan diri dengan rutinitas dan jadwal yang ketat. Ini akan membuat Anda lebih fokus dan dapat membantu Anda mencapai tujuan Anda lebih cepat.

 

6. Luangkan waktu untuk beristirahat dan bersantai setiap hari. Beristirahat dan bersantai akan membantu Anda menjaga semangat Anda dan membuat Anda lebih siap untuk mengerjakan pekerjaan.

 

7. Jangan menyerah. Ketika Anda menemui hambatan, lihatlah situasi itu sebagai kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri.

 

Dengan membangun motivasi dan semangat berprestasi, Anda akan lebih mungkin mencapai tujuan Anda. Pastikan untuk menggunakan metode di atas untuk membantu Anda mencapai tujuan Anda.

 

Penulis Paul Wawan, Creative Marketing Motivasi Indonesia

4 Kebiasaan Toxic yang Menghancurkan Motivasimu

kebiasaan toxic

1. Membandingkan dirimu dengan orang lain.

Jika kamu selalu membandingkan dirimu dengan orang lain, hal itu memang satu cara mudah untuk menghilangkan motivasimu. Akhirnya tidak hanya kamu akan berhenti melakukan sesuatu, tetapi kamu juga sudah membuang-buang banyak waktumu. Jadi jika kamu terus-terusan membandingkan dirimu dengan orang lain, kesuksesan tak akan pernah mendatangimu karena kamu tidak pernah menghargai dirimu sendiri. Setidaknya saya bisa berkata kamu “sukses” untuk mensia-siakan waktumu.

2. Fokus hanya pada hasil.

Kita terkadang hanya fokus pada hasilnya saja daripada harus berpikir tentang action(tindakan) apa yang sudah kamu lakukan dan menghasilkan sesuatu. Memang berat untuk membuat perubahan pada hidup kita atau mencari motivasi untuk menghadapi tantangan tertentu, hal ini terasa berat jika kamu hanya mengejar perasaan senang ketika kamu mencapai goalsmu. Boleh saja kamu senang ketika kamu mencapai sesuatu, jika kamu hanya fokus pada hasil àsemakin berat tantangannya semakin luntur motivasinya. Yang harus kamu perhatikan adalah hal-hal kecil apa yang sudah kamu buat untuk mencapai goalsmu itu.

3. Tidak membuat goals dan plan secara spesifik.

Jika kamu tidak mempunyai goals atau plan, kamu tidak bisa selalu termotivasi karena kamu tidak tahu apa yang harus kamu lakukan.

Kamu harus menyadari bagaimana atau ke mana kamu akan pergi dan apa yang ingin kamu capai. Tidak punya goals atau plan sama seperti kamu mencari sebuah toko dan kamu tidak tahu alamatnya, hasilnya kamu akan terjebak “menebak-nebak” sepanjang waktu dan tidak tahu harus ke mana. Tidak punya goals membuat hidupmu menjadi berat untuk selalu termotivasi dan rasanya kamu kamu tidak mencapai apapun dari masalahmu dan hidupmu.

4. Menunda dan terdistraksi(tidak fokus).

Kamu akan terkejut seberapa banyak waktumu yang sudah kamu buang karena berbagai macam distraksi dan penundaan yang sudah kamu buat. Kamu mungkin bisa menghabiskan waktu menonton Tv, Youtube, searching di media sosial, dan menemukan banyak hal nggak penting tapi menarik ketika membuka internet. Kebiasaan ini bisa membunuh motivasimu dan membuang-buang waktu. Sebaiknya buat jadwal untuk menonton TV atau YouTube atau Browsing di internet untuk meminimalisir kamu tidak membuang banyak waktu dan energimu dan fokus pada goals/tujuanmu.

by  Paul Wawan, Creative Marketing Motivasi Indonesia

3 Kesalahan yang Orang Lakukan saat Membuat Goal

3 kesalahan saat membuat Goal Memang apa masalahnya dalam membuat Goal? Punya Goal, menentukan seperti apa Goal-nya sendiri, tapi setelah beberapa waktu ujung-ujungnya malas dan gagal. Masalahnya kebanyakan bukan karena faktor luar. Biasanya karena 3 kesalahan ini saat anda membuat goal..   Hindari 3 kesalahan ini untuk membuat Goal:

1.       Goal anda tidak jelas.

Misalnya, banyak ibu ibu memiliki goal yang terdengar seperti ini “Saya ingin punya waktu untuk diri sendiri.” Jangan salah paham goal ini adalah goal yang bagus, tetapi bagaimana Anda tahu bahwa Anda sudah mencapainya? Apakah 10 detik adalah waktu yang bisa dibilang sukses? Ada baiknya Anda membuat goal Anda lebih spesifik seperti ini:

“Saya ingin waktu 30 menit untuk diri saya sendiri, di jam 8 pagi mulai di 1 juni 2022.”

