Tag Archives: christian adrianto

Goal Setting is For Loser, benarkah?

pembicara goal setting christian adrianto motivatorApakah ada diantara anda, yang waktu bikin goal, alih alih termotivasi malah tertekan?

Atau adakah yang setelah bikin goal, mungkin di awal panas membara, semangat menggebu gebu, namun di tengah jalan gairahnya luntur, ketemu halangan motivasi mulai hilang, melihat kenyataan tidak sesuai harapan lantas menyerah?

Atau yang lebih parah lagi, adakah yang sudah sampai di level apatis? “Buat apa bikin goal, ngga penting lah punya goal…”

Jangan khawatir semua itu adalah sesuatu yang wajar.

Saat saya membaca buku Scott Adams, yang berjudul : How to fail at almost everything and still win big. Ia menulis, Goal is For Losers. Pemenang dan pecundang sama sama punya goal. Maka Goal bukan advantage milik para pemenang saja. Goal bukan hal yang membedakan pemenang dan pecundang. Jadi kata Scott Adams , ngapain punya goal?

Jangan jangan ide scott adams ini ada betulnya juga. Karena , saya sendiri juga pernah merasakan punya goal dan ditengah jalan kehilangan semangat.

Eits, baca dulu artikel ini sampai selesai. Apa sih maksudnya Bro Scott Adams ini?

Ada sebuah penelitian yang dilakukan di Harvard Business School, yang dilakukan oleh Lisa Ordonez dkk. Dalam papernya, mereka menjabarkan secara ilmiah ternyata setting goal ada dampak negative nya, diantaranya

  • Goal mengurangi kebahagiaan,
  • Goal membuat stress dan tertekan
  • Goal merusak self esteem atau kepercayaan diri, terutama ketika goal tersebut tidak tercapai
  • Goal sifatnya motivasi sesaat

Wah, ternyata setting goal berdampak negative dalam hidup ya?

Eits, Yang sudah setting goal awal tahun ini, jangan sedih dulu.

Ada  riset lain yang dilakukan sejak tahun 80-an oleh Locke & Latham yang mengatakan bahwa, Goal System dapat membantu meningkatkan performa sebuah organisasi / perusahaan.

Lho, jadi yang benar yang mana dong?

Untuk menjawab pertanyaan ini, saya ingin mengutip kata kata  Steven Covey :

“What we see, what we do. What we do, what we get.”

Ea…bingung ngga bacanya. Okay, saya coba bantu terjemahkan ya.

 ”Cara pandang kita akan sesuatu akan mempengaruhi tindakan kita. Dan tindakan kita akan mempengaruhi pada hasil yang kita dapatkan.”

Begitu pula dengan Goal. Goal setting sebetulnya tidak salah, seringkali yang salah adalah bagaimana cara pandang kita terhadap goal setting. Cara kita memandang sebuah goal, akan mempengaruhi tindakan kita dan akhirnya mempengaruhi hasilnya.

Makanya kembali ke bang Scott Adams, kalau kita baca bukunya ia mengatakan 

“Goals are for losers. Winners use systems. I turn all of my goals into systems, and it completely changed the way I work and chase down my goals.” – Scott Adams

Sampai disini cukup jelas?

Kalau sudah jelas, yukkk lanjut baca.

Yang belum jelas, apalagi!!! Lanjutkan…..

 

jadi bang Scott Adams mencoba mengatakan, punya goal tidak cukup. alih alih kita harus membuat sistem. Maksudnya gimana?

Untuk menjelaskan ini, ijinkan saya menjelaskan dulu mindset yang benar tentang goal.

Banyak orang memandang goal sebagai beban, bikin stress, bikin resah, kalau ngga tercapai malu, ngga enak sama atasan, ngga enak sama rekan kerja dll.

Padahal goal itu semestinya :

1. Goal Semestinya align dengan diri kita yang terdalam.

Goal tidak memotivasi, karena goal itu fokus pada diluar diri kita. Fokus pada reward, punishment & tekanan sosial. Kan malu kalau udah goal setting, tapi tidak tercapai. Maka idelanya goal fokus pada apa yang ada dalam diri.

Nah ada 3 hal dalam diri yang dapat memotivasi kita untuk mencapai goal

  • otonomy, kebutuhan untuk memiliki kontrol atas sesuatu (ownership/ rasa memiliki). Ketika orang dikontrol, dia tidak akan punya rasa memiliki terhadap apapun. Saat orang dikontrol untuk mencapai goal tersebut, ia tidak memiliki rasa memiliki terhadap goal tersebut. Makanya jika berbicara dalam team, team boleh jadi diberikan target / “What” oleh perusahaan, namun buat agar mereka agar memiliki rasa self belonging terhadap goal tersebut.
  • Competency. Manusia tidak hanya ingin bebas, namun manusia pada dasarnya punya kebutuhan untuk jadi lebih baik dari hari ke hari. Makanya ia butuh tantangan, pemicu. Makanya goal harus bisa merentangkan diri kita. Jangan set goal terlalu rendah. Goal harus diatas zona nyaman kita, agar kita bisa belajar dan bertumbuh (growth zone). Namun jangan juga  terlalu jauh dari zona nyaman kita, karena jika terlalu jauh, maka manusia cenderung masuk dalam zona anxiety, akibatnya bukannya tertantang, kita merasa cemas, stress dan tertekan.
  • Daniel Ping memakai istilah Purpose. Sesuatu yang berhubungan dengan sesuatu di luar diri sendiri, sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri: bisa jadi tujuan hidup, bisa jadi juga orang lain (berkontribusi untuk orang lain). Pada saat apa yang kita lakukan bisa membantu orang lain, membahagiakan orang lain, kita akan termotivasi melakukan hal tersebut. jika goal hanya berfokus pada diri sendiri, biasanya di level tertentu, setelah mencapai akan ada rasa puas diri, membuat kita tidak bertumbuh lagi.