Atau

“saya ingin punya waktu satu jam untuk diri sendiri di jam 7 malam mulai tanggal 1 juni 2022.”

“Jika Anda bosan dengan hidup – Anda tidak bangun setiap pagi dengan keinginan membara untuk melakukan sesuatu – artinya : Anda tidak memiliki cukup goal.” – Lou Holtz

2.       Anda terlalu tinggi dalam menetapkan goal.

Terkadang memang benar jika menetapkan goal besar bisa sangat menegangkan. Goal besar bisa memaksa Anda mengerahkan seluruh energi Anda kedalam goal itu. Tapi terkadang juga bisa membuat Anda menjadi menderita. Tapi masalahnya menetapkan goal yang kecil, tidak akan menchallenge diri anda untuk mencapai titik puncak potensi diri. Saran saya jangan turunkan goal Anda dan pecah menjadi beberapa goal yang lebih kecil. Menetapkan goal menjadi kecil-kecil sehingga mudah dicapai lebih awal adalah kunci penetapan goal dan membuat anda lebih dekat dengan goal besar; ini adalah strategi kuota IBM yang membantu tenaga penjualan mereka mengungguli semua orang. Jangan takut membuat goal yang besar, selama anda tahu bagaimana memecahnya menjadi goal kecil kecil. Orang yang memiliki goal yang besar akan melakukan pendekatan yang berbeda dengan orang yang hanya memiliki gal kecil dan gampang diraih, bahkan tanpa usaha yang besar.

3.       Goal Anda tidak memiliki makna Pribadi.

Seringkali orang menjadikan goal mereka sesuatu yang seharusnya menjadi kebiasaan mereka. Contoh : “ saya akan meletakan ponsel saya di kamar antara jam 5 – 9 malam mulai dari 1 juni 2022. “ Goal ini bisa menjadi kebiasaan yang memberi energi kepada mu, tetapi bukan tujan Anda sebab goal ini tidak menginspirasi.  Goal Anda harus mencerminkan apa yang menjadi kebiasaan Anda dan membantu mencapai goal mu. Contohnya seperti : “saya ingin membangun disiplin diri saya dengan cara saat saya istirahat saat jam 5 – 9 malam tanpa perlu mengambil ponsel saya, dan saya bisa dengan tenang membaca buku dan akan berlangsung mulai dari 1 juni 2022.”   Kebiasaan ini akan memberi Anda energi dan akan membatumu merencanakan goal untuk menang :

  1.  Tulis goal Anda.
  2.  Baca ulang goal Anda. Apakah sudah sesuai dengan prinsip dibawah ini?
  3. Apakah Spesifik?
  4. Apakah memberi Anda cukup ruang dan waktu untuk mencapainya?
  5. Apakah punya arti?
  6. Jika goal yang Anda tulis tidak seperti syarat diatas, tulis ulang goal Anda sehingga melewati daftar periksa.

Penulis Paul Wawan Creative Marketing Motivasi Indonesia

Upgrade Otak

upgrade otak ala motivatorKalau komputer lemot, maka kita bisa upgrade dengan yang paling canggih saat ini. Apakah otak manusia bisa diupgrade juga, dari otak pentium 1 ke pentium 4?

Thomas Elbert dari University of Konstanz di Jerman, meneliti pemain musik yang jago-jago main musik, ternyata bagian otak yang mengontrol gerakan jari-jari mereka tumbuh lebih besar dari orang kebanyakan.

Kemudian diteliti orang yang berlatih piano setiap hari dengan sungguh-sungguh, selama setahun. Sebelum berlatih diteliti otaknya dan dibandingkan dengan setahun kemudian setelah berlatih setiap hari. Hasilnya Para pianis yang telah berlatih, jumlah Myelin di otaknya semakin banyak.