 

2. Goal semestinya menginspirasi tindakan. 

Goal setting bertujuan memastikan agar kita clear apa yang harus kita lakukan sekarang & memberi arahan, sehingga kita bisa konsisten dalam melakukan action kita setiap hari.

Lalu mengapa ada goal yang tidak menginspirasi untuk Action?

Kebanyakan karena masalah konflik batin. Bisa jadi konflik dengan value kita, belief kita, higher intention, purpose of life, atau simply konflik dengan goal yang lain, karena goalnya kebanyakan.

Jika berlawanan dengan semua itu, maka diri terdalam akan melawan, dan akhirnya action tidak menuju goal tersebut.  Misalnya value terpenting anda adalah keluarga dan saat ini anda sedang merintis bisnis dengan goal omzet 100 juta / bulan. Nah, ketika keyakinan anda mengatakan bahwa untuk mencapai 100 juta mesti taruh waktu , tenaga dan perhatian dalam bisnis 100%. namun value dalam diri anda mengatakan, uang bukan segalanya, waktu bersama anak dan istri lebih penting. Maka kebayang, bagaimana pergolakan dalam diri anda? Karena ada pertentangan antara value dan goal, maka action tidak akan maksimal, bahkan bisa jadi otak mamlia anda mengambil alih dan bereaksi freze. Akhirnya tidak melakukan apapun.

Maka cek sekali lagi keyakinan-keyakinan yang menghambat anda untuk mencapai goal.

Atau alignkan goal anda dengan diri terdalam anda.

 

Nah, jika mindset terhadap Goal sudah benar, selanjutnya kita bicara soal proses.  Apa yang harus diperhatikan dalam proses untuk mencapai Goal?

  1. Happiness

Dalam buku saya The Miracle of Happiness , saya pernah menulis bahwa bahagia dulu baru sukses kemudian.  Shawn Achor meneliti  1 hal, yaitu happiness. hasil penelitiannya mengatakan bahwa orang orang yang bahagia lebih sukses, lebih produktif, lebih baik karirnya. Makanya jika anda punya team, pastikan team anda bahagia dalam menjalankan proses mencapai target. Ketika mereka bahagia, maka mereka akan lebih berkomitmen dalam melakukan prosesnya, sehingga kemungkinan besar goal tercapai. Masuk akal?

2. Focus on Progress

Masalahnya kalau ngga bisa happy gimana dong?

Theresa Amabile & Kramer, dalam bukunya The progress principle mengatakan : kebahagiaan datang dari progress. Orang akan cenderung termotivasi ketika merasakan kemajuan, sebaliknya orang akan demotivasi jika merasakan stuck, apalagi merasakan kemunduran. Make sense?

Makanya penting untuk merayakan kemenangan kemengan kecil. karena Kesuksesan besar dibangun diatas kegagalan dan kemenangan kecil yang terus mengarah pada goalnya.

Apakah anda pernah melihat anak yang senang main game? Atau malah anda sendiri? kenapa Orang bisa ketagihan main game? Game dirancang dengan sangat cerdas, dengan menggunakan prinsip goal system. Dalam game, ada goal yang lebih besar dari diri sendiri, misalnya menyelamatkan sebuah kota dari serangan zombie dll. Dalam game jika dibuat terlalu mudah, orang akan bosan. jika dibuat terlalu sulit, orang stress dan akhirnya tidak main lagi. Kemudian orang diberi kemenangan kemenangan kecil untuk menuju goal, agar orang merasakan sense of progress. See, game menerapkan semua prinsip ini.

3. Mastery VS Performance Goals

Performance mimdset fokus supaya bisa tampil baik (mendemonstrasikan kompetensi)

Mastery focus mendevelop kompetensi

Ada orang yang mengejar goal menggunakan performance toward goal, supaya dianggap hebat, keren, pintar dan sukses di mata orang lain. Fokusnya pada Pembuktian diri.

Ada juga yang orientasi goal performance avoidance / menghindari goal yang bikin malu, berpotensi untuk gagal, sehingga ia akan cenderung main aman.

Ada orang setting goal mastery avoidance, menghindari goal yang butuh belajar, sulit dicapai.

Tapi ada orang yang mengejar goal yang menantang, supaya ia bisa growth, bertumbuh dan belajar.  Nah, inilah yang kita mau. Tidak peduli mau tercapai atau ngga tercapai goalnya, ngga peduli apa kata orang. Yang penting saya bertumbuh.  Itu motivasinya. Makanya sudah progress aja, orang yang fokus goal Mastery tetap bahagia.

4. Co-Creator

Nah, ini adalah yang paling penting. Posisikan diri kita sebagai co-creator. Karena manusia hanya berikhtiar, berusaha yang terbaik, namun tercapai atau tidaknya goal kita hanya ditangan Tuhan, sang Creator. kita hanya bisa menjadi co-creator. Kita bisa berhasil bukan karena kemampuan kita, usaha kita, kerja keras kita, tapi karena kebaikan Tuhan dan Tuhan mengijinkan hal tersebut terjadi. Makanya kalau kita mencapai sesuatu, jangan sombong. namun jika kita gagal, biasa saja, jangan depresi. Karena mungkin belum waktunya saja. Belajar dari kesalahan kesalahan kita, terus berusaha, jangan menyerah dan berdoa. Karena percayalah, waktu Tuhan akan indah pada waktunya.

Selamat menikmati perjalanan meraih Goal Goal Dahsyat anda. Sampai jumpa di puncak kesuksesan.

 

Christian Adrianto Motivator & Trainerby. Christian Adrianto

Motivator dan Trainer leadership & Selling Skill.

Telah berpengalaman selama lebih dari 16 tahun di dunia training dan motivasi. dipercaya lebih dari 600 perusahaan besar di indonesia. Saat ini beliau fokus memberikan inhouse training untuk berbagai perusahaan di berbagai bidang seperti banking, insurance, plantation, BUMN, industri, retail, B2B, hingga institusi pemerintahan.

 

 

Inilah 3 Motivator Entrepreneur Yang Telah Mencetak Banyak Pengusaha di Indonesia

Entrepreneur atau pengusaha adalah salah satu pilar ekonomi yang penting bagi Indonesia. Namun saat ini hanya ada kurang dari 1 % jumlah wirausaha di Indonesia. Padahal dibutuhkan lebih banyak lagi pengusaha di tanah air. Oleh karena itu kehadiran motivator Entrepreneur di Tanah Air sangat membantu.

Dan berikut adalah motivator yang memiliki concern di bidang entrepreneur di Indonesia.

  1. Merry Riana

Whapembicara entrepreneurshipMerry Riana telah memulai perjalanannya sebagai pengusaha sejak usia belia. Semenjak beliau kuliah di negeri Singapura, beliau memulai perjalanan sebagai pengusaha wanita yang sukses, hingga kisahnya ditulis dalam buku berjudul ‘Mimpi Sejuta Dolar’ dan kisahnya akhirnya diangkat ke dalam layar lebar.

Kisah kisah inspiratif jatuh bangunnya dalam berwirausaha, beliau sering bagikan dalam podcast, buku dan seminar seminarnya. Ia juga kerap berbagi strateginya dalam mengelola bisnis dan keungan, bagaimana memulai bisnis, bagaimana mengatasi tantangan dan kegagalan dalam berbisnis serta langkah langkah praktis dalam mengembangkan bisnis. Merry Riana juga sering mendorong dan memotivasi banyak orang untuk terjun dalam dunia wirausaha. Oleh sebab itu tak jarang beliau diundang sebagai pembicara dalam event event yang berkaitan dengan entrepreneurship.

2. Sandiaga Uno

Sandiaga Uno pembicara pengusaha kecil dan UMKMSiapa yang tidak mengenal menteri Pariwisata dan industri kreatif era presiden Jokowi  ini? Sandiaga Uno telah dikenal luas memiliki concern yang besar dalam bidang entrepreneurship, terutama industri kecil dan UMKM. Dan sebagai pengusaha dan politikus sukses, beliau tidak pernah ragu dalam membagikan wisdom, mindset dan inspirasinya dalam berbisnis. Sepanjang karir politiknya Sandiaga Uno kerap memberikan pendampingan dan dukungan bagi UMKM melalui berbagai kegiatan dan program pemerintah. Serta menjembatani UMKM dengan perusahaan besar untuk saling berkolaborasi. Beliau juga kerap mendengungkan digitalisasi dan pemanfaatan teknologi untuk pengembangan pasar dalam bisnis. Begitu besar kepedulian beliau terhadap UMKM, membuat beliau kerap bersedia diundang untuk berbicara dalam acara acara seminar entrepreneurship ditengah tengah kesibukan beliau sebagai menteri.

3. Tung Desem Waringin

tung desem waringinDiberi julukan The Most Powerful idea in Bussiness in Inonesia, Pak Tung Desem Waringin adalah pembicara entrepreneur dan pengusaha sukses Indonesia. Melalui buku dan seminar ‘Financial Revolution’ beliau kerap berbagi tips dan trik untuk menjadi pengusaha hebat di Indonesia. Bahkan tidak sedikit murid muridnya yang sukses di dunia bisnis seperti Bong Chandra, sukses dalam bisnis property, developer hebat. Kemudian ada Hendy Setiono, pengusaha kuliner yang memiliki banyak jaringan franchise terkenal di Indonesia dan masih banyak lagi. Banyak orang yang setelah ikut seminar beliau, menjadi terinspirasi dan semakin matap untuk mulai menjadi entrepreneur.

 

Penulis Paul Wawan, Creative Marketing Motivasi Indonesia

 

Science di Balik Memaafkan

Science dari MemaafkanGus Miftah dalam podcast Close The Door pernah mengatakan. Kemenangan terbesar adalah meminta maaf dan memaafkan.

Permohonan maaf dan pengampunan dapat membawa damai sukacita dalam hidup. Cinta terbesar kepada Tuhan dapat diwujudkan salah satunya dengan meminta dan melepaskan maaf.

Makanya banyak budaya dan kepercayaan di bumi ini yang punya hari khusus untuk merayakan hari saling memaafkan seperti Lebaran, Paskah, Jain festival Kshamavani dan  Jewish festival Yom Kippur. Ketika memaafkan kita melepaskan kebencian dan dendam yang cenderung merusak jiwa. Memaafkan menyehatkan mental, membuat hati gembira, menenangkan jiwa dan membuat hidup kita lebih terkoneksi dengan sekitar.

Dr. Fred Luskin, penulis buku How to Forgive mengatakan ketika manusia memendam amarah dan dendam, tubuhnya mengeluarkan hormon kortisol dan adrenalin. Hormon stress, yang membuat kita cepat tua. Amarah juga dapat memperbesar kemungkinan terkena penyakit jantung.

Manusia adalah makhluk yang tak sempurna, penuh salah dan dosa. Maka seharusnya tidak sulit untuk kita memberikan maaf, karena nantinya kita juga pastinya akan membutuhkan maaf.

 

Bagaimana cara memaafkan?

Memaafkan memang membutuhkan proses.  Menurut Psikolog Robert Enright, ada 4 langkah mengampuni

#1. Pahami akar masalah  yang membuat anda Marah

Jangan marah hanya karena melampiaskan emosi, namun marah dengan strategi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Telusuri dengan bijak, apa sebetulnya akar persoalan yang membuat anda marah dan terluka. Apakah plihan kata, atau tidakan-nya atau mungkin bahasa tubuhnya atau apa. Pikirkan dengan seksama.

 

# 2. Memaafkan adalah sebuah keputusan

Setelah menyadari apa akar persoalannya, ambil keputusan untuk memaafkan. Memaafkan adalah sebuah keputusan. Terkadang tidak mudah memang, namun itu semua adalah keputusan anda sendiri.