Apa itu Myelin? Myelin adalah zat yang melapisi selaput syaraf yang bisa meningkatkan secara drastis kecepatan pengiriman sinyal ke otak. Singkat kata, zat yang bikin gerakan dan respon kita lebih cepat dan lebih pintar. Tidak hanya itu, setelah setahun ternyata sambungan antar sel-sel otak juga tambah banyak, sehingga ia bertambah pintar.

Kemudian diteliti juga para pengemudi taxi yang ahli dan sudah berpengalam bertahun-tahun, hasilnya bagian otak yang mengontrol spasial (ruang) ternyata lebih besar dibanding dengan pengemudi mobil biasa.

Jadi kesimpulannya, ketika anda latihan maka anda semakin pintar. Semakin banyak latihan, maka otak dan bahkan sel tubuh anda seiring dengan waktu akan berubah semakin pintar dan menyesuaikan diri dengan aktifitas. Makanya jantung seorang pelari akan lebih besar dan lebih kuat dari jantung orang yang tidak pernah olahraga, pergelangan kaki penari balet, akan bisa berputar lebih lentur dari orang kebanyakan.

Jadi ini adalah kabar gembira untuk kita semua. Tidak ada orang yang bodoh, yang ada hanya orang belum terlatih dan belum tahu caranya atau mungkin belum menemukan guru yang tepat. Jika kita rajin berlatih, di bidang apapun, kita punya kesempatan untuk upgrade dari otak pentium 1 ke otak pentium 4 bahkan intel core generasi 10.

Penulis Paul Wawan, Creative Marketing Motivasi Indonesia

5 Cara untuk Membuka Kreativitas Diri

Training creative thinking

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Terkadang kreativitas bisa menjadi sangat sulit seperti mencoba menangkap kilat kedalam sebuah botol kaca yang kecil.”

 

Kebanyakan dari kita merasakan dorongan untuk menciptakan sesuatu… meninggalkan sedikit jejak diri kita di dunia (sedikit bukti bahwa kita memang ada). Seringkali Anda akan mendengar bahwa menciptakan sesuatu adalah salah satu kebutuhan hidup yang harus dipenuhi.

Bahkan jika prinsip ini tidak berlaku untuk Anda, Anda tidak bisa menghindari untuk tidak menciptakan sesuatu bukan? Untuk sekedar bertahan di dunia yang didorong oleh inovasi dan kreativitas —bahkan jika Anda tidak berada dalam industri yang biasanya dianggap kreatif— menjadi orisinal dan menghasilkan ide-ide yang out of the box sangatlah penting. Anda akan menemukan rasa puas yang lebih besar dalam proyek Anda, dan mendapatkan manfaat tambahan untuk mengesankan atasan atau klien Anda.

 

Ada banyak cara untuk memeras jus kreatifitas, dan Anda mungkin menemukan diri Anda akan mendapatkan sedikit petualangan dalam hidup saat Anda melakukannya.

 

1. Cobalah Berbagai Hal

Kita hidup di dunia yang serba cepat (dunia di mana kita mudah jatuh ke dalam jebakan rutinitas pekerjaan). Kita memiliki rutinitas dan jadwal yang padat sehingga tidak memungkinkan kita untuk sekedar berpikir dan mencoba hal-hal yang berbeda atau baru. Saran saya luangkan waktu sejenak untuk memikirkannya…

kapan terakhir kali Anda melakukan sesuatu yang benar-benar berbeda?

Hal-hal baru tidak harus menakutkan atau sulit, dan akhirnya Anda akan menyadari bahwa jika Anda memulai dari yang kecil, itu mungkin saja menjadi kebiasaan asik dan menarik untuk kalian yang suka berpetualang.

Bagaimana jika kamu:

  • Mencicipi makanan baru.
  • mencoba olahraga atau aktivitas baru seperti mendayung, panjat tebing, philates atau kelas yoga.
  • Bergabung dengan tim voli, basket, atau bahkan golf. (poin bonus untuk bertemu orang baru juga!)
  • Campurkan berbagai hal setiap hari seperti : coba genre musik baru, atau menempuh rute baru saat berangkat kerja, atau bahkan sekadar menonton video tentang topik baru yang selalu ingin Anda ketahui.

2. Pergi ke Tempat Lain yang Menarik dan Kreatif

Menggabungkan ide dengan cara baru adalah salah satu landasan kreativitas. Seni dan konsep yang ada adalah tempat yang sempurna untuk memicu sesuatu yang baru. Anda bisa datang dengan sudut pandang atau twits baru atau mungkin bidang keahlian Anda yang menyatu dengan sesuatu yang belum pernah Anda lihat bisa melahirkan sesuatu yang luar biasa. Saya tentu tidak berbicara tentang meniru orang lain, tetapi inspirasi melahirkan inovasi.

Coba yang berikut ini:

  • Hadiri teater pagelaran seni jalanan.
  • Museum dan galeri yang sering dikunjungi
  • Dukung artis lokal di pembukaan atau penandatanganan buku
  • Mampirlah di expo dan pameran untuk melihat bagaimana orang lain bereksperimen

Steve Jobs mengatakan “Kreativitas adalah kemampuan menggabungkan berbagai hal, sehingga menjadi sesuatu yang baru. Kebanyaka orang kreatif ketika ditanya bagaimana mereka melakukannya, mereka menjawab saya tidak melakukan apa apa, saya hanya melihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain sebelumnya.”

3. Simpan Ide Anda

Saya berani bertaruh bahwa Anda lebih kreatif daripada yang Anda pikirkan. Hanya saja ide-ide menarik terkadang berjalan-jalan di benak kita lalu memutuskan untuk mengambil cuti panjang. Tapi tidak perlu khawatir. Sebagian besar dari kita sudah memiliki “buku catatan” yang bersama kita setiap saat, yatu aplikasi catatan di Hp kita—saya memiliki begitu banyak catatan, saya harus membuat folder untuk menyortir semuanya.

Trik lain untuk dicoba:

Lacak mimpi Anda – mulailah menulis saat Anda bangun atau mereka akan hanyut seperti kabut dipagi hari.

Jika Anda seperti saya, ide akan sering muncul seperti keajaiban saat Anda mandi. Simpan ponsel Anda—dan handuk!—di dekat Anda.

Rekam ide yang muncul saat Anda menonton TV, film, atau membaca buku—ini adalah titik awal yang potensial untuk sesuatu yang baru.

Jurnal! Saya menemukan bahwa ketika saya memutuskan untuk memulai… ide akan mulai muncul. Tulis apapun ide yang muncul dalam pikikan Anda.

Tulis semua ide yang terlintas, tanpa dihakimi apakah ide tersebut masuk akal atau tidak. Jngan dihakimi dulu, bagaimana cara eksekusi ide tersebut. Pokoknya apapun ide yang terlintas, tulis saja dulu semua.

4. Beri Diri Anda Ruang.

Ketika pikiran kita sibuk dengan kesibukan sehari-hari, dan cenderung menjadi lebih sulit untuk menghasilkan pikiran kreatif dan ide-ide baru. Dan jika Anda sudah memaksa diri tapi kreatifitas tidak kunjung muncul, mungkin itu karena stres yang sering kali menghalangi.

Beberapa hal yang bisa Anda coba:

Jika Anda memiliki kegalauaan saat Anda mencoba untuk tertidur, cobalah untuk menenangkannya dengan mencatat atau membuat ceklist supaya tidak melewatkannya besok. Setelah ceklist disimpan, akan jauh lebih mudah untuk membuat Anda bisa beristirahat. Sekali lagi, cukup tambahkan pengingat atau tugas di ponsel Anda

dengan membersihkan area kerja dan ruang tamu Anda pasti dapat membantu mengoptimalkan waktu dan energi Anda. Ruang terorganisir = pikiran terorganisir (bagi kebanyakan dari kita). Ruang yang indah dapat membantu membentuk ide-ide indah

Merenung (atau mungkin meditasi), tetapi jangan melamun. Apa bedanya? Positif vs negatif. Ketika saya “Melamun”, itu lebih seperti membiarkan pikiran negatif berputar di kepala. Renungkan tentang hal-hal menakjubkan yang ditawarkan dunia ini – semua seni yang indah, alam, makanan, orang-orang, tempat, dan ide-ide menakjubkan. Simpan daftar hal-hal yang menurut Anda mengasyikkan, menyenangkan, menarik, penuh harapan, damai, dan meyakinkan.