 

#3. Pandang dengan sudut pandang lain

Cobolah memandang persoalan dengan sudut pandang yang lain. Posisikan diri anda sebagai orang lain. Ambil berbagai sudut pandang dan usahakan memandang dalam kacamata positif. Mungkin orang yang telah menyakiti anda melakukakannya bukan dengan sengaja, namun bisa saja karena terdesak oleh situasi atau trauma masa lalu.

 

#4. Lepaskan emosi yang merusak kesehatan

Pengampunan adalah proses, anda mungkin tidak akan memaafkan 100%. Katakan anda hanya bisa memaafkan 70%. Tapi ini lebih baik daripada tidak sama sekali. Lepaskan emosi negatif dan segera ganti dengan emosi positif seperti bersyukur. Doa akan sangat membantu dalam proses ini.

 

Apakah memaafkan melupakan hal yang telah terjadi?

Memaafkan bukan berarti melupakan, mengecilkan atau menyepelekan perlakuan buruk seseorang terhadap kita. Atau menganggap tidak pernah terjadi apapun. Memaafkan bukan berarti kita harus berdamai dengan orang yang telah merugikan kita dan melepaskannya dari pertanggungjawaban hukum jika ada.

Memaafkan bukan menghapus masa lalu buruk yang pahit, tapi mengingat kembali luka itu dengan kaca mata baru yang bisa membawa kita ke kondisi hati yang lebih baik.

Misal anda ingat anda sering dipukuli orang tua saat kecil. Anda bisa memutuskan untuk menyimpan dendam kepada orang tua anda, atau memandang dengan kaca mata baru, bahwa semua kejadian masa lalu itu yang membentuk diri anda sekarang. Dan pengalaman masa lalu memberikan pelajaran untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan. Dan menjadikan anda orang tua yang hadir dan mendidik anak anak anda dengan kasih sayang dan bijaksana.

Memang tidak mudah memberi makna positif dari sebuah luka. Tapi kita bisa berusaha dan terus berlatih. Dalam prosesnya tidak selalu permintaan maaf disampaikan oleh yang bersalah. Mungkin karena rasa malu, gengsi, atau kekhawatiran terlihat bodoh. Atau mungkin dia tidak memahami bahwa ia telah menyakiti hati anda. Meski dalam kondisi seperti ini, anda tetap bisa memaafkan. Karena memaafkan memberikan manfaat lebih besar untuk diri anda sendiri. Karena melalui pengampunan, kita dapat hidup lebih damai, terbebas dari emosi merusak mental dan anda akan memandang dunia dengan lebih ceria.

 

Christian Adrianto Motivator & Trainer Penulis

Christian Adrianto

Motivator dan Trainer yang fokus untuk meningkatkan produktivitas kerja dan penjualan di perusahaan. Dengan pengalaman selama 16 tahun lebih, ia telah dipercaya lebih dari 500 perusahaan besar di Indonesia. Dan juga membawanya untuk memotivasi di seluruh Indonesia hingga mancanegara seperti Malaysia, China, Vietnam dan Australia.

 

KICK-OFF MEETING 2022 BY CHRISTIAN ADRIANTO MOTIVATOR

KICK-OFF MEETING 2022 BY CHRISTIAN ADRIANTOTahun 2022 memberikan semangat baru.

Kita memang tidak bisa mengontrol apa yang terjadi di dunia. Tapi kita bisa 100% mengontrol respon kita terhadap perubahan yang terjadi.

Tahun 2022 hanya ada 2 pilihan :

CAPAI TARGET

Atau

LAMPAUI TARGET

 

Kita Ready untuk memulai tahun 2022 dengan penuh semangat.

Set mindset dan Action plann kita untuk sukses di tahun 2022.

Grow, terus belajar dan tidak pernah berhenti bertumbuh.

 

Bagaimana mempersiapkan mindset dan mental team anda untuk menghadapi segala tantangan di tahun 2022 ini?

 

Daftarkan diri dan team anda dalam program Kick-Off Booster 2022.

READT, SET, GROW!

Bersama pembicara one of TOP 10 BEST MOTIVATOR INDONESIA

Coach Christian Adrianto Motivator

 

Info lebih lanjut hubungi

Fransisca

082 110 502 502

Fransisca@motivasiindonesia.com

RESUME CD Audiobook Life Revolution

live revolutionInilah Rangkuman CD Audiobook Life Revolution Tung Desem Waringin, motivator survivor Covid-19.

 

 

1. CD 1 : Menang itu mudah , punya Goal, alasan Kuat dan belajar dari yang sudah sukses

#1 Formula sukses

Jika ingin ubah hasil, ubah tindakan hingga jadi kebiasaan. Sebelum ubah tindakan ubah keputusan. Keputusan datangnya dari emosi. Emosi : takut jadi berani, Berani jadi komitmen (nikmat dan sengsara kl kita mencapai atau tidak mencapai goal yang kita impikan) dan Imani (doakan, yakin pasti terjadi). Akarnya Success blueprint/ keyakina/ belief system.

Success blue print : purpose, nilai2 yg kita kejar, nilai2 yang kita hindari, trauma masa lalu, keyakinan/belief system, pertanyaan yang selalu kita tanyakan dalam hidup.

#2 Resep sukses adalah Action.

Keluar dari zona nyaman. Kesuksesan identik berapa jauh kita menerima ketidaknyamanan.

# 3 Goal dan alasan yang sangat kuat.

Ilustrasi : Anak malas belajar karena tidak punya alasan yg kuat.

Punya goal yang jelas dan alasan yang kuat. Harus tau caranya, strategi yang terbukti berhasil. Belajar dari orang yang sudah terbukti berhasil.

#4 Menang mudah, saingannya sedikit. Jarang orang menetapkan goal, sehingga tidak meraih yang dia inginkan.