5. Lepaskan Rasa Takut

Penghancur kreativitas terbesar saya adalah Rasa takut. Ketika saya merasa kewalahan dan ketakutan, saya mencoba mundur selangkah dan bertanya pada diri sendiri—bagaimana jika ketakutan itu tidak terlalu penting? Dan Anda tahu apa yang biasanya saya temukan? Sebenarnya ketakutan yang saya pikirkan itu sangat kecil untuk terjadi, dan jika pun terjadi saya tahu apa yang seharusnya saya lakukan untuk mengatasinya.

Jangan jadikan kegagalan sebagai sesuatu yang menakutkan, Tanpa kegagalan tidak ada pembelajaran atau kemajuan. Mulailah memberikan penghargaan yang layak kepada kegagalan. Tantang diri Anda, terutama saat keadaan menjadi sulit

Beberapa orang berpikir kreativitas dimaksudkan untuk seniman dan penemu, tetapi mengejutkannya betapa banyak kreativitas yang dibutuhkan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Membuat rencana, pemecahan masalah, dan bahkan memasak adalah upaya kreatif. Jika kita tidak kreatif, kita stagnan. Kreativitas sangat penting bagi kita semua.

 

Bahkan jika Anda tidak secara khusus ingin “menjadi lebih kreatif”, setidaknya saya dapat menjamin, mencoba beberapa taktik ini akan membuat Anda menjadi orang yang jauh lebih menarik. Dan Anda mungkin akan terkejut begitu Anda mulai melihat, betapa banyak kreativitas yang sebenarnya mengalir melalui Anda.

 

Penulis Paul Wawan

Creative Marketing Motivasi Indonesia

Cara merubah Ancaman jadi Kesempatan

Menguban tantangan menjadi Peluang ala Motivasi IndonesiaBanyak orang yang terbiasa untuk menyalahkan hal lain karena hidupnya yang tidak menyenangkan. Terkadang mereka sampai menyalahkan Tuhan karena hidupnya yang tidak menyenangkan. Nah disinilah peran kepandaiaan seseorang untuk menganalisa lingkungan, temukan kesempatan, dan mendapatkannya.

Kesempatan itu bagaikan wanita catik bersayap yang mendatangimu. Ketika kamu melihatnya kamu harus cepat-cepat menggapainya dan mendekapnya, karena bisa saja dia akan terbang pergi dan seseorang akan melihatnya lebih dulu dan mencurinya darimu.

 

Pemimpin dan kesempatan.

Seorang pemimpin harus cerdik dalam menemukan kesempatan dan pintar dalam menggapai kesempatan itu. Jika orang psimis, komplain dengan setiap kesempatan yang datang padanya, dan menganggap kesempatan itu adalah ancaman sedangkan orang oportunis, senang dengan semua ancaman yang datang pada mereka, dan mengganggap sebagai sebuah kesempatan. Seorang pemimpin haruslah sadar dan peka terhadap sebuah kesempatan yang datang dengan menyamar, dan langsung di eksekusi.

Pemimpin juga harus tahu peluang itu tidak datang disodorkan diatas piring. Oleh karena itu pemimpin harus tahu apa yang harusnya dia lakukan ketika peluang datang dalam samaran. Jack Welch pernah berkomentar, ‘Pemimpin hebat melihat peluang di masa-masa sulit.’ Faktanya, masa-masa sulit adalah saat-saat terbaik untuk menemukan peluang, karena kebanyakan orang sedang dalam kondisi bertahan dan mencari aman,

 

Masalah dan Kesempatan

Setiap masalah berisikan beberapa kesempatan yang tersamarkan. Setiap ancaman akan membarikan peluang jika di lihat dengan baik dan tepat dan hanya akan terjadi jika kita mampu melihat prespektif yang luas. Prespektif ini juga berarti melihat sesuatu yang tidak nampak, sesuatu skill yang harus dimiliki oleh pemimpin. Jika suatu pintu tertutup, pemimpin harus bisa melihat pintu lain yang terbuka, bukan fokus pada pintu yang tertutup itu.

seorang pesimis melihat ancaman dalam peluang dan seorang yang optimis melihat peluang dalam ancaman.

 

Penulis

Paul Wawan

Creative Marketing Motivasi Indonesia