Ilustrasi : Taufik Hidayat mengaku juara dunia badminton, apakah ia mengalahkan 6 milyar orang didunia? Ia juara dunia hanya dengan mengalahkan 6 orang. Tetapkan goal dan alasan yang sangat kuat. Dengan action, kita sudah jauh menang dibanding orang yang tidak bertindak. Ilustrasi : pak Tung di kampus goal mahasiswa teladan.

#5 Menang adalah mudah, lawannya sedikit. Selama menetapkan goalnya.

Ilustrasi : TDW di BCA goal cabangnya audit terbaik di Indonesia. Memiliki Goal yang Jelas.  Alasan yang kuat.  Belajar dari yang terbaik

Buat Goal yang simple, konkrit, shocking, ada emosi, yakin bisa mencapainya, take action, maka alam semesta akan mendukung.

#6 Jika anda sudah sukses, target harus lebih sukses, lebih bermanfaat bagi orang banyak.

Tuliskan 2 hal kecil yang selama ini sudah anda tunda tunda.

* Mungkin menelpon orang yang anda cintai

* Mungkin mendaftar kursus/ seminar

* Mungkin anda beli sesuatu hal yang akan mengubah hidup anda

Dan lakukan hari ini juga!

 

2. CD 2 :  Cara menjadi master dalam bidang apapun.

  1. Belajar dari yang terbaik
  2. Larut sepenuhnya
  3. Melakukan pengulangan dengan jeda

Ilustrasi : Mau jadi pemain Golf terbaik. Dari siapa belajarnya? Tigerwood atau cady golf?

Atau belajar dari guru@ yang sudah mencetak pemain terbaik. Sehingga kemungkinan sukses jauh lebih besar.

#2. ATM = Amati Tiru Modifikasi

Perhatikan Detail, dan berpikir Mana tindakan yang membawa hasil dan tindakan yang tidak membawa hasil.

#3 Repetition adalah ibu dari semua keterampilan

Ilustrasi : pendeta ngulang2 kotbahnya. Umatnya tanya, kok pendeta ngulang terus? Ya, saya akan ulangi terus sampai anda melakukannya.

Pengulangan ada jeda. Setelah belajar, latihan fokus pengulangan, praktek. Dengan pengalaman nyata, kita tanya lagi dengan ahlinya.

#4 Belajar 80% dari yang berhasil, 20% belajar dari siapapun sehingga pengalaman mereka tidak terulang.

Cara belajar 1. Dari pengalaman (lebih lama) 2. Merenung : berpikir, menganalisa, membandingkan, menyimpulkan (kl belajar dari pengalaman, tidak akan ada yg pernah ke bulan) 3. Belajar langsung dari mentor/orang yang sudah berhasil di bidangnya  4. Belajar dari CD, DVD, Baca Buku

#5 Situasi, lingkungan & kondisi bukan menghambat, tapi membuat kita jadi lebih baik.

Tugas : Tulis dan lakukan 4 hal yang selalu anda tunda dalam 1×24 jam.

 

 3. CD 3 :  Kemampuan pemimpin diri sendiri

  1. Tau apa yang terjadi, menyadari situasi yang sebenarnya
  2. Tau mau kemana, punya visi
  3. Berdaya, resourcefulness

#2 Kalau punya alasan yang sangat kuat, cari nikmat hindari sengasara

Jadi kreatif, mendadak ketemu cara kreatif.

Cth : 1 hari turun 20kgècaranya potong 1 kaki. Cari dokter yang tepat, kl sudah dapat 10 M, sambung lagi kakinya.

# 3 BEJ (Blame, Excuse, Justified)

Ilustrasi: agen asuransi kebanjiran yang satu nyerah, BEJ, yang satu berdaya.

#4 Dimana anda berada saat ini, Tulis goal

Alasan sangat kuat: sengsara apa yang pernah anda alami atau sengsara apa yang anda yakini akan anda alami kalau tidak berubah

Apa nikmat yang anda yakini kalau berubah

Apa daya upaya: tanya pada siapa, telpon kepada siapa, belajar pada siapa

 

4. CD 4 :  Apa yang mengontrol kualitas hidup

Bagaimana memberi arti , dari referensi, pengalaman masa lalau, nilai2 kita

Ilustrasi 2 wanita diperkosa, yang satu hancur hidupnya, yang satu mengajarkan beladiri

#2 Asosiasi salah : cari nikmat jangka pendek, tidak peduli jangka panjang sengsara luar biasa (orang masuk penjara, ngerampok)

Asosiasi yang benar : mau melakukan sengsara jangka pendek, untuk nikmat jangka panjang

Cth : Arnold swatzeneiger ditanya kenapa ototnya besar? Saya latihan sampai sakit. Sakit adalah nikmat. Kalau tidak latihan, dia tidak juara, sengsara luar biasa.

#3 Asosiasi sempurna : nikmat jangka pendek untuk mendapatkan nikmat jangka panjang.

Jadikan pola, kebiasaan yang terbentuk

Makan cabe, tadinya ngga biasa, dikit dikit jadi biasa

Harus tidak?

Supaya nikmat gimana caranya?

#4 Memberi arti positif

Dipecat : yang satu marah, mau bunuh, masuk penjara. Yang satu jadi sukses

#5 Mensyukuri saja = naif, tapi harus tetap jadi lebih baik

Pertanyaan yang membuat kualitas hidup lebih baik

Apa yang saya syukuri

Apa yang harus saya lakukan agar merasa lebih baik, menjadi lebih baik, membuat banyak orang lebih baik dan direstui Tuhan.

Tugas :

-Tulis 3 asosiasi di masa lalu terhadap kejadian apapun yang membuat anda menjadi lebih baik.

-Tulis 3 asosiasi yang membuat anda menjadi lebih buruk.

Cth. Ayah sakit ngga bisa bayarin artinya saya harus jadi lebih kaya, biar bisa bayarin rumah sakit yang terbaik saat orangtua sakit.

CRISIS MANAGEMENT IDEA TO DEALING WITH CRISIS

Brian Tracy, bisnis coach terkenal di dunia mengatakan : Setiap leader dan bisnis owner pasti akan ketemu yang namanya krisis setiap 2-3 bulan sekali.

Jadi kalau seorang leader tidak punya kemampuan untuk menghadapi krisis, bisnis pasti hancur.

Peter Drucker mengatakan, “Krisis adalah momen dalam kehidupan  yang datangnya tiba tiba dan tidak akan bisa dihindari. Krisis adalah ujian, yang memperjelas character, menajamkan siapa diri kita yang sebenarnya. Setiap leader yang sukses mengatasi krisis, ia sukses dalam kehidupan.”

Pandemi COVID-19 ini juga adalah krisis yang tidak bisa kita hindari. COVID-19 adalah kesempatan kita untuk menunjukkan kepada dunia bagaimana character kita sebagai Good leader. COVID-19 adalah peluang untuk menjadi lebih baik dalam penjualan, leadership, memperbaiki system kerja dan peluang untuk lebih kreatif dalam mencari solusi.

Tidak seorangpun di dunia yang mengharapkan COVID-19, namun kita tidak bisa menghindari. Sebagai pemimpin kita punya 2 pilihan :

  1. React
  2. Respond

Apa perbedaan react dengan respond?

Jika seseorang sakit flu, kemudia dokter memberikan obat. Setelah beberapa hari, penyakitnya bukannya sembuh dan malah kulit gatal gatal, bentol dan demam tinggi. Kita mengatakan tubuh kita bereaksi terhadap obat tersebut.

Tapi jika setelah minum obat, perlahan tubuh semakin membaik dan sembuh, kita mengatakan tubuhnya merespon obat tersebut dengan positif.

Biasanya manusia bereaksi sebagai bentuk refleks pertahanan diri dan cenderung spontan, tidak dipikir dulu. Misalnya anda dipukul, anda langsung pukul balik. Nah, itu reaksi. Karena cenderung tidak mikir, biasanya efeknya kurang baik. Jika anda merespon, maka ketika anda dipukul orang lain anda akan mikir dulu, siapa yang mukul? Kenapa dia mukul? Apa yang mesti dilakukan kalau orang mukul? Nah, setelah anda mikir baru bertindak, itu Namanya respon.

Sebuah buku berjudul The March of Civilization, ditulis oleh sejarawan hebat Jesse Erwin Wrench. Karena buku ini Wrench dianugerahi Nobel Prize

Wrench mempelajari 26 sejarah peradaban besar, dan setiap peradaban selalu mengalami sebuah siklus. Setiap peradaban selalu dimulai dari peradaban kecil, dengan suku yang terdiri dari beberapa orang dalam grup kecil, kemudia mereka menghadapi krisis. Seperti diserang oleh bangsa lain, dijajah,  krisis karena cuaca, bencana alam dll. Setiap kali krisis, mereka harus merespon krisis tersebut dengan baik atau mereka harus punah.

Jika sebuah peradaban bisa merespon dengan efektif, mereka akan bertumbuh menjadi peradaban yang lebih besar. Dan kenapa buku ini dapat hadiah nobel? Karena Wrench mengatakan bahwa manusia punya kemampuan untuk merespon dengan efektif berbagai krisis. Dan hari ini kita sedang ditantang agar mampu merespon dengan efektif.

Jangan berharap situasinya akan jadi lebih baik, tapi tingkatkan kemampuan merespon (tingkatkan skill) agar jadi lebih baik.

How To Respond

  1. Fleksible

Kualitas terbaik dari seorang leader adalah kemampuan untuk fleksibel dan cepat beradaptasi.

Kualitas terbaik seorang manager adalah ketika perubahan terjadi dengan sangat cepat ia fleksibel dan mampu berubah dengan cepat. Ia berani mencoba hal berbeda, hal baru yang belum pernah dilakukan.

80% orang biasanya terlena akan zona nyaman, sehingga ketika krisis terjadi mereka hanya duduk diam saja dan mengeluh.

2. Pahami persoalan dengan baik

Cek data dan fakta yang terjadi dilapangan, lakukan riset, turun ke lapangan, sehingga anda dapat mengambil keputusan dengan tepat. Ada banyak cerita di TV tentang pandemic yang terjadi saat ini. Saya mengikuti berita, banyak ekspert diundang dan bicara dalam talkshow, dan saya menemukan bahwa tidak semua yang ada di TV dan di media itu benar. Terkadang berita juga bias karena politik atau hal lainnya.

Fakta harus dicek dan dites kebenarannya.

3. Ada banyak hal yang diluar control kita.

Tapi sebagai leader kita harus fokus pada hal yang ada dalam control kita. Kita tidak bisa mengontrol kapan pandemic selesai, kita tidak bisa mengontrol competitor kita jadi makin agresif, kita juga tidak bisa mengontrol kebijakan pemerintah, bahkan kita tidak bisa mengontrol kata-kata pasangan kita(istri/suami). Tapi kita bisa mengontrol 100% apa yang ada dalam pikiran kita, mindset kita, keputusan kita, tindakan kita.

Jika saat ini omzet sedang turun, anda tahu bahwa omzet turun karena sales turun, maka untuk tingkatkan omzet, sales juga harus ditingkatkan. Yang kita bisa lakukan adalah menemukan cara baru, cara yang berbeda di masa COVID ini. Anda tidak bisa mengubah kenyataan bahwa Pandemi terjadi, tapi yang bisa anda lakukan adalah merespon krisis ini dengan efektif, fokus pada apa yang bisa anda lakukan.

 

Bagaimana respon leader?

Crisis ini juga akan berlalu. Seperti badai di laut. Saat badai terjadi, sangat menakutkan, rasanya kapal terancam terbalik. Tapi badai pasti akan berlalu, lautan akan kembali tenang.

Pertanyaannya:

Faktor Apa yang paling penting dalam hidup yang mencerminkan kesuksesan anda?

Pekerjaan apa yang paling penting, yang paling dibayar mahal sebagai leader atau manager?

Jawabannya adalah pikiran.

Berpikir adalah pekerjaan paling penting yang anda lakukan.

Seperti di pesawat ada system navigasi computer yang akan selalu mengarahkan arah terbang sesuai tujuan.

Sebagai individual anda juga punya computer yang mengarahkan hidup anda.

Jadi apa yang dilakukan Top leader dalam masa ini adalah mereka berpikir lebih baik dibanding orang kebanyakan, dan mereka ambil waktu untuk berpikir.

FINAL SPRINT 2020 – REACH THE IMPOSSIBLE & FINISH STRONG BY CHRISTIAN ADRIANTO

 

 

 

 

 

 

Jakarta PSBB lagi… Anies Baswedan tarik Rem Darurat!!

Artinya di Q4 ini akan semakin menantang.

Lantas bagaimana Final Sprint ini kita bisa capai target,  Reach The Impossible & Finish Strong?

 

Yang pertama anda harus *GIVE UP TO GO UP*

Q4 ini bagaikan mendaki puncak Everest, Puncak tertinggi di dunia.

 

Agar bisa mendaki sampai puncak Everest, ada hal-hal yang kita harus *Give Up* atau kita harus tinggalkan. Kita tidak bisa mencapai puncak dengan membawa semua beban yang kita bawa dari awal ketika di base camp.

 

Tapi ada hal hal yang HARUS kita bawa agar kita sampai di puncak. Misalnya kita harus membawa jaket yang tepat, sepatu yang tepat & gear untuk mendaki.

 

Begitu juga dalam bisnis dan pekerjaan. Untuk mencapai the Impossible dan mencapai Target Last Quarter ini, kita harus belajar apa saja hal-hal yang harus kita tinggalkan, dan apa saja yang harus kita bawa.

 

*Beban pertama yang harus DITINGGALKAN adalah ….*

 

Biasanya dalam kondisi yang tidak mudah, otak manusia cenderung membuat asumsi-asumsi yang lebih parah dari keadaan yang sebenarnya. Apalagi jika ditambah berita-berita negatif, beban kita akan bertambah semakin berat. Sehingga untuk mencapai puncak beban pertama yang harus ditinggalkan adalah pikiran negatif. Gimana mau mendaki puncak? dengan pikiran negatif, tanjakan kecil saja akan jadi seperti tebing yang curam.  Akibatnya kita jadi takut, khawatir, ragu ragu, dan segudang emosi negati lain yang membuat kita jadi sulit untuk berpikir jernih, fokus solusi dan lebih kreatif.

 

*Sedangkan yang WAJIB dibawa adalah ….*

  1. Mindset yang Tepat,
  2. Strategi yang Tepat untuk menghadapi Last Quarter di tengah pandemi & PSBB ini,
  3. Action Plan untuk meningkatkan penjualan selama 90 hari terakhir, dan
  4. Motivasi yang kuat.

 

Dalam program *Final Sprint 2020: REACH THE IMPOSSIBLE & FINISH STRONG* ini Bp. Christian Adrianto akan mengupas tuntas

Mindset, Strategi : Salah satunya bagaimana membuat virtual event untuk menjual produk / jasa anda, Action Plan 90 hari terakhir, dan Motivasi agar anda Reach The Impossible & Finish Strong di Last Quarter 2020.

 

Benjamin Franklin mengatakan

*“If you fail to planyou are planning to fail.”*

 

Ikuti program Seminar Online by *Christian Adrianto* VIA APLIKASI ZOOM

*Final Sprint 2020: REACH THE IMPOSSIBLE & FINISH STRONG*

*Kamis, 24 September 2020*

 

Investasi

Online Training ~Rp.800.000~

30 Pendaftar Pertama hanya Rp. 195.000

Bonus E-Certificate & E-Modul

 

Info pendaftaran balas WA ini atau hubungi

*SISCA*

*082110502502*

Cukup WA “Nama Anda <spasi> Daftar Final Sprint”

Atau klik link berikut

https://api.whatsapp.com/send?phone=6282110502502&text=Daftar%20FINAL%20SPRINT%202020

Final Sprint 2020

Training Apa Saja yang Dibutuhkan Dalam masa Pandemi COVID 19

training online dalma masa pandemi covidDalam situasi pandemi covid 19 ini, pelatihan dan training untuk karyawan menjadi hal yang sangat penting. Situasi yang tidak mudah membuat banyak karyawan merasa loyo, susah jualan, omzet turun drastis, dan sederet permasalahan lain. Maka dibutuhkan pelatihan dan motivasi (inhouse training) agar team kita memiliki daya juang, spirit, strategi dan action yang tepat.

Ibarat medan pertempuran, kita tidak bisa mengirim pasukan yang ketakutan, resah, tidak punya senjata dan skill dalam bertempur. Maka dijamin pasukan kita akan pulang babak belur. Namun dengan pelatihan yang tepat, team kita akan memiliki endurance, strategi, kreatifitas dan kemampuan untuk berubah dengan cepat.

Berikut ini adalah beberapa inhouse training online yang bisa membantu pasukan anda

  1. Pelatihan sales

Tentunya dengan situasi social distancing dan WFH (Work from  home) cara pendekatan dan strategi selling atau penjualan akan berbeda. Bahkan target market kita bisa jadi juga berubah.

2. Pelatihan leadership

Dalam situasi yang terus berubah dengan cepat, seorang leader dituntut harus mampu mengambil keputusan dengan cepat. Bagaimana memimpin dalam situasi krisis, bagaimana mengambil keputusan dengan cepat dan tepat dan bagaimana seorang pemimpin memastikan agar setiap keputusan menjadi action.

3. Communiation skill

Tantangan terbesar dalam work from home adalah persoalan komunikasi. Dengan adanya jarak dan beberapa orang karyawan yang belum terbiasa dengan work from home maka banyak terjadi friksi yang akan membuat produtivitas kerja kurang maksimal. Dengan pelatihan komunikasi yang efektif, maka kendala-kendala yang terjadi dalam komunikasi akan berkurang.

4. Problem solving & Decision making

Masa Pnademi COVID 19 sangat mengagetkan banyak orang. Perubahan yang terjadi massive dan sangat cepat. Maka dibutuhkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan membuat keputusan dengan cepat dan tepat.

Untuk mendapatkan training training tersebut diatas dengan trainer terbaik Indonesia

hubungi sekarang juga

Fransisca

082110502502

Trainer Sales Terbaik Indonesia Untuk Training Online via Zoom atau aplikasi lainnya

Pandemi Covid 19 membuat banyak team sales menyerah, karena mereka tidak tahu lagi bagaimana caranya melakukan penjualan. Situasi berubah, banyak orang Work From Home, bahkan tidak jarang yang penghasilan berkurang. Banyak sales mengatakan customer saya sudah tidak punya daya beli, saya sudah bisa mengundang customer ke kantor kami.

Dan banyak sales leader bingung menghadapi situasi ini. Biasanya mereka hanya memberikan motivasi “Ayo, semangat, jangan menyerah, fight. Kita pasti bisa. Yes..yes..yes..”

Namun di situasi yang berbeda, mindset kita harus berbeda, strategi kita harus berbeda dan action kita harus berbeda. Jika dulu kita bisa bertatap muka dengan enaknya, sekarang kita harus putar otak, kreatif, memanfaatkan teknologi untuk melakukan penjualan/ sales. Bagaimana strateginya? Temukan dalam training Selling Skill online via zoom, skype atau aplikasi lainnya.

Siapakah trainer Selling Skill Indonesia terbaik yang memeberikan webminar atau training selling skill online

1. James Gwee

Sales Trainer Trainer sales senior Indonesia. Telah memberikan training sales selama 26 tahun. Dengan klien berbagai bidang industri di seluruh Indonesia seperti perbankan, insurance, kesehatan, manufacture, property dll. Beliau adalah trainer sales asal singapore yang telah memberikan training untuk ribuan orang diberbagai kota di Indonesia dan negara di dunia seperti Pakistan, Afrika selatan, Bangladesh dan India. Dengan gaya seminar beliau yang unik yang memadukan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris.

2. Christian Adrianto

Trainer sales terbaik indonesia Christian adriantoSales Trainer dan praktisi berpengalaman dalam penjualan. Salah satunya beliau jualan salah satu produk property di TV nasional seperti Kompas TV dan Metro TV.  Beliau tidak hanya mengajarkan teori, namun juga prakteknya. Makanya ilmu yang beliau ajarkan ilmu-ilmu daging, ilmu lapangan yang telah terbukti sukses dan sangat apicable (mudah dipraktekkan). Dengan metode pengajaran yang ringan, sederhana, belajar jadi lebih fun. Dan yang terpenting, dalam training selalu ada praktek.  Sebagai Trainer Sales & parktisi beliau telah berpengalaman lebih dari 13 tahun mengajar ribuan kelas untuk lebih dari 400 perusahaan besar di Indonesia mulai dari perbankan, farmasi, insurance, bisnis jaringan, property, retail, industri, BUMN dll.

Ingin mengundang trainer sales terbaik Indonesia untuk webminar atau online training via zoom atau aplikasi lainnya

Hubungi

Fransisca

082110502502

Training Online untuk Karyawan. Seberapa Penting di masa Pandemi COVID 19?

Charles Darwin mengatakan,

Training Online via Zoom Christian Adrianto Motivator“Bukan yang terbesar yang survive, bukan juga yang trekuat yang survive, tapi yang paling bisa beradaptasi yang akan bertahan .”

Situasi pandemi COVID 19 membawa banyak perubahan besar. Banyak orang bekerja dari rumah, bahkan tidak sedikit yang dirumahkan tanpa gaji. Perusahaan turun omzet, team sales mengatakan customer saya sudah ngga ada daya beli, customer saya ngga ada duit, saya ngga bisa undang customer ke kantor. Jika team dan perusahaan anda masih mengatakan hal seperti ini, artinya anda perlu menjadi lebih adaptif. Anda harus berubah dari cara lama yang sudah ada. Situasi pandemi COVID 19 memaksa kita untuk mengeluarkan effort lebih, action lebih banyak dan lebih kreatif.

Artinya kita dan team kita membutuhkan daya juang yang berbeda, strategi yang berbeda dan cara yang berbeda dalam menjalankan bisnis.

Namun tentunya kita dan team kita membutuhkan pengetahuan dan skill yang baru. Penting sekali membekali diri dan team kita dnegan pengetahuan dan skill set yang baru. Ibaratnya dalam peperangan, jika ingi menang, kita harus berikan senjata yang layak buat pasukan kita. Dan dalam situasi pandemi ini, kita mungkin tidak lagi bisa berkumpul dalam ruangan dan mengadakan training atau workshop. Namun training dan pembekalan sangat penting.

Solusinya manfaatkan teknologi melalui training dan pelatihan-pelatihan online atau webminar maupun live training via zoom.

The Greatest CEO of the Century, Jack Welch mengatakan

“Hadapi Kenyataan, lalu buat keputusan dan eksekusi sesuai dengan situasi yang ada dengan cepat.”

Situasi pandemi ini adalah kesempatan emas untuk leading in our bussiness, menyalip kompetitor yang mungkin saat ini sedang kebingungan. Dia yang paling adaptif, dia yang akan bertahan bahkan menang dalam pertempuran melawan COVID 19 ini.

 

Untuk mengundang trainer & motivator

untuk memberikan webminar atau training online live via Zoom atau aplikasi lainnya

hubungi

Fransisca

082110502502